Sinopsis Healer Episode 15 – 1



Sinopsis Healer Episode 15 – 1
Setelah semalam keduanya berciuman, kini Jung Hoo sudah tersadar dipagi hari dan tak jemu memandangi setiap lekuk wajah Yeong Shin. Apa yang terjadi semalam? Mari kita bayangkan sendiri apa yang mereka lakukan.

Yeong Shin menggeliat memunggungi Jung Hoo, Jung Hoo pun dengan segera meraih tubuh Yeong Shin dan merapatkan kembali kedadanya. Sungguh sepertinya dia sama sekali tak mau kehilangan Yeong Shin barang sedetik pun.


Matahari semakin meninggi dan menyilaukan mata Yeong Shin, dia menggeliat sadar namun mendapati Jung Hoo sedang duduk disampingnya sambil menatap intens. Yeong Shin bersemu malu dan kembali menenggelamkan dirinya dalam selimut.

Jung Hoo tersenyum pula, ia pun memburu Yeong Shin dan ikut masuk kedalam selimut.



Seusai keramas, Jung Hoo menarik Yeong Shin untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah. Tatapannya kembali tertuju pada bibir Yeong Shin, ia mendekatkan wajahnya perlahan namun belum sempat terjadi setuhan. Yeong Shin menarik ujung handuknya sehingga akal Jung Hoo menciumnya pun gagal. Hahaha.


Kini Yeong Shin meneliti panorama pulau terpencil yang ada dikamar Jung Hoo dengan penuh rasa penasaran. Jung Hoo memperhatikannya dari kejauhan,

Aku pikir ini mimpi tapi biasanya aku tak bermimpi. Jikalau ini mimpi, kenapa begitu lama?” benak Jung Hoo.



Jung Hoo tak mau melepaskan dirinya dari Yeong Shin, ia terus menempel dipundak Yeong Shin layaknya perangko. Dari mulai membuang kuku Jung Hoo sampai memasak pun Jung Hoo tak mau jauh darinya.

Yeong Shin sampai risih sendiri namun Jung Hoo dengan cepat menghadiahi Yeong Shin dengan sebuah kecupan.




Tibalah waktunya Yeong Shin untuk bekerja, Jung Hoo menawarkannya untuk memberikan tumpangan namun Yeong Shin menolak. Dia akan berangkat sendiri, dia memperingatkan Jung Hoo untuk makan sebelum pergi. bagaimana pun ia masih marah.

Jung Hoo yang tadinya berkeras untuk mengantar Yeong Shin langsung angkat tangan dan membiarkan kekasihnya berangkat bekerja.



Tapi apa mungkin Jung Hoo iklas meninggalkan Yeong Shin begitu saja? rupanya dia malah mengejar bus Yeong Shin, dia memboyongnya untuk duduk bersama dipojok belakang. Yeong Shin sebal karena Jung Hoo tak mengikuti kata – katanya tapi Jung Hoo berjanji kalau dia akan ikut hanya sampai pemberhentian pertama.

Yeong Shin pun setuju, kini ia tersenyum dan meletakkan kepalanya dipundak Jung Hoo dengan nyaman.

Sekarang, setelah ritual terakhir ini. Mereka bisa berpisah dengan senyum lebar.




Membedakan antara sebuah kepalsuan dan kebenaran sungguh membingungkan. Jung Hoo yang selalu dituntut untuk berbuat palsu agar bisa bekerja. Dia akan menutup wajah dan menyembunyikan identitasnya. Ketika ia bertemu dengan orang banyak, ia akan kikuk. Tapi ketika aku bertemu Young Shin, haruskan dia menjadi dirinya sendiri?

 “Sejak kapan kau berfikir serius? Aku sudah memperingatkanmu empat puluh sembilan kali untuk tak usah berfikir.  Jika kau berfikir, kau akan menciptakan masalah.” Ungkap Bibi Min Ja. Bibi Min Ja kemudian mendikte Jung Hoo untuk melakukan beberapa hal.

