Sinopsis Iron Man Episode 15 – 1

Sinopsis Iron Man Episode 15 – 1
Hong Bin pergi ke tempat dimana dia mencari Tae Hee kemarin, ia mencari disetiap sudutnya tapi tak bisa menemukan Tae Hee. Hong Bin kemudian membuka sebuah pintu, dia mendapati wanita yang mengaku sebagai Tae Hee tengah menerima sebuah panggilan.

“Ya, silahkan cek email- nya dan laporkan padaku. Atas nama Kang Mi...” ucapan wanita itu terhenti. Ia kemudian memelankan suaranya.

Hong Bin menatap tajam kearah wanita itu saat ia melihat name tagnya, namanya bukanlah Kim Tae Hee melainkan Kang Min Jung. Min Jung mencoba menutupi name –tagnya tapi tetap saja Hong Bin sudah membaca. ia terdiam, ia tak berkata apapun dan menutup kembali pintu ruangan itu.





Suara ketukan terdengar, Tae Hee bertanya mungkinkah Se Dong memiliki janji. Se Dong menggeleng. Ia akan membukakan pintu.

KIM TAE HEE. . KIM TAE HEE.” Teriak Hong Bin sambil mengetuk pintu. Tae Hee terbelalak, ia diam terpaku mendengar suara orang terkasihnya. Se Dong berniat akan membukakan pintu tapi ditahan oleh Tae Hee, ia menyeret Se Dong ke kamar.


Aku benar – benar tak menyangka kau setega itu.” Ucap Tae Hee. Se Dong menggeleng, dia tak melakukannya.

Suara Se Dong yang begitu keras membuat Tae Hee membungkam mulut Se Dong. Se Dong akhirnya menjelaskan dengan suara agak berbisik, dia memang tak memberitahukannya.



Tae Hee melongok dari pintu kamar dan melihat tangan Hong Bin yang mengetuk pintu namun lama – kelamaan ketukan itu berubah melemah. Hong Bin berjalan menuju jendela dekat dapur, ia mengintip dari sana tapi tak melihat siapapun dalam ruangan.

Tae Hee bisa melihat ada Hong Bin, matanya meremang. Hong Bin telah dewasa. Ia menggerakkan jemarinya seolah tengah membelai wajah Hong Bin dari kejauhan.



Tae Hee berbalik dan melihat Se Dong menatapnya, mereka sama – sama canggung. Se Dong berniat untuk membukakan pintu tapi Tae Hee menarik tubuh Se Dong kembali dalam kamar. Ia memohon. Ia mohon agar Se Dong tak membukakan pintu.

Se Dong diam sampai Tae Hee tak bisa menahan air matanya lagi, ia meletakkan kepalanya dipundak Se Dong dengan sedih.


Hong Bin menggunakan kekuatannya untuk mendobrak pintu, dengan dorongan ringan saja sudah membuat pintu rumah Se Dong rusak. Ia memasuki rumah Se Dong dan menemukan makanan yang belum selesai disantap.

Ia berjalan menuju kamar Se Dong. Hong Bin terhenti didekat lemari.



Rupanya, Se Dong dan Tae Hee bersembunyi didalam sana. Tae Hee menyuruh Se Dong berjanji untuk tak mengatakan seandainya mereka tertangkap kalau ia tengah sakit parah. Se Dong diam tak menjawab, Tae Hee memaksa dan menyuruh Se Dong untuk menjawab. Se Dong pun akhirnya meng –iya –kan. Tae Hee tersenyum, sekarang ia bisa mengakui kalau Se Dong memanglah orang yang baik.

Tapi, dia pasti akan menemukan kita di sini. Tak ada gunanya bersembunyi.” Ucap Se Dong yang dibenarkan oleh Tae Hee. “Sepertinya kau itu sedikit bodoh.” Canda Se Dong.



Tae Hee menunjukkan tinjunya, “Jangan mengataiku bodoh. Ada tulang dipembuluh darah di otakku. Aku tak akan sepintar kau. Kau mau mengejek orang yang sakit, ya?

