Sinopsis Healer Episode 12 – 1

Sinopsis Healer Episode 12 – 1
Jung Hoo digiring menuju ke ruang interogasi. Dia bersikap layaknya anak gaul slenge’an dan agak lemot. Dalam hatinya berkata, “Guru pernah berkata padaku. ketika memancing, umpan terbaik adalah diri kita sendiri.


Kehadiran CEO Jae Il, Kim Moon Shik membuat siapa saja bertanya – tanya. Direktur Jang malah berfikiran kalau Moon Ho telah diutus oleh kakaknya ke Someday dan sekarang Kakak –nya datang untuk melakukan merger antara Someday dan Jae Il. Direktur Jang mengkhayal kalau ia bisa menapat gaji berkali – kali lipat.

“Lap air liurmu yang terus menetes.” Ucap Yeong Shin malas.


Yeong Shin mengantarkan minum untuk Moon Shik dan Sekretaris Oh. Ia menerima tatapan intensif dari keduanya hingga ia pun canggung.

“Kau tumbuh dengan baik.” Ucap Moon Shik. Tapi Yeong Shin sama sekali tak curiga dengan maksud perkataan itu, dia hanya tertawa canggung.



FLASHBACK

Setelah menemukan Ji Han, Moon Shik membawanya kembali untuk bertemu dengan Myung Hee. Ji Han kecil terus memegangi ujung lengan baju Moon Shik.

Ditengah perjalanan, Moon Shik akan membelikan air minum untuk Ji Han yang haus. Dia menyuruhnya menanti di mobil.



Saat ia menanti sendirian, Ji Han melihat seorang wanita yang ia kira ibunya. “Eomma....”



Sekembalinya Moon Shik, Ji Han sudah menghilang meninggalkan makanan yang sedang ia santap. Moon Shik mencari kesana kemari sampai akhirnya langkah Moon Shik terhenti, dia membiarkan siapapun berseliweran dihadapannya.

Itulah kesalahan yang yang telah ia pilih.


Kembali ke masa sekarang,

Moon Shik memuji keberanian Yeong Shin di konferensi pers saat mengajukan pertanyaan pada Kim Eui Chan beberapa waktu lalu. Yeong Shin mengaku kalau dia dilatih oleh Sunbae.

Moon Shik lalu menatap Yeong Shin dari ujung kaki sampai ujung kepala, dia mengukur menggunakan lengannya dan meletakkan dipundak Yeong Shin. Dia tampak tinggi ketika siaran kemarin. Yeong Shin menunjukkan sepatunya, mungkin dia terlihat tinggi saat siaran karena ia memakai hak tinggi dan sekarang ia hanya menggunakan sepatu.

“Kau sama. Apa kau lebih pendek?”

“Dibandingkan dengan siapa?” tanya Yeong Shin bingung.


Moon Ho tiba – tiba muncul dan menampik tangan Moon Shik yang ada dipundak Yeong Shin. Dengan tegas ia menyuruh Yeong Shin meninggalkan ruangan dan menatap tajam kearah Moon Shik. “Kau mengejutkan anak itu. Berani-beraninya kau datang ke sini? Bisa-bisanya kau bertemu anak itu? Kau bertemu anak itu tanpa gemetar atau berlutut?”

Begitu santainya, Moon Shik malah balik menyalahkan Moon Ho yang sudah membuat anak itu dalam bahaya.

“Selama kau menyingkir dari hidupnya, tak ada alasan baginya untuk berada dalam bahaya.” Tunjuk Moon Ho dengan geram.


Moon Shik mengucapkan terimakasih, dengan membuat Anak Itu menjadi terkenal dan menyebabkan pencalonan Walikota Seoul Kim Eui Chan batal. Maka dia yang akan maju dalam pencalonan, karena siaran tak masuk akal itu membuatnya tampak didorong ke posisi calon Walikota Seoul.

“Orang yang akan mendorongmu ke posisi itu adalah sekutumu yang kau panggil Tetua?” sengit Moon Ho.


