Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 18 – 1

Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 18 – 1
Do Ha tercenung mendapati ada seseorang serupa dengannya tengah bersama dengan Moo Seok. Dia dengan penuh keterkejutan bertanya apa maksud dari orang tersebut menyerupainya?

Wanita yang ada dibelakang Moo Seok tampak sedikit menampakkan senyumnya. Ia kemudian maju, kenapa kau berpura – pura menjadi aku?

Do Ha kehilangan kesabaran, dia hendak melawannya namun ditahan oleh Rin. Rin memintanya untuk tenang, mereka harus memastikannya terlebih dahulu.




Mereka pun membawa Do Ha dan Do Ha palsu untuk menemui Sang Heon. Sa Gong menatap keduanya bergantian, dia bertanya akankah keduanya memiliki saudara kembar?

Salah seorang berkata dengan sedih kalau dia tak memiliki saudara kembar. Satunya menimpali kalau dia hanya memiliki kakak bernama Youn Ha saja. Rin menyuruh keduanya untuk tenang dulu, ia bertanya pada Sang Heon, akankah itu hanya tipuan mantra saja? salah satu di antara keduanya pasti palsu.


Sang Heon menatap keduanya bergantian, dia menyuruh mereka untuk menggulung lengan baju mereka. Sa Gong setuju, dia sudah memberikan tato Penjaga Malam jadi salah seorang pasti memiliki tato tersebut.




Do Ha palsu segera menggulung lengannya, Sa Gong girang karena berhasil menemukan Do Ha asli. Semua orang menatap Do Ha dengan penuh kecurigaan, Do Ha merasa kecewa akan pandangan mereka yang menuduhnya.

“Jika kau tidak bersalah, gulunglah lengan bajumu dan buktikan identitasmu.”

Do Ha cukup enggan melakukannya namun bagaimana pun dia terpaksa. Benar, ada tanda juga dilengannya. Semua orang semakin dibuat pusing akan hal ini. Sang Heon berkata kalau mereka harus mencari cara lain.



Selanjutnya, mereka melakukan ritual pengusiran hantu dengan melempari keduanya jimat. Namun sama sekali tak berpengaruh untuk keduanya.

Usaha kedua masih belum menunjukkan hasilnya.



“Yang palsu diciptakan melalui mantra dari kekuatan Transformatif. Sadam pasti sedang membalas dendamnya atas serangan kita yang kemarin.” Jelas Sang Heon.

Rin pikir kalau diantara mereka mungkin tak akan nampak adanya roh. Sa Gong menyanggah kalau Mantra Transformatif tak ada sangkutannya dengan roh, jadi mereka tak bisa melihat penampakannya.

Sang Heon merasa kalau mereka harus segera mengetahui siapa yang palsu atau mereka akan dalam bahaya.


Menteri Ddong dan Kasim Song mengikuti jalannya pertemuan kali ini. Raja Kisan duduk disinggasananya lalu dia berkata kalau mereka kehabisan dana untuk pembangunan pagoda. Oleh karena itu, mereka harus segera menaikkan pajak dan mempercepat jalannya pembangunan.

PM Soo Jong tak setuju, dengan menaikkan pajak lagi maka rakyat akan berbalik melawan mereka. PM Soo Jong memohon dan diikuti oleh menteri lainnya.

“Bagaimana bisa kau seperti ini, seolah-olah kau perduli dengan rakyat. Jangan hanya mengucapkan kata setia dengan ucapan saja tapi tunjukan dengan tindakanmu!” sindir Raja membuat PM Soo Jong tersentak. “Cari cara agar rakyat memberikan hartanya untuk pembangunan Pagoda. bahkan jika itu harus mengorbankan saudara dan anak perempuan mereka.”

PM Soo Jong terkejut menerima putusan Raja yang benar – benar tak masuk diakal tersebut.




Rapat berakhir tanpa perlawanan dari para menteri. Menteri Ddong mencak – mencak karena para menteri tak bisa menghentikan raja. Mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri, Apa mereka pikir mereka itu hamba setia Raja?!

Kasim Song tersenyum dan menyuruh Menteri Ddong jangan seperti itu, ini hanya akan menguras tenaga saja.

