Sinopsis High School: Love On Episode 18 – 2

Sinopsis High School: Love On Episode 18 – 2
Woo Hyun menemui yang lain, dia meminta bantuan mereka sekarang ini karena bukan hanya anak kelas yang ikut study lapangan. Ki Soo membagikan kertas dan menyuruh mereka jangan mengucapkannya dan baca saja.
“Kami membutuhkan bantuanmu. Woo Hyun sedang sekarat. Bantu kami keluar. Ini tidak seperti itu keselahan Seul Bi. Pikirkan apa yang Seul Bi lakukan untuk kita. Seul Bi selalu menjadi teman kita.”



Semuanya terkejut. Ye Na tak percaya, Seul Bi bukan manusia?
“Seul Bi benar-benar sebuah mal...” ucap Tae Ho namun segera menutup mulutnya yang keceplosan. Joo Ah menatap Tae Ho. Tak apa – apa menatakan hal itu karena Seul Bi tak akan menghilang kecuali ada seorang yang mencurigai lalu menyentuhnya.
“Tapi jika kalian membicarakannya, lebih banyak orang yang akan mulai mencurigainya. Tolong bantulah. aku mohon.” Pinta Woo Hyun.


Young Eun melirik ke arah Ye Na dengan sinis, yang perlu di curigai ya dia ini. Ye Na tak memperdulikan dan masih dengan ke tidak percayaanya.
“Menarik! Aku tidak melihat bagaimana hal ini mungkin. Ibuku berbicara tentang hantu sepanjang waktu.”
Woo Hyun menegaskan kalau Seul Bi bukanlah hantu.


“Menarik! Aku tidak melihat bagaimana hal ini mungkin. Ibuku berbicara tentang hantu sepanjang waktu. Aku benar-benar tidak ingin kehilangan Seul Bi.” Ujar Joo Ah.
“Hey! Pacarku meminta bantuan! Siapapun tidak ingin membuat langkah maju.” Ucap Tae Ho tegas.
Belum apa – apa, Ye Na sudah berlari meninggalkan mereka dengan diikuti oleh Young Eun.




Jae Suk melihat mereka dari kejauhan dengan penuh tanda tanya. Apa yang mereka lakukan tanpa aku?


Young Eun menyusul Ye Na, dia tahu apa yang ada dipikiran Ye Na dan memintanya untuk berhenti.
“Apa yang aku pikirkan? Bagaimana kau tahu apa yang aku pikirkan? Bukankah ini jelas? kau akan mencari tandanya segera setelah kau menemukan. Seul Bi. Jadi kau bisa membuat dia menghilang!”
Ye Na menegaskan kalau dia tak akan melakukan itu. Young Eun memperingatkan kalau sampai Ye Na melakukan itu. Semua tak akan merubah perasaan Woo Hyun.
“Bicaralah sendiri. Kenapa kau tiba-tiba berada dipihak Seul Bi? Kenapa kau menyerah pada Sung Yeol?”
“aku takut aku akan menjadi sepertimu. aku akhirnya bisa menyerah pada dirinya.”


Young Eun pun pergi meninggalkan Ye Na yang kesal tapi sepertinya dia memang tak berniat untuk berbuat jahat pada Seul Bi.


Ki Soo dan Joo Ah berusaha membagikan selebarannya pada anak – anak lain. ia meminta mereka membaca nya tanpa bersuara keras.
Seul Bi adalah malaikat yang berubah menjadi manusia. Jika dia tidak bisa melindungi simbol bersinar yang kau lihat di pergelangan tangannya selama satu tahun. Dia tidak akan ada sebagai manusia atau malaikat. Dan dia akan menghilang dari semua kenangan kita. ika simbol Seul Bi bersinar, alihkan matamu dan berpura-puralah kau tidak melihatnya. Jika dia tertidur, tolong tinggal di sisinya diam-diam. Jika dia hilang dan kehilangan ingatannya, ingatkanlah bahwa kau selalu di sampingnya. Bantu aku pastikan Seul Bi tetap denganmu dan menjadi teman baikku. Suara hati teman – teman Seul Bi yang tercurah dalam tulisan yang mereka bagikan.



Jae Suk terheran – heran kenapa Seul Bi bisa tertidur dibangku taman. Dia memanggilnya tapi Seul Bi masih tertidur dengan pulas. Pikiran Jae Suk kembali pada pergelangan tangan Seul Bi, ia pun mencoba melihatnya.



Sunbae yang memperhatikan keduanya pun menyunggingkan senyum. Namun seketika itu senyumnya kembali hilang.


Sung Yeol datang dan menahan tangan Seul Bi, dia tak berfikir telah memperbolehkan Jae Suk menyentuh Seul Bi. Jae Suk beralasan kalau dia hanya melihat ada sesuatu yang bercahaya di pergelangan tangan Seul Bi.
“Diam dan berpura-puralah!”
“Aku minta maaf. Aku tidak akan pernah menyentuhnya lagi, oke?”


