Sinopsis Healer Episode 12 – 2

Sinopsis Healer Episode 12 – 2
Alunan musik membawa Yeong Shin untuk ikut menari bersamanya. Jung Hoo muncul dihadapan Yeong Shin tiba – tiba. Dia sendiri masih mengira kalau Bong Soo kesal padanya. Tatapan Jung Hoo tak bisa lepas dari Yeong Shin, dengan sendu ia berkata kalau dia sedang mengalami masa sulit dan meminta bantuan Yeong Shin.

Jung Hoo menarik Yeong Shin dalam dekapannya. Yeong Shin sempat terkejut tapi ia membiarkan Jung Hoo untuk memeluknya dan ia sempat memejamkan mata karena nyaman yang ia rasakan.



Yeong Shin merasa kalau ini sudah cukup lalu mendorong Jung Hoo namun Jung Hoo menggeleng. Ia kembali meraih Yeong Shin dalam dekapannya. Yeong Shin kira Jung Hoo sedang curi – curi kesempatan hingga ia pun menendang kaki Jung Hoo, “Belum cukup? Belum cukup kau bilang?”

“Cu...cukup. Cukup. Menyerah.” Ucap Jung Hoo mengangkat tangannya.



Dengan alasan jangkrik gurun yang menyerang rumahnya, dia meminta izin untuk bisa menginap di rumah Yeong Shin. Sejujurnya Yeong Shin tak begitu percaya dengan alasan aneh, serangga gurun yang katanya sebesar empat jari itu. Dia menyarankan untuk tinggal di hotel saja atau bersama orang tuanya.

Jung Hoo mengaku kalau ia sama takutnya kalau tinggal dihotel. Ibunya sudah menikah lagi dan Ayah meninggal ketika ia masih kecil. Yeong Shin memandang Jung Hoo dengan simpati.



Jung Hoo yang sedang meminum kopi tampak ada krim yang tertinggal di bibirnya. Yeong Shin meminta ia mendekat dan menyapi bibir Jung Hoo dengan jemarinya. Sejenak ia tampak tertegun ketika tatapannya bertemu dengan tatapan Jung Hoo.




Yeong Shin mengalihkan pembicaraan dengan berkata kalau Ayahnya sedang ke pemakaman dan akan menelfonnya.

“Kau bilang ada seseorang yang kau sukai, kan, Senior?” tegur Jung Hoo. “Tapi, apa tak masalah jika kau biarkan pria menginap dan memeluknya karena dia bilang sedang ada masalah?”

Sontak Yeong Shin melempari Jung Hoo dengan tisu, apa Bong Soo bisa dikatakan sebagai pria ketika ia ketakutan dan berteriak karena ada serangga? Yeong Shin mengancam akan meminta bayaran inap Jung Hoo dirumahnya.


Kediaman Moon Shik

Sehabis mendengar kabar mengenai Myung Hee yang kolapse, Moon Ho bergegas untuk menjenguknya. Ia bertemu dengan dr Seo dan bertanya bagaimana kondisi Myung Hee?

“Kami telah menenangkannya. Kondisinya akan terus di awasi dan jika memburuk, kami menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit.” Jelasnya dr Seo.


Kini Myung Hee terbaring di ranjangnya dengan lelap setelah menerima perawatan. Moon Shik berkata bahwa Seo Jung Hoo datang kesana tadi siang, Anak itu tak bisa membedakan apa yang harus dan tak harus dikatakan. Apa anak yang dulu tenang tiba – tiba begini karena informasi yang didapat dari Moon Ho. Seberapa jauh Ji Han tahu?


Dengan tajam Moon Ho berkata bahwa ia selalu berfikir dirinya adalah orang yang lebih baik dari Moon Shik. Tapi kini ia sadar, dia hanya melihat dan mempelajari apa yang Moon Shik lakukan. Dia telah menjadi orang seperti Moon Shik. “Aku pikir ini tak masalah. Jika ini kotor, kau harus mengusapnya dengan lap dulu.”


Moon Shik kembali ke ruang kerjanya meninggalkan Moon Ho menjaga Myung Hee. Dia masih fokus dengan video Tetua yang ada ditangan Healer. Dia akan berasumsi bahwa mereka masih memiliki video tersebut. Seandainya Healer adalah Seo Jung Hoo dan Moon Ho ada dibelakangnya, mereka sudah bisa menebak bahwa kondisi akan semakin rentan untuk mereka.

