Sinopsis Pride And Prejudice Episode 1 – 1

Sinopsis Pride And Prejudice Episode 1 – 1
Mata seorang wanita membulat, pupil matanya seketika melebar melihat seseorang yang ada diseberang sana tengah bermesraan dengan wanita. Pria dan wanita itu diujung jalan saling mengumbar tawa dengan akrab.

Mata gadis ini seketika tergenang menahan air mata, ia tertunduk dengan nafas menahan amarah. Bahkan kesadarannya akan ia yang ada di tengah jalan pun terlewatkan. Sampai akhirnya bunyi klakson mengejutkan ia, ia tersadar lalu mantap berjalan melewati sepasang pria – wanita tadi tanpa menoleh.

Si Pria menyadari akan kehadiran gadis tadi, ia segera meraih makanan yang disuapkan padanya dan menyusul sang gadis.




Goo Dong Chi ( Choi Jin Hyuk ) menghadang jalannya gadis tadi dengan pandangan tajam. Han Yeol Moo (Baek Jin Hee) balas menatapnya dengan senyum yang terulas dengan terpaksa. Dong Chi bertanya apakah Yeol Moo belum bisa melupakannya?


Yeol Moo tersenyum, bagaimana bisa dia melupakannya? Kau tampaknya dalam keadaan baik. Dong Chi balas tersenyum namun senyum keduanya sama sekali tidak mengisyaratkan persahabatan, tapi peperangan. Dong Chi berkata kalau dia hampir pingsan melihat foto – foto peserta yang masuk. Dia memiliki hadian untuk Yeol Moo, Dong Chi menyodorkan buah yang dibawakan oleh gadis di pinggir jalan tadi.

“Kau tak seharusnya memberikan buah – buahan, kau seharusnya memberikan chesnut.” Tolak Yeol Moo sambil lalu.



Dong Chi melihat tubuh Yeol Moo yang tampak berubah. Yeol Moo tak mau terlalu menananggapi, dia tak berfikir memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Dong Chi. Dong Chi tetap mengintili Yeol Moo, keduanya memang tampak sudah sangat mengenal satu sama lain.

“Kau tak berubah setelah 5 tahun tak bertemu denganmu.”

“Kau seperti orang rendahan seperti biasa.” Cibir Yeol Moo.

“Kau mau melakukannya atau tidak? Kita bisa Go—“ ucap Dong Chi tak berujung karena Yeol Moo berbalik menganggetkannya. APA?!




Dong Chi mengingatkan kalau Yeol Moo menggunakan bahasa informal maka akan banyak orang yang mencari tahu masa lalu mereka.

“Kita punya masa lalu?” tanya Yeol Moo. Dia kemudian meninggalkan Dong Chi dibelakang.

Saat sampai dikantor, Yeol Moo bersikap ramah. Petugas keamanan meminta kartu pengenalnya namun Yeol Moo sepertinya belum ada. Dong Chi datang lalu meminta petugas untuk membiarkannya, Yeol Moo adalah trainee jaksa baru.

Tanpa mengucapkan terimakasih pada Dong Chi, Yeol Moo berjalan mendahuluinya.


Dong Chi mendesis heran dengan Yeol Moo yang begitu dingin, apa mungkin ia menjadi jaksa juga karenanya? Yeol Moo tanpa ragu membenarkan. Dong Chi mengingatkan kalau bekerja sebagai seorang trainee itu seperti relawan. Yeol Moo membenarkan, dia memiliki target dan memutuskan untuk datang.

“Tapi kenapa?” tanya Dong Chi masih heran.

“Balas dendam.” Jawabnya. Dong Chi tersenyum tak percaya, dia tak melakukan sesuatu yang salah. Yeol Moo menyuruhnya untuk berfikir sendiri apa yang telah ia lakukan.


“Baiklah, anggap saja aku melakukan kesalahan. Kau datang untuk melakukan pekerjaan celaka ini hanya untuk membalas dendam ?”

