Sinopsis High School: Love On Episode 11 – 2

Sinopsis High School: Love On Episode 11 – 2
Sung Yeol membawa Seul Bi pergi, dia yakin kalau semua ini hanyalah salah paham. Seul Bi pun juga tahu akan hal itu, di dalam drama salah paham memang selalu menjadi masalahnya. Jadi dia tak mau hal seperti itu terjadi. Seul Bi pun meninggalkan Sung Yeol yang diam terpaku.

“Sebegitu percayanya kau pada Woo Hyun? Tak ada ruang tersisa untukku?” desis Sung Yeol sedih.


Ye Na berjalan pulang dengan perasaan sedih, tak sengaja dalam perjalanan dia melihat sosok Yi Da Yool yang berjalan menuju ke tempat karaoke.

“Yi Da Yool?” Ye Na kurang yakin.


Woo Hyun dan Seul Bi sama – sama agak canggung karena kejadian barusan.

“Seul Bi, bukan begitu.” Ucap Woo Hyun ragu. “Hei! Bukannya kita bilang akan saling percaya apapun yang terjadi?”

Seul Bi tak balik bertanya, bukankah dia tak mengatakan apapun. Namun bagi Woo Hyun, tatapan mata Seul Bi menunjukkan rasa tak percaya. Seul Bi mengelak, hanya saja dia tengah dalam mood buruk. Dia dengan ketus berjalan pergi meninggalkan Woo Hyun.

Woo Hyun heran tapi sesaat kemudian tersenyum, dia sadar kalau Seul Bi cemburu. Haha. Lucu juga.


Woo Hyun kekamar mandi, dia kesal dengan sikap kekanak – kanakan Sung Yeol yang meletakkan sikat giginya berjauhan dengan milik Seul Bi dan meletakkan miliknya sendiri dengan sikat gigi Seul Bi. Woo Hyun mengembalikan sikat giginya ketempat semula, dia pun berniat membuang sikat gigi Sung Yeol ke kloset tapi dia agak kasian juga. Ia pun meletakkan sikat gigi itu diatas cermin.

“Dia nggak tahu sesuatu mengenai Seul Bi kan?” gumam Woo Hyun.


Woo Hyun kembali ke kamarnya dimana disana ada Sung Yeol yang ia anggap sebagai Moo Seok. Dia heran kenapa Sung Yeol pergi kesana? Sung Yeol beranggapan agar mereka bisa memiliki kesempatan yang sama.

“Kaupikir Seul Bi akan menyukaimu hanya karena kau-------“

“Kau nggak akan pernah tahu kalau belum mencoba.” Potong Sung Yeol.

Woo Hyun sudah tahu kalau dirinya dan Sung Yeol memang tidaklah cocok. Woo Hyun terdiam, dia terkejut apakah sekarang Sung Yeol sedang membuat pengakuan pada Seul Bi? Kenapa Seul Bi sih? Padahalkan masih banyak wanita yang menyukai Sung Yeol. Tapi bagi Sung Yeol, hanyalah Seul Bi yang ia suka.

“Dia itu selalu usil. Pikirannya banyak yang konyol. dan selalu membuat dirinya dalam masalah. Dia makannya banyak!”

“Kalau gitu kau menyerah!” sergah Sung Yeol.

“Biar kuselesaikan. Meski begitu, dia akan jadi milikku. Kau menyerah saja padaku.” Pinta Woo Hyun.

Namun Sung Yeol tetaplah ingin mempertahankan cintanya, dia mengajak Woo Hyun untuk mempertaruhkannya sampai akhir. Woo Hyun bertanya, bukankah Sung Yeol sudah memiliki Ayah dan Ibu. Sung Yeol kesal karena mereka harus mengikutkan mereka.

“Aku hanya punya Seul Bi. Aku ingin kau tetap jadi temanku.” Ucap Woo Hyun membuat Sung Yeol terdiam iba.


Woo Hyun memegangi kalung pemberian dari ibunya, Sung Yeol bangkit dengan heran.

