Sinopsis Pride And Prejudice Episode 6 – 1

[1-1] [1-2] [2-1] [2-2] [3-1] [3-2] [4-1] [4-2] [5-1] [5-2]
Koo Dong Chi mencoba mencari sesuatu yang janggal di mobil Jang Gong Chul, tak ada yang mencurigakan dan hanya sebuah mobil yang berantakan. Ia teringat ucapan Jang Gong Chul yang mengatai dirinya penuh omong kosong.

Dong Chi kembali mencari bukti, ia menemukan sebuah benda yang tak lain adalah cincin bambu di mainan kayu. Ia pun terdiam.






Dong Chi berlari menuju ke rumah sakit dengan tergesa, ia menemukan kalau Gong Chul sudah meninggal. Yeol Moo diam, ia membuka sedikit selimut yang sudah menutupi tubuh Gong Chul, ditelapak tangannya terdapat tatoo bergambar panda.

“Aku tahu. Jang Gong Chul adalah panda. Bagaimana dengan Kang Soo?” tanya Dong Chi.




Kang Soo membenamkan kepalanya, dia benar – benar sedih saat ini. Ia menangis tanpa suara. Chang Gi yang menemani Kang Soo pun hanya bisa diam, ia melihat luka yang ada ditangannya. Chang Gi tak tahan melihat luka tersebut. Ia mencari plester dan membubuhi sedikit obat namun obatnya telah habis.

“Aku bahkan tak bisa melakukan ini.” Desis Chang Gi.




Chan berlatih menulis, ia cukup pintar hingga Nenek Baek memuji Chan. Ini adalah hal terpenting yang harus Chan ketahui.

Bunyi alarm mobil polisi terdengar berhenti didepan rumah Nenek Baek, dia berjalan keluar untuk mengeceknya.

“Apa penghuni Kang Soo ada dirumah?” tanya Polisi.

Nenek Baek heran, seharusnya mereka mencari Kang Soo di kantor kejaksaan distrik. Polisi menggaruk kepalanya yang tak gatal. Nenek Baek terdiam, ia bisa memahami kondisi apa yang sedang terjadi.



Nenek Baek menemui Kang Soo dirumah Chang Gi, Kang Soo segera berdiri ketika Nenek Baek datang. Nenek Baek tahu dengan kondisi Kang Soo, ia tak mau membuatnya semakin terbebani. Nenek Baek membetulkan pakaian dan celana Kang Soo, hal ini jelas membuat Kang Soo semakin tak bisa menahan air matanya.

“kau percaya padaku, kan?” tanya Nenek Baek dijawab anggukan olehnya. “Itu semua akan selesai.”

Kang Soo mencoba tersenyum, ia membungkuk pamit lalu mengacak rambut Chan dengan sayang.

“Tegakkan bahunya..” perintah Nenek Baek membuat Kang Soo tersenyum.



Polisi berniat memborgolnya tapi si Ketua menyuruh polisi tersebut untuk tak perlu melakukan itu. Ketua Polisi itu sepertinya percaya dengan Kang Soo, ia menepuk bahunya lalu menenangkan. Ini semua hanyalah formalitas. Kau tahu itu kan?

Kang Soo mengangguk dan berjalan memasuki mobil polisi.


Mobil melaju, Chang Gi yang baru saja membeli obat untuk Kang Soo terkejut. Ia mencoba mengejar mobil polisi tapi ia tak bisa.

“Dia harus pergi ke toko obat.” keluh Chang Gi.


Situasi di kantor jadi sangat serius, Dong Chi mencoba menjelaskan pada Jaksa Moon  namun dengan segera Jaksa Moon  memotong. Dia bertanya apakah di tempat kejadian ada banyak saksi?

“Tidak, hanya kita saja.” jawab Dong Chi. Jaksa Moon  semakin khawatir karena untuk kondisi seperti ini, mereka memerlukan banyak saksi. Dengan begitu kasus ini tak tepat sasaran.

Dong Chi memberitahukan kalau Panda memiliki kardioplegik akut. Dan mereka sedang menyelidikinya sekarang.

“Tapi kenapa ada darah di dalam air di pantai Incheon?”




