Sinopsis High School: Love On Episode 20 – 2 END

Sinopsis High School: Love On Episode 20 – 2 END
Ki Soo tak bisa memalingkan pandangannya dari Seul Bi. Seul Bi risih dengan pandangan Ki Soo, ia menghampirinya. Memang ada sesuatu diwajahku?

“Huh? Ya.” Jawab Ki Soo membuat Seul Bi memegangi wajahnya. “Aku yakin mengenal wajahmu. Wajahmu mirip seperti dia. Ini aku! Aku Ki Soo.”

Seul Berfikir sejenak membuat Ki Soo berharap kalau Seul Bi mengenalinya tapi ternyata Seul Bi hanya mengenal Ki Soo sebatas sebagai pengirim makanan dan juga teman Woo Hyun. Kau bekerja disini?

“Kau bercanda. Aku hanya bantu – bantu saja.” kesal Ki Soo.

“Kau teman bos –kan? Kau tetap dibayarkan? Dia terlihat memperkerjakanmu.” Ucap Seul Bi curiga.


Sung Yeol datang ke kedai, Seul Bi langsung menghampirinya dan menawarkan kue beras dengan kalimat yang sering Seul Bi ucapkan sebelumnya.

“Apa kau mengingat kalimat itu?” tanya Sung Yeol penuh harap.

“Ingat! Ingat! Ingat! Apakah ada sesuatu yang harus aku ingat?”

Sung Yeol meminta maaf lalu menyuruh Seul Bi untuk berbicara informal saja padanya. Seul Bi senang karena memang dia suka dengan Sung Yeol, bolehkah?

Sung Yeol meng –iya –kan. Ki Soo yang melihat keajaiban yang aneh ini geregetan, hampir menangis kesel dibuatnya.

*****
Chun Shik memperhatikan kearah teman – temannya yang sedang bertemu, dia melihat kearah mereka tanpa berkedip bahkan sampai gelas yang diisinya hampir luber.

“Jangan menumpahkannya!” tegur Byung Wook sambil penasaran apa yang sedang Chun Shik perhatikan. Dia mengira kalau mungkin Chun Sik menyukai pria juga karena dia memperhatikan Woo Hyun terus – terusan.

“Aku hanya kasihan.”

“Kasihan pantatku!”


Ki Soo menceritakan pada yang lain kalau sekarang Seul Bi tak mengenali mereka. Joo Ah terkejut, apa dia juga tak mengenali cintanya?

Ki Soo menambahkan kalau sekarang Seul Bi malah terfokus pada Sung Yeol, sungguh mengecewakan. Young Eun menyarankan untuk memukul kepala Seul Bi saja, kalau di film kan juga sering seperti itu. dia bersedia untuk memukul kepala Seul Bi.

“Hay, hentikan pacarmu itu!” pinta Woo Hyun.

Ki Soo kemudian menjejalkan makanan pada mulut Young Eun yang mengoceh.


Woo Hyun meminta saran pada mereka, jalan keluar untuk Seul Bi.

“Kau bisa menemukan jalan keluar untuknya.” Celetuk Ye Na sambil melambaikan tangan genit pada seorang yang lewat.

“Kau punya ide?” tanya semua orang menanti jawaban Ye Na.

“Lho, bukannya kita sedang mencari sebuah jalan?” ucap Ye Na memupuskan harapan temannya.


Tae Ho berjalan pulang bersama Joo Ah, ia tanya apakah Joo Ah harus pergi kerja? Dia sedang demam. Joo Ah dengan mantap memilih tetap bekerja.

“Pilih salah satu siapa yang lebih penting? Bekerja atau Aku?” tuntut Tae Ho.

“Kerja.” Jawab Joo Ah asal.

Entah kenapa, jawaban ini melukai perasaan Tae Ho. Joo Ah selalu berkata hal – hal semacam itu. Dia merasa seolah tak berarti apapun bagi Joo Ah.

Joo Ah terkejut, mungkin memang ucapannya selalu cuek tapi sebenarnya dia perduli. “Kenapa kau marah?”

“Sesekali, bukalah tanganmu. Kau bisa berkata itu sesekali saat aku ingin bersamamu.” Kesal Tae Ho pergi meninggalkan Joo Ah. Joo Ah masih terkejut, dia tak menyangka akan menerima reaksi kemarahan Tae Ho.