Sekretaris Oh melaporkan jika ia sudah mengirim banyak email untuk Healer namun seberapapun penawaran yang ia berikan, mereka tak bergeming.

“Tak ada cara lain untuk menghubunginya, Maka kita harus membuatnya datang. Aku tidak ingin bertindak sejauh ini. Sangat disayangkan.” ucap Moon Shik penuh makna.


Rumah Yeong Shin

Yeong Shin mengarahkan Jung Hoo untuk membantunya menyiapkan makan malam tapi hanya menggunakan pengupas kentang saja ia tak bisa. Yeong Shin akhirnya menyuruh Jung Hoo untuk mengupas bombay saja.

“Hey, Bong Soo. Ada kotoran dimata kirimu.” Ucap Yeong Shin. Jung Hoo yang sibuk dengan bombay langsung menyentuh mata kirinya, Sontak matanya pedih dan berteriak mencari air. Yeong Shin cekikikan puas dibuatnya.



Makan terhidang, Yeong Shin menantikan reaksi Jung Hoo saat melahap sesuap sup kentang yang ia buat. Jung Hoo bertingkah seolah makanan itu membuatnya mual, Yeong Shin sempat heran dan ikut mencicipi masakannya. Tapi tak ada yang salah kok.

Jung Hoo rupanya balas mengerjai Yeong Shin, ia pun tertawa. Yeong Shin ikut tertawa dengan sarkatis sambil mengambil piring Jung Hoo. “Tak usah dimakan.”

“Ini enak, enak.” Ucap Jung Hoo menahan piringnya.



Yeong Shin memberikan baju tidur milik ayahnya untuk mengganti baju Jung Hoo. Dan ketika ia tak sengaja menjatuhkannya ke lantai, mereka berniat menggapainya bersamaan. Tanpa sengaja tangan Yeong Shin menyentuh tangan Jung Hoo. Ia membeku, pikirannya langsung tertuju saat ia menggenggam tangan Healer di bioskop.

Jung Hoo bergegas menarik tangannya namun pikiran Yeong Shin terlalu yakin bahwa ada kesamaan diantara keduanya, ia meraih lagi tangan Jung Hoo. Ia menggenggam tangan itu lalu akan menyusupkan jemarinya ke jemari Jung Hoo tapi... dia menggeleng. Dia rasa ia telah gila, “Maaf, selamat malam.”

Jung Hoo juga tak bisa berkutik, jantungnya mungkin sekarang berpacu dengan begitu cepatnya. Ia menghembuskan nafas lega ketika Yeong Shin sudah pergi.




Malam telah larut, Jung Hoo mengintai Detektif yang kini berjaga didepan rumah Yeong Shin. Ia memerintahkan Bibi Min Ja untuk menelusuri riwayat medis Myung Hee. Ia penasaran apa yang akan terjadi jika anak yang ia kira telah meninggal ternyata masih hidup. Bibi Min Ja bertanya, apakah ini penugasan resmi?

Jung Hoo mendesah, dia siap untuk membayar lagipula Bibi Min Ja yang mengelola rekeningnya jadi dia bisa mengambil sendiri.

Bibi kemudian memberikan analisisnya mengenai kondisi Jung Hoo, dia kini seperti robot rongsokan yang kehilangan kecerdasannya sehingga kehilangan kendali karena seorang wanita. Akhirnya mengungkap jatidiri setelah ceroboh menjatuhkan ponsel. Segera setelah mendengar kisah ayahnya, ia langsung masuk ke kandang musuh. Dan sekarang keduanya kakinya berpijak ke tempat dimana detektif mengintainya.


Kisah Jung Hoo tak jauh berbeda dengan Superman, seorang pria yang melakukan penyamaran karena wanita. Jung Hoo tersenyum, hatinya yang berbunga membuat ia sadar bahwa sesungguhnya Bibi itu perduli akan dia. Dia yakin kalau Bibi mengetahui kasus Ayahnya yang diduga membunuh Ayah Yeong Shin. Bibi mencoba memisahkannya agar ia tak terluka.

“Apa kau terluka?” tanya Bibi.

Jung Hoo berkata kalau ia tak mengingat lagi bagaimana wajah Ayahnya. Jadi apapun yang ia lakukan tak ada hubungan dengannya. “Aku tak ada hubungannya dengan itu, selama dia tidak membunuh ayah dari wanita yang kusuka.”


“Ahjumma. Aku menyukai Chae Yeong Sin.”

“Kau baru menyadarinya sekarang?” Bibi Min Ja sungguh heran.

