Sinopsis Pride and Prejudice Episode 11 – 2

Sinopsis Pride and Prejudice Episode 11 – 2
Dong Chi menunjukkan seluruh bukti yang ia punya pada Direktur Joo. Namun Direktur Joo tak memperdulikan dan asik bermain dengan ponselnya. Dong Chi menganggap diamnya Direktur Joo sebagai jawaban, dia lalu membahas mengenai pelecehan seksual pada Yoon Hee.


“Aku bilang kami pacaran..”
Dong Chi kesal dengan sikapnya, dia meletakkan ponsel yang dipegang Direktur Joo dengan alasan mungkin ada bukti kekerasan didalamnya.


Direktur Joo meyakinkan karena semua –nya berdasarkan pada kesepakatan.
“Ah, meskipun kau membius para wanita sehingga mereka tidak akan ingat?” tanya Dong Chi.


Direktur Joo menegaskan kalau banyak wanita yang melakukan itu. dia kemudian melirik kearah Kwang Mi dengan sinis, Kwang Mi balas menatapnya dengan tajam.
Dong Chi menunjukkan lembar terakhir buku harian Yoon Hee, disana ditulis kalau Direktur Joo menggunakan video tersebut untuk memeras mereka. Direktur Joo santai dan menganggap hal itu sebaga penghargaan untuknya.



“Dikatakan kau memaksa untuk melakukan sex..”
Kalau antar teman, tak bisa dikatakan seperti itu. bukan sebuah pelanggaran hukum untuk bersenang – senang dengan wanita muda bahkan bukan juga prostitusi.
Dong Chi mengungkit video dimana Direktur Joo juga mengkonsumsi narkoba. Sekali lagi Direktur Joo menganggap ini permainan, dia memang makan serbuk tapi bukan berarti narkoba. Itu adalah vitamin. Direktur Joo meminta Dong Chi memberikan bukti yang lebih pasti, ini semua seperti lelucon.


Dong Chi menggebrak mejanya, tentu saja dia punya bukti. Dia mengangsurkan sebuah flashdisk yang mana bisa membenarkan tuduhannya dan juga bukti keterlibatan Direktur Joo dengan kematian Panda. Jika dia tak bisa menjebloskan Direktur Joo dengan itu maka dia hanya akan berhenti menjadi Jaksa.


Dong Chi menyindir Direktur Joo yang berfikiran kalau Pejabat Tinggi mungkin akan membantunya. Dong Chi memberikan sebuah berkas, Ini penelusuran dan penyitaan surat perintah untuk rumah dan usaha-mu. Ini adalah surat perintah penangkapan-mu. Kita akan memeriksa semua mulai pajak, penerimaan, dan rabat satu per satu. Apa kau pikir pengadilan akan melewatkannya?
Direktur Joo masih dengan angkuhnya ber –oh ria bahkan saat Dong Chi menunjukkan surat penangkapannya.


Jaksa Moon muncul, dia membuka pintu ruang introgasi dengan kasar. Dia berani bertaruh 500 won kalau Pengadilan akan membiarkannya.
Jaksa Moon meminta surat penangkapannya, tanpa ragu dia menandatangi semua surat – surat itu. kalau belum ada penangkapan setelah ia menandatangani semua surat itu maka dia akan menyerahkan posisinya.
“Selamat, ya? Kau dipecat karena membuat kekacauan yang lebih besar.” Sindir Jaksa Moon.



Ekspresi wajah Direktur Joo seketika berubah gentar karena ulah Jaksa Moon.


*****
Jaksa Moon kembali ke ruang kerja dengan diikuti oleh Dong Chi. Dia berkata kalau Dong Chi pasti perlu menyelesaikan laporannya sampai jam 4 pagi.
“Bagaimana kau tahu aku menangkapnya? Apa orang Joo Yoon Jang menghubungi-mu?” tanya Dong Chi.
Jaksa Moon tak butuh orang untuk menghubunginya, dengan hanya melihat pola pikir Dong Chi. Dia sudah bisa menebak.


“kenapa kau menyetujui perintah penangkapan-nya?” tanya Dong Chi lagi.
Jaksa Moon kan sudah menyuruh untuk menangkan Joo Yoon Jang dan Kim Jae Hak. Dia membiarkannya dan sekarang dia harus menangkap Kim Jae Hak ditengah waktu yang semakin menipis.


