Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 24 – 2

Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 24 – 2
Raja Kisan menatap ke arah singgasana raja, pandangannya seolah tengah meyakinkan diri. Mencari sebuah jawaban akan kebimbangan yang ia alami.



Rin menghadap Raja, ia berkata kalau pelayan Yang Mulia telah melanggar langit dan tahta. Ia telah membunuh Sadam. Raja Kisan tersentak mendengar perkataan Rin.

Rin bersimpuh dihadapan Raja. Ia datang kesana untuk menyerahkan segel kerajaan pada Yang Mulia. Sebagai penjaga malam, ini memang tugas mereka menjaga takta. Tapi seorang penjahat besar telah menempatkan negara dalam bahaya. Ia meminta maaf atas kegagalan dana menjalankan tugasnya.




“Apa kau sungguh bisa melihat roh?” Rin ragu menjawab. “Bicaralah yang jujur.

Rin menepis keraguannya dan membenarkan kalau ia memang bisa melihat roh. Kisan tersenyum, “Mereka berkata bahwa hanya orang yang bisa melihat roh yang berhak menjadi raja. Seorang raja yang bisa melihat arwah maksudnya. dia bisa melihat ke tempat-tempat yang gelap yang tidak bisa dilihat orang lain. Wolgang, Kau adalah Raja sejati. Aku memberikan tahta padamu.

Rin terkejut. Ia meminta Raja jangan berkata seperti itu padanya.



Raja Kisan berjongkok dihadapan Rin yang tertunduk tak berani menatapnya. Ia memberikan segel yang telah ia terima dari Rin, ia memberikannya lagi untuk Rin.

Ini adalah kesalahanku. Aku mengambil tahta padahal itu milikmu. Aku merasa iri padamu sejak lama. Tapi seperti kata Ibu Suri, Kedudukan ini tidak diambil dengan kekuatan. Ini diambil dengan tanggung jawab. Aku yakin kau akan melakukan dengan baik. Kau akan menjadi pemimpin dan membawa negeri ini menuju masa depan yang cerah.



Rin tak bisa menahan air matanya mendengar ucapan Kakaknya yang begitu mendalam. Kisan kemudian memberikan penghormatan pada Rin, Rin jelas saja masih bingung dengan hal ini. Ia balas bersujud dihadapan Kisan.



Moo Seok yang melihat Kisan memberikan penghormatan pada Rin pun hanya bisa terdiam. terkejut lebih tepatnya.


Duo hantu masuk ke penginapan dengan hati yang riang, ia memberitahukan kalau Rin telah mendapat tahta. Rin telah mendapatkannya.

“Jadi Pangeran akan menjadi Raja?” tanya Do Ha dan dijawab anggukan oleh Duo Hantu. Semua orang pun senang termasuk Wolmae. Ia memeluk Sang Heon saking senangnya. Yang lain melihat mereka dengan senyum penuh arti. Sedangkan Sang Heon yang menerima pelukan hanya bisa tersipu malu. Kekeke.



Do Ha membenahi pakaiannya. Rang Yi muncul, ia bertanya apakah Do Ha benar – benar akan pergi? Do Ha mengangguk meng –iya –kan pertanyaan itu. Rang Yi berkata kalau Rin pasti akan membutuhkan Do Ha disampingnya.

“Aku adalah dukun Mago. Aku tidak boleh berada di dekat laki-laki. Bahkan mengetahui itu, aku ingin berada dekat dengan Pangeran. Jika Pangeran menjadi raja, dia tidak boleh terlibat dengan dukun sepertiku. Aku tidak ingin membebani Pangeran.”

Do Ha meletakkan gelang pemberian Rin di lantai kamar, ia tak akan membawanya atau ia semakin merindukan Ron. Do Ha berpesan agar Rang Yi tak memberitahukan kepergiannya.




Kasim Song melaporkan bahwa Do Ha akan pergi. Rin terkejut mendengar berita itu. Kasim Song menyuruh Rin untuk segera mengejarnya sebelum terlambat.

Rin bersiap melangkahkan kaki namun entah mengapa, dia malah kembali terdiam. ada sesuatu yang membuatnya ragu untuk mengejar Do Ha.



Bukan hal yang mudah bagi Do Ha kembali ke Mago, ia cukup tahu kalau ini berarti ia dan Rin mungkin tak akan bersatu atau bahkan bertemu saja mungkin tak akan lagi. dengan berat hati ia melangkahkan kaki menuju ke tempat asalnya.


