Sinopsis High School: Love On Episode 17 – 1

Sinopsis High School: Love On Episode 17 – 1
Ji Hye pergi ke rumah Woo Hyun. Terjadi kecanggungan disana namun Seul Bi mengajak Ji Hye untuk sekamar dengannya.
Ji Hye mengangguk dan mengikuti Seul Bi menuju ke kamar tapi ia ditahan oleh Woo Hyun. Woo Hyun meminta agar Ji Hye kembali karena Tuan Hwang maupun Sung Yeol pasti menantikan kehadirannya.
“Bisakah kau menungguku juga?”


Cinta?
aku berharap aku mengatakan, 'Aku mencintaimu'!

Ji Hye masuk ke kamar Nenek Gong, ia melihat beberapa foto masa kecil Woo Hyun terpajang dikamar itu. ia memperhatikannya dengan seksama lalu membuka laci dan menemukan kotak yang berisi kumpulan foto Woo Hyun dan beberapa benda kenangan masa kecilnya.
Ji Hye mengambil baju Woo Hyun kecil, ia mencium baju itu seolah melepas kerinduannya selama ini pada Woo Hyun.


Seul Bi masuk ke kamar, ia bertanya apakah Ji Hye juga mengkhawatirkan Sung Yeol? Dia berharap Woo Hyun dan Sung Yeol bisa hidup bersama. Mereka adalah dua orang asing yang menjadi keluarga.
“kau pikir mereka bisa?”
“Mereka bisa.” Jawab Seul Bi meyakinkan.


Dirumah Sung Yeol, keadaan menjadi sepi karena hanya mereka berdua yang menempati rumah tersebut. Woo Jin memperingatkan agar Sung Yeol jangan menghancurkan dirinya untuk mendapatkannya.
Sung Yeol menolak, ia telah bertindak terlalu jauh kalau ia berhenti maka dia akan merasa kalau dirinya telah hilang.
“Kau pikir aku dapat berpikir Bahwa anakku hilang?” kesal Woo Jin saat Sung Yeol berjalan pergi meninggalkannya.


Perjalanan menuju sekolah, Seul Bi membahas mengenai masalah Ji Hye dan meminta Woo Hyun untuk membiarkannya tinggal dirumah. Woo Hyun jelaslah menolak. Rumahnya bukan untuk siapa saja orang yang datang ke rumah.
“Dia bukan orang. Dia adalah ibumu.” Ingat Seul Bi.
Woo Hyun mengelak, ia bukanlah ibunya. Seul Bi geregetan dan merasa kalau Woo Hyun dan Sung Yeol itu mengerikan. Mereka selalu saja menganggap kalau Ji Hye bukanlah ibu mereka. Seul Bi menyuruh Woo Hyun membayangkan bagaimana pedihnya perasaan Ji Hye.
“Katakanlah bahwa aku membiarkan dia menjadi ibuku. Bagaimana Seong Yeol? Dia membutuhkan ibunya.”
“kau membutuhkan satu juga! Tidak dapatkah kau berbagi? kau begitu hangat sampai orang lain yang bukan siapa-siapa memanggil mereka Ibu. Manusia begitu aneh!”
“lalu, apa semua wanita di Korea ibuku?” gurau Woo Hyun.


Woo Hyun menghampiri Sung Yeol di loker, ia merasa kalau semua –nya telah pergi meninggalkan Sung Yeol. Sung Yeol bertanya apakah ini ada hubungannya dengan Seul Bi?
Woo Hyun meminta Sung Yeol untuk menurunkan keinginannya.
“Akankah sesuatu terjadi jika aku mengatakan sesuatu tentang Seul Bi?” tanya Sung Yeol mengintimidasi.
Jae Suk datang. Ia merasa kalau keduanya sangat menarik. Namun Woo Hyun tak mau ribet mengurusi mereka, ia mengingatkan Sung Yeol agar jangan melakukan apapun atau dia akan menyesal. Ia pun pergi.
Sung Yeol juga pergi meninggalkan Jae Suk, Jae Suk yang merasa diacuhkan jadi kesal, ia memperingatkan mereka berdua agar tak mengganggunya juga.




