Sinopsis High School: Love On Episode 15 – 2

Sinopsis High School: Love On Episode 15 – 2
Ki Soo yakin betul kalau Woo Hyun sudah tahu kalau ada hubungan antara Guru Ahn dan Sung Yeol. Tapi kenapa dia tak mengatakan padanya? Mereka teman kan? Apa Woo Hyun tak mencintainya?

Woo Hyun mengalihkan pembicaraan dengan menyuruh Ki Soo mengantarkan makanan sebelum dingin.

“Tapi Sung Yeol dan Seul Bi tinggal satu apartemen. Bagaimana menurutmu? Aku dengar kalau wanita dan pria melihat berjumpa setiap hari maka dia akan menjadi semakin cantik.”

“Aku melihatmu setiap hari tapi kenapa kau tak pernah terlihat cantik?”

Ki Soo kabur setelah melihat wajah Woo Hyun yang mulai kesal.


Seul Bi menyapa Ki Soo yang akan pergi. dia berkata pada Woo Hyun kalau dia disuruh Sung Yeol untuk datang karena Woo Hyun mungkin akan sibuk.

“Pembohong. Kau terlihat sangat jelas.”

Seul Bi nyengir malu. Dia bertanya apa yang harus ia lakukan? Woo Hyun pun menyuruh Seul Bi untuk membantu Joo Ah.


Seul Bi memberikan selamat atas hari pertama kerja Joo Ah.

“terimakasih. Bukankah buruk jika harus tinggal bersama dengan keluarga lain?”

“ini tidak buruk. Kau hanya harus terbiasa.”

Joo Ah berkata kalau mereka harus tetap bangun paling pagi dan tidur paling telat. Seul Bi tersenyum membenarkan kata – kata Joo Ah.


Sung Yeol bermain game untuk menghilangkan kepenatan yang tengah ia alami saat ini. Jae Suk datang dan mengoceh, dengan dingin Sung Yeol menyuruh Jae Suk untuk bermain game saja.

“Apa mimpimu?” tanya Jae Suk membuat Woo Hyun menoleh. “aku hanya penasaran apa rencanamu yang memiliki peringkat baik.”

Sung Yeol malas untuk menjawab, ia berniat bangkit.

“Seul Bi, disini!” ucap Jae Suk membuat Sung Yeol urung bangkit. Seul Bi terkesiap melihat ada Sung Yeol disana. ia meminta maaf atas kebohongannya, ia yang tak enak hati memilih untuk lekas pergi.

“Sampai dirumah nanti.”

Jae Suk tertawa setelah kepergian Seul Bi, ia merasa kalau kata sampai dirumah nanti seperti kata – kata pasangan yang tengah bulan madu.

“Jae Suk, aku membutuhkan bantuanmu.” Ucap Sung Yeol tiba – tiba.



Jae Suk membawa teman – temannya ke kedai Woo Hyun. Ia berkata kalau semua ini akan dibayar oleh Sung Yeol, semua pun bersorak. Sung Yeol bertanya pada Woo Hyun apakah ia akan menerima order ini?

“ya. Apa yang kau inginkan?” tanya Woo Hyun penuh penekanan.

Byung Wook dan Tae Ho berbisik karena melihat keanehan antara Sung Yeol dan Woo Hyun. Byung Wook tanya apa yang terjadi?

“kecemburuan atau pengkhianatan? Cinta segitiga?”

Sung Yeol kemudian memesan makanan dari meja ujung sini ke ujung sana. Woo Hyun mengerti, dia menghela nafas. Ia berusaha menenangkan ego –nya sendiri.



Joo Ah kerepotan untuk mengantarkan pesanan, dengan sigap Tae Ho muncul untuk mengantarkannya pada anak – anak.

Seul Bi mengatarkan makanan pada Sung Yeol namun Sung Yeol malah melengos. Suasana pun menjadi canggung.


Jae Suk tersenyum melihat keramaian ini namun segera pudar saat ia bertatapan dengan Byung Wook. Keduanya sama – sama marah. Byung Woo memilih untuk pergi dan meletakkan uang diatas meja untuk membayar.

