Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 20 – 2

Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 20 – 2
Sang Heon menahan kepergian Moo Seok, namun Moo Seok tak bisa diam begitu saja. ia memilih untuk meletakan pedang dan kompasnya. Sebagai tanda kalau ia telah melepas gelarnya sebagai seorang Penjaga Malam.

“Sebelum aku menjadi penjaga malam, aku adalah hamba setia Raja. Aku akan melakukan segalanya untuk patuh terharap Raja.” Ucapnya.



Rin masuk ke istana lewat pintu belakang, dan ia pun berhasil bertemu dengan Ibu Suri. Rin menanyakan rencana dan tindakan apa yang akan neneknya ambil. Ibu Suri mengatakan kalau dia tak memiliki waktu yang lama lagi, maka tak ada yang perlu ia khawatirkan. Namun Rin lah yang paling ia khawatirkan, kalau saja Rin mau menikah dengan Soo Ryun maka Rin akan mendapat perlindungan dari Perdana Menteri sekaligus ia akan mendapatkan tahtanya.

Rin tegas menolak, toh Soo Ryun juga sudah tahu perasaanya. Dia tahu dengan menikahi Soo Ryun maka hidupnya akan aman tapi Park Soo Jong pembunuh kedua orang tuanya. Dia tak bisa tutup mata akan hal ini, hidup lebih lama mungkin tak akan ada artinya.

“Ini semua salahku.” Ucap Ibu Suri. Rin berjanji akan menjaga Neneknya, Negeri dan juga tahta istana. Ibu Suri kemudian melepas cincinnya, dia memberikannya pada Rin. Suatu hari, Cincin itu akan berguna jadi Rin harus menjaganya.

“Menteri Park Soo Jong menuju kemari.” Ucap dayang yang ada diluar.

Ibu Suri menyuruh Rin untuk bersembunyi, dia tak akan tahu apa yang akan Perdana Menteri lakukan jika mengetahui Rin berada disana.





PM Soo Jong masuk menemui Ibu Suri dan Rin sudah berhasil bersembunyi. PM Soo Jong datang larut malam untuk menanyakan keberadaan cap kerajaan. Namun dengan tegas Ibu Suri tak menolak memberikannya. PM Soo Jong menatap tajam kearah Ibu Suri dengan penuh kemarahan.

Rin yang bersembunyi mencoba melihat apa yang terjadi diluar, dia terkejut ketika melihat disekitar tubuh PM Soo Jong banyak sekali hantu hitam yang menyelimutinya.




Do Ha bertanya – tanya kenapa senjata milik Moo Seok tergeletak di meja. Bagaimana bisa Moo Seok meninggalkannya disini?

“Moo Seok melepaskan diri sebagai penjaga malam.” Jelas Sang Heon. Do Ha tertegun mendengarnya, dia menatap pedang tersebut dengan sedih sekaligus terkejut.


Rin dalam perjalanan pulang, ia berpapasan dengan Do Ha yang tengah berlari tengah malam. Rin heran dengan Do Ha yang malam – malam seperti sekarang sedang berlari – lari?

“Moo Seok pergi ke Istana.” Jawab Do Ha membuat Rin begitu terkejut.


PM Soo Jong tengah sibuk membaca sebuah gulungan, dia sadar ada seseorang yang menuju kamarnya. Ia bersiap meraih pedang namun ketika masuk rupanya itu adalah Moo Seok.

“Apa yang sudah Anda lakukan? Jika Anda menginginkan tahta, saya tidak akan mengampuninya, tak peduli apapun yang telah Anda lakukan pada saya.  Saya sudah memberi peringatan.” Ancam Moo Seok.

PM Soo Jong tersenyum sinis menerima ancaman Moo Seok, bagaimana bisa hamba setia raja mampu mengetahui kesetiannya?

“Itu bukan kesetiaan, itu adalah keserakahan.”

PM Soo Jong beralasan kalau semua ini adalah keinginan Raja. Moo Seok tak percaya, kalau begitu mari bertemu dengan Raja. Jika kata – kata itu benar, maka ia berani menyerahkan hidupnya. Dan apabila perkataanya salah maka PM Soo Jong juga harus menyerahkan hidupnya.

PM Soo Jong nampak kesal menerima gertakan dari Moo Seok.