Sunbae tak bisa membiarkan rasa penasaran Jae Suk berhenti begitu saja, dia menggunakan kekauatannya untuk membuat Seul Bi menghilang.
Sung Yeol dan Jae Suk terbelalak karena sudah tak ada Seul Bi lagi disana.
Sung Yeol mengira kalau ini semua karena Jae Suk, dia mengancam akan membunuh Jae Suk kalau sampai Seul Bi sampai tak bisa ditemukan.



Anak – anak mencari keberadaan Seul Bi kesana kemari. Termasuk juga Sung Yeol dan Woo Hyun yang berlarian digedung KBS mencari Seul Bi.




Rupanya, Sunbae memindahkan Seul Bi ke sebuah ruangan yang tampak seperti gudang. Dia berkata kalau dia akan mendapatkan Seul Bi, tak perduli bagaimana caranya.
Sunbae mengangkat tangannya untuk melakukan sesuatu tapi suara gaduh membuat Sunbae mengurungkan niatannya dan menghilang.



Suk Hoon, Young Eun dan tiga anak lainnya memasuki rungan dimana Seul Bi berada. Suk Hoon melihat Seul Bi yang tertidur disana, rasa penasarannya kembali muncul disaat seperti ini. Ketiga anak lainnya ikut terpancing rasa penasaran.
“Kenapa? kau pikir kau bisa mendapatkan tempat kedua tanpa dia lagi?” sindir Young Eun.
Suk Hoon tanya apakah Young Eun juga tak membenci Seul Bi. Young Eun rasa ia akan lebih sedih kehilangan seseorang yang bisa menggertak. Suk Hoon tak memperdulikan tentang hilangnya Seul Bi, dia hanya penasaran.
Young Eun melarangnya, Jangan!




Sebuah suara membuat mereka berhenti dan menoleh, dilayar kaca LCD tampak Woo Hyun yang memegang dadanya nyeri.
“Seul Bi! Dimana kau?” tanya Woo Hyun penuh kebimbangan. Dia sekarang berada disebuah studio yang tanpa disadarinya tengah on –air.
“Kenapa kau membuatku mencintaimu jika kau akan menghilang? Kenapa membuatku bodoh aku tidak bisa hidup tanpamu! kau berjanji bahwa kau akan selalu berada di sisiku!” curahan Woo Hyun penuh keputus –asaan.



Semua orang yang melihatnya tampak miris dengan nasib keduanya. Sunbae juga melihat Woo Hyun, ia mengangkat tangannya untuk mengeluarkan kekuatan tapi entah kenapa dia tak bisa melakukannya.
Sunbae kembali mencoba namun tangannya ditahan oleh Sung Gook. Dia mengajaknya untuk berbicara.





Woo Hyun semakin menangis sedih.
“Bahkan jika kau lupa setiap kenanganku. bahkan jika aku lupa tentangmu. Tidak apa-apa. Jadi tolong Jangan pergi. Aku masih belum melakukan apa pun untukmu. Bawa aku denganmu. Aku merindukanmu Seul Bi. Aku merindukanmu Lee Seul Bi. Jangan meninggalkanku di dunia ini tanpamu.”
Seul Bi muncul. Dia memeluk Woo Hyun dari belakang. Dia berkata kalau dia sekarang ada dibelakang Seul Bi.



Keduanya berpelukan. Memberikan kekuatan satu sama lain. mencurahkan betapa rindunya mereka dan sakitnya ketika harus menutup mata dan berpura – pura tak tahu satu sama lain.
Woo Hyun memeluk Seul Bi. Dia tak mau Seul Bi pergi seperti ini lagi. dia memohon agar Seul Bi tak menghilang lagi.



Disisi lain, anak – anak terharu melihat keduanya begitu sedih.
“Apa yang salah dengan mereka? Kenapa mereka menyakiti begitu banyak?” tanya Ye Na.
“apa cinta membuat air matamu hangat, Buddy?” tanya Tae Ho pada Joo Ah.
“aku yakin itu akan sehangat seberapa banyak yang kau mencintai seseorang.” Jelas Joo Ah.
“Woo Hyun tampaknya tahu apa itu cinta.” Ucap Chun Sik.
“Katakan padanya kau mencintainya, aku kehilangannya.” Haru Ye Na.
Joo Ah rasa kalau pergelangan tangan Seul Bi tak bisa dibiarkan begitu saja. Chun Sik setuju dan ia memiliki ide bagus.




Young Eun menerima sebuah pesan, entah dari siapa dan dia segera pergi.