Moon Shik membenarkan. Dan kini Tetua menganggap Ji Han sebagai kelemahannya maka Tetua akan berusaha menyingkirkan Ji Han. “Anak itu dalam bahaya. Aku harus membawanya. Aku berencana akan melindunginya sendiri.”

“Bagaimana caranya kau melindungi dia? Apa kau akan mematahkan dua kakinya agar dia tak bisa bergerak? Dan menempatkannya dalam kandang? Agar kau bisa menjaganya lebih aman dengan cara seperti itu, kan?” sindir Moon Ho.

Moon Shik memperingatkan Moon Ho agar bisa menjaga ucapannya. Ia juga mengungkit mengenai Jung Hoo yang datang ke rumah beberapa hari lalu, dia sudah menduga kalau itu Jung Hoo tapi ia tak sempat bertanya karena dia pergi begitu saja. “Apa yang mau kau lakukan dengan membawa orang-orang yang tak tahu apa-apa?”


Moon Ho terkejut mendengar nama Seo Jung Hoo disebutkan tapi ia bersikap dingin, “Apa kau menemukannya, juga? Jadi, kau berencana menangani dia seperti yang kau lakukan pada Ji Han? Sebab, jika dia menjadi kelemahan dan masa lalu terungkap, kau akan berada dalam masalah besar, kan?”

Moon Shik tersenyum menyeringai dihadapan Moon Ho seolah ia telah mengetahui rencananya.



Ruang Interogasi

Bersikap seolah tak tahu apa yang terjadi, Jung Hoo tertidur diatas meja ruang introgasi sampai akhirnya Sekretaris Oh menemuinya. Dia datang untuk menjemput Jung Hoo menemui teman Ayah Jung Hoo.



Dalam perjalanan, Jung Hoo mengaku kalau dia mengalami jetlag karena belum lama berada di Korea. Ia juga memasang alat pelacak pada Mobil Sekretaris Oh dan memotret CCTV serta beberapa sudut rumah Moon Shik dengan kameranya.

Sekretaris Oh hanya heran melihat tingkah ajaib anak ini. Meskipun dia mungkin sudah berfikir kalau Jung Hoo adalah Healer.



Kediaman Moon Shik

Moon Shik menyambut Jung Hoo dengan hangat, dia bertanya apakah Jung Hoo mengingat dirinya. Jung Hoo menggeleng tak ingat, ia bersalaman dan mengaku kalau ia belum lama di Korea. Dia baru datang ke Korea setelah belajar di Rusia.

Saat pembicaraan, Moon Shik menatap ke arah Sekretaris Oh memberikan kode. Sekretaris Oh mengerti dan bergegas meninggalkan ruangan.



Melihat ruangan yang penuh buku dan besar ini, Jung Hoo menebak kalau Pria dihadapannya adalah petinggi. Moon Shik tersenyum, ia sendiri tak tahu dia itu siapa.

“Karena Paman seorang petinggi, jadi bisa mengeluarkanku saat aku dikunci di sana. Begitu? Tapi... tadi, kenapa aku ditahan di sana? Dan, bagaimana kau tahu aku ditahan?”

Moon Shik mengaku kalau Ayah Jung Hoo dan dia adalah teman dekat maka ia harus tahu bagaimana proses pelaporannya.


Ada tamu di sini?” sapa Myung Hee tiba – tiba muncul. Moon Shik tak memberitahukan alasan kenapa ia membawa Myung Hee menemui tamunya. Dia memperkenalkan Jung Hoo sebagai anak Seo Joon Seok dan menanti reaksi Myung Hee.

“Apa kau tidak tahu? Dia mirip siapa? Dia mirip Seo Joon Seok.” Jelas Moon Shik.

“Di mana kemiripannya? Aku rasa tidak.” Jawab Myung Hee dingin.

Jung Hoo yang tadinya sempat terkejut dan khawatir dengan reaksi Myung Hee, kini ia berdiri dan menyapa Myung Hee yang berpura – pura tak mengenal wajahnya.



