Sinopsis Pride and Prejudice Episode 6 – 2

Sinopsis Pride and Prejudice Episode 6 – 2
Dong Chi mengecas ponsel milik Gong Chul, ia berkata padda Yeol Moo kalau ini adalah bunuh diri. Tak mungkin hanya karena ayahnya datang, mereka mengubah hasil penyelidikan mereka.

“Tapi aku akan melakukan yang terbaik. Ini mungkin bisa menunjukkan sesuatu. Dia mengikat lehernya, tapi dia meninggal karena obat-obatan. Tidak ada orangtua akan menyebut itu bunuh diri. Kita harus tahu kenapa syal itu di lehernya. Jika kita katakan itu bunuh diri ketika itu pembunuhan, dia takkan pernah menerimanya. Juga kurasa itu tak adil bahwa kau tidak menyelidiki kasusku dengan benar.”




Yeol Moo mengaku kalau ayahnya lebih membenci Jaksa dari pada polisi. Kalau mungkin mereka mau menerima dan kembali menyelidikinya maka hidup mereka mungkin akan sedikit berbeda.

Dong Chi bangkit, ia mengajak Yeol Moo ke kantor Jang Won untuk melihat rekaman introgasi Oh Jung Tae. Dia tersenyum penuh makna pada Yeol Moo namun seketika ia menghilangkan senyumnya pula.



Yeol Moo dan Kwang Mi meenonton video Jung Tae yang melakukan introgasi. Keduanya memperhatikan dengan seksama sampai menemukan cincin bambu terikat di tangan Jung Tae. Keduanya terkejut, Kwang Mi berniat akan mengambil cincin tersebut yang ada digudang penyimpanan namun Yeol Moo menahan. Ia yang akan menghubunginya.



Kwang Mi dengan jutek menyuruh Jang Won untuk mengirim pesan pada pacarnya. Jang Won berkata kalau pacarnya bahkan tak mengirim pesan seharian, memang dia harus mengirim pesan apa?

“Pesan kau meminta maaf. Kau tak bisa pergi hari ini.”

“kenapa tidak?” tanyanya polos. Ya jelas karena tugas mereka yang bakal menumpuk karena mencari hubungan antara kasus Yoon Hee dan Gong Chul.



Jang Won melakukan introgasi dengan malas karena Jung Tae bicara seperti orang linglung. Ga jelas. Ia melirik kearah Kwang Mi dan Kwang Mi pun sigap menunjukkan cincin bambu yang ia sudah dapatkan. Darimana kau mendapatakan ini?

“Aku tidak tahu, tapi itu berguling-guling di tanah dan membunuhnya.”

“Itulah apa yang kita tanya. Siapa yang melakukannya?” tegas Jang Won.


Yeol Moo dan Dong Chi memperhatikan jalannya introgasi, dia meminta analisa Dong Chi atas apa yang terjadi. Menurut Dong Chi, waktu –nya sangatlah cocok sehingga seseorang bisa berpura – pura sebagai Panda.

“Maka seharusnya tampak seperti pembunuhan. Mengapa seperti ini?”

“Dia melarikan diri di tengah-tengah kejadian itu. Di sisi lain, tampaknya Cha Yoon Hee bunuh diri dengan minum obat.”


Oh Jung Tae memasuki kamar mandi, dia mengambil sebuah tas lalu menemukan sebuah cincin menggelinding dilatai. Ia memungutnya, saat ia mendongar ia mendapati ada seseorang yang bediri dibilik toilet.

“Seseorang menaruh syal kuning di sekelilingnya dan meninggalkannya seperti itu. Tapi untuk Oh Jung Tae, cincin menggelinding padanya. Oh Jung Tae mencoba untuk mengambilnya dan dia melihat pelakunya. Dia mencoba melarikan diri dari TKP tersebut.”


Yeol Moo bertanya, siapa kira – kira pelakunya?
“Yang pasti orang itu tahu Panda masih hidup. Orang itu ingin membiarkan polisi tahu bahwa Panda masih hidup. Jika mereka menemukan mayatnya, polisi pasti akan menyelidikinya. Maka akan ada pertimbangan untuk tindakan hukum. Itu bisa saja Panda. Kasus ini disimpan dalam database polisi setelah semua yang terjadi. Ini sangat mungkin pelakunya tahu keduanya Cha Yoon Hee dan Panda. Hal ini tidak mungkin dia hanya menemukan mayatnya. Dia pasti cukup dekat dengannya sampai diberitahu tentang kematian Yoon Hee. Itu sebabnya ia mungkin mengambil Telepon Yoon Hee. Tidak hanya panggilan mereka yang direkam, mungkin ada foto mereka sedang bersama.”