” kenapa kau menyetujui perintah penangkapan-nya?”
Jaksa Moon membenarkan. Orang yang melakukan pekerjaan dengan baik tapi tak mendengarkan perintah. Itu sama saja dengan racun. Dong Chi kira para petinggilah yang telah membuatnya menjadi racun.


“Jalan masih panjang untuk pergi, kau masih punya jalan untuk pergi. Kau pikir itu kemauan orang? Ini adalah nasib. Nasib.” Tegas Jaksa Moon lalu menyuruh Dong Chi untuk pergi.
Dong Chi berjalan menuju pintu. Jaksa Moon mengingatkan kalau mereka masih akan bertemu jadi dia harap Dong Chi tak akan membuang – buang waktunya. (mungkin menyiratkan supaya Dong Chi ga perlu terus mencari tahu mengenai kasus yang lalu. Kasus Han Byul.)


*****
Kang Soo menemui Chang Gi untuk meminta bantuannya. Lalu jangan juga bicara dengan Nenek, dia akan khawatir.
Chang Gi terus diam. Kang Soo merengek, Ahjussi!


Chang Gi tak mampu untuk menolak, dia memang akan menerima permintaan Kang Soo untuk membantu Ah Reum. Tapi dengan satu syarat. Hanya semalam saja.
Kang Soo tersenyum senang. Dia yakin tak akan ada kesulitan yang akan Chang Gi hadapi.


Yeol Moo muncul. Kang Soo memberikan tanda OK pada Yeol Moo karena Chang Gi sudah menyetujui permintaan mereka.
Yeol Moo berterimakasih atas bantuan dari Chang Gi. Ia meminta maaf karena telah menyulitkan dan meminta bantuan untuk menjaga Ah Reum.


Yeol Moo kembali pergi dan Kang Soo bisa tersenyum lebar. Ia memberitahukan pada Chang Gi kalau atasannya mengajak makan bersama. Ini karena bantuan Chang Gi dalam kasus narkoba sebelumnya.
Chang Gi tertegun. Ia tahu kalau atasan yang dimaksud Kang Soo adalah Jaksa Moon.


*****
Yeol Moo dan Kang Soo dalam perjalanan. Kang Soo membahas mengenai ibu Yeol Moo. Yeol Moo menenangkan karena Ibu –nya sudah tak apa – apa. Ia akan lebih buruk saat  mengalami depresi. Kau tahu dia bipolar, kan?
Yeol Moo meminta maaf karena ibunya telah mengejutkan Kang Soo.


“Tidak ... Aku yang harus minta maaf.”
“kenapa kau minta maaf? Karena kau bukan Han Byul?”
Kang Soo gelagapan saat menjawab tapi dia hanya merasa tak enak saja karena itu. Yeol Moo menyuruh Kang Soo jangan seperti itu, kalau ini mengganggu Kang Soo maka akan mengganggunya juga. Tapi dia menegaskan kalau Han Byul adalah Han Byul dan Kang Soo adalah Kang Soo.


“Tapi apa yang akan terjadi jika kau benar - benar adik-ku? Apa yang kau rasakan jika aku kakak-mu?”
Kang Soo dengan segera berkata kalau dia tak akan menyukainya. Yeol Moo terkejut, apakah Kang Soo membencinya?
“Tidak, karena aku menyukaimu ... Jadi ... Aku tidak menyukai-mu.” Ucap Kang Soo ga jelas. Yeol Moo makin bingung. Kang Soo mendecah karena keceplosan.
Yeol Moo tersenyum canggung, “tidak mungkin.” Desis Yeol Moo menyadari perasaan Kang Soo padanya.


*****
Chang Gi harus mengalah dengan tidur dimobil demi Ah Reum. Dia membuka jaket tebal yang dibawanya, dia terdiam melihat jaket orange tersebut. Ini mengingatkannya akan Kang Soo apalagi Kang Soo mengira kalau dia mungkin ayahnya.
Chang Gi memejamkan mata sejenak seolah ini membuat pikirannya begitu terusik.


Chang Gi tak bisa terus mengenakan jaket tersebut, ia memilih untuk melepaskannya lagi. ia pun meminum soda yang sudah ia bawa dan tanpa sengaja dia melihat ada Ibu Yeol Moo yang berjongkok diluar rumah.
Ibu Yeol Moo sedang memukuli dadanya yang terasa sesak.


