Sinopsis Pride And Prejudice Episode 11 – 1

Sinopsis Pride And Prejudice Episode 11 – 1
Jaksa Moon menyuruh Dong Chi untuk segera mengepak tas –nya. Dong Chi menatap tajam kearah Jaksa Moon, kenapa dia menginginkannya pindah?
Direktur Oh yang ada disana menyela, setidaknya ada 4 hari yang tersisa. Ada dokumen yang harus disiapkan, dan Dong Chi harus bersiap-siap untuk pindah.  Dong Chi akan sangat sibuk bahkan mungkin tak sempat mengucapkan perpisahan. Tapi apa yang bisa mereka lakukan. Itulah pekerjaan mereka.
Dong Chi menatap tajam kearah Jaksa Moon, “Aku mengerti.”
“Baiklah kalau begitu. Bereskan semuanya. Kita akan saling bertemu diluar sana. Tim-mu pasti begitu marah. Mood tampaknya sedang tidak enak. Lebih baik semuanya pulang lebih awal.” Lanjut Direktur Oh.
Direktur Oh kemudian mengingatkan Jaksa Moon kalau mereka ada pertemuan. Jaksa Moon meng –iya –kan dan mempersilahkan Direktur Oh berangkat lebih dulu.





Bagaimana pun, Jaksa Moon menyukai cara kerja Dong Chi tapi dia harus mematuhi perintah dan kemasi lah barangnya. Jaksa Moon kemudian mengakhiri pertemuan dan menyuruh yang lain kembali bekerja.
“Semuanya duduk.” Perintah Dong Chi mengejutkan. “Karena Kepala harus pergi ke-pertemuan, kita harus menuntaskan pertemuan ini.”
Jaksa Moon sinis dengan sikap Dong Chi, besok dia akan pergi tapi masih kekeuh akan melakukan investigasi. Dong Chi rasa dia belum keluar dan masih menjadi anggota tim. Dia akan bertanggung jawab sebelum akhirnya pergi.
“Lakukan apapun yang kau inginkan. Ini tak seperti dunia akan terbalik hanya karena kau mempunyai waktu satu hari lagi.” ujar Jaksa Moon penuh penekanan. Ia pun kemudian pergi meninggalkan ruang rapat.




Dong Chi rupanya kesal juga, dia menghela nafas menahan emosinya.


Direktur Oh tengah memegang kalungnya namun segera ia sembunyikan ketika Jaksa Moon datang. Ia meregangka leher dan bilang kalau dia ingin mengakhiri hari ini. Dia tak suka pertemuan hari ini yang mana pasti telah membuat Jaksa Moon marah karena kehilangan salah satu timnya. Tapi ia begitu terkejut, padahal dia sudah bertekad akan melawan Jaksa Moon saat mengambil Koo Dong Chi. Tapi rupanya begitu mudah.
“Apa itu yang ingin kau tahu?”
“Apa itu tak mengganggu-mu? Karena kau baru saja menyerah padaku, aku akan bertanya. kenapa kau menyingkirkan Jaksa Koo?”




Pintu lift terbuka, keduanya pun masuk. Direktur Oh melanjutkan dengan bilang kalau mereka hanyalah menyampaikan pesan dari para petinggi. Jaksa Moon juga lah yang telah memecat Dong Chi.
“Oh, ayolah. Aku tak punya kekuatan semacam itu.” elak Jaksa Moon.
Direktur Oh rasa itu mungkin dengan adanya koneksi. Jaksa Moon menghubungi Direktur Lee, Direktur Lee Jong Gon adalah seorang yang menangani kasusnya sendiri. Direktur Lee mungkin memberi perintah secara langsung bahwa Jaksa Koo dialihkan. Jika kau tidak memintanya, kenapa jaksa Koo diusir? Ke cabang lain?
“Lalu apa?”
“Jadi ini situasi yang bisa diterima? Direktur Lee Jong Gon bersaing untuk tempat kanselir dengan Sung Moo Young. Jika kita bisa mendakwanya dengan kejahatan baru-baru ini, Sung Moo Young akan keluar. Jadi kenapa menyingkirkan Jaksa Koo jika dia bisa membantu? Begitu penasarannya aku bahkan tak bisa makan.” Analisa Direktur Oh.


