Sinopsis Healer Episode 14 - 1



Sinopsis Healer Episode 14 - 1
Jantung Jung Hoo seolah  berhenti berdegup saat melihat sosok Guru Chae Bum dibawa masuk ke ambulans. Dia berusaha mendekat tak perduli apapun tapi Dae Yeong bersama rekannya langsung menahan Jung Hoo. Mereka menyeret Jung Hoo bersembunyi dibalik mobil agar Detektif Yoon tak menangkap kehadiran mereka.


Dae Yeong menahan kepergian Jung Hoo, bos memerintahkan agar ia tak pergi kemana pun. Jung Hoo mendorong Dae Yeong namun Jung Hoo malah terduduk bersender ke mobil, dia memegang kepalanya dengan frustasi. Keadaannya saat ini sedang dalam kondisi yang sangat buruk. Ia pun kemudian bergegas mengendarai mobil menuju ke suatu tempat.


Tak kalah sedih, Bibi terus tertunduk menerima kabar kematian rekan kerjanya selama ini. Ia juga menerima panggilan dari Dae Yeong dengan setengah hati. Dae Yeong melaporkan bahwa mereka tak bisa menahan Jung Hoo. Apa yang harus mereka lakukan?

Bibi tak begitu berkosentrasi, “mmm.. jadi kemana anak itu pergi?”



Moon Ho tengah membenahi beberapa filenya, ponselnya berdering dan terdengarlah suara wanita yang tak lain adalah Bibi Min Ja.

kau ingat seseorang yang bernama Gi Young Jae (guru)? Aku mendengar kau mengenalnya dengan baik.” Ucap Bibi Min Ja lemah. Moon Ho hanya mengernyit tak tahu akan maksud pembicaraan wanita ditelfon.



Jung Hoo menuju ke ruang tempat penyimpanan mayat  Guru. Ada seorang petugas yang menegur dan Jung Hoo tak bisa masuk ke sana. Tanpa kata, dia memukul tengkuk pria yang menegurnya agar pingsan. Dia terus membuka satu persatu ruangan dan membuat pingsan siapa saja yang menghalanginya.


Kini dihadapannya ada tubuh mayat yang telah tertutup kain putih, tangan Jung Hoo enggan untuk membukanya. dia tersenyum kecut melihat sosok yang ada dibalik kain tersebut, “Katakanlah kalau ini tak benar. Aku ingat semua jebakanmu terakhir kali, kau tahu. Jadi berhentilah dan bangun. Guru.”

Jung Hoo mulai memundurkan langkahnya menatap wajah Guru yang sudah memucat. Dia menahan air mata yang hampir menetes, dia sungguh belum bisa akan apa yang menimpa gurunya saat ini. Jung Hoo pun terduduk bersender pada dinding ruangan dengan penuh ke tidak-percayaan.





Moon Ho juga sampai ke rumah sakit dengan tergesa – gesa, ia berpapasan dengan Detektif Yoon yang memperkenalkan diri sebagai polisi cyber, mereka berbicara beberapa waktu lampau. Detektif Yoon mengajukan beberapa pertanyaan namun saat ini Moon Ho sedang mencari sesuatu.

Keduanya berjalan melewati koridor rumah sakit dan menemukan seorang petugas yang pingsan. Moon Ho sadar akan kehadiran Jung Hoo, ia pun berlari dengan tergesa – gesa saat Detektif Yoon sibuk menghubungi bantuan.


Moon Ho menemukan seseorang mayat yang ada dalam ruangan itu terbuka wajahnya, dia berniat menutupnya kembali namun gerakan tangan Moon Ho terhenti. Sudah bertahun – tahun lamanya dia tak bertemu dengan Gi Yeong Jae, sudah barang tentu ia sedikit tak mengenali. Ia meneteskan air mata melihat Gi Yeong Jae yang lama tak berjumpa kini sudah meninggal.

“Bagaimana anda tahu tentang ini dan datang dengan segera kesini?” tanya Detektif Yoon.

“Untukku, pria ini adalah keluarga. Kau pasti akan tahu ketika seorang anggota keluargamu meninggal.”

Moon Ho menangis, dia berbisik pada Young Jae kalau dia akan melakukan segala sesuatu dengan caranya sendiri mulai sekarang. Ucapannya penuh tekad.



