Sinopsis Love Frequency 37.2 Episode 1 – 1

Sinopsis Love Frequency 37.2 Episode 1 – 1
Tampaklah pemandangan malam dengan hiruk pikuk dan lampu yang menerangi jalan tampak seperti pemandangan apik ditengah kota. Seorang pria misterius melajukan mobilnya dengan santai, menikmati angin yang menerpanya.

Pria tersebut semakin kencang menarik gas mobilnya sampai dengan ia menemukan tempat yang cocok. Pria tersebut tanpa buang waktu menyiapkan peralatan untuk melakukan pekerjaannya.


Disisi lain, orang – orang bersiap untuk menyalakan radionya dan mencari saluran frekuensi 37.2 yang seolah sudah sangat mereka nantikan penyiarannya.

Impolite love counseling. Disini ada DJ Captain dari Radio Pirate 37.2” suara Pria tadi membuka acaranya. Dengan santai, DJ Captain menikmati pemandangan yang terpapar dihadapannya dengan santai.
Pesan berdatangan dari para fans yang suka akan siaran dari DJ Captain.


Terimakasih telah datang kembali. Aku yakin semua orang disini ingin lebih mengetahui tentang anak. Anak itu disebut dengan cinta. Apa kalian tahu kapan tanggal kadaluarsa dari cinta?

Pesan dari para pendengar masuk, mereka memberikan banyak pendapat mulaidari 3 tahun. 10 bulan.

Ketika kembang api bercahaya di udara. Mereka menerangi seluruh langit.” Ucap DJ Captain memandang kembang api yang ada dihadapannya. “Tapi ketika api itu padam maka langit kembali gelap. Bukankah cinta juga demikian? Tiba –tiba datang lalu kembali menghilang.

DJ Captain mengajak audiens untuk mendengarkan cerita dari Ms. 100 hari.



Seorang wanita tengah menyibukkan jarinya untuk mengetik di laptop. Dia adalah seorang wanita berumur 30 tahun. Dia tak pernah berkencan dengan pria selama lebih dari 100 hari dan berakhir dengan kejam lalu si pria putus dengannya. Atau kasarnya dia akan ditendang atau dibuang.

Cintaku berakhir setelah 100 hari. Ketika aku bertanya kenapa, mereka selalu menjawab dengan jawaban yang sama.


[Kau berhak untuk bertemu dengan pria yang lebih baik]
[aku terlalu buruk untukmu]
[kau terlalu baik untukku]

Ms. 100 hari (kita panggil saja dia Dong Hee, yah) menggebrak dengan kesal laptopnya saat mengingat pacarnya mengucapkan kata putus dengan alasan yang ga masuk diakal.


DJ Captain bertanya apakah Dong Hee yakin kalau dia cantik?


Seorang wanita gendut dengan kacamata menatap pantulan dirinya di cermin. Ia meminta agar wajahnya mirip dengan wanita yang sekarang ada dihadapannya. Wanita dihadapannya mengernyit, dia adalah Dong Hee.

Wanita gendut yakin kalau wajahnya cantik seperti Dong Hee.


Dong Hee mematut dirinya dikaca, setiap orang berkata kalau dirinya cantik. Dia tak buruk dan yakin akan hal itu, tapi kenapa dia selalu dibuang. Apa yang salah dengan dirinya? Kau bertanya apakah kelakuanku ada yang salah?



10 tahun yang lalu
Seorang pria dengan wajah pucat masih menghangatkan dirinya dibalik selimut, panggilan dari kekasihnya masuk. Ia menyuruh kekasihnya untuk berangkat ke gathering saja, dia tak bisa berangkat hari ini jadi bersenang – senanglah.

“Ta – Da.” Dong Hee masuk ke kamar mengejutkan kekasihnya. Dia tak bisa berangkat bersenang – senang tanpa kekasihnya. Dia kesana membawakan bubur.

Seketika senyum si pria mengembang mendengar ucapan Dong Hee.


Dong Hee menyuapi kekasihnya dengan senang hati.

“Kau satu – satunya dalam hidupku. Aku mencintaimu. Selamanya.” Ucap Si Pria dengan manis.

Anak ini menendangku setelah 76 hari.” Batin Dong Hee



5 Tahun yang lalu
Dong Hee berhasil mempunyai kekasih lagi, Dong Min. Teman Dong Min mengejek Dong Min yang pasti merasa nervous ketika pacar cantiknya memiliki pekerjaan lebih dulu. Dong Hee meyakinkan kalau hanya Dong Min satu – satunya pria baginya. Ia mencoba mengangkat harga diri Dong Min dengan menyelipkan ke kantong Dong Min sejumlah uang.