Pak Kim masuk ke kelas, semua anak menyambutnya dengan baik. Mereka senang karena Pak Kim bisa kembali karena Guru P.E telah membuat hidup mereka seperti di neraka. Pak Kim meminta maaf atas apa yang telah terjadi. Maafkan aku, ya?
“Gratis?” tanya Tae Ho.
“Belikan Pizza? Chicken?” tawar Byung Wook.
Pak Kim mengikhlas –kan untuk membelikan Chicken dengan syarat mereka mendapat nilai yang baik di tes yang akan datang.
Dengan setengah hati mereka menjawab, Ya!


Pak Kim menemui Joo Ah secara pribadi untuk memberikan upah dari bos –nya ditoko. Ia telah ditipu dan gajinya 31.500 Won.
Joo Ah heran sendiri, bagaimana Pak Kim tahu?
Pak Kim dengan lembut tersenyum, Bos –nya di toko merasa kasihan dengan Joo Ah. Joo Ah tampak berseri, ia menerimanya lalu mengucapkan terimakasih. “Terkadang, aku merindukan anda Pak Kim.” Ucap Joo Ah tulus lalu pergi.
Pak Kim menjawab dengan gumaman, aku merindukanmu setiap hari.


Dikelas, Sung Yeol masih memiliki beribu tanda tanya dengan siapa sebenarnya Seul Bi. Ia menulis dibukunya 1004. Yap. Angel. Ia pun menoleh kearah Seul Bi namun Seul Bi bisa merasakan kecurigaan dalam diri Sung Yeol. Ia buru – buru menyembunyikan tangannya yang bersinar lalu mengeluarkan bunyi dengungan yang membuat anak – anak keheranan mendengarnya.
Woo Hyun yang tahu dengan kondisi ini segera meremas kertas dan melemparnya kearah kepala Sung Yeol. Sung Yeol yang tak terima pun bangkit dari duduk.
Jae Suk menyindir kalau saudara itu tak boleh bertengkar. Anak – anak lain juga memperhatikan mereka dan merasa guru Etika memiliki waktu yang sulit karena mereka berdua selalu bertengkar.

Ji Hye masuk keruangan hingga membuat kelas yang gaduh kembali kondusif. Ulangan segera dimulai tapi Sung Yeol tak bernafsu untuk mengerjakannya bahkan ia hanya menopangkan kepala diatas meja sambil memperhatikan tangan Seul Bi.
Ji Hye menghampiri lalu mengetuk meja agar Sung Yeol tersadar dari lamunannya dan kembali kosentrasi dengan soal.
Entah kenapa, soal yang ada di tangan Seul Bi tiba – tiba tulisannya tak nampak. Anak – anak lain juga merasakan hal yang sama, mereka gaduh karena tak bisa membaca soal.
Seul Bi celingukan tapi tak menemukan apapun sampai akhirnya dikertas Seul Bi kembali muncul tulisan yang tadi sempat menghilang.


Rupanya, di bibir pintu ada Sunbae yang memperhatikan mereka semua. Ia diam. Mungkinkah ia penyebab dari hilangnya tulisan tadi?

Ulangan selesai dan Seul Bi mengumpulkan lembar jawabnya ke meja Ji Hye. Ia kembali setelah melakukannya tapi keanehan kembali terulang karena kertas jawaban tersebut menghilang tiba – tiba.
Ji Hye menuju mejanya, ia mencari – cari keberadaan lembar jawab tapi tak ada yang tersisa satu pun. Anak – anak pun gaduh dibuatnya.

“Yi Seul Bi! bukankah ini kesalahanmu?” tuduh Jae Suk.
Seul Bi celingukan, ia bingung untuk berkata apa tapi kemudian Woo Hyun membelanya. Bagaimana lembar jawab hilang dan yang disalahkan adalah Seul Bi.
“aku mendengar kau memiliki kekuatan super. Pergi temukanlah.” Perintah Jae Suk.
“Omong kosong.” Kesal Woo Hyun.


