Sinopsis Iron Man Episode 13 – 1

Sinopsis Iron Man Episode 13 – 1
Semua orang panik mencari keberadaan Chang yang entah kemana. Mereka mencari kesana kemari namun belum juga memperoleh hasil.

Hong Bin mencoba menggunakan ketajaman penciumannya, dia bisa merasakan kalau Chang telah melewati jalanan tersebut. Ia pun berjalan mengikuti kemana aroma itu mengantarkannya.



Sampai disebuah tikungan, Hong Bin terkejut mendapati ada dua bayangan dengan tubuh penuh pisau. Seperti bayangan dirinya sendiri yang kerap kali ia lihat, seolah tak mampu menghadapi sebuah kenyataan. Hong Bin dengan teratur memundurkan langkahnya, akankah putra kesayangannya mengalami hal yang sama dengannya?




Namun Hong Bin patutlah bersyukur, Chang hanya bermain menggunakan kostum gardus tapi ketika terkena cahaya tampak seperti apa yang ia lihat pada dirinya sendiri. Chang berlari kearah ayahnya, ia memperkenalkan seorang anak lelaki sebagai teman barunya, Ho Joon.

Hoo Joon memperingatkan kalau dia harus memanggilnya Hyung karena dia lebih tua. Dan juga teman itu hanya untuk anak seumuran kalau dia lebih tua. Chang mengangguk, “Ho Joon Hyung.”

Hoo Joon berkata kalau dia baru saja akan mengantarkan Chang. Hong Bin tak marah, ia mengerti dan akan mengantarkan Ho Joon pulang.



Keduanya mengekor dibelakang Hong Bin, namun dia penasaran dengan kostum apa yang Ho Joon dan Chang pakai. Ho Joon menjelaskan kalau kostum itu adalah kostum monster yang ada di komplek mereka. Ia sudah pernah melihat dan Chang juga pernah melihat dirumahnya.

Walaupun tak jelas karena dia berlari dengan cepat. Semua anak kelas 6 di sekolahku sudah tahu. Siswa kelas 1, 2, 4, dan 5 masih tak mengerti soal ini. Jadi, kami tak mengajak mereka ikut dalam pasukan khusus kami.

Pasukan khusus?” tanya Hong Bin menatap Chang. Chang mengangguk.

Hoo Joon kembali menjelaskan kalau sebenarnya Chang belum bisa ikut tapi berhubung dia pernah melihat makannya dia perbolehkan. Untuk sekarang, mereka memang belum menangkapnya tapi suatu saat mereka akan menangkap monster tersebut.




Pelayan Yoon menatap kostum milik Chang yang tergeletak, ia pun dengan dingin merusak kostum gardus tersebut.


Se Dong cemas menanti di halte bus, ia pun memutuskan untuk menghubungi sekretaris Ko untuk menanyakan Chang, dia berusaha menghubungi Hong Bin tapi tak bisa. Sekretaris Ko meminta maaf karena lupa memberitahukan Se Dong tapi untuk sekarang Chang sudah ditemukan.

Se Dong mengakhiri panggilan tersebut, lega sekali tampaknya ia telah menerima berita tersebut. Dia mencoba berdiri namun lututnya terlalu lemas, dia kembali terduduk. Mungkin saking khawatirnya dengan kondisi Chang.


Hong Bin meminta Chang untuk mengulang kembali janji yang telah dibuatnya. Chang dengan malas mengulang janji tersebut, dia berjanji tak akan berkeliaran sendirian lagi. Hong Bin mengancam akan menghukum Chang kalau dia melakukan hal yang sama seperti tadi. “Tidurlah sekarang.”

Chang pun segera membaringkan tubuhnya.



Sekretaris Ko masuk memberitahukan kalau Son Se Dong datang, Se Dong pun masuk hingga membuat Chang yang sudah berbaring kembali bangkit. Namun mengingat dirinya yang masih marah pada Se Dong, Chang kembali berbaring lalu menutup tubuhnya dengan selimut.

Hong Bin hanya menatap Se Dong dengan dingin.




Se Dong duduk di samping tempat tidur Chang, dia meminta maaf dengan apa yang telah dilakukannya. “Aku memang salah. Aku akan membacakanmu cerita. Aku akan berpura-pura menjadi ibumu.

Apa maksudmu?” tanya Hong Bin.

Se Dong tak memperdulikan pertanyaan Hong Bin, ia kembali berjanji pada Chang kalau dia akan menjemput Chang disekolah. Chang membuka sedikit selimutnya, kalau begitu Se Dong harus menginap. Se Dong tak menjawab permintaan Chang hingga membuat anak itu kembali menutup rapat seluruh tubuhnya.

Hong Bin yang sedari tadi memperhatikan tahu kalau Se Dong sangat khawatir, ditambah tangan Se Dong yang tak berhenti gemetar.



Se Dong membacakan sebuah cerita untuk Chang, sampai akhirnya anak itu terlelap. Tidur dalam damai, Se Dong pun tampak lega akan hal itu.