Dong Chi memerintahkan Yeol Moo untuk mengecek tagihan telefon Yoon Hee dan ia akan melihat rekaman CCTV didepan toilet.



Dong Chi dan Yeol Moo sekarang melihat kembali rekaman CCTV. Disana terlihat seorang dengan menggunakan jaket dengan menutupi seluruh tubuh menggunakan telfonnya. Dong Chi menyuruh Yeol Moo mengecek panggilan terakhir dari Cha Yoon Hee.

Yeol Moo merasa tak ada banyak panggilan keluar. Dong Chi menyuruh untuk menghubungi nomor yang terakhir kali ditelefon. Yeol Moo melakukannya.

Tanpa diduga, sambungan telefon itu tertuju pada ponsel Gong Chul.




Itu merupakan panggilan keluar yang dilakukan oleh Cha Yoon Hee. Keduanya memutar otak, kenapa Cha Hae Yoon melakukan panggilan pada Panda? Mereka belum memiliki catatan telfon untuk panda karena sebelumnya berada di China.

Yeol Moo mengecek waktu panggilan, itu dilakukan setelah Yoon Hee meninggal. Yeol Moo menunjuk pada gadis yang menggunakan jaket, Yeol Moo menduga Hae Yoon yang membunuh Yoon Hee.

“Itu sangat mungkin. Dia orang terakhir yang bicara dengan Cha Yoon Hee.” Ucap Dong Chi. Ia pun menyuruh Yoon Hee untuk mengecek nomor kedua terakhir yang ada didaftar panggilan Yoon Hee. Yeol Moo melakukannya namun nomor tersebut tak aktiv.

Dong Chi memerintahkan untuk mencari pemilik panggilan tersebut. Sebuah panggilan masuk, Dong Chi mengangkatnya dan ia tampak terkejut.


Dong Chi mempresentasikan hasil temuannya yang menunjukkan kalau dalam air mineral yang ditemukan dalam mobil Panda terdapat methamphetamine dengan kadar cukup tinggi. Dae Gi menimpali kalau mereka bisa membuktikan kasus ini pembunuhan maka Kang Soo bisa terbebas.

“Kami menguji botol air Panda karena kita menduga mungkin ada jejak narkoba. Setelah menyimpan banyak methamphetamine. mereka mencampurnya dengan air mineral dan air keras sebelum disuntikan. Ini tidak tampak ahli meth seperti Panda membawa banyak kesekitar. Jadi kami menduga bahwa kemungkinan Meth nya sudah dilarutkan kedalam air. Jika 150 gram Meth terdeteksi, itu pasti bunuh diri atau pembunuhan. Panda lari sangat cepat dia pikir dia berhasil. Dan dia tidak punya alasan untuk bunuh diri. Itulah kenapa saya curiga itu pembunuhan.”



Jaksa Moon meminta kandidat pelaku pembunuhan Panda. Dong Chi menjawab kalau untuk saat ini ada banyak kemungkinan. Orang dari cinta atau panglima Narkoba lainnya. Jaksa Moon bertanya mengenai informasi Cha Hae Yoon? Mungkin dengan adanya dia maka mereka bisa mengungkap kasus Panda dan juga Cha Yoon Hee.

“Panda ada di perahu dari 3 November jam 10:00 dan 4 November pada siang hari. Wanita itu tertangkap kamera pada tanggal 4 November pagi. Keduanya tak mungkin ada di perahu yang sama. Ada kemungkinan mereka saling melewati setelah kapal itu mendarat.”

“Ponsel Wanita itu adalah telepon burner.” Tambah Yeol Moo.




Jaksa Moon kemudian memerintahkan pada Kwang Mi dan Jang Won untuk cari tahu kapal, makanan dan melihat CCTV yang memunculkan Panda. Dan periksa lebih teliti.

Jaksa Moon berdiri, ia mendesah keras dan bersikir kalau tubuhnya perlu istirahat.



