Sinopsis High School: Love On Episode 17 – 2

Sinopsis High School: Love On Episode 17 – 2
Seul Bi meninggalkan rumah Woo Hyun dengan berat hati. Sung Yeol sudah menantinya didepan pintu namun sepertinya Seul Bi tak rela untuk meninggalkan tempat Woo Hyun. Ia menyuruh Sung Yeol berjalan lebih dulu dan ia mengekor dibelakangnya.


Woo Hyun juga sama, sulit untuk melepas kepergian Seul Bi begitu saja. ia melihat dari kaca rumahnya, ia tampak sulit melepas kepergian Seul Bi. Air mata pun mengalir tanpa bisa ia menahannya.
Ia ingat akan apa yang ia katakan pada Seul Bi sebelumnya.


[FLASHBACK]
Woo Hyun bilang kalau apa yang ia katakan akan terdengar seperti sebuah kebohongan. Tapi itu tak bohong dan Seul Bi harus mempercayainya.
Seul Bi tersenyum sumringah, dia akan mempercayai Woo Hyun karena mereka kan sudah berjanji.
“Ini terlalu sulit untukku untuk selalu tinggal denganmu. Pergilah! Ini semua begitu memuakkan dan menyusahkan. kau tau bagaimana bencinya aku pada gangguan, kan?”
Seul Bi mengingatkan kalau Woo Hyun pernah berkata bahwa jika ia bersama dengan Woo Hyun maka ia akan aman. Woo Hyun mengelak, kejadian ini sudah berlangsung berulang – ulang. Ia takut sesuatu yang bahaya disebabkan oleh Seul Bi. Maka ia harus pergi sekarang.
Seul Bi tak bisa menahan air matanya. Ia akan mempercayai kata – kata bohong Woo Hyun tapi sekarang ia harus pergi kemana?


[FLASHBACK END]

Seul Bi membongkar barang – barang yang dibawanya namun begitu pedih mengingat apa yang terjadi padanya hari ini. Sung Yeol masuk kamar Seul Bi dan melihatnya berlinang air mata. Ia heran kenapa Seul Bi bersikap seperti diawal?
“Ini lemah. Aku ingin berhenti menangis, tapi mataku tidak bisa menahannya.”
Sung Yeol dengan tegas menyuruh Seul Bi jangan menangis dihadapannya lagi.




Dibalik pintu, Sung Yeol menahan sedihnya juga melihat gadis yang ia cintai menderita. Ia bergumam agar Seul Bi tak usah memaafkannya (dari keegoisan Sung Yeol yang membuat sedih Seul Bi).


*****
Woo Hyun bersiap berangkah sekolah, belum apa – apa ia sudah melihat karya yang dibuat Seul Bi terpajang di dinding. Ia tak tahu apa yang akan terjadi nanti dan bagaimana ia menjalani hidupnya nanti.
Woo Hyun menghela nafas berat.



*****
Woo Hyun masuk kelas dan Seul Bi sudah ada disana. pandangan keduanya bertemu hingga suasana canggung pun tercipta. Woo Hyun segera mengalihkan pandangannya dan berdehem ringan.


Woo Hyun yang bingung harus berbuat apa memilih untuk nimbrung bersama Ki Soo, Tae Hoo dan Byung Wook yang sedang bermain game. “Ki Soo! Haruskah kita pergi ke toko?”
Ki Soo menyuruh Woo Hyun membeli sarapan agar ia jadi pintar. Woo Hyun menyindir Ki Soo yang selalu sarapan tapi tak pernah pintar. Ki Soo kesal, ia pintar hanya saja dia menyimpannya untuk nanti.
“Benar Seul Bi?”
“Huh? Y-Ya.” Ucap Seul Bi bergumam. Woo Hyun jadi canggung sendiri. ia kemudian memilih untuk bermain game bersama mereka bertiga. Ia berteriak menang terus.



Jae Suk yang baru masuk kelas mendapati mantan teman se –gank nya akrab dengan Ki Soo dan Woo Hyun. Ada segelintir wajah kekesalan akan hal itu.


