Sinopsis Pride and Prejudice Episode 13 – 1

Sinopsis Pride and Prejudice Episode 13 – 1
Dong Chi mengetahui bahwa Jaksa Moon dan Jung Chang Gi adalah parner dimasa lampau. Kasus pertama yang mereka tangani telah menjadi legenda. Dong Chi cukup tak percaya dengan ini tapi setelah ia mencari di internet, keduanya memang benar – benar partner.

“Kepala Moon Hee Man. orang macam apa dia?”

Kau tidak bisa menyimpulkan setelah dia menendangmu keluar dari timnya? Apa pendapatmu? Dia orang yang memegang hidup di genggamannya.” Jelas Kang Wook.


*****
Jaksa Moon menemui Pria Biduk (sebutan aku kemaren, aku belum menemukan namanya). Pria Biduk berencana untuk membunuh Dong Chi karena Dong Chi pasti akan terus menggali kasus mereka. Kalau terus dibiarkan, hanya masalah waktu sampai semuanya akan terbongkar.

“Lalu, akankah anda membunuh saya?”

Bagi Pria Biduk, semua terserah pada Jaksa Moon. Mereka sudah lama bersama maka ia akan memberikan kesempatan. Jaksa Moon tak mau mempertaruhkan dirinya, yang jelas dia akan setia.

“Apa kau akan mengurus Koo Dong Chi?” tanya Pria Biduk.


“Jika aku akan lakukan, akankah kau percaya padaku?” tanya Jaksa Moon.

Pria Biduk tertawa lantang tapi kemudian mengubah tawa itu menjadi serius. Dia akan mempercayai Jaksa Moon setelah dia menyelesaikan tugasnya.

“Jika anda percaya padaku, akankah kau membawaku denganmu?”

Pria Biduk membenarkan, tentu saja. mereka akan menjadi sesama rekan. Jaksa Moon setuju, dia akan mendapatkan perlindungan sekaligus bisa ikut menjadi pejabat atas. Pria Biduk menyuruh Jaksa Moon mengirim Dong Chi dan menyelesaikan segalanya dengan cepat.


Jaksa Moon bersimpuh dihadapan Pria Biduk, terimakasih telah memberinya kesempatan.

Jaksa Moon melirik ke arah Pria Biduk, pandangan licik penuh rencana. Selepas kepergian Jaksa Moon, Pria Biduk juga tertawa seolah ada sesuatu yang ia rencanakan.

*****
Dong Chi pergi ke rumah Chang Gi, mencoba mencari beberapa bukti dikamar yang sudah berantakan. Dia melihat sebuah buku besar terdapat diatas almari, tak begitu aneh tapi tetap dibukanya buku tersebut.

Tanpa di duga, dia malah menemukan sebuah kertas copi-an dari berita kecelakaan di jalan raya Osan.


*****
Yeol Moo tak bisa tidur dengan nyenyak, ia masih memikirkan Dong Chi yang belum kembali padahal sudah pukul 12 malam.

Dong Chi sebenarnya sudah kembali, dia memandang langih dari balkon rumah. Kang Soo mendapati kalau Dong Chi ada disana, Hyung. Kau sudah kembali? Aku belum memberitahukan Nenek kalau kau akan pindah ke Dae Gu.

Dong Chi bersyukur nenek belum tahu, dia yang akan memberitahukannya sendiri. Kang Soo pun berjalan masuk namun Dong Chi menyadari sesuatu yang aneh dari raut wajah Kang Soo. Apa yang terjadi?


Kang Soo tak memberitahukan apa – apa, dia menghampiri Dong Chi dan meraih minumannya. Dong Chi menyambar lebih dulu, kenapa kau akhir – akhir ini suka mengambil milikku?

“Aku benar-benar takkan pernah mengambil lagi dari-mu.” Jawab Kang Soo ngeloyor pergi.

“Tapi Kang Soo...” tegur Dong Chi. “Kau melihat Chang Gi akhir – akhir ini?”

“Lihat. . .” jawab Kang Soo lalu terdengarlah suara teriakan Chang Gi.

Chang Gi habis mandi. Dong Chi menyapanya dengan nada datar dan penuh kecurigaan, kau ada di sini?

Chang Gi terdiam sejenak, mengingat ucapan Jaksa Moon kalau Dong Chi –lah yang mengambil kasus mereka. Chang Gi mencoba bersikap biasa, rumahnya berantakan. Dia akan tinggal semalam saja disana dan tak akan mengganggu Dong Chi.

Chang Gi menepuk ramah lengan Dong Chi lalu masuk ke kamar Kang Soo.