Jaksa Moon mendecak mendengar perkataan Direktur Oh, dia tak yakin Direktur Oh tak bisa makan karena penasaran. Ia rasa karena dia begitu senang, kan dia berasal dari pihak Sung Moo Young.
“Ya, kurasa pada akhirnya semuanya berhasil, dan aku harus membiarkannya. Tapi aku tak bisa membantu jika aku penasaran.” Ucap Direktur Oh tersenyum.
Direktur Oh mendengar kalau Jaksa Moon melakukan pertemuan dengan manager Oh. Apa itu tandanya Jaksa Moon ada dipihak mereka?
Pintu lift terbuka, Jaksa Moon bergegas keluar sebelum dicecar dengan makin banyak pertanyaan.



Diruang rapat, suasana jadi begitu tegang dan mereka punya pikiran masing – masing. Kwang Mi tanya apakah mereka masih melakukan penyelidikan itu sekarang?
Jang Won kira mereka masih harus melakukannya karena Jaksa Moon saja menyuruh mereka melakukan apapun sebelum Dong Chi pergi.



Dae Gi sedikit menyunggingkan senyum, itu maksud sebenarnya adalah memperingatkan mereka untuk berhenti. Yeol Moo masih terkejut, tapi apa memang Dong Chi harus pergi?
Dae Gi rasa kalau memang perintah dari atasan. Mereka tak bisa melakukan apapun. Yeol Moo kembali bertanya, Tapi dia bertanggung jawab atas penyelidikan. Apa yang harus dilakukan jaksa lainnya?
“Biasanya mereka menyerahkan surat pengunduran diri, sebagai tanda protes. Tampaknya hal ini akan ditutup dengan Penugasan Jaksa Koo. Tapi aku tak berpikir dia akan menyerahkan surat pengunduran dirinya. Kalau saja dia bisa bermain trik.”
“Sebuah trik?” tanya Yeol Moo.
Dae Gi pikir kalau kasus sudah selesai, mereka bisa berbicara pada Ketua dan mungkin akan membantu mereka.
“Bisakah kepala menghentikan pengangkatan itu?”
Dae Gi rasa mungkin meskipun aga sulit juga. Tapi melihat bagaimana kepribadian Dong Chi. Ia rasa itu tak kan mudah.



Jang Won mengusulkan mengakhiri pertemuan kali ini. Tampaknya kasusnya sudah diambil alih.
Yeol Moo masih belum bisa move on dengan pikirannya terhadap nasib Dong Chi. Dae Gi menerima panggilan dari Konsuler Mae dan bergegas keluar dari ruang rapat diikuti yang lain.
Yeol Moo masih berada disana bersama Kang Soo, ia menatap sosok gadis cantik yang terpantul ke layar LCD.



Yeol Moo berjalan di rooftop dengan menggosok kedua lengannya kedinginan. Ia menghampiri Dong Chi yang sedang menatap jauh hamparan gedung – gedung dihadapannya. Melihat Yeol Moo, ia menarik tangannya dan melihat apakah Yeol Moo sudah menggunakan salepnya. Apa ada luka lagi? Kau baik – baik saja, kan?
“Atasanku akan pergi. Bagaimana aku bisa baik-baik saja?”
Dong Chi yakin kalau situasi seperti ini memang akan terjadi. Yeol Moo memberitahukan kalau mungkin mereka bisa meminta bantuan pada Ketua. Dong Chi menambahi kalau konsekuensinya mereka harus menghentikan penyelidikan.
“Apa menurut-mu Kepala Moon akan menghentikan hal itu terjadi?”
Ya, jawab Dong Chi. Yeol Moo heran dengan jawaban yakin Dong Chi. Dong Chi bilang kalau yang menyingkirkannya adalah Jaksa Moon.




Dong Chi menyelampirkan jas –nya untuk Yeol Moo yang tampak kedinginan. Yeol Moo masih penasaran, kenapa Jaksa Moon melakukan itu? Bukankah dia yang menyuruh Dong Ch untuk bertanggung jawab atas kasus ini?
Dong Chi rasa semua karena situasi yang telah berubah. Yeol Moo masih ingin menyelidiki kasus ini, sekali saja.
“Tidak ada hal seperti Sekali saja. Jika kau sekali bermain trik, kau pasti akan memainkannya lagi. Itulah kenapa organisasi ini berantakan.”
“Tapi kau akan pergi jauh?”
“Kau tak suka aku pergi?” tanya Dong Chi. Tentu saja, jawab Yeol Moo.