Moo Seok melihat kepergian Do Ha, ia akan mengejarnya namun Rang Yi tiba – tiba muncul menghalangi. Moo Seok berkata kalau dia akan menghalangi Do Ha, ia tak akan membiarkan Do Ha pergi seperti ini. Dia akan mengubah keputusan Do Ha.

Do Ha membuat keputusan demi kebaikan Rin. Rin dan Do Ha. Jika mereka berdua benar-benar menginginkan satu sama lain. mereka akan bertemu lagi suatu hari nanti, bagaimanapun juga.” Ucap Rang Yi bijak.



Rin termenung dengan mata tergenang. Ia sepertinya membiarkan Do Ha pergi, kalaupun ia menahan Do Ha. Mungkin hidup Do Ha pun akan menjadi rumit ketika harus menjalani kehidupan dalam kerajaan yang penuh intrik. Ditambah kasta Do Ha yang akan menjadi bahan pergunjingan di Istana.

Meskipun berat. Rin menahan segala keinginannya untuk menahan Do Ha.


Rin berjalan menuju ke singgasana Raja. Ia sudah dinobatkan sebagai Raja yang baru dan menerima semua penghormatan dari para menteri.

Sebagai raja yang baru, aku akan menyingkirkan politisi korup dan menciptakan pemerintahan yang melayani rakyat. Tidak akan ada lagi perang. Aku akan menciptakan pemerintahan yang mengurusi ilmu pengetahuan, kesarjanaan, dan masa depan yang lebih adil. Aku meminta kalian semua untuk bekerja sama dengan raja untuk membangun negeri ini.”

Seluruh menteri meneriakkan doa Panjang Umur untuk Rin yang sekarang telah menjadi Raja.


Disudut sana, Rang Yi tampak terharu bisa melihat Rin memimpin dengan tegasnya. Duo hantu pun juga bisa tersenyum senang sekarang.



Raut kedamaian tampak jelas diwajah Kisan. Beban berat yang ia pikul sudah tak lagi ada dipundaknya. Tak ada perang dingin yang membuat jengah. Takut akan kehilangan tahta sudah tak ia rasakan lagi. Keputusan yang begitu tepat, ketika hanya memaksakan sesuatu yang tak bisa kita jalankan dengan benar. Kalau tak bisa berusaha memperbaiki maka lebih baik lepaslah dengan berlapang dada. Good Job, Kisan.


Yang mulai. .” tegur Moo Seok yang menantikan Kisan diluar istana. Kisan menyuruh Moo Seok jangan memanggilnya sebagai Yang Mulia lagi, dia bukanlah Raja. Dia menenangkan Moo Seok, meskipun awalnya ia takut didunia luar karena telalu lama hidup dalam istana. Tapi sekarang ia merasa damai dan senang.

Kisan menggenggam tangan Moo Seok dengan hangat, air matanya tak tertahankan lagi. “Terima kasih karena sudah menjaga raja yang buruk ini. Terima kasih Moo Seok.

Moo Seok pun sama, ia tak bisa menahan air matanya melihat Tuan yang selama ini ia jaga harus pergi. namun Kisan sendiri tampaknya telah mantap, tak ada secuil pun raut keraguan.



Moo Seok menghadap pada Rin. Rin memberikan tawaran pada Moo Seok untuk menjadi kepala militer. Ia ingin Moo Seok mempergunakan talentanya untuk mendisiplinkan tentara. Moo Seok meminta maaf, ia meminta pada Rin untuk menarik kembali tawaran tersebut. Ia ingin menjadi penjaga malam yang menangkap para arwah.

Rin terkejut namun setelah mendengar alasan Moo Seok, tak ada yang bisa ia paksakan. “Kau yang tidak percaya arwah ingin tetap menjadi Penjaga Malam. Kau tidak akan pernah tahu masa depan seseorang. Sebagian dari diriku ingin mempertahankanmu. Tapi jika itu yang kau inginkan, aku akan menghormati pilihanmu.

Moo Seok mengucapkan terimakasih atas kebijaksanaan Raja.



Yang Mulia. Apa anda tahu Do Ha sudah pergi?

