Sinopsis High School: Love On Episode 20 – 1

Sinopsis High School: Love On Episode 20 – 1
Sung Yeol terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit, luka yang dideritanya memang cukup parah.

Woo Hyun bersama dengan Ji Hye dan Woo Jin tengah melihat kondisi Sung Yeol. Woo Hyun menyalahkan dirinya sendiri, dia berharap kalau semua ini terjadi padanya saja. dia khawatir kalau Sung Yeol tak akan bangun lagi.

Ji Hye menenangkan, selagi Woo Hyun ada disampingnya maka Sung Yeol akan bangun. Ia pun memeluk Woo Hyun, memberikan sedikit ketentraman untuk putranya itu. Woo Jin pun juga meyakinkan kalau Woo Hyun sudah menolong Sung Yeol kok.


[2 Tahun Kemudian]

Di siang yang begitu cerah, Hujan mengguyur dengan begitu derasnya membuat siapapun berlari mencari tempat berteduh. Begitu pula dengan Woo Hyun yang mencari tempat berteduh. Dipandanginya hujan tersebut, pandangan yang mengisyaratkan kerinduan. Penuh kerinduan. Ia tengadahkan tangannya, membiarkan butiran air hujan tersebut menyusup di jemarinya.

Seorang gadis berhenti disamping Woo Hyun, dibukanya payung yang telah ia bawa. Woo Hyun menoleh, pandangannya terkunci pada kalung yang dikenakan gadis tadi. Dia tak mampu berucap sampai akhirnya gadis disampingnya itu berlalu.

“Kau, kau.” Panggil Woo Hyun tapi tak mendapat respon dari gadis berpayung tadi.

“Hanya sehari, se –jam atau bahkan sekejap. Aku harap aku bisa melihatnya. .” batin Woo Hyun.


Jodoh? Jarak Antara Hatimu dan Hatiku Hanya 3 Inci

Mata Sung Yeol jelalatan melihat para gadis yang berlalu lalang disekitarnya, dia begitu menyukai tempat ini. Woo Hyun menyuruh Sung Yeol untuk berhenti melihat para gadis dan masuk kelas.

Sung Yeol tak bergeming, dia begitu menyukai matahari dan anginnya. Dia menyukai semua tentang gadis. Jadi, Woo Hyun harus mengisikan dia daftar hadir. Dia harus pergi.

“Hey.. Oppa datang!” seru Sung Yeol ngeloyor pergi menemui para gadis.

Woo Hyun tersenyum geli, siapa yang bisa menghentikan Sung Yeol? Woo Hyun kemudian melihat jam tangan-nya, dia terkesiap dan bergegas pergi.

Rupa – rupanya, Woo Jin sekarang juga ikut mengelola kedai kue beras. Dia bertanya pada Woo Hyun, dimana Sung Yeol?

“Dia sedang pergi kencan.”

Ki Soo merasa kalau Sung Yeol memiliki bakat. Bagaimana bisa dia pergi kencan tiap hari? Andai dia juga bisa melakukannya. Sung Yeol sungguh tak setia.

Dan sang kekasih, Young Eun langsung memelototi Ki Soo penuh ultimatum. “Bukankah pukulanku sudah cukup?”

Untuk mengalihkan, Ki Soo mengajak Young Eun untuk nonton film mumpung Woo Hyun ada disana. Young Eun masih menatap Ki Soo tajam, dia lebih ingin memukul Ki Soo. Pukulan yang belum didapatnya semalam.

“Kalau begitu, pukul aku menggunakan bibirmu.” Hahaha. Ki Soo pun langsung lari sebelum mendapat pukulan Young Eun. Woo Jin hanya tersenyum geli melihat tingkah dua bocah tadi.

Woo Hyun berniat membantu membereskan meja yang penuh piring kotor tapi Woo Jin melarang, dia menyuruhnya untuk ganti pakaian saja.

“Ibu dimana?” tanya Woo Hyun.

*****
Dua gadis SMA menatap malas ke arah guru Konseling mereka, yap. Ahn Ji Hye. Ji Hye tak percaya kenapa kedua anak dihadapannya itu tak memiliki mimpi? Padahal mereka bisa memimpikan apapun.

“Aku bahkan terlalu malas untuk bermimpi dalam tidurku.”

“Aku tak punya uang. Tak punya koneksi, tak memiliki pendidikan tinggi dan wajahku tak begitu cantik tanpa operasi plastik. Aku harus melihat kenyataan.”