Dong Chi berkata kalau kepala Panda mengalami robek sekitar 5 cm. Jaksa Moon  merasa kalau ini adalah yang terburuk, ini situasi yang paling tak diinginkan. Kepala punya begitu banyak pembuluh darah bahkan jika sedikit robek, darah akan menciprat keluar. Ini bukan cedera yang parah, tapi tampak seolah benar-benar parah. Jaksa Moon  menyuruh Dong Chi memberitahukan hal lainnya.

“Tulang punggung keenamnya rusak.”

Jaksa Moon  makin kesal, kenapa mereka memegang orang itu? Seorang pecandu narkoba itu tulangnya lemah. Dong Chi harus memukulnya lemah lalu membiarkannya istirahat. Jika ia jalan maka Dong Chi harus menenangkan. Kalaupun Dong Chi membiarkan dia lari, maka dia akan terjatuh juga. Apa Dong Chi pergi kesana tanpa tahu dasar – dasarnya?

Dong Chi tertunduk meminta maaf.


Direktur masuk ke ruang pertemuan, apa semuanya baik – baik saja?

Dengan segera Jaksa Moon bangkit karena datangnya Direktur. Direktur mengaku begitu terkejut tapi kenapa mereka tak memberitahukan padanya? Bahkan sekarang ia tak tahu kalau harus bertanggung jawab. Apa jika Jaksa Moon melapor padanya, ia akan membiarkannya begitu saja? bagaimanapun, mereka harus memikirkannya pelan – pelan.  Bagaimanapun mereka hanya bekerja, jadi Ketua lah yang harus bertanggung jawab.

Jaksa Moon tetap diam menerima ucapan Direktur yang memojokkannya.

“Siapkan laporan-mu dan temui aku di ruang konferensi 5 menit lagi. mengerti?” perintah Direktur pada yang lain.


Mereka segera melakukan evaluasi kejadian dengan melihat rekaman CCTV. Direktur berkomentar kalau ini buruk. kau bilang korban adalah Si-panda itu?

“Ya. Dia berganti nama jadi Jang Gong Chul. Nama aslinya adalah Kim Jung Gook. Dia lari ke China saat dia dituduh membunuh saat kebakaran. Penegak hukum mengikutinya ke Cina dan ia melompat ke laut dalam upaya melarikan diri. 3 bulan kemudian, orang Cina menemukan tubuhnya dan melaporkannya. Kasus ini ditutup setelah tubuhnya ditemukan.”

Direktur bertanya bukankah Dong Chi kepala kasusnya? Dong Chi membenarkan. Direktur kira Dong Chi bisa mengenalinya saat bertemu. Dong Chi mengaku kalau ia tak bisa mengenalinya saat itu karena dia memiliki luka bakar di wajah.






Direktur merasa kalau mereka dalam masalah yang besar, Korban meninggal karena penyidik. Penjahat yang sudah dianggap mati hidup lagi dan membawa kembali narkoba. Jaksa sedang kacau. Jaksa tak tahu dia seorang pembunuh berantai dan membiarkan dia lepas. Ini dua poin utama. Pers akan ada di lapangan hari ini. Mereka akan melakukan hal lain – lain untuk kelancaran. .

“Tidak, tidak, tidak. Biarkan saja.” potong Jaksa Moon. “Orang yang meninggal adalah orang jahat. Pelaku melakukan kesalahan. Dia hanya tak beruntung. Itu fakta, bukan? Jaksa akan menyelesaikan ini sesuai dengan hukum. Kita harus memberitahu mereka semua itu. Jaksa jangan goyah bahkan jika itu salah satu dari mereka sendiri. Itu disarankan, bukan?”

Dong Chi menatap Jaksa Moon serius, ada yang membuatnya merasa aneh. Direktur meng –iya –kan saja ucapan Jaksa Moon. Mereka bisa menanganinya disela – sela waktu saja maka Jaksa Moon tak perlu terlibat. Dia akan mempercayakan semuanya pada Jaksa Moon.

Keduanya pun tersenyum dengan penuh makna.