Jung Hoo pamit pergi. Bibi Min Ja heran, kemana?

“Mencari jati diriku.”


Tempat Jung Hoo mencari jati dirinya tak lain adalah Moon Ho. Dia menantikan kehadirannya, keduanya pun minum bersama setelah Moon Ho kembali dari suatu tempat. Moon Ho mengungkapkan rasa senangnya bisa bertemu dengan Jung Hoo, dia mengkhawatirkannya.

Moon Ho tanya apakah Yeong Shin sudah mengetahui identitasnya. Jung Hoo berkata bahwa Yeong Shin tak mengetahui apapun bahkan nama aslinya. Dia berfikir berapa banyak harus menceritakan pada Yeong Shin tapi Yeong Shin sendiri tak menanyakan apapun.




Moon Ho tersenyum, “Kau menyukai Ji Han kan? Itulah kenapa kau tak bisa mengatakan padanya – siapa dia, siapa ayahnya, siapa Ayahmu.” Sekarang Moon Ho membalikkan situasi, itulah kenapa dia juga tak mengatakan kebenaran ini padanya karena dia menyayangi Ji Han dan Myung Hee.

Sekarang Jung Hoo akan membahas mengenai pekerjaan, dia akan membalas dendam atas kematian Guru dan juga membersihkan nama Ayahnya. Dan kapan dia bisa mengatakan pada Yeong Shin kalau ibunya masihlah hidup?

Moon Ho dengan segera setuju, tapi mereka harus menunggu saat dimana aman bagi Myung Hee juga jadi mereka harus menuntaskan dua tujuan awal mereka.



Jung Hoo menanyakan rencana Moon Ho menjatuhkan mereka.

“Caranya dengan menggunakan Ayahmu dan Ayah Chae Yeong Shin. Cara yang selalu aku tiru sepanjang hidupku. Akankah kau mau menggunakan cara itu bersamaku?”

Jung Hoo setuju. Dia kemudian mengakui perasaannya kalau ia memanglah menyukai Yeong Shin. Moon Ho tersenyum, tanpa dikatakan pun dia sudah mengetahuinya.



*****
Moon Shik mulai bekerja pada Tetua sejak tahun 1992 setelah tragedi yang menimpa mereka. Setelah bekerja beberapa tahun, Tetua memberikannya Sekretaris Oh. Hubungan mereka sungguh menarik. Kau bisa ibaratkan Kim Moon Shik dan Sekretaris Oh seperti kepala dan ekor koin. Sekretaris Oh mengerjakan semua pekerjaan kotor dan Kim Moon Shik dengan gagah hidup tanpa rasa malu. Sesekali, aku pikir Moon Shik seperti benar – benar tak merasa melakukan sebuah kesalahan. Ini seperti ia tak mengingat apapun.” Jelas Moon Ho pada Jung Hoo.

Moon Shik yang melakukan upacara pembakatan mayat Guru. Dia menganggapnya sebagai kawan spesial dan melakukannya dengan sebaik mungkin. Moon Shik juga menatap foto Guru dengan amat sedih melepas kepergiannya.



Setelah abu sudah di kemas, petugas mengeluarkannya. Bersikap seolah pemimpin upacara berkabung, Jung Hoo datang lalu menukar abu milik guru dengan abu yang telah ia persiapkan.

Aku tahu guru tak disini tapi ini tetap membuatnya merasa sedih meskipun hanyalah abu tapi aku tak mau memberikan padanya (Moon Shik).” Ujar Jung Hoo membawa abu pembakaran Guru. Jung Hoo berjanji akan mengantarkan abu tersebut ke tempat yang baik ketika ia menyelesaikan kesibukanya kali ini.