Keduanya berjalan menuju ke kediaman Raja namun belum apa – apa, Moo Seok sudah dihadang. Moo Seok berjaga menggunakan pedangnya, Ini tempat raja maka singkirkan semua penjaga. Dia mengancam akan membunuh semua orang disini kalau PM Soo Jong tak menyingkirkan para penjaga. PM Soo Jong dengan sinis bertanya, Apa maksudmu kau akan membunuhku juga?

Moo Seok yakin tanpa ragu. PM Soo Jong berkata kalau mungkin dia telah salah membesarkan Moo Seok. “Turunkan pedangmu! Ini perintah Raja.”

Moo Seok meperingatkan kalau memalsukan perintah Raja itu melanggar hukum.

“Kau pikir aku berbohong? Raja ingin menangkapmu karena kau bekerja sama dengan Pangeran Wolgang. Dia telah memerintahkan bahwa kau Kang Moo Seok, harus ditangkap. Ini perintah raja.”

Moo Seok tak mau percaya sampai dia mendengarnya langsung dari Raja.




Raja Kisan muncul memanggil Moo Seok, dia menyuruhnya untuk menurunkan pedangnya. Moo Seok jelas terkejut sekaligus bingung, namun rupanya ini semua karena Raja Kisan diiming – iming keselamatan kalau berhasil membawa Moo Seok kesana. Dia meminta Moo Seok menunjukkan kesetiannya untuk kalinya. Serahkan hidupnya untuk menolong Raja.

PM Soo Jong tersenyum menang, Moo Seok mencoba menatap pada Raja namun Raja malah memalingkan wajahnya. Moo Seok terpukul atas pengkhianatan ini, dia menjatuhkan senjatanya menerima apapun yang akan terjadi.

PM Soo Jong mengedikkan dagu pada pengawalnya. Pengawalnya pun tahu, dia berlari dan menebas punggung Moo Seok tanpa perlawanan.



Kasim Song berlari tergopoh – gopoh menemui Rin yang tengah bersama Do Ha. Dia memberitahukan kalau Moo Seok dikepung oleh pasukan pemberontak. Mungkin ini semua karena jebakan dari Perdana Menteri.

Tanpa banyak kata, Rin pun berlari menuju ke istana.


Di istana, Pengawal Soo Jong menebas punggung Moo Seok berkali – kali tanpa perasaan. Sampai akhirnya salah seorang pengawal maju dan menghunuskan pedang ke lambung kanan Moo Seok. Inilah yang terakhir, Moo Seok tak bisa lagi menahan tubuhnya. Ia jatuh tak berdaya. Matanya menggenang air mata, sedangkan Raja Kisan tak berbuat apapun. Sedikit Rasa bersalah membuatnya pergi meninggalkan tempat pembantaian Moo Seok.

Pengawal PM Soo Jong mengecek detak jantung Moo Seok namun sudah tak ada. PM Soo Jong memerintahkan untuk menyingkirkan mayat Moo Seok.



Sesampainya di Istana, Rin dihadang oleh prajurit. Rin menyuruhnya untuk membiarkan ia masuk, Rin pun kemudian dihadang oleh Pengawal Perdana Menteri, dia berkata kalau Rin sudah terlambat. Kalau dia mau mengambil mayatnya, dia akan memperbolehkannya.


Rin menoleh, dia amat terkejut mendapati tubuh Moo Seok sudah tak sadarkan diri tergeletak ditanah. Dia menggoncang tubuh Moo Seok dengan sedih, dia menyuruhnya untuk bangun. Namun nihil,

“Moo Seok. Dia masih bernapas.” Ucap Menteri Ddong membuat Rin terkejut. “Rohnya masih berada di dalam tubuhnya. Selama rohnya masih berada ditubuhnya, kita bisa menyelamatkannya.”



Sang Heon memeriksa tubuh Moo Seok. Akan sangat sulit untuk menyelamatkan nyawanya, kemungkinannya sangat kecil. Rin merasa kalau mereka harus menyelamatkan Moo Seok, mereka tak bisa membiarkan Moo Seok mati seperti ini.

“Itu semua tergantung pada kekuatan Moo Seok.”

Rin dengan sedih meminta pada Moo Seok untuk selamat atau dia akan semakin membenci mereka. Moo Seok haruslah bertahan.




