Sinopsis Healer Episode 10 – 2

Sinopsis Healer Episode 10 – 2
Jung Hoo berjalan memimpin menuju ke puncak gedung, tapi karena deg – degan sekaligus tak sempat untuk membuka kunci pintu atap karena Yeong Shin menghampirinya. Dia beralasan kalau ia meninggalkan kuncinya di jaket jadi mungkin terbawa di tas. Yeong Shin mendorong Jung Hoo minggir, dia mengambil pin di rambut dan membobol kuncinya. Dia mengancam agar Jung Hoo jangan sampai memberitahukan hal ini pada siapapun.

Jung Hoo menunjukkan sebuah tenda diatas rooftop dengan api unggun dan bir kaleng. Yeong Shin senang dan meminta sebotol untuk diminumnya.

“ayahmu mengatakan padaku beberapa aturan untuk di ikuti. Pertama, jangan biarkan dia minum. Apalagi saat dia mulai berbicara tentang dinosaurus, itu situasi yang kritis.”

Yeong Shin mendecak tak percaya, sudah berabad – abad lamanya dia tak membicarakan dinosaurus. sekarang sudah kuat minum.

“Dan jangan biarkan dia membuka kaleng logam. Satu sampai tiga kali, dia akan melukai jarinya sendiri.” tambah Jung Hoo. Yeong Shin geregetan karena sikap ayahnya yang agak lebai. Jung Hoo tersenyum lalu membukakan kaleng bir –nya untuk Yeong Shin.


Keduanya berbagi selimut sambil menatap pemandangan malam tanpa salju. Yeong Shin meminta Jung Hoo menceritakan mengenai dirinya, dia selalu menceritakan kisahnya dan sekarang giliran Jung Hoo yang bercerita. “aku bukan pendengar yang buruk.”

“Apa orang itu masih belum muncul? Orang yang kau tunggu.”

Yeong Shin tersenyum kecut, itu bukan mengenai Jung Hoo tapi malah menceritakan tentang dirinya.

Jung Hoo menatap Yeong Shin dalam penuh cinta dan keseriusan, “Tak bisakah aku saja?” Yeong Shin terkesiap mendengar pertanyaan Jung Hoo dan tak tahu maksudnya.

“Daripada orang itu yang kau tunggu, tak bisakah aku saja?”


Yeong Shin menganggap ini hanyalah sebuah lelucon. Tapi Jung Hoo tak melepas pandangannya dari Yeong Shin, dia mau hidup dengan cara yang Yong Shin inginkan. Untuk waktu yang lama dan berhati – hati. Berada disamping Yeong Shin seperti ini.

Sekarang Yeong Shin baru merasakan kesungguhan Jung Hoo yang dikiranya hanya bergurau. Apa ini sebuah pengakuan cintamu?

Jung Hoo mengangguk. Yeong Shik kembali bertanya, dia tulus?

“Ya.” Angguk Jung Hoo.

Yeong Shin langsung merubah posisi duduknya menghadap Jung Hoo, tapi Jung Hoo menyuruhnya untuk berfikir sejenak sebelum menjawabnya.

“Alasanku tak perlu memikirkan adalah Aku tak bisa sekarang. Aku tak memiliki ruang di sini.” Tutur Yeong Shin menepuk dadanya.

“Karena dia?”

Yeong Shin membenarkan. Jung Hoo pun pasrah dan mengakhiri pernyataan cintanya tanpa perlawanan. Yeong Shin jadi heran sendiri dengan pernyataan cinta Bong Soo, hanya itu?

“Ya. Hanya itu.” singkat Jung Hoo.


Sekarang suasana kembali seperti semula, Yeong Shin tersenyum setelah kegugupannya karena Bong Soo tiba – tiba mengungkapkan perasaan. Tapi entah kenapa, dia merasakan perbedaan mencolok pada Bong Soo hari ini.

“Yah, mungkin. Itu pengakuan pertama dalam hidupku dan aku ditolak dalam tiga detik.” Sindir Jung Hoo bercanda.

Yeong Shin meminta Jung Hoo agar jangan sampai sakit hati. Jung Hoo berkata kalau dia akan melakukan yang terbaik agar tak terluka.

“Hanya saja pesaingmu memang sulit.” Tambah Yeong Shin.

Jung Hoo kesal setelah menerima penolakan dan Yeong Shin membahas mengenai pesaingnya yang membuat dia makin merasa buruk. Yeong Shin meminta maaf.

Pembicaraan keduanya pun berlanjut dengan Yeong Shin yang penasaran mengenai perasaan Bong Soo. “Jadi... berapa lama kau menyukaiku? Apa ini suka pada pandangan pertama?”