Dong Chi membungkukkan badannya, kenapa?
Yeol Moo terdiam. Dong Chi mengira kalau semua ini karena kasus Han Byul. Dia yakin mereka masih bisa menyelidikinya, toh di pos barunya juga ada jaksa. Kalaupun dia gagal, dia akan menyerahkannya pada Jaksa lain.
Ini semua karena orang yang mereka hadapi adalah petinggi. “Dalam politik, kau harus ada di atas.”



Yeol Moo melepas jas Dong Chi untuk dikembalikan tapi Dong Chi berbalik, Dan. Apa ada alasan lain aku tak harus pergi?
Yeol Moo diam.
“Hmm??” selidik Dong Chi namun Yeol Moo semakin bimbang bahkan tak mau menatap Dong Chi. Dong Chi menyuruh Yeol Moo menatapnya. Dia tak akan mengulang pertanyaannya lagi, Apa ada alasan lain kenapa aku tidak harus pergi?
Yeol Moo masih diam.
Ponsel Dong Chi disaku Yeol Moo bergetar. Dia bergegas mengangkatnya dan terkejut.



Yeol Moo dan Dong Chi sekarang berada di ruang introgasi dengan Ah Reum disana. Dae Gi melaporkan kalau Konsuler Mae –lah yang membawa Ah Reum kesana.
Dong Chi memerintahkan Yeol Moo untuk mengintrogasi Ah Reum. Dia rasa Yeol Moo dan Ah Reum memiliki hubungan yang baik. Lagipula wanita akan lebih mudah berbicara pada wanita.
Yeol Moo pun melaksanakan perintah.


“Apa menurutmu Jaksa Han bisa melakukannya sendirian?” tanya Dae Gi.
Dong Chi yakin karena Yeol Moo juga yang akan mengambil kasusnya. Dae Gi masih meragukan kemampuan Yeol Moo. Dong Chi meyakinkan, toh kalau di awal dia belum bisa. Tapi dia yakin pada akhirnya akan bisa. Jika partai baru mengambil alih kursi atas, kasus mungkin dibuka kembali.
Dae Gi mengusulkan agar Dong Chi mengambil alih kasus –nya saja.
“Jika aku tidak dipecat sebelum itu.” Gurau Dong Chi.



Di ruang interogasi, Yeol Moo mengucapkan terimakasih atas bantuan Ah Reum yang membuat mereka bisa menemukan rekamannya. Tapi kenapa Ah Reum juga ada dalam bagian rekaman tersebut?
Ah Reum menyodorkan dua lembar kertas sobekan.
Yeol Moo membukanya, itu adalah dua halaman terakhir buku harian Yoon Hee.



“Pertama, mereka sudah melecehkan kami secara seksual, mereka mengklaim akan memberi kita pekerjaan tetap. Mereka selalu memanggil kami secara perorangan sehari sebelum pengangkatan. Untuk mengucapkan selamat pada kami. Tapi kemudian mereka menempatkan kami dimobil lalu pergi.” jelas Ah Reum.
Yeol Moo heran, kenapa harus mereka? Bukankah setiap wanita akan pergi dengan mereka apabila menunjukkan uang.
Ah Reum terlihat sedih. Ini semua karena mereka lebih suka wanita normal bukan wanita yang jual diri. Ini terjadi juga pada gadis lainnya.
“Tapi bagaimana kau bisa mendapatkan rekaman video-nya?”



Panda menempatkan chip rekaman video menjadi satu paket dengan narkoba. Aku tidak tahu apa itu, tapi aku mencuri paketnya.


“kenapa kau mencurinya?”
Untuk uang. Ah Reum mengaku kalau dia adalah mitra Panda tapi ia sama sekali tak tahu kalau dia adalah pembunuh benrantai. Saat dia tahu, ia mulai jijik dengannya. Akhirnya dia mengajak Yoon Hee untuk pergi dan menggunakan uang hasil penjualan narkoba untuk biaya mereka. Tapi Yoon Hee bunuh diri, maka ia membuatnya menjadi tampak kalau Panda adalah pembunuhnya. Agar Panda tertangkap dan dia bisa hidup tanpa harus berurusan dengannya lagi.
“Tapi saat orang tunawisma muncul, kau meninggalkan misimu.”
Ah Reum membenarkan. Dia juga mendapatkan cincin bambunya dari panda.