*****
Sun Bae menantikan kepulangan Seul Bi didepan rumah. Seul Bi bersembunyi dibalik tembok lalu berjalan dengan hati hati untuk mengejutkannya tapi Sunbae malah berbalik dan mengejutkan Seul Bi. Seul Bi ceberut karena dia tak pernah berhasil membuat Sunbae terkejut.

“Kau saja yang mudah dikejutkan.” Ledek Sunbae. “Oiya, bagaimana pekerjaannya? Bos –mu baik?”

Seul Bi hanya merasa terganggu dengan pandangan bos –nya, dia memandangannya dengan hangat tapi terkadang pandangan itu berubah menjadi kesedihan. Bos seperti akan mengatakan sesuatu padanya.


Sunbae berubah sedih, ia teringat ucapan Sung Gook bahwa Seul Bi dan Woo Hyun memiliki ikatan batin yang kasat mata.

Seul Bi kemudian masuk ke rumah, dia harus mengejakan esai dan kemungkinan akan membuatnya tak tidur semalaman. Sunbae mengekor namun seolah dia masih memikirkan tentang ucapan Seul Bi barusan.

Woo Hyun ternyata mengikuti Seul Bi, selepas keduanya masuk. Woo Hyun muncul dan berdiri didepan gerbang rumah Seul Bi. Seolah ia ingin masuk kesana namun ada sesuatu yang membuatnya urung.

******
Keesokan paginya, Seul Bi sudah bersiap untuk melepas gembok yang terpasang didepan kedai. Woo Hyun buru – buru melarangnya, semua itu adalah lambang cinta yang disatukan. Apa kau tak ingat?

“Ingat apalagi sekarang?! Mengingat adalah memikirkan sesuatu yang pernah terjadi di masa lampau. Tapi aku tak pernah melihatmu. Dan juga! Ini tak seperti jika kau menggembok cinta maka cinta tak akan berubah. Lalu kenapa orang – orang putus tiap waktu? Apa kau tak pernah berkencan?” omel Seul Bi.

“Apa kau pernah berkencan juga?” tanya Woo Hyun balik.

Seul Bi tak perduli sudah berkencan atau belum, dia melihat semuanya di TV dan lagi. Gambar sayap yang ada dikaca. Itu juga sangat jelek.


Woo Hyun mengancam akan memecat Seul Bi kalau sampai dia melepaskannya.

“Oh tuhan, Aku benci manusia sepertimu.” Rutuk Seul Bi ngeloyor masuk kedai.

Woo Hyun tersenyum kecil, manusia lagi? Aku pikir kau juga mengimpan ingatanmu jauh didalam sana.


******
Joo Ah sibuk mengepel lantai, seorang menginjak lap –nya membuat Joo Ah mendongak. Tae Ho tersenyum getir karena lagi – lagi dia kalah. Bahkan Joo Ah sama sekali tak menelfonnya semalam.

“Apa kau tak pergi sekolah?”

Tae Ho meraih pel Joo Ah, dia heran kenapa Joo Ah lagi – lagi tak bilang padanya kalau dia akan mengambil cuti. Joo Ah meraih pelnya lagi, dia hanya berfikir kalau dia mengambil cuti semester ini maka dia bisa membayar untuk semester depan tapi menyedihkan ketika melihat cafe sepi.

“Aku yang meminjamnya selama sejam. Aku tak pernah melihatmu lebih dari sejam karena kita sama – sama bekerja.”

Joo Ah marah dan merasa kalau Tae Ho sedang memamerkan uang padanya. Kalau dia punya banyak uang maka gunakan untuk donasi. Joo Ah menyuruh Tae Ho untuk pergi.



Tae Ho berlutut dihadapan Joo Ah, ie memberikan buku tabungan hasil ia bekerja bersama Joo Ah selama ini. Joo Ah merasa kembali diremehkan karena Tae Ho memamerkan uangnya.

Tae Ho berfikir kalau dia menyimpan uang bersama dengan Joo Ah. Dia lebih menganggap itu semua sebagai memori –nya bersama Joo Ah. Gunakan uang ini dan kembali lah ke sekolah.

Joo Ah meraih buku tabungannya lalu meminta Tae Ho untuk bangkit. Tapi setelah berdiri, ia mengembalikan buku tabungan itu lagi. Dia tak butuh uang Tae Ho, dia bisa mendapatkannya sendiri.