“Bagi sebagian orang , belajar adalah hal yang paling mudah bagi mereka . Bahkan aku belajar untuk mendapatkan segalanya dengan benar. Pria? aku bisa mencarinya seratus kali. Faktanya adalah kau melakukan kesalahan. Ayo kita hentikan.”

Dong Chi heran apa yang harus ia hentikan? Mereka baru mulai.

Yeol Moo menunjuk papan nama di pintu, namanya berada dibawah nama Dong Chi. Maksudnya, berhenti untuk bicara dalam bahasa informal. Dong Chi mengerti dengan sangat, apa dia mau mereka bersikap tak saling kenal?

Yeol Moo mengangguk. Dong Chi kembali meyakinkan, apa dia tak akan sakit hati? Dirinya master dan Yeol Moo magang. Dia akan menginstruksinya sepanjang hari dan harus memanggil dengan jabatan.

Yeol Moo tak ragu, ia menunjukkannya dengan berubah sikap menjadi sangat sopan pada Dong Chi. “Saya berharap bisa bekerja dengan anda. Tuan Jaksa.”

Dong Chi hanya bisa terbengong dengan sikap ajaib Yeol Moo ini.




Seorang tampak tengah menunjuk jajaran nama yang terletak di kertas yang terbentang, Moon Hee Man (Choi Min Soo) merasa kalau namanya yang tertera dalam kertas itu tampaklah sangat biasa. Tak ada bedanya dengan karyawan lain. dia menunjuk beberapa nama rekannya, mereka kepala departemen juga kan?

“Iya, begitu pula dengan anda.” Jawab Yoo Dae Gi (Jang Hang Seon) yang tengah menemani Hee Man bicara. Hee Man membenarkan, itulah masalahnya. Mungkin yang lain ditulis dengan huruf besar atau bagaimana namun disini untuk Hee Man malah ditulis biasa.

“Mengapa kau tidak menyebarkan berita ? Bahwa aku sudah tiba di Kantor Kejaksaan Distrik . Aku tidak melakukan promosi dan hanya mengajukan diri diposisi ini. Perwakilan diusir adalah keprihatinan besar . Presiden membuat upaya besar untuk mendapatkan saya posisi ini .” jelas Hee Man ngalor ngidul. Namun Dae Gi mampu membaca arah pembicaraan, Hee Man ingin Dae Gi menyebarkan berita – berita yang baik mengenai Hee Man.




Sebuah suara ketukan pintu menghentikan pembicaraan keduanya. Yeol Moo masuk lalu memperkenalkan diri pada Dae Gi kalau dia adalah karyawan magang baru. Dae Gi terdiam tak enak, ia melirik ke arah Hee Man.

“Saya kira Anda tidak tahu. Aku kepala departemen .” ucap Hee Man dingin. Dae Gi mencoba mendekati Yeol Moo untuk menjelaskan. Yeol Moo meminta maaf akan kesalahannya.

“Mereka semua di ruang konferensi .” ucap Hee Man kesal sedangkan Yeol Moo canggung, ia memberikan horma dan pamit.



Yeol Moo mencari – cari ruang konferensi, dia berpapasan dengan dua orang. Lee Jang Won (Choi Woo Shik) dan Yoo Gwang Mi (Jung Hye Seong). Jang Won sudah bisa menebak kalau Yeol Moo adalah karyawan baru. Yeol Moo membenarkan. Tanpa basa – basi Jang Won bertanya dengan dingin, punya pacar?

“Apa ? Apa maksudmu pacar ? Saya tidak memiliki satu pun.”

“Apa kau hamil?” Yeol Moo diam tak menanggapi pertanyaan ini. Bukan karena apa, dia heran saja. “Baiklah kalau tidak, tapi aku benci dengan perempuan yang melewatkan kerja dengan alasan pacar atau kehamilan.”


Jang Won berjalan mendahului. Gwang Mi mendecak dengan sikap tak menyenangkan Jang Won. Dia benar – benar tak suka jaksa.

“Aku tak suka jaksa baik.” Ucap Yeol Moo.

