Sinopsis Iron Man Episode 17 – 1

Sinopsis Iron Man Episode 16 – 1
Sinopsis Iron Man Episode 16 – 2
Pelayan Yoon meremas tangannya dengan takut mendengar Hong Bin bertanya kenapa dia menyembunyikan surat Tae Hee yang ada pada Kim. Pelayan Yoon menata kesiapannya, ia berbalik dan mengaku akan kesalahannya yang lalai dalam mengawasi para pekerja.

Pelayan Yoon berkata kalau suratnya memang ada padanya lalu ia menyimpan dilaci. Tanpa sepengetahuannya, Kim telah mengambil surat tersebut karena mengira isinya uang. Setelah tahu kalau isinya bukan uang, Kim membuang surat tersebut.

“Panggil dia!” perintah Hong Bin.

Pelayan Yoon berdalih kalau Kim sedang cuti karena suaminya sakit-sakitan sehingga harus pulang untuk mengurus orang tua dan anaknya. Dia sangat kasihan tapi juga merasa bersalah karena tak memberikannya hukuman.




“Karena itulah kau menyuap Kim untuk tetap diam?”

“Jika anda mengetahuinya, apakah anda akan memaafkanku? Karena telah lalai mengawasi mereka, anda pasti akan marah. Maafkan saya. Anda pasti akan menghukum saya. Sekarang saya sudah sangat tua. Pasti sangat menyedihkan jika Tuan Muda menghukum saya.” Ucap Pelayan Yoon sembari mengeluarkan air mata buaya.

Hong Bin tak berkutik, ia memejamkan matanya menahan kemarahan. Hong Bin memilih untuk pergi ke kamar.



Hong Bin menerima panggilan dari Seung Hwan.

Diseberang, Seung Hwan berbicara dengan mabuk dan disana juga ada anak – anak tim dan Se Dong yang mabuk berat. “Apakah kau akan melepaskan Se Dong begitu saja? Dia bahkan tak biasa mabuk- mabukan. Kenapa kau tega sekali?”

Hong Bin tak menjawab lagi, dia berbalik untuk segera menjemput Se Dong.




Hong Bin berjalan menuju ke tempat Se Dong berada. Pandangan lurus Hong Bin tampak kosong, dia pasti tengah banyak pikiran dan tekanan saat ini.


Anak – anak yang mabuk berjalan sempoyongan menuju dalam rumah, dengan tak keruan mereka menyiapkan selimut untuk tidur Se Dong yang tak sadarkan diri.



Hong Bin menuju ke rumah Se Dong tapi ia tak masuk dan hanya duduk didekat lubang ventilasi kamar Se Dong. Ia termenung disana.

Didalam, Se Dong tersadar mendengar dengkuran teman – temannya yang tidur diluar kamar. Ia diam dan menoleh kearah lubang ventilasinya. Keduanya seolah bisa merasakan satu sama lain.

“Selamat tidur. Sayangku, Son Se Dong.” Ucap Hong Bin lirih lalu pergi. Se Dong memiringkan tubuhnya dan tak terus terjaga.


*****
Hong Bin dan Sekretaris Ko berhadapan, Hong Bin bertanya apakah keadaanya sudah membaik?

Sekretaris Ko membenarkan. Hong Bin menyuruh Sekretaris Ko untuk maju duluan tapi Sekretaris Ko tak mau, dia tak bisa memukul Hong Bin dan memintanya untuk bersikap seperti biasa. Dengan tanpa emosi Hong Bin menolak, ia memang pantas untuk dipukul. Sekretaris Ko ragu untuk menjalankan perintah Hong Bin.

“Kau mau membantah perintahku?” tanya Hong Bin.” Ko Ja Kyung!”

“Aku tak akan memukul wajah anda. Apakah itu boleh?” tanya Sekretaris Ko yang diiyakan oleh Hong Bin.


Dengan pelan Sekretaris Ko mendorong dada Hong Bin tapi Hong Bin tak berkutik. Sekretaris Ko menoyor kepala dan lagi – lagi Hong Bin tetap bungkam. Sekretaris Ko mulai memukul Hong Bin. Memutarnya. Menendangnya dengan keras. Sampai akhirnya mereka jatuh karena sama – sama kelelahan.



Sekretaris Ko duduk bersama dengan Hong Bin. Hong Bin tahu kalau Sekretaris Ko tak mengetahui tentang Tae Hee makannya dia akan menceritakan tentang Tae Hee pada Sekretaris Ko.

“Ayahnya membesarkan dia di sebuah pedesaan. Dia wanita yang pintar. Demi pendidikan anaknya, Dia pindah ke Seoul dan membuka toko alat tulis. Aku membeli kartu remi di tokonya. Tapi, ayahku malah memarahiku. Aku tak boleh boleh bermain kartu. Tae Hee yang menyimpan kartuku. Edisi spesial majalahku. Dan topeng Thunderbird- ku juga. Dia bahkan mengajariku bagaimana memecahkan soal MM. Saat aku sudah SMP, Dia selalu mengajariku. Dialah yang selalu mengurus semua kebetuhanku. Dia juga mengurus hatiku. Dia tahu, jika terus bersamaku Hidupnya akan berada dalam bahaya. Tapi, dia tetap ada untukku. Tae Hee terus menjagaku.”

Hong Bin sedih menyadari kalau sekarang Tae Hee tengah sakit jadi seharusnya ia menjaga nya saat ini. Bukankah setidaknya aku melakukan itu jika aku manusia?




Sekretaris Ko membenarkan. Hong Bin kembali bertanya, Jika kau jadi aku, kau akan menjaga Tae Hee, 'kan?

“Ya, aku akan melakukannya.” Jawab Sekretaris Ko.

