Sinopsis Healer Episode 11 – 2

Sinopsis Healer Episode 11 – 2

Mulai berbenah beberapa sampah yang menumpuk di meja, Jung Hoo kemudian memeriksa bukti yang sudah Moon Ho kumpulkan.

“Healer?” pangil Bibi Min Ja tapi diabaikan karena Jung Hoo fokus pada berbagai macam artikel ditangannya. Bibi Min Ja memberitahukan kalau ada email masuk, sebenanya sudah cukup lama tapi dia abaikan. Jung Hoo menyela kalau dia tak mau mengambil tugas selama penyelidikan.

“Si pengirim adalah C-Y – S - @ - S – O – M – E – D – A – Y” dikte Bibi Min Ja tapi saking fokusnya Jung Hoo, dia sampai tak sadar dan meminta Bibi membacakan saja emailnya.

Bibi Min Ja melakukan apa yang Jung Hoo minta dan setelah mendengar nama Yeong Shin disebutkan, barulah Jung Ho sadar dan menghentikan Bibi membaca. Ia meminta agar dia bisa membacanya sendiri. Bibi Min Ja dengan segera mengirimkan email –nya pada Jung Hoo.

Bibi Min Ja bersantai sekarang dan mulai bernyanyi, dia nyanyi lagu siapa coba? Lagu Soyou ft Junggigo – Some. Hahahaha. Ini PD –nimnya kepopers pasti. TVXQ – Hug udah. Beast – Shock udah.

*****
Yeong Shin baru saja selesai mandi, ia bersiap untuk pergi ke suatu tempat dan mulai merias wajahnya.


Sedangkan Jung Hoo sampai hampir terjatuh karena membaca email Yeong Shin. Ia menghela nafas dalam saat membaca setiap larik yang ditulis Yeong Shin.

Jika surat  ini benar – benar sampai ke tanganmu Healer, aku mungkin tak tahu. Aku Chae Yeong Shin, aku ingin bertemu denganmu Healer. Jika kau minta aku tak melihatmu maka aku akan menutup mataku. Jika kau memintaku untuk tak berbicara apapun maka aku akan diam. Yang aku inginkan hanya kau mau mendengar permintaanku dan datanglah menemuiku. Dan aku tahu kau memperhatikanku, itupun sudah sangat baik. Sudah cukup untukku. Jadi, ini permintaanku untuk berkencan. apa kau bersedia melakukannya?

Jung Hoo juga bergegas untuk mencari pakaian yang akan dia kenakan. Bibi Min Ja menyarankan agar Jung Hoo tak melakukannya bahkan dia bicara dengan mulutnya sendiri kalau dia tak akan menemui Yeong Shin sampai kasus Ayahnya tuntas.

“Kau bilang dia akan menutup matanya dan tidak apa-apa jika tidak bicara. Dia menulisnya sendiri.”

Bibi Min Ja tak percaya, bagaimana mungkin ada kencan mengerikan begitu.

Bibi Min Ja memberikan pandangan obyektifnya mengenai Yeong Shin. Dia akan baik – baik saja dengan profesi ayahnya yang bagus dan sudah bekerja tetap pula. Kepribadian juga tak buruk meskipun terkadang agak aneh. Dia bisa menemukan pria yang baik dan memiliki pekerjaan tetap. Seseorang yang akan merawat istrinya sepanjang hidupnya. Tinggal di apartemen dan memiliki asuransi tahunan. Banyak lelaki yang mau hidup dengannya, dan sekarang posisi Jung Hoo belum menunjukkan identitasnya. Dan mana bisa Jung Hoo mengajaknya untuk hidup dipulau terpencil.

Setiap kata yang terlontar dari mulut Bibi Min Ja sungguh menusuk tepat hati Jung Hoo, dia membeku. “Apa aku bisa menunjukkan, wajahku?”

Bibi Min Ja mengumpat dan melarangnya, apa bisa Yeong Shin menutup mulutnya? Dia memilih agar Jung Hoo tetap diam saja.

“Tapi dia menanyakannya. Jadi aku harus menjawabnya. Jawabanku...” gumam Jung Hoo menggantung.