“pilih tanggal.” Perintah Jae Suk pada Tae Ho saat melihat kepergian Byung Wook.


Anak – anak sudah pergi, Woo Hyun berterimakasih karena Sung Yeol telah membuatnya mendapat banyak uang. Ia minta bayaran sebesar 170000 meskipun harga sebenarnya 174000 won. Sung Yeol menyuruh Woo Hyun meminta uangnya pada Ji Hye. Dia adalah pemilik kedai ini. Woo Hyun tak mengerti akan maksud Sung Yeol.

“aku katakan kalau dia adalah pemilik tempat ini. Bukankah kau tahu?”

Seul Bi terkejut karena Guru Ahn mau membantu mereka. Sung Yeol menyindir Woo Hyun karena Ji Hye telah menggunakan banyak uang untuk ini. Woo Hyun sama sekali tak terkejut, meskipun begitu tetap saja Sung Yeol wajib membayar.

“Aku anaknya yang sah. Bukankah ini tak apa?”

Sung Yeol mengajak Seul Bi untuk pergi. Woo Hyun tak terima, bukankah dia tahu kalau ini sudah murah?
“aku akan menunjukkan apa itu murah!” tegas Sung Yeol. “ayo pergi!”

Seul Bi terpaksa mengikuti Sung Yeol, ia pamit pada Woo Hyun. Sampai ketemu dirumah.


Dalam perjalanan, Seul Bi bertanya apakah Sung Yeol sengaja membuat Woo Hyun kesulitan. Sung Yeol tak tahu tapi dia ingin melihat hal ini sampai akhir. Dia tak tahu bagaimana nanti akhirnya jadi dia menyuruh Seul bi untuk tak bertanya padanya.

“ini melukaimu sama seperti Woo hyun yang terluka.” Ucap Seul Bi namun dibantah Sung Yeol seketika itu pula. Dia sama sekali tak terluka.


Seorang anak berlari mengejar bola, tanpa sengaja malah menabrak Sung Yeol hingga jatuh. Dengan penuh perhatian Sung Yeol meraih tangan anak itu untuk berdiri, ia tersenyum senang saat menyadari anak tadi tak menangis. Ia pun mengusap kepala anak tadi dengan lembut.

“kau tersenyum saat ini. Senyum yang hangat dan bagus.” Batin Seul Bi. Seul Bi pun juga menepuk kepala anak tadi dengan lembut, saat itulah Sung Yeol bisa melihat cahaya di tangah Seul Bi. Ia menatapnya dengan penasaran.

Seul Bi meminta maaf karena dia telah berbohong pada Seung Yeol. Tapi ia melihat pundah Woo Hyun sakit jadi ia tak bisa membiarkannya bekerja sendiri. Sung Yeol tak terima begitu saja, kalau begitu dia tak akan pernar membiarkan Seul Bi untuk pergi lagi mulai sekarang karena Seul Bi telah berbohong.

“aku ingin membuat Woo Hyun tinggal dengan ibunya juga. Dia selalu merindukannya.” Ucap Seul Bi berjalan mendahului Sung Yeol. Tapi perhatian Sung Yeol masihlah pada pergelangan tangan Seul Bi yang bercahaya.


Sung Yeol masih merenung sembari mengingat tanda yang terdapat pada pergelangan tangan Seul Bi. Ia pun menggambarnya dan saat simbol itu telah sempurna, sebuah keanehan terjadi. Dari simbol tersebut muncul cahaya.

“Makan Malam siap! Hwang Sung Yeol!” panggil Woo Jin. Sejenak Sung Yeol menoleh dan saat ia kembali menatap bukunya, cahaya timbul tadi telah menghilang.


Sung Yeol menatap pergelangan Seul Bi dengan rasa penasaran. Woo Hyun bisa menangkap gelagat tersebut, ia segera meraih lengan Seul Bi dan menurunkannya dari meja.