Woo Hyun melakukan senam wajah mungkin agar bisa membuat wajahnya yang suram bisa sedikit memancarkan kecerahan. Chun Sik menyapa Woo Hyun, ia tahu kalau kawannya itu sedang tak baik. Dia tampak sedih ketika tersenyum.
Woo Hyun mencoba menghilangkan prasangka Chun Sik, ia tersenyum dan bilang kalau dia tak akan bisa membuat wajah seperti itu. ia pun pergi meninggalkan Chun Sik yang masih menatap Woo Hyun dengan prihatin. Aku yakin Chun Sik tak percaya dengan kata – kata Woo Hyun.



Seul Bi dan Woo Hyun sama – sama berjalan tanpa arah dengan pandangan terus menatap kebawah. Keduanya tak sadar lalu berpapasan ketika hendak berjalan keduanya malah terhalang satu sama lain.
Sung Yeol layaknya hantu tiba – tiba muncul diantara keduanya. Dengan wajah menyebalkan dia menarik tangan Seul Bi agar bisa pergi dengannya.





Ye Na yang melihat hal itu jadi heran, ia bertanya pada Woo Hyun. Apakah dia sedang ada masalah dengan Seul Bi?
Ye Na tahu kalau dia bisa mengetahui hal – hal dengan begitu cepat. Kalau Woo Hyun butuh bantuannya dia bersedia. Dingin. Woo Hyun menolak bantuan itu tanpa pikir panjang.
“Nah katakan padaku ketika kau melakukannya! Aku bisa melakukan apa pun untukmu , karena aku merasa tidak enak!” tawar Ye Na saat Woo Hyun berjalan melaluinya.



Ji Hye berbincang dengan Pak Kim di tangga, ia merasa gusar memikirkan nilai anak – anak kalau lembar jawabnya tak ditemukan. Pak Kim juga tahu kalau saja lembar jawab tak ada maka nilai siswa akan buruk di transkrip. Dia nanti akan mencoba mencarinya.
Seul Bi yang kebetulan sedang menaiki tangga mendengar percakapan keduanya. Ia tampak kasihan sekaligus bingung.



Seul Bi berlarian menuju ke perpustakaan mencari – cari keberadaan sesuatu. Ia kemudian berlari ke luar gedung sekolah lalu mengedarkan pandangannya kesetiap sudut tapi tak bisa menemukan sosok yang ia cari.
Seul Bi masuk ke gedung olah raga. Ia menemukan gedung tersebut kosong namun ia masih mencari seseorang.
Seul Bi kelelahan hingga terduduk. Tanpa diduga, dalam ruangan tersebut terjadi hujan. Bukan hujan air melainkan lembar jawab yang telah menjadi serpihan berjatuhan disekitar Seul Bi.


Sunbae pun muncul. Sunbae mengarahkan semua yang terjadi sebagai salah Seul Bi, dia telah membuat temannya hancur.
“Itu tidak akan terjadi. aku akan melakukan apa pun untuk mereka! Kami adalah teman! kau tidak memiliki teman, kan? Yah aku punya banyak.” Kesal Seul Bi lalu memunguti kertas serpihan yang berserakan.
“Jika aku bisa mengembalikanmu ke tempatmu, aku akan melakukan sesuatu yang lebih buruk.” Gumam Sunbae saat melihat Seul Bi memunguti kertas.



Woo Hyun memandang lurus dengan pikiran kosong. Ki Soo menatap iba sahabatnya yang sudah seperti mayat hidup. Kenapa dia meninggalkan Seul Bi bersama dengan Sung Yeol?
“Karena aku seorang pengecut dan murah.” Jawab Woo Hyun. Ia kemudian menyerahkan kantung plastika yang berisi sesuatu untuk diantarkan Ki Soo pada Sung Yeol.
Ki Soo heran dengan isi kepala Woo Hyun. Ia kemudian meletakkan apa yang ada dalam kantung harena isinya hanya hiasan meja. Ki Soo segera menggantinya dengan kotak makanan. Ia segera pergi.
“Dia benar. Apa yang aku pikirkan?” gumam Woo Hyun saat Ki Soo sudah pergi. Kamera beranjang ke bawah, tampaklah disana kaki Woo Hyun yang terpasang oleh sepasang sepatu yang berbeda.



Ki Soo menemui Sung Yeol untuk mengantarkan pesana tapi Sung Yeol malah akan pulang dan menyuruh Ki Soo untuk pulang. Ki Soo kesal karena menyadari niatan Sung Yeol sebenarnya hanya untuk menyakiti Woo Hyun. Apa dia tak bisa berhenti dan membuarkan Woo Hyun istirahat? Mereka kan teman.
Sung Yeol tak mau menggubris. Ia memutar musik dan memasang headphonnya. “Kau bisa menjadi temannya.”
“Kepa*r*t.” Umpat Ki Soo pada Sung Yeol yang berlalu.