PM Soo Jong bangkit untuk pergi. Menteri Ddong meneriakinya dengan kesal, B*jingan kau!! PM Soo Jong merasakan telinganya agak gatal, PM Soo Jong celingukan namun tak menemukan apapun disana.




Sa Dam membawa Yun Wol untuk menemui raja, dia akan memberikan sumbangan sebesar 100.000 Nyang untuk pembangunan pagoda. Raja menatapnya dengan senang, Yun Wol adalah hambanya yang berani dan setia. Kemurahan hati Yun Wol tak akan pernah ia lupakan.

“Ketika pagoda selesai, semua orang akan melihat Kemuliaan Anda, Yang Mulia.” Ucap Yun Wol.



Sa Dam kembali, dia mengatakan pada Yun Wol kalau dia telah mendapatkan kepercayaan dari Raja maka mereka akan lebih mudah mendapatkan kekuasaan di Ibukota dan Maeranbang. Yun Wol terdiam tak merespon ucapan Sa Dam, pandangannya pun kosong.

“Apa yang kau pikirkan?”

Yun Wol masih terdiam, sampai akhirnya dia sadar kalau Sa Dam bertanya padanya. Ia pun mengelak dan pergi mendahului Sa Dam. Sedang Sa Dam sendiri, ia merasakan kejanggalan akan sikap Yun Wol.




Rin menemui Soo Ryun, keduanya pun minum teh bersama. Rin menanyakan mengenai hal apa yang Soo Ryun katakan pada Do Ha ketika keduanya bertemu kemarin malam. Soo Ryun mengaku kalau dia hanya memeperingatkan Do Ha yang berkerja bersama Rin untuk tak mengganggunya. Itu saja. kenapa kau menanyakannya?

“Tidak apa-apa. Kalau begitu, aku permisi.” Ucapnya.

“Pangeran.” Cegat Soo Ryun. “Di kerajaan ini, ada kelas-kelas sosial yang mengatur masyarakat kita. Tidak peduli seberapa banyak kau memperhatikan Do Ha. Kau tidak akan pernah bisa menghilangkan perbedaan kelas itu. akan ku pastikan kita akan menikah, tidak peduli apa pun yang terjadi. Kalaupun kau masih memiliki perasaan untuknya, aku tak akan mengusiknya.”

Rin tampak marah, dia menegaskan kalau ia akan mengurusi hidupnya sendiri.



Soo Ryun menatap sebuah boneka dengan sedihnya, rasa kesal pun juga muncul dalam raut tersebut. Soo Ryun meremas boneka yang ada dalam genggamannya.



Penjaga malam melakukan pertemuan, Sang Heon menunjukkan sebuah peta. Mereka harus menemukan Gumiho lalu menghancurkan ekor gumiho agar kekuatan transformatih Sa Dam menghilang. Dan mereka akan menemukan Do Ha yang palsu.

Rin meminta Sang Heon menunjukkan lokasinya. Sang Heon terdiam sejenak, penjaga malam yang terdahulu juga belum menemukan lokasinya. Lokasinya tersembunyi sehingga mereka harus menyiapkan senjata lebih banyak.




Ekor gumiho tergeletak disuatu tempat, Sa Dam mengambil ekor gumiho tersebut. Dia lebih dulu sudah menemukannya.

“Para penjaga malam tidak akan bisa menghancurkan kekuatan transformatif-ku.” Ucapnya licik.


****
Raja mengunjungi tempat pembangunan pagoda namun bangunan itu masih setengah jadi dan banyak pekerja yang tak datang. Rin menjelaskan kalau para pekerja sudah kelelahan bekerja semalaman. Raja menitahkan Rin untuk menyingkirkan para pekerja tersebut.

“Meskipun jika kita harus memaksa rakyat, Pagoda harus cepat diselesaikan. Jika kau terlambat sehari saja, aku akan menghukummu.” Perintah Raja tanpa mendengarkan alasan Rin. Ia pun pergi.



Rin berkata pada PM Soo Jong yang berjalan mengikuti Raja. Semakin tinggi pagoda maka akan semakin banyak rakyat yang kelelahan. Mereka harus mengubah perintah Raja. PM Soo Jong acuh saja dengan permintaan Rin, Rin sudah menjadi Penanggung jawab pembangunan pagoda maka dia harus percaya saja kalau dia bisa melakukannya.



