Sinopsis High School: Love On Episode 18 – 1

Sinopsis High School: Love On Episode 18 – 1
Seul Bi telah kembali ke rumah Sung Yeol dan terbaring lemah sekarang. Sung Yeol menatap wajah Seul Bi yang begitu pucat, “Apa yang harus aku lakukan sekarang?”


*****
Ji Hye menemukan Woo Hyun yang tergeletak dilantai, ia panik dengan kondisi Woo Hyun. Apa yang terjadi? Kau kenapa?
Woo Hyun merintih kesakitan dengan tangan memegang dadanya. “hatiku sakit. Sakit.”


Ji Hye memindahkan Woo Hyun ke ranjang, ia mengompres Woo Hyun yang sakit. Ia tampak begitu menderita saat ini.
“kau selalu terluka saat kau berada bersamaku. Apa yang harus aku lakukan jika kau sakit lagi.”



FLASHBACK
Woo Hyun kecil sedang berenang menggunakan pelampung dengan Ji Hye yang memperhatikannya dari tepian. Ji Hye begitu bahagia melihat putranya bahagia.
Sebuah panggilan masuk, Ji Hye mengangkat panggilan tersebut namun suasana begitu bising sehingga ia menjauh dari kolam agar mendengar suara orang diseberang telefon. Dia girang menerima kabar kalau dirinya diterima menjadi guru.
Tanpa Ji Hye sadari, tubuh Woo Hyun terlepas dari pelampung sehingga dia yang belum bisa berenang tenggelam. Dia gelagapan dengan tangan menggapai – gapai tapi tak ada seorang yang memerhatikan.




Ji Hye masih sibuk dengan telephone.
Malaikat muncul, Yap. Dia Seul Bi yang kemudian menggunakan kekuatan untuk menjatuhkan ponsel milik Ji Hye hingga Ji Hye tak lagi memunggungi Woo Hyun. Ji Hye terkejut melihat putranya tenggelam. Dia mencoba menolong dibantu oleh penjaga kolam.
Woo Hyun ditepikan dan diberikan CPR oleh penjaga kolam.



Woo Hyun menangis ketakutan saat sadar. Ji Hye pun memeluknya, ia sama takutnya dengan Woo Hyun.
Dan tanpa seorang pun ketahui, sepasang mata malaikat memperhatikan keduanya. Seul Bi.



FLASHBACK END
*****
Seul Bi bangkit dari tidurnya. Sung Yeol yang menemani dismping ranjang juga tersadar, ia tanya apakah Seul Bi baik – baik saja?
Seul Bi segera menyembunyikan pergelangan tangan yang sudah dibalut perban. Sung Yeol menyarankan pada Seul Bi untuk istirahat hari ini. Tapi Seul Bi ngotot ingin berangkat.
“Kau bisa tinggal dirumah saja kalau alasannya karena Woo Hyun. Ia akan khawatir jika tahu kondisimu.”
“Jadi kau mengkhawatirkan Woo Hyun sekarang?” tanya Seul Bi balik.
Sung Yeol lekas mengelak, Tidak.



High School: Love On Episode 18
Persahabatan? Kau hanya sisi lainku.


Woo Hyun tersadar. Ji Hye yang menemani Woo Hyun disamping ranjang bertanya apakah Woo Hyun baik – baik saja? dia kemudian mengulurkan tangan untuk menyentuh dahi Woo Hyun. Woo Hyun mengelak dari tangan Ji Hye, ia berkata kalau dia baik – baik saja.
Ji Hye menyarankan pada Woo Hyun untuk tak berangkat sekolah dulu.
Tegas Woo Hyun menolak, hanya disana tempat satu – satunya dia bisa melihat –nya (Seul Bi). Woo Hyun langsung bangkit.



Seketika itu pula, barang – barang Woo Hyun yang tersimpan di rak berjatuhan dan membuat kegaduhan bahkan gantungan baju yang ada dikamar Woo Hyun roboh mengenai punggung Ji Hye.
“Ibu Ahn! apa kau baik-baik saja?”
“Ya.”