“Karena aku harus selalu berada disini bersamamu.”

“Apa kau akan pergi?” tanya Joo Ah dengan mata mulai berkaca – kaca.

Tae Ho hanya ingin Joo Ah hidup dengan baik selama dua tahun kepergiannya. Dia meminta Joo Ah percaya saja pada uang yang telah mereka simpan daripada dirinya.

“Apa kau sudah mendaftar wajib militer?” tanya Joo Ah namun tak mendapatkan jawaban. Tae Ho hanya tertunduk sedih, itulah jawaban yang tak usah diucapkan.


Tae Ho meminta Joo Ah jangan tersenyum pada pria lain. Duduklah di pojok perpustakaan dan menyembunyikan wajahnya dengan topi setiap waktu.

Joo Ah memeluk Tae Ho dengan tangisan. Jika memang sulit untuk menunggu, Tae Ho melepaskan Joo Ah kalau dia memang tak mau menunggu.

“Aku akan menunggu.” Mantap Joo Ah. Tae Ho pun menghapus air mata Joo Ah lalu kembali mendekapnya.


******
Sun Bae memperbaiki lampu depan rumahnya yang selalu berkedip – kedip. Dia juga memperbaiki gembok gerbang rumah. entah apa maksudnya semua ini.

Seul Bi, tetap biarkan pintunya tertutup. Aku tetap tak bisa membuka pintu hatimu. Maaf telah membuatmu merasa sulit.” Batin Sun Bae.

Sun Bae menoleh, Woo Hyun rupanya sudah berada disana.

Keduanya duduk bersama dibangku jalan dan Sun Bae sudah mengepak barang – barangnya, sudah waktunya untuk dia pergi. Ia meminta Woo Hyun menjaga Seul Bi. Woo Hyun mengucapkan terimakasih karena Sunbae sudah menyelamatkan Seul Bi.

“Cintamu lah yang sudah menyelamatkan Seul Bi. Ingatannya akan kembali karena selama ini dia selalu bersamamu meskipun dia bersamaku.” Ucap Sun Bae meninggalkan Woo Hyun.

Woo Hyun berjanji pada dirinya sendiri akan lebih mencintai Seul Bi.

Sun Bae memandang kosong kearah jalanan sampai seseorang yang buru-buru harus menabraknya. Dia ngedumel karena sudah telat. Saat mendongak, rupanya dia adalah Ye Na. Ye Na menatap Sun Bae dengan tatapan terpesona.


*****
Seul Bi harus mengiris bawang di kedai, sudah jelas dia langsung berderai air mata. Woo Hyun yang memperhatikan tak bisa tinggal diam, ia menunjukkan rahasia –nya pada Seul Bi lalu memasangkan helm ke kepala Seul Bi.

“Aku memberitahukan rahasiamu karena kau terlihat begitu buruk.”

“Aku pikir aku pernah mendengar (ucapan) itu. Terimakasih!” ucap Seul Bi.

Sung Yeol memperhatikan Seul Bi, dia yakin kalau dia bukanlah Seul Bi. Lain dengan Ji Hye, ia percaya kalau gadis itu Seul Bi. Sung Yeol kembali menggeleng. “Dia menyukaiku. Aku rasa dia bukan Seul Bi. Dia kan hanya menyukai Woo Hyun.”

Ji Hye menatap Sung Yeol dalam.

“Jangan melihatku seperti itu. Dia bukan tipeku.”

“Dan kau punya seribu tipe kan?”

“Tidak! Sepuluh ribu tipe.” Canda Sung Yeol.

*****
Jae Suk keluar dari sebuah gedung, ia melihat beberapa anak sedang menindas anak cupu yang hanya diam. Jae Suk menegur mereka namun mereka malah menyuruh Jae Suk memberikan dompetnya.

Jae Suk menolak tapi jumlah mereka cukup banyak untuk mengerubuti Jae Suk dan mencari dompernya.
Sebuah suara sirine polisi mengejutkan gank itu, mereka kabur seketika.

Suara itu rupanya berasal dari Da Yool, dia menggunakan ponsel untuk menakuti mereka. Dia menasehati Jae Suk agar tak terjebak pada mereka. Jae Suk merasa kalau dia cukup kuat untuk melawan mereka.

