Sinopsis Iron Man Episode 7 – 1

Sinopsis Iron Man Episode 7 – 1 
Se Dong memanggil Sekretaris Ko yang sudah basah kuyup karena hujan yang begitu deras. Sekretaris Ko terkejut mendapati kehadiran Se Dong, apa yang tengah kau lakukan?

Se Dong berkata kalau dia hanya ingin mengembalikan Ponsel Perwakilan Joo. Sekretaris Ko tak perduli, dia tetap menyuruh Se Dong untuk pulang. Ia pun kemudian berlari dan dengan panik memanggil – manggil Hong Bin.

Se Dong yang melihat sikap Sekretaris Ko hanya bisa melongo sekaligus penasaran, ia pun kemudian mengikuti Sekretaris Ko.




Hong Bin tersenyum puas dengan kemampuannya dan bisa menaiki gedung yang menjulang tinggi. Ditengah guyuran hujan, Hong Bin tetap mampu menaiki gedung tersebut dengan menggunakan pisau yang muncul di lengannya.

Sampai diatas gedung, petir menyambar – nyambar dan mengenai tubuh Hong Bin. Seolah kekuatan yang ada di petir tersebut merasuk dalam tubuh Hong Bin. Dan Hong Bin memantulkan kekuatan petir itu, menciptakan cahaya yang membias keudara dan terciptalah kembang api ditengah derasnya hujan kali ini.




Se Dong yang tengah berada diluar melihat kembang api tersebut dengan takjub. Woow, kembang api ditengah guyuran hujan.


Jang Won yang sekarang tengah bersama dengan Chang teringat akan nasehat Pelayan Yoon untuk mendekati Chang secara perlahan. Kalau terlalu terburu – buru maka Ayah Chang akan murka, tapi kalau dia sudah dekat maka Chang dengan alami akan mendekatinya.

Keduanya sama – sama canggung dan hanya larak – lirikan sampai akhirnya Chang mengeluarkan mainannya. Jang Won tanya berapa tinggi Chang?

“4 kaki.”

“Berapa berat badan?”

“48 pon.”

“Kau sudah menguasai membaca dan menulis?”

Chang sedikit tak mengerti, apa arti dari menguasai? Jang Won mengingat pada Chang untuk berkata lebih sopan pada orang tua. Chang belum bisa mengerti, sekali lagi dia bertanya apa itu makna dari menguasai?

“Artinya pintar. Kau harus berbicara seperti orang dewasa. Aku tadi bertanya, apakah kau sudah pintar membaca dan menulis?”




Chang beringsut kearah Jang Won lalu menulis dengan jari di paha Jang Won. Dia menulis David Chang dengan lancar. Setelah melakukan itu, Chang pun kembali duduk ditempatnya. Jang Won mengerti, dia menyarankan pada Chang untuk berlatih tulisan korea juga.

Jang Won pun menatap Chang yang tengah bermain, entah pandangan sayang atau apalah itu.



Se Dong duduk termenung menatap tetes – tetes air yang bocor dalam rumahnya. Ia kemudian menatap dua buah ponsel yang tergeletak di atas meja, sedikit menghela nafas melihat dua ponsel tersebut.



Hong Bin ke rumahnya dengan pakaian penuh lubang, dia kemudian membuka foto Tae Hee yang dibawanya dari kampung Ayah Tae Hee. Dia menatapnya penuh kenangan dan kepedihan. Sekretaris Ko datang menemui Hong Bin, aku....

“Jangan biarkan ayah dekat- dekat denganku.” Potong Hong Bin. “Aku tak tahu apakah aku bisa mengendalikan diriku. Bagaimana jika aku tak bisa mengendalikan diriku dan sesuatu yang buruk terjadi pada ayahku? Bagaimanapun dia, Aku tak bisa melukainya. Jadi, Jika aku bersikeras untuk menemuinya, halangi aku. Walaupun harus membunuhku. Ja Kyung, Aneh yah. Aku adalah monster. Tapi, rasanya lumayan.” Perintah Hong Bin.

Sekretaris Ko Ja Kyung tak bisa berkata apa – apa lagi, dia memilih meninggalkan Hong Bin yang sepertinya masih agak terkejut juga mendapati fakta ini.




****
Pagi – pagi, Pelayan Yoon sudah ngedumel saat harus menaiki tangga menuju kamar Hong Bin. Namun dia senang karena Mood tuannya yang sering berubah – ubah sekarang sudah lebih tenang. Dia bertanya pada Sekretaris Ko yang berjaga didepan kamar Hong Bin, Sudah berapa lama sekarang? Sudah beberapa hari Hong Bin tak makan dan hanya minum saja. Dia membuatnya khawatir, dia masih hidup, kan?
“Tentu saja.” jawab Sekretaris Ko.

Pelayan Yoon menyuruh Sekretaris Ko agar memberitahunya kalau Hong Bin ingin makan sesuatu.



Pelayan Yoon pergi namun baru beberapa langkah, dia kembali berbalik dan berbisik pada Sekretaris Ko. Apakah ada wanita di dalam kamarnya?