“Apa Seul Bi memberikan kalung itu padamu?”

Woo Hyun membenarkan, Seul Bi lah yang mengembalikan kalung pemberian mamanya ketika hilang. Dia memiliki kuncinya dan ibunya memiliki kalung berbandul gemboknya. Woo Hyun tersenyum konyol, sedangkan Sung Yeol tampak kecewa karena Seul Bi berbohong tentang kalung itu.

Woo Hyun mematikan lampunya karena mau tidur. Tapi Sung Yeol tak terima, dia kan sedang belajar.

“Sana pulang belajar!” suruh Woo Hyun sambil mematikan lampunya lagi.

“Kusarankan kau datang ke rumahku.” Balas Sung Yeol seraya menyalakannya lagi. Woo Hyun pun kalah debat, ia hanya bisa mendengus dan mencoba tetap tidur.



Sung Yeol masih membaca buku ketika Woo Hyun terlelap, dia bangkit lalu membenarkan posisi selimut Woo Hyun yang tersingkap.

Sung Yeol tak bisa tidur, ia memilih untuk duduk diruang bawah. Seul Bi yang berniat ke dapur jadi canggung karena harus berhadapan dengan Sung Yeol sendirian. Sung Yeol cukup kecewa dengan sikap Seul Bi yang seolah menghindarinya.

“Sungguh hari yang berat untukku. Aku harus pura-pura tak melihatmu. Tak tersenyum saat kau senyum padaku. Kupikir tubuhku akan lemah. Tak semudah yang kupikirkan. Memalingkan pandangan jauh darimu.”

Seul Bi mengatakan kalau ada peribahasa cinta manusia akan berubah. Tapi dia tak akan berubah, jadi dia hanya meminta Sung Yeol agar tak menantinya. Sung Yeol adalah teman baiknya dan Woo Hyun.

“Teman... Aku nggak tahu kalau kata itu ternyata menyakitkan.” Tutur Sung Yeol.


****
Pak Yoon merobek – robek surat pengunduran diri yang dibuat oleh Bu An Ji Hye. Dia tak habis pikir kenapa Bu Ji Hye tiba – tiba ingin pindah?

“Kenapa semua orang tak bertanggung jawab? Lumayan susah tanpa Kwang Shik di sini! Siapa yang akan mendisiplinkan anak-anak? Oh ya! Aku! Kenapa? Karena aku Superman, Batman, Aquaman, Iron Man! Akan kulakukan!” ucap Pak Yoon panjang lebar tanpa titik koma.

Pak Yoon yang kesal memilih meninggalkan Ji Hye. Sedangkan Ji Hye tampak tak enak hati juga, dia menghela nafas panjang. Ia berniat untuk pergi namun ia dikejutkan dengan Sung Yeol yang rupanya sudah berdiri dibelakangnya sejak tadi.


Keduanya pun duduk dibangku sekolah, karena suasana canggung Ji Hye mengomentari Sung Yeol yang tempak lelah. Sung Yeol bertanya apakah Ji Hye pindah karena dia? Ji Hye menggeleng. Malahan Ji Hye merasa Sung Yeol lah yang merasa tak nyaman kalau ada dia.

“Kalau memang karena aku, jangan pindah. Sebaliknya, aku saja yang pindah. Aku tak suka sekolah ini lagi.”

Ji Hye terhenyak, kenapa tiba – tiba? Apa karena Seu Bi?

“Karena aku merasa menyesal sudah menyukai seseorang. Karena terlalu berat beban bagi orang yang tak bisa balik menyukai.” Ucap Sung Yeol tertunduk. Ji Hye meraih tangan Sung Yeol, dia menggenggamnya dengan hangat dan sangat berharap kalau Sung Yeol akan tetap baik – baik saja.

Jae Suk dan Geng-nya mengerjai anak cupu teman Chun Sik. Mereka menyuruh anak tersebut untuk menari dihadapan teman – temannya.