Direktur Joo datang mencari-ku. Jika aku memberi botol air pada Panda, Dia akan membantuku dan membiarkanku pergi. Jadi aku menelpon Panda. Aku bilang aku akan kembalikan obat dan videonya. aku bilang dia harus bertemu denganku.
“Jadi kurasa kau tidak mengembalikan rekaman videonya.” Tanya Yeol Moo.
Ah Reum membenarkan. Dia memberikan yang palsu pada Panda.


Karena Direktur Joo bilang akan membantu-ku. Saat aku bertemu dengannya,  Panda baik padaku. Dia bilang dia akan berpura-pura tak ada yang terjadi, bahwa kita harus bertemu lagi di malam hari. Jadi itu wajar menyerahkan botol air.


“Apa kau tahu apa yang ada dalam botol air?”
Ah Reum mengaku kalau dia tak tahu hanya saja sudah memiliki firasat kalau mereka akan membunuh panda. Karena itu adalah yang diinginkan atasan. Panda adalah salah satu yang mengedarkan obat mereka.



Panda menemui Direktur Joo dan memberikan sebuah rekaman yang membuat Direktur Joo tertawa menyiratkan kekesalan.
Panda memeras dengan menggunakan sebuah rekaman video. Rekaman yang Ah Reum berikan pada Yeol Moo.


“kenapa kau memberitahu ini?”
Ah Reum diancam agar mengaku sebagai pembunuh Panda. Dia tak tahu apakah semua akan berakhir sampai akhirnya dia terus diancam hingga ia ingin mengungkapkan segalanya. Direktur Joo dekat dengan pihak polisi oleh karena itu ia datang ke Kejaksaan.
“Apa semua yang kau katakan ini benar?”
“Ya.” Tegas Ah Reum.



Setelah mengungkapkan segalanya, Ah Reum meneteskan air mata. Seolah dia melepaskan sedikit bebannya namun siapa tahu yah. Air mata buanya atau bukan itu??


Jang Won tengah bersembunyi dibalik pintu, melihat ada Kang Soo membuatnya berbisik memanggil. Kang Soo heran apa yang dilakukan Jang Won.
Jang Won memperagakan gaya Jaksa Moon, “Ketua?”
“Ahhh.” Kang Soo mengerti. Dia kemudian membuat tanda OK dengan jarinya.



Jang Won masuk keruangan. Dia menutup pintu dan memberitahukan pada Kwang Mi kalau mereka tak seharusnya melakukan apapun meskipun Jaksa Moon mengatakan mereka boleh melakukan apapun. Ini adalah peringatan dari Jaksa Moon.
Kwang Mi menatap dingin Jang Won, bagaimana bisa seorang pria begitu penakut?
“Apa kau pernah melihat nyali-ku?” ucap Jang Won berubah pikiran. Dia segera membawa berkasnya keluar mendahului Kwang Mi.



Satpam memberikan hormat, itu tandanya Jaksa Moon datang. Dengan segera Kang Soo memberi tanda pada Jang Won.
Jang Won yang gelapan langsung berbalik dan tanpa sengaja menubruk Kwang Mi. Jang Won menindih Kwang Mi dan kertas – kertas pun berterbangan.


Dengan polos Kang Soo berlari menghampiri Jaksa Moon. Tapi rupanya Jaksa Moon hanya mengajaknya untuk minum kopi bersama.


Diruangan, Jang Won memejamkan mata dan memonyongkan bibirnya. Hahaha.
“Berapa lama ini akan berlangsung?” tanya Kwang Mi menyadarkan Jang Won. Jang Won segera bangkit dengan canggung. Mereka membereskan file yang berantakan bersama.
Ponse Jang Won bergetar tapi Jang Won tak mengangkatnya. Kwang Mi heran, bukankah itu dari pacarnya.
Jang Won membenarkan tapi dia tak mau mengangkatnya. Kwang Mi menebak kalau Jang Won punya wanita lain.
“Hubungan kami terlalu rumit.”
“Apa maksudmu hubungan kami?” tanya Kwang Mi so’ polos. Jang Won memonyongkan bibirnya, muach.
“Ah, ciuman itu? Apa kau memikirkan hal itu selama ini? Aku malah lupa tentang itu.” ledek Kwang Min.