Jae Suk tiba – tiba muncul, dia menggap dirinya tengah dekat dengan Sung Yeol. Ia tak terima. Ia mengajak Ki Soo ikut dengannya. Nyali Ki Soo pun menciut.


Jae Suk memukuli Ki Soo yang tak berani melawan. Byung Wook muncul dan mendorong Jae Suk hingga tersungkur. Dia berkata kalau mereka kesana untuk Ki Soo.
“Aku mendengar bahkan anak nakal menggigit kucing ketika dibiarkan tanpa pilihan. Aku ingin tahu apa ini baik melihat apa yang bocah ini akan lakukan.” Ucap Tae Ho yang ikut bersama Byung Wook.
Jae Suk sepertinya ketakutan hingga melempar mereka dengan kardus. Tae Ho biasa saja dan Byung Wook menyuruh Jae Suk jangan takut, ia tak akan memukulnya. Tae Ho juga hanya saja ia merasa sia – sia karena telah mengikuti Jae Suk makannya dia merubah mottonya.
Byung Wook membantu Ki Soo berdiri. Ia ingin berkata ini sejak dulu tapi ia akan mengatakannya sekarang. Jangan pernah membiarkan aku melihat –mu lagi.




Young Eun berjalan pulang menuju ke rumah, ia melihat ada Ki Soo duduk di dipan tepi jalan. Ia memperingatkan Ki Soo jangan datang ke penjahat ini.
Young Eun melihat Ki Soo yang tertunduk, ia menarik kepala Ki Soo agar mendongak. Mukanya babak belur.
“Apa yang terjadi? Ini karena Jae Suk? Dia seperti harimau tanpa giginya sekarang.”
“Aku hanya melindungi persahabatan.”
“Nah melindungi wajahmu saat kau berada disitu.” Ucap Young Eun mengangsurkan sebuah telur untuk Ki Soo.


*****
Woo Hyun memandangi papan untuk mengungkapkan pikiran mereka. Joo Ah berteriak terkejut, ia menunjukkan buku segala sesuatu tentang malaikat yang telah menjadi manusia, ia tak percaya apakah semua –nya benar?
“apa kau menyimpan rahasia?” tanya Woo Hyun lemah.
“Hanya menjaga rahasia saja tidak akan cukup.”
“aku takut bahwa dia akan menghilang. Bahwa aku tidak akan melihatnya lagi.”
Kalau memang begitu, mereka harus mencari jalan. Joo Ah akan mencoba mencari buku lainnya untuk mencari cara. Ia pun pergi.



Woo Hyun duduk termenung sampai akhirnya Ji Hye datang menemuinya. Ji Hye tahu kalau Woo Hyun pasti akan terluka dengan perginya Seul Bi bersama Sung Yeol.
 “Bisakah kau ceritakan tentang Seul Bi? Tentang apa yang terjadi pada hari tes. Bagaimana dia bilang dia ingin menjadi manusia. Bagaimana lembar jawaban menghilang. Aku ingin tahu apa itu semua berhubungan dengan Seul Bi.”
“aku berharap kau akan berhenti bertanya. Karena aku harus menjaga rahasiaku.” Pinta Woo Hyun.
Ji Hye tak bisa memaksa tapi ia mengira kalau Seul Bi sekarang sedang mencari lembar jawaban. Entah ia akan menemukannya atau tidak.
Woo Hyun terkejut, ia bergegas bangkit dan pergi meninggalkan kedai.



******
Seul Bi sibuk menyatukan lembar jawab yang telah sobek menjadi beberapa bagian. Ia telaten memilah – milahnya demi teman teman.
Woo Hyun sampai kesana, ia menatap dari ujung pintu melihat Seul Bi. *Yang aneh adalah, Woo Hyun pas berangkat kan terburu – buru ga pake jaket. Tapi ini kok udah pake jaket tebel yah?




