Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 24 – 1

Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 24 –  1
Sang Heon menyuruh Rin untuk fokus membunuh Naga –nya sementara ia dan Moo Seok akan berusahan untuk menyelamatkan Do Ha. Rin mempercayakan Do Ha pada Moo Seok, ia menyodorkan pedangnya pada Moo Seok.

Tanpa ragu Moo Seok menghunuskan pedang tersebut ke perut Rin. Do Ha terbelalak terkejut terlebih ketika Rin diseret oleh Sang Heon dan Moo Seok.





Sa Dam bisa tertawa puas melihat dewa –nya telah kembali bangkit dan sekarang tengah mengitari pagoda.



Pertemuran terjadi dengan sengit, meskipun kalah jumlah namun Moo Seok dan Sang Heon mampu menggempur pertahanan kerajaan dengan lihainya. Sang Heon berhadapan dengan Ho Jo dalam pertemuran ini. Selama keributan, Moo Seok menggunakan kesempatan untuk melepaskan Do Ha.


Ia menebas tali yang mengekang kedua tangan Do Ha, Do Ha bertanya kenapa Moo Seok menusuk Pangeran? Kenapa?

Itu yang pangeran minta. Pangeran pergi untuk membunuh dewa naga.

Do Ha harus bertemu dengan Pangeran, namun Sang Heon menghalangi. Pangeran sudah dijaga oleh tiga arwah jadi sekarang mereka harus pergi. Sang Heon dan Moo Seok membimbing Do Ha untuk meninggalkan istana.



Ho Jo melaporkan pada Sa Dam kalau Dukun Mago mereka kabur. Sa Dam memperhatikan pelataran istana yang ribut dan diantara mereka tampaklah Do Ha yang tengah kabur. Ia sama sekali tak bertindak, senyum mengerikan pun terulas dibibirnya.

Tak seorangpun akan bisa menghentikan dewa Yongsin.



Rin dijaga oleh trio hantu. Dia tak sadarkan diri sekarang. Rang Yi yang duduk disamping Rin tampak begitu gusar. Dia berharap kalau Rin bisa kembali dengan selamat.



Rin membuka matanya, namun sekarang ditempat ia berdiri bukanlah di bumi lagi. tempat itu penuh akan api yang menyala – nyala, dan asap hitam yang mengepul juga tampak disana – sini. Ia mencoba menghindar dan melawan beberapa asap yang menyerangnya.

Untuk membunuh naga itu, kau harus turun ke neraka dan menghadapi arwahnya secara langsung.” Ucap Sang Heon.



[FLASHBACK]

Rin, Sang Heon dan Moo Seok melakukan pertemuan. Moo Seok bertanya apa yang harus mereka lakukan untuk mengirim Rin ke neraka? Rin dengan gamblang menyuruh Moo Seok untuk membunuhnya dengan pedang Empat Harimau. Jelas saja Moo Seok tak setuju, bagaimana bisa dia membunuh Pangeran?

Pedang Empat Harimau akan mengusir mantera. Jika pedang itu menusukku, rohku hanya pergi sementara. Aku bisa kembali ke tubuhku.

Moo Seok bertanya pada Sang Heon, kalau seandainya Rin tak bisa membunuh naga tersebut. Apa yang akan terjadi?

Jika kita gagal, roh Pangeran akan hilang selamanya.” Tutur Sang Heon.



[FLASHBACK END]

Rin kembali melawan beberapa roh hitam yang berkeliaran.


Naga yang tengah mengitari pagoda kehilangan keseimbangannya, dia tampaknya mengalami sebuah gangguan. Hingga ia menabrak dan merusak pagoda yang telah dibangun.

Raja Kisan terkejut melihat naga merusak pagodanya. Menteri Min menyuruh pengawal untuk membawa Raja berlindung. Raja menolak, dia tak bisa membiarkan naga merusak pagoda yang telah ia bangun.

Namun situasi semakin tak terkendali, keadaan jadi kisruh hingga Raja tetap harus diselamatkan.




Soo Ryun melihat suasana diluar penjara jadi kisruh. Ia menghampiri ayahnya yang terus tertunduk dengan tangan disatukan seperti sedang berdoa.

Sepertinya terjadi semacam bencana.” PM Soo Jong masih tertunduk. “Ayaah?”