“Chun Shik! Dengar ya!” teriak Tae Ho pada Chun Sik yang pura – pura tak memperhatikan. Chun Sik menunduk kasian tapi juga ragu untuk membantu temannya. Ia pun mendekati mereka, dengan kaku dia ikut menari bersama dengan temannya tersebut. Jae Suk terkejut karena Chun Sik mau membela temannya.

“Memalukan sekali.” Ejek Da Yool membuat Jae Suk makin kesal.



Woo Hyun masuk ke kelas, dia mengira kalau sekarang ini adalah waktunya dance. Dia girang lalu melakukan sedikit atraksi dance kemudian menunjuk Ki Soo agar melanjutkannya. Ki Soo dance seperti cacing kepanasan, dia kemudian menunjuk Suk Hoon. Bahkan Suk Hoon si anak rajin pun mau mengikuti dance mereka. Da Yool juga tanpa malu mau ikut dance.

Mereka semua menari dengan gembira kecuali Jae Suk dan geng –nya yang merasa dongkol. Niat ngerjain malah jadi seru gitu.





Tae Ho kesal Woo Hyun juga ternyata bisa dance juga. Byung Wook tahu kalau kelemahan Woo Hyun adalah Lee Seul Bi. Tae Ho kembali pada tebakannya bahwa Seul Bi pasti melakukan teleportasi. Byung Wook sih tak percaya sama sekali dengan hal macam itu tapi dia hanya merasa kalau tatapan Seul Bi itu aneh.

“Kita harus memastikannya.” Ucap Jae Suk yang datang. Jelas perkataanya membuat Tae Ho dan Byung Wook tertegun.


“Apa audisimu lancar?” tanya Ye Na pada Da Yool.

“Kau pikir aku payah? Teman-teman pada menjauhimu sekarang.”

Ye Na merasa kalau Da Yool berkata dengan gaya seperti itu maka akan membuatnya jadi canggung. Ye Na mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Da Yool yang akan masuk ke sebuah tempat karaoke. Dia tak menyangka kalau tempat audisi Da Yool ditempat seperti itu.


Ye Na seolah merasa menang, ia pun kemudian permisi untuk pergi ke klub buku. Da Yoon masih terkejut, apa yang Ye Na inginkan?



Ye Na melakukan introgasi bersama dengan Pak Yoon. Pak Yoon bertanya apakah ada yang berkelahi? Ye Na menjawab tak ada. Lalu Pak Yoon menanyakan apakah ada lagi yang berpacaran selain Seul Bi dan Woo Hyun?

Ye Na kesal karena menurutnya Woo Hyun dan Seul Bi tak pacaran. Pak Yoon yakin kok kalau mereka pacaran, Woo Hyun bahkan menulis puisi Khusus Heonjeong untuk Seul Bi.

“Single (hanjang)? Siapa?”

“Heonjeong! Heonjeong! Bukan hanjang!” kesal Pak Yoon. “Ada yang lain?”

Ye Na mengadu kalau ada rumor bahwa ada anak yang pergi ke tempat aneh. Pak Yoon meminta penjelasan lebih rinci tapi Ye Na menolak. Dia belum bisa memberitahukannya sekarang.

Sung Yeol, Woo Hyun dan Seul Bi pulang bersama. Seul Bi menerima pesan dari Sung Gook kalau hari ini ada pertemuan, bagi yang tak datang maka akan dikenakan denda. Tak apa jika memang terlambat, di Haneul Hall jam 6.

Seul Bi memberitahukan pada Woo Hyun kalau dia harus pergi. Woo Hyun ingin ikut tapi Seul Bi menolak. Woo Hyun mendengus harus berdua lagi dengan Sung Yeol.

Selepas kepergia ketiganya, Jae Suk dan gengnya muncul dengan wajah – wajah mencurigakan.


Woo Hyun menjampi – jampi ponselnya menantikan pesan dari seseorang yang kemungkinan Seul Bi. Sedangkan Sung Yeol sudah mengepak barangnya, dia akan pergi. Woo Hyun senang melihat Sung Yeol yang akan pulang, kata Miss Gong tidur dirumah sendiri itu lebih enak.