*****
Di Someday, Moon Ho memberikan arahan pada semua staff untuk mempersiapkan tayangan mereka selanjutnya. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Jong Soo yang telah menyiapkan pertanyaan untuk Moon Shik di acara TV langsung. Dan Jong Soo memberikan saran agar Someday bisa melakukan sesuatu yang besar untuk bersaing dengan tayangan Moon Shik. Juga mereka menebak kalau pihak Moon Shik pasti akan mengantisipasi pengamanan cybernya.

Setelah pembicaraan itu, Moon Ho memberikan arahan agar Yeong Shin bertemu dengan Detektif Yoon sesuai rencana. Dan ia juga memerintahkannya untuk bekerja dengan pekerja lepas.


Pekerja lepas yang dimasud tak lain adalah Seo Jung Hoo. Dengan senyumannya yang super kece, dia keluar setelah melihat Yeong Shin yang menari – nari untuk menghilangkan kejenuhan menanti pekerja lepas yang dimaksud Moon Ho.

“Namaku Seo Jung Hoo. Aku adalah perkerja lepas yang membutuhkan bantuan anda, Chae Yeong Shin. Aku akan menemanimu menuju ke kantor polisi lalu secara diam – diam menyusup kesana.”

“Siapa namamu?”

“Seo Jung Hoo. Aku lahir tahun 1987. Adakah hal lain yang ingin kau ketahui?”




“Seo Jung Hoo? Seo Jung Hoo – ssi atau hanya Jung Hoo?” tanya Yeong Shin meminta pendapat.

Jung Hoo meminta maaf, terlalu lama untuknya memperkenalkan diri. Yeong Shin tetap tersenyum bagaimanapun dia senang bisa bertemu dengan Jung Hoo (bukan sebagai Bong Soo). “Tapi, izinkan aku memukulmu berulang kali.”

Yeong Shin menendangi Jung Hoo dengan geregetan namun Jung Hoo segera merangkul Yeong Shin dan membimbingnya menuju ke kantor polisi.


Keduanya sampai di kantor polisi, Yeong Shin tanya apakah Jung Hoo tak akan menyembunyikan identitas dengan masker atau semacamnya. Jung Hoo mengaku kalau dia akan menyamar sesuai dengan kondisi. Dia kemudian memasangkan sebuah penjepit rambut spesial dari boss, ia meminta Yeong Shin mengatakan sesuatu.

“Apakah Park Bong Soo tak akan muncul lagi?” Jung Hoo memintanya lebih keras, suaranya tak jelas. Yeong Shin sekalian melepas jepitan dari rambutnya, “Aku merindukan Park Bong Soo!”

Jung Hoo berkata kalau benda itu sangat sensitif. Dia memasangkan lagi ke rambut Yeong Shin. Sedangkan kini Yeong Shin menunjukkan wajah sedihnya, dia merengek memanggil nama Park Bong Soo. Kekekeke~~



Jung Hoo membuntuti Yeong Shin namun menjaga jarak seolah tak kenal satu sama lain. Yeong Shin berhasil masuk menggunakan ID cardnya dan Jung Hoo langsung bersikap kalau mereka kenal satu sama lain dan masuk ke kantor bersama – sama.

Jung Hoo khawatir dengan Yeong Shin, dia memperingatkan kalau sampai ada bahaya dia langsung menghubungi.

“Aku sekarang berada dikantor polisi Korea Selatan. Disini banyak polisi yang berseliweran. Siatuasi berbahaya apa yang bisa terjadi disini?” tanya Yeong Shin heran. Jung Hoo pun mengamini jawaban Yeong Shin dan bergegas menuju ke tempat lain.


Jung Hoo menuju ke lantai atas untuk menyelesaikan misinya sendiri, menyamar dengan menggunakan seragam polisi. Dan mendengar percakapan Yeong Shin dengan Detektif Yoon yang kini tengah sibuk mengisolasi jaringan server. Mereka harus menyelesaikannya dalam 30 menit.