PM Soo Jong mendongak menunjukkan matanya yang memerah, secara mengejutkan ia mencekik leher Soo Ryun. Ia akan mempersembahkan Soo Ryun untuk Dewa. Ia mencekiknya tanpa ampun, dia kehilangan kesadaran seolah dalam kendali setan hingga ia lupa siapa Soo Ryun.




Naga mengamuk. Sa Dam yang menunduk dengan tongkat –nya pada Do Ha. “Dukun Mago yang kami persembahkan untukmu. dia ada disana.”

Naga berbalik arah menuju Do Ha yang sedang kabur bersama dengan Moo Seok dan Sang Heon.




Rin masih berusaha keras demi menghancurkan seluruh roh yang menyokong dewa naga. Namun saat ia hampir berhasil, roh jahat menghampirinya. Meskipun memberikan perlawanan, roh hitam itu mampu menyerang Rin hingga ia terjatuh.


Sa Dam dan Ho Jo menghadang Do Ha. Ia menyuruh pada Moo Seok dan Sang Heon untuk menyerahkan dukun Mago padanya. Tapi yang jelas mereka tak akan semudah itu menyerahkan Do Ha, Sang Heon menyuruh Do Ha untuk kabur. Ia dan Moo Seok yang akan melawan mereka.

Do Ha pun mengerti dan pergi meninggalkan keduanya.




Terjadilah pertempuran sengit antara Sang Heon dan Sa Dam. Namun Sadam menggunakan kekuatan untuk membuat Sang Heon bertekuk lutut, dia memang tak akan pernah bisa melawan kalau sudah menggunakan kekuatan gaib.

Moo Seok yang sudah mengalahkan Ho Jo mencoba untuk membantu Sang Heon namun kekuatan hitam yang keluar dari tongkat Sadam membuat Moo Seok merasakan nyeri yang teramat sangat didadanya. Ia pun tak bisa berkutik dihadapan Sadam.



Sadam menengadahkan tangannya, ia berkata pada Dewa Yongshin kalau ia mempersembahkan dukun mago untuknya. Sebagai imbalan, Dia meminta untuk dibukakan jalan langit.


Rin semakin mendekati patung naga, dia mencoba untuk menebaskan pedangnya namun berkali – kali pula arwah hitam mencoba menghalangi dan melindungi patung naga tersebut.

Didunia, Naga semakin kehilangan kendali.



Rang Yi berdoa untuk keselamatan Rin, dia menggenggam tangan Rin dengan penuh harap. Sesuatu tak terduga terjadi, Rang Yi mampu untuk menggenggam tangan Rin dan ada kilatan cahaya biru yang terpancar dari genggaman Rin dan Rang Yi.


Di neraka, Rin memiliki beberapa jimat ditangannya. Ia melawan arwah hitam dengan jimat tersebut. Rin tinggal menebaskan pedangnya namun patung Naga mengeluarkan asap hitam yang membuat Rin terhempas kembali.


Didunia, Naga bersiap menerjang Do Ha yang sudah berada didepan matanya. Angin berhembus kencang, dan Do Ha menelungkupkan wajah. Dia sudah tak bisa melawan.

Rin tak hentinya berjuang, ia menebaskan sekali lagi pedangnya. Dan inilah akhir segalanya, ia berhasil menebas patung naga tersebut hingga hancur.


Didunia, Naga menubruk Do Ha dengan secepat mungkin namun bertepatan dengan Naga tersebut menubruk Do Ha. Tubuh Naga berubah menjadi debu yang bertebaran, tak ada naga yang menubruk Do Ha. Naga itu berubah menjadi debu seiring Rin berhasil menebas patung Naga di neraka.

Do Ha menatap bingung kesekitar, tak ada apapun. Dia hanya melihat hamparan manusia yang sudah tergeletak bernyawa.



Siluet seseorang menuju istana,  pedang berada dikedua sisi tangannya. Cahaya pun menerpa wajah pemilik siluet tersebut, Rin berhasil lolos dari neraka.

Sebuah kelegaan nampak jelas diraut wajah Do Ha, Pangeran yang dikasihinya bisa kembali dengan selamat. Tak ada yang lain yang ingin ia lakukan. Reflek Do Ha berlari menghampiri Rin dan memberikan pelukan kelegaan. Dia sungguh lega. Bahkan sangat lega ketika Rin bisa kembali dengan selamat.