“kau bayarlah makan hari ini.” Bisik Dong Hee. Dong Min merasa terharu, dia berjanji tak akan membuat Dong Hee pergi.

dia membuat hatiku hancur tepat 88 hari.” cerita Dong Hee.


1 Tahun yang lalu
Dong Hee keluar dari rumahnya dengan tergesa – gesa, diluar sudah ada seorang pria yang tampak mabuk. Si Pria beralasan kalau dia minum dan hanya terpikir tentang Dong Hee saat itu.

“Apa ada masalah dikantor?”

Si merasa frustasi saat ini. Dong Hee menenangkan dengan memeluknya. Si Pria pun menangis dalam pelukannya. Dong Hee mengajaknya untuk makan, ia yakin kalau Si Pria belum makan.

“Aku tak membutuhkan apapun. Yang aku butuhkan saat ini hanyalah kau. Kau akan berada disisiku selamanya, kan?” tanyanya dan dijawab anggukan oleh Dong Hee.

Anak ini, dia meninggalkanku tepat tiga hari sebelum 100 hariku.



Dong Hee melanjutkan kisahnya pada DJ Captain kalau dia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan berkencan lagi. para Audiens yang mendengar cerita Dong Hee merasa prihatin akan ceritanya yang begitu miris.

DJ Captain menatap kembang api yang kembali meledak di langit, “Tak akan ada gunanya berjanji pada diri sendiri. Kembang api kembali melompat untuk meletup lagi.”


Dong Hee menghadiri sebuah pesta pernikahan. Ponsel berdering, hadirin merasa terganggu dan rupanya itu adalah panggilan untuk Dong Hee dari ayahnya. Ayahnya yang meminta Dong Hee menghadiri perjodohan.

“Aku tak mau dijodohkan. 30 tahun tidaklah terlalu tua saat ini. Aku tak perduli dengan pernikahan. Aku sakit dan lelah karena pria!” kesal Dong Hee dan tanpa sadar ia berteriak hingga membuat semua hadirin terkikik geli akan pernyataanya.

Dong Hee tertunduk malu sendiri apalagi ada dua pria yang memperhatikan dan ikut tersenyum menatapnya.


Acara lempar bucket bunga pun dimulai, semua hadirin bersiap untuk menangkapnya. Rupanya bunga pun terarah pada Dong Hee dan ia tanpa sadar mencoba mendapatkannya hingga harus melompat.

Tamu yang lain tersenyum melihatnya membuat Dong Hee merasa malu. Mungkin karena tadi dia sudah bilang tak perduli menikah tapi malah berusaha menangkap bunga.



Acara makan bersama teman pun berlangsung, Dong Hee mengelak kalau ia berusaha menangkap bucket bunga tapi memang bucket bunga sudah terarah padanya.

“Kalau kau tak menikah dalam 10 bulan setelah mendapatkan bucket bunga, kau tak akan melirik pria lagi selama 3 tahun.”

“Apa? Secepat itu?” tanya Dong Hee terkejut.

Teman Dong Hee menyuruh dia untuk mencari pacar, apa dia tak merasakan aroma? Aroma cinta?


Dong Hee hanya kebingungan. Temannya menoleh, ia menunjuk 2 pria yang duduk tak jauh dari mereka. Ia berkata kalau 2 pria tersebut memperhatikan Dong Hee sedari tadi.

Dong Hee malu – malu mendengarnya, ia mencoba melirik dengan takut – takut.


Dong Hee mencoba mencari pria di tempat pesta, ia memperhatikan satu persatu sampai akhirnya menunjuk seorang pria untuk didekati tapi ga tahunya dia sudah punya gandengan padahal ini tipe Dong Hee banget. Dong Hee kesel sendiri.



Salah satu pria yang dari tadi memperhatikan Dong Hee melihatnya kesulitan saat mengambil sup, ia pun mencoba menawarkan bantuan. Awalnya Dong Hee menolak tapi si pria kekeuh membantunya.

“Kau sangat cepat saat aku melihatmu mengambil bucket.” Ucap si Pria membuat Dong Hee merona malu. Pria itu pun pergi namun keramahannya telah membuat Dong Hee tak hentinya menatap pria itu.


Karena tak memperhatikan sekitar, Dong Hee menabrak seorang pria dan membuat sup tumpah ke kemeja putih yang pria itu kenakan. Dong Hee merasa tak enak hati karena nodanya begitu banyak dan sangat kentara dibaju putih tersebut.