Tapi Myung Hee juga tak bisa menyembunyikan perasaan dia sebenarnya saat berbicara dengan Jung Hoo. Ia mulai meneteskan air mata dan meminta Jung Hoo untuk berjongkok, ia tak bisa berdiri. Ia ingin melihat wajah Jung Hoo lebih dekat.

Dia mengusap wajah Jung Hoo dengan penuh kasih sayang, “Kau sudah tumbuh sebesar ini. Saat itu kau masih begitu kecil.”

Jung Hoo sedikit bingung dengan reaksi Myung Hee tapi dia terus diam sambil mengunyah permen karetnya.




Sedangkan Moon Shik, dia bisa menangkap keganjilan yang ditunjukkan oleh Myung Hee. Dia menatap keduanya dengan intens.


Kantor Someday
Sempat ragu, Yeong Shin hanya berdiri didepan pintu ruangan Moon Ho. Sampai akhirnya Moon Ho keluar dan mempersilahkannya untuk masuk.

Yeong Shin pun memberikan file yang telah ia susun.


Yeong Shin mengaku kalau dia ingin mencoba menyelidiki lagi kasus Hwang Jae Guk. Dia telah melakukan riset tentang bunuh diri yang dilakukan oleh Hwang Jae Guk dan juga catatan bunuh dirinya. Kasus ditutup dengan segera dan itu tampak sangat mencurigakan.

“Kenapa?”

Bagi Yeong Shin, seolah pelaku sengaja melimpahkan semua kasus pada Hwang Jae Guk.


Moon Ho menatap Yeong Shin dengan tatapan mencari kebenaran. Dengan kematian Hwang Jae Guk maka kasus untuk Joo Yoon Hee dan juga Someday telah berakhir. Bukankah Yeong Shin seharusnya senang?

“Tentu saja, aku senang. Meskipun agak tak tepat saat meninggalnya seseorang. Tapi, tetap saja sebagai reporter harus menggali keadilan dan kebenaran, dan bukannya terpengaruh oleh emosi pribadi. Jadi aku membawa pertanyaan tentang kasus ini, dan aku mengurutkan beberapa hal dari liputan berita.”


Tatapan Moon Ho makin menajam, saat seseorang mulai membicarakan tentang kebenaran dan juga keadilan maka kita harus curiga adanya ruang diantara garis itu. Dan kata – kata itu tak perlu diucapakan kecuali Yeong Shin memiliki alasan terselubung lain.

Yeong Shin mulai menunduk, ia pun mengaku kalau seorang detektif menemuinya. Detektif itu menduga bahwa baik Goo Seong Cheol maupun Hwang Jae Guk mungkin dibunuh oleh orang yang sama, yaitu Healer.



“Lalu?” tanya Moon Ho.

Yeong Shin berniat untuk mengungkapkan sebuah kebenaran. Memang benar kalau Detektif menangani sebuah kasus tapi reporter juga bertugas untuk mengungkapkan kebenaran.


Kediaman Moon Shik

Moon Shik meminta catatan untuk penerbangan Jung Hoo yang akan keluar hasilnya besok. Namun pikiran Moon Shik lebih tertuju pada sikap Myung Hee barusan karena dia selalu buruk dalam berbohong. Dan dia selalu ketahuan dari dulu.

“Aku pikir Myung Hee berbohong. Tapi kenapa Myung Hee melakukan ini padaku?” tanya Moon Shik pada dirinya sendiri.


Jung Hoo mendorong kursi roda Myung Hee ke kamarnya. Myung Hee pun dengan hangat mengundang Jung Hoo untuk duduk dikasurnya. Ia menunjukkan foto lama Lima Sekawan dengan riang, Ayah Jung Hoo yang dipojok kiri adalah orang yang suka melucu.

Tak basa – basi, Jung Hoo langsung menanyakan mengenai ayahnya yang kata orang – orang telah membunuh seseorang. Pertanyaan Jung Hoo sontak membuat wajah Myung Hee berubah muram.