Rin mengaku kalau ia memang tahu tentang kepergian Do Ha namun ia rasa inilah yang terbaik yang bisa ia lakukan untuk Do Ha. Moo Seok bangkit meletakkan gelang milik Do Ha yang merupakan pemberian dari Rin.

Rin tampak sedih dan kehilangan saat gelang tersebut mengingatkannya akan Do Ha.


Rin masih termenung memandangi gelang merah milik Do Ha. “Rin –ah” tegur Rang Yi. Rin berbalik dengan senang mendapati ketiganya berada disana namun senyum Rin seketika pudar ketika Menteri Ddong mengatakan kalau mereka akan mengucapkan salam perpisahan. Mereka datang dari akhirat dengan tugas menjaga Rin dan sekarang tugas mereka telah selesai.

 “Melihatmu mengenakan jubah Raja mengingatkanku pada Ayahmu.

Ayahku?” gumam Rin sejenak mencerna ucapan Rang Yi. “Ibu?” tanyanya.



Rang Yi tak bisa menutupi lagi siapa identitasnya, ia memanglah ibu Rin alias Ratu Min. Rang Yi berkata kalau Rin telah menjalani kehidupannya dengan berat selama bertahun – tahun, sekarang ia telah aman jadi tak ada lagi yang Ratu Min inginkan.

Putraku sayang. Jadilah raja yang bijaksana.” Pesan Ratu Min dengan air mata berlinang. Rin pun juga tak bisa menahan air matanya, ia meminta ibunya untuk jangan pergi. namun apa bisa dikata, ini memang sudah menjadi kewajiban Rang Yi untuk kembali.

Menteri Ddong ikut terharu, ia berjanji akan menjaga Permaisuri. Kasim Song demikian, ia yakin mereka akan kembali bertemu bertahun – tahun kemudian.

Perlahan ketiganya menjauh, cahaya terang muncul dari tubuh ketiganya. Menjauh – menjauh sampai akhirnya cahaya itu memudar dan hilang. Rin tak bisa menahan air matanya, melihat roh yang selama ini menemaninya meninggalkan ia sendiri.




Tak akan ada lagi kematian orang-orang tak berdosa di Joseon! Kita akan melakukan peringatan bagi mereka yang gugur untuk negeri ini. Mereka yang selamat akan diberikan kompensasi. Diskriminasi status akan berakhir dan perbudakan akan dihapuskan. Semua orang akan diperlakukan setara di hadapan tahta. Ini adalah awal dunia baru.

Semua Menteri memberikan persetujuan akan keputusan dari Raja mereka saat ini, Rin.



Park Soo Jong menjadi orang linglung yang menghabiskan waktunya dengan duduk – duduk dipelataran rumah. Kondisinya sungguh berbalik.

Rupanya Kasim Song dan juga Menteri Ddong belumlah pergi. Kasim Song mengeluh kenapa mereka harus pergi ke tempat Soo Jong. Apakah Menteri Ddong akan membalas dendam?


Kau menyalahgunakan kekuasaan untuk mendapatkan keinginanmu.” Ucap Menteri Ddong pada Soo Jong. “Kulihat kau mendapatkan balasan yang setimpal. Kita dulu adalah kolega. Kita berjanji akan melindungi negeri ini. Hidup pastilah sulit. Aku memaafkanmu sekarang.

Park Soo Jong sepertinya bisa merasakan kehadiran Menteri Ddong, ia pun mencoba untuk memegang tubuh menteri Ddong namun Menteri Ddong pergi. sebelumnya ia berpesan agar PM Soo Jong bisa hidup sebagai orang yang baik.



Soo Ryun keluar rumah, kondisi –nya sekarang pun tampak kumal dan tak terurus namun masih memancarkan aura putri. Keke. Ia mengajak Ayahnya untuk masuk rumah karena udara diluar cukuplah dingin.

Dayang Soo Ryun berlari dengan tergopoh – gopoh menemui keduanya. Ia memberitahukan kalau Baginda Raja telah menghapus sistem kasta dan mengampuni kriminal. Soo Ryun menatap kearah Ayahnya, meskipun hanya diam tapi mata PM Soo Jong tetap mengeluarkan airmata. Soo Ryun menghapus air mata itu dari pipi Sang Ayah, “Ayah. Baginda telah mengampuni kita.



