Sinopsis Love Frequency 37.2 Episode 1 – 2

Sinopsis Love Frequency Episode 1 – 2

Setelah mendengarkan kisah dari Miss 100 Hari dengan hubungan jangka pendeknya. DJ Captain membawa pendengar untuk kembali mendengarkan kisah tentang seseorang.

DJ Captain, Aku memiliki hubungan jangka panjang dan aku tak bisa mengakhirinya. Itulah kenapa dulu aku bertemu dengan ratusan wanita yang berbeda.

Pesan komentar berburu masuk dan menganggap si Pria sekarang adalah seorang Play Boy.

“100 wanita dalam setahun. Terdengar membanggakan, kan? Tapi masalahku adalah. . .”


Seorang pria tengah memperhatikan wanita yang ada dihadapannya, meneliti setiap detail dari wanita itu. dengan kriteria proporsional dan cukup menjanjikan.

Wanita itu bertanya pada Si Pria yang menjalankan cafe di Hongdae. Itulah kenapa ia memiliki style yang bagus. Pria itu adalah Jung Wook, dengan santainya ia hanya menjawab Oh saja. ia kembali memberikan penilaian pada wanita dihadapannya dalam hati, “dia tahu bagaimana cara berbicara. Dia memiliki rasa yang bagus tapi masalahnya . . .

Jung Wook mengedipkan – ngedipkan matanya pada wanita tadi.

“Ada yang salah? Kau terus menerus mengedipkan matamu. Haruskah aku memberikan tetes mataku?”


Jung Wook menolak. Hanya saja ibunya menyuruh untuk melihat si Wanita paling sedikit sepuluh kali.

“Apa?”
“Sepuluh kali. Dan aku sudah melakukannya.” Jung Wook bangkit lalu meninggalkan Si Wanita sendiri. ia tersenyum, dalam hatinya ia berkata kalau Wanita ini bukanlah style –nya. Si Wanita kesal bukan kepalang, dia diabaikan dan ditinggalkan. Ia menggeram kesal namun Jung Wook sama sekali tak perduli.


Sekembalinya dari cafe, Jung Wook sudah menerima serbuan kemarahan dari ibunya. Ia meninggalkan wanita pilihan ibunya begitu saja bahkan belum sampai 10 menit.

“Ini tepat 13 menit. Aku juga sudah melakukannya, mengedipkan mataku sepuluh kali dengan cepat.”

Ibu semakin kesal hingga membenatak Jung Wook, ibunya hanya mengkhawatirkan kondisi putra satu – satunya ini. Jung Wook tak mau menerima lebih banyak komplain dan segera mengakhiri panggilan. “baiklah. Baik.”

Ini bukan berarti aku tak mengerti ibuku. Tapi dia selalu memperkenalkanku pada wanita yang tak aku suka. Apa yang aku lakukan? Ini sudah yang ke -100.


Jung Wook duduk bersama dengan temannya didepan cafe. Teman Jung Wook menunjukkan beberapa foto selebriti pada Jung Wook namun dia sama sekali tak tertarik. Mulai dari Go Hara sampai Jun Ji Hyun pun tak ada yang membuat Jung Wook tergerak hatinya.

Teman Jung Wook menepuk kepalanya. “Siapa kau hingga menolak para selebriti. Jun Ji Hyun sangat cocok dengan rambut panjang lurusnya. Apa dia harus memotong rambutnya?”

Jung Wook tak perduli karena mereka semua bukanlah tipenya bahkan tak perduli kalau itu Jun Ji Hyun. Tak ada yang ia sukai.

“Lebih cermatlah. Ini bukan karena kau tak menyukai siapapun tapi karena kau tak mau melihat secara keseluruhan. Ini karena sampai sekarang kau belum pernah mendapatkan cinta pertamamu.”


Jung Wook terdiam, ia menoleh pada sebuah meja yang sudah tertulis kalau meja itu telah dipesan.


7 Tahun Yang Lalu
Cinta pertamaku, Yoon Jung. Dia spesial. Rambut lembutnya. Jemari panjangnya menyisir rambut lembutnya. Mata besar dan pipi menggemaskan. Dan kebiasaan menggigit bibirnya. Dia sangatlah memikat. Dan, dia selalu wangi.