“Ah, Dasar keras kepala!”

Suk Hoon lewat saat keduanya sedang berbincang, ia geleng kepala. Da Yool belum punya hak kencan sampai mendapatkan universitas. Da Yool pun cemberut dibuatnya, ah sikapnya itu!

“Dia lebih buruk dariku saat tes bahasa inggris.”

“Benarkah?” tanya Da Yool girang dan Jae Suk pun mengangguk.


Jae Suk menanyakan mengenai audisi Da Yool, seketika ia pun berubah cemberut karenanya. Jae Suk meyakinkan kalau semua ini untuk Da Yool agar dia bisa lebih sempurna lagi.

Da Yool berubah ceria, “mereka ingin aku berlatih dalam grup!” serunya.

Jae Suk senang, ia memeluk erat Da Yool. Jae Suk yakin kalau saat dimana Da Yool diterima memang akan terjadi.

*****
Woo Hyun mengikuti Seul Bi saat pulang kerja, ia membantunya membawa barang yang tampak berat. Woo Hyun bertanya bukankah menjadi hidup itu sulit kan?

“Ini tidak mudah tapi tetap menyenangkan. Aku merasa hidup.” Woo Hyun menatap Seul Bi dalam. “Kau! Kau! Itu pandangan yang diberikan seorang pria pada gadis yang dia cintai.”

Woo Hyun mengerjap sadar. Seul Bi tahu kalau Woo Hyun sekarang terkejut, dia sering melihatnya dalam drama. Dia mengaku sebagai drama addict.

“Aku tahu.” Jawab Woo Hyun. Seul Bi langsung bergidig ngeri, jangan – jangan Woo Hyun adalah penguntit.

Woo Hyun menunduk, ia tiba – tiba berjongkok untuk meraih ikat sepatu Seul Bi yang lepas. Seul Bi terkejut dengan sikap tak terduga Woo Hyun, ia melangkahkan kakinya mundur. Woo Hyun menarik kembali kaki Seul Bi, Dia melakukan hal ini sepanjang waktu. Mengikat tali sepatu-nya atau dia akan terjatuh. Dia meminta Seul Bi untuk meraih tangannya ketika akan terjatuh.

“Kau akan jatuh bersamaku.” Ujar Seul Bi.

“Ini sedikit memalukan tapi mereka kan bisa bangkit bersama.”

“Jika aku tak jatuh maka kau tak akan terluka.”

“Kenapa tidak?” tanya Woo Hyun.

Seul Bi mengerjap sejenak seolah ucapan tadi terlontar begitu saja dari mulutnya. Dengan asal dia bilang kalau Woo Hyun adalah bos –nya jadi dia harus menggajinya.

Suatu tempat dimana memorimu. Disitulah aku tinggal.” Benak Woo Hyun.


Woo Hyun mengantar Seul Bi sampai rumah, dia menunjuk kalung yang dikenakan Seul Bi. Seul Bi mengaku dia tak tahu dari mana asal kalung itu tapi seolah sudah menyatu dengannya. Woo Hyun bilang kalau kalung itu adalah kalung keajaiban yang akan membawa Seul Bi kembali pada orang yang ia sukai.

Seul Bi bersiap melepas kalungnya, dia mau menyukai orang baru saja. Woo Hyun mencegah, “itu juga bisa membawamu pada orang baru.”

Seul Bi urung melepasnya, bukankah Woo Hyun juga punya yah?

Woo Hyun membenarkan.

“Banyak orang yang percaya dengan ini tapi ternyata hanya sebagai taktik penjualan. Mereka membodohimu.” Ucap Seul Bi lalu pamit masuk. Woo Hyun menggenggam kalung yang terpasang apik dilehernya. Ia masih memiliki keyakinan akan keajaiban kalung tersebut.


Woo Hyun mengenang kembali kebersamaannya dengan Seul Bi, ia melihat gambar hati yang dibuat mereka berdua. Ada juga harapan Woo Hyun yang tertulis disana. [Kembalilah Seul Bi.]

Tak perduli kau Seul Bi yang sama atau Seul Bi yang berbeda sekarang, ini tak menjadi masalah. Sama halnya jika kau manusia atau malaikat. Asalkan kau ada bersamaku.

******
Seul Bi sedang bertingkah dengan mesin minum, dia memukulnya dan berseru girang saat berhasil mendapatkan dua botol soda.