“Aku lebih tak suka jaksa perempuan.” Tukas Gwang Mi. What? Yeol Moo seketika mendengar jawaban yang konyol sekaligus sama menyebalkannya dengan Jang Won. Keke. Dia nganggep Yeol Moo saingan sepertinya.



Seorang pria terakhir masuk dalam ruangan, dia dingin tapi ramah. Kang Soo (Lee Tae Hwan) menundukkan kepala memberikan hormat, Yeol Moo pun melakukan hal yang sama dan ikut masuk dalam ruang konferensi.


Hee Min membuka rapat dengan berkata kalau dalam tim mereka ada yang kurang. Dae Gi merasa yakin karena didepan mereka itu adalah jaksa – jaksa yang sudah top. Hee Min membenarkan kalau mereka memiliki seorang jaksa yang sudah top, dan satu jaksa ditahun kedua dan satunya jaksa magang. 

“Sangat normal kalau seorang jaksa memiliki satu detektive dan satu karyawan magang. Tapi ini bukanlah masalah karena aku seorang jagoan. Jika pemimpinnya adalah kartu as, maka seluruh anggotanya juga kartu as. Ini hanyalah masalah waktu.

Yeol Moo manggut – manggut seolah mengerti akan apa yang dikatakan oleh Hee Min. Jang Won dan Dong Chi yang melihat hal ini hanya bisa tersenyum sinis, kayaknya mereka aja ga tahu maksudnya tapi Yeol Moo so’ tahu.



Hee Min berpindah topik masalah forensik dan masalah ilmiah bukanlah hal yang penting. Dia menoleh pada Dae Gi, “Lalu menurutmu, disini apa yang paling penting?”

“Menekan adanya kejahatan di depan masyarakat polos--“

“Kinerja!” potong Hee Min seketika. Jadi menurutnya hal terpenting adalah kinerja. Bekerja menjadi jaksa kompeten dan jaksa yang dilatih kompeten. Sehingga bisa bangga saat mendengar pemberitaan layanan mereka. Menangani kasus dengan baik dan kinerja yang baik. Sekarang dalam tim mereka boleh melakukan apapun dengan catatam hasil yang bagus. Tapi jika mereka menempatkan kepalanya ditempat pemenggalan maka mereka yang akan mati duluan. Mengerti?



“Ya Pak. Saya akan bekerja keras.” Jawab Yeol Moo mantap. Hee Min memuji bagaimana sikap baik yang ditunjukkan Yeol Moo. Jaksa Koo sangat beruntung memiliki rekan seperti Yeol Moo.

Yeol Moo sedikit tersenyum mengibaratkan sebuah kemenangan sedangkan Yeol Moo tampak sebal dengan ucapan Hee Min.



Yeol Moo berlari tergopoh – gopoh membukakan pintu unntuk Dae Gi dan Hee Min. Dengan senyum ramah, ia mempersilahkan mereka keluar. Dong Chi mengomentari sikap Yeol Moo yang seolah menjilat atasannya.

Aku pernah mendengar, kalian harus mampu mengembangkan hubungan demi kesuksesan yang kalian inginkan.” Ucap Yeol Moo tak perduli dengan cibiran Dong Chi.

“Apa kau ingin sukses?”

“Aku datang kesini untuk memperkuat diri untuk bisa mencari akses.”

Dong Chi menganggap kalau Yeol Moo sudahlah gila. Yeol Moo tertawa heran, kalau dia gila berarti semua orang yang ada disini juga gila. Menurutnya, ini adalah sebuah jalan. ketika mereka bisa menjadi hakim, itu menumbuhkan sebuah kehormatan. Ketika menjadi jaksa, mereka menumbuhkan kekuatan. Ketika menjadi pengacara, kau memperbanyak uang. “Itulah kenapa aku puas dengan masa muda –ku dan belajar hingga hampir mati.”



Dong Chi rupanya tak mau main – main dalam hal pekerjaan, ia memerintahkan Kang Soo memberikan tugas pada Yeol Moo. Yeol Moo jelas tak terima hanya diberikan tugas, dia mampu kok kalau harus menghadapi kasus. Dia masuk kesana memenuhi syarat dan kualifikasi.