Jung Wook memperhatikan Yoo Jung dengan seksama, Yoon Jung yang sedari tadi sibuk dengan bukunya. ia menyadari akan adanya Jung Wook lalu melambaikan tangan, Jung Wook tersenyum lalu menghampiri Yoo Jung.


Keduanya duduk bersama dan berbicara dengan akrab. Sebuah lagu trot diputar oleh sang sopir, Jung Wook tampak tak terlalu nyaman hingga Yoon Jung memberikan satu headphone –nya pada Jung Wook. Diluar dugaan, Yoon Jung yang tampak diam dan anggun malah bernyanyi dengan keras mengikuti lagu yang diputarnya.

Suaranya mengganggu penumpang bus hingga mereka menatap Yoon Jung dengan sedikit tertawa. Jung Wook mengingatkan namun Yoon Jung tak perduli dan terus menyanyi.


Jung Wook bangkit dan meminta maaf atas keributan yang dibuat oleh keduanya. Namun selanjutnya ia pun ikut bernyanyi bersama dengan Yoon Jung. Yoon Jung yang tadinya cemberut karena Jung Wook meminta maaf sekarang kembali tersenyum bersama.

Aku bertemu dengannya saat berumur 23 tahun. Selama 5 tahun, kami tak terpisahkan. Melihat saat kamu berusia 20, dia selalu disisiku. Dia adalah segalanya dimasa mudaku.


3 Tahun Lalu
Jung Wook terkejut, ia bangkit dari duduknya. Kau akan pergi? apa maksudmu?

Yoon Jung meminta maaf karena tak memberitahukan pada Jung Wook lebih awal tapi untuk sekarang. Dia lebih mementingkan mimpinya dari pada Jung Wook.

“Apa? Kita bersama selama 5 tahun. Kau tak perduli dengan semua waktu yang kita lalui bersama?”

Jung Wook tak mau bicara di telephone, dia meminta bertemu. Sekarang ia dicafe dan meminta Yoon Jung datang, ia akan menunggu. Yoon Jung menyuruh Jung Wook tak usah menunggu.

“Tidak. Aku tak akan pergi sampai kau datang. Aku akan menunggumu.”


Panggilan berakhir, bukan perkara mudah juga bagi Yoon Jung untuk melepas kebersamaan mereka selama ini. Ia menatap fotonya bersama Jung Wook dicafe, tampak tersenyum cerah. Yoon Jung menoleh kearah jam, waktu menunjukkan pukul 11 lebih 5.


Pukul 12, Jung Wook masih menanti dengan sabar kehadiran Yoon Jung namun ia belum kunjung datang.

Sepasang kaki menghampiri Jung Wook, dengan semangat ia mendongak. Namun rupanya ia seorang pelayan yang mengingatkan Jung Wook kalau cafe mereka akan segera tutup. Dengan berat hati Jung Wook keluar, dia menanti diluar cafe dengan penuh harap.

Orang – orang hilir mudik berjalan didepan cafe namun Yoon Jung belum juga datang.


*****
Teman Jung Wook bisa memahami bagaimana perasaanya setelah lima tahun bersama tapi kan waktu sudah berlalu selama 3 tahun. Jung Wook berkata kalau dia sudah putus dengan Yoon Jung.

“Kau bilang kalau kau sudah berakhir dengannya. Inikah kenapa kau membeli cafe ini untuk menunggunya datang, dan menetap disini sepanjang hari? Cinta terkutuk.”

Untuk mengalihkan pembicaraan, Jung Wook menawarkan kopi untuk temannya tapi ia menolak.


Jung Wook masuk ke cafe, dia terdiam melihat bayangan Yoon Jung duduk menerawang keluar cafe. Saat menoleh, Yoon Jung tersenyum manis kearah Jung Wook. Jung Wook balik tersenyum meskipun ia sadar apa yang ia lihat saat ini hanyalah bayangan.