Jang Won kesal, bagaimana bisa Kwang Mi melupakannya dengan mudah? Bukankah dia bilang kalau ia adalah pencium yang baik.
“Kubilang itu cukup baik bagi seseorang yang kurang tidur dan kelelahan. Itu belum tentu tak terlupakan.” Jawab Kwang Mi santai.


*****
Jaksa Moon menyesap kopinya, ia meminta Kang Soo memberikan pendapat mengenai timnya. Siapa yang akan ia jadikan rekan saat Dong Chi pergi.
Kang Soo lama berfikir, ia kemudian mengusulkan Yoo Dae Gi namun usulan itu segera di tolak oleh Jaksa Moon. Dia rasa Dae Gi terlalu veteran untuk Kang Soo. Alangkah lebih baik kalau Kang Soo bersamanya untuk mengambil pengalaman dan Dae Gi ia tugaskan bersama Yeol Moo.
“Apa Jung Chang Gi bekerja dengan baik?” tanya Jaksa Moon. “Jaksa Koo bilang  kalian berdua sangat dekat. Dia membantu kasus kami. aku khawatir kami menyuruhnya pergi.”
Kang Soo menyuruh Jaksa Moon tak usah khawatir. Jaksa Moon mengajak Kang Soo kapan – kapan makan bersama dengan Chang Gi juga.



“Oh, kau ada disini.” Sapa Dae Gi saat melihat Kang Soo dan Jaksa Moon disana. Jaksa Moon kira kalau Dae Gi sudah pulang.
“Bagaimana aku bisa melakukannya? Aku takkan pernah pergi tanpa persetujuan jaksaan.” Ucap Dae Gi dengan tawa. Jaksa Moon menyuruh Dae Gi untuk pulang tapi Dae Gi mengajak Jaksa Moon untuk pulang bersama. Jaksa Moon tampak enggan sampai akhirnya dia mau.
Sedangkan Kang Soo entah kenapa masih saja diam.



*****
Kang Soo kembali ke ruangan, ia memberitahukan kalau Jaksa Moon telah pulang. Yeol Moo lega dan langsung membahas mengenai Ah Reum dengan Dong Chi.
Dong Chi akan menempatkan Ah Reum di hotel. Ia menyuruh Kang Soo mengantarnya dan menyuruh Ah Reum jangan keluar dari hotel. Juga lacak nomor ponselnya.
Kang Soo mengerti. Yeol Moo mengusulkan agar dia saja yang melakukan tugas itu, ia rasa akan lebih mudah kalau wanita yang melakukannya. Dong Chi tak setuju. Sangat berbahaya kalau hanya dua perempuan yang bersama.
“Kalau begitu kalian berdua pergi bersama.” Usul Dong Chi. Tanpa penolakan. Yeol Moo bergegas untuk pergi dengan Kang Soo.




“Jangan lakukan hal yang lucu.” Perintah Dong Chi.
“Hal yang lucu apa?” tanya Yeol Moo heran. Dong Chi berkata kalau dia bukan bicara dengan Yeol Moo. Kang Soo salah tingkah, Apa yang kulakukan?
Kang Soo bergegas keluar dengan canggung sedangkan Yeol Moo yang tak mengerti maksud keduanya hanya menatap mereka dengan heran.



*****
Jaksa Moon dan Dae Gi jalan pulang bersama ditengah dinginnya malam ini. Jaksa Moon meminta Dae Gi untuk berkata saja, dia tahu ada sesuatu hal yang Dae Gi ingin tanyakan. Dae Gi membahas mengenai pemindahan Dong Chi, apa Jaksa Moon benar – benar akan memindahkannya?
“Kau tampaknya begitu dekat dengannya. Kita tahu bagaimana suasana tim. Aku tak berpikir kau perlu khawatir tentang mengatakan kata perpisahan.”
Dae Gi berkata kalau selama 30 tahun dia bekerja, tak banyak Jaksa yang seperti Dong Chi. Dae Gi ragu untuk kembali bertanya.
Jaksa Moon mempersilahkan agar Dae Gi bertanya apapun, dia tak akan marah sama sekali.