Ji Hye menyarankan pada keduanya untuk bekerja keras dan membeli koneksi dan kau bisa mendapatkan pendidikan. Ji Hye menghampiri gadis yang ada gendut lalu menghapus lipstik tebalnya, “dan kau cukup cantik.”


“Br*ngsek. Sangat mengganggu.” Umpatnya.

“Br*ngsek? Aku menemukanmu tak memiliki mimpi, itu jauh lebih mengganggu.” Kesal Ji Hye. Dia memberikan keduanya setumpuk buku lalu menyuruh mereka menulis sampai mendapatkan mimpi mereka. Mungkin diawal akan sangat gelap tapi akhirnya mereka akan mendapatkan titik terang.

“Apa yang kau katakan? Bukankah konselingnya sudah berakhir?” tanya keduanya segera bangkit.

Ji Hye mengeluarkan sebuah foto yang menunjukkan gambar Woo Hyun dan Sung Yeol yang saling merangkul dan tersenyum bahagia kearah kamera. Ji Hye menjatuhkannya ke meja, sontak dua gadis yang sudah akan pergi langsung membelalakkan mata. Mereka terpesona dengan wajah rupawan Sung Yeol dan Woo Hyun, “Mereka sangat hot! Siapa mereka?”

“Bukankah kalian ingin pergi ke universitas yang sama dengan mereka? Mereka ada di universitas yang sama.”

“Universitas mana? Aku juga mau kesana.” tanya mereka antusias.

“Jadi punyalah mimpi.” Tegas Ji Hye.


Ji Hye berjalan pergi dengan angkuhnya, dia mengucapkan terimakasih pada dua putra kesayangannya. Woo Hyun dan Sung Yeol.

Omona. Caranya boleh ditiru? Ampuh!!

*****
Sung Yeol sedang kencan bersama gadisnya, gadis itu bertanya apa yang diinginkan oleh Sung Yeol, kencan?

Dengan jujur tanpa basa – basi, Sung Yeol berkeinginan untuk bersenang – senang lalu putus. Gadis yang dikencani Sung Yeol tampak sedikit berfikir tapi kemudian ia bilang kalau Sung Yeol sangat jujur. Dia suka pria jujur.

“Tapi aku tak suka dengan orang yang tidak jujur.” Ketus Sung Yeol meninggalkan gadis tadi.


“Maaf!” seru seorang pelayan membuat Sung Yeol terhenti sejenak seolah dia mengenal betul suara itu.
Namun suara ponsel membuat perhatian Sung Yeol teralih lalu melanjutkan perjalanan.

Selepas kepergian Sung Yeol, gadis tadi berbalik. Suara itu memanglah suara orang yang sangat Sung Yeol kenal, Dialah Lee Seul Bi menjadi pelayan dan penampilannya sedikit berubah. Berponi.

Sung Yeol berlari dengan berpayung tangan, ia mencari tempat berteduh dan tanpa disadarinya ia melewati seorang gadis yang wajahnya tertutup payung.

Gadis tadi tak lain adalah Seul Bi yang menghampiri SUN BAE. Karena hujan yang deras, Sun Bae mengajak Seul Bi untuk masuk ke toko.

Sung Yeol kembali merasakan sesuatu, ia mencoba melihat wajah sang gadis tapi lagi – lagi terhalang.

Sun Bae tanya bagaimana keadaan Seul Bi ditempat kerja, apa dia memecahkan gelas lagi? Seul Bi menggeleng, dia tak memecahkan gelas hanya saja menumpahkan kopi pada pelanggan. Sun Bae tersenyum, dia sudah bisa menebak.

Sung Yeol masih diluar toko menatap kearah Seul Bi, Seul Bi menyadari pandangan Sung Yeol. Dia terbelalak juga melihat Sung Yeol. Sun Bae melihat Sung Yeol juga lalu mengajak Seul Bi untuk pergi.

Seul Bi berkata kalau dia baru memakan separuh mie –nya tapi Sun Bae tak menggubris.


Sung Yeol menatap kearah keduanya dengan terpaku, Seul Bi menoleh kearah Sung Yeol yang masih diam saja tak tubuhnya terguyur hujan.

Seul Bi berlari memberikan payung padanya, “Kau bisa demam.”

Sung Yeol masih terpaku seperti orang linglung bahkan membiarkan Seul Bi berjalan bersama Sun Bae meninggalkannya.



*****
Sung Yeol masih memikirkan kejadian tadi, dia dicafe bersama dengan Woo Hyun tapi seolah hanya sendiri disana tanpa siapa – siapa.

“Hujan asam bisa membuat rontok rambutmu. Kenapa bisa basah padahal ada payung ditanganmu?”tanya Woo Hyun memecah keheningan.