Temanku benar. Aku berkata aku telah berakhir dengannya tapi aku tetap belum siap menerima cinta yang lain.



Jung Wook menaiki bus, saat dalam bus pun ia kembali melihat bayangan dirinya yang bercanda dengan Yoon Jung disana. Jung Wook menyalakan headphone –nya dengan keras hingga orang yang ada didekatnya pun bisa mendengar.

“Bukankah itu lagu Sunny –nya Boney M (lagu yang juga dinyanyikan Yoon Jung dimasa lalu bersama Jung Wook) ?” tanya seorang gadis yang berdiri disamping Jung Wook. Jung Wook meminta maaf karena telah menyalakan Headphonenya dengan keras.

“Tidak. Aku juga menyukai lagu ini.” Gadis itu ikut mendengarkan lagunya dan ikut pula bersenandung lirih. Jung Wook menatap gadis tadi dengan penuh tanda tanya. Gadis itu merasa diperhatikan, ada yang salah?
“Bukan apa – apa.” Singkat Jung Wook.


Jung Wook yang menyimpan tanda tanya memberikan diri bertanya pada gadis tadi, “kenapa kau suka lagu ini? Kau suka penyanyinya atau ada alasan lain.”

“Karena namaku Sun Hee.”
“Apa?”

Sun Hee kembali mengucapkan namanya, Sun Hee. Jung Sun Hee. Kalau dibaca kan jadi mirip kata Sunny.


Jung Wook menceritakan pertemuannya pada temannya. Temannya menyambut kisah itu sebagai sebuah berita bagus. Lalu?

“Lalu?. . Ya hanya itu.”

Teman Jung Wook langsung geregetan dibuatnya, masa sudah tahu nama ga minta nomor hape. Apa kau gila? Kau benar – benar kehilangan rasa berkencanmu. Apa kau baru pertama kali berkencan? Berapa nomor busnya?

“Kenapa kau ingin tahu?”

“Kau harus menemukannya sekarang juga. Kapan kau akan bertemu dengan gadis seperti itu lagi? Cepat pergi. AYO!” kesalnya.


Keajaiban. Ditengah keduanya ingin mencari Sun Hee, dia malah datang sendiri ke cafe tepat saat itu pula.
“Kenapa kau datang kesini?” tanya Jung Wook terkejut.

Sun Hee menunjuk pengumuman lowongan kerja. Jung Wook pun terdiam, seketika cahaya menyorot kearah Sun Hee hingga membuat Jung Wook tertunduk malu. Dia terpesona pada Sun Hee saat ini.


Sun Hee mulai bekerja di cafe Jung Wook, Jung Wook sepertinya mengalami kecanggungan saat sedang berdekatan dengan Sun Hee. Dia sesekali melirik kearah Sun Hee hingga Sun Hee merasa heran sendiri.


Sun Hee berniat mengambil biji kopi yang ada dirak paling atas, dengan tingginya. Sun Hee tak bisa meraih kopi tersebut. Jung Wook datang, ia tanpa kata meraih toples berisi biji kopi tersebut untuk Sun Hee. Keduanya berada pada jarak yang dekat.


Jung Wook yang canggung segera menjauh, ia memegang dadanya yang berdegup kencang. Ia bisa tersenyum sekarang.

Aku selalu menatapnya. Aku bisa merasakan adanya kupu – kupu. Aku merasakan untuk pertama kalinya setelah cinta pertamaku.


Sun Hee harus berlatih membuat dekorasi untuk kopinya, ia masih kesulitan dan sering melakukan kesalahan. Jung Wook yang memperhatikan tingkah Sun Hee pun tersenyum.

“Latte Heart bisa menjadi cara untuk membuat dekorasi kopi. Tapi ini bisa juga untuk menunjukkan perasaan satu hati.”

Jung Wook memberikan segelas Latte yang telah dibuatnya untuk Sun Hee. Ia pun pergi untuk menutup cafe.


Sun Hee masih belum bisa membuat dekorasi, ia pun membuka penutup pada gelasnya. Ada dekorasi gambar hati dengan tulisan Sunny diatasnya. Sunny menoleh pada Joon Hyun yang canggung dibuatnya.