Seul Bi mencoba mencari dimeja guru, lembar jawab yang tadinya menghilang kembali muncul lagi. entah bagaimana asal muasalnya tapi ia sudah tergeletak diatas meja guru tepat dimana Seul Bi tadi meletakkan.
Anak – anak gaduh dibuatnya, ini benar – benar aneh.

Ki Soo ikut mempertanyakan tentang pergelangan Seul Bi yang bersinar saat pulang sekolah. Woo Hyun bercanda menjawab kalau itu hanyalah trik cerminnya saja.
Ki Soo percaya saja dengan ucapan Woo Hyun tapi yang aneh adalah Tae Ho yang tak mau memalingkan pandangannya dari Seul Bi.
Seul Bi cukup risih dengan pembicaraan yang membahayakan dirinya, ia mencari alasan untuk pergi ke kantin saat melihat Ye Na masuk kesana. Woo Hyun khawatir dengan Seul Bi, ia menggelitiki Ki Soo agar ia mau pergi bersamanya ke kantin.
Karena geli, tanpa dipaksa Ki Soo pun berlari ke kantin mendahului Woo Hyun.

Ye Na makan sendirian dengan malas, ia tak memiliki teman seorang pun. Young Eun melirik kearah Ye Na tampak lah gurat iba Young Eun melihat mantan temannya itu.

Seul Bi meletakkan nampan makan di meja Ye Na. Ye Na merasa kalau perlakuan Seul Bi hanyalah untuk mengejeknya. Seul Bi beralasan bahwa dia harus duduk sendirian kalau tak bersama Ye Na.
Ye Na menyuruh Seul Bi jangan berpura – pura. Ia kemudian menarik pergelangan tangan Seul Bi, ia melihat sesuatu yang bersinar disana dan tampak aneh. Seul Bi jelas saja gugup, ia mencari topik lain dengan memuji Kuku Ye Na yang cantik. Apa kau melakukannya sendiri?
Ye Na langsung melepas genggamannya, “Ibuku yang melakukannya. Dia bertindak seperti dia memberiku dunia setelah melakukan hal ini padaku.”
“Jadi kau dekat dengan ibumu?”
Hanya saja Ye Na pasrah kalau ibunya sudah mengomel banyak hal. Lagipula, kenapa Seul Bi mengubah topik pembicaraan mereka?


Joo Ah ikut nimbrung bersama dengan Seul Bi dan Ye Na. Disaat itu pula Tae Ho ikut bergabung. Joo Ah heran, apa yang akan dia lakukan?
“Ada sesuatu yang ingin aku cari tahu.” Ucap Tae Ho sambil menjejalkan makanannya dan mengarahkan pandangan pada pergelangan tangan Seul Bi.


Woo Hyun datang tepat waktu, ia meminta Tae Ho berhenti menatap Seul Bi. Ia kemudian mengajak Seul Bi untuk minum.
Seul Bi pun beranjak pergi bersama dengan Woo Hyun dan Ki Soo. Tae Ho yang bertingkah bak detektive tak mau ketinggalan sejengkal saja. ia mengkuti mereka.
Joo Ah mendesah sebal. Terpaksa ia juga harus mengikuti Tae Hoo.
Kini Ye Na kembali sendirian. Dia merengek karena merasa semua orang sedang menggodanya.