Ibu Yeol Moo tanpa henti terus memukuli dadanya. Ia ingin menghilangkan sesak disana tapi masih saja menyisakan kepedihan setelah kembali mengenang tentang Han Byul.
Sebotol soda tersodor padanya, Ibu Yeol Moo mendongak dan ada Chang Gi yang mengangguk agar Ibu Yeol Moo mau menerima.


*****
Dong Chi menghampiri meja Yeol Moo dan berdiri disana sambil membuka beberapa file. Yeol Moo bertanya apakah masih ada yang harus dikerjakan?
Dong Chi membenarkan kemudian berjalan keluar agar Yeol Moo mengikutinya. Kang Soo niat berdiri untuk ikut juga tapi ditahan oleh Dong Chi. “Bukan kau, b*jingan.”



Selepas kepergian mereka, Kang Soo tampak kesal dan cemburu karena harus membiarkan Yeol Moo bersama dengan Dong Chi.


Dong Chi membawa Yeol Moo ke tempat istirahat untuk karyawan wanita. Yeol Moo masih berdiri didepan pintu, dia tak perlu tidur.
“Kata siapa?” tanya Dong Chi membawa Yeol moo masuk lalu menutup pintunya. Tak bisa melawan perintah Dong Chi, Yeol Moo meng –iya kan dan Dong Chi harus pergi. Dong Chi menolak karena dia akan pergi setelah melihat Yeol Moo berbaring.




Yeol Moo duduk dengan meregangkan lehernya yang kaku. Dong Chi ikut duduk diranjang pula dan tiba – tiba mendorong Yeol Moo untuk berbaring. Yeol Moo terkejut dan meminta Dong Chi melepasnya.
“Lihat wajahku. Aku melihatnya setiap hari. Lihatlah aku karena kau takkan bisa melihat lebih lama lagi. Semakin aku melihat-mu, semakin aku tak ingin pergi.” ucap Dong Chi.
Yeol Moo terpaku.



Dong Chi bangkit lalu menyuruh Yeol Moo tidur dengan nyenyak. Yeol Moo berjalan ke arah pintu dan segera menutupnya ketika Dong Chi keluar.
Yeol Moo tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.



*****
Ibu Yeol Moo bertanya apakah Chang Gi melakukannya dengan baik? Iguana?
Chang Gi kira kalau Ibu Yeol Moo mulai tertarik dengan iguana. Ia memperagakan tingkah iguana dihadapan Ibu Yeol Moo.
“Ini masih belum terlambat untuk iguana. Apa kekuatan hidup atau kekuatan alam? Bahkan pada malam yang dingin seperti ini. masih mengibaskan lidahnya, dan itu dipenuhi dengan kekuatan. “


Ibu Yeol Moo ingin melihatnya, tampak begitu kuat. Chang Gi makin senang dan bertanya apakah Ibu Yeol Moo mau berinvestasi?
Ibu Yeol Moo tak tahu apa itu Investasi. Chang Gi kesal, kalau tidak kenapa dia bilang ingin melihatnya?
“Aku tak bilang sangat ingin melihatnya. Aku ingin melihat laut. Laut pantai Incheon.”

Chang Gi menolak, sekarang saja dia kedinginan. Bagaimana bisa dia melihat laut sekarang?
“Itu karena aku frustrasi. Semua orang mengatakan waktu menyembuhkan segala sesuatu. Tapi aku merasa setiap hari seperti sedang dihukum.” Tutur Ibu Yeol Moo tak tahan lagi menahan air matanya. Ia menangis dalam diam.

Chang Gi ikut prihatin. Dia berdiri dan menoleh ke arah rumah, Ah Reum sudah mematikan lampu kamarnya. Dia kemudian mengajak Ibu Yeol Moo untuk pergi ke pantai.

*****
Ruang introgasi dalam kebisuan. Jaksa Moon yang memperhatikan hendak masuk ke ruangan mereka namun ketika ia membuka pintu, Oh Yoon Taec sudah berdiri disana. Jaksa Moon urung pergi karena ia masuk ke ruang pantau.
Yoon Taec tak percaya Jaksa Moon melakukan introgasi penggugat tanpa pengacara. Kalau di Amerika maka akan terjadi pelanggaran prosedural.


“Jadi kau mengikuti gaya Amerika.” Sindir Jaksa Moon.
Yoon Taec rasa kalau Departemen HAM tahu maka mereka akan sangat marah. Ini berbahaya saat Jaksa tingkat atas melakukan hal semacam ini.