“Aku tak bisa meminum ini.” Ucap Sun Hee membuat Jung Wook tersenyum masam. Ia rasa ini sebuah penolakan.

“Ini terlalu cantik.” Lanjut Sun Hee yang segera membuat Jung Wook tersenyum tak keruan rasanya. Kekekeke.


*****
Komentar masuk, banyak yang kesal karena Jung Wook seolah memamerkan hubungannya romantisnya dengan Sun Hee.

DJ Captain berfikir, “akhirnya kau menemukan cinta baru, selamat. Lalu, apa masalahnya?”


Jung Wook menemui Sun Hee yang duduk di bangku jalan, ia berniat menghampiri Sun Hee tapi seketika jalannya terhenti. Ia menatap Sun Hee yang menyisir rambut dengan jarinya, ia teringat akan Yoon Jung apalagi ketika Sun Hee juga menggigit bibir bawahnya seperti Yoon Jung pula.

Dan masalahnya adalah, aku tetap melihat Yoon Jung dalam diri Sun Hee.


Sun Hee berjalan dengan riang bersama dengan Jung Wook yang mengekor dibelakangnya. Sun Hee mengepakkan tangannya, dia merasakan kalau musim dingin bisa tercium di angin. Dia sangat menyukainya.
DEG. Jung Wook kembali merasakan adanya Yoon Jung dalam diri Sun Hee.

Ini membuatku gila. Aku tak tahu apakah aku benar – benar menyukainya atau tidak atau aku hanya mengenang cinta pertamaku.


Jung Wook menceritakan hal ini pada temannya. Teman Jung Wook menyuruhnya jangan memikirkan itu dan fokuslah untuk tetap melihat Sun Hee. Dia tak akan tahu apa Jung Wook akan bertemu dengan wanita seperti Sun Hee lagi.

Jung Wook membenarkan.

Ponsel berdering. Seketika Jung Wook membeku, ia menerima pesan dari Yoon Jung kalau dia ada dikorea. Dia menyuruh Jung Wook menghubunginya, ia merindukan Jung Wook.


Hari berjalan seperti biasa namun ada sebersit rasa bimbang dan bersalah dari Jung Wook pada Sun Hee.


Jung Wook membaca kembali pesan dari Yoon Jung dengan dilema yang melanda.

Sun Hee datang untuk memijat pundak Jung Wook yang pasti kelelahan. Dengan segera Jung Wook menyimpan ponselnya, wajahnya masih murung.

“Apa ada yang salah?” tanya Sun Hee namun Jung Wook tak memberitahukan perihal Yoon Jung. Ia menyembunyikan ponselnya dan keluar cafe, menyendiri.


Aku tahu. Aku pria yang jahat. Tapi semenjak aku menerima pesan dari cinta pertamaku, aku mengingat kembali masa laluku. aku merasa senang akan hal itu. Aku gila. Ini benar – benar buruk, kan?


*****
DJ Captain berfikir sejenak, “mengingat hal – hal baik dari cinta pertama. Kita bisa menyebutnya, Mood Cela Syndrome. Tapi ini seperti alasan untuk sebuah keinginan. Ada sesuatu alasan yang harus dipecahkan. Kau harus bertemu dengan cinta pertamamu. Ketika kau melihatnya dengan matamu maka itu akan membuat pikiranmu kembali jernih.”


Jung Wook bertemu dengan Yoon Jung dicafe, keduanya canggung tapi Yoon Jung sendiri merasa terkejut karena Jung Wook malah mengelola cafe ini sekarang.

“Bukankah kau betah di Amerika. Kenapa kau kembali ke Korea?” tanya Jung Wook.

Yoon Jung menyisir rambutnya dengan jari seperti biasa. Ini membuat Jung Wook kembali merasakan sebuah getaran dalam hatinya. Mengingat kembali setiap detail kebiasaan Yoon Jung.

“Tinggal disini sungguh kesepian tapi saat melihatmu, ini sungguh membaik. Bukankah kau juga merasakan hal yang sama? Kau merindukanku juga kan?”