Penolakan yang biasanya berujung pahit dengan salah satu pihak merasa tersakiti tapi ini malah membuat tersenyum – senyum gaje. Bittersweet moment.

*****
Dikantor polisi

Petugas telah menyelesaikan penyelidikan latar belakang para pekerja di Someday. Tampaklah bahwa disana ada seseorang dengan nama Park Bong Soo namun wajahnya bukanlah wajah Jung Hoo yang muncul.

Detektif Yoon berniat melihat hasilnya tapi belum sempat dicermati, ia sudah menerima laporan bahwa Hwang Jae Guk telah bunuh diri.

Mayat Hwang Jae Guk sudah diangkut oleh ambulan. Yap, ini semua kemungkinan besar adalah ulah Tetua lagi karena tak berselang lama Sekretaris Oh muncul memperhatikan kepergian ambulan yang mengangkut mayat Hwang Jae Guk.


Detektif Yoon sudah berada di TKP, meskipun mereka mengatakan kalau ini kasus bunuh diri tapi ia bersikeras bahwa ini adalah pembunuhan. Banyak keganjilan seperti surat yang ditinggalkan Direktur Hwang berisi permintaan maaf atas tindakan bejatnya dan juga mengakui kalau dia adalah pelaku pembunuhan Go Seong Cheol. Detektif Yoon tertawa sarkastik karena Direktur Hwang meninggalkan juga tiket kereta sebagai bukti pembunuhan Go Seong Cheol, “Aku belum pernah bertemu orang yang sangat sopan begini.”
Direktur Hwang juga dideskripsikan meninggal karena obat – obatan.


*****
Ketika Jung Hoo kembali ke rumahnya, Jung Chae Bum muncul dihadapan Jung Hoo dengan senyum mengembang tanpa rasa bersalah. Jung Hoo mengernyit sekaligus tampak marah pada Sang Guru.


Flashback

Jung Hoo muda keluar dari penjara, Chae Bum memperkenalkan dirinya sebagai Ki Young Jae (mungkin Chae Bum nama samaran juga) namuan Jung Hoo terus berlalu tak menanggapi. Young Jae terus mengikuti langkah Jung Hoo sambil menceritakan kalau nenek Jung Hoo telah meninggal, dia tak mungkin tinggal bersama ibunya karena dia telah hidup bahagia dengan keluarga barunya.

“Jika kau pergi ke sana, kau akan menghancurkan segalanya. Kau tak punya tempat untuk pergi! Aku menjual tempat nenekmu. Dengan uang hasil penjualan, aku mengurus pemakaman nenekmu. Dan sisanya...”
Jung Hoo terhenti, dia meminta sisa uang tersebut.

Jung Hoo berupaya merampas uangnya dari tangan Young Jae namun sampai kapanpun ia tak bisa melakukan hal itu. “Jika kau ingin mengambil ini dariku, kau harus banyak belajar.”

Jung Hoo terus mengikuti kemanapun Young Jae menghindar. Seolah menjadikan uang sebagai umpan, dia menggiring Jung Hoo menuju ke rumahnya.

Jung Hoo akhirnya bersedia tinggal di tempat Young Jae dan suatu malam ia berniat untuk mencuri uang tersebut disaat Young Jae terlelap tapi tetap saja percuma. Young Jae terbangung tiba – tiba dan menggeplak kepala Jung Hoo.


Waktu berlalu, keduanya melakukan latihan perebutan uang sampai Jung Hoo beranjak dewasa dan akhirnya mampu untuk memukul Young Jae sampai jatuh.


Suatu malam, Jung Hoo mempersiapkan mie ramen untuk makan keduanya dan Young Jae menunjukkan dua buah poster yang terpampang wanita berbikini. Ia meminta Jung Hoo memilih wanita berkulit sawo matang atau berkulit putih.

Jung Hoo menunjuk pada wanita berkulit sawo mata sehingga Young Jae bergegas untuk mengemas barang. Dia akan menuju ke Pasifik Selatan. Surga dimana ia bisa melihat wanita berbikini sepanjang tahun.

Jung Hoo masih belum mengerti sehingga ia menghampiri sang guru, “Kapan kau kembali?”

“Aku takkan kembali.”

Young Jae memberikan amplop berisi sisa uang milik nenek Jung Hoo, dia memerintahkan Jung Hoo menggunakan uang tersebut untuk hidup. Adapula nomor telefon didalamnya dan Jung Hoo harus hidup dengan jalannya mula sekarang. Nomor didalamnya adalah milik wanita bertemperamen buruk, Bibi Min Ja.

Jung Hoo menunjuk ramennya saat guru akan pergi tapi ia menyuruh untuk dihabiskan sendiri saja.