Sung Yeol rasa dia sepetinya gila. Woo Hyun membenarkan tapi gila bukan karena hujan hujanan.


Sung Yeol menuangkan soju lalu mengedikkan dagu agar Woo Hyun meminumnya. Woo Hyun menatapnya aneh, kenapa kau ingin aku mabuk?

Sung Yeol mendekatkan tangannya ke leher Woo Hyun, dia akan membunuh Woo Hyun. Dia lalu menggelitiki lehernya. Woo Hyun menahan tangan Sung Yeol lalu dipelintir hingga dia meringis kesakitan.

“Apa? Kau mau Hyung melakukan ini? Huh?”

“Berhenti bertingkah bodoh.” Seru Sung Yeol.

“Siapa Hyung –mu? Huh?” tuntut Woo Hyun.

“Ini sakit. Tolol!” umpat Sung Yeol.

Woo Hyun berhenti memelintir tangan Sung Yeol, dia heran kenapa Sung Yeol tak bisa memanggilnya Hyung padahal dia lahir duluan? Woo Hyun memujati tangan Sung Yeol yang terus tertunduk, dia kira ini cukup membuat Sung Yeol kesakitan.

“Hyung.” Panggil Sung Yeol mengejutkan Woo Hyun. “kau merindukan Seul Bi? Kau merindukannya, kan? Hyung?”

Woo Hyun diam. Mulutnya terkunci untuk menjawab pertanyaan Sung Yeol.


Sung Yeol berakhir dengan mabuk berat, Woo Hyun harus memapahnya dengan susah payah.

“Kenapa kau sangat mabuk? Kenapa kau begitu tinggi?” rutuk Woo Hyun.

Dan lagi – lagi, Seul Bi berjalan disekitar Woo Hyun dan Sung Yeol tanpa mereka sadari.

Seul Bi melihat sebuah selebaran yang tertempel di tiang listrik. Ini lowongan kerja di Kedai Miss Gong, Seul Bi terkikik geli karena namanya aneh. Tapi dia akan menyimpan lowongan itu lalu melanjutkan perjalanannya.

*****
Woo Hyun membuka kembali kotak yang berisi kenangannya bersama dengan Seul Bi. Ia membaca sebuah surat yang tersimpan didalamnya.

Aku harap bisa membaca surat ini disampingmu saat kau mendapatkannya. Dan aku berharap jika aku tak berada disana dan kita tak bisa mengenali satu sama lain. Kita akan bertemu lagi selama kita memiliki kalung ini. Dan kita akan saling mencintai satu sama lain dari awal lagi, ‘Hi! Aku Yi Seul Bi. Aku akan mencintai Woo Hyun.’

Woo Hyun, bolehkah aku mengatakannya? Aku mencintaimu. Aku akan mencintaimu meskipun aku tak mengingatmu.


Yeah. Surat ini adalah surat yang Seul Bi tulis di pos surat dengan pengiriman satu tahun setelah dimasukkan salam kotak. Surat yang ditulisnya dengan deraian air mata oleh Seul Bi.


Woo Hyun pun tak kalah sedihnya kala membaca surat Seul Bi. Dia menangis bertanya dimana keberadaan Seul Bi sekarang? Dia merindukannya.

*****
Untuk menghilangkan mabuk, Woo Hyun dan Sung Yeol minum sup buatan Ji Hye.

“Lihatlah! Apa kalian pergi kuliah hanya untuk mabuk?”

“Lihat! Kenapa kau selalu pulang dengan punggung Woo Hyun?” omel Woo Jin pada Sung Yeol.

“Kau tidak benar – benar menyeret lengan dan kakiku kan?” tanya Sung Yeol.

“Aku hanya dengan sukarela menyeretmu.” Canda Woo Hyun.

Sung Yeol lagi – lagi mengumpat pada Woo Hyun dan dengan segera dihadiahi pukulan sendok oleh Woo Jin, jangan panggil saudaramu seperti itu!!

“Jangan pukul dia dengan sendok!” larang Ji Hye pada Woo Jin.

[FLASHBACK]

Saat Sung Yeol masih terbaring di rumah sakit, Ji Hye dan Woo Jin menemaninya diruang tunggu. Woo Jin memberitahukan kalau dia sudah tak memiliki pekerjaan lagi, dia keluar. Ji Hye bilang kalau semua ini adalah kecelakaan maka dia akan merawat Sung Yeol.

“Aku akan menjadi Ayah yang baik. Untuk Sung Yeol...... Dan Woo Hyun.” Ucap Woo Jin membuat Ji Hye terkejut.

