Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 18 – 2

Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 18 – 2
Ibu Suri meminta pada PM Soo Jong untuk segera menikahkan Soo Ryun dan Pangeran Wolgang. PM Soo Jong dengan tegas menolak permintaan tersebut. Ibu Suri masih memohon karena dengan menikahkan keduanya maka posisi raja akan menjadi stabil.

PM Soo Jong masih tetap belum bisa melakukannya.



Raja Kisan tiba – tiba masuk dalam kamar Ibu Suri, dia bertanya rencana licik apa yang akan mereka lakukan? Ibu Suri terhenyak menerima ucapan kasar cucunya. Raja menebak kalau keduanya tengah mencari rencana untuk mengembalikan tahta Pangeran Wolgang dengan menikahkannya bersama Soo Ryun. Ibu Suri memperingatkan kata – kata Raja yang terlalu kasar.

“Sepertinya, nenek sedang mendiskusikan pernikahan Wolgang dengan Soo Ryun. Sangat memalukan memberikan Soo Ryun ke Wolgang. Aku akan membuat Nona Soo Ryun menjadi selirku.”

Ibu Suri ternganga dengan keputusan Raja yang begitu tiba – tiba. PM Soo Jong mengingatkan kalau ucapan Raja itu begitu kasar.

“Aku adalah raja negeri ini, dan penguasa rakyat. Apakah kasar jika aku mengatakan ingin menjadikan Rakyatku sebagai selir? Apakah kalian berdua keberatan dengan perintah Raja?” ucap Raja Kisan yang memang tak akan pernah bisa terbantahkan lagi.

Dalam diam, PM Soo Jong hanya bisa mengepalkan tangannya penuh kekesalan akan keputusan Raja yang begitu sewenang – wenang.




PM Soo Jong melampiaskan kemarahannya di rumah, dia kesal karena Raja berani meremehkannya dengan hal ini. Pengawal PM Soo Jong menenangkan, kalau memang tuannya menentang maka Prajurit bisa saja menyerbu istana.

PM Soo Jong menggeram, dia amat kesal karena Raja berani mengusik putri kesayangannya.



Sa Dam masih berfikir mengenai Raja yang akan menikahi Soo Ryun. Kaki seseorang tampak semakin mendekatinya, tak lain adalah Yun Wol yang mencoba menusuk Sa Dam. Sa Dam sigap bangkit dan menahan tangan Yun Wol yang mencoba menghunuskan pisau ke jantungnya.

“Dasar b*jingan. Aku akan menusuk jantungmu.” Geramnya.

“Youn Ha..” gumam Sa Dam.

Ho Jo datang dan langsung menotok tengkuk Yun Wol, dia berkata kalau ingatannya telah kembali. Sa Dam masih terkejut, dia menyuruh Ho Jo membawa Youn Ha keluar. Dia akan mencarikan tubuh baru untuk Youn Ha.




Dayang Soo Ryun merasa sedih karena nonanya harus menjadi selir Raja. Soo Ryun pun tampaknya masik Syok akan hal ini. Dia hanya memberikan cintanya untuk Pangeran Wolgang. Meskipun dia disakitinya tapi dia akan terus berusaha.


Seorang Dayang dari Maeranbang masuk ke dalam kamar Soo Ryun untuk memberitahukan bahwa Sa Dam datang menemui Soo Ryun. Soo Ryun sempat menolak kehadirannya namun Dayang tersebut berkata kalau Sa Dam ingin membicarakan mengenai masa depan Soo Ryun.

Soo Ryun akhirnya mau menemui Sa Dam, Sa Dam menawarkan kalau ia akan membuat Raja membatalkan niatannya untuk menjadikan Soo Ryun sebagai selir. Soo Ryun terkejut, apa bisa dia melakukan hal itu?

“Apa aku pernah berbohong padamu? Tapi ada satu syarat, ambil alihlah Maeranbang.”

Soo Ryun semakin terkejut, dia tak memenuhi syarat untuk itu. Namun Sa Dam yakin, orang seperti Soo Ryun pasti memiliki kemampuan untuk mengelola Maeranbang.



Bayangan Raja Kisan panik karena Raja akan membuat Soo Ryun sebagai selirnya. Bagaimana kalau sampai PM Soo Jong menjadi raja? Raja Kisan santai saja, dia akan memotong kepalanya bila perlu dan memilih anggota keluarga untuk mengambil alih tahtanya.

Bayangan Kisan masih saja panik, dia mondar mandir tak keruan sampai akhirnya Sa Dam datang menghadap.