Barulah saat Seul Bi tertidur, Woo Hyun berani untuk membantunya merekatkan kertas – kertas tersebut.
Seul Bi menggeliat lalu tersadar, ia menoleh dan mendapati ada Woo Hyun disampingnya tengah merekatkan lembar jawab. Seul Bi memejamkan mata seolah tak ingin Woo Hyun tahu kalau dia sudah sadar tapi air mata tak bisa ia bendung.
Woo Hyun menatap Seul Bi, melihat air mata itu saja sudah membuatnya tahu kalau Seul Bi sudah bangun. Ia sedih dengan kenyataan kalau Seul Bi semakin sedih pula kalau ia disampingnya.



Sung Yeol berlari dengan begitu kencang menuju ke sekolah, Woo Hyun memberitahukannya tentang Seul Bi dan mengirimi ia pesan.
Seul Bi di sekolah. Jangan meninggalkannya sendirian.


Woo Hyun dan Sung Yeol berpapasan di depan sekolah, keduanya hanya saling pandang dalam diam.
Sesuatu yang aneh terjadi, angin kencang mengitari mereka dan mengerubungi membuat mereka saling mendekat dan terkurung di lingkaran angin tersebut. Dedaunan berterbangan mengitari mereka.
“kau pikir kau bisa menghentikanku? kau tidak akan pernah membawanya!” bentak Woo Hyun menyadari bahwa malaikat lain ada disana.
Woo Hyun menyuruh Sung Yeol untuk saling lari keluar dari pusaran angin pada hitungan ketiga. Satu. Dua. Tiga.
Keduanya pun lolos dan putaran angin itu berhenti seketika itu pula. Sung Yeol masuk ke sekolah, Woo Hyun bergumam agar Sung Yeol menjaga Seul Bi.


Seul Bi sibuk menyatukan lagi lembar jawab.
“Kenapa melakukan sampai sejauh ini?” tanya Sung Yeol yang datang. Seul Bi hanya tahu nilai –nya digunakan untuk transkirp jadi penting untuk perguruan tinggi.
“Setelah semua yang telah mereka lakukan padamu, tidakkah kau merasa dendam?”
“Aku tidak ingin mereka menderita karenaku. Semua ini akan terjadi jika bukan karenaku. Aku akan pergi ketika aku selesai, sehingga kau dapat...”
Sung Yeol duduk membuat ucapan Seul Bi terpotong. Seul Bi tersenyum dan mengucapkan terimakasih saat Sung Yeol mulai membantunya.


*****
Woo Hyun kembali ke rumah. ia segera menghubungi Sung Yeol untuk menanyakan keadaan Seul Bi tapi Sung Yeol dengan dingin mengingatkan kalau itu tetap bukan menjadi urusan Woo Hyun.


*****
Sung Yeol menyapu embun yang ada dikaca kamar mandinya. Ia mencuci muka dan menatap pantulan dirinya sendiri di kaca.


Woo Jin kembali dari kerja, ia menyalakan lampu dan terkejut saat Sung Yeol duduk termenung di ruang tamu. Woo Jin bertanya apakah Seul Bi sudah tidur?
Sung Yeol tak menyahut, air matanya mengalir dan bilang kalau dia takut.
“Apa yang salah?”
Woo Jin menghampiri putranya. Sung Yeol berkata kalau dia telah menjadi monster. Ia meminta agar ayahnya membuatnya dibawah kontrol. Woo Jin menggenggam tangan Sung Yeol, dia berjanji akan menahan Sung Yeol. Ia menepuk pundak putranya untuk memberikan sedikit ketenangan.



*****
Keesokan paginya, Seul Bi memberikan lembar jawab yang telah ia satukan lagi. Ji Hye jelas terkejut, apa ini semua Seul Bi yang melakukannya?
Seul Bi mengaku kalau dia menemukannya dan berusaha untuk menyatukannya lagi. Ji Hye semakin merasa aneh dan merasa penasaran, “Apa rahasia yang kau sembunyikan? Dan apa yang kau? Kenapa Woo Hyun mengirimmu ke Sung Yeol?”
Seul Bi bingung untuk menjawabnya. Beruntung ada Sung Yeol yang mendengar percakapan keduanya, ia membawa Seul Bi dan menyuruh Ji Hye untuk tak mencoba mengetahui apapun.



Berita ketemu –nya lagi lembar jawab membuat anak – anak kelas senang.
Woo Hyun bangkit untuk keluar kelas tapi ia malah berpapasan dengan Sung Yeol dan Seul Bi. Kecanggungan membuat Woo Hyun memilih jalan lain untuk keluar kelas.