Se Dong meminta maaf. Tae Hee kembali tersenyum karena kepolosan Se Dong.

Pintu lemari persembunyian mereka tebuka, sigap keduanya membungkukkan badan untuk bersembunyi ditumpukkan kain.

Dering ponsel berbunyi. Hong Bin mendapatkan panggilan dari Hong Joo yang memberitahukan kalau ia nanti sepulang sekolah akan datang ke kantor Hong Bin bersama dengan teman – temannya. Hong Bin melarang.

jangan?”

“Jangan setelah pulang sekolah. Sekarang saja.”

Hong Joo berkata kalau sekarang ia sedang pelajaran, apa ia harus bolos. Hong Bin membenarkan, teman – temannya datang sehabis sekolah tapi kalau Hong Joo harus datang sekarang juga. Hong Joo menyetujuinya, dia kan pandai untuk bolos sekolah.


Hong Bin menutup pintu lemari dan bergegas untuk kembali ke kantor.

Se Dong dan Tae Hee bisa bernafas lega, keduanya bisa tersenyum bersama karena berhasil sembunyi dari Hong Bin.


Sekretaris Ko sampai ke depan rumah Tae Hee. Ia memerintahkan Sekretaris Ko untuk menghubungi Sopir Jo dan menjemput Hong Joo disekolahannya. Sekretaris Ko menyanggupi.

“Awasi rumah itu. Jika ada yang keluar, telepon aku.” Perintah Hong Bin. Sekretaris Ko pun kembali menyanggupi.



Tae Hee mengepak barang – barang miliknya. Se Dong penasaran sehingga menanyakan kepergian Tae Hee.

Kenapa aku harus memberitahumu?” ledek Tae Hee membuat Se Dong cemberut. “Markas untuk proyek bangunan perpustakaan di Bolivia. Aku akan ke sana.”


Bolivia? Bolivia di Amerika Selatan?” tanya Se Dong polos.

Kau percaya itu? Kau yang bodoh di sini.” Ejek Tae Hee.

Se Dong menunjukkan koper besar milik Tae Hee, apa ia akan membawa koper besar itu? Ia yakin kalau Tae Hee tak akan lolos kalau begitu.



Sekretaris Ko berjaga didepan rumah Tae Hee. Ponselnya berdering, ia menerima panggilan dari Se Dong. Ya, Nona Son Se Dong.

Apa kau bisa berbalik? Kau bisa ke gang di depanmu itu?

Sekretaris Ko heran, ia berbalik dan melihat gang dibelakangnya dengan penasaran. Ia menyurusuri jalan gangnya.

Kau tak bisa melihatku? Kupikir itu kau.


Tae Hee dan Se Dong terkikik, keduanya mengendap endap melewati jalan yang berlawanan dengan Sekretaris Ko.

Se Dong berjalan menjauh dan berhasil kabur, ia meminta maaf karena merasa kalau dia salah orang. Tadinya ia mengira kalau itu adalah Sekretaris Ko.



****
Hong Joo kesal sendiri, ia sudah mengatakan semua pada Hong Bin. Dia bertemu karena bergabung dalam tim relawan yang akan mengirim buku ke Afrika dan Amerika Selatan. Hong Bin kesal, kenapa juga Hong Joo baru memberitahukannya sekarang?

Aku sudah memberitahumu. Aku memberikanmu surat dan menitipnya pada Kim. Aku menyuruhnya untuk memberikanmu saat kau sedang tak sibuk. Aku sudah memberitahunya. Aku tak tahu kalau kau masih mencarinya ataukah membencinya. Aku bilang disurat itu, jika kau tak bertanya, aku tak akan membahasnya. Kau tak pernah membahasnya.”



Hong Bin masih belum mengerti kenapa Kim? Dia juga sudah ke rumah Tae Hee dan ia tak ada dirumahnya. Hong Joo juga tak tahu mengenai hal itu. Hong Bin tambah bersungut – sungut, Joo Hong Joo!