Moo Seok menemui PM Soo Jong dikediamannya. Dia menanyakan mengenai kecelakaan yang dialami Raja. Akankah pamannya terlibat? Jelas saja PM Soo Jong murka karena pertanyaan Moo Seok yang seolah menuduhnya. Dia telah memberikan posisi untuk Moo Seok dikerajaan dan diharapkan bisa setia pada Raja.

“Kesetiaan saya tidak pernah goyah.”

“Para pengkhianat awalnya mengatakan hal seperti itu. Orang-orang yang membunuh dan mencelakai Raja pada awalnya mengaku hamba setia raja.”

“Jika Anda ingin menguji kesetiaan saya kepada raja, Anda bisa menggantikan tugas yang Anda berikan kepada saya. Lalu silahkan nilai sendiri kesetiaan saya.”

PM Soo Jong semakin murka, dia yang telah membesarkan Moo Seok namun sekarang Moo Seok malah mengancamnya. Moo Seok terdiam sambil meremas gagang pedangnya. Dia harap dugaanya juga salah, ia permisi.




Diluar, Soo Ryun telah menanti kehadiran Moo Seok. Tanpa basa – basi, dia memperingatkan Moo Seok untuk tak memfitnah dan mencemari nama baik ayahnya. Dia tak akan memaafkan Moo Seok kalau hal itu sampai terjadi.

Moo Seok terkejut akan peringatan Soo Ryun namun ketika dia akan berkata sesuatu, Soo Ryun sudah terburu pergi.


Moo Seok menghadap pada Raja, Raja meminta Moo Seok untuk memberitahukan siapa yang telah terlibat dalam kecelakaan yang menimpanya. Akankah Perdana Menteri atau Wolgang? Moo Seok belum tahu karena dia belum menemukan buktinya.

“Tidak ada bukti? Apa mungkin, kau bekerja sama dengan mereka? Ku dengar, kau dan Wolgang bermain-main dengan hantu hari ini. Apakah itu menyenangkan? Apakah menyenangkan sudah mengkhianati-ku dan bermain-main bersama Wolgang?!”

Moo Seok meminta Raja untuk memecatnya saja kalau sudah tak mempercayainya. Raja menganggap Moo Seok hanya mencoba menenangkan saja dengan kata – kata itu. Dia menyuruh Moo Seok keluar dan menemukan pelakunya. Moo Seok pun menuruti perintah tersebut, ia bangkit untuk pergi.

“Moo Seok –ah. Didunia ini, Aku lebih memercayaimu daripada orang lain.”



Rin berjalan berdampingan bersama Rang Yi, ia memijit kepalanya yang agak pusing. Rang Yi berkata kalau wajah Rin tampak pucat, Rin mengaku kalau ia pusing karena banyak masalah saja. Rang Yi mengajak Rin untuk keluar dari ibukota dan hidup di pedesaan saja. Rin bertanya, apakah Rang Yi akan membiarkan pelaku yang membunuh orang tuanya? Apa dia akan diam dan melupakan segalanya?

“Kenapa kau sangat terobsesi dengan balas dendam? Hiduplah dengan tenang.”

Kemarahan Rin mencuat, dia tak bisa memaafkannya begitu saja. Park Soo Jong telah membunuh ibunya. Raja telah berbohong pada Ayah dan Wanita itu... tak satupun diantara mereka yang akan ia maafkan.

Rin pun berjalan mendahului. Rang Yi hanya bisa menghela nafas akan keras kepalanya Rin.




Sang Heon tengah berjalan, dia mengeluarkan pedangnya namun entah apa yang terjadi membuat dadanya sakit. Dia merasakan hawa aneh, rupanya ini karena kehadiran Rang Yi.




Do Ha tidur bersama dengan Wolmae dan Do Ha palsu juga. Do Ha tampak sangat nyenyak sambil menggenggam gelang lonceng miliknya. Sedangkan Do Ha palsu, setelah menyadari kalau Wolmae dan Do Ha sudah pulas. Ia pun terbangun, ia tersenyum licik lalu meninggalkan keduanya.



Sang Heon memberikan hormatnya pada Rang Yi, Rang Yi mengungkapkan kalau dia ingin meminta bantuan Sang Heon. Dia sudah mencoba sendiri namun tak berhasil. Rin tak boleh menjadi seorang penjaga malam.

