Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 22 – 1

Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 22 – 1
Rin duduk termenung memperhatikan giok yang diberikan oleh neneknya. Dia bingung, bagaimana benda seperti ini bisa melindunginya seperti yang Neneknya katakan?

Entah apa, ajaibnya cincin giok tersebut bisa bersinar menyilaukan. Rin terpejam, dia teringat kembali saat dimana Neneknya memberikan cincin seperti itu pada Ratu Min.

“Cincin giok ini adalah milik tahta. Simpanlah ini baik-baik sampai Wolgang menjadi raja. Lalu serahkan itu pada siapapun yang menjadi calon raja berikutnya.” Pesan Ibu Suri.

Rin kecil terkejut setelah cincin giok berada di tangan ibunya, peti yang berada didepannya menyala. Nenek senang sepertinya memang cincin giok sudah menemukan tuannya. Dia menyuruh Rin membuka peti tersebut, disana terdapat sebuah suling. Rin memainkan sulingnya, suaranya cukup merdu saat dimainkan oleh Rin kecil.

“Segel hanya akan berbunyi untuk raja. Ini akan menurunkan air untuk panen. Ini akan menghentikan banjir. Benda ini akan membantu raja dalam pemerintahannya dan melindungi kedudukannya. Simpanlah baik-baik. Cincin giok ini akan memberitahumu dimana segel itu berada.”





Rin tersadar benda apa yang sekarang ada ditangannya. Ia pun meremas benda tersebut penuh tekad.


PM Soo Jong naik pitam karena pengawalnya belum juga menemukan keberadaan segelnya. Pengawal meminta maaf, mereka sudah mencari – cari disetiap sudut tapi tak menemukannya. PM Soo Jong yakin kalau Ibu Suri menyembunyikannya disuatu tempat. Dia harus menemukannya bahkan jika memang harus membunuh Ibu Suri.


Moo Seok mencoba berlatih menggunakan tubuhnya namun hanya beberapa jurus saja yang bisa ia rampungkan. Dada Moo Seok menjadi sakit saat dibawa untuk berlatih. Sang Heon memperhatikan dia dari kejauhan, ia memperingatkan Moo Seok kalau tubuhnya tidaklah sama seperti sebelumnya. Sekarang, dia bisa melihat hantu juga. Moo Seok tak yakin maksud Sang Heon, apa maksudnya dengan melihat hantu?

“Kau pernah ke akhirat dan kembali lagi. Semakin sering kau mengunjungi dunia roh, maka lukamu semakin dalam. Kau dan aku punya gejala yang sama.”

Moo Seok terkejut, apa dia tak bisa bertarung lagi? Sang Heon tak memperjelasnya, hanya saja Moo Seok harus lebih berhati – hati.



Moo Seok bersama Sang Heon berpapasan dengan trio hantu. Moo Seok menyapa mereka sebagai hantu yang sering menjaga Pangeran. Kasim Song terkejut, akankah Moo Seok sudah bisa melihat mereka?

Rin keluar dari rumah, dia berkata kalau mungkin mereka sudah bisa menemukan segelnya. Rang Yi terkejut melihat cincin giok melingkar di jemarin Rin. Rin tanya apakah Rang Yi tahu tentang cincin tersebut.

“Aku pernah melihat sebelumnya. Rin, jika benda itu adalah kunci untuk menemukan segel. jawabannya akan ada di dalam.” Jelas Rang Yi.




Rin memejamkan mata sambil mefokuskan dirinya pada cincin giok. Tangannya bergetar menahan cincinnya. Bayangan tentang sebuah kuil dekat hutan dalam benak Rin. Rin pun membuka matanya.

“Apa kau menemukannya?” tanya Sang Heon yang dijawab anggukan oleh Rin.


Ibu Suri memberikan sebuah surat pada Dayang Lee, dia menyuruh Dayang Lee untuk mengantarkan surat tersebut tanpa sepengetahuan siapapun. Dayang Lee dengan gugup menerimanya dan segera pergi.


Soo Ryun berkunjung menemui Ibu Suri, dia menangis dan meminta maaf akan apa yang telah ayahnya lakukan. Dia benar – benar merada bersalah namun Ibu Suri tak menyalahkan Soo Ryun kok. Soo Ryun berjanji kalau dia akan menjaga Pangeran Wolgang, dia akan menjaganya. Ibu Suri membenarkan karena Soo Ryun memang telah melakukannya.

“Ayah saya sedang menggeledah Istana untuk mendapatkan segel itu. Saya khawatir pengawal akan menemukan segel itu.”