Jaksa Moon masuk ke ruangannya, dia tersenyum melihat Man Shik sudah duduk disana. ia merasa kalau mereka memang ditakdirkan untuk saling menempel tapi Man Shik harus tahu kalau dia menempel padanya maka semua akan sulit.

Man Shik tergagap, yang ia tahu hanya Panda menjual narkoba di China.

“Kau tidak tahu dia Panda?” tanya Dae Gi.

“Panda? Jadi itulah yang kukatakan. Dia menjual Narkoba!” yakin Man Shik.


Jaksa Moon duduk disebelah Man Shik, tapi Man Shik malah ketakutan dan memilih menjauh. Namun dengan mudahnya Jaksa Moon menari kembal kursi Man Shik . “Itu sudah cukup. Jadi siapa yang mengatakan pada-mu tentang Jang Gong Chul? Itu adalah kesepakatan pertama-mu dengannya.”

Man Shik berkelit dan kekeuh meyakinkan kalau ia tak tahu apa – apa.

“jadi, apa yang kau tahu?”

“Jang Gong Chul bilang dalam pertukaran kesepakatan, dia ingin aku untuk menemukan seorang wanita. Wanita yang mencuri narkoba-nya.”


Jaksa Moon mengorek informasi sebanyak mungkin dengan bertanya siapa wanita itu?

Man Shik makin kelabakan, ia tak tahu. Dia tak tahu. Jaksa Moon geregetan dibuatnya, dia menahan Man Shik untuk diam. “kau telah menemukan wanita itu?”

“hanya nomor telefonnya.”

Man Shik pun menuliskan nomor telefon yang dimaksud olehnya.



Dong Chi dan Yeol Moo mencoba mencari pemilik nomor telefon yang terakhir kali dihubungi Yoon hee namun resepsionis merasa kalau mungkin dia bukanlah karyawan disana. Dong Chi tanya apakah Recepsionis pekerja lama?

Resepsionis mengaku kalau dia orang baru.

“Apa ada orang yang dekat dengan Cha Yoon Hee? Lalu siapa yang bekerja paling lama di perusahaan ini?”
Resepsionis tak terlalu yakin dan pekerja yang paling lama bekerja disana ya Yoon hee. Makannya dia bekerja penuh disana.

“Tampaknya kebanyakan orang yang bekerja di sini selama 2 tahun.”

Recepsionis membenarkan, makannya tak ada yang bekerja waktu penuh kecuali Yoon Hee. Cuma herannya, dia kemaren mengundurkan diri. Yeol Moo terkejut, bukannya dia sangat menginginkan pekerjaan ini?




Dong Chi dan Yeol Moo berganti mencari informasi tentang Yoon Hee pada Penjaga Parkiran yang sudah bekerja selama 10 tahun disana. pria tua itu langsung mengenali ketika ditanya mengenai Yoon Hee, Yoon Hee adalah seorang Cookie terkenal.

“Siapa yang dekat dengan Nona Cha?”

Penjaga Parkiran agak heran karena keduanya banyak bertanya. Dong Chi berbohong dengan mengenalkan Yeol Moo sebagai seorang yang direkomendasikan oleh Yoon Hee untuk bekerja disana. tapi katanya Yoon hee sudah berhenti jadi dia ingin menanyakan sesuatu pada wanita yang dekat dengannya. Siapa wanita itu?

“Ada seorang wanita yang sangat dekat dengannya. Namanya adalah Song Ah Reum. Sudah setahun sejak ia berhenti. Mereka bilang pemilik melakukan pekerjaan terbaik di sini. Tapi jika kau bukan VIP, dia tidak akan melakukannya. Jadi tidak ada gunanya memperkenalkan-mu ke salah satu pekerja.”




“Apa Song Ah Reum kerja di sebuah rumah sakit yang berbeda sekarang?”

Penjaga Parkiran tidak tahu secara pasti tapi dulu ia menjadi resepsionis disini. Dia cantik dan sangat pintar. Pernah kuliah tapi karena sebuah masalah ia mengambil cuti dan bekerja disini.

“Dia kuliah?”

Penjaga Parkiran tak tahu secara pasti tapi mungkin anaknya tahu. Dia mengaku kalau dia telah mengenalkan Ah Reum pada putranya. Dong Chi meminta nomor telefon anak Penjaga Parkiran. Penjaga kembali heran sampai akhirnya Dong Chi memberikan kartu nama, seketika Penjaga memberi hormat menyadari kalau Dong Chi seorang jaksa.