Kang Soo juga akan tidur, dia memerintahkan Dong Chi untuk membangunkannya saat akan pergi. dia tak mau Dong Chi pergi tanpa pemberitahuan.
Dong Chi meng –iya –kan.

Selepas kepergian Kang Soo, Dong Chi melihat kembali kopi-an dari berita kecelakaan di jalan raya Osan. Ini membuatnya bingung dan benar – benar rumit apalagi melibatkan orang terdekatnya. Ia menghela nafas dalam.

Kang Soo dan Chang Gi bersiap tidur. Kang Soo bercerita kalau dia bertemu dengan seseorang yang mengenalnya dimasa lampau, bahkan memanggilnya sebagai Tae Woon.

Chang Gi yang posisinya membelakangi Kang Soo terbelalak.

“Dia bilang aku tinggal bersama ibu-ku. Di Osan. Lalu aku datang ke Incheon. Karena dia meninggal karena kecelakaan mobil. Aku bertanya siapa yang melakukannya. Dia bilang tidak tahu.” Tutur Kang Soo.


“Ini semua mungkin bohong, bukan? Dia benar-benar pembohong. Tapi, untuk beberapa alasan, itu menggangguku. Kupikir Ini sebabnya kenapa orang gampang ditipu. Benarkan?” tambah Kang Soo.

Chang Gi tetap diam meskipun dia sudah menangis dan menahan diri agar tidak bersuara. Ini begitu miris ketika harus menyembunyikan sebuah rahasia, memendam menjadi sebuah rasa bersalah.

Kang Soo memanggil – manggil Chang Gi namun tak ada jawaban. Kang Soo mengira ia telah tertidur dan Kang Soo pun memejamkan matanya pula.


Sampai malam, Dong Chi masih terus berkutat dengan kopi –an berita kecelakaan Osan. Nama Chang Gi dan Moon Hee Man masih menjadi pusat perhatiannya.

Jung Chang Gi memberikan bukti. Rekonstruksi pabrik di Osan. Moon Hee Man melaporkan kecelakaan. Kecelakaan ini sedang diselidiki sebagai kemungkinan tabrak lari. Namun, saksi dan bukti tidak ditemukan.

Namun sebuah suara decitan pintu membuat Dong Chi bangkit. Rupanya Chang Gi yang keluar rumah malam – malam, Dong Chi pun bergegas untuk mengikutinya.

Dong Chi memanggil Chang Gi yang akan pergi, “Kau mau kemana? Pengacara.”

Chang Gi sadar kalau Dong Chi sudah menguak sedikit demi sedikit tabir dibalik kasus masa lampaunya. keduanya pun berakhir di rumah Chang Gi untuk berbicara berdua. Chang Gi menceritakan hal yang sebenarnya, kecelakaan di jalan Osan yang terjadi dalam sekejap mata.

Chang Gi menyesali keputusannya sejak awal. Dia menyesal telah kabur dari kasus tersebut.

“Apa itu karena kejaksaan khusus?”

“Kami sedang dalam perjalanan untuk membawa laporan dana rahasia.”


“Dengan kepala Moon?” tanya Dong Chi.

Keduanya dalam sebuah misi membawa laporan dana rahasia kejaksaan khusus. Mereka berdua terburu – buru, bahkan ketika kecelakaan mereka tak bisa menyerah dan memilih tetap mendapatkan bukti.

Jaksa Moon yang mengurusi kasus kecelakaan dan Chang Gi tetap pergi untuk mencari bukti. Setelah pemeriksaan kejaksaan khusus, mereka memilih untuk menutupi kasus kecelakaan selama 6 bulan. Untuk menenangkan penuntutan dan mereka tak tertangkap.

Mereka juga kemudian tahu kalau wanita yang meninggal punya seorang putra, Kang Soo.

Waktu itu, kami pikir itu masuk akal. Pejabat adalah orang-orang yang buruk, dan kami terobsesi untuk menangkap mereka. Namun kejaksaan khusus pasti gugup mengenai aku. Mereka bilang padaku untuk pergi dari negara ini.

Jaksa Moon memberikan dia passport untuk pergi keluar negeri. Ini makin membuatnya lemah apalagi dia sering gugup dan tak mau merusak kejaksaan khusus. Dan dalam 6 bulan ia pun pergi.

[Lima belas tahun yang lalu, Musim Dingin 1999]

“Tapi bagaimana kau tahu Kang So di Incheon?” tanya Dong Chi.

Dalam perjalanan ke bandara, Chang Gi menelfon ke polisi untuk menanyakan tentang Kang Soo. Dia mendapatkan informasi kalau mereka telah mendapatkan keluarga. Maka Chang Gi mencari dan mengikuti Kang Soo dan Nenek.

