Sinopsis Love Cells / Dating DNA Episode 15 – END

Sinopsis Love Cells / Dating DNA Episode 15 – END
Chapter 3: Pematangan Sel Cinta
[MIMPI]

[D-Day]
Nebi mencoret kembali tanggal yang dihitungnya, semua sudah penuh dan mereka belum bisa membuat Dae Choong memiliki pacar. Nebi rasa mereka telah gagal total. Ia tampak sedih.
Dae Choong ikut sedih disamping Nebi, ia meminta maaf akan hal itu. Ia akan berkata sesuatu tapi suara Dae Choong terpotong karena mendengar berita yang tengah disiarkan bahwa Seo Rin telah diculik. Dikatakan disana kalau pelakunya adalah mantan Manager Ji Woon.




Dae Choong meminta pendapat Nebi. Nebi menyuruh Dae Choong untuk menemukan Seo Rin lebih dulu dibanding siapapun. Jika dia bisa melindungi Seo Rin maka ia akan memenangkan hatinya. Ini kesempatan terakhir.
“Tapi, bagaimana cara menemukannya?”
Nebi mencari – cari kacamata miliknya namun tak ada di tas. Dae Choong mengaku kalau ia telah mengenakannya untuk menemukan Nebi, dia tak punya pilihan lain.

“Bodoh.” Umpatnya. Ia kemudian menggerakkan lonceng ditangannya, meskipun bahaya ia tetap melakukan itu.
Beberapa detik kemudian, seseorang dengan pakaian hitam tampak tergesa – gesa mengantarkan paket untuk Nebi.




Dae Choong membuka paket yang diantarkan, ada kacamata yang dulu pernah ia pakai. Bukannya dia bilang hanya bisa digunakan sekali saja?
Nebi membenarkan, makannya dia membeli baru. Dae Choong rasa seharusnya Nebi membeli banyak barang terlebih dahulu.
“Jika aku membeli barang baru, rentang hidupku akan dipotong setengah. Aku awalnya memiliki delapan jam tersisa sehingga sekarang . .”
“Empat jam?” sahut Dae Choong.





Nebi menyuruh Dae Choong untuk melakukannya dengan cepat. Dae Choong mengedarkan pandangannya namun disetiap sudut belum nampak ada tanda – tanda Seo Rin.
Nebi memutuskan kembali menggerakkan lonceng, ada bando yang bisa mendengar suara dengan peka. Ia melakukannya untuk memudahkan Dae Choong, Dae Choong menatap Nebi miris karena sekarang waktunya tinggal 2 jam saja.
“Aku percaya padamu.”



Dae Choong menggunakan telinga dan kaca matanya lagi, ia kembali mengedarkan pandangannya. Ia juga bisa mendengar suara minta tolong Seo Rin. Ia menoleh dan mengangguk pada Nebi, ia pun pergi untuk menyusul Seo Rin.
Nebi tersenyum membalasnya namun seketika senyum itu lenyap, ada sedikit gurat kesedihan dalam wajah Nebi.
Setelah kepergian Dae Choong, tiba – tiba mata Nebi menyala. Ia pun terkejut.



Seo Rin duduk dengan terikat dalam sebuah ruangan gelap bersama dengan Manager Ji Woon. Ia tanya apakah Manager Ji Woon adalah dalang dari insiden cumi terakhir kali juga?
“Skandal dengan manajermu, Insiden Jiplak lagu, Siapa yang menurutmu melakukan itu?”
“Kenapa kau lakukan itu padaku?”
“Karena kau merusak segalanya! Apa kau tahu berapa banyak yang telah aku lakukan untuk Chun Ji Woon dalam lima tahun terakhir?
Seo Rin merasa kalau manager telah gila. Manager Ji Woon berkata kalau Seo Rin menjadi terkenal, memangnya hanya untuk dirinya sendiri? Itu tidak benar. Ji Woon memilih orang yang salah.



Manager Ji Woon menurunkan tongkat yang telah ia beri cumi kering diujungnya untuk menakuti Seo Rin. Seo Rin yang phobia pada cumi pun tak bisa menahan dirinya untuk tak menjerit ketakutan.