Jang Won melaporkan hasilnya kalau dia tak menemukan apapun karena Panda tak banyak memiliki teman dan terlalu biasa sehingga tak menarik perhatian. Dong Chi pun juga belum bisa mendapat banyak informasi karena Direktur tempat Yoon Hee bekerja sedang pergi ke luar negeri. Tapi mereka menemukan informasi mengenai teman dekat Yoon hee, Song Ah Reum.

“Tahun lalu, Panda datang ke Korea sekitar 10 kali. Narkoba-nya dicuri darinya. Orang yang mencuri narkoba adalah pemilik telepon yang kau sita. Orang terakhir yang Cha Yoon Hee telpon.” Jelas Jaksa Moon.

“Maka orang yang mengikat syal di leher Cha Yoon Hee, Dia yang mencuri obat Panda. Panda menemukan nomor telepon wanita itu. Lalu ia melaporkannya. Dan itu caranya membiarkan kita tahu bahwa Panda masih hidup.” Tambah Dae Gi yang segera dibenarkan oleh Jaksa Moon.



“Ada kemungkinan dia memutuskan untuk membunuh Panda sendiri ketika mereka pikir dia gagal karena Oh Jung Tae.” Analisa Dong Chi. Ia kemudian menunjukkan foto Song Ah Reum yang ia dapatkan.

Seketika Yeol Moo terbelalak, dia menemui wanita itu yang menjual narkoba dipasar ketika mencari jaringan narkoba. 1-2-0-5. Dae Gi menambahkan kalau mungkin Ah Reum mencuri narkoba dari Panda lalu menjualnya sendiri.

“Itulah kenapa semua ini terjadi. Dia ingin menjual obat-obatan. Dia adalah orang terakhir yang berbicara dengan Cha Hee Yoon. Dia mengikat syal kuning dileher Hee Yoon dan berpura-pura Panda. Dia adalah 1-2-0-5, orang yang mencoba menjual obat pada Jaksa Han. Mereka semua orang yang sama.” Tutup Dong Chi.

Jaksa Moon memerintahkan untuk mencari Son Ah Reum dan untuk Jang Won mengecek kembali CCTV.





Yeol Moo merasa agak aneh ketika seorang wanita mencoba membunuh namun bagi Dong Chi itu bisa saja karena pembunuhan pun dilakukan dengan menggunakan obat – obatan bukan menggunakan kekuatan. Wanita juga bisa menjadi jahat. Dia juga bisa jadi jaksa, canda Dong Chi.

Yeol Moo menyipitkan matanya, kenapa Dong Chi tak mengatakan padanya saat tahu Kang Soo tak bersalah?

Dong Chi tahu sejak Jaksa Oh Kwang Mi memeriksa CCTV tapi apakah dia bisa memberitahukannya pada Yeol Moo meskipun mereka dekat? Yeol Moo mendesat, setidaknya Dong Chi memberitahukan Nenek agar dia tak khawatir.

“Kita perlu bukti untuk itu jadi kebenaran. Kita tidak bisa membuat bukti dan mengarang cerita.” Sindir Dong Chi membuat Yeol Moo tampak makin kesal. Dong Chi bertanya apakah Yeol Moo sudah menemukan Song Ah Reum?

“Belum.” Ketus Yeol Moo.


Dong Chi mengecek rekaman CCTV, sepertinya ini disebuah gedung penyimpanan dan ada wanita berjaket disana. seorang pekerja mengusap pipi Song Ah Reum. Dong Chi memperbesar rekaman tersebut, ya memang Song Ah Reum.

Kelompok yang lain juga kembali memeriksa screencap CCTV. Dae Gi tertawa ketika menemukan sosok seseorang di bandara, dia Jae Shik. Jaksa Moon ikut melihatnya, dia marah kenapa Jang Won tak mengikutkan Jae Shik dalam daftar saksi.

Jang Won menunjukkan kalau itu ada dipaspor China. Jaksa Moon jelas tak menerima alasan, Kwang Mi memberikan beberapa penampakan foto Jae Shik lainnya. Dia ada didekat truk dan ditangannya juga terdapat sebuah botol minuman. Jaksa Moon segera mengambil kesimpulan.