Raja dengan menyebalkan bertanya kenapa Sa Dam menemuinya padahal dia tak memanggilnya. Sa Dam bertanya mengenai keinginan Raja yang sedang mencari selir baru. Dia berkata kalau Energi yang dimiliki oleh PM Soo Jong tak sesuai dengan Raja. Kalau diteruskan maka bisa – bisa energi Raja –lah yang akan habis. Sadam menyarankan agar Raja memilih seorang shaman wanita saja sebagai gantinya. Raja ingat dengan shaman yang pernah diceritakan oleh Sadam. Sadam membenarkan.

“Sepertinya kau begitu semangat mengendalikan tubuhku, benar? Kau sudah memintaku membangun pagoda yang megah. Seperti itu caramu mengendalikan aku. Maksudku, semuanya berjalan seperti yang kau inginkan. Jika hantu memiliki kekuatan melebihi manusia, Kau akan berada di posisi-ku. Kau hanya kecoa yang bisa mati jika aku menginginkannya! Hal terbesar di dunia manusia bukanlah hantu tetapi kekuasaan. Aku sedang membicarakan tubuh Raja penguasa kerajaan Joseon!” hina Raja Kisan.

Sa Dam mulai bergetar menerima hina –an tersebut namun ia mencoba menahannya. Dia berkata kalau shaman itu adalah shaman yang disukai oleh Pangeran Wolgang. Seketika Raja tertarik setelah mendengarnya, dia tertawa terbahak – bahak seolah memiliki rencana dan baginya lucu mungkin.

Sedangkan Sadam, dia masih menatap Raja dengan bergetar menahan amarah. Hinaan yang diterimanya masih membekas.



Sang Heon membuka sebuah kotak yang tersimpan dengan rapi, didalamnya terdapat senjata yang digunakan oleh Penjaga malam. Dia memberikan sebuah kaca pada Rin, kaca tersebut akan memantulkan kekuatan yang berada pada cahaya rembulan. Itu bisa digunakan untuk mengalahkan kekuatan transformatif Sa Dam.

Kemudian untuk Moo Seok, ia memberikan bubuk hantu. Terdapat jojoba didalamnya sehingga bisa digunakan untuk mengetahui keberadaan hantu. Ini akan memudahkan karena kompas hantu milik Moo Seok telah rusak.

Do Ha meminta untuk ikut juga dalam misi ini. Rin menentang, ia takut kalau seandainya tak bisa membedakan antara Do Ha asli dan palsu. Dia menyarankan agar Do Ha tetap tinggal dirumah.

Sang Heon tersenyum, sepertinya dia sudah berhasil menjadi ketua penjaga malam selama ini. Mungkin maksudnya, dia sudah bisa membuat mereka bertiga kompak, ga egois satu sama lain dan mulai menjaga dan menutupi kekurangan yang satu dan lainnya.






Tiga Penjaga Malam kita mulai beraksi dan menyusup memasuki lingkungan istana. Sa Gong menemukan sebuah jimat yang tergeletak di tanah. Dia memungutnya dan angin pun berhembus menerpa jimat tersebut. Seketika asap mengepul menutupi ketiganya.



Sa Gong meminta maaf akan kecerobohannya bisa masuk dalam jebakan jimat tersebut. Keduanya terdiam, Rin melihat adanya hantu Penjaga Malam yang mulai mendekati mereka. Dia khawatir akan Moo Seok yang tak memiliki kompas hantu. Apa dia tak apa?

Moo Seok menyuruh Rin untuk mengurusi dirinya sendiri saja. ia kemudian berlari tanpa ragu mengikuti arah pandang Rin, Moo Seok mengambil bubuk hantu kemudian menaburkannya. Seketika para hantu kelabakan dan mulai muncul hingga Moo Seok bisa melihat kehadiran mereka.

Moo Seok mulai bertarung dengan dibantu Sa Gong. Rin memperhatikan kemudian melihat jimat masih tergeletak disana. Ia menghancurkan jimat itu dengan pedangnya. Asap kembali mengepul dan Rin pun berlari masuk dalam kepulan asap tersebut.




Rin berhasil kembali ke istana, dia menuju ke tempat ritual Sadam dan menemukan ekor gumiho dan sebuah tusuk konde. Rin paham kalau itu digunakan untuk membuat Do Ha palsu, ia segera menyimpannya.