Rin berdehem untuk membuat Sang Heon sadar akan kedatangannya. Sang Heon menoleh, ia tampak senang bisa kembali melihat Rin setelah waktu yang cukup lama mereka tak berjumpa. Dia kini telah menjadi seorang pandai besi, dulu ia menjadi pemburu arwah namun sekarang menjadi pembuat alat pertanian.

Alih-alih membuat senjata untuk melihat hantu, aku membuat senjata untuk menyelamatkan hidup manusia.



“Tuan . .” teriak Wolmae terhenti ketika melihat Rin berada disana. seketika ia membungkuk hormat namun perutnya yang membuncit membuatnya kesulitan untuk membungkuk. Rin mengernyit melihat kandungan Wolmae namun ia kemudian tersadar, ia tersenyum bahagian menatap Sang Heon.



Aku merindukan hari-hari ketika kita berburu hantu bersama-sama.” Ucap Rin saat ia bersama Sang Heon di markas rahasia.

Tak lama, Moo Seok masuk ke ruangan dengan membawa botol dengan penutup mantra. Ia baru saja berburu di arwah yang mengganggu masyarakat disungai. Sang Heon memberitahukan kalau Moo Seok lah yang sekarang menggantikannya.


Kurasa kau harus berhenti menjadi Penjaga Malam. Joseon tidak akan memiliki Penjaga Malam lagi.

Moo Seok tak bisa menerima begitu saja titah yang diberikan Rin. Ia sudah bersumpah saat menjadi penjaga malam. Moo Seok meninggalkan ruangan rahasia tersebut, Rin pun mengekorinya.



Moo Seok memegang dadanya yang terasa nyeri, darah terdapat ditelapak tangan Moo Seok. Rin mengingatkan kalau Moo Seok selalu bersinggungan dengan dunia arwah maka lukanya akan semakin dalam. Moo Seok kekeuh dengan pendiriannya, dia sudah berjanji dan akan terus melanjutkannya.

Apa kau ingat saat aku pergi ke akhirat untuk membawamu kembali? Aku berjanji dengan roh pemandumu.” Rin mengingat pertemuannya dengan pemandu. “Aku sudah berjanji bahwa manusia tidak akan mengganggu dunia roh lagi.

Moo Seok tak bisa membiarkan nyawa manusia terancam karena perbuatan roh jahat namun Rin meyakinkan kalau dunia manusia dan roh tidak akan memasuki dunia masing – masing. Memang akan sulit menyesuaikan diri tapi dia akan meminimalisir terjadinya kematian orang tak berdosa. Ia meminta Moo Seok untuk percaya.



Rin bersama Moo Seok dan Sang Heon telah membereskan semua senjata yang digunakan untuk menangkap arwah. Mereka akan menyegelnya mulai sekarang karena tak akan pernah lagi mereka gunakan. Penjaga Malam hanya akan hidup sebagai legenda..


Moo Seok menemui Soo Ryun yang telah hidup damai dengan mengabdikan dirinya diklinik membantu masyarakat miskin yang sakit. Mata Soo Ryun berbinar senang ketika mendapati Moo Seok mengunjunginya. Bagaimana kabarmu?

Aku akan pergi ke perbatasan. Baginda telah mengijinkanku melakukan pekerjaan yang selalu ingin kulakukan. Aku akan menjaga perbatasan dari penyusup. Jalanku untuk melindungi rakyat.” Tutur Moo Seok yang tampak gagah dengan pakaian prajuritnya. Ia bertanya, bagaimana pula dengan keadaan Ayah Soo Ryun?

Soo Ryun tersenyum, ayahnya belum bisa mengingat orang – orang tapi sekarang ia hidup dengan damai. Bahkan wajahnya telah membaik mungkin inilah yang membuat ia bekerja di klinik. Moo Seok tersenyum. Ia menyuruh Soo Ryun untuk menjaga kondisinya juga.



Moo Seok melangkahkan kakinya, namun ia kembali menoleh. Menatap Soo Ryun dalam dan penuh kedamaian. (ini natepnya kaya bukan adek – kakak. Jangan – jangan rumor keduanya kencan beneran. :D serius. Ini pandangan penuh kasih sayang.)



Rin menatap gelang milik Do Ha penuh kerinduan.


Do Ha pun merasakan hal yang sama, ia termenung dari bukit menatap indahnya pemandangan didepan mata. Namun pandangannya kosong, pikirannya tak ada disana untuk saat ini.