Dae Gi memberikan foto Jae Shik pada Man Shik. Jaksa Moo bertanya apakah Man Shik yang membunuh panda? Apa Jae Shik yang membunuh Panda? Siapa yang membuat koneksi dengannya? Membuat koneksi dengan Panda pastilah sulit?

Man Shik hanya mengelak semua pertanyaan itu.

“Ketika kau membuat kesepakatan, kau hanya mendapatkan barang dan bertanya tentang Panda, kan? Siapa yang memperkenalkan kalian berdua?”

“Seseorang yang mungkin mempekerjakanmu. Kesepakatan itu kau akan membunuh Pand sebagai imbalan mendapatkan obat-obatan.” Tambah Jaksa Moon.



Jaksa Moon bangkit, ia memijat pundak Man Shik untuk menanyakan keberadaan Jae Shik. Ia yakin kalau Man Shik tahu mereka mengejar Jae Shik. Man Shik bungkam.

Jaksa Moon menepuk –nya, memang seperti itu kalau saudara. Harus setia.

“Kim Jae Shik memesan penerbangan. Dia sudah naik dan akan lepas landas dalam 40 menit.” Lapor Kwang Mi yang masuk.

Jaksa Moon secara tegas menebak kalau Jae Shik tak akan naik pesawat. Man Shik yang tadinya duduk tenang terbelalak menoleh pada Jaksa Moon.

Jaksa Moon tertawa lepas, Man Shik jatuh ke perangkap mereka. Dia mengubah ekspresinya menjadi terkejut. Dimana Jae Shik sekarang?

Man Shik menjerit kesal pada dirinya sendiri.


Dong Chi menyuruh Yeol Moo mengecek apakah Ah Reum mencoba untuk kabur, mereka harus mengeceknya. Yeol Moo pun menghubungi pihak bandara.

Jaksa Moon datang. Dia menyuruh Dong Chi untuk pergi ke bandara, sudah ada pasukan disana untuk menangkap Jae Shik karena Jae Shik lah pelaku pembunuhan Panda. Dong Chi hanya diam heran, dia juga akan melakukan penangkapan pada Song Ah Reum karena dialah pelakunya.

“Apa yang kau bicarakan? Kim Jae Shik dan Panda naik perahu bersama-sama. Ada bukti mereka membuat kesepakatan. Aku bilang semuanya dalam perjalanan. cepat pergi.”

Dong Chi menoleh pada Yeol Moo, Yeol Moo memberitahukan kalau Ah Reum juga akan pergi ke Hong Kong.  Dong Chi berkata pada Jaksa Moo kalau Ah Reum adalah tersangka. Ia menyuruh Jaksa Moon untuk memerintahkan Jang Won menangkap Jae Shik.

“Hei, kenapa kau mengharapkan Jaksa Lee menangkap seorang kriminal?”

“Kalau begitu serahkan pada polisi.” Saran Dong Chi.

“Apa yang kau katakan? Jika kita serahkan ke polisi, hasil memecahkan kasus pembunuhan dan kasus narkoba jatuh ke polisi. Gunakan kepala-mu. Kita harus tunjukan hasil. Kau ingin aku yang pergi?”


Yeol Moo menunjuk dirinya yang akan menangkap Ah Reum. Jaksa Moon berdecak dengan sikap Yeol Moo, tapi Yeol Moo mencoba untuk meyakinkan.

“Jadi maksudmu Song Ah Reum adalah pelakunya. Ya, baiklah. Aku akan menelepon polisi untuk kebandara.”

Jaksa Moon memerintahkan Yeol Moo menangkap Ah Reum dan Dong Chi menangkap Jae Shik.




Kepala Moon menampari wajahnya yang menegang.

“Apa yang kalian lakukan? Apa? Lucunya, anak-ku. Sekarang mereka terasa seperti anak-ku, itu benar.”

Yeol Moo dan Dong Chi bergegas menuju ke bandara. Namun keduanya dikejutkan dengan kedatangan Ah Reum. Yeol Moo terkejut menyadari kalau wanita didepannya adalah Ah Reum.

Ah Reum menunjukkan tangannya yang terikat dan pandangan matanya kosong. “Aku menyerahkan diri. Aku sudah membunuh seseorang.”


Jaksa Moon kembali membaca berkas untuk disampaikan di pers. Direktur datang dan memberikan tepuk tangan, ketua selalu berjalan seperti apa yang diharapkan. Dia mengajak Jaksa Moon untuk pergi. Jaksa Moon berkata kalau dia memang akan pergi.