Jaksa Moon menanyakan apakah Kang Soo membawa surat penangkapan saat kejadian? Dong Chi meng –iya –kan. Yeol Moo menyela pembicaraan Jaksa Moon karena merasa Kang Soo tak pantas untuk dipenjara. Melarikan diri atau menghancurkan bukti dapat diidentifikasi itu tidak mungkin.

“Apa kau coba mengajari-ku? Siapa kau? Keterampilan jaksa-mu sudah baik, begitukah? kau cukup bersemangat saat orang dewasa bicara. Juga, kita seorang jaksa, kita adalah penjaga hak asasi manusia. Jika seseorang meninggal, kita harus melakukan pekerjaan dan gunakan kekuatan kita. kau berpikir jaksa itu manusia biasa? Siapa kau? Jika kita bekerja dengan ceroboh, dan masyarakat mengetahuinya, kau pikir apa yang akan terjadi?”

Yeol Moo mencoba kembali mengutarakan pendapatnya tapi Jaksa Moon memotong dan mempersilahkan mereka untuk pulang. Tanpa bantahan, yang lain bersiap untuk kembali hanya tinggal Yeol Moo yang masih terduduk.

Jaksa Moon menyuruh Yeol Moo untuk melanjutkan bicaranya sendiri. Yeol Moo menahan amarahnya, ia pun pergi dengan kesal.




Yeol Moo mengumpati semuanya yang tak mau membela Kang Soo. “Jika dia jaksa, polisi bahkan takkan menyelidikinya. Ya atau tidak media mengetahuinya. kau akan menutupinya dan membuat alasan.”

Dong Chi membenarkan, oleh karena itu mereka berbicara buruk.

“Itu karena dia detektif, bukan jaksa. Kita tidak bisa membuatnya mencemari kejaksaan. Kau tenangkan situasinya sebelum mereka lebih buruk.  Itulah sebabnya dia domba yang telah dikorbankan.” Kesal Yeol Moo.

Dong Chi membenarkan, dia akan melihat penyelidikan selama 4 hari. Seberapa mereka bisa melakukan penyelidikan yang benar. Yeol Moo masih belum bisa terima kenapa Dong Chi tak membela Kang Soo. Bagi Dong Chi, mereka harus mengetahui apa yang terjadi untuk bisa membela.

“Panda yang pegang pisau lebih dulu dan dia berusaha kabur. Itu sebabnya kita berlari mengejarnya. Kita berusaha menghentikannya, dan itu sebabnya itu adalah pembunuhan tak disengaja.”

“Pembunuhan tak disengaja? Apa kau yakin itu?” tegas Dong Chi.

Yeol Moo yakin sekali, toh mereka juga adalah saksi matanya.


“Kau mau taruhan? Apa yang akan kau lakukan jika itu tak disengaja? Jika aku benar, kau akan percaya apa yang kukatakan?”

“tidak.” Singkat Yeol Moo.

Apa dimata Yeol Moo, ia adalah seorang penjahat? Apa Yeol Moo sudah gila? Dia menyelidiki kriminal bersama, mengobrol dan bersama dengannya. Bagaimana Yeol Moo masih menganggap dirinya penjahat. Dong Chi meminta Yeol Moo untuk merasakan apa dia kriminal atau bukan dengan hati dan tangan Yeol Moo.

Dong Chi sekali lagi menyuruh Yeol Moo untuk merasakan dengan hatinya. Ia kemudian memberikan berkas untuk Yeol Moo dan menyuruh untuk mengurus itu.

“Apa itu?”
“aku tidak tahu. Ini untukmu.”



Yeol Moo menuju ke kantor polisi dan bertemu dengan Chang Gi. Chang Gi bertanya dimana keberadaan Dong Chi? Untuk saat ini seharusnya Kang Soo tak harus dipenjara. Untuk apa punya koneksi? Apa mereka akan membiarkannya begitu saja? mereka tak bisa melakukan semua ini, kang Soo –nya begitu baik.

“Dia adalah maskot yang sempurna untuk hukum. Dia tampan, dia tinggi. Dia akan jadi pilihan nomer satu.”

Yeol Moo meminta maaf, tapi untuk sekarang Kepala telah membuat keputusan. Chang Gi tertegun, kepala?