Young Jae terus berjalan. Jung Hoo berteriak memanggilnya, “Guru, kau akan segera kembali, kan? Ini hanya leluconmu, kan? Tunggu Guru... Guru! Hari ini ulang tahunku!” seru Jung Hoo.

Flashback end

Kini Jung Hoo menghujani guru dengan pandangan tak percaya, bukankah gurunya berkata kalau dia tak akan kembali? Dia tak pernah menelfonnya ketika pergi. Dia melupakannya begitu saja.

“Masalahnya, di perutku ada batu seukuran ini. Dan setiap kali aku melihatmu, uratku terplintir. Rasanya sakit.”

Jung Hoo tampak sakit hati, dia merasa telah menyebabkan sakit pada banyak orang.


Chae Bum menghampiri Jung Hoo yang terduduk sedih mendengar ucapan Guru tanpa memikirkan perasaannya. Chae Bum menunjukkan foto lima serangkai, dia menyuruh Jung Hoo menanyakannya sekarang, apapun mumpung dia ada disana.

“Ayahku, Kenapa dia bunuh diri?”

“Sejak aku masih sangat kecil. Ada terlalu banyak orang. membicarakan hal itu tanpa menghargai aku.”

“Kenapa menanyakan hal ini sekarang? Sejak kapan?” tanya Chae Bum terkejut. Dia tak tahu bahwa Jung Hoo mengetahui ayahnya meninggal karena bunuh diri.




Ya benar kalau Jung Hoo sudah mengetahuinya semenjak ia masih dibangku sekolah bahkan ia bolos selama seminggu untuk menemukan Ibunya. tapi setelah ia berhasil bertemu dengan ibunya, dia malah tak bisa menjawab pertanyaanya karena terus menerus menangis. Itulah kenapa ia selalu beranggapan kalau tak ada yang terjadi dan, ia selalu menganggap ayahnya kecelakaan mobil.

Jung Hoo menunjukkan foto lima serangkai, bagaimana orang yang bisa tersenyum seperti ini memiliki alasan untuk bunuh diri? Dia (ayah) bahagia dengan teman-temannya. Aku menyukai foto ini karena alasan itu.

Chae Bum merasa lega dengan pikiran Jung Hoo jadi mulai sekarang ia hanya perlu terus berfikir seperti itu.
“Itu sebelum aku menemukan foto ini di rumah orang itu.” potong Jung Hoo. Pikiran itu berubah setelah ia menemukan foto tersebut juga ada dirumah Moon Shik dan Myung Hee.

Pilu. Jung Hoo tak bisa lagi menyembunyikan betapa ia sedih dan bingung dengan semua hal yang ada disekitarnya. “Jadi Ayahku, Kenapa dia melakukan bunuh diri? Dia memiliki aku dan ibuku. Lalu kenapa?”

“Kalau kau tahu, apa semua akan berubah?” tanya Chae Bum.

Kalau dia tahu maka mungkin ia akan punya alasan, alasan untuk bisa hidup. Dia takut suatu saat ia memiliki pemikiran yang sama dengan ayahnya untuk bunuh diri. Kenapa? Apa Ayahnya tak memiliki alasan untuk hidup?

Chae Bum memberitahukan apa yang ia ketahui dan Ayah Jung Hoo adalah seorang reporter yang meburu berita dan suatu ketika menemukan tumpukan uang tanpa pemilik. Dan saat ia dipenjara, banyak yang berkata kalau Joon Seo membunuh orang karena uang.

Jung Hoo semakin tak percaya, dia menampik tangan Chae Bum yang mencoba menenangkan.

Chae Bum mengaku kalau ia tak pernah percaya dengan semua berita itu. dia yakin kalau Joon Seo tak akan melupakan semua itu.

Jung Hoo tak bisa menahan emosinya karena ayahnya dikatakan sebagai pembunuh dan dia adalah seorang pencuri. Jung Hoo melampiaskan kemarahannya dengan membanting Chae Bum dengan kasar.


Kini giliran Jung Hoo marah, kenapa Guru malah menjawab pertanyaanya padahal selama ini ia tak pernah merespon segala pertanyaannya. Kenapa?

Chae Bum menenangkan sekali lagi dan ia menegaskan kalau ia tak pernah mempercayai berita itu. Seo Joon Seo bukanlah orang yang akan membunuh orang. Jika dia malah menggila seperti ini maka dia harus mencari kebenarannya. Cari tahu siapa yang telah membunuh Joon Seo, jujur Guru sudah menyerah.





*****
Jung Hoo telah berada menyelinap ke rumah Moon Ho. Dia sudah mengetahui seorang lagi yang mungkin tahu akan semua masalah ini.