*****
Ki Soo mengejutkan Woo Hyun yang berjalan sendirian menuju sekolah. Woo Hyun tak terkejut sama sekali tapi tetap menyahut seolah terkejut. Heol~~
Ki Soo tanya apakah Woo Hyun sakit? Woo Hyun tak menjawab dan balik bertanya saat melihat wajah Ki Soo yang memar. Bagaimana denganmu?
“Ini semua berkat sesuatu yang baik terjadi pada temanku.”
“Aku mengangkatmu untuk menjadi lebih baik dari ini. Jangan lagi mudah diganggu.”
Ki Soo berkata kalau anak itu memukulinya dan membuat hatinya sakit. Woo Hyun memperingatkan agar Ki Soo jangan mudah dipukuli karena dirinya, hati –nya sudah cukup sakit.
“Ooh. Sangat menyentuh!” gurau Ki Soo.


Woo Hyun seketika terdiam saat melihat Seul Bi ada disana bersama dengan Sung Yeol. Ia pun mengajak Ki Soo untuk cepat masuk ke sekolah.
Seul Bi tertunduk karena sikap dingin Woo Hyun. Tapi ia mencoba tersenyum menghibur diri meskipun hanya senyum kecut.



Seul Bi menerawang ke luar jendela sekolah menatap langit. Ia lalu melihat pergelangan tangannya yang diperban. Tepat saat itu Woo Hyun lewat, Seul Bi segera menyembunyikan pergelangan tangannya.
Woo Hyun masih bersikap dingin pada Seul Bi. Ia jalan tanpa mengacuhkannya.
“Eummm..” gumam Seul Bi.
“Jangan melihat ke belakang.” Sergah Woo Hyun. “Dan Jangan menungguku. Karena aku tidak akan berada di sana.”
Woo Hyun melnjutkan perjalanannya tanpa menoleh ke arah Seul Bi.



Ditangga sekolah, Woo Hyun menemui Sung Yeol untuk menanyakan luka Seul Bi. Sung Yeol berkata kalau itu hanya kecelakaan.
“kau datang ke toko kemarin kan? apa itu benar-benar sebuah kecelakaan?”
“apa kau mengatakan bahwa aku menyakitinya?”
Woo Hyun bertanya mengenai gejala lain atau seberapa parah luka tersebut. Sung Yeol tak mau memberitahu, dia tak menghargai Woo Hyun karena keikut –campurannya. Ia pun pergi.


Pelajaran olah raga usai, anak – anak melihat Seul Bi lalu mereka segera menjatuhkan keranjang bola agar kembali berantakan. Ye Na meminta Seul Bi untuk membereskan untuk mereka. Jae Suk juga menyuruh Seul Bi menggunakan kekuatan agar bisa membersihkannya. Lagipula kemarin juga dia sudah membuat lembar jawab yang hilang bisa ketemu lagi dengan kekuatannya.
“Kalian berdua (Ye Na & Seul Bi) bisa membersihkan bersama-sama. kalian pasangan yang sempurna.” tambah Young Eun.
“Tidakkah kau ingin tahu juga?” tanya Jae Suk pada Sung Yeol yang berniat membantu.
“Aku berharap aku punya kekuatan seperti itu. Kembali jika kau sibuk. Aku akan membersihkan sendiri.”





Seul Bi membereskannya. Joo Ah tak tinggal diam dan ikut membantu. Tae Ho geregetan karena dia juga ingin melihat tapi kenapa Joo Ah membantu.
Joo Ah melempar bola kearah Tae Ho dan menyuruhnya membantu Seul Bi, Joo Ah udah seperti pawang buat Tae Ho. Tanpa penolakan Tae Ho pun ikut membantu. Anak – anak lain pun ikut membantu Seul Bi.




Bola telah selesai dibereskan, namun tiba- tiba pandangan Seul Bi mengabur. Ia mencoba menggelengkan kepala menghilangkan rasa pusing tapi tak bisa. Hingga akhirnya dia pun pingsan.
Anak – anak berniat melihat apa yang terjadi tapi Suk Hoon menahan mereka. Dia takut kalau mereka terluka juga karena Seul Bi.
Joo Ah dan yang lain mencoba menyadarkan. Woo Hyun akan menghampiri untuk membantu Seul Bi tapi Sung Yeol menyerobot lebih dulu lalu menggendongnya pergi.