Inilah awal dari bersatunya mereka kembali dan alasan kenapa Woo Jin mengurus kedai Nenek Gong.

[FLASHBACK END]

Woo Jin terkesiap melihat seorang dihadapannya, Yi Seul Bi. Diraihnya tangan Seul Bi dengan penuh tanda tanya, “Yi Seul Bi. Darimana saja kau?”

“Yi Seul Bi? Namaku Cheon Sa Rang. Apakah aku tak bisa bekerja disini karena aku bukan Yi Seul Bi? Aku butuh uang untuk membayar kuliah dan sewa.”

Woo Jin bingung tapi dengan mantap dia menerima Seul Bi bekerja.


Woo Hyun kembali ke kedai, dia terbelalak melihat Seul Bi berada dikedai. Diraihnya Seul Bi dalam dekapan Woo Hyun. Sontak Seul Bi yang tak mengingat Woo Hyun pun menamparnya, dia heran dengan semua orang yang menyebut Seul Bi.

Woo Hyun diam. Air matanya mengalir tak bisa tertahan. Seul Bi merasa bersalah tapi bagaimanapun mana bisa seorang yang tak dikenal asal peluk?

Dihapusnya air mata Woo Hyun, “Air mata ini. . . .”


Seketika kepala Seul Bi sakit, kilasan saat dia memeluk Woo Hyun terbayang dalam benaknya. Airmata yang begitu hangat, itulah kata – kata yang selalu diucap Seul Bi.

Seul Bi menoleh dan melihat papan yang penuh coretan dan yang menjadi pusat perhatiannya adalah dua buah gambar hati yang disatukan sebuah garis. Buatan Woo Hyun dan Seul Bi,

“Kenapa semua grafitti ini disini. Aku akan menghapus semuanya dihari pertamaku kerja.”

“Itu semua adalah memori seseorang. Dan kau tak bisa begitu saja menghapus ingatan seseorang.”
Seul Bi rasa bagus juga, dia tak akan menghapusnya.

Sung Yeol masuk ke kedai juga. Seul Bi langsung menyapanya sebagai Pria Payung (dulu juga dia panggilnya gitu pas pertama ketemu).

“Apa kau mengenal Sung Yeol?” tanya Woo Jin penuh harap.

“Namanya Sung Yeol? Aku suka namanya.” Ucap Seul Bi girang. Lagi – lagi ini mengingatkan pada Seul Bi.

Sung Yeol meyakinkan Sung Yeol kalau gadis yang mereka temui bukanlah Seul Bi. Woo Hyun masih cukup yakin, kena bukan?
“Seul Bi tak mengingatku? Baik, katakan saja dia tak mengingatku. Tapi kau? Dia hanya mirip dengan Seul Bi. Dia adalah Cheon Sa Rang.”

Woo Hyun masih teguh kalau gadis yang melamar ke kedai mereka adalah Seul Bi.

“Jadi dia amnesia?” tanya Sung Yeol.

Woo Hyun tak tahu, dia tak tahu. Ia mengacak rambutnya frustasi.


*****
Sun Bae menatap ke pergelangan tangannya yang memiliki tanda sebelum dia menjadi manusia sepenuhnya. Sung Gook menemani Sun Bae, dia mengucapkan terimakasih karena Sun Bae lah yang sudah menyelamatkan Seul Bi. Apa yang akan kau lakukan?

“Aku tak akan membiarkannya pergi.” tegas Sun Bae.

Sung Gook memperjelas bagaimana perasaan Seul Bi tak pernah berubah. Sun Bae merasa tak ada yang bisa selain dirinya, dia senang meskipun hanya menjadi pemberi perhatian padanya.


“Woo Hyun pernah menghapus seluruh luka Seul Bi. Disisi lain, Cintamu telah menyakiti cinta Seul Bi. Kita, para malaikat berkewajiban membuat manusia bahagia.”

Sun Bae masih kekeuh tak ingin membuat Seul Bi mengingat segalanya. Sung Gook menegaskan kalau Woo Hyun dan Seul Bi masih merasakan sesuatu meskipun tak mengingat satu sama lain. Mereka sudah dihungkan oleh tali yang kasat mata. Sung Gook meminta Sun Bae membiarkan dia hidup sebagai Lee Seul Bi dari pada Cheon Sa Rang.

Sun Bae masih diam. Dia belum bisa membiarkan ini begitu saja.