Kau melihat lima orang dalam foto ini. Tapi, ada orang keenam. Orang yang memotret foto. Saat aku sedang mendalami kematian ayahmu, aku tak bisa menanyainya. Dia hanya seorang anak kecil saat itu. Mungkin aku ingin melindunginya. Dia adalah adik bagi kami semua.” Tutur Chae Bum.

 Disisi lain, Yeong Shin terbangun ditengah malam yang sudah larut. Ia membuka laptopnya untuk membuat pesan email pada Healer. Dia membuat sebuah permintaan meskipun ia tak tahu apa proses ataupun berapa bayarannya. Dia tak tahu juga apakah surat ini akan sampai tapi dia meminta untuk bertemu sebagai seorang klien.

Jung Hoo mencari sesuatu yang bisa ia temukan di penthouse Moon Ho. Ada sebuah koper tua yang Moon Ho jadikan sebagai meja. Dia membuka-nya dan menemukan foto lima serangkai beserta kumpulan kaset (semacam CD) dan sebuah buku dengan judul sampul berjudul Healer. Covernya tergambar bentuk pena dan juga tertulis tanggal ditepian bukunya. Mei 1981.



Sedangkan Moon Ho bersiap untuk pulang dari kantor. Ia mengenakan jaket tebal sebelum pulang namun tak sengaja jaketnya menyentuh coat milik Jung Hoo. “Sial.” Desahnya lalu membuka memungurnya kembali.
Karena merasakan sesuatu yang aneh ada disaku coat Jung Hoo, Moon Ho pun merogohnya. Ia menemukan ponsel antik milik Yeong Shin yang sudah menjadi dua bagian.


******
KOMENTAR: 
YAAAAAKKKKK. Jangan sampai Moon Ho tahu duluan lah. Dia karakternya paling ga bisa ditebak, dia memang tak jahat tapi tidak juga orang yang akan diam saja. Dia tidak naif dan takutnya dia malah memperalat Jung Hoo atau bahkan menjebaknya. AUUWW. Noo.

Sedangkan Chae Bum bilang kalau dia menyerah dalam menelusuri kasus ini. Sepertinya dia memang sudah mencium keterlibatan Moon Shik dalam tragedi yang menimpa mereka. Makannya dia tak mau melanjutkannya karena seperti apa yang dia katakan, jika mereka mengetahui pun tak akan bisa merubahnya atau membuat lebih baik.

Ucapan Jung Hoo bikin galau, dia takut akan melakukan hal yang sama dengan ayahnya. Dia takut bisa menyerah dan tak punya alasan untuk hidup lagi. untuk sekarang, siapa alasan Jung Hoo untuk hidup? Ya. Yeong Shin. Kalau dia tahu bahwa Ayahnya membunuh Ayah Yeong Shin (meskipun ini belum pasti, bisa saja jebakan dan Joon Seo hanya dijadikan kambing hitam).
Aku berharap reaksi Yeong Shin tak sebegitu berlebihannya, mereka berdua hanya korban dan semoga Yeong Shin bisa mengerti. YAAAKK. Mulai episode 12 kayaknya udah mulai mellow nih. T_T


5 Responses to "Sinopsis Healer Episode 10 – 2"

  1. lanjut mba..makin penasaran tingkast dewa,hahahaha

    ReplyDelete
  2. semakin seru, ditunggu sinopsis selanjutnya

    ReplyDelete
  3. Aduuuh..buat Park Bong Soo,sakitnya tuh disini ditolak cintanya,sbnrnya bukan ditolak hatinya tp profilnya,kan aslinya young shin juga cinta...tp sama pribadi healer.hmmmm....keep smile!
    Aku sih maunya young shin bukan ama bong soo,bukan ma healer tapiiii ya..sama jati dirinya yaitu ma Jung Ho.ditunggu deh moga ada romantisnya lg,boleh merem tapi....jgn ditutupin pake kain matanya young shin,xi..xii
    Ditunggu sinopsis ep 11 and 12...buru2 pgn kelar ni drama,biar beli kaset DVDnya.

    ReplyDelete
  4. kyknya memang abis ini ceritanya sedih ya.

    ReplyDelete
  5. Apa maksudnya ???
    "Jung Hoo mencari sesuatu yang bisa ia temukan di penthouse Moon Ho. Ada sebuah koper tua yang Moon Ho jadikan sebagai meja. Dia membuka-nya dan menemukan foto lima serangkai beserta kumpulan kaset (semacam CD) dan sebuah buku dengan judul sampul berjudul Healer. Covernya tergambar bentuk pena dan juga tertulis tanggal ditepian bukunya. Mei 1981."

    Buku dengan judul sampul Healer ?? What ??

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^