Dong Chi menatap mata Yeol Moo tajam penuh intimidasi, Yeol Moo pun terdiam seketika. Ia mematuhi saja apa kata Dong Chi.




Dong Chi sudah berhadapan dengan seorang tersangka, dia sangat serius dalam memberikan arahan sedangkan Yeol Moo yang memperhatikan Dong Chi dengan tak kalah seriusnya.

Jaksa hanya meminta konfirmasi apa yang anda katakan pada polisi. Polisi hanya melakukan investigasi dasar dalam menemukan pelaku. Jaksa akan melihat apakah anda benar –benar melanggar hukum atau tidak. Ketika kalian berkata sesuatu pada detektive, ini tugas jaksa untuk mengkonfirmasi detailnya.”

Tersangka yang terdiam dihadapan Dong Chi berkata kalau dia tak melakukannya.



Baiklah, saya akan mengkonfirmasi apakah benar anda melakukannya atau tidak. Tuan Kwon Dae Young, pada 15 Oktober jam 10 pagi di persimpangan Bukdonggu.” Ucap Dong Chi. Kasus ini sebenarnya adalah seorang yang hanya memakai baju tanpa celana mengejutkan seorang wanita. Jelas saja sang wanita ketakutan, namun ia berhasil mengambil gambar orang tanpa celana dengan kepala memakai helm tersebut.

Tersangka kembali mengelak, karena pagi itu di berjaga di toko. Dia menjual hulahop pagi itu. Dengan malu tersangka berkata kalau dia memiliki tahi lalat. Dia memiliki tahi lalat besar dipaha dalamnya.

Akankah dia melihatnya?” tanya Dong Chi.



Yeol Moo menimpali kalau kemungkinan si korban wanita tak akan melihatnya karena sangat syok. Dae Young tiba – tiba terlecut emosinya, dia berdiri dan segera membuka celananya didepan mata Yeol Moo. Jelas saja Yeol Moo ketakutan, ia menutup wajahnya dengan malu namun juga sekilas memang melihat tahi lalat besar di paha bagian dalan Dae Young.

Kang Soo yang menahan perbuatan Dae Young mengkonfirmasi kalau memang ada tahi lalat, dia kemudian kembali mendudukkan Dae Young lagi.

Dae Young berbalik menatap Yeol Moo lagi, sontak Yeol Moo menutup matanya. Namun bukan itu yang akan ia lakukan, Dae Young memastikan apakah Yeol Moo juga melihat tahi lalatnya. Dengan lemah, Yeol Moo membenarkan.

Apakah wanita itu mengatakan kalau pelaku memiliki tahi lalat?” tanya Dae Young kembali memastikan pada Dong Chi. Dong Chi menggeleng, tidak. Dae Young semakin meyakinkan kalau memang bukan dia pelakunya.




Telfon berbunyi, Yeol Moo mengangkatnya masih dengan kondisi syok akan kejadian tadi. Ia kemudian memberitahukan kalau Ibu Kwon Dae Young telah menemukan pelanggan yang membeli hulahop karena menemukan struk pembelian. Sekarang Ibu Dae Young ada di lantai dasar.

Kang Soo berniat mengambilnya namun Dong Chi menyuruh Yeol Moo saja yang melakukan.


Pintu lift terbuka, ditangan Yeol Moo sudah ada struk pembayaran dan didepannya sudah ada Dae Young yang menatap Yeol Moo dingin. Yeol Moo sejenak terdiam, tak mau berlama – lama ia pun masuk dalam lift dan Dae Young keluar.

Entah firasat apa yang membuat Yeol Moo terbelalak, dia kembali keluar memanggil Dae Young. Namun ia dikejutkan dengan perubahan sikap dingin Dae Young yang menjadi manja didepan mamanya. Dia tampak tertekan dan terlihat kekanakkan dihadapan ibunya.




Yeol Moo menemui Dong Chi, ia meminta untuk bisa mengambil kasus ini karena dia mendapat sebuah firasat kalau Dae Young adalah kriminal. Dong Chi tertawa mencibir Yeol Moo, firasat? Pergi main saja sana.