Jung Hoo menunjuk foto Gil Han dan Myung Hee, “ini orangnya. Dan aku dengar orang ini menikah dengan orang ini, lalu wanita ini...”

“Wanita itu aku... Aku menikah dengannya.”




Myung Hee memeluk foto Lima Sekawan dengan erat. Jung Hoo sempat terkejut karena Wanita dihadapannya adalah Istri dari Pria yang dibunuh Ayahnya (belum pasti). Moon Shik mencoba menghentikan istrinya untuk berbicara lebih lanjut karena ini sama saja mengorek luka lama dan bisa membuat dia akan kejang.

Namun Myung Hee menolak. Dia menegaskan bahwa Ayah Jung Hoo bukanlah pembunuh, dia harus tahu itu.



Myung Hee mengulurkan tangan dan meminta Jung Hoo untuk menggenggamnya. Dia memuji keberanian Jung Hoo, dia bisa saja untuk mengubur selama – lamanya tentang masalah ini dan ia yakin tak seorang pun akan menyadarinya.

“Bibi tahu, sekarang ada seseorang yang kusuka. Jadi, aku harus tahu seperti apa Ayahku dan apa tak masalah bagiku jika menyukai wanita itu.” Aku Jung Hoo.

Myung Hee mengangguk mengerti dengan keputusan Jung Hoo.




Myung Hee berbicara pada foto dirinya dan Ji Han, “Apa kau melihat, Ji Han? Jung Hoo tumbuh menjadi tampan seperti ini.”

Mendengar nama Ji Han disebutkan membuat suara Ji Han kecil memanggilnya terngiang ditelinga Jung Hoo. Dan suara Moon Ho memanggil Yeong Shin dengan nama Ji Han pun bergaung ditelinganya (suara saat terjadi kecelakaan lift, Moon Ho berlari menghampiri Yeong Shin dengan panik dan memanggilnya dengan nama Ji Han.)

“Anak ini, namanya... Nama... Siapa namanya?” tanya Jung Hoo tersendat – sendat.

“Ji Han. Putriku. kau juga dekat dengannya, Jung Hoo.” Ucap Myung Hee mulai kaku.



Jung Hoo tak bisa menyembunyikan keterkejutannya sementara menyebutkan nama Ji Han membuat Myung Hee kaku. Dia pun kembali kejang karena mengingat masa pedihnya. Moon Shik bergegas membaringkan tubuh Myung Hee ke ranjang dan menyuruh Jung Hoo untuk pergi.

Diluar kamar Myung Hee, ia kembali menemukan foto Ji Han. Ia tak semakin terkejut dibuatnya. Kini dia tahu tentang siapa Ji Han. Chae Yeong Shin. Hubungan Moon Ho dan Chae Yeong Shin.



Bibi Min Ja telah menyelidiki siapa Sekretaris Oh, dia tadinya kebingungan saat melihat wajah Sekretaris Oh. Tapi setelah diingat – ingat, itu adalah saat kecelakaan lift dan ia menyisir setiap CCTV dan menemukan wajahnya. Sekretaris Oh salah satu yang tak bisa ia lacak identitasnya. Jadi jika bukan kebetulan maka ialah pelaku dibalik kecelakaan lift.



Sekretaris Oh keluar dari rumah Moon Shik. dia tersenyum kearah Jung Hoo dan berjalan mendahuluinya namun saat ia kembali menoleh, Jung Hoo sudah raib. Ia mengernyit karena sekejap mata Jung Hoo sudah pergi.


Jung Hoo sudah dalam perjalanan, dalam pikirannya mulai merangkai setiap kejadian yang ia alami dengan Moon Ho maupun Moon Ho. Dimana Moon Ho mencari latar belakang Yeong Shin lalu saat Moon Ho mengaku kalau Ji Han sudah meninggal. Saat Moon Ho dengan khawatir memanggil Yeong Shin dengan panggilan Ji Han. Dan terakhir saat ketiganya masih kecil dan bermain bersama.