Rin, Do Ha dan Sang Heon berbicara diluar. Rin memberitahukan kalau Perdana Menteri telah menerima kutukan. Sang Heon terkejut. Rin menjelaskan kalau dia melihat adanya Roh jahat yang menyelimuti tubuh Perdana Menteri. Roh jahat itulah yang telah membuatnya membunuh Moo Seok.

“Jika itu benar, Roh jahat tidak mungkin berasal di dalam energi Park Soo Jong. Kutukan itu berasal dari keserakahannya. Tidak akan mudah untuk menghilangkanya.”

“Apa itu artinya tidak ada jalan keluarnya?” tanya Do Ha. Sang Heon pun terdiam seolah ada sebuah cara yang tengah ia pikirkan.



PM Soo Jong benar – benar sudah tak waras lagi, ia dibutakan oleh tahta yang bahkan belum ia raih. Ia tertawa begitu keras dan duduk di kursi raja. Menteri Ddong yang ada disana sangat marah, dia berniat memukuli PM Soo Jong namun percuma.

“Kau iblis kejam. Tahta ini tidak akan dikuasai oleh orang serakah sepertimu!”

PM Soo Jong mengarahkan pedangnya ke depan, sesaat seolah PM Soo Jong seperti melihat keberadaan Menteri Ddong namun rupanya tidak.

“Apapun yang orang katakan, Siapapun yang menghalangi jalanku. Tahta ini adalah milikku!” tawa PM Soo Jong pun semakin kencang saja.



PM Soo Jong menemui Sadam dan menunjuknya, Sadam agak bingung dengan maksud dari PM Soo Jong. Rupanya, PM Soo Jong menanyakan perihal bahwa Sadam pernah mengatakan kalau pemilik tahta adalah seseorang yang bisa melihat hantu. Sadam tak tahu, ini hanyalah takdir dari langit.

“Bisakah kau membuatku melihat hantu?” tanya PM Soo Jong.

“Saya akan melakukan apapun yang saya bisa untuk mengabulkan permintaan Anda.”



Sang Heon memberikan sesuatu pada Rin yang tak lain adalah jarum akupuntur. Sang Heon menjelaskan kalau mereka memang tak bisa mengeluarkan roh Park Soo Jong dengan itu tapi setidaknya mereka bisa mengeluarkan roh jahat dari tubuh Park Soo Jong.

Do Ha berfikir kalau mereka harus menemui Park Soo Jung Cuma bagaimana mereka bisa menemuinya sedangkan dia selalu dikelilingi para prajurit.

“Aku punya ide.” Ucap Rin.


****
Soo Ryun menemui Sadam, dia tahu kalau Sadam salah seorang yang membantu ayahnya. Dia memiliki tujuan yang berbeda dengan ayahnya.

“Apa kau disini untuk membicarakan Pangeran Wolgang?”

Dugaan yang tepat dari Sadam. Soo Ryun bertanya apa yang harus ia lakukan? Dia memohon agar Sadam mau membantunya.

“Kau seharusnya tahu, bahwa kesepakatan ada harganya.”jawab Sadam. Soo Ryun pun hanya terdiam, dia mengangguk seolah dia sudah tahu maksud Sadam.



Rin menemui Soo Ryun di Maeranbang, Soo Ryun senang dan bertanya akankah Pangeran Wolgang telah berubah pikiran dan akan pergi meninggalkan ibukota bersamanya? Rin berkata kalau dia ingin meminta bantuan. Dengan senang hati, Soo Ryun akan membantu apapun sebisanya.

Rin meminta dipertemukan dengan Perdana Menteri. Soo Ryun kontan melarang, dia tak bisa membiarkannya karena akan sangat berbahanya.

“Aku melakukan ini untuk menyelamatkan Negeri dan tahta. Bahkan Perdana Menteri. Nona Soo Ryun. Mohon bantulah aku.” Pinta Rin.




Sang Heon menunggui Moo Seok dengan sabar, ia tampaknya bisa melihat sosok dirinya dimasa lampau ketika bersama Moo Seok. Ia memintanya untuk bertahan namun sepertinya Moo Seok semakin melemah saja.


Sadam melakukan ritual bersama untuk Perdana Menteri, dia memberitahukan kalau mantra yang diucapkannya selesai maka saat itulah PM Soo Jong akan melihat hantu. Saat akan menyelesaikn ritualnya, Ho Jo datang memberitahukan kalau pemilik Maeranbang ingin menemui Sadam.