Jaksa Moon menyesap kopi americano –nya dengan santai.
“Kau tahu, tentang kopi ini. Americano. Ternyata, saat Eropa ingin menghina Amerika mereka menyebutnya begini. Americanos. Ini secangkir kopi yang terbaik, benarkan?”

Yoon Taec merasa kecewa karena selera mereka tak sama. Jaksa Moon menimpali kalau Yoon Taec begitu cocok dengan semuanya.
“Manajer kantor-ku tampaknya ada salah paham padamu. Tapi kau pasti merasa sangat percaya diri. Kau membuat Jaksa tersebut mampu di bawah-mu. Namun, aku akan membawa Direktur Joo. Kau tahu kau memerlukan persetujuan pengadilan untuk melanjutkan penyelidikan, bukan? Ternyata kau belum menerimanya.”

Tanpa ragu, Jaksa Moon menyuruh Yoon Taec untuk membawanya pergi. Yoon Taec tampak kecewa sekaligus kesal dengan sikap Jaksa Moon.

*****
Chang Gi mengajak Ibu Yeol Moo untuk segera pergi, ada hal yang harus ia lakukan. Ibu Yeol Moo menolak dan tetap duduk ditepian jalan kalau memang Chang Gi ada perlu maka dia bisa pergi.
Chang Gi frustasi karena ia kira Ibu Yeol Moo ingin pergi kelaut.
“Apa aku layak melihat laut? Itu adalah dosa seorang ibu merasa lega jika ia kehilangan putranya.” Tanya Ibu Yeol Moo. Chang Gi berjongkok dihadapan Ibu Yeol Moo, ia mengajaknya untuk pergi.

“Aku benar-benar tak pernah melakukan apa pun untuk Han Byul. Aku meninggalkan semuanya pada kakak-nya. Aku selalu meninggalkannya mulai dari pagi. Setelah kakaknya pulang, dia diberi makan. Dia mengajarinya membaca huruf. Saat aku pulang malam, dia sudah tidur. Karena itulah dia selalu mengikuti kakaknya. Jika aku membesarkannya, dia takkan mengikutinya. Lalu ia akan dewasa sekarang. kau merasa menyesal jika orang tua-mu gagal. Tapi jika anak-mu gagal, itu akan jadi duri. Seperti itulah.” Sesal Ibu Yeol Moo. Ia lalu menasehati Chang Gi untuk menjaga baik – baik anaknya.

Ibu Yeol Moo tahunya Kang Soo adalah anak Chang Gi. Mereka berdua mirip.
“Ini tidak seperti itu.”
Aigoo, Ibu Yeol Moo heran dengan sikap Chang Gi. Kenapa dia berkata seperti itu? apa mungkin dia malu pada anaknya karena sekarang hanya berjalan luntang lantung tak jelas seperti sekarang.

“Aku bilang itu tidak seperti itu!” bentak Chang Gi. Dia yang tadinya tak mau meninggalkan Ibu Yeol Moo pun memutuskan untuk pergi meninggalkannya.

Dalam perjalanan Chang Gi merasa tak nyaman, ia menatap jam tangannya lalu menghubungi Dong Chi.


*****
Yeol Moo yang bersandar diranjang mendapat sebuah panggian, nenek memberitahukan bahwa Ibunya menghilang.

Yeol Moo kembali ke ruangannya, yang lain sudah berniat akan pergi. Yeol Moo ikut, dia memberitahukan kalau ibunya menghilang dan membawanya juga. Tapi belum juga kembali.
Dong Chi bertanya apa mungkin ibu pergi bersama dengan Chang Gi?
Kang Soo akan menelfon. Yeol Moo melarang tapi Kang Soo tetap melakukannya.
Yeol Moo bercerita kalau ibunya selalu seperti itu ketika depresi. Dia akan berjala keluar rumah dengan lesu lalu menyerah. Biasanya akan ada orang yang menelfonnya.


*****
Chang Gi dalam perjalanan ketika Kang Soo menelfonya. Dia akan mengangkat tapi sulit juga karena harus mengendalikan kemudi.

Mobil – mobil berdecit saat ibu Yeol Moo berjalan ditengah jalanan sambil menangis. Chang Gi terkejut dan bergegas menyelamatkannya namun naas ban mobil Chang Gi juga pecah. Dia mendesis kesal dibuatnya.
Chang Gi menghampiri Ibu Yeol Moo dan membawanya ke tepi jalan.