*****
Sung Gook membawa Sunbae ke sebuah cafe. Dia tanya apakah Sunbae masih jengkel? apa kau melihat bagaimana cinta berbeda dari mereka?
Sunbae menggeleng dengan polos. Sung Gook menghela nafas, “kau hanya bisa melihat ke rasa sakitmu? Yah mereka bisa merasakan sakit satu sama lain . Itulah Kenapa mereka tidak dapat berbagi bahwa itu menyakitkan. Jadi tegakkanlah tubuhmu.”
Sunbae berujar kalau dia juga merasa tersakiti.
“Tentu. Lihat? kau hanya bisa melihat rasa sakitmu. kau tidak akan dapat menggunakan kekuatanmu pada mereka lagi.” pinta Sung Gook.



“apa seseorang mengatakan cinta manusia tidak signifikan? Ada cinta yang tidak pernah berubah. Peraturan itu berlaku untuk malaikat dan manusia. kau mendapatkan sesuatu, kau kehilangan sesuatu. Jika kau mendapatkan Seul Bi, kau akan kehilangan segalanya.”
Sunbae yakin kalau dia tak akan kehilangan apapun. Sung Gook tak yakin, mari mereka lihat apa yang akan terjadi. Jalan lain, kau kehilangan cinta mereka. Sepenuhnya. .



*****
Seul Bi duduk bersama dengan Woo Hyun. Dia menceritakan bagaimana rasa sakitnya ketika ia hanya bisa melihat Woo Hyun tersenyum karena ia tahu bahwa itu senyum yang dipaksakan. Dan dia tak benar – benar tersenyum.
Woo Hyun berjanji tak akan tersenyum lagi saat Seul Bi menghilang. Jangan menghilang.


Woo Hyun dan Seul Bi kembali ke gedung KBS dan sudah dinanti oleh teman – teman yang lain. Joo Ah menghampirinya lalu memberikan kain orange, ini mungkin memang tak bisa membantu.
Anak – anak lain kompak mengangkat tangannya yang sudah diikat oleh kain orange tersebut.
Ki Soo berteriak kalau mereka adalah satu.





Woo Hyun memasangkan kain itu dipergelangan tangan Seul Bi dan sebaliknya. Joo Ah mengajak Seul Bi untuk High five. Yang lain juga ingin melakukannya, mereka bergiliran ber high five dengan Seul Bi.
Seul Bi menangis terharu atas apa yang sudah teman teman lakukan untuknya. Woo Hyun sendiri terbelalak saat melihat tangan Seul Bi yang bersinar dengan terang.
“aku menyadari bahwa persahabatan adalah kata lain untuk cinta. Kita hanya bisa menjadi teman setelah kita berbagi persahabatan.” Batin Seul Bi.


Sung Yeol keluar dari gedung KBS sendirian.


Seul Bi mecari – cari Sung Yeol. Begitupula dengan Woo Hyun, ia bertanya apa Sung Yeol tak menelfon Seul Bi.
Seul Bi menggeleng. Woo Hyun akan mencari –nya sekali lagi. ia pun pergi.


Tanpa sengaja Seul Bi melihat Ye Na yang menangis disana, ia menghampiri Ye Na lalu melihat pergelangan tangan Ye Na juga diikat dengan kain orange. Ye Na beralasan kalau dia menggunakan kain itu hanya untuk melap air mata. Jangan salah paham.
 “Pernahkah kau melihat Seong Yeol secara kebetulan?”
Ye Na rasa kalau Sung Yeol juga sedang menangis seperti apa yang ia lakukan. Ye Na mengancam akan melakukan sesuatu kalau Seul Bi membuat Woo Hyun menangis lagi. Seul Bi mengerti dan menggenggam tangan Ye Na. Dia akan berusaha melakukan yang terbaik.
Ki Soo kemudian berjalan kearah keduanya dengan sedih.


“Ada yang salah?” tanya Seul Bi.
Ki Soo ikut prihatin dengan Young Eun. adik Young Eun di rumah sakit. Dia perlu pergi ke rumah sakit yang lebih besar tetapi bahkan mereka tidak bisa membayar tes.
Ye Na semakin meraung, dia merasa buruk bagi Young Eun.



*****
Jae Suk tak bisa menikmati permainannya dan tampak bosan, ia menoleh dan melihat Yo Han duduk tak jauh darinya. Dia menghampiri Yo Han, apa kau tidak akan naik level? Hey! Lakukan apa yang aku katakan.
Yo Han bingung dan masih belum melakukan perintah Jae Suk. Apa kau mau mati?
“Kami mengatakan kepadanya untuk tidak melakukannya. Dia perlu untuk bersenang-senang dengan bermain juga.” Ucap Tae Ho dan Byung Wook yang juga bermain disana.
Seketika Jae Suk tampak takut.