*****
Puas dengan hasil riasannya, Yeong Shin bergegas untuk kencan dengan Healer. Namun ia teringat akan ucapan Detektif Yoon kalau dia tahu bahwa Healer sangat mengkhawatirkan Yeong Shin jadi sangat menguntungkan baginya jika mengintai disekitar Yeong Shin.

Aku banyak mengetahui tentang Healer. Dia tidak memiliki rasa baik dan jahat, keadilan sosial,  patriotisme atau pengabdian Kepada masyarakat. Dia hanya ada di sisi orang yang memiliki uang. Orang seperti itu juga bisa melakukan pembunuhan. sungguh mengerikan, bukan?” ucapan Detektif Yoon terngiang dibenak Yeong Shin. Tapi Yeong Shin mengenyahkan ucapan Detektif Yoon dari pikirannya, ia menggeleng lalu menuju ke jendela dan mendapati ada sebuah mobil terparkir didepan cafe –nya.


Yeong Shin memutuskan untuk mengendap – endap layaknya pencuri yang kabur. Dia pun berjongkok dan menghindar dari perhatian detektif yang mengintai didepan rumahnya.

Yeong Shin berjalan – jalan sendiri melihat beberapa pasangan yang berseliweran dihadapannya. “Kencannya seperti apa nanti. Pertama, kita harus jalan bersama. Kita tertawa dan bicara bersama. Terkadang bertengkar dan berjalan bersama. Jika kita jalan sebentar, kita akan merasa lapar.” Batin Yeong Shin.

Dia berhenti untuk makan jajanan pinggir jalan dan melihat sepasang kekasih yang juga makan membeli makan. Yeong Shin juga berfikir untuk bisa tahu makanan apa kesukaan Healer.

Yeong Shin kembali melirik, “Hei, Kapan aku seperti ini?” benaknya saat melihat pasangan itu. hahaha.

Yeong Shin menuju sebuah bioskop namun begitu ramai pengunjung. “Jika kita pergi berkencan, kita harus menonton film. Kau tidak suka tempat yang penuh dengan orang, kan? Bagaimana kalau pertunjukan tengah malam? Apa film yang kau suka? Tak akan baik jika kita duduk bersebelahan jadi menonton film yang sama saja. Jumat malam, aku menunggumu dibioskop.

Semakin lama bioskop semakin sepi dan menyisakan Yeong Shin sendirian. Bahkan sampai bioskop tutup Healer belum juga menunjukkan kehadirannya.

Yeong Shin keluar bioskop dengan sedih karena petugas sudah mempersilahkannya untuk pergi. Tapi akhirnya pintu keluar bioskop tiba – tiba berputar padahal tak seorang pun ada disana, ini seolah mengundang Yeong Shin untuk kembali.


Yeong Shin kembali ke lobby dan ditengah jalan ia menemukan lilin – lilin yang menunjukkan arah untuknya. Senyum Yeong Shin pun terulas, dia sudah yakin kalau itu dari Healer. Ia mengikuti arah yang ditujukan dan pintu otomatis terbuka menyambut kehadiran Yeong Shin.

Ia sampai di ruang bioskop gelap namun ada satu meja dengan lampu menyala dan sebuah boneka. Yeong Shin memegang boneka tersebut, suara lucu Bibi Min Ja pun terdengar. Ia menanyakan lagu film apa yang Yeong Shin suka.

Yeong Shin tersenyum mendengar suara tersebut. Bukan hal yang ribet, dia hanya menginginkan film yang memiliki durasi yang lama. tahu kan maksudnya? Biar bisa lama bareng sama Healer.


Derap kaki seseorang masuk ke bioskop membuat Yeong Shin membeku. Dan film pun mulai diputar, Today’s Love milik Lee Seung Gi dan Moon Chae Won. Suasana tegang berubah saat Yeong Shin mulai menikmati filmnya. Jung Hoo awalnya agak bosan tapi setelah melihat tawa Yeong Shin, ia mulai tersenyum dan mengikuti filmnya juga.