Seul Bi memilah – milah buku diperpustakaan, setelah beberapa buku ia pilih ia pun berjalan pergi.
Woo Hyun berada disisi lain tanpa memperhatikan jalan dan sama halnya dengan Seul Bi. Keduanya saling tubruk tapi sama – sama diam tanpa kata. Woo Hyun bergegas membereskan bukunya dan kembali melanjutkan perjalanan.



Rupanya Woo Hyun tak benar – benar pergi, ia bersembunyi dibalik rak agar Seul Bi tak tahu keberadaanya.


Seul Bi memungut sebuah buku yang Woo Hyun tadi jatuhkan. (Buku ini digunain pas Woo Hyun sama Seul Bi bales – balesan kata di gitu. Pas itu Woo Hyun lagi bete. Buku ini juga yang ada di episode 1, buku yang ditemuin Woo Hyun pas tubrukan sama cewe)
“aku juga tidur dengan baik. Jadi aku berharap hal yang sama.” Ucap Seul Bi membaca judul buku tersebut.



*****
Woo Hyun melamun menatap papan yang berisi keinginan anak – anak dan disana ada dua gambar hati yang dibuat oleh Seul Bi dengannya.
Joo Ah ada disana pula, ia tanya pada Ki Soo. Apa tak apa-apa meninggalkan Woo Hyun sendirian?
Ki Soo sebal juga karena Woo Hyun tertawa berlebihan saat disekolah dan dirumah diam tanpa makan tidur. Ini membuatnya gila.
“kau tahu Seul Bi...” tanya Tae Ho yang ikut nimbrung. Joo Ah segera menutup mulut Tae Ho yang menyebut nama Seul Bi disana. Tae Ho mengerti dan memberikan hormat pada Joo Ah. “Siap. Pak”
“kau tahu Seul Bi...” ulang Tae Ho. Joo Ah kesal, dia berkata Tae Ho harus pergi kalau Tae Ho terus menyebutkan nama gadis lain.
Tae Ho menilik jam tangannya, ia mengingatkan jam. Joo Ah ikut melihat juga, masih ada sisa waktu 5 menit.
Ki Soo dengan bijak menyuruh keduanya untuk pergi dan bersiap saja. hahaha. Rupanya memang sudah ngebet pulang, tanpa penolakan keduanya pun pergi.




Ki Soo menatap Woo Hyun yang semakin memprihatinkan. Ia akan melakukan sesuatu sekali saja.


*****
Seul Bi berjalan pulang dengan Sung Yeol, ia berkata bahwa mungkin Ibu Guru Ahn akan segera tahu. Sangat sulit baginya untuk berbohong. Sung Yeol menimpali kalau ada saatnya mereka harus berbohong demi orang lain.
Seperti bagaimana aku harus berbohong kepadamu dan selalu berbohong kepadamu.” Batin Sung Yeol menimpali.
Seul Bi menerima sebuah pesan, tanpa menunggu jawaban Sung Yeol. Seul Bi pamit untuk pergi sebentar.
Ia berlari menuju kedai saat menerima pesan Ki Soo kalau Woo Hyun sedang sakit.




Sampai di depan kedai, Sung Yeol menahan tangan Seul Bi. Seul Bi meminta agar Sung Yeol membiarkannya karena Woo Hyun sakit, hanya sebentar.
“Lalu kau akan melihatnya lebih lama. lalu kau akan melihat dia lagi besok. Dan kau akan kehilangan dia sehari setelah itu. Dan aku tidak akan berada di hatimu.”
Seul Bi meyakinkan, hanya sebentar. Sung Yeol tak mau, dia yang akan menemuinya.



Seul Bi menahan tangan Sung Yeol tapi Sung Yeol malah menampik tangannya hingga ia terjatuh. Mungkin karena pergelangan tangannya terantuk sepeda, kondisi Seul Bi melemah dan ia pingsan.
Sung Yeol panik dan semakin panik lagi saat tanda dipergelangan tangan Seul Bi mengabur dan hilang.



Disisi lain, Woo Hyun yang keluar pintu memegang dadanya. Dadanya terasa sangat sakit bahkan untuk berjalan pun sulit bagi Woo Hyun.
Woo Hyun tak bisa menahan tubuhnya, ia terjatuh dengan memegang dada yang nyeri.


*****

1 Response to "Sinopsis High School: Love On Episode 17 – 2"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^