Dong Hee mencoba mengelap dengan syal –nya tapi tetap tak mempan. “lepaskan bajumu!” perintah Dong Hee membuat si Pria terkejut. Dia Song Joon Young.



Keduanya berakhir di toilet, Dong Hee mencoba mencucinya karena noda makanan pada pakaian akan hilang saat dicuci. Joon Young telanjang dada dengan hanya penutup syal milik Dong Hee, beberapa wanita terkejut saat masuk ke toilet. Itu toilet wanita dan Dong Hee mengajak Joon Young itu masuk. Kekeke.

Joon Young risih sendiri, ia mengajaknya untuk keluar meskipun pakaiannya belum dikeringkan.


Dong Hee merasa tak enak hati, ia berkata kalau saat ini cuaca begitu dingin kalau memamakai pakaian basah.

“bagaimana kalau kau menemaniku minum kopi sambil menunggu bajuku kering?”
“uh. .”


Dong Hee memelintir ujung syal –nya dengan malu, dia yakin bisa melewati 100 harinya dengan pria ini. Dia akan berusaha tak mengacaukannya kali ini. Dia telah merubah pikirannya setelah menangkap bucket bunga. Ini akan menjadi cinta baru dan cinta terakhirnya.


Dong Hee menandai tanggal sesuai perjalanan cintanya, seorang pria dengan rambut blonde memasuki dapur. Dia adik Dong Hee ( Dong Hyun – Boyfriend), seolah mengejek kakaknya. Dong Hyun bertanya kapan ini akan berakhir?

“sudah 53 hari. Mungkin 60 hari.” Pikir Dong Hee. “Apa yang kau tahu anak kecil? Masuk dan belajarlah. Kau tak akan dapat universitas.”

Dong Hyun tahu kalau dia memang tak baik dalam pelajaran tapi ia cukup baik dalam masalah percintaan. Dong Hee kesal, ia pikir adiknya belajar tapi ternyata hanya berkencan padahal ia sudah bekerja keras untuk membiayainya. Dia akan katakan pada Ayah.

Dong Hyun melarang, dia menyuruh Dong Hee untuk menunjukkan bagaimana gaya kencannya. Dia tahu masalah pria dengan baik melihat bagaimana perjalanan cinta Dong Hee yang singkat. Pasti ada masalah pada dirinya.


“Sayang, kau sudah makan?” ucap Dong Hee dengan manja. Seketika Dong Hyun membuka mulutnya lebar, tingkah kakaknya sungguh menggelikan. Dong Hyun yakin kalau pria tahu apa yang pria inginkan jadi ia menebak kalau ini pun akan berakhir sebelum 100 hari.

“apa yang pria suka dari wanita?” tanya Dong hee penasaran juga.


Dong Hee jalan dengan Joon Young tapi dia sama sekali tak memperhatikan, pandangannya kosong entah kemana. Joon Young bertanya apakah yang sedang Dong Hee pikirkan?

Dong Hee mengelak tapi sebenarnya ia mengingat ucapan Dong Hyun.


Terkadang, pria suka wanita yang agresif.


Dong Hee menyuruh Joon Young untuk berbalik, Joon Young tak mengerti apapun tapi ia melakukan saja permintaan Dong Hee.

Dong Hee dengan ragu berniat memeluk Joon Young tapi karena grogi, dia malah terpeleset dan secara tak sengaja menyentuh bagian yang tak seharusnya. Dong Hee meminta maaf, ia tak bermaksud melakukan itu. Joon Young hanya tersenyum, ia dengan lembut membimbing Dong Hee memeluknya.


“apa kau tahu kenapa aku menyukai mu?”

“Apa?”

Joon Young mengibaratkan Dong Hee seperti minuman berkarbonasi yang menguap dan menyentuh perasaanya. Itulah, ia merasa Dong Hee wanita yang cocok untuknya. Lalu, kenapa Dong Hee menyukainya?

“tak ada alasan untuk menyukai seseorang. Aku hanya jatuh cinta padamu pada pandangan pertama.”


Dong Hee mengingat kalau mereka sebentar lagi sudah 100 hari, dia mengajaknya untuk melakukan sesuatu. Bukan sebuah perayaan hanya melakukan sesuatu yang spesial di hari ke 100 bersama.

Joon Young berjanji akan melakukan sesuatu yang tak akan terlupakan. “lalu apa yang akan kita lakukan dihari ulang tahunku?”

Dong Hee meminta maaf karena melupakan hari ulang tahun Joon Young, apa yang ingin ia lakukan?

Joon Young menyuruh Dong Hee untuk berbalik.