Seseorang masuk dalam ruangannya, Rin sejenak memperhatikan apakah dia Do Ha atau Do Ha palsu. Entah apa yang Rin temukan hingga dia tahu kalau dia Do Ha. Rin heran kenapa Do Ha kesana padahal sudah disuruh untuk tetap tinggal di penginapan. Ia mengajaknya untuk pergi.

Do Ha berkata kalau dia tak bisa hanya menunggu. Dan saat Rin lengah, Do Ha yang rupanya palsu itu segera merebut ekor gumiho. Rin mencoba kembali merebutnya namun Do Ha sigap menahan dan menyerang Rin. Ia kemudian kabur membawa ekor tersebut, Rin yang baru sadar kalau Do Ha itu palsu segera mengejarnya.




Keduanya terlibat kejar – kejaran di bawah remang cahaya bulan malam ini. Rin mampu mengejar Do Ha palsu dan menjatuhkannya namun Do Ha berhasil menindih Rin dan mencekik lehernya. Rin tergagap tak bisa berbuat apa – apa, dan ia mengambil cermin yang diberikan oleh Sang Heon. Ia mengarahkannya pada Do Ha palsu hingga membuatnya kepanasan lalu menyingkir menjauhi Rin.



Rin mengarahkan pedangnya untuk mengetahui siapa sebenarnya identitas Do Ha palsu. Namun Do Ha palsu memanfaatkan penampilannya dan bersikap sebagai Do Ha. Ia bertanya bukankah Rin sudah berjanji akan menjaganya. “kau berkata kita akan selalu bersama – sama.”

Tangan Rin bergetar gamang, mana tega menebas tubuh yang serupa dengan orang yang ia cintai. Kalau aku berada diposisinya pun mungkin juga akan gamang, Rin pasti merasa seolah akan menebas kekasihnya sendiri. Mana tahan.

Do Ha palsu membelai wajah Rin dengan lembut, pangeran? Apa kau sudah melupakan aku?

Rin mulai lengah dan menurunkan pedangnya. Dan Do Ha palsu memanfaatkan saat – saat ini untuk mengambil pisau dan bersiap menusukkannya pada Rin.


Beruntung, Moo Seok datang diwaktu yang tepat dan berhasil menebas punggung Do Ha palsu. Dia pun kini tergeletak dengan wajah mengkirut, ekor Gumiho pun juga terbakar seketika itu pula.

Rin masih tertegun ditempatnya seolah ia sudah terbius akan pengaruh Do Ha palsu.



Sadam kembali ke tempat ritualnya, amarahnya membuncah menemukan tempatnya telah berantakan ditambah dengan hilangnya ekor Gumiho. Dia membanting semua barang yang ada disana, beraninya para Penjaga Malam mengganggu sihirnya.

“Beraninya mereka...akan ku pastikan malam ini penjaga malam menumpahkan darahnya.” Marahnya hingga membuat wajah monsternya muncul.


Rin bersama yang lain sudah kembali, dia memberitahukan pada Sang Heon kalau mereka telah berhasil melenyapkan ekor gumiho maka Sadam tak bisa menggunakan kekuatan transformatif lagi. Sang Heon menebak dengan ini maka Sadam akan semakin berambisi untuk membalas dendam pada mereka. Maka dia menyuruh semua untuk lebih berhati – hati.

Sang Heon kemudian memuji kemampuan Moo Seok yang semakin bagus meskipun tak bisa melihat hantu, dia bisa mengalahkan mereka. Rin juga memujinya, dia bisa menjadi penjaga malam terbaik kalau seperti ini.
Moo Seok yang tadinya datar saja pun jadi tersipu karenanya.



Do Ha duduk termenung di jembatan, entah pikiran apa yang mengusiknya namun tampak tak terlalu ceria. Ia menggeleng, mencoba mengenyahkan pikiran yang mengganggunya. Rin yang datang tersenyum melihat Do Ha duduk termenung sendirian disana. Ia duduk disebelahnya namun Do Ha bersikap so’ acuh.

Rin kemudian menunjukkan tusuk konde Do Ha, dia mengatai Do Ha ceroboh karena menghilangkan benda itu sehingga Sadam memanfaatkannya. Do Ha masih ngambek dan mengambilnya tanpa respon. Rin menatap dalam pada Do Ha kemudian tersenyum, apa Do Ha marah karena tak ikut?