“Mari kita pergi.” tatap Direktur dengan pandangan penuh arti. Jaksa Moon mengerti maksudnya, dia menyuruh Direktur melakukan sendiri saja. dia sudah menulis lengkap dalam skenario ini. Direktur tak yakin dia harus menjawab apa kalau wartawan bertanya. Sekali lagi Jaksa Moon menambahkan kalau kontennya sangat teliti.

Direktur membaca berkasnya, dia setuju dan melangkahkan kakinya untuk pergi namun ia kembali berbalik. “Tapi tak ada cara baru untuk diberikan padaku.”

Jaksa Moon meminta Direktur membebaskan Kang Soo. Direktur akan mencobanya tapi dia tak berani menjamin.

“Ayo, lakukan saja. kau memiliki banyak koneksi.”

“Baik, tak apa-apa, kita bukan orang asing. Jaksa penuntut adalah keluarga kitaSaya harus melindungi anggota dari Tim siapapun yang menderita secara tidak adil. Tapi Kepala, kau juga memiliki koneksi. Jika menurutmu ini berat, pasti banyak yang harus kau katakan.”

Jaksa Moon tersenyum. Kenapa dia harus menggunakan koneksi untuk membebaskan detekftif? Dia akan menggunakan koneksi untuk dirinya sendiri.

Direktur pun tersenyum dan mencoba menghubungi seseorang.

Setelah direktur Oh  pergi, Jaksa Moon mendesah. Ia tak percaya kalau wanita itu lebih muda darinya (karena sikapnya kaya seumuran).


Kang Soo keluar dari penjara dengan Chang Gi yang sudah menunggu didepan gerbang. Dia menyambut Kang Soo, Haruskah aku membelikan-mu makanan?

Kang Soo balik tanya, apa Chang Gi punya uang? Jelas saja dia tak punya. Kang Soo dengan lemah menimpali, kalau begitu dia akan beli menggunakan apa?

Chang Gi menghentikan langkah Kang Soo. Chang Gi membuka bekal yang dibawanya, tofu bentuk hati. Seketika Kang Soo tertegun, Chang Gi menyuapkannya ke mulut Kang Soo dan membuatnya terharu.'

Chang Gi pun memakannya. Keduanya diam. Tak bisa mengungkapkan kata – kata dan mengunyah tofu sebagai pelampiasannya.


Pers telah dilakukan oleh Direktur Oh. Diruangannya, Yeol Moo bertanya apakah Dong Chi berhasil menangkap Jae Shik.

Tentu saja, jawab Dong Chi. Yeol Moo berkata kalau Song Ah Reum masih belum mau bicara. Tapi kenapa Song Ah Reum?

“kau bahkan tidak tahu kenapa, tapi kau memberitahu Kepala kau akan pergi menangkapnya? Akting yang bagus.”

“Kau bilang dia pelakunya?”

“Jadi jika aku mengatakan dia pelakunya, kau akan setuju? Kupikir kau tak percaya padaku?”

“Memang tidak.”



Dong Chi menyuruh Yeol Moo untuk melakukan saja sesukanya. Yeol Moo berbalik, dia tidak gila ataupun keras kepala. Hanya saja, Dong Chi tampaknya tidak bertindak seperti seorang kriminal. Tapi cara Dong Chi berpikir membuatnya mengira kalau itu Dong Chi. Yeol Moo mempercayai Dong Chi sebagai Jaksa.

“kau percaya padaku, lalu tidak percaya? Aku punya bukti. Bukti bahwa itu bukan aku. Haruskah kutunjukkan?”

Yeol Moo maju selangkah menanti bukti yang akan diberikan oleh Dong Chi. Dan, rupanya bukti itu adalah sebuah kecupan dari Dong Chi. Jelas saja ini membuat Yeol Moo terbelalak.



*****
  

2 Responses to "Sinopsis Pride and Prejudice Episode 6 – 2"

  1. 5 episod nyampe awal episod ini masih kerasa tegangnya,tp pas ending langsung melting gara2 dong chi ngecup bibir yeol moo :-* .makasih mba sinopsisnya

    ReplyDelete
  2. kaka plies lanjutin iron mannya dong aku penasaran banget kak :'( d tunggu banget loh

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^