Ia berbalik. Ia terbelalak mendapati Rin bersama dengan puluhan prajurit sekarang berada dibelakangnya.



Rin menghampiri Do Ha, “Ada sesuatu yang harus kukembalikan padamu.” Ucap Rin seraya memasangkan gelang milik Do Ha.

Keduanya bertatapan dalam, Rin kemudian mengeluarkan cincin giok. Cincin giok ratu. Ia memasangkan cincin itu dijemari Do Ha.

Do Ha. Apa kau mau menerima ini?



Tak ada sepatah katapun jawaban. Rin memeluk rindu tubuh Do Ha, tanpa sebuah jawaban pun ia bisa tahu kalau Do Ha mau menerima cincin tersebut.




****
Dalam ruang gelap, Rin membuka lembar demi lembar jurnal Penjaga Malam. Disana kisah yang mereka alami telah direkap rapi.

Setelah Pagoda Changjeon dibongkar, tidak ada lagi setan yang masuk. Era manusia dan roh yang hidup bersama-sama pun berakhir. Penjaga Malam dibubarkan. Jurnal Penjaga Malam disegel. Setelah itu, para hantu berhenti mengganggu Joseon.”

Night Watchman’s Journal Episode 24 - THE END
 ‘Keserakahan akan membawamu dalam kehancuran’
Inilah sepertinya yang ingin writer –nim sampaikan kepada kita. Sebuah keserakahan lah yang telah membuat PM Soo Jong, Sadam, Soo Ryun dan Raja Kisan jatuh dalam kesulitan. Bukankah seharusnya mereka berempat sudah bisa duduk manis menjalani kehidupan mereka namun karena keserakahan, membuat mereka buta dan menuntut untuk mendapat lebih – lebih dan lebih.
Soo Ryun dalam cinta. Soo Jong dalam kedudukan. Sadam ingin melampaui batas sebagai seorang manusia. Dan Raja Kisan yang haus pengakuan.
Nasib Soo Ryun sungguh malang namun dia wanita yang kuat. Suka ketika ia sama sekali tak menitikkan air mata saat harus menjadi budak. Ketika itu ia masih bisa bersyukur karena berhasil menyelamatkan ayahnya.
Sungguh Soo Ryun itu sosok yang baik sejujurnya hanya saja setitik kebencian dan iri yang membuatnya harus melakukan hal kotor demi menarik sedikit saja perhatian Rin. Sampai akhir pun, aku tetap berada dipihak Soo Ryun. Ga ikhlas dia berakhir tragis jadi Budak.

Sadam. Aktingnya keren abis. Aku acungi jempol ketika ia tertawa ataupun saat kesal. Keluar dari hati banget kayaknya.
Dia ini yang paling serakah dari yang lain. mau jadi dewa? Dia ingin melampaui batasannya sebagai seorang manusia. Namun segala macam usahanya tak berbuah hasil, ia pun terjebak dalam keserakahannya sendiri.

‘Jika kau menyesali perbuatanmu di masa lalu carilah cara untuk memperbaikinya.’ –Ratu Dowager-
Yap. Setuju dengan ini, dari awal Raja Kisan sudah tahu kalau dia sudah dicap tak mampu dan hanya mengambil kekuasaan milik Rin. Tapi bukannya dia menunjukkan kalau dia mampu untuk mengampu kerajaan, ia malah asyik sendiri dengan kekhawatiran kalau – kalau Rin datang tiba – tiba dan mengambil alih kekuasaan yang ada digenggamannya.
Kedudukan ini tidak diambil dengan kekuatan. Ini diambil dengan tanggung jawab.’

Oke. Sekian komentar sepanjang jalan kenangan ini. Mungkin lama updatenya, maklumi saja keleletan aku ini. Maaf komentar aku malah terfokus sama pemain antagonisnya tapi dari pemain antagonis itu sendiri aku mendapat banyak pelajaran. Hehe
Jangan bosen buat mampir ke Blog My Little Hobbie dan Korean Drama Addicted. Terimakasih bagi yang sudah mengikuti kisahnyaa dari awal sampe akhir, yang udah kasih komen tapi ga tak balas satu – satu. Tapi, makasih :D

-          Kau tak akan tahu masa depan apa yang akan menantimu - 

1 Response to "Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 24 – 2"

  1. Wow...makasih sudah bikinin sinopsis utk film ini....dan sdh izin nin baca sampai abis. Gomawo.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^