“Aku tidak ingin makan. Aku ia akan makan nanti.” Ucap Sung Yeol. Woo Hyun sadar kalau ini semua karena dia, ia menyuruh Sung Yeol yang makan dan ia akan pergi.

Woo Jin mencegat, ia menyuruh mereka untuk makan saja bersama. Dia tak tahu sampai kapan ini akan berlangsung tapi selama mereka tinggal dalam satu rumah, mereka harus membuat semua orang nyaman. Bukan hanya mereka yang tinggal jadi mereka harus makan bersama.



Woo Jin duduk bersama dengan Woo Hyun dibangku taman. Ia bertanya bagaimana kabar usaha Woo Hyun? Woo Hyun berkata kalau mereka cukup sibuk. Dia akan bekerja keras untuk mengembalikan uangnya. Mungkin memang kalau sekarang dia belum bisa mengembalikannya. Ia meminta agar Woo Jin memberikan dia sedikit waktu.

“dia (Ji Hye) begitu sangatlah biasa sebagai orang tua. Aku juga akan melakukan hal yang sama. Sejujurnya, yah. Ini sangatlah canggung dan tak ramah.”

Woo Hyun juga merasakan hal yang sama, bahkan ia tak bisa tersenyum. Semua tahu kalau ini memanglah berat. Woo Hyun berjanji akan membuat Sung Yeol kembali jika dia jatuh duluan.

“bagaimana kalau kau jatuh lebih dulu?”

“tidak akan. Ada seseorang yang harus ku lindungi. Terimakasih telah menerima ku.” Ucap Woo Hyun pamit.


Woo Jin menghabiskan malam dengan minum – minum. Dia banyak pikiran dan tekanan, dia orang korea pada umumnya.

Sepulangnya, Sung Yeol harus memapah ayahnya. Woo Hyun membantu tapi Sung Yeol tak memperbolehkan. Ji Hye pun sama, ia merasa khawatir dengan suaminya yang minum banyak. Tapi Woo Jin tak mau dipegang oleh Ji Hye hingga ia menghempaskan tangannya.

Woo Hyun menatap Woo Jin dengan prihatin tapi Ji Hye menyuruh Woo Hyun untuk segera istirahat.

Woo Hyun di taman bermain dengan Seul Bi, ia merasa kalau Ji Hye, Woo Jin dan juga Sung Yeol tak bahagia karena dia. Seul Bi menenangkan, kalau pun semua orang dibuat tak bahagia oleh Woo Hyun. Ada satu orang yang akan bahagia karena Woo Hyun dan ia merasa sangat berterimakasih.

“Siapa memangnya?”

“aku! Aku!” ucap Seul Bi mengangkat tangannya. Woo Hyun pun juga ikut mengangkat tangan tapi ia seketika meringis, bahunya merasakan sakit. Seul Bi sedih dengan kondisi lengan Woo Hyun yang memang sakit, kenapa dia tak membertahunya?

“ini sudah lebih baik, jangan khawatir. Aku baik – baik saja. cidera akan segera sembuh seiring berjalannya waktu.”

“tapi luka hati tak akan sembuh dengan cepatnya. Tidak untukmu maupun Sung Yeol.”


Sung Yeol muncul dan melihat kedekatan keduanya dengan muram. Ia berjalan melewati mereka. Woo Hyun memanggil Sung Yeol. Ada yang perlu mereka bicarakan, Seul Bi. Kau pulanglah.

“Jangan bertengkar!” pesan Seul Bi.


Keduanya sudah berhadapan, Woo Hyun heran kenapa dari sekian banyak game. Malah ini yang dipilih Sung Yeol.

“ayam (pecundang) harus lah keluar.” Tegas Sung Yeol. Woo Hyun menerimanya, kalau dia menang maka Sung Yeol harus menjaga rahasia antara dia, Sung Yeol dan juga Ji Hye.

“kalau aku menang. Katakan rahasia Seul Bi.”

Woo Hyun pura – pura tak tahu. Tapi Sung Yeol yakin ada yang mereka sembunyikan dan Woo Hyun tahu itu.

