Sinopsis Iron Man Episode 9 – 1

Sinopsis Iron Man Episode 9 – 1
Hong Joo masih tertegun, dia belum bisa mencerna kejadian apa yang baru dilihatnya. Dia seperinya melihat Hyung –nya terbang? Dilangit. Apa dia sudah mati? Apa dia melihat hal itu karena dia sudah mati?

Hong Bin tak menanggapi rasa penasaran Hong Jo, dia bangkit dan memarahi Hong Joo yang sudah bersikap bodoh. Siapa yang menyuruhnya untuk bertindak ceroboh? Hong Joo tak boleh seperti itu. Hong Bin kesal bukan kepalang.



Hong Joo masih bingung, dia menjelaskan kalau sebenarnya ia tak berniat untuk bunuh diri. Sama sekali tak berniat melakukannya, dia hanya tak punya nyali untuk bertemu dengan ayahnya. Dia juga tak mau kalau harus pergi kuliah ke AS. Dia ingin membicarakan hal ini pada ayah tapi kalau dia ada didepan ayah, ia selalu mati kutu. Makannya dia men mencari keberanian disini.

“Sebenarnya, aku juga takut bicara padamu. Tapi, mungkin dalam situasi ini, kita bisa bicara.”

Hong Bin memilih berbalik untuk pergi. Hong Joo memanggilnya dan bertanya apakah Hyung –nya datang kesana dengan buru – buru karena mengkhawatirkannya? Menyelamatkanku?


Hong Bin kembali menghadap kearah Hong Joo. Hong Joo mengutarakan perasaanya yang juga merasa takut berhadapan dengan Hong Bin. Bukankah Hong Bin seringkali tak menganggapnya sebagai adik?

Hong Joo tak bisa lagi menahan air matanya, kesedihan karena kekangan dari sang Ayah tak bisa ia bendung lagi. apalagi, Hyung yang selama ini ia segani tak pernah mau menganggapnya. Tanpa kasih sayang dari sana – sini.

“Hyung, bagaimana kau bisa melakukan yang tadi itu? Terbang.” tanya Hong Joo masih penasaran.

Hong Bin tak berkata apapun, dia kembali berniat pergi. Hong Joo dengan canggung mengungkapkan rasa terimakasihnya.

“Kau tak mencoba untuk bunuh diri, 'kan?” tanya Hong Bin.
“Tidak.”

“Bahkan nanti, kau tak akan berpikiran untuk melakukannya, 'kan?”
“Tidak.”

Hong Bin pun kemudian mengajak Hong Joo untuk pulang. Hong Joo masih belum percaya, pulang bersama dengan Hyung? Dia boleh berada disampingnya?


Se Dong duduk diam tanpa kata. Sedangkan Seung Hwan mondar – mandir menanti jawaban dari telfonnnya. Rupanya, dia tengah menghubungi Sekretaris Ko untuk menanyakan bagaimana kondisi disana. Sekretaris Ko menyuruh Se Dong dan Seung Hwan untuk tak usah khawatir. Semuanya baik – baik saja.

Se Dong bangkit ketika Seung Hwan mendekat kearahnya, Seung Hwan memberitahukan kalau tak terjadi apapun dan semuanya baik – baik saja.

Seketika lutut Se Dong lemas, kepanikannya sedari tadi rupanya tak semenakutkan yang ia bayangkan. Karena saking kepikirannya, wajah Se Dong penuh dengan keringat dingin. Seung Hwan pun mengusapkan bajunya untuk mengelap wajah Se Dong.

Hong Bin mengantarkan Hong Joo ke sebuah apartemen. Dia menyuruh Hong Joo untuk segera masuk, namun Hong Joo masih memiliki sedikit unek – unek.

“Kau akan mendukungku, 'kan? Aku akan berani bicara pada ayah sekarang.”
Hong Bin benar – benar irit kata, bahkan dia tak mau membicarakannya lagi. dia menyuruh Hong Joo untuk segera masuk.

Se Dong berjalan dengan pandangan kosong, sepertinya kepanikan dan ketakutan yang tadi ia alami masih belum bisa hilang.

“Jangan keras kepala. Aku bisa mengantamu pulang, jangan pulang sendirian.” Ucap Seung Hwan yang sedari tadi mengikuti Se Dong.

Se Dong menolak tawaran Seung Hwan. Seung Hwan mengingatkan kalau Se Dong kan besok juga mau pindah rumah, sedangkan sekarang sudah hampir pagi. Masih dengan pandangan kosong dan sempoyongan, Se Dong menolak karena dia ingin pulang sendiri.