“Aku akan sering datang untuk makan dan aku akan tidur kapanpun aku mau. Tetap waspada.”

“Memangnya ini penginapan?” ucap Woo Hyun seraya mendorong Sung Yeol untuk segera pergi.


Seul Bi mencari – cari tempat rapatnya. Trio usil rupanya masih mengikuti Seul Bi. Seul Bi juga beberapa kali merasa diikuti tapi saat menengok mereka segera bersembunyi.

Seul Bi berhasil menemukan keberadaa Sung Gook, Sung Gook memberitahukan kalau dia harus sering – sering berpindah tempat karena ada banyak orang yang mengikuti Seul Bi. Seul Bi tanya, apakah boleh kalau ada manusia yang mengenali identitas mereka yang sebenarnya?

“Tak bisa kutegaskan, tapi ini lebih dari cukup. Kau tak boleh ketahuan. Jangan pernah mengaku. Pura-puralah bodoh kalau memang harus.”

“Anda yang menyelamatkanku saat di sekolah?”

Sung Gook membenarkan, karena memang Seul Bi masih dalam pengawasan khusus.


Seul Bi agak khawatir dan melirik kesekitar mereka. Sung Gook mengerti akan gelagat Seul Bi, dia memberitahukan kalau semua yang ada direstoran adalah para malaikat yang juga berubah menjadi manusia. Tanda di pergelangan tangan menunjukkan waktu mereka di dunia. Tanda tersebut hanya terlihat oleh Seul Bi, Seul Bi juga akan memilikinya tapi agak berbeda. Manusia akan bisa melihat tanda milik Seul Bi.

“Aku juga akan punya? Tapi kenapa punyaku beda?”

“Karena kau berubah-ubah. Kau sudah bersumpah.  Lantas kau mengembalikan black note-mu. Pasti membuat bingung karena kau terus berubah. Anggap hal ini sebagai hukuman. Ingat semuanya. Kau akan diuji. Dunia manusia penuh dengan ujian. Anggap sebagai latihan.” Ucap Sung Gook seraya memberikan amplop untuk Seul Bi.


Jae Suk dan geng –nya masih mengikuti Seul Bi dan mengintip dari kaca jendela. Mereka bertanya – tanya, si pria yang bersama Seul Bi. Apa dia barusan memberinya uang?

“Apa ini prostitusi? Daebak! Hal ini lebih baik dari pada kekuatannya atau dia jadi alien.” Ucap Tae Ho menebak.

Sung Gook memegang pergelangan tangan Seul Bi sambil memejamkan mata. Tanda pun sekarang muncul di pergelangan tangan Seul Bi. Seul Bi harus menyembunyikannya selama satu tahun untuk menjadi manusia. Tandanya akan terlihat jelas jika manusia curiga, akan berkilau kalau hampir ketahuan. Seul Bi harus bisa menahan tanda tersebut kalau ingin jadi manusia.




Woo Hyun tengah membagikan selebaran untuk promosi kedai kue berasnya. Dia menerima telfon dari Jae Suk, Woo Hyun pun dengan santai menyuruh Jae Suk untuk segera tidur saja.

Kudengar pacarmu punya kekuatan super jadi aku mengawasinya. Tapi dia juga punya hal yang lain.” ucap Jae Suk diseberang telefon.

Pak Yoon harus melakukan ronda sendiri, tampaknya dia merindukan sosok Pak Kim Kwang Shik yang selalu bersamanya. Dengan sedih, Pak Yoon bersenandung untuk menghilangkan rasa bosannya.

Sung Gook dan Seul Bi keluar dari restaurant, Tae Ho dan Byung Wook muncul secara tiba – tiba lalu merebut amplop milik Seul Bi. Mereka menyuruh Seul Bi untuk berteleportasi dulu baru mereka akan mengembalikan amplopnya. Sung Gook akan membantu Seul Bi yang diganggu oleh keduanya, namun Jae Suk datang menghadang Sung Gook.