“Oh, kau dengar tentang Seul Bi? Tepatilah janjimu.” Ucap Byung Wook.
Jae Suk ngeyel, kenapa dia harus menjaga janji itu.
“apa kau akan mengungkapkannya? Kemudian kita akan menginjak-injakmu lagi.” ancam Tae Ho. Byung Wook menoyor kepala Jae Suk, dia menyuruhnya untuk berbuat baik. Keduanya pun pergi. Yo Han mengajak Jae Suk untuk bermain bersama tapi dasar Jae Suk yang ga punya rasa jadi membentak Yo Han. Dia akan membalas semua ini pada Seul Bi.



*****
Bayangan akan Seul Bi yang memeluk Woo Hyun tadi membuat Sung Yeol tak bisa tenang dan sedih dibuatnya.


Sung Yeol keluar kamar dengan membawa tas. Seul Bi menawarkan makan tapi tak digubris dan ia berjalan keluar rumah. Seul Bi mengikutinya, Hei, kemana kau akan pergi? aku lapar.
Sung Yeol menyuruh Seul Bi untuk pergi. Seul Bi heran, kemana?
“Ke rumah Woo Hyun.”
“Apa yang salah kenapa semua tiba-tiba?”
“Tidak nyaman hidup denganmu, selalu berpura-pura!”
Seul Bi meyakinkan akan tetap tinggal dirumah Sung Yeol. Sung Yeol menolak dan menjatuhkan tas yang dibawanya.


Sung Yeol menahan kesedihan dibalik pintu, dia menangis sedih. Seul Bi meminta Sung Yeol membukakan pintu tapi Sung Yeol menolak. Mungkin dia sudah menghalangi Seul Bi jadi dia menyuruh Seul Bi untuk pergi.
“Kau, Woo Hyun dan Aku. Kita. Aku suka kata kita. Aku bisa merasakan hati dalam hal itu. Hatimu, hatiku, dan hati Woo Hyun semua disana. Biarkan aku tetap denganmu sampai menyembuhkan lukamu.”
“Pergi bawalah hatimu dengan Woo Hyun, dan Jangan tinggal di sebelahku. apa aku terlalu mudah bagimu? Aku berkata aku membiarkanmu pergi! Aku tidak sepertimu! Jangan memaksaku mengemis cinta. Ini menjijikkan.”
Seul Bi menangis juga, dia meminta maaf karena tak bisa menerima cinta Sung Yeol.



*****
Ji Hye menyiapkan barang – barang untuk Woo Hyun dibawa ke rumah Sung Yeol agar dia bisa bertemu Seul Bi.
“Seong Yeol selalu merasa kedingnan selama tahun ini. Katakan padanya untuk berpakaian hangat.”
Ji Hye memakaikan syal untuk Woo Hyun. Dia punya masalah tenggorokan jadi harus menggunakan syal juga. Woo Hyun tersenyum, dia kan sudah besar jadi tak apa. Ia pamit dan keduanya tampak semakin akrab saja.


*****
Seul Bi duduk di teras sampai malam menantikan Woo Jin pulang. Namun tak diduga Jae Suk malah muncul, apa kau menungguku? Setiap orang menyembunyikan rahasiamu! Kenapa bukan aku? Seong Yeol benar-benar berbalik padaku. Ini semua salahmu. Dan semua anak-anak hanya menjaga rahasiamu. Yah aku berpikir sebaliknya.
Seul Bi mulai berjalan mundur merasakan bahaya dari Jae Suk.



Woo Hyun dalam perjalanan dan dadanya kembali merasakan sakit. Bukan khawatir akan kondisinya sendiri, Woo Hyun jadi teringat akan kondisi Seul Bi.


Jae Suk bersiap untuk mengungkapkan segalanya. Seul Bi ketakutan dan menggedor pintu rumah Sung Yeol tapi Sung Yeol sedang tertidur dikamar dengan tak tenang.
Seul Bi mulai mengantuk.
“Apa? apa kau mengantuk sekarang? Itu membuatnya mudah. Ini tidak buruk.”



Sung Yeol tertatih bangkit dari ranjang. Dia begitu lemah dan tak berdaya bahkan terduduk saat memegang dadanya yang juga merasakan rasa sakit.


Jae Suk akan menyentuh pergelangan tangan Seul Bi namun cahaya lebih dulu terpancar begitu menyilaukan hingga Jae Suk tak jadi memegangnya.


Woo Hyun yang baru sampai didekat rumah Sung Yeol terbelalak, dia melihat cahaya yang begitu terang.


*****
  

4 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 18 – 2"

  1. ceritanya semakin seru nich .... di lanjut terus nulisnya nya

    ReplyDelete
  2. Aduh..jadi makin penasaran..
    Semangat mb puji eka..
    Ku tunggu kelanjutanya

    ReplyDelete
  3. Kok sinopsis yang episode 16, 19 dan 20 ga bisa dibuka ya ?
    gimana nih ???

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^