Do Ha hanya merasa kalau dirinya tak terlalu berguna sebagai penjaga malam. Rin tersenyum, dia semakin meledek dengan berkata kalau Do Ha memang tak terlalu penting. Do Ha mendelik karena kata – kata Rin.
Rin meraih tangan Do Ha lalu memasangkan gelang milik ayahnya, dia menyuruh Do Ha untuk tetap menganakannya agar ia tak pernah tak mengenali Do Ha lagi. Di hari yang sulit, dia akan melindungi Do Ha.





Giliran Do Ha meraih tangan Rin, dia memasangkan gelang loncengnya pada Rin. Rin terkejut karena benda itu sangat penting untuk Do Ha.

“Karena itulah aku memberikannya padamu.” Ucap Do Ha.

Rin tersenyum akan jawaban pendek nan manis itu. Hahaha. Rin pun merengkuh pundak Do Ha dan memeluknya, keduanya menikmati indah malam yang diterangi cahaya bulan.

****
Sadam melakukan ritualnya untuk memindahkan roh Youn Ha, dia melakukannya bersama dengan Ho Jo. Namun rupanya roh Youn Ha sangat sulit untuk terlepas dari raganya saat ini.

“Tubuh dan jiwa-nya terperangkap. Roh Yeon Ha sangat sulit keluar dari tubuh. Jika kita membiarkannya seperti ini, kita tidak akan tahu apa yang akan dilakukannya saat dia terbangun. Tetap waspada.”


Dayang Yun Wol menemui Sadam, dia bertanya bagaimana keadaan Nyonya –nya. Sadam tak mengatakan apapun mengenai Yun Wol, dia hanya Dayang itu untuk menjaga kamarnya. Tak boleh seorang pun masuk kesana.

Dayang Yun Wol agak terkejut. Sekali lagi Sadam mengingatkan kalau Dayang tersebut lah yang bertanggung jawab.


****

Soo Ryun membuka boneka kutukan miliknya, dia terkejut karena boneka itu telah gosong.

Dayang Soo Ryun masuk untuk memberitahukan bahwa Do Ha datang kesana. Soo Ryun meletakkan bonekanya dimeja, dia kemudian menyuruh Dayangnya agar memperbolehkan Do Ha masuk.

Do Ha kesana untuk menanyakan sesuatu, kenapa Soo Ryun tega menguncinya didalam kamar. Soo Ryun berkelit dan mengelak telah melakukan hal tersebut. Do Ha menoleh, dia melihat boneka kutukan terletak di atas meja Soo Ryun. Soo Ryun gelagapan karena Do Ha melihatnya, dia segera menyembunyikan boneka tersebut.

“Apa mungkin, Anda membuat kesepakatan dengan Sadam? Apakah Anda sengaja mengunci saya sehingga Anda bisa mengirim Do Ha palsu? Benda yang Anda miliki digunakan sebagai kutukan. Sangat berbahaya untuk seseorang semurni Anda bekerja dengan sesuatu yang sangat kuat.” Papar Do Ha.

Soo Ryun masih saja berkelit, dia mengingatkan Do Ha untuk menepati janjinya untuk meninggalkan Pangeran Wolgang. Do Ha meng –iya-kan asal Soo Ryun juga mau melaksanakan janjinya untuk tak bekerja dengan Sadam.

Soo Ryun diam tak mau menjawab dan menyuruh Do Ha untuk meninggalkan kamarnya.



Do Ha berjalan pulang dengan banyak pikiran yang berjejal. Dayang Maeranbang menemui Do Ha, pemilik Maeranbang memintanya untuk membawa Do Ha kesana. Do Ha tak langsung mau, memangnya ada apa?

“Dia ingin mengucapkan terima kasih karena kau pernah menolongnya.”

Do Ha pun luluh, kebetulan ada sesuatu yang ingin ia tanyakan.

Do Ha menuju ke kamar Yun Wol. Dia terkejut mendapati Yun Wol tak sadarkan diri dengan tangah terikat. Do Ha panik dan mengguncang tubuh Yun Wol namun dia tetap tak sadarkan diri.

Tanpa disadari Do Ha, seseorang mulai mendekatinya dan memukul tengkuk Do Ha. Yap, Do Ha pun tak sadarkan diri.


Ho Jo bergegas membawa Do Ha dengan memanggulnya, Dayang Maeranbang yang tengah berdiri tak jauh dari sana memperhatikan gelagat Ho Jo dengan penuh tanda tanya.


Pelayan itu memutuskan untuk menyelinap masuk dalam kamar Yun Wol. Dia terkejut mendapati Nyonya terikat disana. Nyonya sekarang sadar, dia menyuruh Dayang Maeranbang itu untuk melepaskan tali yang membelitnya.