Seul Bi berdiri sendirian dan sepertinya sedang menanti seorang. Tae Ho kembali muncul lalu tanpa basa – basi menggenggam tangan Seul Bi, ia penasaran dengan cahaya yang ia lihat dari pergelangan tangannya. Seul Bi meronta minta dilepaskan bahkan ia mencoba melawan dengan menendang kaki Tae Ho tapi tak bisa.
Tae Ho meminta Seul Bi tenang karena ia akan melihatnya sekali saja.
Joo Ah muncul, ia berdiri memisahkan antara Seul Bi dan Tae Ho. Ia bilang ada yang akan ia sampaikan.
“Huh? Satu detik, aku akan segera melihatnya.”
“Aku menyukaimu!” ucap Joo Ah sekenanya lalu mendorong Seul Bi agar cepat pergi. Tae Ho mematung, ia meminta Joo Ah mengucapkannya sekali lagi tapi Joo Ah terlanjur malu. Ia pun perlahan berjalan menjauhi Tae Ho.
“Ini hari pertamamu!” teriak Tae Ho pada Joo Ah.


Seul Bi memoleskan cat kuku untuk Ji Hye. Keduanya mencoba akrab dan Seul Bi menceritakan kisah Ye Na yang selalu bertengkar dengan ibunya saat melakukan suatu hal. Ji Hye tanya kenapa Seul Bi ingin lebih dekat dengannya?
“Karena kau ibu Woo Hyun dan Seong Yeol.”
Ji Hye terdiam. ia tak merasa layak menjadi seorang ibu.
“Ibu, ayah, kau tidak perlu layak untuk menjadi satu. Selama kau memiliki cinta. kau mencintai mereka berdua kan?”
Ji Hye tak sengaja melihat pergelangan Seul Bi yang bersinar. Ji Hye menanyakan hal itu tapi tampaknya Seul bi tak mau mengambil resiko, ia memilih pamit untuk mencari Woo Hyun.

Seul Bi menemukan Woo Hyun ketiduran di meja. Dengan iseng ia mewarnai kuku Woo Hyun. Ia cekikikan dibuatnya tapi Woo Hyun belum juga terbangun.
Saat ia terbangun, Seul Bi menyuruh Woo Hyun jangan menghapus cat –nya. ia pun berlari dari kejaran Woo Hyun.


Saat mengejar, Woo Hyun berpapasan dengan Ji Hye. Keduanya memang tampak canggung.
“Seul Bi memiliki kekuatan untuk membuat orang bahagia. Itu pasti Kenapa Seong Yeol juga suka Seul Bi. Jangan merasa terlalu buruk. Suatu hari ia akan mengerti.”


Woo Hyun merenung dalam kamarnya, ia bertanya – tanya karena sekarang tanda – tanda Seul Bi telah diperlihatkan dihadapan anak – anak. Ia khawatir ini akan menimbulkan bahaya yang lebih suatu saat nanti.

Seul Bi dengan girang masuk ke kamar Woo Hyun untuk menghapus cat kukunya. Woo Hyun dengan senang hati tapi Seul Bi meminta Woo Hyun mengatakan tolong.
“Tolong.” Ucap Woo Hyun dengan penuh aegyo. Seul Bi seketika menggeleng, ia meminta Woo Hyun untuk jangan melakukan hal seperti ini lagi. kkekeke.
“Kenapa? Kenapa, kenapa, kenapa?” lanjut Woo Hyun dengan aegyo pula.
Seul Bi semakin menggeleng lalu memulai menghapus cat kuku Woo Hyun.

Seul Bi sedih lalu perlahan membuat kapasnya mengelap bagian pergelangan tangan yang ada tandanya. Ia menangis dan ingin menghapus tanda itu pula.
“Apa yang kau lakukan? Ini akan baik-baik saja. Jangan terlalu khawatir.” Pinta Woo Hyun. Ia kemudian meniup lengan Seul Bi yang kembali bercahaya.


******
Pak Yoon terkejut saat mendengar kalau Ji Hye kehilangan lembar jawabnya. Apa ibu Ji Hye kemarin tak mengunci kabinet saat pekerjaan berakhir?
Ji Hye yakin telah melakukannya. Pak Yoon rasa mereka harus mengecek CCTV tapi mungkin juga anak yang bertingkah aneh saat itu. Ji Hye berfikir sejenak membuat Pak Yoon yakin kalau ada seseorang yang Ji Hye curigai. Siapa?!
Ji Hye tak mau menjawab. Dia akan mengeceknya lagi.
Disaat itu lah Suk Hoon juga ada disana dan mendengar percakapan gurunya tersebut.