Dae Choong dalam perjalanan menuju lokasi Seo Rin diculik. Sebuah panggilan dari seorang yang tak dikenal masuk, ia menyuruh Dae Choong untuk mengucapkan selamat tinggal. Dae Choong merasa heran dengan penelfon –nya lalu terdengar Nebi berteriak, ia menyuruh Dae Choong untuk tak melakukannya.
“Siapa kau?”
“Kau mungkin pernah melihat aku sebelumnya, Ma Dae Choong.” Ucap pria berjas hitam yang bertemu dengan Dae Choong dalam mimpi.
Dae Choong ingin menanyakan sesuatu lagi tapi pria tadi telah mematikan sambungan telephone –nya.



Dae Choong teringat akan kebersamaannya bersama Nebi beberapa hari belakangan ini. Makan. Bermain. Menyiapkan segela sesuatu dengan Nebi.



Disisi lain, Ji Woon juga tengah berlari unruk menemukan Seo Rin. Dae Choong pun juga berlari dengan tergesa untuk menuju ke suatu tempat.



Seo Rin menjerit ketakutan ketika Manager Ji Woon memberikan cumi padanya. Seo Rin menangis ketakutan.
“Ji Woon.” Ucapnya ditengah jeritan ketika melihat Ji Woon datang dengan beberapa polisi. Ia segera menghampiri Seo Rin dan memukul Managernya. Ia begitu khawatir akan kondisi Seo Rin lalu memeluknya dengan hangat. Ini semua berakhir sekarang.
“Tapi bagaimana kau bisa menemukan ku?”
“Dae Choong bilang padaku kau ada di sini.”


Dae Choong berlari dengan tergesa untuk mencari Nebi, Yap. Dia lebih memilih menyelamatkan Nebi dibandingkan Seo Rin. Nebi terkejut mendapati Dae Choong malah datang menemuinya. Kenapa kau datang ke sini?
“Kau tidak seharusnya datang ke sini.” Ucap pria misterius yang tak lain adalah Dewa Kencan.
“Siapa kau?” tanya Dae Choong lalu berlari menghampiri Dewa Kencan.




Dewa Kencan menajamkan matanya, Seketika kekuatan berpendar untuk melindungi tubuhnya lalu menahan Dae Choong agar tak bisa mendekat. Tubuhnya tertahan lalu terpental karena tenaga Dewa Kencan tak bisa diremehkan.
Tenaga itu membuat tubuh Dae Choong terpelanting hingga menubruk tembok. Ia tak bisa melawan sampai kepayahan karena kekuatan itu menghantam tubuhnya.




Sadar dirinya tak bisa berbuat apapun, Dae Choong memohon dihadapan Dewa Kencan. Ia meminta Dewa Kencan mau membebaskan Nebi, dia tak bisa membiarkan dia mati seperti itu. Dewa Kencan tersenyum dengan sinis –nya, ia rasa telah memberikan waktu yang cukup untuk Dae Choong. Jika Da Choong ingin melindunginya, Kenapa kau melakukan itu?
Dae Choong tahu, begitu sulit untuk mencari uang. Mana bisa ia berkencan tanpa uang.
“Itu benar. Kau adalah Ma Dae Choong.” Ucap Dewa Kencan mengarahkan pistolnya kearah Dae Choong. “Sekarang, tidak ada hal seperti itu. tidak ada kencan lagi dalam hidupmu.”



Dae Choong mencoba bertahan dengan menampik ujung pistol yang mengarah padanya. Ia tak bisa mati dengan begini namun ketika Dae Choong akan meraih pistol yang terjatuh, pistol tersebut malah kembali tertarik oleh Dewa Kencan. Ini seperti ujung magnet yang saling tarik menarik.
Mata Dewa Kencan kembali menajam menciptakan kekuatan yang melindungi tubuhnya dan mendorong Dae Choong menjauh. Sekuat apapun ia menahan agar bisa melawan, Dae Choong tak mampu. Dae Choong memohon, sekali saja. hanya sekali ia meminta untuk memberikan kesempatan lagi.
“Kenapa kau begitu putus asa? Aku tak mengerti.” Ucap Dewa Kencan kembali mengarahkan pistolnya kearah Dae Choong.





Namun seketika ia mengubah arah, ia mengarahkannya pada Nebi dan menarik pelatuk pistolnya dengan secepat kilat.
Dae Choong terbelalak, Nebi yang tadi masih duduk disana dengan lemas sekarang berubah menjadi seekor kucing yang menggeliat akibat tembakan tadi namun kucing itu bisa kembali duduk. Yah. Itulah Nebi yang sesungguhnya, Nebi Si Kucing.