Jung Wook mencoba menjelaskan tapi perkataanya segera dipotong oleh Yoon Jung.

“Aku tahu kau menungguku. Aku tahu kau akan tetap sama.”

Ucapan Yoon Jung barusan membuat Jung Wook tersadar akan penantiannya untuk Yoon Jung dulu tapi Yoon Jung memilih untuk tetap pergi. ucapan temannya tentang bagaimana egoisnya Yoon Jung. Cukup. Jung Wook mengambil keputusan.

“Terimakasih.”

“Untuk apa? Untuk kembalinya aku?” tanya Yoon Jung heran.


Jung Wook mengaku kalau sekarang dia sudah memiliki wanita lain yang ia cintai. Yoon Jung cukup terkejut mendengar pengakuan itu.

“Aku cukup goyah setelah menerima pesanmu. Sampai sebelumnya, aku berfikir kalau aku menyukainya hanya karena mengenangmu. Tapi kau membuatku menyadari sesuatu. Aku menyukainya. Dia bukan kau.”

Yoon Jung tertunduk kecewa, ia sungguh semangat ketika mengingat masa lalu mereka. Dia pikir Jung Wook telah berubah. Jung Wook membenarkan, dia sadar telah memiliki seorang yang lebih penting dari Yoon Jung.


Sun Hee tetiba masuk ke dalam cafe dengan tergesa – gesa. Jung Wook segera bangkit untuk bertanya alasannya, Sun Hee berkata kalau dia meninggalkan sesuatu di cafe.

“Kau Sun Hee, kan?” tanya Yoon Jung terkejut. Keduanya sama – sama terkejut.
“Kalian kenal satu sama lain?”
“Kau lihat. . .” ucap Yoon Jung dengan sinis.



10 Tahun Lalu
Yoon Jung yang masih duduk di bangku SMA berjalan bersama dengan teman – temannya, mereka kagum dengan style Yoon Jung dengan barang – barang yang ia kenakan. Mereka memujinya cantik.

Seorang terasing, Sun Hee muda berjalan dibelakang tak bisa ikut bersama mereka. Kaca mata besar dan rambut kepang kuda. Culun. Yap, dia hanya melihat mereka dengan sedih.


Sun Hee menatap foto Yoon Jung yang dipajangnya dirumah. Sun Hee mencoba untuk melepas kacamata super besarnya lalu melepas kepangnya lalu mengucir tinggi rambutnya. Ia mencoba tersenyum seperti apa yang Yoon Jung lakukan. Lalu menjepit rambutnya sama persis sepertei Yoon Jung.


“Yoon Jung!” panggil dua orang anak. Anak didepannya menoleh, bukan Yoon Jung melainkan Sun Hee yang mirip dengan Yoon Jung. Keduanya terkejut, mereka mengira kalau Sun Hee adalah Yoon Jung.


Yoon Jung datang dengan muka muram apalagi saat dua anak tadi berkata kalau Yoon Jung dan Sun Hee mirip. Setelah berjajar, memang tak mirip dalam wajah tapi cara mengikat rambut, tas, jepit rambut dan sepatu pun sama.

Sun Hee menghampiri Yoon Jung, ia sungguh senang saat ada anak yang berkata kalau mereka mirip. Yoon Jung yang ditiru jelas sebal kan, ia pun meninggalkan Sun Hee.


Kembali ke masa kini. Yoon Jung menunjuk Sun Hee yang tak populer disekolah karena dia menirunya. Sun Hee tertunduk tampak malu harus bertemu dengan Yoon Jung.

“Kau tak tahu seberapa besarnya kau membuatku tak senang dalam hidupku. Aku kira kau akan berhenti setelah kita lulus tapi aku melihatmu mengunjungi blog –ku ketika sudah lulus. Itu membuatku penasaran apa yang kau lakukan. Ini karena kau ingin meniru juga kan?”

Sun Hee tergagap, perkataan Yoon Jung tak terbantahkan.

“Apakah . . Apakah kau juga muncul dihadapannya(Jung Wook) karena aku? Katakan yang sebenarnya, kau tahu tentang dia kan?” cecar Yoon Jung.