Tanpa pikir panjang, Dayang itu segera melaksanakan perintah. Namun setelah semua tali terlepas, Yun Wol tiba – tiba menyerang Dayang itu. Dengan dingin ia mencekiknya sampai Dayang tersebut mati.


Sa Dam melakukan ritual untuk Do Ha yang sekarang tak sadarkan diri. Do Ha bangkit tapi dengan pandangan mata kosong menatap lurus kedepan. Dia sudah ada dalam pengaruh mantra Sadam.

“Pangeran Wolgang. Penjaga malam. Kalian akan menanggung akibatnya karena sudah mengganguku.”


Sa Dam membawa Do Ha menuju ke kediaman Raja. Kasim Song dan Menteri Ddong melihat keduanya, mereka bertanya – tanya kenapa Do Ha bisa berada disana. Kasim Song tersadar, dia ketakutan karena tahu Sa Dam akan membawa Do Ha menemui Raja. Dia dan Menteri Ddong pun berlari mencari Rin.


Sadam membawa Do Ha menghadap Raja, Do Ha masih saja memiliki pandangan kosong. Raja menatap Do Ha penuh makna, dia gadis yang disukai Pangeran Wolgang. Kulitnya pasti lembut.

Sadam pun segera undur diri setelah mengantarkan Do Ha.


Rin memegang sebuah benda yang dibungkusnya dengan kain. Moo Seok bertanya, benda apa itu? Rin menjawab kalau benda itu adalah hadiah untuk Do Ha. Moo Seok kembali bertanya apa isinya?

“Benda didalamnya....” Rin menggantung ucapannya dan berbisik pada Moo Seok. “Adalah rahasia.”

Moo Seok kesal, dia menyuruh Rin untuk melupakannya saja. dia tak ingin tahu.

Kasim Song dan Menteri Ddong berlari dengan tergopoh – gopoh menemui Rin. Mereka berkata dengan tergagap mengenai Do Ha. Rin jelas penasaran, namun setelah dipikir. Mereka tampaknya gamang untuk memberitahukannya pada Rin.

“Cepat katakan!!”

Sadam membawanya ke kamar Raja.” Rin masih bingung. “Sadam membawanya ke kamar Raja.”

“Melayani?” tanya Rin terkejut. Moo Seok yang tak bisa mendengar ataupun melihat mereka kemudian bertanya pada Rin, apa yang mereka katakan?

“Dia mengatakan raja memanggil Do Ha ke kamarnya.” Kesal Rin bergegas pergi namun tangannya ditahan oleh Moo Seok. Rin tak boleh melakukannya, dia tak boleh menyusup ke kamar raja.

“Apa aku harus membiarkan Do Ha melakukannya?” geram Rin melepas kan tangannya dari Moo Seok.



Moo Seok memungut kado yang telah dipersiapkan oleh Rin, didalamnya terdapat sepasang sepatu merah yang cantik.


Yun Wol berkeliaran dan membunuh siapa saja yang berhasil ia tangkap, dia tak bisa mengendalikan dirinya dan dengan dingin mencekik para dayang yang ketakutan.

Raja Kisan melucuti pakaian Do Ha satu – persatu. Rin tanpa permisi masuk kedalam kamar Raja, dia memohon agar Raja jangan melakukannya pada Do Ha. Raja merasa dilecehkan, masuk kedalam kamar raja tanpa izin adalah kejahatan.




Sedangkan Yun Wol masih berkeliaran, dia mencekik dayang – dayang tanpa perasaan, membuat seisi istana ketakutan.

Matanya pun berkilat biru.


Dengan kemarahan membuncah, Raja mengarahkan pedangnya keleher Rin. Rin diam, dia bimbang menatap Do Ha yang diam saja tak bereaksi.





****
Semakin mendekati akhir semakin menarik meskipun menurutku judul Night Watchman kurang tepat kali yah. Perjalanan sebagai Penjaga malamnya kurang ditekankan,
Tebakan Yun Wol adalah Youn Ha, benar. Rang Yi adalah Ratu Min juga benar. Lalu apakah nanti Sang heon akan meninggal? Ingat kata – kata dia pas bilang kalau dia sudah berhasil menjadi ketua Penjaga Malam. Kaya seolah gimana gitu,

Dan hadiad Rin? Kenapa harus sepatu? Kenapa Sepatu? Apa maksudnya.

0 Response to "Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 18 – 2"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^