Dia tahu kalau aku memberitahumu. Jika kau jadi dia, apa dia masih akan tinggal di sana? Selama ini, dia menghindarimu” ucap Hong Joo membuat Hong Bin terdiam.



Hong Bin memasuki rumahnya dengan wajah serius, Pelayan Yoon menghampiri Hong Bin lalu menyapanya namun Hong Bin sama sekali tak menjawab. Bahkan melirik pelayan Yoon pun tidak.

Panggilkan aku Kim.” Perintah Hong Bin membuat Pelayan Yoon sedikit terkejut.



Kim berjalan menuju pintu kamar Hong Bin, sebelum memasukinya. Kim berkali – kali menghela nafas menenangkan diri. Ia teringat akan ancaman yang diberikan oleh Pelayan Yoon sebelum menemui Hong Bin, “Jika terjadi sesuatu, kau harus membayar semua ginseng itu. Kau tahu seberapa mahal ginseng itu, 'kan?


Kim membuka pintu kamar Hong Bin, belum apa – apa ia sudah dibuat terkejut bukan main karena Hong Bin sudah menatapnya bengis. Hong Bin bertanya kenapa tidak memberikan surat yang diberikan oleh Hong Joo?

Kaki Kim bergetar tak karuan menerima pertanyaan Hong Bin. Ia tergagap untuk menjelaskannya.

BERIKAN SEKARANG!!” bentak Hong Bin hingga Kim kehilangan kekuatan dilututnya. Ia terduduk dilantai dengan lemas.

Hong Bin menghampiri Kim lalu meminta surat dari Hong Joo. Kim dengan susah payah berkata kalau suratnya hilang. Wajah Kim sudah penuh dengan peluh, ia melakukan kesalahan. Dia minta maaf atas hal itu. Ia memang salah.

Hong Bin rupanya punya hati nurani juga, ia mendirikan tubuh Kim yang bersujud dihadapannya dengan gemetar. Ia kemudian menyuruh Kim untuk tak usah minta maaf lagi.



Akhirnya Kim bisa menghela nafas lega setelah keluar dari kamar Hong Bin. Ia bisa kembali menormalkan detak jantungnya yang tadi kejar – kejaran. Saat ia menoleh, Kim harus menemukan sosok Pelayan Yoon yang melambaikan tangan agar Kim mendekat.



Hong Bin masih belum selesai berfikir, ia kemudian menelfon Se Dong untuk menanyakan kabarnya dan dimana dia? Se Dong mengaku kalau dia sedang dalam perjalanan menuju ke kantor. Hong Bin tanya apakah saat mengantar kakek dan nenek tak terjadi sesuatu?

Se Dong berfikir. Sepertinya tak ada, saat dia akan berangkat kakek menyuruhnya untuk menunggu. Dan saat nenek sudah berada bersama mereka baru berangkat.

“Hanya itu?”

“Ya. Hanya itu.” Tegas Se Dong lalu berniat mengakhiri panggilannya. Tapi sekali lagi Hong Bin memanggil. Se Dong urung untuk menutup panggilannya.

Hong Bin ragu untuk berucap. “sudahlah. Sampai jumpa dikantor.”




Seusai mengakhiri telephon, Se Dong berbalik dan menatap Tae Hee yang duduk disana. Tae Hee memuji kemampuan berbohong Se Dong yang luar biasa. Se Dong tak merespon ucapan itu, ia izin untuk pergi ke kantor.

Hong Bin tak akan ke sini juga, 'kan?”

“Hanya Chang dan Sekretaris Ko. Aku akan mengajak mereka nanti. Jangan khawatir. Jika sakitnya datang dan butuh bantuan, telepon aku saja.”

Keduanya memutuskan untuk berjanji. Dan Tae Hee meng –iya –kan saat Se Dong menyuruhnya jangan pergi.