Sa Dam terdiam. senyum kemenangan yang tadi ia tunjukkan seketika pudar saat Dewa yang ia puja dan agungkan menjadi butiran debu. Lututnya melemas. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

DEWA YONGSHIN!!” teriak Sa Dam.


Yeah memang benar. PM Soo Jong kehilangan kesadaran karena pengaruh kekuatan jahat. Matanya berangsur kembali normal, ia terkejut melihat Soo Ryun terkulai lemas dipangkuannya. Ia menangis, ia tak tahu apa yang telah ia lakukan pada putrinya.

Apa yang telah aku lakukan? Soo Ryun. Bangun!” rontanya melihat sang putri tak sadarkan diri.


Wolmae terus memanjatkan doa meminta keselamatan untuk Sang Heon. Ia terperanjat ketika melihat Sang Heon dipapah oleh Moo Seok dan juga Rin. Sang Heon menenangkan dengan berkata kalau dia tak apa namun Wolmae tak bisa begitu saja mempercayai, lagipula keadaannya seperti ini.

Wolmae menggantikan untuk memapah Sang Heon kekamar.



Selepas kepergian keduanya, Do Ha bertanya apakah Rin tak apa? Rin menenangkan, lagipula Pedang Empat harimau tak akan pernah membunuh pemiliknya. Moo Seok juga ikut khawatir namun Rin tetap yakin kalau dia tak apa.



Codet diwajah Sadam kembali muncul setelah kematian dewa Yong Shin, ia begitu marah atas apa yang telah Rin lakukan. Dia telah menggagalkan rencana Sadam. Sadam berjanji akan membalas dendam pada Rin.

Aku akan merobek-robek tubuhmu sampai hancur. Aku akan menghancurkanmu.


Raja Kisan gusar karena pagoda Chungjeon yang telah dibangunnya harus rusak. Bayangan menyalahkan Raja Kisan atas runtuhnya pagoda Chungjeon.

Itu bukan salahku. Apa kau tidak lihat monster itu menghancurkannya?

Orang yang tidak pernah bertanggung jawab dan melempar kesalahan, tidak berhak duduk di tahta. Sekarang cepat lepaskan mahkota itu dan turun dari tahta.” Tukas bayangan. Raja Kisan kesal dan menyuruh bayangan tersebut menghentikan ucapannya.



Sadam datang dengan wajah yang penuh codet, Raja Kisan terkejut melihat wajah tersebut namun Sadam tak memperdulikannya. Sadam menyalahkan Rin dan para penjaga malam atas runtuhnya pagoda, dia menyuruh Raja untuk menangkap mereka.

Raja Kisan merasa kalau itu bukanlah perbuatan Pangeran Wolgang. Sadam tak perduli, dia memaksa untuk menangkap Pangeran Wolgang lalu membuat pagoda. Pagoda yang lebih besar dari Pagoda Chungjeon.

Apa yang kau bicarakan? Dana kita sudah habis karena tekanan berat pada kas negara.” Tolak Raja Kisan. “Kau gegabah dengan sihirmu. Jika kau tidak berhati-hati, akan terjadi kekacauan.”



Sadam tertawa mengerikan, dia tak lagi berpura – pura tunduk dihadapan Kisan. Ia bahkan mencekik dan mengangkat tubuh Kisan. Sadam mengatai Raja sebagai boneka. Ia mengancam kalau sampai Raja tak mematuhi keinginannya maka ia akan dibunuh. Apa kau mengerti?

Raja Kisan benar – benar tak bisa menolak, ia mengangguk meng –iya –kan perintah Sadam.



Do Ha menghampiri Wolmae yang tengah mempersiapkan obat untuk Sang Heon, ia menawarkan bantuan namun Wolmae menolak. Ia akan membuatnya dengan penuh cinta jadi tak membutuhkan bantuan Do Ha.

Ngomong-ngomong, Do Ha, kau sudah dengar? Perdana Menteri sudah diusir dari Istana dan kembali ke kampung halamannya. Kau tidak pernah tahu bagaimana akhir seseorang. Nona yang pernah datang kesini juga pergi sebagai budak. Nona yang tumbuh sebagai bangsawan menjadi budak dalam sehari. Dia memiliki banyak kesulitan di depannya.”