“Aku tidak berpikir akan  bisa tidur. Karena aku akan begitu penasaran.”
Semuanya sudah diatur jadi Dae Gi tak perlu sungkan untuk bertanya. Jaksa Moon akan menjawab sebisanya.
“kau ingin mengisi Joo Yoon Jang dan Kim Jae Hak. tapi kau takut dia akan menggali lebih dalam. Sung Moo Young, Kepala Urusan Sipil, kau unggul. Jadi kau mungkin tak ingin menyerangnya. Dan kau tak yakin siapa di belakang Pak Man Geun sehingga kau tak bisa mengejarnya.”
Jaksa Moon membenarkan begitu saja.
“Kebetulan, apa ada sesuatu yang lebih dari kasus ini?”
“tidak.” Tegas Jaksa Moon.



*****
Jang Won tak yakin dengan apa yang akan mereka lakukan. Dong Chi yakin tak apa lagipula kalau Jaksa Moon tahu, mereka tak akan mati. Kalau dia memang tak mau, dia bisa keluar dari ruangan tapi tetap biarkan file –nya disana.
Jang Won menopang kepala pasrah, ia melirik kearah Kwang Mi yang menatapnya tajam. Dia pun menyerahkan file nya tapi ditahan oleh Kwang Mi.
“Mari kita lakukan sejauh yang kami bisa. Karena bagaimanapun juga ...” ucap Kwang Mi.
“Kita takkan bisa lebih lama lagi.” potong Dong Chi.
“Ya. kau lusa pergi. jadi semua yang kita miliki adalah hari ini dan besok.”




Jang Won mengeluh, mereka bahkan tak memiliki rencana.
“Ya. Kita akan lakukan pada satu nama. Menurutmu siapa?”
Jang Won tak tahu. Dong Chi mendekatkan kepalanya lalu menumbuk pelan kepala Jang Won.
“Joo Yoon Jang. Direktur Joo Yoon Jang.”
Bingo, puji Dong Chi. Joo Yoon Jang sudah masuk dalam cincin seks, memperkerjakan koruptor dan juga kasus Panda. Tapi Jaksa Lee, berapa banyak yang kau ungkap tentang 'mempekerjakan seorang koruptor?
Jang Won lagi – lagi dengan pasrah berkata kalau dia tak tahu. Dong Chi akan menumbuknya lagi. Kwang Mi memotong dengan bilang kalau mereka memiliki catatan keuangannya.
“Sepertinya Joo Yoon Jang membuat deposito sendiri. Aku tak tahu apa dia terburu-buru, namun ia menggunakan banking secara online.” Tutur Kwang Mi.





Dong Chi rasa mereka bisa menggunakan ini untuk mengadilinya tapi Jang Won sangsi kalau pengadilan akan mengadilinya.
“Selain itu, Direktur Joo memesan tiket untuk terbang ke Jepang besok pagi.” Lapor Kwang Mi.
“Benarkah? Itu lebih baik. Kami memiliki yurisdiksi di luar negeri, jadi kau bisa melakukan penahanan darurat. Kami memiliki yurisdiksi di luar negeri, jadi kau bisa melakukan penahanan darurat. Jadi pergi ke sana dan tangkap dia lalu kembali lagi.”
Jang Won menolak keras, mereka masih muda dan memiliki masa depan cerah. Dong Chi menyindir, Jadi kau takut menimbulkan masalah?
Jang Won mengusulkan untuk menangkan dengan tuntuntan cincin seks saja. Dong Chi berfikir tapi dia rasa itu akan lebih rumit.
Kwang Mi yang melihat sikap Jang Won memutuskan bangkit, dia sudah pernah melakukannya. Dia akan memborgol Direktur Joo.



Jang Won duduk dengan pasrah. Dong Chi memijitnya, apa kau tak malu?
Dong Chi kemudian menyeret tempat duduk Jang Won. Jang Won seketika bangkit, ia ogah – ogahan untuk pergi. “Kau hutang makan malam untukku.”
Dong Chi meng –iya –kan saja ucapan Jang Won.



*****
Yeol Moo ke parkiran hotel untuk pergi. dia khawatir dengan kondisi Ah Reum tapi Kang Soo meyakinkan. Mereka pun bergegas pergi.
Setelah mobil mereka melaju, sebuah mobil langsung parki dan pemiliknya segera keluar.
Rupanya Yeol Moo dan Kang Soo belum benar – benar pergi. Yeol Moo sadar kalau mereka telah diikuti oleh Jae Shik. Ia membuka pintu mobilnya lalu menarik Ah Reum yang sudah berdiri didepan pintu mobil. mereka melaju untuk mencari tempat yang aman menyembunyikan Ah Reum.