Selepas kepergian mereka, Woo Hyun bisa merasakan rasa nyeri juga didadanya. Ia meringis kesakitan.


Saat pelajaran sastra dimulai, rasa nyeri di dada Woo Hyun masih belum reda juga. Ia kembali memegang dadanya dan ketika ia menoleh ke arah bangku Seul Bi, Seul Bi tak ada disana.
Rasa nyerinya semakin menjadi, Woo Hyun menggeram karena itu hingga anak – anak menoleh. Ki Soo bergegas menghampiri Woo Hyun dan mengajaknya pergi ke rumah sakit.



Ki Soo membawa Woo Hyun ke UKS. Dia heran kenapa Woo Hyun sekarang begitu lemah padahal dulu ia sangat kuat. Woo Hyun rasa hatinya telah bocor.
“Kalau begitu, sewa saja tukang ledeng.” Canda Ki Soo garing.
“aku takut. aku pikir menambal akan membuat lubang yang lebih besar.” Jawab Woo Hyun.
Ki Soo pamit pergi untuk keluar. Ia menyuruh Woo Hyun istirahat.


“Jangan kau sakiti Seul Bi.” Gumam Woo Hyun.
Seul Bi yang bersembunyi dibalik selimut agar Woo Hyun tak menyadari kehadirannya pun meneteskan air mata mendengar permintaan tulus Woo Hyun itu.



Seul Bi duduk disamping ranjang Woo Hyun dan memperhatikannya dengan sedih. Ia kemudian memegang tangan Woo Hyun tapi tangan Woo Hyun bergerak. Seul Bi pun bergegas pergi.
Woo Hyun tersadar. Dia seolah merasakan kehadiran seseorang tapi ketika ia mencari – cari sudah tak ada siapa – siapa di UKS.


Sung Gook berjalan bersama dengan Pak Yoon menuju ke perpustakaan. Tepat saat itu Woo Hyun ada disana dan menyapanya sebagai Ahjussi.
“Paman? Dia adalah ketua dewan pendidikan.” Potong Pak Yoon. “Tidak dapatkah kau melihat darah bangsawan mengalir padanya? Dia terlihat lebih baik daripada aktor film!”
Pak Yoon meminta maaf pada Sung Gook. Sung Gook tak memperdulikan pak Yoon, ia tanya pada Woo Hyun yang mencarinya. Dan aku kebetulan menemukanmu pada waktu yang tepat.
“Kenapa dia mencari anda?”
“Mungkin karena ia memiliki sesuatu untuk dibicarakan.”
“Kenapa ia perlu berbicara dengan anda?” tanya Pak Yoon lagi. tapi Sung Gook tak mau menjawab, dia mengajak Woo Hyun pergi.



Keduanya sekarang berada ditangga. Sung Gook tanya apakah Woo Hyun mencarinya karena Seul Bi ingin menghilangkan tanda dipergelangan tangannya?
Woo Hyun terkejut. Bagaimana dia bisa tahu? Sung Gook menyuruh Woo Hyun jangan bertanya. Ia memperhatikan kondisi Woo Hyun. Dia rasa Woo Hyun tak begitu baik.
“Ketika kau sedang jatuh cinta kau akan menyakiti lainnya. Tapi kalian berdua bahkan berbagi rasa sakit. Ini pasti menjadi cinta sejati.”
“Jadi ketika Seul Bi terluka, saya sakit juga?”



Sung Gook rasa Seul Bi sangat beruntung karena memiliki Woo Hyun. Woo Hyun sedih, dia sudah tak bisa bersama dengan Seul Bi. Sung Gook tak sependapat, meskipun keduanya tak bersama tapi hati mereka selalu bersama. Berada disampingnya.
“anak-anak telah curiga dan tandanya lebih jelas dari sebelumnya. apa anda memiliki saran?”
“Aku tidak tahu. aku diawal juga mendapatkan situasi seperti ini. kau hanya perlu menunggu sampai tanda itu sembuh.”
“Bagaimana jika tidak?”
“Dia akan menghilang.” Jawab Sung Gook membuat Woo Hyun tertegun.