Sekretaris Ko terkejut mendapat pertanyaan seperti itu. Pelayan Yoon heran kenapa dia begitu terkejut? Ia khawatir karena sudah begitu lama Hong Bin tak berhubungan dengan wanita. Kalau memang ada, dia dengan senang hati melayaninya. “Apa dia orangnya? Son Se Dong?”

Sekretaris Ko mengakhiri saja pembicaraan Pelayan Yoon yang mulai ngelantur.



Hong Bin memanggil Sekretaris Ko, Sekretaris Ko pun memasuk kamarnya dan menemukan kamar tersebut berantakan. Kaca – kaca pecah, barang rusak disana – sini. Hong Bin memejamkan mata dengan tanpa pakaian yang ia kenakan. Dia menyuruh Sekretaris Ko untuk memakaikan ia baju. Namun Sekretaris Ko masih terdiam cengo.

“Kau tuli, ya?”

Sekretaris Ko menuju ke lemari pakaian tapi sudah tak ada satupun pakaian yang masih betul tersimpan didalamnya.

“Aku sudah merusak semuanya, tapi, aku tak pernah menyentuh lacinya.” Ucap Hong Bin.



 Scene berpindah ke jalanan, Sekretaris Ko bersiap dalam mobilnya sedangkan Hong Bin melakukan ancang – ancang untuk berlari. Sekretaris Ko mulai untuk menaris gas dan melajukan mobil mendahului Hong Bin. Hong Bin tersenyum membuarkan Sekretaris Ko memimpin kemudian ia pun mulai menunjukkan kemampuannya yang sebenarnya.

Dia berlari kencang bahkan mendahului Sekretaris Ko.



Sekretaris Ko terbengong saat Hong Bin sudah melewatinya namun ketika ia menghadap kaca spion, nampak ada Hong Bin disana. tapi selang beberapa detik, Hong Bin sudah tak tampak dikaca spion. Sekretaris Ko celingukan mencari Hong Bin dan begitu terkejut ketika sesuatu menghantam mobilnya.

Rupanya Hong Bin melompat dan sekarang berjongkok didepan mobil.



Sekretaris Ko keluar dari dalam mobil. Hong Bin kemudian menunjukkan telapak tangannya dihadapan Sekretaris Ko, lalu ia letakkan tangan itu ke mobil. Seketika mobil tersebut penyok karena efek dari tangan Hong Bin.

“Ini adalah aliran petir. Aku akan bersiap jika aku berubah lagi nanti saat hujan.” Jelas Hong Bin seraya memegang pundak Sekretaris Ko. Sebenarnya Hong Bin memegang biasa saja, namun sepertinya Sekretaris Ko mengalami keretakan di pundaknya. Hong Bin heran menatap ekspresi Sekretaris Ko yang seperti itu.

“Kau kenapa? Kau tak suka karena aku adalah mosnter. Kenapa dengan wajahmu itu?”

“Mungkin lenganku patah.”




Hong Bin mencoba membantu mengembalikan tangan Sekretaris Ko namun malah dia semakin kesakitan karena pundak kirinya juga dipegang oleh Hong Bin.

Hong Bin mendengus karena bau sesuatu, ia mencium bau Son Se Dong dalam radius 1 KM. Ia pun kemudian mengikuti indra penciumannya untuk menemukan Se Dong. Sekretaris Ko penasaran dan ikut – ikutan saja mencari bau tersebut, namun untuk ukuran hidung normal. Sekretaris Ko tak bisa merasakan apapun.




Se Dong mentraktir rekan – rekannya yang lain dengan minuman, mereka sangat berterimakasih karena Se Dong telah memberikan mereka minuman yang paling mahal disana. namun ketika menatap meja Kim Seok Goo dan Oh Joon Sik penuh akan makanan. Mereka berjanji kalau seandainya telah gajian akan memenuhi meja mereka dengan makanan juga.

“Oh ya. Bagaimana dengan rumahmu? Atapnya bocor, 'kan?” tanya Seung Hwan.

Se Dong berkata kalau dia telah memberitahukan pemilik kost untuk memperbaikinya tapi malah dia disuruh pindah. Jadi kalau dia sudah mendapatkan tempat, ia meminta bantuan mereka untuk mengangkut barang – barang.



Rekan – rekannya yang lain berdiri tertegun, dengan alaminya mereka memberikan hormat pada seseorang yang berdiri dibalik kaca. Se Dong yang tadinya sedang minum pun ikut menatap apa yang anak – anak tatap, ia baru sadar kalau Hong Bin tengah berkacak pinggang memperhatikannya.

Seok Goo dan Joon Sik yang juga melihat kehadiran Hong Bin segera berlari keluar cafe untuk memberikan penghormatan namun tak mendapat perhatian dari Hong Bin. Hong Bin hanya menatap tajam kearah Se Dong, kemudian ia mengedikkan jarinya agar Se Dong segera keluar dari cafe.

Se Dong agak terkejut tapi bagaimanapun dia harus tetap mematuhi perinta boss –nya.