Kang Soo digiring oleh polisi menuju mobil, Chang Gi segera menahan dan memegang tangan Kang Soo. Dia dengan penuh perhatian bertanya apakah Kang Soo sudah makan? Apa polisi keras padanya?

Kang Soo masih diam menunduk dan bersiap masuk mobil tapi Chang Gii menahannya. Chang Gi memperingatkan kalau Kang Soo tak salah, dia tak perlu menunduk dan berdiri tegak –lah. Semua yang dikatakan oleh orang lain hanyalah sampah. Panda memang pantas mati.

“tidak seharusnya dia mati. Jaga Nenek.”

Chang Gi menyuruh Kang Soo tak usah khawatir karena ada dia, Dong Chi dan Nona Jaksa disini. Kang Soo menunduk dan tak mau menoleh pada Yeol Moo.




Yeol Moo menatap kedekatan keduanya, ia hanya bisa menghembuskan nafas. Ketika Kang Soo akan masuk ke dalam mobil, Yeol Moo memanggil Kang Soo tapi Kang Soo tak mau menoleh sama sekali.


Jam menunjukkan pukul 11 lebih lima, Dong Chi masih lembur untuk mengecek ulang rekaman CCTV. Jaksa Moon muncul, Hei, bagaimana itu? Tidak ada, kan?

Dong Chi sendiri kurang yakin, bagaimana menurut Jaksa Moon? Jaksa Moon sepertinya yakin 100 % kalau bukan Kang Soo pelakunya. Disini Gong Chul maju dengan membawa pisau, Dia mencoba untuk melarikan diri. Dia mungkin berkeringat. Ini benar-benar mencurigakan. Bahkan jika mereka meninggalkan dia sendirian, dia mungkin akan mati. Waktu Kang Soo hanya kurang tepat. Tapi mereka juga tak bisa menggunakan itu sebagai barang bukti.

Dong Chi yakin kalau mereka akan segera menerima hasil autopsi. Bagi Jaksa Moon, satu minggu masihlah terlalu lama untuk menyelamatkan Kang Soo. Dong Chi tersenyum, jadi kau akan menyelamatkannya?

“Jika tim-ku hancur, Kepercayaan-ku akan berkurang. Sampai kita punya bukti, semuanya adalah kesalahan Kang Soo. Ketika kita cari tahu itu bukan Kang Soo, saat itulah ia berakhir di sana. Mari kita bekerja sama. Mengerti Jaksa Koo?”

Dong Chi menyetujui. Jaksa Moon pamit pergi.



Setelah Jaksa Moon pergi, Dong Chi pun menghubungi Departemen kesaksian.


Jaksa Moon dengan santai menuju ke mobilnya, ia menoleh karena menyadari seseorang tengah menantinya. Ia menjetikkan jarinya agar seorang itu mendekat, rupanya dia adalah Jung Chang Gi. Chang Gi langsung ke pokok –nya, dia akan melakukannya. Dia akan pergi keluar untuk berburu.

Jaksa Moon menolak dengan alasan waktu yang tak tepat dan waktu Chang Gi telah habis. Chang Gi menawarkan apapun yang diingikan oleh Jaksa Moon.

“Kita sudah punya semuanya. Jung Chang Gi, melihat-mu bertingkah seperti ini, Kau pasti sangat dekat denga Kang Soo, kan?” ucap Jaksa Moon seraya masuk dalam mobil.



Chang Gi meletakkan tangan diatas kaca mobil yang hampir maju. Dia meminta Jaksa Moon melepas Kang Soo.

“Bagaimana saya bisa melakukannya? Saya akhirnya membuat Jung Chang Gi terbaring tepat didepan-ku. Apa nama kejahatan Kang Soo?”

Pembunuhan tak disengaja, jawab Chang Gi namun ditolak oleh Jaksa Moon.

“Mungkin kau lupa. Kita tidak menutupi kesalahan yang ceroboh. Apa kau tidak setuju? Jaksa Jung Chang Gi.” Ujar Jaksa Moon.



[15 tahun yang lalu. Musim Dingin 1999]
Chang Gi rupanya adalah seorang Jaksa yang juga berpartner dengan Jaksa Moon. Keduanya tampak dalam tekanan dan dalam kondisi yang lelah. Dan Chang Gi yang berada dibalik kemudi tiba – tiba terbelalak. Tak sengaja ia menabrak seorang pejalan kaki yang tengah menyebrang.