Hong Bin merenung dikamarnya, dia masih mengingat dengan jelas perkataan Seung Hwan tentang Se Dong yang menyalahkan dirinya atas kematian kedua orang tuanya. Hingga Se Dong selalu ketakutan saat harus kehilangan orang terdekatnya.


Se Dong dengan berhati – hati keluar dari kamar Chang, dia berjalan untuk pulang. Rupanya diruang tamu sudah ada Hong Bin yang menanti Se Dong, ia menyuruhnya untuk tak usah menjemput Chang disekolah.

Se Dong bersikeras akan menjemput Chang karena ia telah berjanji. Ia pun berlalu melewati Hong Bin namun Hong Bin menarik lengannya saat ia akan keluar.



Dia hanya keluar bermain tanpa memberitahuku. Kejadian ini bukan karena kau tak ke sekolahnya. Aku merasa tak enak kau menyalahkan dirimu sekarang. Aku bukan orang yang menyedihkan. Chang juga begitu. Chang dan aku akhirnya bisa akur, Itu semua berkat kau. Tapi Se Dong, Jangan melakukannya lagi. Kau yang meminta kebebasan, 'kan? Gunakan kebebasan ini sesukamu.  Tadi, aku memintamu untuk tak meninggalkanku. Sekarang, kutarik kembali. Jangan menyukaiku karena aku terlihat menyedihkan. Bukan karena aku selalu mengemis untuk cintamu. Tapi, aku harap kau percaya karena aku memang pantas.” ucap Hong Bin panjang lebar.

Se Dong terdiam tak berkata apapun, namun ada raut kesedihan yang jelas terpancar. Hong Bin berjalan pergi, ini sebagai tanda ia melepas Se Dong. Ia tak akan memaksakan kehendaknya.



****
Se Dong menghembuskan nafas berat ketika harus menemui Hong Bin, tak seperti biasanya. dengan formal dia mempresentasikan game terbarunya. Beberapa fitur dan keunggulan game pun ia jelaskan.

Ide yang bagus.” Singkat Hong Bin. “kau bisa kembali.”



Sedikit raut kekecewaan pada diri Se Dong, tak bisa dipungkiri memang. Hong Bin pun juga tampak sedih harus menutupi perasaanya dan bersikap seolah tak ada apapun diantara mereka.


Dalam perjalanan, Sekretaris Ko menawarkan Hong Bin apakah akan berkencan dengan Nona Se Dong namun bukannya menjawab Hong Bin malah memperkeras suaranya dalam membaca dongeng. Mungkin dia tengah berlatih membacakan cerita untuk Chang sebagai pengantar tidur. Sekretaris Ko hanya bisa mengulum senyum dengan tingkah kekanakkan bos –nya satu ini.

Sebuah panggilan masuk, entah Ahjussi siapa namun Hong Bin tampak kesal menerimanya.

Kenapa anda tega sekali? Kenapa bisa jadi begini?” suara orang diseberang telefon.


Jo Bong Goo tengah berada dirumah Jang Won, dia tampak ceria menghadapi Jang Won yang menunjukkan raut datarnya. Bong Goo menunjukkan sungai yang sangat indah didunia, ia kemudian menawarkan untuk membacakan sebuah puisi untuk Jang Won.

Jang Won tak tergerah, dia masih datar saja menghadapi Bong Goo. Bong Goo meminta maaf, dia terlalu bahagia jadi sangat puitis seperti ini.

Ini adalah temuan yang hebat. Jika anda tak meminta persetujuan proyek ini pada Pak Menteri. Kita tak akan pernah bisa memulai apapun.”

Mereka sudah menunjukkan ekspresi ketidaksetujuan.” Ucap Jang Won.



Bong Goo mengubah ekspresinya menjadi serius bahkan cenderung tak bersahabat. Dia tampak sengit saat ini, “Aku adalah Jo Bong Goo. Aku hebat dalam hal berbuat kotor. Kau bisa duduk dengan santai di sini tanpa harus mengotori tanganmu. Cukup gunakan koneksimu untuk bertemu dengan pejabat terkait. Aku akan menjadi tumbal dalam pertumpahan darah ini.”

Jang Won masih saja diam menghadapi ucapan Bong Goo yang menyiratkan ancaman.


Se Dong bingung dengan Sekretaris Ko yang tiba – tiba menjemputnya. Sekretaris Ko tampak was – was, dia memohon karena Cuma Se Dong yang mampu membantu.

Se Dong tak bisa karena alasan pribadi ia tak mungkin menemui Hong Bin. Namun Sekretaris Ko tetap memohon bahkan ia memacu kendaraanya lebih cepat ketika Se Dong minta diturunkan.


Ibu Hong Joo tampak senang menerima kehadiran Hong Bin kerumah mereka untuk pertama kalinya. Dia memanggil Jang Won dengan senang, namun saat Hong Bin melihat Jang Won. Kilat kemarahan tampak jelas dimatanya.

Bong Goo so’ kenal dengan Hong Bin, “Oh! Kau adalah orang yang bisa melancarkan semuanya. Sebuah kehormatan bisa bertemu denganmu. Anak-anakku sangat menyukai game- mu.

Jang Won memotong ucapan Bong Goo lalu menyuruhnya untuk pulang. Dengan terpaksa Bong Goo pun pergi.