[Enam bulan kemudian]
Musim telah berubah menjadi musim dingin, terdengar pembawa acara menyiarkan kalau Seo Rin dan Ji Woon telah menjadi pasangan. Mereka telah meresmikan, Seo Rin juga sudah mengumumkan lewat akun twitternya.
Terdengar pula suara teriakan pemilik kos yang menyuruh putrinya untuk memberikan kue pada pemuda yang mengontrak di kosnya. “Hei, pergi periksa apakah pemuda lantai atas sudah mati. Jika dia masih hidup, kasih dia beberapa kue.”



Dae Choong keluar dari rumahnya menatap langit yang bertaburan salju. Ia merasa melalui sebuah mimpi yang begitu panjang namun terlalu nyata kalau dikatakan sebagai mimpi.
“Permisi.” Ucap seseorang membuat Dae Choong tersadar dari lamunannya. Ia menoleh, seorang gadis cantik yang ia kenal wajahnya sekarang berdiri dihadapannya dengan senyum manis. Nebi. Opps sepertinya bukan. Dia Da Hye, Putri pemilik kos –an Dae Choong yang mengantarkan kue. Dia belum sempat menyapa, ia baru saja pulang ke Korea.
Dae Choong menatapnya terkejut namun sekejap itu pula, senyum terukir diwajah Dae Choong.
Kotak milik Nebi yang bergambar kucing pun menyala. Mungkinkah ini kesempatan kedua untuk Dae Choong?




*****




“Kencan adalah hal yang paling sulit, namun hal yang paling indah. Lalu, kita akan memulai ceritaku? Kenapa aku Menjadi pemburu sel cinta??” Ucap Dewa Kencan dengan senyum super yang bikin jejeritan. Keke

PHP. PHP. Ini namanya konspirasi, bilang kek gini dipenghujung cerita. Kalo bener sih gapapa yah, Season dua bisa lihat wajah rupawan Oppa satu ini. Kekekeke.
Makasih sama semua readers yang udah baca Love Cells or Dating DNA. Ada satu lagi nih cerita web drama yang aku temuin judulnya Doll House. Horor dan ngingetin aku sama annabele kalau lihat judulnya. Tapi ga tahu juga mau buat apa ga, biasanya bikin efek parno kalo buat genre ginian.
Untuk yang Love Frequency aku ga janji bisa lanjutin soalnya aku kesel abis liat episode 2 ternyata ceritanya beda semua. Nama –nya ganti pula. Kiranya aku tetep lanjutin kisah episode 1 –nya tapi ternyata mereka Cuma jadi peraga dari cerita yang dibawain DJ Captain. Kan jadi ga mood.
Ada yang tanya gini, kenapa wajah Sel Cinta kok malah bisa sama persis kaya cinta pertama Dae Choong?
Menurut aku sih, Sel Cinta itu sendiri kan bentuknya pas awal itu kaya jelly pink kecil itu. Nah Sel Cinta itu juga berasal dari perasaan Dae Choong, sedangkan mungkin disaat terbentuknya Nebi sendiri Dae Choong masih sedikit memiliki rasa dengan cinta pertamanya atau bahkan memang dia belum melupakan cinta pertamanya. Makannya sel cinta yang tadinya berbentuk kaya jelly itu malah menyerupai wajah Cinta pertama Dae Choong.
Dan di akhir, takdir mempertemukan mereka kembali. Da Hye yang tak pernah ditemui oleh Dae Choong lagi rupanya pergi keluar negeri untuk belajar. dia anak ibu kos, dan sekarang ia kembali lagi.
Gimana kelanjutannya kisah Dae Choong & Da Hye? Yuk demo yuk, minta season dua. :D 

4 Responses to "Sinopsis Love Cells / Dating DNA Episode 15 – END"

  1. Cerita nya unik, juga menarik...makasih Puji...

    ReplyDelete
  2. Yeeayy..kelar jg...malah penasaran di akhir...
    Mb puji dengar2 gosip mmgx ada season 2? 😃
    Thx sinopsisx sist...😊

    ReplyDelete
  3. makasih,,,,,,,
    kereeeeeeeeeeeeeeen
    5 jempol buat km mbak...

    ReplyDelete
  4. Kim won bin keren.. .
    Makasih sinopsisny .....

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^