Woo Hyun bertemu dengan Sung Yeol ditempat loker, dia menyuruh Sung Yeol untuk memperhatikan Seul Bi karena dia tipe yang akan menyembunyikan rasa sakitnya. Sung Yeol dengan sebal berkata kalau dia bahkan tak bisa mengalihkan pandangannya dari Seul Bi.
“Terima kasih. Lalu Jangan pernah melupakan dirinya.”
Sung Yeol segera pergi.



Woo Hyun berbalik, dia dikejutkan dengan kehadiran Jae Suk dibelakangnya. Jae Suk seolah mengulang perkataan Sung Yeol, “aku tidak dapat mengalihkan mataku dari kalian berdua.”
“Kenapa kau menekan Ki Soo?”
Jae Suk mengelak, dia hanya mencoba melindungi temannya. Woo Hyun tak percaya, memangnya melindungi teman harus dengan memukuli?
“Aku merasa buruk atas dirimu.” Sindir Woo Hyun sambil lalu. Jae Suk menatap tajam kepergian Woo Hyun.



Pak Yoon memanggil Ye Na untuk menagih tugasnya yang sekarang sering terlambat. Ye Na lemot atau pura – pura lemot, tugas?
“aku telah mendengar rumor aneh tentang Seul Bi. Ada yang bilang dia adalah hantu, nabi, atau alien.”
“Jadi Seul Bi benar – benar hantu?” tanya Ye Na semakin bodoh.
“kau adalah hantu di sini. Hantu yang berguna. Aku terlalu idiot untuk memberikanmu pekerjaan seperti ini..” kesal Pak Yoon.
Pintu ruangan terbuka, Pak Yoon datang hingga membuat keduanya gelagapan. Ye Na pun izin pamit.



“Kelas 203 memiliki banyak skandal. Informasi usia. Anggap saja sebagai pengumpulan data dan membuat database.”
Pak Kim menyuruh Pak Yoon jangan melakukan hal – hal ini pada anak – anaknya. Pak Yoon ikut kesal, dia melakukan ini juga karena Pak Kim yang pergi meninggalkan anak – anak.
“Aku tidak akan meninggalkannya lagi! Jadi Jangan lakukan hal ini!” tanda Pak Kim kesal.



*****
Ji Hye menanti seseorang, tak lama Seul Bi keluar dari rumah menemui Ji Hye. Ji Hye memberikan tas pada Seul Bi.
“Seong Yeol tidak dapat tidur jika ruangan panas. Dan aku sudah mengemas tas suamiku dibawah lemari. Dia memiliki banyak tugas pengintaian, sehingga tasnya perlu dikemas setiap saat.”
Seul Bi menjawab Iya. Ji Hye berkata kalau dia akan membiarkan Seul Bi pergi. Seul Bi kemudian memberikan kalung Ji Hye yang didapatnya di toko perhiasan kemarin. Dia tanya apakah Woo Hyun sakit?
Ji Hye manatap wajah Seul Bi yang juga pucat, apa Seul Bi juga sakit? Bagaimana bisa mereka sakit bersamaan?
Seul Bi hanya tertunduk sedih.




Dalam perjalanan kembali, Ji Hye berpapasan dengan Woo Jin. “Menyiapkan piring dan melakukan laundry bukankah menjadi tugas seorang ibu.”
Ji Hye berkata kalau setidaknya dia telah melakukan itu meskipun tak berada bersama mereka. Woo Jin juga ingin bisa melihat Ji Hye melakukannya. Tidak dapatkah kau melihat apa yang aku inginkan darimu?
Ji Hye tak bisa. Apa dia harus meninggalkan Woo Hyun dan hanya memperdulikan Woo Jin dan Sung Yeol?
“Aku tidak tahu aku seperti orang yang mengerikan. Tapi jujur aku hanya perduli dengan Sung Yeol. aku seorang ayah yang mengerikan. aku selalu meminta pemahamannya. Ia akhirnya mulai mempercayaimu. Dan menghancurkan hatiku ini yang pasti terjadi. Woo Hyun sudah hidup dengan baik tanpamu. Ketika saatnya tiba, kita bisa kembali.”