“Seseorang pada akhirnya akan menemui takdirnya sendiri. Takdir-nya terjadi melalui keputusannya sendiri, apakah dia mau menghadapinya atau tidak. Sama seperti Anda yang memutuskan untuk melindungi tubuh seorang anak kecil. Sama seperti Anda yang memutuskan untuk menyeberangi Sungai akhirat.”

Rang Yi tersentak, dia gelagapan karena Sang Heon mengenalinya.




Sang Heon menuju ke markas, dia menoleh mendengar suara sesuatu. Rupanya dia Do Ha yang tengah membuka tali yang mengikat tongkat milik Sa Dam. Do Ha beralasan kalau ia melakukan itu hanya untuk bertanya apa yang harus ia lakukan untuk memusnahkan tongkat tersebut.

Sang Heon berjalan menghampiri Do Ha, dia kan sebelumnya sudah memberitahukan kalau dia akan membawanya ke ibukota. Do Ha tersenyum karena melupakan hal itu.

“Jadi kau, Kau adalah Do Ha yang palsu.” Ucap Sang Heon tersenyum mengetahui kalau Do Ha yang ini adalah Do Ha palsu. Dia kemudian menyerang Do Ha palsu.



Do Ha palsu sigap bergerak lalu mengarahkan tongkatnya pada Sang Heon, sejenak pergerakan Sang Heon terhenti. Do Ha pun memukulkan ujung tongkatnya kearah dada Sang Heon. Seketika Sang Heon terduduk, dadanya amat nyeri.

Do Ha palsu tersenyum licik lalu menggunakan kesempatan ini untuk kabur.


Sa Gong yang mendengarkan keributan jadi turun, dia melihat Do Ha berlari namun Sang Heon terjatuh tak bisa menahan tubuhnya. Sa Gong jelas lebih mengkhawatirkan Sang Heon meskipun Sang Heon sudah memberitahukan kalau Do Ha yang itu adalah Do Ha palsu.

Sang Heon memegang dadanya yang mengeluarkan darah dan sepertinya semakin sakit hingga dia jatuh pingsan.



Wolmae merawat luka Sang Heon yang tak henti – hentinya mengeluarkan darah. Dia khawatir kalau Sang Heon sampai meninggal. Sang Heon menenangkan dan menggenggam tangan Wolmae, ia tak apa. Dia lalu mencoba untuk duduk, ia mengatakan kalau sudah berhasil menemukan Do Ha palsu. Sungguh melegakan.

Rin yang juga khawatir menatap Sang Heon dengan mata berkaca – kaca. Apa artinya bisa menemukan Do Ha palsu kalau Sang Heon saja terluka seperti itu.




Do Ha menemui Sang Heon dengan perasaan penuh bersalah, ditambah ketika harus melihat kondisi lemah Sang Heon. Sang Heon menyuruh Do Ha untuk tak menyalahkan dirinya, ini semua salah Sa Dam. Dia sungguh tak apa – apa.

Rin berkata kalau Do Ha palsu telah menyamar menjadi Do Ha, dia berjanji kalau ia akan menemukan Do Ha palsu tersebut.




Tongkat ular naga telah beralih tangan pada Sa Dam. Dia tertawa senang karena telah berhasil mendapatkan kembali tongkatnya.

“Aku akan mengambil tahta menggunakan kekuatan roh yang ada didalam tongkat ini.”

Yun Wol tengah menuliskan sesuatu. Namun tiba – tiba kepalanya menjadi pening.



Sebuah kilasan aneh terbayang dengan jelas diotaknya, Youn Ha pusing ketika seorang pria bertopeng menghentakkan tongkatnya membuat tanda dileher Youn Ha menyala. Lalu pria bertopeng tersebut kemudian menyuruh untuk melenyapkan Youn Ha. Youn Ha digantung dipohon kemudian pasukan tiba – tiba muncul.

Ada naga yang keluar namun seseorang memanahnya.





Bayangan random ini membuat Yun Wol semakin pening, dia menggeram mencoba melenyapkan nyeri tersebut.

Pelayan terkejut mendengar teriakan Yun Wol. Namun Yun Wol hanya meraba lehernya, dia tampak terkejut sekaligus marah. Tak ada tanda apapun dilehernya.


**** 



1 Response to "Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 18 – 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^