“Bagaimana kau kenal Seul Bi?” tanya Sung Gook.

Woo Hyun datang, dia segera meraih leher Byung Wook dan memarahinya karena sudah berani memegang barang milik pacarnya.

“Dasar anak nakal! Kalian-kalian inilah yang bisa memperpendek umurku! Kalian menghalangiku menjalankan hidup sepenuhnya.” Kesal Sung Gook.


Woo Hyun tertegun melihat sosok Sung Gook, dia teringat pada pria yang bertemu dengannya di perpustakaan. Sung Gook memperingatkan Woo Hyun kalau diam –nya Woo Hyun akan membantu kekasihnya.


Cahaya senter mengenai wajah Sung Gook, dia segera kabur karena itu. Jae Suk dan yang lain pun juga kabur. Tubuh Woo Hyun tak sengaja terdorong oleh Byung Wook hingga dia memeluk Pak Yoon yang tengah berpatroli.

“Semuanya berhenti! Sedang apa kau?”

“Aku mencintaimu, Pak.” Jawab Woo Hyun sekenanya seraya memberikan selebaran kedai Miss Gong. Woo Hyun bergegas pergi dengan menarik tangan Seul Bi untuk kabur bersama.

Seul Bi dan Woo Hyun duduk bersama, Woo Hyun tanya siapa pria tadi? Pria tadi pria yang baik, kan? Seul Bi mengangguk menanggapi pertanyaan Woo Hyun. Woo Hyun tanpa banyak bertanya lagi hanya bisa berharap kalau orang – orang yang ada disekeliling Seul Bi hanyalah orang yang baik.

Woo Hyeon, kamu tahu aku berbeda, iya kan?” benak Seul Bi.

Aku takut kau akan berkilau dan menghilang seperti cahaya. Itu sebabnya aku akan pura-pura tak tahu.” Batin Woo Hyun.
Dan tanpa keduanya sadari, tanda dipergelangan tangan Seul Bi bersinar.


Woo Jin dan Ji Hye tengah makan malam bersama, Ji Hye bertanya kenapa Woo Jin tak menelfon Sung Yeol untuk mengajaknya makan bersama. Woo Jin tersenyum, oleh karena itu ia telah meninggalkan sesuatu dirumah. Woo Jin pun kemudian menelfon Sung Yeol,

Seong Yeol! Dompet papa ketinggalan di rumah.” Ucap Woo Jin saat menelfon Sung Yeol.

Sung Yeol mencari disetiap laci di ruang keluarga tapi tak ada disana. Sung Yeol melanjutkan pencariannya dikamar Woo Jin dan Ji Hye.

“Sung Yeol ingin pindah? Kenapa?” tanya Woo Jin.

Ji Hye merasa kalau Sung Yeol mungkin tak enak bersamanya. Woo Jin malah mengira kalau Sung Yeol suka bergaul dengan Woo Hyun. Jadi dia pikir mungkin Sung Yeol hanya gertak sambal saja. Woo Jin jadi membahas ayah Woo Hyun yang tak bisa ia hubungi. Sepertinya dia harus menghubungi mamanya.

Ji Hye tersentak, dia tak sengaja menumpahkan minumnya. Woo Jin khawatir, namun Ji Hye malah berkata kalau mungkin saja jika mereka mencari mama Woo Hyun malah akan membuat hidupnya makin sulit.

“Dia sudah seperti putraku. Mungkin karena dia temannya Seong Yeol.”

“Kenapa seperti putramu?” ucap Ji Hye dengan nada agak meninggi. “Maaf. Hari ini sungguh berat bagiku.”

Woo Jin mengerti, mungkin saja Ji Hye mengingat putranya yang berada di Amerika. Kenapa tak membawanya ke Korea saja?

Nampaknya Ji Hye tak mau pembicaraan ini berbuntut panjang, ia mengajak Woo Jin untuk kembali saja.