“Jangan khawatir. Mereka tidak akan menemukan segelnya di dalam Istana. Mereka tidak akan menemukannya.” Gumam Ibu Suri. Soo Ryun tertegun, matanya bergerak – gerak seolah telah mendapatkan sesuatu. Dia hanya pura – pura!



Rin dan Moo Seok bersiap untuk mencari keberadaan segelnya. Sang Heon menyuruh mereka untuk berhati – hati. Rin tenang lagipula ia juga sudah bersama dengan ahli pedang joseon. Ia tak akan takut.

Sang Heon melirik kearah Moo Seok, ia memintanya untuk hati – hati. Keduanya pun pergi, tampaklah Rang Yi yang begitu khawatir melihat kepergia keduanya.



PM Soo Jong murka dihadapan Raja Kisan, dia menyuruh padanya untuk mengatakan yang sebenarnya. Segel tak berada di istana, dia sudah mencari disetiap sudut istana tapi belum menemukannya. PM Soo Jong menancapkan pedangnya ke meja membuat Raja Kisan yang menunduk ketakutan jadi tersentak.

Dia sama sekali tak tahu, awalnya Ibu Suri mengatakan kalau dia menyimpan di kuil tapi sekarang ia tak mempercayainya.

“Kuil?!” bentak PM Soo Jong. “Ibu Suri tidak pernah meninggalkan Istana...” PM Soo Jong seketika terdiam. dia keluar meninggalkan Raja Kisan.



PM Soo Jong memberitahukan pengawalnya kalau dia mungkin tahu keberadaan segelnya. Ibu Suri pernah meninggalkan istana dan pergi untuk memulihkan kondisinya. Disanalah keberadaan segel tersebut.


Soo Ryun membawa Sadam untuk melihat kondisi Do Ha yang tengah tak sadarkan diri. Baginya Do Ha sangatlah bodoh, mau mempertaruhkan dirinya sendiri untuk Pangeran Wolgang padahal taktiknya tak akan berhasil.

“Bagaimana dengan segel kerajaan?” tanya Sadam.

Soo Ryun menjelaskan kalau segel itu tak ada di istana. Segel berada ditempat dimana Ibu Suri pernah menyembuhkan penyakitnya. Kuil Seokgwang. Soo Ryun tersenyum menyebalkan, Sadam terkejut dan bergegas pergi.

Soo Ryun menatap Do Ha dengan senyum sinis. Setelah kepergian Soo Ryun, Do Ha membuka matanya. Dia sudah sadar dan mendengar semua percakapan keduanya.



Rin dan Moo Seok sampai ke kuil Seok Gwang. Dengan menggunakan cincin giok, ia mencoba mencari petunjuk dimana keberadaan segelnya. Dia beberapa kali memejamkan mata untuk mencari keberadaan segelnya. Sampai akhirnya mereka berada tepat dibawah sebuah pohon.

“Apa kau yakin ada disini?”

“Aku yakin itu adalah pohon ini. Cincin giok ini mungkin memberitahu kita sesuatu.” Rin meletakkan cincinnya dan memberikan waktu agar cincin tersebut bereaksi. Benar saja, tak lama cincin itu bercahaya bersamaan dengan sebuah batu besar yang terletak dibawah pohon, batu itupun juga mengeluarkan cahaya yang sama.




Sang Heon ditemani oleh dua hantu menyusup ke rumah Sadam untuk menemukan Do Ha. Tak ada pengamanan apapun disana, hanya saja Sang Heon berpesan agar keduanya tetap hati – hati kalau ada jimat yang tertanam.


Mereka menemukan Do Ha tertidur didalam sebuah kamar. Tanpa pikir panjang, Kasim Song berniat menerobos pintu kamar tersebut namun ada pertahanan yang menghalanginya sehingga ia tak bisa menembus. Sang Heon mendobrak menggunakan pedang dan berhasil.

Mereka menghampiri Do Ha yang terkapar lemas disana namun dalam pikiran Do Ha hanya terbayang akan Rin yang dalam keadaan bahaya. Sang Heon pun memapah Do Ha.


Tanpa sengaja, Kasim Song menginjak sebuah jimat yang tak nampak. Seketika asap mengepul menyelimuti mereka semua, mereka sekarang berada disebuah hutan dan hantu penjaga mulai berdatangan merubung mereka berempat.

Sang Heon mengeluarkan jimat, dia menyuruh mereka membawa Do Ha pergi. Sang Heon menancapkan pedang pada jimat tersebut dan seketika asap mengepul.


Do Ha bersama Kasim Song dan Menteri Ddong sudah kembali ke dunia nyata. Pikiran Do Ha hanya tertuju pada Rin, ia segera pergi meninggalkan kedua hantu.