Melihat reaksi Moon Ho atas kematian Healer membuat Detektif Yoon curiga. Dia menghubungi ke kantor untuk berjaga – jaga.

Namun saat Detektif kembali menoleh, dia sudah tak melihat ada Moon Ho dalam ruangan lagi.


*****
Jung Hoo mengenang kebersamaannya bersama guru. Dia membuat Jung Hoo sup di hari ulang tahunnya. Jung Hoo lebih menginginkan sebuah cake namun Guru menolak, cake itu dibuat oleh orang lain tapi kalau sup itu dibuat khusus oleh gurunya sendiri. Jung Hoo ragu, apa kau bisa membuat sup?

“Aku mempelajarinya dari Ahjumma supermarket.” Guru memasukkan bahan – bahannya dengan sembarangan bahkan daging pun tak ia potong. Dengan utuh ia memasukkan ke air mendidih.

“Apa kau tak mencucinya?”

“Ini akan steril secara alami ketika kau memasaknya.”


Tapi sudah bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika dua pria pegulat memasak. Hahaha. Dengan was – was mereka menanti sup namun hasilnya malah gosong tak berbentuk.


Beranjak dewasa, Jung Hoo menunjukkan sertifikan kelulusannnya. Dia meminta uang yang telah dijanjikan oleh Guru. Guru menolak namun Jung Hoo memaksa dan merebut koper kecil yang ada ditangan guru.

Dan apa isinya? Isinya penuh dengan komik dan majalah dewasa. Jung Hoo sungguh kesal dan berlari mengejar guru.




Tak kuasa lagi menahan tangis, kebersamaannya bersama guru memang seperti hadiah untuknya setelah ditinggal oleh Ibu, Nenek dan Ayahnya. Dia melalui hari penuh canda dengan Guru dan melewati hari sulit bersama.


Sebuah mobil melintas dengan kencang dan menghadang mobil Jung Hoo. Moon Ho keluar untuk menahan kepergian Jung Hoo namun Jung Hoo tak mau menatapnya sama sekali. Dia turun dari mobil dan berjalan meninggalkan Moon Ho.

Moon Ho menahan Jung Hoo, “Jung Hoo. Seorang wanita menelfonku. Dia yakin kau akan datang kesini. dia bilang untuk menghentikanmu sebelum terlambat.”

Jung Hoo diam dan menyingkirkan Moon Ho dengan tangannya. Moon Ho meminta Jung Hoo jangan sampai membunuh pria itu. Dengan ini maka dia akan menjadi seorang pembunuh. Jung Hoo semakin kesal dan memukul perut Moon Ho yang mencoba menghalanginya.



“Baik. Lalu apa yang harus aku lakukan!” Jung Hoo memegang dadanya. “disini kosong. Jadi katakan padaku apa yang harus aku lakukan.”

Moon Ho meninggikan nada bicaranya, dia juga merasakan kekosongan seperti apa yang Jung Hoo rasakan sekarang. Selama 20 tahun tak tahu apa yang harus ia lakukan. Moon Ho meminta Jung Hoo memberikannya sedikit waktu, ia akan menemukan sebuah jalan.



Jung Hoo semakin tak bisa menahan emosinya, “Dia yang telah memanggil Guru. Dia tak ingin datang tapi aku menyuruhnya untuk datang. Aku membuatnya berbicara sesuatu yang tak ingin dia bicarakan, dan marah karena dia telah melakukannya. Kemarahanku membuat kita tak makan bersama setelah delapan tahun dia pergi. Tapi pria tua itu......”

Moon Ho mengerti perasaan Jung Hoo. Dia menyuruhnya untuk menangis saja. Jung Hoo berteriak melampiaskan kemarahan dan kembali menuju ke mobil.


Moon Ho menahannya lagi, dia memperjelas agar Jung Hoo jangan melakukannya. Dia berjanji akan mengakhirinya dan membawa mereka semua keluar. Dia akan membuat mereka membayar ini semua.

“Daripada menghentikanku, apa yang bisa kau lakukan?” tanya Jung Hoo dingin. Moon Ho tak bisa menjawab apapun lagi, dia mundur perlahan dan membiarkan Jung Hoo pergi.