“Selamat!” ucap Woo Hyun yang sedari tadi memperhatikan.

Seul Bi memberitahukan kalau Oppa –nya sudah mendapatkan pekerjaan dan sekarang dia harus pergi. Ia ingin merayakannya tapi juga tak menyangka bisa satu sekolah dengan Woo Hyun.

Beberapa orang yang berlalu menatap mereka. Seul Bi merasa ada yang salah atau sesuatu dengannya.

“Aku cukup populer disini. Aku bisa menyanyi, menari dan juga atletik.” Woo Hyun membanggakan diri tapi setelah menoleh, rupanya Seul Bi sudah pergi meninggalkannya.


Seul Bi terhenti saat melihat Sung Yeol bermain bersama gadis – gadis. Sung Yeol juga menangkap kehadirannya, ia pun menghampiri Seul Bi.

“Hey, Kenapa kau terus – terusan membuntutiku? Kau bukan tipeku!” tegas Sung Yeol.

“Aku tak pernah meminta sesuatu. Tidak bisakah memperhatikanmu?”

Sung Yeol tetap melarang. Seul Bi rasa ia bebas menyukai siapapun. Sung Yeol dengan gamblang bilang Woo Hyun hidup untuk menjaganya. Dia dan Seul Bi hanya membuat Woo Hyun terus menanti. Dia menyuruh Seul Bi untuk segera mengembalikan ingatannya.


Sung Yeol langsung berbalik tanpa memperdulikan Seul Bi.

“Baik, kerja bagus! Aku pasti keren!” gumam Sung Yeol bangga lalu kembali menuju gadis – gadisnya.

“Payung Jelek. Jatuh saja sekarang!” rutuk Seul Bi menggerakkan tangannya. Dan tanpa diduga, Sung Yeol benar – benar terjatuh dihadapan para gadis.

Seul Bi terkejut dan berlari pergi.

Woo Hyun memperhatikan Seul Bi yang berlari, hatinya pasti hancur saat ini.

*****
Murid sekolah mengikuti seorang guru baru yang dibawa oleh Sung Gook. Mereka tampak antusias dan memuji ketampanannya. Siapa lagi kalau bukan Sun Bae. Keduanya berpapasan dengan Pak Kim dan Pak Yoon.

“Halo. Saya guru sastra yang baru. Cheon Chang Jo.” Kenalnya.

Pak Yoon begitu senang lalu mengajak Sunbae dan Sun Gook untuk menjadi F4. “Ketua, Aku, Guru Sastra.....” Pak Yoon menatap Pak Kim tak yakin. “mari kita hanya buat F3 saja.” hahaha. Sontak Pak Kim memukul lengan Pak Yoon kesel.


Sung Gook berbisik pada Sunbae bahwa Pak Yoon bukanlah orang yang buruk jadi tak perlu dijauhi. Mereka hanya perlu berbuat baik padanya.

Sun Gook berbalik menatap Pak Yoon, “Dengan melihat penampilan dan gayamu. Kau harus menjadi Goo Jun Pyu.”

Sun Gook kemudian berjalan pergi, sedangkan Pak Yoon tertawa terbahak. Dia tersanjung disebut sebagai Goo Jun Pyu.

*****
Seul Bi sedang bersih – bersih, dia menoleh dan mendapati gambar hati yang ada dipapan tampak bercahaya. Seul Bi menghampiri lalu meletakkan jemarinya mengikuti alur garis pada papan, tampaklah sebuah cahaya aneh muncul dijemari Seul Bi mengkuti alur garis dipapan.

Bayangan Woo Hyun pun muncul disana, keduanya membuat alur tersebut sampai jari mereka bersentuhan.
Dan seketika kepala Seul Bi terasa pening.



Seul Bi berjalan pulang dan Woo Hyun selalu mengekor dibelakang Seul Bi. Meskipun agak terkejut dengan kehadiran Woo Hyun, Seul Bi kemudian bertanya Apakah begitu menyakitkan saat kita tak bisa mengingat?

“Ini sangat menyakitkan ketika harus menunggu.”

“Lalu apakah buruk ketika menyukai seseorang?”

“Bukan buruk tapi menyakitkan.” Jawab Woo Hyun.