Tae Hee menatap tiga buah boneka yang terletak diatas meja, matanya berubah sendu menatap rindu pada boneka tersebut. Tae Hee ingat ucapan Se Dong yang memberitahukan kalau Chang sekarang sudah mulai belajar di TK.



Chang memuji ayahnya pada teman – teman sekolah, Ayah Chang bisa melemparnya jauh keatas langih dan juga bisa mengangkat truk dengan tangannya. Chang bercerita dengan semangat namun temannya hanya diam.

Tak jauh dari sana, ada Se Dong dan Tae Hee yang memperhatikan mereka. Mata Tae Hee tergenang, melepas rindu hanya dengan menatapnya dari jauh saja sudah cukup. Ia merasa kalau ia harus pergi. Tae Hee meninggalkan Se Dong.



Chang kesal pada temannya, mereka tak percaya pada ucapan Chang dan menuntut Chang untuk memberikan bukti. Chang masih meyakinkan dengan berkata kalau ayahnya bisa mengangkat batu yang besar. Temannya masih ragu.

Chang gedeg sendiri, ia berjalan menuju papan seluncuran anak TK itu lah. Ia berdiri ditepian. Meskipun takut, ia masih berdiri disana melihat teman – temannya tercengang dengan apa yang akan Chang lakukan.




“Chang!!” teriak Se Dong terdengar oleh Tae Hee yang sudah berjalan pulang. Tae Hee terkejut, ia kembali dan berlari bahkan mampu melewati Se Dong. Power of Mom. Ia menangkap Chang yang sudah melayang diudara, ia melindungi putranya sebelum jatuh ke tanah.



Tae Hee melihat lebih dekat kondisi putranya, ia memastikan tak ada sesuatu apapun yang terjadi ditubuh Chang. Chang diam. Ia menatap Tae Hee menelisik, menatap lama. “Ibu. .” kata pertama yang keluar dari mulut Chang.

Tae Hee tak mampu menahan kesedihan dan kerinduannya akan Chang. Ia memeluk erat Chang.
Se Dong terdiam ditempatnya, ia menatap mereka ikut terharu.




Se Dong menemui Hong Bin yang tengah duduk ditepian, dia teringat akan permintaan Tae Hee yang menyuruh Se Dong tak memberitahukan keberadaannya pada Hong Bin karena dia harus pergi setelah bertemu dengannya. Jadi ia ingin bertemu kalau memang sudah waktunya.

Hong Bin bangkit saat sadar akan kehadiran Se Dong, ia berkata jujur kalau tahu Tae Hee masih hidup. Ia merasa dirinya dipermainkan, Hong Bin ingin bertemu dengan Tae Hee. Ia harus tahu kenapa Tae Hee pura – pura mati. Dia ingin tahu kenapa ia meninggalkan Chang dan memilih hidup sendiri. dan juga, ia tahu kalau ada seseorang yang sedang mengawasi Tae Hee.


Se Dong terkejut mendengar kalau ada seseorang yang sedang mengawasi Tae Hee.

Aku tak mau dia berada dalam bahaya. Dia adalah ibu Chang. Aku tak bisa membiarkan dia berada dalam bahaya.” Tegas Hong Bin.



****
Pertanyaanya adalah Hong Bin masih suka sama Tae Hee atau ga?
Menurut aku sih, mungkin dalam hati Hong Bin ada tempat special untuk sosok Tae Hee yang mengisi hatinya untuk sekian lama dan bahkan telah memberikan dia seorang putra. Tapi untuk beberapa saat dia harus merasakan ditinggal, saat itulah Se Dong datang dan mengisi kekosongan hati Hong Bin.

Dan sekarang saat dia kembali. Aku rasa Hong Bin sudah benar – benar menyayangi Se Dong, disaat dia mengatakan hal ini pada Se Dong. Aku rasa dia ingin menjelaskan dan menegaskan semuanya agar Se Dong tak salah paham.

0 Response to "Sinopsis Iron Man Episode 15 – 1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^