Maka dari itu, Jung Hoo sudah bersiap diri kalau sampai ia terluka. Dia tetap ingin berada disamping Yeong Shin. Ia meminta Bibi tak mencoba memisahkannya lagi, karena Jung Hoo tak tahu bagaimana caranya untuk melarikan diri.


*****
Kantor Someday

Karyawan Someday menonton berita penangkapan Kim Eui Chan dengan tatapan penuh kepuasan. Ini di yakini oleh Moon Ho sebagai akhir dari pencalonan Kim Eui Chan dan yang pasti akan ada calon Walikota Seoul yang bari. Moon Ho mengaku dia telah mendapatkan informasi dari koneksi pribadi, kandidat selanjutnya adalah Kim Moon Shik. Pemilik Surat Kabar Jae Il yang notabene kakaknya sendiri.


Mereka ternganga dan Direktur Jang mengira bahwa Moon Ho yang telah berhasil mengangkat Harian Someday kini akan menggunakan mereka sebagai sarana kampanye. Dia berkata kalau ia tak bisa lebih lama disini. Moon Ho santai menerima respon dari bawahannya yang tampak kecewa dengan apa yang ia putuskan. Namun dia membuktikan dengan segera bahwa topik yang akan mereka cari adalah darimana kekayaan yang didapat oleh Kim Moon Shik. Mereka akan membawa bukti bahwa pencalonan Moon Shik tidaklah layak.

Yah. Raut kekecewaan staff Someday pun kini berubah semangat.



Dirumah Ibu Jung Hoo

Ibu mengeratkan pakaiannya saat akan membuang sampah. Ponselnya bergetas setelah mendapat pesan dari Jung Hoo, isinya mengatakan bahwa ia mengajak ibu untuk bertemu. Dia akan memberitahukan lokasinya nanti. Senyum gembira pun terpancar dari raut ibu.

Tanpa ia sadari, seseorang tengah mengintai dan mengambil gambarnya.


Kantor Berita Someday

Moon Ho telah menyetujui permintaan Yeong Shin untuk menggali lebih dalam kasus Hwang Jae Guk. Dia memberikan data – data yang terkumpul mengenai Jae Guk. Mempelajari pergerakan uang adalah alur tercepat untuk menemukan hubungannya. Apapun hubungan ataupun kekuasaannya, itu selalu melibatkan uang.

Dia juga menunjuk Bong Soo untuk bekerja sama dengan Yeong Shin. Ajari Bong Soo menjadi reporter. Yeong Shin pun menerima penugasan ini.


Ketika ruangan tinggal Jung Hoo dan Moon Ho, dia dengan geregetan menyadarkan Moon Ho kalau Yeong Shin ada dalam bahaya tapi dia malah membuat Yeong Shin masuk dalam masalah.

“Kau bilang akan melindunginya. Yang jelas, sudah terlambat untuk kabur atau sembunyi. Kita hanya harus melakukan serangan balik.”

Jung Hoo makin tak habis pikir karena Moon Ho juga tetap membiarkan Yeong Shin tak tahu apa – apa.

“Aku sedang menunggu Ji Han datang ke sini sendiri.” ucap Moon Ho. Jung Hoo makin mendesah, dia mengatakan apa yang Bibi Min Ja katakan padanya. Moon Ho memanglah b*jingan penuh omong kosong.



Saat tengah memata – matai Double S, Detektif Yoon menerima pesan kalau Yeong Shin ingin menemuinya.

Dan ketika itu pula, tampaklah pergerakan dari Double S yang dipimpin oleh Bae Sang Soo. Mereka pergi dengan beberapa penjaga, Detektif Yoon pun membuntuti mereka.



Ibu Jung Hoo tampak begitu bahagia hari ini karena akan bertemu dengan putranya. Dia membeli hadiah untuk Jung Hoo.

Dan seseorang masih terus mengikutinya dan kembali mengambil gambar Ibu Jung Hoo.


Bibi Min Ja tertidur didepan komputer, ia menerita sebuah email dengan judul Aku mencari Seo Jung Hoo. Dalam email itu juga dilampirkan foto Ibu Jung Hoo dalam perjalanan.


Jung Hoo mengemudikan mobil, ia seolah ingin mengatakan kisah Yeong Shin namun ia ragu untuk melakukannya. Apalagi ditengah pembicaraan keduanya terpotong oleh panggilan dari Detektif Yoon. Jung Hoo pun mengambil kesempatan untuk memasang alat komunikasinya dengan Bibi Min Ja.