Yeol Moo mengancam kalau sikap Dong Chi seperti ini maka dia akan meminta pada ketua untuk mengganti instruktor. Dong Chi kembali mengejek Yeol Moo, kalau memang dia ingin pergantian. Akan kah Ketua mau melakukannya? Dia malah akan mengirim Yeol Moo kembali.

aku tak perduli. Aku harus mempelajari kasus ini sesegera mungkin tak perduli apapun. Jadi jangan bermain curang dan menyalah gunakan kekuasaan. Berikan aku kasus ini.” Tegas Yeol Moo membuat Dong Chi terdiam.



Yeol Moo berhasil mendapat izin menangani kasus ini, dia tengah bersama Kang Soo meneliti kasus yang terjadi.

Insiden terjadi dalam rentang waktu 10:15 sampai 10:25 pagi. Temukan orang yang berjalan dari sini ke sini.” Ucap Yeol Moo menunjuk dari rekaman CCTV satu dan satunya lagi. Kang Soo membenarkan, jarak diantara kedua tempat tadi sekitar 200 meter dan terdapat toko alat tulis diantara kedua tempat. Kemungkinan orang yang melewati jalan tersebut, dan mereka bisa menemukan saksi baru.

Kang Soo menerima sebuah panggilan hingga membiarkan Yeol Moo memeriksa sendiri rekaman CCTV –nya.



Yeol Moo dengan jengah melihat rekamannya dengan teliti, beberapa menit ia tak menemukan sebuah kejanggalan hingga ada seorang anak perempuan yang berlari dengan tergesa – gesa seolah ketakutan.

Yeol Moo mengecek CCTV satunya lagi, disana gadis itu masih tampak tenang. Berarti ada yang terjadi hingga membuat anak itu ketakutan. Yeol Moo menemukan sesuatu.



Kang Soo berdiri disebelah Yeol Moo ikut memperhatikan, tepat saat itu Yeol Moo menoleh membuat keduanya berjarak begitu dekat. Yeol Moo berjengit terkejut, keduanya pun tampak canggung. *tanda – tanda love line.


Yeol Moo berlari mengitari jalan disebuah blok, bukan hanya sekali dia harus berlari sedangkan Dong Chi hanya berdiri dengan cool memegang stopwatch. Yeol Moo kelelahan dan bertanya apa yang sebenarnya mereka lakukan?

Kita menginvestigasi insiden. Insiden diperkirakan terjadi pada jam 10:23. 17 detik untuk mengitari area ini. Korban mengambil gambar ketika insiden ini terjadi. Dia hanya bisa menangkap foto pahanya, sehingga foto tersebut tak bisa digunakan sebagai bukti. Jadi, mereka bisa menggunakan waktunya.


Seorang dengan baju orang berlari kemudian melompati pembatas.

Menurut korban, pria misterius berlari turun ke sisi jalan. Ketika dia melewati pintu, dia akan keluar ke gang ini. Gang ini, pintu belakang dari toko.” Jelas Dong Chi.


Seorang wanita masuk ke toko, Dae Young pun menyambutnya dengan senyuman namun wanita itu sontak berteriak saat melihat Dae Young tak mengenakan celana.

Korban masuk ke toko. Dia melihat Dae Young menggunakan baju yang sama dengan pria misterius. Itulah kenapa dia melaporkannya, Kwon Dae Young tertangkap karena bukti tak langsung. Tapi kita mendapatkan struk pembelian dari toko. Waktu yang tertera adalah pukul 10:23. Lalu apa yang harus kita cek?

Yeol Moo berfikir sejenak masih dengan nafas yang belum teratur, mereka sekarang harus mengecek akankah pelaku mampu berlari selama 30 detik ke toko.


Keduanya mencoba melihat dari rooftop, mencoba menganalisis bagaimana larinya sang pelaku sampai ke toko.