Melihat kondisi Nenek Baek yang tak begitu berkecukupan, Chang Gi meninggalkan uangnya di teras rumah Nenek Baek.



Dan setelah berkelana untuk sekian lama, Chang Gi ingin kembali melihat kondisi Kang Soo.

Sebuah bola terlempar keluar rumah, Chang Gi bergegas untuk pergi tapi Kang Soo kecil malah mengejar Chang Gi lalu menggenggam tangannya.

Chang Gi sudah hampir meneteskan air mata mengingat masa itu, bagaimana Kang Soo tak mengingat dirinya sendiri.  bahkan ada yang berkata kalau Kang Soo tiba – tiba datang kerumah Nenek Baek begitu saja.


“Itu karena dia diculik. Dia hampir mati. kau tidak tahu?” Tanya Dong Chi.

Chang Gi terkejut. Dia tak tahu akan hal ini. Siapa?

“Itu mungkin tim kejaksaan khusus. kau bilang dia melihat kepala Moon. Jika Kang Soo adalah saksi kecelakaan tabrak lari Kepala Moon , itu semua berakhir. Apa yang akan terjadi jika Kang So tahu tentang ini?”


“Bukan Jaksa Moon (yang menabrak ibunya), tapi aku.” Ujar Chang Gi tersenyum getir. “Aku orang yang mengemudi.”
Dong Chi terpaku tak mampu berucap apapun lagi.

******
Dong Chi merangkai kembali bukti – bukti yang telah ada, siapa pelaku tabrak lari? Sudah jelas kalau itu adalah Chang Gi.

Namun untuk siapa dalang dari kasus penculikan masih belum diketahui dan alasan kematian Han Byul masih lah menjadi sebuah teka teki.


Keesokan paginya, Dong Chi sudah membersihkan rumah dengan vacum cleaner dan membuat kebisingan. Dia sengaja bahkan sampai ke dekat kamarnya agar dia bangun. Yeol Moo terbangun dan mengintip dari pintu dengan malas. Dong Chi menunjukkan kalau dia tak melanggar batas garisnya.

“Apa kau tak pergi ke Daegu?” tanya Yeol Moo.

“Biarkan aku tidur.” Seru Kang Soo dengan wajah bantalnya.

Kau tidak pergi ke Daegu? Biarkan aku tidur? Wow, aku benar-benar kecewa. Kau tahu aku akan pergi, dan namun kau sudah tidur selama ini. kau memintaku untuk membangunkanmu, dan sekarang kau ingin aku membiarkanmu tidur?” omel Dong Chi.



Kang Soo tanya dimana Chang Gi? Dong Chi memberitahukan bahwa Chang Gi telah mengepak seluruh pakaiannya lalu pergi. Dia lalu menyuruh Yeol Moo membantunya, Kang Soo sepertinya tak akan membiarkan Yeol Moo bersama Dong Chi. Dia bergegas meraih vacum cleanernya tapi dilarang oleh Dong Chi. “Bukan kau, man. Bersiap untuk bekerja.”

Yeol Moo meraih pegangan vacum itu tapi bukannya membiarkan Yeol Moo melakukan sendiri, Dong Chi malah menggenggam tangan Yeol Moo lalu membimbingnya tangannya. Dia mengarahkan vacum cleanernya ke kaki Kang Soo agar dia cepat pergi.

“Kau tak akan ke Daegu? Kau tidak akan bekerja?” tanya Kang Soo.
Dong Chi berkata kalau dia tak akan pergi dan mengambil waktu libur. Yeol Moo terkejut, bagaimana bisa jaksa mengambil hari libur dihari pertama?
“Siapa yang peduli? Ada Jaksa yang lebih buruk.” Ucap Dong Chi asal.


*****
Diruangan Jaksa Moon, perilaku Yeol Moo menjadi pembicaraan Jaksa Moon. Dia bertanya pada Dae Gi, apakah selama 30 tahun bekerja. Dia pernah melihat Jaksa Magang mengambil waktu libur? Jaksa apa itu ketika atasannya pergi ke Daegu, dia malah berlibur?
Dae Gi yang ditanya hanya bisa diam dan berdehem dengan canggung.


Kang Soo membuka ruang kantornya, hanya dia seorang diri yang berangkat.

Pintu tiba – tiba terbuka dan menubruk Kang Soo, Jaksa Moon melongok dengan lucu. Dia tanya apa yang akan Kang Soo lakukan seorang diri?
Kang Soo diam.
Jaksa Moon mengambil beberapa file yang menumpuk di meja Dong Chi, kalau memang tak ada yang akan Kang Soo lakukan. Maka khusus hari ini, Kang Soo bekerja untuknya.


****** 

2 Responses to "Sinopsis Pride and Prejudice Episode 13 – 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^