Mereka berdua segera meraih gantungan dan bergerak naik turun, siapa yang jatuh maka dia yang kalah. Keduanya berlomba demi kemenangan masing – masing. Bahkan mereka sama sekali tak menyerah sampai akhirnya pegangan Sung Yeol terlepas dan menginjakkan kaki ditanah.

Woo Hyun menang. Ia menyuruh Sung Yeol untuk diam selamanya. Dengan kemenangan ini, Sung Yeol yakin ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Karena sangat sulit bagi Woo Hyun untuk menang dalam kondisi lengan seperti sekarang.

“jangan mencoba untuk membuat kita bertengkar. Ini melukai hati Seul Bi juga.” Pinta Woo Hyun membuat Sung Yeol diam termenung.

Malam menjelang, semua sudah terlelap kecuali Woo Hyun yang masih meringis kesakitan memegang lengannya. ia mencoba mencari obat dilaci tapi tak menemukannya, ia berjalan keluar dan terduduk di sofa ruang tamu.

Kebetulan Ji Hye juga sedang keluar kamar, ia menemukan Woo Hyun yang terkapar di sofa.

“apa kau sakit?”

“sakit.” Jawab Woo Hyun terus memegangi lengannya. Ji Hye panik, mencarikan obat dan meminta Woo Hyun meminumnya.


Sung Yeol  berdiri didepan kamar Seul Bi dengan ragu. Ia pun memasuki kamar Seul Bi yang masih gelap, ia mencoba melihat pergelangan tangan Seul Bi.

Pergelangan tangan Seul Bi terbalik hingga bisa terlihat dengan jelas tanda itu, tampak bersinar. Seul Bi tiba – tiba bangkit, matanya terbelalak melihat Sung Yeol ada dikamarnya. Namun Sung Yeol sigap membungkam mulut Seul Bi. Matanya mengisyaratkan agar Seul Bi diam, ia pun bergegas meninggalkan kamar Seul Bi.



Seul Bi masih terkejut, ia memeriksa tangannya dan sekarang cahaya di pergelangan tangan semakin terang.

*****
Woo Hyun mengerjapkan matanya, ia terkejut melihat Ji Hye tertidur di sampingnya.

Suara decitan pintu terdengar, Woo Hyun berpura – pura kembali tidur. Sung Yeol melihat Ji Hye dan Woo Hyun layaknya Ibu – Anak. Ia pun hanya bisa menghela nafas dalam.

Seul Bi keluar kamar dan menatap Sung Yeol dengan penasaran.

“aku akan membuat makan pagi.” Ucap Sung Yeol.




Makan pagi dimulai, Seul Bi berkata kalau Sung Yeol lah yang menyiapkan semua makanan ini karena Woo Jin semalam mabuk. Woo Jin berterimakasih dan memakan makanannya, ia memuji makanan itu cukuplah enak.

Woo Hyun mengaduk sup –nya, ia menemukan ada udang di sup tersebut. Ia melirik kearah Sung Yeol dengan marah tapi Ji Hye menahan Woo Hyun. Ia meraih mangkuk Woo Hyun lalu memakannya dengan lahap sekaligus gugup.

Sung Yeol terbelalak. “BERHENTI!!” bentaknya. Woo Jin terkejut dan dengan marah berteriak. APA YANG KAU LAKUKAN?!





Sung Yeol tertunduk dihadapan ayahnya dikamar, “ ini semua karena kau?”

Sung Yeol tertunduk tak berani menatap ayahnya. Woo Jin sungguh prihatin, semua ni memanglah salahnya. Sung Yeol benar – benar telah berubah. Woo Jin menepuk punggung Sung Yeol dan pergi.

Woo Hyun menengok kondisi Ji Hye, ia masih terkapar. Woo Hyun kesal kenapa Ji Hye masih memakan makanan tadi padahal dia alergi dengan seafood?

“maafkan aku karena hanya alergi yang kutinggalkan untuk mu.”