Se Dong benar – benar pulang sendiri, kejadian hari ini telah mengingatkannya pada kenangan masa lalu.


[FLASHBACK]

Se Dong sedang berada di tangga karena tengah menerima telefon.

“Aku akan menginap di perpus. Dan langsung ke sekolah besok. Jika kau tak dapat ranking, aku tak bisa masuk kuliah. Aku harus dapat beasiswa untuk lanjut kuliah.”

Se Dong berkata kalau dia tak akan bisa  fokus kalau ibunya menelfon. Ia pun kemudian mematikan telfonnya dan melanjutkan untuk belajar dengan rajin meskipun hari telah gelap.


[FLASHBACK END]

Se Dong masih terus berjalan dengan pandangan kosong, tangannya meremas telfonnya dengan takut. Matanya mulai tergenang air mata, “Haloo.... Halooo... halooo..” ucapnya berulang kali.

[FLASHBACK]
Se Dong belajar dengan serius tanpa menyadari kalau ponselnya terus bergetar. Sampai akhirnya, seorang murid yang tengah menaruh kepala di meja merasakan getaran ponsel Se Dong, ia menghampiri Se Dong dan memberitahukan kalau ponselnya bergetar.

Se Dong membuka ponsel tersebut, mengetahui kalau panggilan itu dari ibunya membuat Se Dong menghela nafas. Dia kemudian memilih untuk mematikan ponselnya.


Se Dong terus saja mengerjakan soal –nya sampai dengan nomor terakhir. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Se Dong telah mempersiapkan peralatan gosok giginya dan kembali meraih ponsel. Dia menelfon ayahnya untuk memberitahukan kalau dia dapat nilai sempurna dalam ujian.

“Apa? Apa kata ayah? Apa yang terjadi apa ibu?” tanya Se Dong pada ayahnya. Seketika tangan Se Dong lemas, dia diam menerima sebuah keterkejutan.


[FLASHBACK END]

Se Dong terus saja mengulang – ulang kata Halo. Wajahnya penuh ketakutan dengan keringat dingin bercucuran diwajahnya. Tak tahan lagi dengan rasa takut –nya, Se Dong pingsan ditengah jalan.

Hong Bin dalam perjalanan pulang namun tampaknya mood Hong Bin tidaklah terlalu bagus. Aku rasa, dia masih teringat akan nasib Hong Joo. Dia bisa melihat sosoknya dalam diri Hong Joo juga, yang dikekang dan tak boleh berekspresi sesuai keinginannya sendiri.

Dia merasa udaranya begitu pengap, ia menyuruh Sekretaris Ko untuk menurunkan kaca jendelanya.


Seung Hwan berlari dengan tergopoh – gopoh ketika menemukan Se Dong sudah tergeletak di tanah. Dia kebingungan sampai akhirnya memutuskan untuk menggendong Se Dong.

“Ibuku jatuh pingsan. Jika saja aku menerima panggilannya. Jika saja aku pulang. Jika saja dia dioperasi, dia masih bisa selamat.” Sesal Se Dong.

Seung Hwan ikut iba mendengar penuturan Se Dong, ia menyuruh Se Dong untuk tenang.

“Aku menganggapnya gangguan.” Lanjut Se Dong. “Aku harus belajar untuk ujian. Ibu terus saja meneleponku untuk mengingatkan untuk makan. Aku kesal dia terus saja meneleponku. Aku harus konsentrasi belajar. Hanya karena aku mau masuk kuliah. Dan aku menonaktifkan ponselku. Aku tak mau ditelepon lagi olehnya. Semuanya pasti tak begini jika aku mengangkatnya. Aku bisa berlari ke rumah kurang dari semenit. Aku hanya harus mengangkat teleponnya, Hanya perlu mengatakan, Halo?”

Seung Hwan tak bisa berkata apa – apa lagi, dia mendiamkan Se Dong yang masih terus bergumam. Halo... Halo... Halo...


Sekretaris Ko menepikan mobilnya disuatu tempat, Hong Bin berkata kalau dia telah melakukannya lagi. Sekretaris Ko jelas kebingungan, tak mengerti maksud Hong Bin.

Hong Bin berjalan mendekati Sekretaris Ko dengan serius, dia menarik dasi Sekretaris Ko dan dengan entengnya mengangkat Sekretaris Ko lalu melemparnya ke langit. Konyolnya, tubuh Sekretaris Ko melayang jauuuh sekali.