Sadam memberitahukan pada PM Soo Jong yang terkantuk – kantuk ketika ritual berlangsung. Dia memberitahukan kalau ia akan pergi sebentar. Kalau ada sesuatu maka ambillah jimat yang telah ia letakkan disana. PM Soo Jong mengerti.



Rin menyusup sendirian ke Istana, dia melihat Sadam yang berjalan meninggalkan tempat ritualnya. Sedangkan Sadam sendiri, ia tampaknya menyadari ada aura yang aneh. Dia terdiam sejenak namun akhirnya melanjutkan perjalanan.



Rin masuk ke tempat ritual Sadam dan melemparkan dua buah jarum akupunturnya pada PM Soo Jong. PM Soo Jong terkejut dan kepulan asap hitam keluar dari tubuhnya, dia seolah kaku. Namun dia masih mencoba melawan dan meraih pedangnya demi menebas Rin. Sebuah cambut tiba – tiba melilit tangah PM Soo Jong, dan rupanya Do Ha datang untuk membantu Rin. Dia menyuruhnya untuk menggunakan lagi jarum akupunturnya.

Rin menarik lengan PM Soo Jong lalu meletakkan dua jarum disana. Tubuh PM Soo Jong semakin kaku. Dia melepaskan diri dan berusaha meraih jimat yang telah dipersiapkan oleh Sadam. PM Soo Jong berhasil meraihnya hingga seketika asap pun mengepul menutupi seluruh ruangan.




Mereka berpindah tempat ke sebuah hutan, seperti jebakan Sadam biasanya. Do Ha menyuruh Rin untuk segera menggunakan jarum –nya namun PM Soo Jong segera kabur meninggalkan mereka. Saat ia hilang saat kabur, para hantu Prajurit datang menyerang Rin. Do Ha dan Rin pun melawan mereka, Do Ha kemudian menyuruh Rin untuk membiarkan ia yang menangani para hantu. Rin lebih baik mencari Park Soo Jong.

“Terimakasih Do Ha.”



Rin berlari mencari PM Soo Jong namun ia malah bertemu dengan Sadam. Bukan hanya satu Sadam melainkan banyak Sadam, Rin menyuruh Sadam untuk memberitahukan dimana keberadaan PM Soo Jong.

“Orang yang melakukan ini adalah Anda.” Ucap Sadam seraya membakar kertas jimatnya.

Rin tak mau membuang waktu, ia kemudian menyerang salah seorang Sadam disana.




Dan saat tubuh Sadam menghilang, Rin berpindah tempat dan ia sudah dikepung oleh puluhan prajurit yang mengarahkan pedangnya pada Rin. Sadam tersenyum menang, dia menyuruh Rin melakukan apa saja yang ia inginkan. Dan kemudian, ia mengeluarkan Do Ha yang telah terikat.

Rin jelas tak bisa berbuat apapun karena Do Ha menjadi tawanan. Rin memutuskan untuk menjatuhkan pedangnya.






Rin telah terikat dan digiring oleh prajurit menuju ke suatu tempat. Rin bertanya kemana Sadam akan membawa Do Ha? Sadam tersenyum dan berkata kalau dia akan mengurus shaman Suku Mago. Jadi Rin tak perlu mengkhawatirkannya, yang perlu khawatir adalah Rin sendiri.

Soo Ryun tiba – tiba muncul dan membentak mereka, ia meminta mereka melepaskan Rin. Bukankah Sadam berjanji akan melepaskan Pangeran kalau dia memberikan Do Ha?

Sadam tersenyum sinis, dengan enteng dia berkata kalau semua ini bukanlah perintahnya. PM Soo Jong pun muncul mengejutkan Soo Ryun.

“Itu perbuatanku. Pergilah dari sini. Ini adalah urusanku. Meskipun kau putriku, aku tidak akan diam saja jika kau mengganggu urusanku. Aku akan mengambil alih tahta untuk menyelamatkan rakyat. Aku akan menjadi Raja yang baru. Aku Park Soo Jong! Langit sudah menuliskan takdirku seperti ini!”




Rin marah mendengar ucapan PM Soo Jong yang begitu berambisi. Dia pun maju,

“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku akan menghentikanmu!”


****



2 Responses to "Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 20 – 2"

  1. ko ending nya ga tamat ???????

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang belum ending, ini kn ada 24 episode chingu :)

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^