Bibi Min Ja menyuruh Jung Hoo untuk mengecek email yang telah ia kirim. Jung Hoo langsung memakai kacamatanya dan foto Ibu Jung Hoo muncul dilayar. Dia bertanya dengan keras pada Bibi Min Ja dengan panik padahal Yeong Shin duduk tepat disampungnya. Untung Yeong Shin tak sadar dan mengira kalau Jung Hoo sedang bertanya arah tempat pertemuan Yeong Shin dan Detektif Yoon padanya.

Bibi Min Ja menunjukkan arah tempat Ibu Jung Hoo berada.




Begitu paniknya hingga Jung Hoo mengendarai mobil dengan ngebut. Yeong Shin menyuruh Jung Hoo untuk santai saja tapi Jung Hoo tak perduli. Bibi Min Ja sudah merasakan kalau ini perangkap dari Kim Moon Shik, jika kesana maka Jung Hoo sama saja akan mengungkapkan identitas Healer. Dia akan mengutus Chae Bum saja untuk mengurus ini.

“Cara tercepat untuk sampai ke sana!” bentak Jung Hoo.

“Belok ke kanan di Royal Department Store.”



Ibu Jung Hoo sibuk dengan hadiah jaket yang ia persiapkan untuk Jung Hoo. Namun Sekretaris Oh lah yang datang dan menyapa Ibu Jung Hoo, “Anda mengingat saya?”

“Pengacara Baek?” tanya Ibu Jung Hoo, ia meremas jaket Jung Hoo menyembunyikan ketegangannya.



Sedangkan Detektif Yoon kini mengintai Double S di tempat parkir. Dia meretas kamera CCTV yang ada di tempat parkir tersebut.


Jung Hoo telah sampai ke restauran tempat ibunya, ia meminta Yeong Shin untuk menanti dalam mobil. dia beralasan akan mengurus sesuatu yang sangat mendesak. Jung Hoo berlari menuju ke sebuah toilet dan sepersekian detik keluar sudah dengan pakaian lengkap Healer.


Yeong Shin yang tadinya anteng dalam mobil jadi curiga saat melihat seseorang memotret pria dengan pakaian serba hitam dalam restauran. Yeong Shin sedikit memfokuskan pandangannya, meskipun mungkin ia tak sadar kalau pria dalam restauran adalah Healer. Tapi ini cukup membuatnya penasaran dan keluar untuk melihat.


Jung Hoo tak menemukan Ibu di restauran, ia meminta Bibi untuk segera mengecek keberadaan Ibunya. Bibi Min Ja melihat pergerakan Ibu Jung Hoo menuju ke mobil Sekretaris Oh di tempat parkir. Dia akan mengecek CCTV untuk mengetahui kondisi ditempat parkir.


Yeong Shin masuk ke restauran pula namun ia tak menemukan siapapun. Pelayan hanya menegurnya saat ia menuju ke meja tempat Ibu Jung Hoo, “Maaf. Tempat ini sudah dipesan.”

Dia hanya kebingungan.


Akses hack Detektif Yoon terblok karena ulah Bibi yang kini juga sedang meng –hack. Bibi Min Ja melaporkan pada Jung Hoo kalau Ibu –nya kini ada dalam mobil Sekretaris Oh. Bibi Min Ja hampir selesai untuk meng –hack CCTV tapi Detektif Yoon rupanya balas meng –hack sistem Bibi Min Ja.

Bibi Min Ja memilih mematikan daya listriknya agar aksi Hack Detektif Yoon terhenti namun dengan begitu, komunikasi antara Jung Hoo dengan dia pun juga terputus.

Jung Hoo mencoba menghubungi Bibi Min Ja untuk menanyakan kondisi di tempat parkir. Tak ada balasan maupun pilihan, Jung Hoo memutuskan untuk pergi ke tempat parkir meskipun tak tahu bagaimana kondisi disana.



Jung Hoo turun ke tempat parkir dan menemukan Sekretaris Oh berada dalam mobil. Dia pun mencoba menghampirinya dan melawan beberapa penjaga yang ada disana. dia mencoba membuka mobil tempat Sekretaris Oh tapi Sekretaris Oh mengunci dari dalam. Tepat saat itulah Yo Yo muncul dan menembak kaki Jung Hoo dengan obat bius.

Jung Hoo kabur dan bersembunyi di bawah mobil. saat penjaga mulai kalang kabut mencarinya, ia keluar dari persembunyian menuju ke tangga.