Mungkin satu jam berasa satu menit untuk mereka, akhir yang bahagia dalam film namun sepertinya begitu sedih untuk Yeong Shin dan Jung Hoo yang berat hati untuk berpisah.


Lampu menyala. Yeong Shin tampak sangat sedih, dia menyapu pandangannya ke penjuru ruangan namun hanya tinggal ia seorang diri. Yeong Shin pun berjalan menuju ke pintu keluar.

Sedangkan Jung Hoo juga berat hati untuk membiarkan Yeong Shin pergi. ia melihat dari pojok ruangan yang gelap.


Dan.... Perasaan berat hati itu membuat Jung Hoo menahan kepergian Yeong Shin dan meraih lengannya. Yeong Shin terkesiap namun ia sama sekali tak menoleh dan berpegang teguh bahwa dia tak akan mencoba mencuri pandang untuk melihat wajah Healer.

Yeong Shin dengan pakaian putih di terpa cahaya dan Jung Hoo yang bersembunyi dikegelapan dengan pakaian hitamnya. Lihat wajah mereka, meskipun tak bisa saling menatap tapi keduanya tampak bahagia.

Yeong Shin melepas genggamannya, meskipun tak bisa menatap wajah Healer. Tampaknya dia sudah cukup lega dan berjalan dengan riang.





Didepan bioskop, sebuah mobil mewah sudah menanti dan sopirnya menunjukkan boneka yang sama dengan milik Yeong Shin. Sekali lagi dia kembali tersenyum menerima hadiah dari Healer.


*****
Setelah semalam melihat hal yang manis – manis, keesokan paginya kita harus dihadapkan pada wajah – wajah pahit. Kim Eui Chan marah besar pada Moon Shik karena ia mengira Moon Shik adalah dalang dibalik tersebarnya berita miring dia. dan Moon Ho adalah bagian dari agen Moon Shik. Ia menuduh Moon Shik sengaja untuk merebut posisinya.

Namun belum sampai ribut, penjaga yang ada dirumah Moon Shik datang untuk membawa Kim Eui Chan keluar. “Kurasa Dia terlalu banyak bekerja. biarkan dia istirahat.”


Sekretaris Oh telah menerima pesan dari Healer kalau dia telah menghancurkan videonya dan juga meminta maaf telah membuat kekacauan. Moon Shik tertawa lalu berkata, “Aku ingin mendapatkan (bekerja sama) Healer.”

Sekretaris Oh berkata kalau mungkin akan sulit karena mereka telah menjebaknya dalam kasus pembunuhan dan semuanya. Tapi Moon Shik dengan santai berkata mereka bisa menggunakan cara yang biasa mereka lakukan.


Sekretaris Oh mengkhawatirkan tentang Myung Hee yang akan bertemu dengan Mantan istri Joon Seok. Moon Shik dengan santai membiarkannya, dia harus menuruti permintaan Myung Hee yang sangat jarang memintanya melakukan sesuatu.

Meskipun bersikap seolah tak apa – apa, nyatanya Moon Shik tetap khawatir.

*****
Terus menunduk, itulah yang dilakukan oleh Ibu Jung Hoo, dia merasa tak memiliki hak untuk menatap Myung Hee namun Myung Hee meyakinkan tak terbersit sedikitpun pikiran bahwa Joon Seok yang membunuh suaminya.


Ibu Jung Hoo tahu seberapa percayanya Myung Hee pada Joon Seok tapi tidak dengan dunia yang  menghujat suaminya. Mereka bilang, dia membunuh temannya, dan mengakhiri hidupnya sendiri. Bagaimana bisa menang jika harus melawan dunia? Suaminya dituduh membunuh suami Myung Hee. Bagaimana dia bisa bertemu dengan Myung Hee.

Myung Hee mengaku kalau beberapa hari yang lalu dia bertemu dengan seseorang yang mirip Joon Seok. Itulah kenapa dia ingat dengan Ibu Jung Hoo dan ingin bertemu dengannya. Myung Hee tahu kalau Ibu Jung Hoo meninggalkan Jung Hoo untuk menghindari cemoohan yang ditujukan untuk Jung Hoo. “Aku juga memiliki seorang anak. Aku ingin bertemu denganmu, dan bicara denganmu. Kita sangat dekat saat itu, kan ?”