“Cobalah untuk menghentikannya.” Perintah Kasim Song.

Menteri Ddong hanya menatap kepergiannya, mau menghalangi gimana coba. Kan ga mungkin.



Rin berhasil menyingkirkan batunya dan menemukan peti yang berisi suling. Dia segera mengambil suling tersebut,

“Kau sudah menemukannya?” ucap PM Soo Jong tiba – tiba muncul dengan ratusan prajuritnya. Mereka mengepung Rin dan Moo Seok dari segala arah. PM Soo Jong membelalakkan mata terkejut, bagaimana Moo Seok masih ada disana?


“Aku datang untuk menghentikan cara-cara jahatmu.” Ucap Moo Seok.

PM Soo Jong tak masalah, dia akan melenyapkan dia untuk kedua kalinya. PM Soo Jong berterimakasih karena Rin telah menunjukkan mereka pada harta karun, dia menyuruh Rin untuk memberikan segelnya sekarang. Rin menolak dengan tegas, ini ada milik kerajaan. Beraninya kau mencoba mengakui ini untukmu sendiri?


“Tahta dimiliki oleh pemenang terkuat! Jika kau tidak memberikannya padaku, aku akan mengambilnya secara paksa.” Ucap PM Soo Jong seraya mengedikkan dagu meminta prajurit melesatkan anak panah.

Keduanya menghindar namun kondisi yang belum pulih, lengan Moo Seok terkena sebuah anak panah. Dia semakin melemah dan kondisinya berbahaya, Rin maju dan mencoba melindungi Moo Seok.


Seketika suling segel pun mengeluarkan kekuatan, menghalau semua anak panah dan menyilaukan yang lain. saat lengah inilah, Rin pergunakan untuk kabur meninggalkan mereka.


Keluar lubang buaya dan masuk mulut singa, malang sekali keduanya harus berpapasan dengan Sadam dan Ho Jo. Mereka menyuruh Rin menyerahkan sulingnya, Rin tegas menolak hal itu. Sadam jelas menggunakan kekuatan hantu untuk menyerang mereka. Moo Seok tak bisa berbuat apa – apa, luka diperutnya tak bisa ditolelir dan sangat nyeri.

Rin tak bisa hanya melawan sendiri hingga kotak penyimpan segel terjatuh. Sadam berniat menyerang mereka, untungnya Do Ha datang dan mengait tongkat Sang Heon menggunakan cambuk miliknya. Do Ha mengajak mereka untuk kabur meninggalkan kotak segel.




Sadam menyuruh Ho Jo tak usah mengejar mereka namun betapa marahnya Sang Heon menyadari kalau kotak yang direbutnya hanyalah kotak kosong tanpa segel.


Rin memapah Moo Seok dan membiarkan Do Ha berjalan dibelakang mereka, namun rupanya kondisi Do Ha pun juga tak terlalu baik. Dia jatuh pingsan, Rin terkejut dibuatnya dan segera menghampiri Do Ha.


Sang Heon berhasil selamat, dia menanyakan keberadaan Do Ha pada Kasim Song dan Menteri Ddong namun keduanya sama sekali tak mengetahui keberadaan Do Ha.

Tepat saat itulah Rin dengan tergopoh – gopoh menggendong Do Ha yang tak sadarkan diri. Ia meminta mereka untuk menyelamatkan Do Ha.


Wolmae mengompres Do Ha yang tak sadarkan diri. Sang Heon memberikan obat detoksifikasi namun obat tersebut akan sulit diminum oleh Do Ha dalam kondisi sekarang ini. Rin merasa kalau mereka harus tetap meminumkan obat tersebut, Rin mengunyak obatnya lalu kemudian memberikan obat tersebut menggunakan mulutnya pada Do Ha.

Wolmae tersenyum malu, cinta Pangeran sungguhlah besar pada Do Ha. Ia pun akan melakukan hal yang sama jika Sang Heon demikian.



PM Soo Jong semakin menyadari betapa dasyatnya kekuatan segel. Ia pun harus memiliki segel tersebut untuknya.


Sadam juga berambisi mendapatkan segel, dengan cara mereka membangkitkan Dewa Yongsin. Namun saat melakukan ritual, mereka akan merusak panah yang digunakan untuk menyegel Dewa Yongsin tapi kekuatan mereka belumlah cukup.

Mereka memang harus memiliki segel agar bisa menghancurkannya.



*****




2 Responses to "Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 22 – 1"

  1. Trus sulingnya di Rin :O wooaaahh makin seru >< Pujiiii laaannnjuuttt~~

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^