“Siapa bilang Woo Hyun sudah hidup dengan baik tanpaku? Dia sudah hidup tanpa ibunya. aku yakin ia harus membuat keputusan sendiri. Sama seperti Seong Yeol yang penting bagimu, Woo Hyun penting bagiku.” Tegas Ji Hye lalu pergi.
Woo Jin bertanya apa Ji Hye ingin mengakhiri ini?
Ji Hye menoleh dengan kesal, semua terserah Woo Jin. Dia pun melanjutkan perjalanannya sedangkan Woo Jin kesal sendiri, bukan itu yang ia maksud.



*****
Woo Hyun melamun dirumahnya padahal saat ini dia sedang membuat kue beras.
Ki Soo berlari menghampiri dengan khawatir, apa Woo Hyun berniat membakar kedai. Woo Hyun masih belum sadar dan menatap Ki Soo dengan datar.
Joo Ah menawarkan diri untuk membersihkannya. Woo Hyun berterimakasih, dia melepas celemeknya dan berlari pergi entah kemana.
“Ini harus diakhiri. Lihatlah mereka! Ini ada kehidupan!” geram Ki Soo.



*****
Sung Yeol membawakan makanan untuk Seul Bi tapi Seul Bi malah tertidur dengan lelap hingga Sung Yeol mengurungkan niatnya.



Setelah malam, Seul Bi keluar kamar dengan sempoyongan. Sung Yeol khawatir dan menahan Seul Bi tapi Seul Bi rasa dia tak apa – apa. Sung Yeol tanya apa Seul Bi masih sakit?
“Aku hanya bermimpi.”
“Mimpi seperti apa yang membuatmu tidur sepanjang hari?”
“Mimpi tentang seseorang yang hanya bisa aku lihat hanya dalam mimpiku.” Jawab Seul Bi mengisyaratkan tentang Woo Hyun. Seketika Sung Yeol tertunduk.


“Apa yang harus kita lakukan? Bersihkan? piring? Apa hidangan favoritnya? Bagaimana denganmu?” tanya Seul Bi mencairkan suasana.
Dengan enteng Sung Yeol bilang kalau kemampuan masaknya lebih baik dari Seul Bi.
“kau benar. aku ingin nasi omelet dan potongan daging babi. aku juga ingin beberapa kimchi rebus. aku lapar. Apa yang harus aku bantu?”
Sung Yeol tanya apakah Seul Bi akan berangkat studi lapangan besok?
Seul Bi mengangguk, dia akan pergi setelah mengisi penuh perut dengan makanan buatan Sung Yeol. Lagipula dia sangat menyukai drama jadi dia harus pergi.


Sung Yeol membuka lemari untuk mencari bahan makanan, dia terhenti saat melihat kulkas sudah penuh.
“Ibu Ahn membuat semuanya.”
Sung Yeol memerintahkan Seul Bi untuk membuang semuanya.


“Semuanya bukan hanya makanan. Semua adalah perasaannya. Dia hanya ingin kau makan dengan baik. Dia khawatir.”
“Itulah sebabnya aku memberitahumu untuk membuangnya. Aku tidak akan menerimanya.”
Seul Bi teringat akan perkataan Nenek Gong yang memerintahkan untuk tak membuang makanan. Dia akan memakan semuanya, ia yakin dengan Sung Yeol makan bersamanya maka semua akan lebih baik.
Sung Yeol terdiam, sepertinya ia bisa mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Seul Bi.



Seul Bi melongok keluar jendela, mencari – cari sosok yang sangat ia rindukan. Namun tak bisa ia temukan disana. Seul Bi sedih, Aku ingin tahu apa ia mengambil beberapa obat. Tolong jangan sakit.


Tak berselang lama, Woo Hyun datang dan menatap kedalam jendela kamar Seul Bi penuh kerinduan.
“Apa yang harus aku ambil untuk sakit hati? Seul Bi, satu-satunya cara bagiku untuk tidak sakit lalu menjadi sehat. Tolong segera sembuh.”


*****
Woo Hyun kembali ke rumah, dia melihat Ji Hye yang sedang membersihkan piring lalu meregangkan lehernya yang lelah. Ji Hye sadar akan kehadiran Woo Hyun, kau sudah pulang? Kau mau makan apa?
Woo Hyun tanpa berucap meletakkan sesuatu keatas meja, mungkin obat untuk leher Ji Hye. Ji Hye mengucapkan terimakasih.
“Semakin lama anda tinggal di sini, akan sulit bagi anda untuk kembali.”
“Kau ingin aku segera pergi?”
Woo Hyun hanya mengucapkan terimakasih atas pertolongan Ji Hye tadi pagi. Ia pun masuk kamar sedangkan Ji Hye hanya bisa menghela nafas. “Itu hal yang benar sebagai seorang ibu. Tapi kau harus berterima kasih padaku. Bagimu, aku masih gurumu.”