Myung Hee berniat meraih tangan Ibu Jung Hoo namun dia menghindar. Ibu Jung Hoo berkata kalau memang benar dia meninggalkan Jung Hoo agar dia tak menerima cemoohan tapi maksud sebenarnya bukan itu. Dia juga ingin membersihkan nama Joon Seok dan pergi kesekitar rumah untuk mencari sesuatu yang bisa ia temukan. Tapi seseorang menemuinya dan meminta dia untuk tak melakukan apa apa atau Jung Hoo akan terluka.

“siapa? siapa yang mengatakannya?” tanya Myung Hee terkejut.

“Kau hidup bersamanya. Aku kira kau juga akan mengetahuinya” jawab Ibu Jung Hoo membuat Myung Hee syok.

******
Pagi ini terasa begitu indah bagi Yeong Shin bahkan sampai menari – nari saat sampai dikantor. Yeong Shin melihat orang – orang pergi dan ia bertanya pada Direktur Jang, kemana perginya orang – orang? Bong Soo?

“Boss memerintahkan tugas rahasia untuk Park Bong Soo.”

Yeong Shin makin curiga dengan kedekatan mereka, “kenapa mereka tiba – tiba sangat dekat. Kenapa? Kenapa?”

Yeong Shin mencoba menyapa Moon Ho melalui celah jendela tapi Moon Ho langsung menutupnya begitu saja. haha. Kesian.


Moon Ho rupanya sedang sibuk berbicara dengan Jung Hoo yang kini sudah rapi dengan rambut belah tengah dan kacamata bundar. “Dari penyelidikanku, catatan ruang keamanan dari kantor polisi memiliki catatan kasus ayahmu. Karena itu kasus di tahun 90an, jadi disimpan di ruang keamanan. Tapi kau tidak mendapatkan itu semua dengan cara yg mudah kan ? jika itu masalahnya, apa tidak lebih baik dilakukan pada malam hari ?

Bibi Min Ja memiliki pendapat yang berbeda, ia rasa jika malam hari penjagaan malah lebih ketat jadi lebih baik untuk melakukannya sekarang saja.


Jung Hoo masuk dalam sebuah cafetaria, ia menentukan target lalu dengan sebuah kecelakaan kecil ia menumpahkan sepiring makanan ke tubuh pria tersebu. Akhirnya sang pria menuju ke toilet dan melepas pakaian serta kartu identitasnya. Saat lengah itulah Jung Hoo mencurinya.

Jung Hoo sudah berhasil masuk ke kantor polisi, ia membawa setupuk file dan sengaja menitipkannya pada seorang pria untuk disimpan di ruang keamanan. Saking penuhnya, Jung Hoo sengaja menjatuhkan file tersebut. Walhasil Jung Hoo basa – basi dan membantunya untuk membawa file tersebut ke gudang penyimpanan.

Bibi Min Ja terus memberikan arahan pada Jung Hoo namun saat ia menemukan kotak file –nya, disana tak ada catatan apapun dan yang tertinggal hanya tumpukan kertas kosong.

Moon Ho menebak bahwa seseorang sudah lebih dulu mengambilnya. Jung Hoo pun dengan percaya diri akan mencari seseorang yang dimaksud Moon Ho, dia akan menemukannya.

Dia mematikan sambungan alat komunikasi dan hanya bicara pada Bibi Min Ja.

“Kau akan melakukan apa?” tanya Bibi Min Ja.

“Catatan Kasus. Kau bilang mereka bisa menunjukannya kepada kerabat dekat. aku kerabat dekatnya, kan? Kerabat dekat Ayahku.”

“Kau sudah gila.”

Jung Hoo segera mematikan sambungan komunikasinya dan mengambil ID asli diantara beberapa ID palsunya.


Jung Hoo sudah berubah menjadi anak gaul masa kini dengan gaya slenge’an, tak lepas earphone dan mengunyah permen karet tanpa henti. Jung Hoo langsung saja meminta file –nya di kepolisian dengan nama asli, Seo Jung Hoo.