Dong Hee berbalik tapi tak ada apapun yang Joon Young lakukan hingga ia kembali berbalik. Tanpa diduga Joon Young malah mengecup singkat bibir Dong Hee.

“Hari itu, aku ingin bersama denganmu tanpa mengucapkan perpisahan sampai pagi. Kau akan melakukan itu untukku?”

Dong Hee mengangguk. Keduanya kembali melanjutkan perjalanannya.


*****
Dong Hee menuangkan minum dengan sedih dihari ke 100-nya bersama Joon Young. Dong Hee merasa ada sesuatu yang aneh, seharusnya mereka bersama untuk merayakan hari ini tapi dia malah pergi untuk mengantarkan temannya ke bandara.

“ambil sisi baiknya, dia mungkin merasa kalau persahabatan lebih penting dari pada cinta.” Saran Dong Hyun.

“kalau sisi buruknya?”
“mungkin dia sakit karenamu.”

Dong Hee masih penasaran, Dong Hyun menyarankan untuk mengikuti Joon Young saja.

“Memangnya aku stalker?” kesalnya menggetok kepala Dong Hyun.


Tapi, akhirnya Dong Hee mengikuti usul adiknya dan mulai mencari keberadaan Joon Young dan sepertinya benar kalau dia pergi.

Dong Hee menghubungi Joon Young, dia berkata kalau ia dirumah dan mereka bisa merayakan hari jadi mereka besok. Joon Young juga berkata kalau dia bersama temannya dibar.


Dong Hee berniat pergi dari cafe tempatnya mencari Joon Young. Dong Hee seketika terpaku mendengar suara Joon Young disana apalagi dia akan mabuk. Teman Joon Young bertanya apa yang terjadi hingga tiba – tiba dia mengajak untuk minum? Biasanya dia sibuk dengan kencannya.

“aku akan putus dengannya.” Ucap Joon Young membuat Dong Hee yang sekarang berada dibelakang Joon Young terkejut.

“Pacarmu cantik dan sikapnya juga baik. Kau bilang dia gadis idamanmu dan tak akan putus.”

“Itu yang aku rasakan di awal. Tapi tidak lebih.” Jawab Joon Young membuat temannya kembali bertanya – tanya. “aku tak melihatnya seperti wanita. Tapi, Ibu.”




DEG. Ucapan Joon Young membuat Dong Hee sangat sedih. Ia kembali mengulang masa lalu pahitnya bersama pria –nya yang dulu.


1 Tahun yang lalu
Dong Hee bersama pria yang ada didepan rumahnya, pria itu frustasi dan mengaku kalau dia telah selingkuh dibelakang Dong Hee. Dia menyuruh Dong Hee mencari pria lain yang lebih baik. Dong Hee tertunduk, ia mengajak pacarnya untuk ke gereja. Mereka harus berdoa dan meminta pengampunan.

“kau tak marah? Kau tak mengumpatiku? Kau mengerti aku saat ini juga? Dengan selingkuh yang aku lakukan?” tanya Pri itu tak habis pikir. Dong Hee mengaku kalau dia juga sakit tapi apa yang bisa ia lakukan selain mengerti.

“Kau seperti ibuku! Kau akan menerimaku kalau aku sudah menikah dengan wanita lain? kau akan merawatku dan  menerimaku kembali. Kau ibuku atau apa?!!” kesal si pria.



5 Tahun yang lalu
Dong Hee memberikan kartu kreditnya pada Dong Min, ia tak mau pacarnya jatuh lagi dihadapan para temannya. Ia menyuruh Dong Min menggunakan kartu –nya sampai dapat kerja.

Dong Min dengan kikuk mengucapkan rasa terimakasihnya. Dong Hee dengan ceria melanjutkan kencan mereka, ia akan membeli sebuah hiasan rambut. Dong min mengulurkan uangnya pada penjual untuk membayarnya namun ditahan oleh Dong Hee. Ia yang akan membayar.

Dong Min tertunduk menatap uangnya, harga dirinya secara tak langsung telah dilangkahi oleh Dong Hee.



“Ayo kita putus!” ucap Dong Min mengejutkan Dong Hee. “aku tak bisa kalau kau terus berlaku seperti orang tuaku.”

Dong Hee hanya ingin merawat Dong Min.

“Kau berkata seperti itu. kau terasa seperti ibuku. Kenapa Kau lebih seperti ibuku daripada pacarku?”

10 Tahun yang lalu
Pacar Dong Hee tampak malas ketika Dong Hee menyuruh ia memakan makan siang. Dong Hee bertanya bukankah pacarnya itu suka kalau dia membuatkan makan siang? Tanpa menunggu jawaban, Dong Hee menjejalkan makanan pada pacarnya.