Tubuh Sekretaris Ko bisa mendarat dengan mulus disemak ilalang. Dia berjalan mencari jalan keluar dan rupanya itu semak ilalang yang terletak dihalaman rumah Hong Bin. Ia tampak kebingungan karena posisi jatuhnya benar – benar pas dirumah.

Tanpa sengaja, ia mendengar si penjaga kebun tengah berbicara dengan seseorang lewat telefon. Entahlah maksudnya, intinya penjaga kebun tersebut tengah mengincar sebuah amplop yang terdapat didalam tas dan ia harus mengambilnya lalu menyerahkan pada Ketua.


Sekretaris Ko masih terdiam bingung sampai akhirnya ponsel berdering. Panggilan dari Kamar Hong Bin, Hong Bin tanpa basa – basi menyuruh Sekretaris Ko untuk mengambil mobilnya yang ia tinggal. Ia tadi pulang dengan berlari dan ponselnya pun menghilang terlepar bersama Sekretaris Ko. Dia harus mencarinya.

Hong Bin mengakhiri panggilannya. Dia masih penasaran, sekarang ia menjajal kemampuannya pada telfon yang tadi ia gunakan. Ia meremas telfon itu hingga menjadi serpihan – serpihan karena kekuatan Hong Bin.


Hong Bin sekarang teringat dengan Se Dong yang memutuskannya meskipun ia telah memohon agar dimaafkan. Dia mencoba melupakan kejadian itu tapi malah terngiang jelas dipikirannya. Hong Bin jumpalitan ga jelas, kesana kemari tapi tetap saja pikirannya hanya tertuju pada Se Dong.

Hong Bin memutuskan untuk menulis sesuatu, dia duduk sambil mengingat kembali kenangan indah yang pernah ia toreh bersama dengan Se Dong. Mulai dari ciuman di rooftop, ketika mereka naik bus bareng. Mengingat senyum Se Dong saja sudah mampu membuatnya tersipu apalagi ketika membaca ulang surat yang telah tulis. Ini membuatnya malu – malu gimanaa.



Hong Bin penasaran, ia kembali ingin mencoba menghancurkan benda – benda miliknya. Dia meremas asbak, telefon, benda ini dan itu tapi sayangnya kekuatan Hong Bin telah mereda. Hong Bin punya ide, dia berlari menuju ke pintu kamarnya. Dia ambil ancang – ancang untuk menendang pintu namun hasilnya nihil dan hanya mampu membuat Hong Bin meringis kesakitan. Kakinya nyeri.


Sekretaris Ko harus bersusah payah mengayuh sepeda menuju ke tempat mobil. dia pun kemudian meletakkan sepedanya kedalam bagasi, dia tak sengaja melihat sesuatu yang aneh di semak – semak. Semak disana terlihat membentuk sebuah jalur yang bisa kita tebak itu adalah jalur tempat larinya Hong Bin.

Sekretaris Ko melongo membayangkan bagaimana cepat Tuannya berlari.




Di pinggir jalan, ada dua orang pria yang tengah mabuk berat. Salah seorang merasa kalau ada seseorang yang menyambar kepalanya. Dan sekarang, wig –nya. wig –nya menghilang.

“Aku sudah sering mabuk selama 30 tahun tapi kalau seperti ini baru pertama kali ia mengalaminya. Ada yang aneh tadi. Dia bahkan menamparku.”

Sekretaris Ko yang berada dalam mobil memperhatikan mereka. Dia penasaran juga apa yang terjadi.


Sekretaris Ko menuju ke kamar Hong Bin, dia bingung apakah akan mengetuknya atau meminta izin. Ia pun kemudian meminta izin pada Hong Bin, Sekretaris Ko masuk dan langsung mengutarakan apa yang akan ia katakan.

“Perwakilan Joo, Sepertinya, mulai sekarang anda harus mulai berhati- hati. Mulai banyak orang yang berpikir, mereka melihat orang aneh. Dan jika sampai ada yang terluka. Dan jika anda sampai terluka. Itulah kenapa aku menyarankan anda. Anda anda aku harus...” ucap Sekretaris Ko terhenti karena Hong Bin sama sekali tak merespon. Ia menuju ke tempat Hong Bin duduk memunggunginya. Jelas sajalah dia diam, Hong Bin tidur sambil duduk.


****



2 Responses to "Sinopsis Iron Man Episode 9 – 1"

  1. Eonni fighting yaa....and gomawoyo sinopnya....lanjut dong part 2 nya :)

    ReplyDelete
  2. Ditunggu part2nyaa eonni.. Fighting (ง'̀д'́)ง

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^