*****
Semua mata terfokus pada Seul Bi, ketika dia membersihkan meja tak ada yang berkedip memandangnya penuh selidik.

Merasa diperhatikan, Seul Bi berbalik dan semua mengalihkan pandangan dari Seul Bi dengan segera. Tapi mereka langsung menatap Seul Bi lagi saat mereka kembali bekerja.

Jam kerja telah berakhir, dengan riang Seul Bi bergegas untuk kembali. Woo Jin menyuruh Seul Bi untuk pulang dengan selamat. Ji Hye tanya dimana rumah Seul Bi? Dia lalu menawarkan agar Sung Yeol mengantarkannya saja?

Seul Bi menolak, rumahnya dekat dari sini.


Woo Hyun tak perduli, disambarnya jaket lalu bergegas mengejar Seul Bi. Ji Hye bertanya – tanya apakah dia benar – benar bukan Seul Bi?

“Aku tak tahu. Tapi dia mirip Seul Bi.” Ujar Jin Woo.

*****
Woo Hyun menemani Seul Bi sampai pulang, rumahnya terlihat sepi dengan lampu yang berkedip – kedip sebagai penerangan latarnya. Seul Bi rasa tak seharusnya Woo Hyun mengantarkan pulang, terimakasih sudah membuat situasi jadi tak nyaman.

“Aku membuatmu tak nyaman?”

“Mereka kan baru hari ini ketemu.”

“Hari ini yah?” gumam Woo Hyun merasa aneh dengan kondisinya dan Seul Bi.

Seul Bi lalu dengan malu – malu tanya mengenai Sung Yeol, apakah dia punya pacar? Berapa umurnya?

Woo Hyun bertanya alasannya. Seul Bi semakin malu saja, dia hanya ingin menjadi teman baiknya. Woo Hyun mengingatkan kalau dia adalah bos Seul Bi jadi dia harus mengenalnya lebih dulu.

“Tapi kenapa kau berkata tidak formal padaku? Bukankah itu tak sopan saat kita baru bertemu? Kau tak boleh melakukannya hanya karena kau pemilik kedai. Itu tak sopan.”rutuk Seul Bi.

“Berapa umurmu?” tanya Woo Hyun dan Seul Bi menyuruh Woo Hyun mengatakannya dulu. “20 tahun.”

Seul Bi kembali cemberut, mereka diumur yang sama tapi Woo Hyun sudah punya kedai. Ini sungguh jahat, dia suka pekerjaanya tapi Woo Hyun membuat tak nyaman dan Woo Hyun pemilik kedainya juga. Woo Hyun menyuruh Seul Bi untuk berbicara informal juga.

“Kau akan memotong gajiku (jika aku bicara informal)?”

“Aku rasa umur adalah faktor utamanya.”


Woo Hyun mengenalkan diri sebagai Shin Woo Hyun, ia lalu menantikan Seul Bi meraih jabatannya. Menanti dia mengucapkan namanya.
“Cheon Sa Rang.” Balas Seul Bi.


“Kenapa kau tak masuk?” tanya Sun Bae dari dalam rumah.
“Oppa, ini bos –ku.”
Sun Bae agak terkejut saat Woo Hyun bersama dengan Seul Bi, ditariknya Seul Bi agar segera masuk ke rumah. Setelah keduanya masuk, Woo Hyun kembali berfikir mungkin ia mulai ragu, bagaimana bisa juga Seul Bi punya oppa kan?


*****
Sung Gook menemui Woo Hyun di cafe, apa kau sudah bertemu dengan Seul Bi?
“Jadi dia benar Seul Bi? Kenapa kau tak mengatakannya padaku saat kau mengetahui segalanya?”
Sung Gook bilang semuanya butuh waktu agar bisa kembali ketempatnya semula. Menunggu juga bagian dari cinta.
“Tapi Seul Bi tak bisa mengingat apapun.”


Sung Gook menceritakan kalau ada kejadian yang terjadi saat Seul Bi mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Woo Hyun. Dan ada yang mencoba mengorbankan diri juga untuk menyelamatkan Seul Bi.
“Penolong lainnya? Itu, kakak Seul Bi?”
Sung Gook membenarkan, dan dia adalah malaikat lain yang ingin menjadi manusia. Woo Hyun tanya apakah ingatan Seul Bi tak akan kembali?
Sung Gook tak yakin dan tak tahu tapi ia harap dengan cinta Woo Hyun maka ingatan Seul Bi akan segera kembali.


*****

2 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 20 – 1"

  1. gak sabar buat baca part 2 nya ,,,,

    gumawo ^o^

    ReplyDelete
  2. semoga ceritanya berakhir bahagia di tunggu part 2
    gumawo

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^