Dikelas, Suk Hoon menuduh Seul Bi yang mengambil lembar jawab karena dia bersikap aneh. Anak lain pun juga menyudutkannya dan bertanya tentang kebenaran kekuatan super yang Seul Bi miliki.
Joo Ah muncul, ia mencoba membela Seul Bi dari serbuan anak kelas. “Apa ini, Harry Potter? apa kau memiliki bukti bahwa dia yang melakukannya?”
Anak – anak menyerbu Seul Bi seolah dia memang pelakunya.




Sung Yeol masuk kelas, ia bilang kalau guru Etika lah yang membawa lembar jawabnya kemarin jadi mereka seharusnya bertanya pada Guru Etika.
Jae Suk yang sedari tadi memperhatikan dengan senyum sinis kini kembali tersenyum. Ia menyuruh Sung Yeol untuk bertanya padanya karena Sung Yeol lah yang anak Guru Etika.
Sung Yeol tak mau cari ribut, ia memilih menarik Seul Bi untuk mengamankannya.




Keduanya berpapasan dengan Woo Hyun yang masuk ke kelas.
“Mungkin anak biologis harus bertanya.” Sindir Jae Suk pada Woo Hyun.
“ini sebenarnya baik untukmu. kau akan mendapatkan tempat terakhir pula. Bukankah itu lebih baik daripada mengatakan pada orang tuamu?” balas Woo Hyun tak kalah tajam.


Sung Yeol membawa Seul Bi ke UKS. Ia menyuruhnya untuk tetap tinggal disana. Seul Bi mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Sung Yeol.
“Jangan berterima kasih padaku. Aku tidak membantumu.”
“Tetap saja aku akan mengucapkan terimakasih.”
“Jangan berterima kasih kepadaku atau meminta maaf kepadaku mulai sekarang.”
Seul Bi menatap lagi pergelangan tangannya setelah kepergian Sung Yeol. Ia bingung harus mencari kemana lembar jawabnya.


Woo Hyun bertemu dengan Sung Yeol berdua. Sung Yeol bilang bahwa anak – anak sudah mengetahuinya. Apa Woo Hyun tak berfikir untuk meminta bantuan pada seorang?
“aku kira dia ingin hal yang sama seperti yang kau lakukan.”
Sung Yeol yakin dia akan merebut Seul Bi. Ia menyuruh Woo Hyun menyerah karena ini cara ketiga sebagai jalan keluarnya agar mereka bisa tetap tinggal didunia yang sama bersama – sama.
Sung Yeol melangkah meninggalkan Woo Hyun yang masih mendesis dengan sikap so ‘nya Sung Yeol.


Seul Bi pergi ke toko perhiasan untuk mengambil sebuah kalung yang cantik.


Seul Bi lalu ke kedai dan mendapati disana ada papan buletin yang dibuat oleh Woo Hyun. Ia tak percaya bagaimana ide seperti ini bisa muncul pada Woo Hyun?
“Anak-anak tidak dapat mengatakan segala sesuatu yang mereka ingin katakan. Jadi mereka dapat menulis di sini.”
Seul Bi membaca beberapa tulisan yang sudah ada disana. ia menebak siapa penulisnya. Woo Hyun kemudian menyuruh Seul Bi untuk menulis juga.
Woo Hyun terlebih dulu membuat gambar hati dipojok kiri atas. Seul Bi langsung nyambung dan menggambar bentuk hati pula di pojok kanan bawah. Keduanya membuat garis lalu menyatukan garis tersebut. Mereka tersenyum bersama lalu berharap impian yang tertulis disana dapat terwujud.