“Ya, karena begitulah seorang manusia. Tapi, Aku pasti bukanlah manusia. Aku ingin berada disisi Se Dong. Aku ingin mendengar suara Se Dong. Aku ingin dia selalu menatapku. Aku ingin mengirim pesan untuknya dan bertemu di atap kantor. Aku juga ingin berada dipelukan dia. Aku orang brengsek, 'kan?”



Sekretaris Ko tanpa sadar meng –iya – kan ucapan Hong Bin. Ia terkejut menyadari jawabanya salah, ya?

Hong Bin mengaku kalau dirinya ingin menunda untuk menjaga Tae Hee. Tadinya ia ingin menyusul Sekretaris Ko ke rumah adik dan pamannya tapi Sekretaris Ko malah sudah kembali. Ia mengajak Sekretaris Ko kesini untuk memukulinya dan menghukum dirinya sendiri. dan sekarang ia tak punya alasan untuk menundanya lagi. dia harus menjaganya. Begitukan?

“Apa aku perlu memukul anda lebih keras lagi?” tanya Sekretaris Ko namun Hong Bin malah bangkit untuk pergi.



Hong Bin menuju ke rumah Tae Hee, disana ada banyak orang yang sedang berbenah. Min Jung memberitahukan kalau Tae Hee telah pergi dan ia baru saja mengantarnya. Min Jung memberikan beberapa kertas titipan Tae Hee dan juga sebuah surat.

Hong Bin membacanya.


Hong Bin...
Aku tak tahu sampai kapan waktuku untuk bertahap hidup. Tapi, seperti menyimpan persediaan makanan. Waktu demi waktu, menikmati persediaan makanan itu. Aku mau menikmati hidupku. Menikmati sisa- sisa waktu dengan tenang.


Suatu ketika, aku merasa menjadi orang yang paling dicintai. Dan itu sudah cukup. Karena kau telah memberikan kebahagian untukku. Tak ada hal yang aku butuhkan lagi sekarang.


Se Dong membenahi tempat tidur yang semalam ia gunakan. Ia membuka pintu dan menemukan anak – anak tidur diluar dengan tumpang tindih. Se Dong mendidihkan air, dalam pikirannya ia teringat akan pesan perpisahan dari Tae Hee.


Hong Bin berjalan tergesa, ia memerintahkan Sekretaris Ko untuk memesan tiket ke La Paz dan mencari tahu proyek pembangunan perpustakaan disana. Sekretaris Ko menawarkan untuk menemani Hong Bin tapi ditolak.

“Tidak, aku akan pergi sendirian. Kau bisa pergi berlibur juga. Kau tak pernah berlibur sejak mulai bekerja denganku. Aku akan memberimu liburan. Saat aku pergi, berikan waktu libur pada Kim dan supir Jo. Perintahkan 1 pengurus saja untuk Chang dan sisanya bisa berlibur.”

Sekretaris Ko menolak perintah tersebut namun Hong Bin tak menerima bantahan. Meskipun tadi menolak, di belakang Hong Bin. Sekretaris Ko menyunggingkan senyum.




Se Dong mengepak pakaiannya. Seung Hwan membujuk Se Dong agar jangan pergi atau ia akan marah. Se Dong berkeras tak bisa membatalkannya. Seung Hwan membentak, SON SE DONG!

“Seung Hwan, jangan keras kepala. Jika kau jadi aku, kau pasti akan pergi. Mengertilah...”

Seung Hwan tak bisa memaksa lagi, ia pun membawakan koper Se Dong dan ia akan mengantarkan Se Dong pergi.


Sekretaris Ko membagikan amplop gaji pada para pelayan, Kim dan Sopir Jo. Setelah semua pergi, Sopir Jo dan Kim mengira kalau dia akan dipecat, ia merengek agar meminta pada Perwakilan Jo untuk tak memecatnya.





Hong Bin tiba – tiba muncul dan dengan mudahnya melempar koper yang ia bawa. Ia begitu kesal dan bertanya, Tujuan ke mana tiket ini?

“Las Vegas, seperti perintah anda. Bukannya anda mau ke Las Vegas?” tanya Sekretaris Ko polos. Hong Bin menahan rasa kesalnya, dia geregetan dengan Sekretaris Ko yang terlanjur lemot. Keke

“Apa yang akan terjadi jika aku marah di bandara? Ganti tiketnya. Bukan ke Las Vegas. Tapi, La Paz.”
Sekretaris Ko menerima perintah itu dan berbalik.



Kim yang mengira kalau dia sudah dipecat memohon agar dirinya masih bisa bekerja. Ia meminta maaf atas namanya dan anaknya. Dia membutuhkan pekerjaan ini atau dia akan dianggap sebagai sampah oleh sang menantu.

Sopir Jo ikut – ikutan memohon, dia berjanji akan mengantarkan Tuan Muda untuk bertemu dengan Hong Bin.

Hong Bin yang tak merasa memecat keduanya hanya bisa mengernyit.



Sekretaris Ko masih bingung perbedaan antara La Paz dan Las Vegaz.


*****


6 Responses to "Sinopsis Iron Man Episode 17 – 1"

  1. bagusssss, jd pnasaran kelanjutanya.....
    ayo unie yg semangat lanjutinya.......

    ReplyDelete
  2. Aduh mba kok telat biasa'a cpet,,, udh aku tunggu" nie
    Jgn lama" ya,,,

    Aku gemes sma sek ko, hahaa lucu banget,,, thanks ya sblmnya,,,,

    ReplyDelete
  3. Akhirnya dipost juga,,,
    Lucu ne sek. Ko

    ReplyDelete
  4. sek.KO terlalu banyak dipukul jadi oneng.
    hahaha...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^