Do Ha tercekat, ia terkejut mendengar berita malangnya nasib Soo Ryun.



Tangis terjadi didepan kediaman Soo Ryun ketika ia harus menjalani hukuman, namun Soo Ryun tetaplah gadis yang kuat. Satu tetes air mata pun tak menetes. Ia bukanlah Putri yang manja kebanyakan.

Soo Ryun berhadapan dengan Do Ha yang menunggunya diluar. Ia berkata pada Do Ha kalau takdir adalah sesuatu yang menyedihkan. Dia berusaha mendapatkan cinta Rin selama 20 tahun tanpa menerima balasan namun hanya dengan sekejap mata, Do Ha bisa mendapatkannya.

Do Ha diam mendengar ucapan Soo Ryun yang sungguh malang. Soo Ryun menambahkan kalau ia rela, rela menjalani kehidupan Do Ha asal bisa sekejap saja menerima perhatian pangeran.

Perjalanan kita masih panjang. Cepat jalan! Ayo pergi!” potong prajurit yang menggiring Soo Ryun. Do Ha masih terdiam meresapi ucapan Soo Ryun.




Raja Kisan menatap belati yang berada digenggamannya, sorot keputusasaan terpancar dari tatapannya. Ia meratapi dirinya yang hanya menjadi boneka dan bahkan sebagai Raja tapi tak memiliki kekuatan. Dengan berlinang air mata, Raja Kisan bersiap memotong lehernya.

Yang Mulia! Apa yang akan kau lakukan?” bentak Ibu Suri. Ibu Suri mengatakan kalau selama dia hidup, ia sangatlah mengkhawatirkan Rin namun setelah ia mati. Dia memikirkan bagaimana keadaan Raja Kisan. Kisan berkata kalau dia merasa tak pantas menjadi raja. Dia menimbulkan masalah dan tak mau membuat masalah timbul menjadi lebih besar.

Jika kau menyesali perbuatanmu di masa lalu, carilah cara untuk memperbaikinya. Yang Mulia adalah orang yang penuh kasih. Aku tahu kau bisa melakukannya.

Raja Kisan tak bisa menahan tangisnya, ibu suri mendekap Raja untuk memberikan sedikit kesejukkan ditengah gundah yang dialami Raja Kisan.




Bayangan yang biasanya mengolok Kisan pun tampak sedih melihat Ibu Suri dan Raja Kisan berpelukan. Ia berjalan pergi meninggalkan keduanya.


Dalam kegelapan, Ho Jo menyelinap menuju ke kamar Rin. Trio hantu memergoki aksi Ho Jo yang mencuri bunga seribu tahun milik Rin.


Ketiganya bergegas melapor pada Rin dan yang lain. Rin tersentak, ia tahu kalau Sadam pasti tengah menyusun rencana lagi.

Bunga seribu tahun memberikan kekuatan dan mengembalikan keremajaan. Akan ada bahaya besar jika bunga itu jatuh ke tangan Sadam.” Jelas Do Ha.




Bunga Seribu Tahun telah sampai di tangan Sadam, ia tak membuang waktu untuk menyerap kekuatan yang ada dalam bunga tersebut. Seketika, wajah penuh codet Sadam berubah mulus kembali. Ia bisa merasakan dirinya kembali muda.


Rin dan Moo Seok langsung menuju ke tempat ritual milik Sadam. Keduanya dihadang oleh Ho Jo, Moo Seok memerintahkan Rin untuk menemui Sadam dan ia akan melawan Ho Jo.



Rin tak buang waktu bergegas masuk ke ruang ritual dimana Sadam masih menyerap kekuatan dari Bunga Seribu Tahun. Rin mengarahkan pedangnya pada Sadam, “Karena ambisimu yang buta, banyak orang yang kehilangan nyawa. Kenapa kau tidak bisa membuang keserakahanmu, bahkan setelah naga itu mati?

Sadam tak yakin kalau Dewa Yongshin telah mati, Naga itu tercipta dari kebencian dan keserakahan rakyat jadi cepat atau lambat dia akan kembali lagi.

“Diamlah. Kau akan melawan salah satu manusia yang kau bicarakan itu.” Rin menebaskan pedangnya namun tongkat Sadam bergerak lebih gesit hingga ia terkena hempasannya. Rin terduduk dengan dada nyeri.