Yo Han dan Ki Soo sibuk membuat photo zone dengan gambar dua sayap malaikat. Woo Hyun keluar dari kedai, ia sedikit kesal. Kenapa dari sekian banyaknya gambar mereka malah memilih gambar sayap malaikat?
Ki Soo menyuruh Seul Bi untuk berdiri di photo zone itu untuk mencoba –nya. Woo Hyun khawatir, ia memilih untuk menutup wajahnya karena takut terjadi sesuatu.


“Siapa yang datang dengan gagasan bahwa malaikat akan memiliki sayap?” tanya Seul Bi.
“ini hanya dalam dongeng. Mereka perlu malaikat untuk dapat terbang.” Jawab Yo Han.
Seul Bi rasa malaikat masih bisa terbang tanpa sayap. Ki Soo tak percaya, ia menunjuk – nunjuk Seul Bi sambil berkata kalau malaikat membutuhkan saya atau mereka bukan lah malaikat.
Woo Hyun semakin khawatir, dia menjepit mulut Ki Soo yang berbicara terus. “Berhenti mengatakan malaikat! ayo tempatkan sayap di mulutmu.”

Seul Bi menikmati photo zone itu sendirian saat ketiga temannya pergi. Joo Ah datang ke kedai, Seul Bi memberitahukan kalau Yo Han dan Ki Soo membuat photo zone yang bagus. Ia juga berterimakasih atas bentuan Joo Ah kemarin dan juga sebelumnya.
Joo Ah mengerti tapi karena membantu Seul Bi, ia malah dapat batunya.
“Sobat! Biarkan aku membantu pekerjaanmu!” teriak Tae Ho yang terus – terusan mengikuti Joo Ah.
Joo Ah yang sebal segera masuk dalam kedai. Tae Ho tanya pada Seul Bi, apakah dia telah melakukan sebuah kesalahan?
“Beberapa manusia tidak mengungkapkan banyak terima kasih dan cinta.” Analisa Seul Bi.


Woo Hyun menemui Ji Hye dikedai, ia bertanya apakah lembar jawabnya telah ditemukan?
Ji Hye terlihat lelah dengan wajah lemasnya, belum ditemukan padahal itu adalah hidup untuk muridnya. Woo Hyun merasa menyedihkan saat murid – murid bergantung hidup pada lembar jawab.
“Aku ingin tahu apa itu adalah jawabannya. apa ada jawaban yang tepat untuk hidup?” tanya Woo Hyun.
“Katakan apa yang terjadi! Mari temukan jawabannya bersama-sama.” Pinta Ji Hye.


Penulis membawa kita ke tempat dimana Ji Hye dan Woo Jin melakukan pertemuan. Woo Jin bertanya apa yang akan dilakukan oleh Ji Hye?
Ji Hye tak akan membiarkan Woo Hyun hidup sendiri dan hanya tinggal bersama Seul Bi. Woo Jin tampak tak begitu suka, apa dia tak memikirkan Sung Yeol juga?
“Keduanya adalah anak-anakku. Aku akan tetap menunggu sampai mereka menerimaku.”


Woo Hyun pun juga menemui Sung Yeol, ia meminta Sung Yeol untuk menjaga Seul Bi. Sung Yeol sinis, dia bisa merawatnya.
“Kita tak akan bisa melihat Seul Bi lagi kalau dia menghilang.”
Sung Yeol rasa itu akan lebih adil bagi mereka. Woo Hyun masih merasa lebih baik kalau Seul Bi tak menghilang. Sung Yeol tanya apakah Woo Hyun percaya dengannya?
“Ya. Karena kau juga menyukainya. Karena kau juga ingin tinggal dengan dia, bahkan dengan cara ini atau yang lain. Jangan biarkan Seul Bi kembali kepadaku tidak peduli apapun. Sungguh.”

Disisi lain, Seul Bi membuka surat kontraknya dan menatap pula ke pergelangan tangannya yang menampakkan cahaya.

***** 

1 Response to "Sinopsis High School: Love On Episode 17 – 1"

  1. please slesein..penasaran bgt kelanjutannya >.<
    q baca sampai jam 3 pagi krn pngen tau final nya >.<

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^