Dikediaman Moon Shik, dia menerima tamu yang akan melakukan wawancara. Sekarang dia menjadi salah satu kandidat utama dan Myung Hee pun muncul sebagai seorang istri Moon Shik. Kamera langsung menangkap kebersamaannya namun Myung Hee tak bisa menyembunyikan apa yang ada dalam hatinya. Ia bahkan tak bisa menunjukkan senyum sesungguhnya, dia hanya berpura – pura tersenyum.

Dalam wawancaranya juga, Moon Shik berkata kalau dia bukanlah orang yang mampu untuk menyembunyikan sesuatu. Dia yang tak memiliki pengalaman dalam politik maka dia akan menunjukkan tranparannya.




Dari tadi malam, Yeong Shin belum juga bisa menghubungi Park Bong Soo. Dia mencoba menghubunginya sekarang namun tak pula mendapat jawaban. Reporter Yeo menganalisa dari kebiasaan Bong Soo yang akan berlari dan kabur ketika melihat sesuatu yang menakutkan. Direktur Jang dan Reporter Yeo menatap Yeong Shin menyelidik, mereka penasaran hal menyeramkan apa yang sudah Yeong Shin lakukan hingga Bong Soo kabur.

Yeong Shin akan berbicara tapi kata – kata terpotong saat Moon Ho datang sambil memberitahukan bahwa Bong Soo absen hari ini.




Yeong Shin menemui Moon Ho untuk membicarakan sesuatu. Dia mengutarakan keinginannya untuk bisa bertemu dan melakukan wawancara dengan Kim Moon Shik tapi dia juga tak tahu apakah Moon Ho akan mengijinkannya karena Moon Shik adalah kakak Moon Ho.

“Mulai sekarang, dia bukan kakakku. Aku telah memutuskan.”

Yeong Shin bingung sendiri tapi dia bergumam kalau saudara itu harus selalu bersama. Yeong Shin kemudian menunjukkan foto Myung Hee tapi dia tertawa sendiri. dia ingat kalau Moon Ho adalah adik iparnya, jadi dia pasti sudah tahu.



Melihat foto dan artikel disana, mereka adalah pasangan yang saling mencintai. Jika seorang pria begitu meyayangi istrinya maka ia pikir pria itu tak akan berbuat hal yang buruk. Moon Ho pikir kalau dia berkomentar maka akan sedikit memihak, apa kau benar – benar akan menemuinya?

“Ya. Aku ingin menemui istrinya sekali.”

Moon Ho akan memikirkan hal itu.


Sebelum pergi, Yeong Shin menanyakan tentang Bong Soo. Apa yang terjadi pada Park Bong Soo? Apa dia menghubunginya.

“Dia sakit.”

“Dimana dia sakit? Dia terluka?”

“Mungkin demam.” Jawabnya.


*****

6 Responses to "Sinopsis Healer Episode 14 - 1"

  1. Sedihx liat jung hoo nangis krna gurux dibunh. Tetua sma sek oh kejam banget,moon sik jg tega amat sma sahabtx sndiri.kmungkinn ayah jung hoo tdk mmbnh ayah ji han,sprtix kejdian itu jg yg mnyebbkn guru dipnjara,sdngkn moon sik aman2 sj.Mungkn dia disuruh tu2p mulut oleh tetua dgn imbln biaya rmh skt myun hee.Emmm...kira2 apayh diblik tragedi 5 skawan,shingga moon sik mnghianati shbt2x. Ditunggu klnjtnx ^_^

    ReplyDelete
  2. Dalam drama ini penjahat nya bner2 kejam ya...ampe 20 thun begitu tp ga bisa di sentuh...pengen lihat akhr nya seperti apa

    ReplyDelete
  3. Sakit banget hatinya jung hoo melihat org yg sudah dianggap ayah sendiri krna menemaninya beranjak dewasa meninggal.. Jahaaaat x sek oh tuh.. Arrkkkhhh..
    Gomawooo mbak..
    Tetap semangat buat sinop nya..
    N ditunggu banget yaak kelanjutannya..

    ReplyDelete
  4. makin penasaran aja nihhh
    poor junghoo...... gemes sama moon shik, skrtaris oh sama antek2nya jahatnya pake bangetttt
    ditunggu kelanjutannya ya tengkyuuu :)

    ReplyDelete
  5. Let's go part 2 dong Kk..♓é² .. ♓é² .. ♓é² .. ♓é²....mantap sinopsisnya 💖💖💝

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^