Moo Seok terlibat pertarungan sengit dengan Ho Jo. Tiba – tiba ditengah pertarungan yang semakin memanas, dada Moo Seok terasa nyeri hingga Ho Jo bersiap menebaskan pedangnya.

Sebuah kunai melayang kearah Ho Jo, Ho Jo berbalik untuk menebas kunai tersebut namun dengan gesit Moo Seok meraih kunai yang tergeletak dan menancapkannya ke tengkuk Ho Jo. Ho Jo pun tergeletak, entah mati atau tidak.


Penolong Moo Seok adalah Do Ha yang berlari menghampirinya. Ia bertanya keberadaan Rin. Moo Seok memberitahukan kalau Rin tengah mencari Sadam.



Rin mencoba meraih pedangnya namun Sadam tak tinggal diam, ia mengarahkan tongkatnya yang mengeluarkan kekuatan magis ke dada Rin. Seketika dada Rin nyeri hingga ia meringis kesakitan tak bisa berbuat apa – apa.

Sadam mengambil ancang – ancang untuk menghentakkan tongkat tersebut tepat didada Rin.

Tidak!” cegah Do Ha.



Sadam senang melihat Dukun Mago yang dicarinya malah kembali kesana tanpa harus dipaksa. Do Ha siap memberikan seluruh kekuatannya asalkan Pangeran bisa selamat.

Jadi maksudmu kau akan membantuku?”

Do Ha ragu untuk mengangguk sampai akhirnya ia mantap. “Baiklah.” Do Ha pun kemudian meraih tangan Sadam yang disodorkan kearahnya.



Sadam menarik tangan Do Ha dan dalam sekejap keduanya menghilang bersamaan dengan munculnya cahaya merah. Rin mencoba menebaskan pedang ke tempat dimana cahaya merah itu muncul namun kekuatan hitam melindungi tempat tersebut.

Pedang Rin tak mampu untuk menembus pertahanannya.


Do Ha menggunakan kekuatannya untuk membuat Bunga Seribu Tahun bersinar dengan terangnya.


“Mantera! BUKA!” ucap Rin dan Moo Seok seraya menebaskan pedangnya kearah dinding pertahanan kasat mata buatan Sadam. Dengan kekuatan keduanya yang menyatu, ini cukup membuat dinding itu berhasil dirobek.

Rin mengedikkan dahu pada Moo Seok lalu masuk melewati dinding pertahanan kasat mata tersebut namun Moo Seok tak bisa melakukannya. Dia bisa mati nyeri kalau berani melewati dinding dengan kekuatan magis.




Sadam dihujani cahaya kekuatan dari Bunga Seribu Tahun, tawa puas tak tertahan dari mulut Sadam. Dia akan menjadi dewa Yongshin dan dunia akan berada dalam genggamannya.


Do Ha semakin kehilangan kekuatan, ia melemah dan tak bisa terus – terusan membangkitkan kekuatan Bunga Seribu Tahun. Kepulan asap hitam muncul dari bunga yang telah meredup tersebut, kepulan asap itu mengitari Sadam.

Tubuh Sadam kaku karena asap tersebut menyerangnya, ia terkejut. Apa yang terjadi?

Jika kau menyalahgunakan kekuatan bunga seribu tahun kekuatannya akan menjadi racun dan membunuhmu.”



Lutut Sadam tak lagi bisa berdiri, ia terduduk dengan tubuh kaku namun ia tak bisa tenang kalau belum melakukan kejahatan. Ia meraih leher Do Ha dan mencekiknya. Mungkin ia berfikir untuk membuat Do Ha mati bersamanya.

Sebuah cahaya biru muncul, itu cahaya dari pedang Rin yang menusuk dada Sadam.



Tubuh sadam terdorong, ia bergetar tak karuan dan muncul api yang membakar seluruh tubuhnya. Api itu melahap seluruh tubuh Sadam namun Sadam sama sekali tak merasa bersalah atau takut, ia malah tertawa mengerikan disaat terakhirnya.



Rin memapah Do Ha untuk keluar dari dunia gaib itu, didepan dinding kasat mata Moo Seok menantikan keduanya. Ia bertanya apa yang terjadi dengan Sadam?

Dia tidak bisa menguasai keserakahannya. Dia terbakar. Dia tidak akan bisa hidup kembali.



****




0 Response to "Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 24 – 1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^