Namun sayangnya file tak bisa diakses begitu saja, harus ada ID pemohon.

******
Informasi itu segera sampai ke telinga Sekretaris Oh bahwa seseorang meminta catatan tentang Seo Joon Seok. Anaknya lah yang meminta.

“Apa perintah yang harus aku jalankan?” tanya Sekretaris Oh.


Kini keduanya sampai ditempat tujuan, Kantor berita Someday. Ketika Moon Shik menantikan lift, tepat saat itu Yeong Shin keluar dan ia memanggil namanya. Dia mengaku sebagai kakak Moon Ho.

“Ah, jadi Anda dari surat kabar Jae Il.” Ucap Yeong Shin segera meraih tangan Moon Shik untuk bersalaman. Dia tampak tersanjung bisa bertemu dengan pemilik sebuah perusahaan terkemuka.

Disisi lain, Jung Hoo yang sedang menunggu di Kantor Polisi menerima perlakuan istimewa. Dengan tampang seperti tak punya otak, ia ikut saja ketika beberapa orang menghampirinya dan membawa dia menuju ke ruang introgasi. Dia melihat ke sekitarnya dengan hati – hati dan menunggu apa yang akan mereka lakukan padanya.


*****
KOMENTAR:
Yak... suka bangat adegan Yeong Shin dan Jung Hoo di bioskop. Penuh makna dan Yeong Shin tetap teguh mempertahankan diri kalau dia tak boleh melihat Healer. Meskipun dengan mudahnya dia bisa berbalik dan memegoki bagaimana tampangnya tapi ia tetap memandang lurus kedepan. Yaampun. Ini baru namanya memahami pasangan masing masing.
Meskipun tanpa kata, kencan mereka penuh makna meskipun hanya melihat dari gerture tiap pemainnya.

Dan bagaimana Moon Ho mau memberikan informasi yang ia punya pada Jung Hoo tak mengecewakan meski dia berbohong mengenai kematian Ji Han. Dan bagaimana ia memperlakukan Jung Hoo, penuh perasaan dan tatapan dia juga sangat dalam. Yaampun.
Meskipun dia bilang tak percaya pada Jung Hoo, aku yakin kok dia percaya. Dan Jung Hoo pun sama, dia bilang pada Bibi kalau ia mengingat sedikit mengenai Moon Ho. Keduanya memang dekat semasa kecil karena Moon Ho yang akan merawat Ji Han dan Jung Hoo saat orang tua mereka pergi bersama.



10 Responses to "Sinopsis Healer Episode 11 – 2"

  1. Betul memang begitu caranya memahami pasangan dgn cara menahan ego sendiri dan mengerti kemauannya.aduh...bisa ya young shin begitu tegar pdhl dia rindu bgt pgn ketemu 'pacar' giliran ktmu bisanya cuma pgn tangan aja.klo aku diposisi young shin aku tarik jung hoo aku peluk dia ha...ha..ha gayus ya.
    Kejuatan apa lg di ep 12, kita tunggu sinopsisnya

    ReplyDelete
  2. Semakin penasaran nunggu lanjutannya.makasih banyak nunduk 90 derajat

    ReplyDelete
  3. ditunggu banget kelanjutannya yaaaa

    ReplyDelete
  4. Haha...jung hoo cocok bgt jadi anak gaul masa kini..wkwkw..makasih mba sinopsis nya!!aku selalu bca sinopsis mba kok,,walaupun gk komment..lanjut ya mba,,fighting!!πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
  5. Tq Kk sinopsisx makin NgeBut nulisx😍😍

    ReplyDelete
  6. Fighting..g sabar nunggu episode 12 nya mbak..hijihii

    ReplyDelete
  7. Wahhh koq blm ada kk ep 12nya ...

    ReplyDelete
  8. Wah makin penasaran...mksh ya puji dah buat sinopny..semangat^_^

    ReplyDelete
  9. aku bingung nih Moon Shik itu sebenarnya dia itu, si jahat yang baik atau si baik yang jahat (o.O)?

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^