Dia lari menuruni jalan, berbelok dipersimpangan melepas helm dan memakai celana. Dia memberikan kartu pelanggan. Mungkinkan itu semua hanya dalam waktu 30 detik? Jika itu mungkin, maka struk pembelian tak bisa dijadikan sebagai bukti. Jika tidak, Kwon Dae Young mempunyai alibi yang membuatnya tak bisa diadili. Itulah kenapa aku membuatmu berlari.”



Nafas Yeol Moo masih tersengal – sengal karena dia harus kembali turun ke jalan mengikuti Dong Chi. Dia kemudian menyarankan Dong Chi untuk mencoba berlari juga agar menjadi lebih akurat perhitungannya. Dong Chi menolak, dia pikir kenapa dia menyuruh Yeol Moo untuk berlari?

Yeol Moo menggeleng tak mengerti.

Karena aku instruktur sehingga karyawan magang harus mengikuti perintahnya.”


Dong Chi lompat ke pintu tempat menuju toko. Yeol Moo mengingatkan kalau merusak properti seseorang itu dilarang. Namun Kang Soo datang memberitahukan kalau mereka sudah memiliki izin pemilik rumah. Dong Chi merasa kalau Yeol Moo sekarang jadi keras kepala.

Wanita ini dulu....” tunjuk Dong Chi pada Yeol Moo membuat Kang Soo menunggu kalimat selanjutnya. Mata Yeol Moo membesar terkejut, ia komat – kamit sebal lalu pergi meninggalkan keduanya.

Dia dulu kencan denganku. Dia menyatakan perasaannya padaku.” Yeol Moo menoleh dengan kesalnya. “Kau menangis? Kenapa kau sangat mellow? Apa kau menyesal menyatakan perasaanmu padaku?

Yeol Moo pergi meninggalkan dua pria itu, dia terlihat begitu marah karenanya. Dong Chi mengedikkan dagu memberi isyarat pada Kang Soo untuk segera bertindak.




Mereka mencoba mencari bukti di toko, Kang Soo menunjuk CCTV yang terdapat di pojok ruangan. Dong Chi mengeceknya namun ternyata kabelnya telah dilepas.

Kang Soo membongkar isi tong sampah dan menemukan beberapa benda aneh disana. Dong Chi yang duduk di bangku menemukan bekas pinggiran bangku yang segaja di lubangi. Dia melepas celananya lalu kembali duduk.

Yeol Moo menyapu pandangan keseluruh penjuru ruangan, dia melihat ada sebuah bando princess yang tergantung disana. ia juga melihat pantulan tubuh Dong Chi dari kaca yang diletakkan di dekat meja kasir.






Dong Chi masih berfikir bagaimana caranya agar dalam 30 detik bisa melakukan semua ini, kalau memang iya maka dia harus berlari 10 detik untuk jarak 100 meter. Yeol Moo masih mengunyah makanannya dengan nikmat. Dong Chi kesal dan menyuruh Yeol Moo untuk mengatasi masalah ini.

Kalau instrukturnya saja tak bisa mengatasi, bagaimana aku bisa?” canda Yeol Moo masih dengan mulut penuh makanan.

Dong Chi menyuruh Yeol Moo janganlah menganggap ini sebagai candaan. “Dalam 6 bulan terakhir, 37 kasus telah dilaporkan. Korban hamil ketika dalam keadaan syok. Dia pun keguguran.” Beber Dong Chi membuat Yeol Moo tertegun.

Kang Soo yang juga tengah makan memberitahukan bahwa saksi menghubungi mereka.



Ketiganya menemui seorang saksi yang merupakan guru disebuah sekolah dekat toko. Guru menjelaskan kalau dia ta begitu tahu mengenai pemilik toko, dia tak menemukan kejanggalan seperti mendengar teriakan atau lainnya. Dong Chi kemudian bertanya, kenapa dia membeli hulahoop padahal dia adalah guru IPA?

Aku membeli hadiah hulahoop untuk hadiah dari guru.” Dong Chi meng –iya –kan saja. “Oiya, adakah saksi lainnya?

Kang Soo berniat mengambil catatannya namun Dong Chi mencoba menghalangi dengan merangkulnya. Dia berkata kalau saksinya hanyalah seorang gadis kecil sehingga mereka berniat melewatinya. Mereka takut membuat dia tak nyaman.

bisa kau jelaskan rute –mu berangkat pagi ini?” ajak Dong Chi.