*****
Pak Kim memberikan arahan pada anak – anak yang akan melakukan study lapangan. “Ambil gambar. Pergi ke mana saja yang kau suka. Yang paling penting, bersenang-senanglah dan aman.”
Anak – anak dengan semangat berpencar mencari lokasi yang mereka suka.



Namun ada 4 anak yang masih diam ditempat. Woo Hyun, Ki Soo, Seul Bi dan Sung Yeol.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Pak Kim. Kondisi yang canggung membuat Woo Hyun cepat – cepat mengajak Ki Soo pergi.


Chun Sik dan Yo Han mencoba mengambil foto berdua. Byung Wook menawarkan untuk mengambilkan foto mereka tapi keduanya langsung tertunduk takut, Yo Han meminta maaf. Dia memang tak seharusnya mengambil gambar.
“Kalian dapat memukul kami juga. Pukul aku. walaupun wajahku sekalipun.”
Yo Han merasa heran dengan perubahan sikap mereka. Byung Wook berkata kalau ini adalah caranya hidup mulai sekarang. Dia merasa buruk dengan apa yang ia lakukan dimasa lalu.



Akhirnya, mereka berempat melakukan Gruvie bareng – bareng dengan editan ala anak alay. Hahaha. Unyu banget kan.



Disisi lain, Seul Bi berada di toilet tapi dia tampak lemah. Dia diam tak berkutik. Mungkinkah dia pingsan atau tertidur?
Joo Ah memanggil – manggil Seul Bi tapi tak mendapatkan sahutan.


“apa dia di sana?” tanya Woo Hyun diluar toilet.
Joo Ah membenarkan. Tak lama kemudian, Seul Bi keluar dari kamar mandi. Woo Hyun mencoba mencari topik dengan Joo Ah dan berjalan pergi dengannya. Seul Bi menatap kepergian mereka dengan sedih.
“apa kau baik-baik saja.? apa kau mulai mengantuk lagi?”
“Aku terus jatuh tertidur. aku akan pergi ke kebun. kau lihat-lihatlah dan kemudian datanglah.”
Sung Yeol mengajak Seul Bi untuk pergi bersama – sama lagi. dia tak mau hal seperti ini terjadi lagi. Seul Bi menolak karena ini tugas kelompok. Sung Yeol memperingatkan agar Seul Bi menghubunginya jika dia mengantuk lagi.



Woo Hyun bersama dengan Joo Ah, dia yakin kalau hal – hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Joo Ah rasa ini wajar tapi dia takut kalau sampai Seul Bi mendapat kecelakaan karena ini.
“Tapi bagaimana jika seseorang menyentuh pergelangan tangannya sebagai lelucon setelah kita mengungkapkan kebenarannya?”
“Sama seperti anak-anak membantumu ketika kau sedang melalui kesulitan, mereka akan membantu kita lagi. Aku tahu itu tidak akan mudah tetapi jika kita sungguh-sungguh meyakinkan mereka. Mereka akan segera menyadari betapa Seul Bi memikirkan kita.” Yakin Joo Ah.



Ki Soo muncul. Dia merangkul Woo Hyun dan tanya apa yang keduanya bicarakan tanpa dia? Jika aku orang terakhir yang tahu lagi, maka kau benar-benar bukan temanku! Katakan! Biarkan ini berakhir!
Woo Hyun tak berniat menjawab dan hanya meniup Ki Soo.


Seul Bi duduk sendirian, dia menatap pergelangan tangannya yang bersinar dan saat itu pula ia mulai merasakan kantuk. Seul Bi jatuh tertidur di bangku.
Sunbae memperhatikan Seul Bi dari kejauhan. Ia lalu menghilang dan pindah didekat Seul Bi.




*****










0 Response to "Sinopsis High School: Love On Episode 18 – 1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^