Dong Hee mengingatkan tentang rapot dan juga agar dia tak telat lagi. Dong Hee beralih pada debu diatas meja, dia sudah membersihkannya kok kotor lagi. dia akan memberihkannya. Ia juga menyuruh ini itu pada pacarnya.

“Ayo putus!” ucap pacarnya. Dia mau kuliah dan pergi dari rumah, ia ingin pacaran dengan bebas. Dong Hee mengerti, bukankah dia sudah seperti itu.

“Tidak. Aku merasa dicekek ketika kau khawatir dan peduli padaku.”

“Kau bilang aku yang membawakan bubur pertama kali saat kau sakit?”

“itu saat aku butuh!! Saat kau merawatku saat aku tak membutuhkannya? Kau lebih buruk dari ibuku!!” bentaknya kesal.


*****
Dong Hee menampakkan dirinya dihadapan Joon Young. “kenapa kau merasa aku seperti ibumu? Katakan”


Joon Young mengaku kalau dia memang merasa nyaman didekat Dong Hee saat awal kebersamaan mereka. Dia yang selalu merawatnya tapi kenapa sesuatu yang sama selalu terjadi? Dia sudah mencoba meyakinkan dirinya. Sampai di hari itu. . .


Ini hari dimana Joon Young ulang tahun. Keduanya sudah merencanakan sejak awal dan berciuman dengan panas namun Dong Hee tidak konsen saat melihat ada beberapa makanan yang berada diatas meja dapur. Keduanya kembali berciuman tapi Dong Hee tak bisa menahan dirinya untuk tak bisa membereskan makanan itu.

Ia pun meminta waktu sebentar untuk membersihkannya.


Dong Hee kedapur, ia melihat banyak cucian piring disana. dia akan mencucinya, Joon Young melarang karena itu tak penting. Ia kembali mencium Dong Hee namun Dong Hee tetap tak bisa menahan untuk membersihkannya.
Ia meminta waktu lima menit.



Joon Young menanti Dong Hee, Dong Hee pun kembali menemui Joon Young. Ia menemukan pakaian yang berserakan, ia tak membiarkannya begitu saja. ia mencium pakaian yang dikenakan oleh Joon Young. Dia akan mencucikannya untuk Joon young.

Ia melepaskan baju Joon Young seperti anak kecil.


Kembali ke masa kini, Joon Young meminta maaf atas kebohongannya hanya saja ia merasa kecil ketika harus bersama Dong Hee. Ia mengajak Dong hee untuk break sebentar.

Joon Young pun pergi meninggalkan Dong Hee.


Dong Hee tak bisa menahan air matanya, “apakah aku salah?” batin Dong Hee.


PIRATE RADIO

Komentar berdatangan untuk Miss 100 hari, mereka merasa kalau Dong Hee sama menakutkannya dengan indra keenam. Ahahaha. Dan mereka tahu bagaimana perasaan pria yang ada disisi Miss 100 hari.

“Aku tak bisa berkata kalau kau tak melakukan kesalahan. Jika pria menganggapmu sebagai ibu, kau harus tahu kalau kau memiliki sindrom anak tertua. Sindrom yang membuatmu keibuan. Barangkali kau seperti kau yang menjaga anak laki lakinya dan menembatkan dirimu sebagai sosok ibu.  Mungkin kau lebih terlihat menyayangi seorang anak  ketimbang mencintai seorang pria.”

DJ Captain pun memutarkan sebuah lagi untuk mengakhiri sesi kisah Miss 100 hari.



*****
KOMENTAR:
Bingung mau bilang apa, tapi yang jelas semua yang dikatakan oleh DJ Captain itu bener deh. Dan kisah cinta Dong Hee emang miris banget dan yakin seratus persen semua pria akan malas berhubungan dengannya.
Hubungan tanpa pertikaian pastilah kaya lauk kurang bumbu. Hambar dan datar. Dengan sikap dia seperti ibu dan semua kesempurnaanya jelaslah semua pria lebih memilih menjauh darinya. Kekeke.
Untuk Part selanjutnya tinggal kisah Jin Wook yang di Nail Shop Paris.


2 Responses to "Sinopsis Love Frequency 37.2 Episode 1 – 1"

  1. mba puji ini drama korea baru ato udah lama?

    ReplyDelete
  2. Bantu jawab,ini drama baru. Kirain ga ada yg buat sinopsisnya tp eng ing eng ada di blognya neng puji. Tq

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^