Yeol Moo teringat sesuatu sehingga dia pergi menuju ke toko sendirian. Saat ia menuju ke pintu belakang toko, ia menemukan pintunya tak tertutup dengan rapat.


Yeol Moo menemukan seorang anak dengan bando princess seperti yang ia lihat di CCTV. Dia pun segera sadar namun gadis itu segera memalingkan wajah ketakutan. Yeol Moo meminta maaf telah mengejutkan, dengan lembut ia mengusap punggung gadis tadi. Gadis tadi berkata kalau dia tak mencuri. Yeol Moo mengerti, dia pasti kesana untuk mengambil bando miliknya kan? Anak tadi mengangguk.

Ini cantik. Ada yang ingin aku tanyakan. Kapan kau kehilangan bandomu?” tanya Yeol Moo hati – hati sekali. Gadis itu menjawab, terakhir kali.

Terakhir kali? Apa kau pulang cepat?” gadis itu mengangguk. Yeol Moo menatap beberapa boneka yang telah diberi celana oleh anak gadis tadi. “Bonekanya sudah memakai baju, kenapa kau memakaikan celana lagi? apa dia kedinginan? Apa karena dia ketakutan?

Gadis tadi membenarkan. Yeol Moo bertanya dengan pelan, kenapa bonekanya takut? Gadis tadi diam, namun tangannya memainkan boneka tadi. Gadis itu menyingkap rok bonekanya. Yeol Moo terbelalak melihat hal tersebut.




Dong Chi dan guru tadi masih berbincang – bincang sampai melewati pintu belakang toko. Tepat saat itu Yeol Moo muncul dengan anak tadi yang digendongnya.

Ho Jung!” sebuat Guru mengulurkan tangannya. Ho Jung ini rupanya murid dikelas guru tadi. Bukannya menerima uluran tangan, Ho Jung malah bersembunyi pada Yeol Moo. Ketakutan.



Ho Jung dan Yeol Moo sudah berada dimobil. Investigasi hari ini mungkin akan berakhir, Dong Chi menerima kabar kalau Dae Young kabur sekarang. Mereka akan mengantarkan lebih dulu Ho Jung. Guru menoleh menatap Ho Jung dengan pandangan yang sulit diartikan.

Guru akan pergi namun Dong Chi mengajaknya untuk pergi bersama karena kalau hanya mereka yang mengantarkan malah akan membuat neneknya khawatir. Dengan senyum lebar, Guru menyetujui ajakan Dong Chi.





Dong Chi dan Yeol Moo berbincang diluar, nenek Ho Jung membawakan keduanya makanan sambil mencari Ho Jung. Dia berkata kalau Ho Jung akan pergi ke bukit, dia akan menyusulnya.

Tak selang lama tinggal guru yang keluar, dia kebingungan mencari keberadaan Ho Jung. Dong Chi dan Yeol Moo berpandangan heran lalu mencoba mencari juga.





Polisi telah sampai ke tempat Ho Jung dengan dipimpin oleh Jang Won. Beberapa anjing pelacak pun juga didatangkan. Jang Won memberitahukan pada Dong Chi kalau mereka telah menemukan Dae Young.
Dong Chi bergegas menuju mobil, Yeol Woo pun akan ikut bersamanya. Dong Chi memberitahukan kalau mereka telah menemukan Dae Young yang habis turun dari bukit.

“Apa dia benar – benar melakukannya pada Ho Jong?” gumam Yeol Moo.




Mereka pun melakukan penyisiran dibukit dengan disertai beberapa anjing pelacak.


****











2 Responses to "Sinopsis Pride And Prejudice Episode 1 – 1"

  1. Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 24 sudah di posting mbk? kalau belum tolong diposting dulu karena belum selesai. selesaikan satu2 biar enak. terimakasih.
    sari

    ReplyDelete
  2. Makasi sinopsisnya. Seneng deh dgn tulisannya. Fighting minie

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^