Seketika Bibi Min Ja kesal dan mengatai Detektif Yoon bodoh. Bagaimana mungkin kepolisian tak mengakses jaringan dari luar. Tak masuk akal. Ada pejahat dimana – mana tapi polisi harus kembali ke kantor untuk melihat catatan kejahatan.



Jung Hoo meminta Bibi untuk sadar kalau mereka itu tak berada di pihak kepolisian. Bibi Min Ja menghentikan omelannya dan menugaskan Jung Hoo untuk membuat salah satu komputer mereka menjadi komputer internal sebelum di reset.


 Jung Hoo mencoba mengunakan salah satu komputer untuk menghubungkan dengan komputer bibi namun gagal. Bibi Min Ja yakin kalau semua komputer tak memiliki akses dengan jaringan luar maka kemungkinan hanya satu komputer yang bisa diakses ke luar, komputer Detektif Yoon. Hanya tersisa 4 menit sebelum akhirnya di reset.




Disisi lain, Yeong Shin mengaku kalau dia bertemu dengan Healer sebanyak tiga kali. Barang tentu pernyataan Yeong Shin membuat Bibi Min Ja dan Jung Hoo membeku namun ketika Detektif Yoon meminta sedikit penjelasan mengenai penampilannya. Yeong Shin menunjuk ke arah pintu, seolah dia melihat seseorang disana. “Itu...disana. dia melewati pintu.”

Ketika perhatian tertuju kearah pintu, Yeong Shin melempar topinya ke meja Detektif Yoon. Kemudian ikut lari dengan tergesa bersama Detektif Yoon.

Yeong Shin pun menunjuk kepalanya saat melihat Jung Hoo. Dia memberi tanda kalau komputer milik Detektif Yoon adalah yang ada topi miliknya.







Dan tepat satu menit sebelum reset, Jung Hoo menemukan komputer milik Detektif Yoon dan memberikan akses ke komputer milik Bibi Min Ja.

Yeong Shin bersama Detektif Yoon berlari sampai keluar gedung Kepolisian. Tapi Yeong Shin malah mengaku kalau dia tadi melihat sosok pria yang ditaksirnya sejak lama. tapi anehnya sudah tak ada. Sebenernya sih marah namun Detektif Yoon tersadar kalau sudah waktunya ia mereset data. Ia pun bergegas kembali.


Berselisih arah dengan Healer tanpa sadar, Jung Hoo berdiri saling memunggungi dengan Yeong Shin. Jung Hoo mengingatkan bahwa Yeong Shin telah melakukan sebuah kejahatan, membantunya mencuri informasi.

“Bagaimana aku bisa punya pacar seperti ini..” desah Yeong Shin. Tapi dengan sekejap ia berubah girang, Ini sangat.... Menyenangkan!

Yeong Shin berlari kembali ke kantor polisi.


Jung Hoo mendesis. Hahaha. Meskipun speechless tapi sebenarnya dia sungguh sungguh suka dengan label Pacar yang Yeong Shin barusan katakan. Ia tak bisa menyembunyikan senyumannya.


*****

8 Responses to "Sinopsis Healer Episode 15 – 1"

  1. Ada yg lgi brbunga2...
    Mbak 14-2 nya koq gak ada?
    Semoga seht sllu,biar sinopsis healerx lncr
    Slm kenal ☺☺

    ReplyDelete
  2. Awal episode di buka dng adegan yg sweet bgt,junghoo semalem aja pake ngusir yongshin sgala,eh paginya nemplok mulu hihi

    ReplyDelete
  3. Xixixi episode yang berbunga-bunga...jadi ikut senyam senyum sendiri...^_^

    ReplyDelete
  4. waaaaahhh makin keren nih drama
    jadi makin tegang utk tau lanjutanya
    semangat ya utk nulis sinopnya

    ReplyDelete
  5. Sinopsis healer lanjutin donk mba,ayo semangat

    ReplyDelete
  6. Mba ko nggk di lanjut sih. Meskipun udah nonton tapi sinopsisnya masih di tunggu lho.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^