Seung Hwan duduk dengan sedih sekaligus kesal, gebetannya di gebet sama manusia ketceh nan kaya. Seok Goo dan Joon Sik masuk kembali ke dalam cafe, mereka menyindir nasib malang Seung Hwan. Seung Hwan jelas ga terima dengan sikap mereka, dia menyerang Seok Goo dan menindihnya.

Cafe menjadi ribut, tak hanya diam hingga yang lain pun ikut menyerang. Hahaha.




Se Dong dan Hong Bin sudah berada dalam mobil, namun tujuan Hong Bin tak jelas. Ia bertanya kemana mereka akan pergi? Hong Bin diam tak menjawab dan hanya memejamkan mata menikmati aroma Se Dong.
“Pak, kemana kita akan pergi?”

“Kemana saja.” jawab Hong Bin asal.

Se Dong kesal karena mereka tak tentu arah tapi mengajaknya, dia meminta untuk diturunkan saja. Hong Bin mengingatkan kalau Se Dong kan katanya akan bertemu dengan Chang 3 kali sehari. Hong Bin berbicara masih dengan mata terpenjam, Se Dong menjelaskan kenapa sekarang ia tak mau datang lagi. Banyak gosip tentangnya lagipula banyak staff rumah sakit yang bisa merawat Chang.

Se Dong menoleh dan terkejut karena wajah Hong Bin sudah persis didepan wajahnya sambil terpejam. Jelas saja Se Dong ngeri dengan tingkah Hong Bin, ia menyuruh Sekretaris Ko untuk menurunkannya.




Se Dong segera berlari meninggalkan mobil Hong Bin tapi Hong Bin jelas ga mau ketinggalan Se Dong kan, dia berlari mengejarnya. Mereka harus bicara karena ada sesuatu yang harus ia beritahu, Se Dong mengerti tapi dia meminta Hong Bin untuk mendekatinya. Dia membuat jarak antara keduanya.

Se Dong berkata kalau dia senang karena Chang menyukainya dan ia pun juga menyukai Chang. Tapi ia rasa sudah tak ada tempat lagi diantara Hong Bin dan Chang. Dengan adanya dia sudah tak mungkin bisa menyatukan Chang dan Hong Bin.

“Siapa yang mengatakan itu? Pelayan Yoon?”

Yang jelas memang Chang dan Hong Bin tak bisa bersatu bahkan Chang tak berani memberitahukan apapun pada Hong Bin. “Ditaman hiburan dia....”

Hong Bin penasaran dan menyuruh Se Dong memberitahunya. Se Dong tak mau, dia menyuruhnya untuk bertanya sendiri. kemarin Hong Bin sudah membuat Chang takut dengan meneriakinya. Se Dong pun permisi.




Hong Bin menyuruh Se Dong yang pergi untuk kembali, dia belum menyuruhnya pergi. Se Dong berbalik dengan kesalnya,

“Yang lebih pentingnya lagi, Karena kita sering bertemu karena Chang. Banyak gosip yang beredar di kantor. Mereka bilang, aku menggodamu dengan kecantikanku. Dan kau menerimaku bekerja, hanya karena aku merayumu. Aku dan timku merasang sangat terhina. Jadi, mulai sekarang...”

Hong Bin yang sedari tadi menahan tawa sudah tak bisa lagi, dia tertawa terbahak – bahak dihadapan Se Dong. “Apa tadi? Kecantikanmu? Harusnya kau menggunakan kata- kata itu untuk mendeskripsikan orang yang cantik. Bukannya mendeskripsikan dirimu sendiri.”

Hong Bin semakin kencang saja tertawa, baginya Se Dong itu tak cantik. Dia wajah Lalu alias jelek. Hahaha.




Se Dong sedih dikatai seperti itu, dia memilih pergi saja lah. Namun tak disangka, gerobak sampah yang tengah diparkir oleh pemulung menggelinding. Se Dong panik tapi bukannya menghindar, dia malah menghalangi gerobak tersebut.

Hong Bin sigap menari tubuh Se Dong sebelum gerobaknya menubruk tubuh Se Dong.

“Orang bodoh macam apa yang mau menahan gerobak itu?”


Se Dong tak perduli dan berusaha mengejarnya. Hong Bin tak mau Se Dong terluka, dia mengejarnya lalu menarik tubuh Se Dong. Hong Bin menutup mata Se Dong daaannnn.....?




**** 

5 Responses to "Sinopsis Iron Man Episode 7 – 1"

  1. gomawo eonnie... di lanjut part 2 nya fighting...

    ReplyDelete
  2. Wow..
    Ditunggu part2 nya.. Kamshahamnida ^^ (ง'̀д'́)ง

    ReplyDelete
  3. Wahh motong part 1 bikin penasaran.,dannnn apa lanjutannya? :-D gomawo

    ReplyDelete
  4. Ep 7 so sweet .. nga sabar sama ep 8... ditunggu part 2 nya ... gomawo

    ReplyDelete
  5. Entah kenapa gak sukaa lee dong wook disinii. Mungkin, karena pasangannya yg gak tepat. Emang gak ada cewek lain yg bs jd lead femalenya apa ya??

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^