Pandangan Jung Hoo mulai mengabur namun naas Yo Yo kembali menemukannya dan menyerang Jung Hoo tanpa ampun. Jung Hoo menghindar kabur, Yo Yo menggunakan yoyo untuk menjerat lengannya lalu menarik dia turun. Jung Hoo melawan hingga lengannya terluka.

Yo Yo melemparkan lagi yoyonya dan Jung Hoo sigap mengambil tabung dan memukulkannya ke arah Yo Yo.



Hampir sampai dirooftop, lagi – lagi ada yang sudah menghadang Jung Hoo. Ia segera memukul lalu membuka penutup wajah Jung Hoo. Entah siapa namun ia mendorong Jung Hoo masuk ke atap dan menutup pintunya.


Yo Yo yang mengikuti percikan darah Jung Hoo juga sampai ke rooftop. Dia melihat seorang pria yang berdiri tegap dengan pakaian serba hitam pula, ia mengira kalau dia adalah Healer. “Kenapa kau tak menunjukkan wajahmu? Healer.”

Pria itu berbalik tapi kamera tak menyorot wajahnya. Mungkinkah Chae Bum?



Bibi Min Ja menyalakan lagi daya listriknya dan bergegas menghubungi Healer. Namun ia dikejutkan dengan tanda vital Healer yang semakin melemah. Dia memanggil – manggil Healer tapi tak menerima jawaban.


Yah. Healer kini terkapar tak sadarkan diri dirooftop dengan bersimbah darah.


Yeong Shin keluar dari restoran dengan wajah bingung. Ponselnya berdering menerima panggilan dari Bibi Min Ja. Dia bertanya apakah Yeong Shin mengenal Park Bong Soo? Yeong Shin membenarkan.

“Bisakah kau menemukannya? Kurasa dia dalam bahaya yang serius.” Ucap Bibi membuat Yeong Shin terkejut.


**** Bersambung ke Healer Episode 13****
Episode kini sungguh menegangkan. Aku sudah menonton preview episode 13 dan disana Yeong Shin membawa Jung Hoo ke rumah sakit. Waaaw.  Jadi kemungkinan besar Yeong Shin sudah ga menggalau mencari Jung Hoo lagi meskipun sebenarnya aku menikmati saat Yeong Shin galau nyari Healer.



12 Responses to "Sinopsis Healer Episode 12 – 2"

  1. Hwaaaaa.......... tegang amat....
    Makin keren abiss ini drama, bisa saja ini drama menghamtam rivalnya "PUNCH" (SBS) yg slama ini nangkring di urutan I. Waaah... "Shine or Go Crazy" bakal terpelanting kalah saing neh....
    TQ so much Cantik, atas sinopnya. DAEBAK!!!!!!!!
    Ditunggu Sinop Esp. 13-nya yaaaaa ;-)

    ReplyDelete
  2. Geregetan liat jung hoo dihjr hbs2n. Pikirn aku jg sm,kemungkinn itu guru healer,krn bibi minja sblmx mngtkn akn mengirim chae bum sj.
    Critax mkin seru. Awal episodex agak mmbingungkn, ke 2 dn stursx dah paham critax.

    ReplyDelete
  3. Tegang.....
    Taak sabar menunggu eps 13

    Mbak semangat

    ReplyDelete
  4. Gak sabar nunggu episode 13, please mbak yg semangat ya nulisnya :-D

    ReplyDelete
  5. Pengen cepet liat ekspresi yeong shin pas tau kalo bong soo yg dia kenal anak culun yg penakut ternyata heler yg dia sukai. Waah gak sabar >…<

    ReplyDelete
  6. ga sabar nunggu episode 13. penasaraaaaaannnnnnnnnn

    ReplyDelete
  7. Smgt yah buat eps 13 nya ditungguuu meski aku udah liat streaming eps 13nya. Pastinya blm puas kalo ga baca sinopsis nya (^_-)

    ReplyDelete
  8. maaafffffff,,,
    tapi entah kenapa aku seperti melihat city hunt***
    mungkin karena Park min young kali ya ^_^ (meski beda karakter)
    piiisssss
    tapi suka kok. Fighting ^_^

    ReplyDelete
  9. oh nooo !!!!! Healer ,, kn cana ??

    ReplyDelete
  10. aaaaaaa( numapng teriak) mulai dari baca part 1,episod ini wihhhhhh.......

    ReplyDelete
  11. gue suka bgt ma ahjuma tua2 jago maen komputer,hahahaha

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^