Tangan Chang Gi gemetaran. Jaksa Moon juga merasakan ketakutan yang sama. Dengan lutut lemas, ia berjalan mendekati tubuh yang tergeletak ditengah jalan. Jaksa Moon mencoba melihat kondisi wanita itu hingga ia berdiri, ia menatap kearah Chang Gi dengan tajam.




[15 tahun yang lalu. Musim Dingin 1999] END

Yeol Moo pulang, ia menemukan Chan terkantuk – kantuk dalam pelukan Nenek Baek. Ia mengusapnya dengan lembut. Yeol Moo meminta nenek jangan khawatir. Nenek Baek mencoba bersikap tegar, apa yang perlu dikhawatirkannya. Kalau memang dia bersalah maka dia harus menerima hukuman.

Yeol Moo meyakinkan kalau mereka tengah mencoba yang terbaik. Nenek Baek tetap tegas kalau memang salah maka harus dipenjara. Dia, Yeol Moo maupun tetangga tetaplah harus menerima hukuman seburuk apa yang telah ia lakukan. Kang Soo masih muda. Waktu berlalu dengan cepat. Dia sudah dewasa dan melakukan kejahatan.

Yeol Moo yakin kalau ini hanya masalah waktu dan bukan salah Kang Soo. Nenek mengisyaratkan ketidak percayaan pada sebuah kebenaran (dimata hukum kayaknya), tapi mendengar itu ia bisa lega.

Nenek Baek tahu kalau Kang Soo memanglah baik sejak kecil. Dia tak membuatnya kecewa kecuali menyebalkan ketika terus menempel. Dia khawatir dengan Kang Soo yang tumbuh tanpa orang tua. Tapi melihat Kang Soo mengikuti Dong Chi, ia ingin tahu apakah Kang Soo hanya pintar mengikuti orang lain. ia tahu Dong Chi akan mengurusnya, Dong Chi orang yang baik jadi dia akan melakukan hal yang benar.



“Apa Jaksa Koo orang yang baik?” tanya Yeol Moo dengan gumaman.

“Tidak bisakah kau dengan melihatnya? Hanya ada satu orang bodoh yang makan makananku dan melakukan hal-hal bodoh. Tapi apa yang dia kerjakan diluar?” jelas Nenek.



Diluar rumah, Chang Gi memandang langit dan mendapati bulan bersinar terang diatas sana. Ia mengumpati bulan yang tampak sangat sombong. Apa kau begitu bangga, bahwa kau sedang duduk di sana seperti itu?



Yeol Moo duduk dengan lemas, ia menoleh ke kamar Kang Soo dan Dong Chi bergantian. Tampaknya ia merasa ada yang kosong ketika semua orang tak ada dirumah. Pandangan Yeol Moo tertuju pada map pemberian Dong Chi, ia pun mengeceknya.

“Diracuni oleh obat tidur?” gumam Yeol Moo membaca berkas dalam map tersebut.



*****
Keesokan paginya, Yeol Moo berangkat kerja. Dong Chi tertidur disana karena lembur semalaman. Yeol Moo melihat beberapa bukti yang sekarang sudah terkumpul dimeja Dong Chi. Ia kemudian menatap Dong Chi yang tertidur.

“Aku tampan, kan?” goda Dong Chi membuka sebelah matanya. “Kenapa tangan-mu kosong? Jika saya memberimu tip itu (berkas dalam map), kau harusnya bawa makanan enak buatan nenek. Baju baru atau sepasang kaus kaki. Tak tahu terima kasih.”



“Bagaimana tidur tanpa aku? Apa kau tidak takut? Apa kau merindukanku?” goda Dong Chi lagi. Yeol Moo meminta Dong Chi jangan bercanda, dia masih tak perduli dan tak berubah pikiran. Ia masih menganggap Dong Chi sebagai penjahat.




“Itu yang kau percayai. Jika datang ke sini untuk menangkap-ku akan sia-sia. Karena jika itu bukan aku, kau tidak punya cara lain untuk menangkap si-kriminal. Aku mengerti bagaimana perasaanmu. Tapi berhentilah. menyedihkan melihatmu..”