Seul Bi merasa sedih sudah ditolak oleh Sung Yeol padahal ini kali pertama ia mengungkapkan perasaannya. Mendengar ucapan Seul Bi, Woo Hyun hanya tertunduk pilu.

Lampu masih merah, dengan segera Seul Bi berjalan melewati zebracross tapi tiba – tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melintas. Woo Hyun yang tersadar bergegas meraih lengan Seul Bi.

Waktu seolah berhenti sejenak dengan Seul Bi yang masih terbelalak. Woo Hyun menarik Seul Bi hingga jatuh dalam pelukannya. “KAU!” bentaknya. Woo Hyun begitu ketakutan hingga ia marah dan berjalan meninggalkan Seul Bi yang masih terpaku.



Seul Bi berjalan pulang, Woo Hyun ternyata masih mengikuti Seul Bi dan tak tega untuk meninggalkannya. Seul Bi masih diam, matanya mulai tergenang air mata. Dia mulai menangis, ingatan kebersamaannya dengan Woo Hyun kembali terulas dalam pikiran Seul Bi. Ingatannya telah kembali.

Kenangan ini mulai bermunculan satu persatu dalam benaknya.


“Aku marah padamu tadi. Maaf. Kau pasti sangat terkejut. Istirahatlah.” Woo Hyun berjalan mendahului Seul Bi.

“My Puppy. .” ucap Seul Bi dengan bergetar menahan tangis. “Maafkan aku, aku sangat terlambat untuk mengingat. Maafkan aku telah membuatmu menunggu.”

Tak ada kata yang ingin Woo Hyun ucapkan, semua tercurah saat dia berbalik dan memeluk Seul Bi penuh kerinduan. “Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu.”

Seul Bi pun sama. Keduanya berpelukan dengan erat melepas kerinduan yang tertahan selama ini.


*****
Hari yang cerah, secerah para penghuni Kedai Gong yang sedang berkumpul untuk merayakan kembalinya Seul Bi. Sung Yeol masuk, “Pesta!! Aku disini.”

Semua orang bahagia dengan pasangan mereka masing – masing. Da Yool dan Jae Suk. Byung Wook dan Si Unyu. Tae Ho dan Joo Ah. Ki Soo dan Young Eun. Dua manusia jomblo penebar pesona, Sung Yeol dan Ye Na.

Mereka semua disini untuk Seul Bi. Ye Na menyuruh Seul Bi jangan sampai lupa ingatan, dia saja yang suka lupa.

“Kau tak punya kepintaran bukannya tak punya ingatan.” Ejek Young Eun membuat semua tertawa.



Woo Hyun menagih hadiah untuk natal, Seul Bi bingung karena tak menyiapkan.

“Hanya kau yang kubutuhkan.” Gombal Woo Hyun membuat temannya ingin melemparinya dengan gelas. Woo Hyun cekikikan kemudian merogoh saku jaketnya, hadiah untuk Seul Bi dan TADA.

“Aku!!!” gombalnya Woo Hyun seraya meletakkan dua tangannya didekat wajah. Mereka kembali ramai ingin memukuli Woo Hyun.


Mereka pun bersulang untuk pesta mereka kali ini. Bersama orang tercinta. Menghabiskan waktu yang tak akan kembali terulang disaat sudah menua. Kisah cinta yang terjalin sejak SMA. HIGH SCHOOL: Love On.

Dimana cinta mereka mulai bersemi dimasa SMA.








*****
Seul Bi dan Woo Hyun berjalan bergandengan dibawah mentari yang bersinar cerah. Menapaki hari baru untuk mereka dalam kebersamaan.
We got back together as if we were fated to be together. We love each other again. Our youth and love to be remembered ---- Kita kembali bersama jika kita memang ditakdirkan untuk bersama. Saling mencintai lagi. Masa muda dan cinta kita akan terkenang. [YI SEUL BI]
In our beautiful 20's, we are in love once again.