Chang Gi menggendong Ibu Yeol Moo yang sudah kelelahan.
“kenapa kau harus hidup begitu keras? kau tak bisa membawanya kembali dengan mengingat ke masa lalu. Hanya karena kau membawanya di dalam hatimu bukan berarti kau bisa membatalkan semuanya. Seharusnya aku bertindak tak mengenalinya.” Ujar Chang Gi.

*****
Dong Chi dkk sampai ke rumah bersamaan dengan sampainya Chang Gi. Chang Gi menunjukkan kalau dia membawa pulang Ibu Yeol Moo.
“Hyung, ini mobil Jae Shik!” seru Kang Soo. Dong Chi terbelalak menyadari ada mobil Jae Shik disana.
PRAAAANGGGGGG. . . secara mengejutkan kaca jendela rumah Chang Gi pecah bersamaan dengan jatuhnya Ah Reum dan Jae Shik.
Yeol Moo. Kang Soo. Dong Chi terbelalak mendapati dua orang jatuh tepat dihadapan mereka.




Kang Soo memarahi Chang Gi yang pergi ke pantai padahal dia sudah memintanya menjaga Ah Reum. Ibu Yeol Moo meminta Kang Soo jangan terlalu keras pada Chang Gi, dia lah yang telah meminta untuk ditemani.
Yeol Moo ikutan kesal juga karena ibunya yang harus minta ke pantai. Ibunya sedih karena dia begitu frustasi, juga kesal telah menjadi beban untuk anaknya.


Dong Chi meminta mereka jangan marah, mereka lah yang salah telah memberikan tugas pada Chang Gi. Dia lalu mengajak Yeol Moo untuk pergi ke kantor.

*****
“Apa kau baik-baik saja?” tanya Dong Chi saat perjalanan ke kantor. Yeol Moo hanya menjawabnya dengan senyuman.
“kau mengabaikan-ku lagi. Kenapa kau selalu mengabaikan-ku ? Aku tanya apa kau baik-baik saja, dan kau diam. Aku bertanya apa kau terluka, dan kau diam. Aku bertanya apa kau menyukai-ku, jika kau akan berkencan dengan-ku. Dan tetap saja, diam. Jangan memperlakukan atasan-baru mu seperti ini.”


Yeol Moo berkata kalau dia tak akan memperlakukannya seperti itu. Dong Chi kesal karena Yeol Moo telah mendiskriminasikannya.
“Karena aku takut bahagia. Keluargaku, mereka berakhir seperti itu karena aku. Bagaimana aku bisa bahagia? Ini bukan berarti aku takkan menjawab. Itu yang aku tak bisa. Jadi beristirahatlah.” Pinta Yeol Moo membuat Dong Chi tertegun.


Saat masuk ke ruangan, Yeol Moo dan Dong Chi jadi sama – sama diam. Dong Chi terus memperhatikan Yeol Moo namun Yeol Moo mencoba mengalihkan dan memilih meninggalkan ruangan.


Dong Chi menuju ke meja kerjanya, dia menemukan sebuah map dan saat dibuka ternyata ada sebuah flashdisk didalamnya.

Jaksa Moon dengan santai duduk di ruang kerja, ponselnya dan berdering dan ia segera mengangkat panggilan tersebut.
Oh ketua, Ini Oh Yoon Taec. Sebelumnya ada yang ketinggalan ditempatmu. Apa yang harus kulakukan?” tutur Yoon Taec.


Selain flashdisk, Dong Chi juga menemukan lembaran kertas koran. Disana membuat berita mengenai kecelakaan di jalan raya Osan. Koran tersebut tertanggal 19 Desember 1999.

Tapi dari semua tempat, Aku meninggalkannya di meja Jaksa Koo. Tapi aku tak berpikir dia akan mengembalikan pada kami jika kita pergi ke sana untuk meminta padanya. Juga, aku meninggalkan rekaman lama disana.” lanjut Oh Yoon Taec.

Dong Chi memasang flashdisk –nya, terdapat rekaman suara Jaksa Moon.
Ya, ini 911? Saya mau melaporkan kecelakaan. Lokasi. . . . .’
Dong Chi terbelalak saat mendengar suara Jaksa Moon.

*****

1 Response to "Sinopsis Pride and Prejudice Episode 11 – 2"

  1. kapan ya bisa liat moment romantis yeol mo sama dong ci?? He..he...
    Gomawo.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^