Jung Hoo tampaknya marah akan kebohongan Moon Ho padanya.


Gedung Apartemen Moon Ho

Jung Hoo menerjang Moon Ho tanpa banyak kata, dia memukulnya dengan penuh kemarahan. Sampai kemarahannya mereda, Jung Hoo bertanya kenapa Moon Ho berbohong padanya? Kenapa dia tak mengatakan siapa sebenarnya Chae Yeong Shin? Kenapa dia bilang kalau Ji Han sudah meninggal?

“Ji Han berada dalam bahaya. Aku akan menjelaskan.”

“Penjelasan dari Reporter Kim Moon Ho, aku sangat tahu seperti apa jadinya. Tergantung situasinya, kau mencampur kebenaran dengan kebohongan dan mengucapkannya. Orang ini, orang itu, semuanya bohong! Jadi, ayahku, tak peduli berapa kali kalian mengoceh ayahku bukanlah pembunuh!”


Moon Ho meminta Jung Hoo percaya padanya karena dia tak bisa membicarakan Ji Han, dia harus melindungi Ji Han. Jung Hoo makin tak habis pikir dengan pikiran Moon Ho, ibu Ji Han masih hidup dan dia melihatnya setiap hari. Tapi dia masih bisa tutup mulut. Melindungi seperti apa yang Moon Ho maksud? Apa sebenarnya yang telah kalian lakukan pada kami?! HAH!!Apa sebenarnya yang telah kalian lakukan?

Yang terucap dari mulut Moon Ho hanyalah kata maaf.

Jung Hoo meminta Moon Ho untuk berhenti saja, baik dia maupun Chae Yeong Shin hidup baik – baik saja sampai sekarang. Mereka bisa hidup lebih baik tanpa Moon Ho. “jauhkan dirimu dari urusan kami.”



“Jung Hoo, kau masih belum tahu banyak. Orang macam apa mereka...”

“Aku tidak perlu tahu.” Potong Jung Hoo. Tapi mereka bisa bermain dengan mereka sendiri dan dirinya serta Yeong Shin bisa menjalani hidupnya sendir pula.

“Apa yang akan kau lakukan terkait masalah ayahmu?” Tanya Moon Ho saat Jung Hoo melangkah pergi.

“Masalah ayahku, Karena itu masalah aku dan ayahku, kau tak perlu tahu.” Tegasnya.




***** Bersambung ke Healer Episode 12 – 2****

8 Responses to "Sinopsis Healer Episode 12 – 1"

  1. Iya nih aku jg bingung ma moon ho,knp ga jujur aja ma myung hee klo anaknya masih hidup.kan kasihan kejang trs klo lg syok.jung hoo keren abis...

    ReplyDelete
  2. Thanks buat sinopsisnya...!!
    Fighting terus yaaa...
    Jung Hoo lucu kalo slengean... :D

    ReplyDelete
  3. Sangat Sangat Ditunggu Yak Mbak Kelanjutannya..
    Chang Wook Oppa Kereeenn.. Gomawoo..

    Oya Kill Me Heal Me Nya Juga ditunggu banget yak mbak.. hihiii
    Chongmal Gumawo..

    ReplyDelete
  4. Suka banget sama gaya jung hoo yang slengean <3 <3 kesannya anak muda banget. Gak sabar nunggu part 2 nya. Gomawo unni

    ReplyDelete
  5. Sangat ditunggu kelanjutan nya...makasih ya puji dah buat sinop nya.....semangat^_^

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Mbak, kok episode 17 n 18 gk bsa dbuka?

    ReplyDelete
  8. dari awal smpe skrg aku brtnya2.. siapakah tokoh yg paling jahat .. atau musuh si healer ini ?? tetua kah ?? atau moon shik kah ??

    sejauh ini menurt ku yeong shin memang berbahaya kalo ada yang tau kalo dia itu si jihan.tpi skrg udah pd tau smw . . yang blm tau cm kluarga angkt jihan sama jihan sendiri..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^