Yeol Moo menatap nanar kearah Dong Chi, bagaimana dia bisa berhenti? Dia tak bisa membuktikan kalau Dong Chi pelakunya tapi disisi lain dia juga tak bisa membuktikan kalau Dong Chi bukan pelakunya.

Yeol Moo memilih untuk meninggalkan Dong Chi.

Dijalan, ia melihat seorang bapak yang mencoba merangsak masuk ke dalam kantor kejaksaan tapi ditahan oleh petugas. Yeol Moo menghampirinya dan memperkenalkan diri sebagai seorang jaksa. Orang tadi mengaku sebagai Ayah Cha Yoon Hee.



Ayah Chan Yoon Hee tak percaya kalau putrinya meninggal karena bunuh diri. Ia yakin pada putrinya karena ia tak memiliki banyak keinginan dan bahkan Yoon Hee ingin menjaga kedua adiknya. Ia senang karena baru diterima bekerja.

“Tapi kenapa dia tiba-tiba melakukan itu? Tapi mereka menutupinya dan menyebutnya bunuh diri. Aku merasa seperti terbakar.”

“Mungkin ada sesuatu yang terjadi yang tak diketahui.”

Ayah Yoon Hee tetaplah yakin, ia bersimpuh dihadapan Yeol Moo untuk kembali menyelidiki kasus ini. Yeol Moo tampak bimbang.


Jaksa Moon membagikan berkas kasus pada Dong Chi dan Jang Won. Dan selebihnya banyak sekali, ia berikan pada Yeol Moo. Ia menyuruh Yeol Moo mengerjakannya selama sehari. Yeol Moo terkejut, semua ini?

“Apa? kau mau lebih?”

Tidak, jawab Yeol Moo. Dia berterus terang kalau ia memiliki kasus yang harus ia selidiki. Jaksa Moon tak merasa telah memberikan kasus pada Yeol Moo.

“Kasus yang kita miliki sebelumnya yang melibatkan Cha Yoon Hee. Ada sesuatu yang mencurigakan pada kasus itu. Tidak ada bukti bunuh diri. Dan ayah Cha Yoon Hee tidak percaya itu. Aku bertemu sore ini.”

Jaksa Moon meminta Jang Won untuk menjelaskan pada Yeol Moo. Jang Won berkata kalau Yeol Moo mau bertemu dengan pihak yang terlibat dengan kasus apalagi dengan lokasi, ia harus pergi dengan atasannya.




 Yeol Moo beralasan kalau ini mendesak. Jaksa Moon dengan sebal berkata tak apa meskipun sebenarnya ia tampak marah.

“Jika kau melakukan ini, kau akan bertanggung jawab untuk situasi Kang Soo. Apa dia bersalah, mereka akan mengambil tindakan disipliner. kau tidak tahu tindakan disipliner terhadap jaksa lebih parah daripada untuk detektif?”


Dae Gi yang tengah menyesap secangkir kopi bersuara kalau tindakan disipliner itu bergantung jika ada preman dikejaksaan. Tetap saja, hukuman 10 tahun  lebih keras daripada 10 bulan.

“Jika kau mengatakannya seperti itu, mobil berusia 30 tahun lebih cepat. Apa kau tak berfikir?”

Dae Gi mengangsurkan sebuah berkas pada Jaksa Moo, ia memberikan sedikit pemikiran sebagai seorang jaksa kolektif.


Jaksa Moon membacanya dengan malas, ia kemudian begitu kesal dengan adanya tulisan Dae Gi.

“Keterlaluan. Untuk pertama kalinya kau hanya ingin memberikan padanya. Dilain waktu kau menginginkan kelonggaran. Dilain waktu berikutnya, kau ingin mempertahankan loyalitas. Wow, keterlaluan. Ayo kita singkirkan tim ini! Buang saja kasus ini, dan menyerah saja pada semuanya! Apa ini serius? Sebuah sesi konsultasi?” kesal Jaksa Moon mengungkapkan kemerahannya.



*****



0 Response to "Sinopsis Pride And Prejudice Episode 6 – 1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^