Jang Won mengajak Hong Bin untuk duduk namun Hong Bin tetap diam ditempat. Ia bertanya apakah dia bertemu dengan –nya hanya untuk membahas mengenai pembangunan di desa Tae Hee?

Se Dong dan Sekretaris Ko sampai di rumah Jang Won, Se Dong bertanya ada dimana merekka? Sekretaris Ko menjelaskan kalau mereka ada dirumah Ayah Perwakilan Jo. Seketika Se Dong berbalik arah, dia benar – benar tak bisa namun Sekretaris Ko menghalangi.

Nn. Son Se Dong, ada alasan penting kenapa kau harus tetap di sini. Kau tak bisa membantu kami? Aku sudah menceritakannya, 'kan? Tuan Besar memanfaatkan Perwakilan Joo, untuk melancarkan proyek pembangunannya. Perwakilan Joo sangat marah sekarang. Dia bilang, kemarahannya bisa reda jika kau ada di sampingnya. Tolong tetaplah di sampingnya. Anda harus memeluknya.

Dengan alasan apapun, Se Dong merasa tak bisa membantu. Ia pun pergi meninggalkan Sekretaris Ko.



Hong Bin kesal karena Jang Won telah memanfaatkannya untuk mendapatkan persetujuan.

Hanya itu yang mau kau katakan saat pertama kali datang ke sini? Kau sendiri yang mau. Kenapa malah mengeluh sekarang?” tanya Jang Won seolah tak perduli dengan perasaan Hong Bin.
Hong Bin memohon agar ayahnya membatalkan proyek tersebut. Membatalkan semuanya. Namun Jang Won jelas tak setuju.


Bukannya kau tahu, orang tua Tae Hee tinggal di sana? Kau tahu, 'kan? Tak mungkin kau lupa.”

Jang Won membenarkan bahkan karena dia tahu makannya dia memilih desa itu. Desa yang awalnya tak masuk dalam pengembangan namun dia yang mengusulkannya. Akan dilakukan pengembangan didesa itu, bagi yang menolak akan didenda. Dia telah mengatur agar mereka bisa menerima kompensasi lebih. Bahkan termasuk tanah- tanah subur mereka di sana. Jika mereka setuju,  mereka tak akan rugi apapun. Dia melakukan ini juga demi mereka.


“Kau suda meminta persetujuan mereka? Apa benar ini akan menguntungkan mereka?” tuntut Hong Bin. Jang Won memastikan hal itu, bahkan mereka menerima pembayaran dua kali lipat dan kompensasi untuk lahan kecil. Mereka akan menerima kompensasi dalam jumlah banyak.

“Kenapa kau selalu membuat keputusan sepihak? Kenapa kau selalu memutuskan hidup orang lain begini? Memangnya apa hakmu? Tae Hee merasa kotor hanya karena mencintaiku. Dan kau memukulinya hingga mati.”

Jang Won tak terima terus dituduh menyiksa Tae Hee padahal Hong Bin sendiri tak memiliki bukti.


“Mereka sudah kehilangan putri kesayangan mereka. Dan walaupun sulit untuk menerimanya, mereka sudah mencoba. Dan sekarang kau mau merebut tanah mereka lagi? Dan kau bilang, dengan uang bisa membeli kebahagian mereka?” Kesal Hong Bin makin menjadi bahkan terdengar suara – suara pisau yang siap keluar dari punggung Hong Bin.

Hong Joo yang turun menyuruh Hong Bin untuk berhenti namun Hong Bin tak perduli. Sekretaris Ko juga sudah ada disana bersama dengan Se Dong yang berhasil ia bujuk.



“Tolong hentikan. Pemikiranmu selalu saja menyakiti orang lain. Kau akan membuat mereka terbunuh begitu saja.”

Sekretaris Ko mencoba mengalihkan kemarahan Hong Bin dengan memberitahukan kalau dia berhasil membawa Se Dong padanya. Namun Hong Bin sama sekali tak bergeming, pandangannya masih lurus pada Ayahnya. Dia masih sangat marah.

Jang Won yakin kalau dia sudah memperhitungkan segalanya, mungkin orang tua Tae Hee tak bisa memperhitungkan keuntungannya. Dia nanti akan mengirimkan perwakilan untuk menemui mereka.


“Kau bilang mengerti? Kau sudah mengerti permasalahan mereka dan sudah mengaturnya? Apa kau bilang?” bentak Hong Bin tak tertahan lagi. pisau pun mulai muncul dipunggungnya.

Tak diduga, Se Dong datang dan segera memeluk Hong Bin. Pisau yang menjulur pun menusuk dadanya, darah menetes melalui lengan Se Dong.



****

3 Responses to "Sinopsis Iron Man Episode 13 – 1"

  1. Penasaran nih eonni.. Semangat yaaa..
    Keep writing eon.. (ง'̀д'́)ง

    ReplyDelete
  2. Waduh sedong berani bener meluk hong bin yg lg mrh,ga takut mati apa dia ya?..mksh sinopsisnya

    ReplyDelete
  3. argh lov it very much!<3 gomawo, eonni!!!! ^

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^