TAMAT
Sekali lagi bersyukur telah kembali menyelesaikan sebuah drama.
Drama yang aku mulai sejak beberapa bulan yang lalu karena kecintaanku pada K-POP. Aku pun mengikuti High School: Love On dan cukup mengesankan untuk episode awal sampai sekitar 5 episode memang begitu menarik dan sayang untuk dilewatkan.
Meskipun cerita di tengah memang agak boring karena terlalu berkutat pada kecemburuan Sung Yeol dan ambisinya mendapatkan Seul Bi benar-benar bikin geget. Untungnya, Unyu –nya Seul Bi bikin nagih buat terus mengikuti dan reader yang begitu Daebak. Maaf jarang bales komenan setiap Reader yah. Mian *BOW
Episode 1 dan terakhir menjadi favoriteku. Dimana Episode terakhir menunjukkan semua karakter memiliki kebahagiaan mereka sendiri.
Sung Yeol yang makin ganteng karena bisa tersenyum cerah disetiap scene Episode 20. Dia bukan lagi Hwang Sung Yeol melainkan Lee Sung Yeol. Aku suka bagaimana dia memperlakukan Seul Bi, tak lagi mengejar bahkan obsesi. Meskipun yakin dia masih perduli tapi ia merelakannya demi Woo Hyun. Meskipun aku pengin lihat dia punya pasangan diakhir episode.

Paling menyita perhatian. Tae Ho dan Joo Ah. Keduanya punya kemistri yang bikin geget deh. Suka interaksi mereka, Joo Ah yang masih dingin tapi perduli. Tae Ho yang mau menerima sikap dinginnya apa adanya. Meskipun mungkin sakit ketika ucapan Joo Ah selalu tak perduli tapi akhirnya dia tetap kembali pada Joo Ah. Didepan Joo Ah, Tae Ho kaya anak anjing yang nurut.
Scene buku tabungan itu, SUKA BANGET. Dan kayaknya, mereka dikehidupan nyata cukup dekat juga. Yang jadi Tae Ho ini orangnya supel kek –nya, dia sering upload foto bareng cast lain. Yang sama Joo Ah juga ada.



Woo Hyun dan Seul Bi. Sejak sudah bisa menebak kalau mereka tak akan ada skinship yang berlebihan mengingat Seul Bi yang masih dibawah umur dan status Woo Hyun sebagai idol. Tapi cukup suka dengan kebersamaan mereka.
Keduanya menggambarkan kisah cinta remaja yang berubah menjadi lebih dewasa setelah perpisahan selama dua tahun. Perpisahan yang tak tahu kapan akan ada titik temunya tapi Woo Hyun selalu percaya pada keajaiban. Keajaiban yang akan menyatukan mereka. Fate?

Sekian tulisanku. Berakhirlah recap untuk High School: Love On.
Terimakasih untuk komentar dan dukungannya.


12 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 20 – 2 END"

  1. makasi mba fuji,sdh membuat sinopsisini smpai end^^,ikut bahagia juga liat drama ini yg semua happy ending,awal yg manis d diakhiri dgn manis. keponakan sy yg masi berumur 13 tahun menyukai drama ini,ktx titp slam buat mba fuji yg manis^^ . blog drama yg pertama sy kenlkan krna cerita anak sekolah.. ahh berharap ada drama indonesia seperti ini

    ReplyDelete
  2. Makasih mba buata sinopx... the best deh buat mba..

    ReplyDelete
  3. Makasih buat post'a,,, sumpah keren abis ceritanya akhir ynk indah meski tak semuanya berpasangn,,,, klw ada part 2nya kren pasti, tp syang korea mh susah ya buat lanjutan,,,, tp ckup mngesenkn dengan kembalinya gomal woo hyun👍👍👍

    ReplyDelete
  4. akhirnya selesai juga baca sinopsis ini huaaaa.. seneng, sedih asem manis jadi satu di drama ini ,,,,makasih mbaknya bwt sinopsis ini,,daebak...

    ReplyDelete
  5. iya sepakat pas di tengah2 yg sung yeol melakukan berbagai macam cara untuk memisahkan woo hyun dan seul bi, aq skip2 bacanya.
    makasiii mba uda dibikinin sampe akhir.

    ReplyDelete
  6. crita.a bagus tp aku krang ngerti knp ko seul bi bsa hlang ingatan ya gda pnjelasan.a cma d jlasin ajah sun bae bsa jd mnusia tp crta seul bi.a gda

    ReplyDelete
  7. Makasih udah bikin sinopsisnya :D seneng ga ketebak yaa akhir jalan ceritanyaa akhirny semua bahagia ^^

    ReplyDelete
  8. Trimakasih unnie buat sinopsisnya, aku baca sampe tamat lho😁😁

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^