Sung Yeol membuka setiap laci dikamar ayahnya, dia tak menemukan dompet yang dimaksud. Tapi tak sengaja dia melihat sebuah kalung dengan liontin gembok. Sung Yeol mengernyit memperhatikan kalung tersebut.

Sung Yeol teringat akan ucapan Woo Hyun ketika menceritakan tentang sejarah kalung miliknya. “Aku bawa kuncinya dan Mama punya gemboknya. Satu-satunya yang ditinggalkan oleh Mamaku.”


Sung Yeol berlari menuju ke suatu tempat, dia teringat saat dimana Ji Hye begitu penasaran dengan kalung milik Woo Hyun yang ia temukan. Disaat ia bersama dengan Seul Bi setelah menemukan kalung Woo Hyun dan Ji Hye berada disana memperhatikan mereka.

Seul Bi di kedai membuka amplop yang diberikan oleh Sung Gook, tulisan tiba – tiba muncul setelah ia membukanya.

“Saat manusia yang curiga menyentuh tandanya... Aku hilang dari dunia ini? Bahkan dari ingatan manusia? Woo Hyun tak akan mengingatku?” tanya Seul Bi.

Sung Yeol dengan tergopoh – gopoh bertanya dimana keberadaan Woo Hyun. Seul Bi memberitahukan kalau Woo Hyun sedang mandi.


Sung Yeol masuk ke rumah, Woo Hyun sedang mandi sambil bersenandung ria. Sung Yeol memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Woo Hyun lebih dulu. Ia menemukan kalung Woo Hyun tergeletak dimeja. Dia menyatukan antara kalung milik Ji Hye dan milik Woo Hyun. Daaannn.. Bingo. Kalung tersebut memang menyatu dan saling mengisi satu sama lain.

Sung Yeol tertegun.


Woo Hyun selesai mandi. Sung Yeol segera memasukkan kalung milik Ji Hye kedalam kantongnya.

“Ngapain kau di kamarku? Kau seperti ketahuan mau mencuri. Apa yang kaucuri? Katakan padaku.” Canda Woo Hyun menyadari gelagat aneh Sung Yeol. Woo Hyun dengan bercanda meraih leher Sung Yeol namun malah ditanggapi serius oleh Sung Yeol.

Jangan mendekat! Jangan mendekat!” teriaknya pada Woo Hyun.



****
Boleh menebak – nebak nih, jangan – jangan pas episode mendekati akhir nanti Seul Bi bakal menghilang. Mungkin Woo Hyun akan mengira kalau Seul Bi hilang karena memang menghilang tapi kenyataanya dia hanya bersembunyi untuk sementara waktu sampai dia benar – benar menjadi manusia.

Nah saat itulah, Woo Hyun merasa sendiri dan kemudian keduanya bertemu lagi. Nah mereka akan mengulang ke scene di episode pertamanya. :D masuk akal, kan?
Ini Cuma tebakan aku. Kalau bener, berarti jalan ceritanya mudah ditebak. Kalau salah, aku –nya yang agak sotoy. Kekeke.

3 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 11 – 2"

  1. Bingo..setuju :-) ,tebakan'y masuk akal mba kalau inget scene ep 1 disitu woohyun ktmu seseorang yg mirip seul bi *ga keliatan mukanya* trz kalau emg bner,knpa stlh jd manusia seul bi g blik lg ke woohyun?nanya'y udh trlalu jauh pdhl blm last episod :-) .gomawo bwt sinopsisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena dia bukan Seul Bi, kalau diliat posturnya *mungkin*. drakor kan biasanya gitu, Woo Hyun udah putus asa nyari - nyari. tiba2 ada yang nyodorin minum apa gitu, terus pas mendongak. waaah, Seul Bi -ya
      *Ngawur Mode On

      Delete
  2. ku harap seu lbi dan woo hyun dapat bertemu lagi dan bersama,, kadang drama korea kan endingnya g bagus -,-

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^