Woo Hyun malas untuk mendengar lebih, ia permisi untuk pergi tapi Ji Hye malah menceritakan bagaimana masa kecil Woo Hyun. Woo Hyun pun akhirnya urung untuk pergi.

“Saat kau berusia 6 tahun, kau pernah menyeberang jalan yang ramai untuk menemui nenekmu sendirian. Begitu aku menangkapmu kau malah kupukuli. Hidupku sudah cukup sulit dan kau membuatnya semakin sulit. Kenyataan bahwa aku bercerai dan harus membesarkan mu seorang diri benar – benar sulit dan memalukan. Andai saja kau tahu perasaanku, kau akan menangis sendirian hingga tertidur. Aku takut kalau aku membawamu, kau akan matu bersamaku. Sungguh sulit.” Ucap Ji Hye dengan penuh kesedihan.

Woo Hyun merasa kalau kalimat Ji Hye hanyalah sebuah alasan belaka. Ji Hye bisa mengerti itu, dia ingin merasa bahagia dan Woo Hyun pun demikian. Ia ingin membuat kesedihan Woo Hyun menghilang tapi ia rasa semua sudah terlambat. Maafkan aku.

Woo Hyun merasakan kesedihan yang sama seperti apa yang Ji Hye rasakan namun ketegaran harus ia tunjukkan. Kesedihan itu pun ia sembunyikan di relung terdalam.


Seul Bi bersama dengan Sung Yeol untuk memperingatkannya, ia tak ingin Sung Yeol terus menyakiti orang lain. ia tak mau Sung Yeol menyakiti Woo Hyun. Dia tak akan membiarkan hal ini kembali terjadi.

Sung Yeol menatap tajam mata Seul Bi, ia meraih pergelangan tangan Seul Bi. Dan cahaya di tangan Seul Bi kembali muncul. Seul Bi panik karena Sung Yeol menggenggam erat tangannya. Ia meringis dan meminta Sung Yeol melepaskannya.

“Kau ini sebenarnya siapa?” tanya Sung Yeol penasaran. “apa yang kau sembunyikan?”

“Aku tak menyembunyikan apapun.” Tegas Seul Bi.


Woo Hyun yang mencari – cari Seul Bi menemukan ia bersama Sung Yeol berada ditaman.

“Apa kau seorang. .” tanya Sung Yeol terhenti saat Woo Hyun berada dipunggungnya dengan menutup mata Sung Yeol. Woo Hyun menyuruh Sung Yeol untuk diam. Seul Bi mencoba melepaskan tangannya tapi Sung Yeol tak membiarkan hal itu terjadi hingga cahaya di pergelangan tangan Seul Bi semakin jelas saja. bahkan cahaya sekarang memancar hingga menyilaukan.



*****

7 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 15 – 2"

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Lee Seong Yeol oppa!!!!!!
    cute 'n cool binGitzzz... <3 <3

    ReplyDelete
  3. Makin seru aja! Ga sabar baca eps lanjutnya... fighting!!!

    ReplyDelete
  4. woo hyun kalo di foto gantengg tapi kalo aslinya masih ganteng seongyeol

    ReplyDelete
  5. Aku sebel sma seong yeol, dia itu sbnrnya suka gx ceh sma ibu trinya,,, knp dy tega sma woo hyeun, kn dia dsni sbgai korban kluarga,,,, tp knp dy seong yeol sllu bkin susah,,,seolah-olah dy cemburu atas prhtian ibu tirinya sma woo hyeun,,,
    jdi smkin pnsran apa seul bi akn menghilang jika sprti itu trus

    ReplyDelete
  6. aku nyimpulin klo di drama ini masalah trlalu di biarkan berlarut2. sung yeol yg g bsa nerima kenyataan, jih ye yg ngrsa slalu benar amat ngeselin. woo hyun slalu d posisi yg g enak,seolah2 smua gra2 dia. pdhal hdup ny udh mnderita dr kecil 😪 dan woo jin mlah ikutan sinis ke woo hyun n seul bi. 😪

    ReplyDelete
  7. gak bosen buat baca ni sinopsis :* :*

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^