“Apakah itu benar?” tanya Jung Wook bingung. Sun Hee sulit untuk menjelaskannya, lidahnya seolah kelu.

“Bagaimana kau bertemu dengannya?” tanya Yoon Jung pada Jung Wook membuatnya kembali memikirkan pertemuan mereka. Karena lagu Sunny di bus lalu Sun Hee menyanyikannya dan sebuah keajaiban atau sesuatu yang begitu pas membuat Sun Hee tiba – tiba muncul untuk bekerja di cafenya. Akankah ini disengaja??


Sun Hee dan Jung Wook duduk diluar, Jung Wook memegang tangan Sun Hee lembut. Ia mencoba menenangkan dan dengan hati – hati ia meminta Sun Hee untuk menjelaskan padanya.

“Dengarkan. Itu tak seperti yang kau pikirkan. Itu tidak seperti itu.”
“Kau meniru Yoon Jung , kan?”

Sun Hee membenarkan tapi itu dulu saat ia muda dan belum dewasa. Setelah kelulusan, dia tak melakukannya lagi. aku mencoba dengan keras agar bisa menemukan jati diriku juga. Jung Wook kembali bertanya, apakah Sun Hee juga tahu kalau dia dan Yoon Jung berkencan?


Kembali ke masa lalu saat dimana Jung Wook terus menantikan Yoon Jung didepan cafe, Sun Hee rupanya memang sudah melihat Jung Wook disana.

“yang pertama, itu hanyalah sebuah kebetulan. Melihatmu menantikan seseorang didepan cafe. Aku berfikir telah melihatmu sebelumnya. Aku menyadarinya setelah itu. kau adalah mantar pacar Yoon Jung.”

Setelah kejadian tersebut, beberapa kali Sun Hee selalu lewat cafe hanya untuk bisa melihat Jung Wook barang sejenak. Jung Wook setelah kepergian Yoon Jung, setiap hari selalu menanti ia disana sampai akhirnya ia memutuskan untuk membeli cafe itu.

“Aku datang untuk melihatmu karena penasaran, dan saat itulah aku mulai tertarik denganmu.”


Sun Hee meyakinkan kalau dia muncul dihadapan Jung Wook bukan karena sebuah rencana. Jung Wook kecewa karena tak sedari awal Sun Hee mengakuinya. Sun Hee sudah tahu kalau Jung Wook akan berfikiran demikian tapi dia tak menginginkan apapun, dia hanya mencintai Jung Wook.


Jung Wook dilanda kebimbangan sekarang ini.

Aku penasaran dengan kebenarannya. Akankah dia benar – benar menyukaiku? Atau dia hanya menginginkanku karena aku mantan pacar temannya? Captain. Apa yang harus aku lakukan sekarang?


*****
Pesan berdatangan, banyak diantara mereka yang tak yakin akan perasaan suka Sun Hee. Tapi ada pula yang membelanya.

“Aku yakin kau merasa seperti di neraka. ketika kau tak percaya pada wanita yang kau cintai. Tapi siapa yang tahu ketika waktu yang akan membuat anggur menjadi busuk atau menjadi wine yang enak. Tak ada yang tahu apakah pacarmu benar – benar mencintaimu atau tidak. Pikirkan tentang apa yang kau inginkan sekarang. Seseorang percaya dengan apa yang mereka inginkan.”


KOMENTAR:
Alurnya ga bisa ditebak. Aku masih bisa kalau Yoon Jung sama Sun Hee saling kenal dan yang bikin ga duga yang ternyata Sun Hee itu juga peniru Yoon Jung makannya Jung Wook pun juga berfikiran kalau Yoon Jung sama Sun Hee itu mirip. Aku suka alurnya dan masih nebak – nebak untuk cerita selanjutnya.

2 Responses to "Sinopsis Love Frequency 37.2 Episode 1 – 2"

  1. Masih belum mudeng sama alur ceritanya..

    Gomawo sinopsis nya puji eonni^^

    ReplyDelete
  2. bak kurang dpt dimengerti jln cerita ya

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^