*****
Chan terbangun dimalam hari ketika Nenek Baek membersihkan taoge. Nenek bergurau dengan kebiasaan tidur Chan di siang hari sehingga malam hari selalu terbangun.
Pintu rumah terbuka, seseorang masuk. Nenek Baek kira dia adalah Anak – anak tapi ternyata malah Ibu Yeol Moo. Ibu Yeol Moo menatap Chan sayang.
“Chan, kau mengenalnya, kan?” tanya Nenek dan dijawab anggukan oleh Chan.



*****
Kang Soo memohon pada Chang Gi untuk membiarkan Ah Reum tinggal disana semalam. Chang Gi melongo tak bisa berkata apa – apa dan hanya bisa menghela nafas panjang. Ga ikhlas banget.




*****
Chan menggambar di atas koran. Nenek Baek menyuruhnya untuk menggambar dibuku sketsa karena korannya akan dibaca Kang Soo dan Yeol Moo.
“Apa kau tahu di mana buku sketsa dan krayon-nya?” tanya Nenek Baek.
Chan menunjuk lantai atas. Ia bangkit untuk mengambilnya. Ibu Yeol Moo khawatir, dia mengajak Chan untuk keatas dengannya karena tangga berbahaya.
Tak biasanya, Chan mengangguk dan menggandeng tangan Ibu Yeol Moo untuk pergi bersama.



Chan masuk ke kamar Kang Soo dengan diikuti oleh Ibu Yeol Moo. Chan mengambil krayonnya.
“Dimana buku sketsa-mu?” tanya Ibu Yeol Moo. Dengan asal Chan mengambil buku yang tergeletak dibawak kotak milik Kang Soo. Kotak itu pun terjatuh dan terbuka. Ibu Yeol Moo menenangkan, dia yang akan membereskannya.
Seketika itu pula dia terpaku, ada mantel kuning milik Kang Soo disana. mantel yang mirip dengan punya Han Byul.
“Chan!!” suara Kang Soo yang baru pulang. Chan bergegas keluar meninggalkan Ibu Yeol Moo yang tak bisa berkata apapun.



Chan langsung menghambur kearah Kang Soo sedangkan Ibu Yeol Moo memegang mantel itu dengan pandangan kosong. Dia berjalan dengan pelan, mantel siapa ini?
Yeol Moo tersadar. Dia segera menghampiri ibunya dan mencoba bersikap ceria, itu milik Detektif Kang.
“Ini sama dengan punya Han Byul. Di mana dia menemukannya?”
“Dia mungkin membelinya saat kecil. Mantel ini tren saat itu.”
“Di mana kau membelinya? Dimana kampung halaman-mu? Siapa yang membelinya untuk-mu? Apa ibumu membelinya? Di mana ibumu?” berondong Ibu Yeol Moo dengan mata berkaca – kaca. Kang Soo bingung menjawabnya, takut salah ucap hingga dia terus diam.
Yeol Moo memberitahukan kalau Nenek Baek yang membelikan. Ibu Yeol Moo tak percaya, itu kelihatan sudah lama tapi kenapa masih disimpan dengan aman. Seolah tak mau rusak.
Yeol Moo menjelaskan kalau Nenek Baek bukan tipe yang suka membuang barang. Dia menyimpannya dan mengambil lagi untuk digunakan Chan tapi tak tahunya terlalu usang. Dia akan segera membuangnya.



Lutut ibu langsung lemas, dia terhuyung dan bersandar ke meja. Ini benar-benar bukan dia?
Yeol Moo meyakinkan. Lagipula, seandainya memang Kang Soo adalah Han Byul maka Ibu –nya lah yang akan diberitahu lebih dulu. Dan Yeol Moo menunjukkan kupluk jaket Kang Soo, disini ada bulunya sedangkan milik Han Byul tak ada bulunya.
Ibu menatap dalam kearah Kang Soo. “Jika dia anakku, Aku akan mengenalinya.”


*****


1 Response to "Sinopsis Pride And Prejudice Episode 11 – 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^