Sinopsis High School: Love On Episode 11 – 1

Sinopsis High School: Love On Episode 11 – 1
Sung Yeol terpaku melihat Woo Hyun dan Seul Bi yang tengah berciuman. Woo Jin dan Ji Hye yang tak tahu menahu menghampiri Sung Yeol, ia mengajaknya untuk jangan pulang terlebih dahulu. Dia ingin digosok punggungnya oleh Sung Yeol. Namun Sung Yeol masih terdiam tak menjawab, dia meninggalkan Ji Hye dan Woo Jin tanpa sepatah kata pun.


Ji Hye memberikan minum untuk Seul Bi, dia bertanya bukankah kalian bertiga adalah teman? Seul Bi membenarkan.

“Kamu tak punya orang tua? Kenapa kamu tinggal dengan Woo Hyun?” tanya Ji Hye.

Seul Bi mengatakan kalau dia memang tak memiliki orang tua, tapi dia tak bisa mengatakan alasan ia dan Woo Hyun tinggal bersama.

“Bersama?” tegas Ji Hye dan dijawab anggukan oleh Seul Bi.




Woo Hyun dan Seul Bi pulang bersama, keduanya sama – sama canggung karena kejadian tadi. Mereka berdua terdiam, Woo Hyun yang berniat meraih tangan Seul Bi pun juga ragu. Namun akhirnya Woo Hyun memberanikan diri untuk meraih tangan Seul Bi, tapi Seul Bi malah menghindar dan naik ke atas pembatas jalan. Woo Hyun memperingatkan kalau itu berbahaya. Tapi bagi Seul Bi, lebih berbahaya Woo Hyun.

Karena tak hati – hati, Seul Bi hampir saja terpeleset. Untung ada Woo Hyun yang memberikan pegangan untuk menahan Seul Bi. “Aku tak berbahaya. Aku orang baik.” Ucap Woo Hyun ketika jarak antara keduanya sangat dekat.

Untuk menjaga Seul Bi, Woo Hyun pun menggenggam tangan Seul Bi sebagai pegangan. Keduanya sama – sama tersipu.




Woo Hyun sepertinya begitu bahagia hari ini, dia merasa beruntung karena toples yang berisikan banyak kartu warna – warni akhirnya berguna juga. Woo Hyun melingkari hari ini di kalender,

“Aku tak menyangka akan jadi sangat berbahaya.” Gumamnya dengan tersipu.

Seketika ia bangkit dan menutup pintu kamarnya dengan kasur. Dia sekarang merasa tak mempercayai dirinya sendiri. mungkin dia takut melakukan sesuatu yang tak diinginkan pada Seul Bi. Namun baru beberapa saat ia menutup pintunya, perutnya mules. Dia harus ke toilet tapi pintu kamar sudah di tutup dengan ranjangnya. Hahaha. Ia pun dengan segera menyingkirkan ranjang tersebut dan bergegas menuju ke toilet.




Sung Yeol masih terbayang akan kejadian siang tadi ketika melihat Woo Hyun tengah mengecup bibir Seul Bi. Ini membuat Sung Yeol kesal akan hal itu. Dia memandang benda pemberian Seul Bi,

“Harapan bisa jadi kenyataan?” tanyanya dengan ragu.


High School: Love On Episode 11
Rahasia? Yang terberat dari kebenaran adalah saat dia terungkap!


Seul Bi dan Sung Yeol duduk bersama namun tanpa adanya percakapan apapun. Seul Bi mulai bertanya apa Sung Yeol tak enak badan?  Sung Yeol diam mengabaikan pertanyaan Seul Bi.

“Ada apa? Kamu marah?” tanya Seul Bi lagi. Woo Hyun yang menoleh juga merasa aneh dengan sikap Sung Yeon.




“Pelajaran Olahraga bisa mengubah musuh jadi teman. Taruh kebencianmu pada bola ini. Terus lempar atau tangkap. Lempar atau tangkap. Mengerti?” terang Pak Yoon.


Semua anak pun berteriak mengerti. Mereka kemudian bermain lempar – tangkap bola. Jae Suk melawan Tae Ho dan tampaknya Jae Suk sengaja melempar bola –nya dengan sekeras mungkin. Tae Ho mengibaskan tangannya yang sakit namun Jae Suk tak perduli dan tetap melemparkannya dengan keras.

Tae Ho berniat melawannya namun teman yang satunya memberikan kode agar Tae Ho tak melawan Jae Suk.



Sung Yeol melemparkan bolanya pada Woo Hyun dengan agak keras. Woo Hyun juga menyadari hal itu tapi ia mencoba untuk diam. Tapi Sung Yeol malah semakin keras dalam melemparkan bolanya.

“Kau mau melawanku? Gara-gara Seul Bi? Pengecut.” Ucap Woo Hyun seraya melemparkan bolanya dengan santai. Sung Yeol balas dengan melempar bolanya keras – keras, Woo Hyun jadi semakin kesal.

“Kalau berantem ya berantem saja. Jauh-jauh darinya kalau kau bertingkah seperti itu.” Tantang Woo Hyun.
“Aku tak pernah memintamu berantem.” Ucap Sung Yeol seraya melemparkan bolanya. Namun tak sengaja, bola tersebut malah mengarah ke perut Woo Hyun. Sontak Woo Hyun kesakitan dan terduduk ditanah. Seul Bi dan Ki Soo segera menghampirinya dengan khawatir.




Akhirnya, Woo Hyun harus dipapah oleh Ki Soo dan juga Seul Bi. Sedangkan Sung Yeol hanya mengekor dibelakang tak perduli. Ji Hye berpapasan dengan mereka, dia bertanya apa yang terjadi dengan Woo Hyun? Kenapa dia seperti itu?

“Sung Yeol melempar bola ke perutnya Woo Hyun.” Jawab Ki Soo.

Ji Hye pun panik, dia memarahi Sung Yeol yang tak hati – hati. Tapi Woo Hyun berkata kalau dialah yang salah karena tak menghindar saat Sung Yeol melemparkan bola. Ji Hye segera tersadar karena sikapnya yang begitu berlebihan mengkhawatirkan Woo Hyun. Dia bertanya pada Sung Yeol, apa kau baik – baik saja?

Sung Yeol tak menjawab, Ji Hye tampak agak ga enak hati. Ia kemudian pergi. Ki Soo melihat sikap Ji Hye dengan heran, baru pertama kalinya dia melihat Bu Ahn Ji Hye begitu khawatir.

“Hwang Seong Yeol! Karenamu aku bisa tidur siang!” ucap Woo Hyun pada Sung Yeol. Seul Bi jadi curiga, jangan – jangan Woo Hyun hanya pura – pura. Ia pun menepuk perut Woo Hyun, seketika ia pun meringis kesakitan karena Seul Bi.




Ji Hye masuk ke ruang UKS, dia mendekati Woo Hyun yang tengah terlelap di ranjang UKS. Dia menatapnya dalam diam penuh kesedihan, matanya pun sudah menggenang. Ji Hye menggenggam tangan Woo Hyun dan membuat Woo Hyun terbangun. Ji Hye meminta maaf pada Woo Hyun. Woo Hyun heran kenapa Ji Hye meminta maaf?

“Karena Seong Yeol yang melakukannya. Jangan sungkan bilang kalau memang sakit. Kita bisa ke rumah sakit.”

Woo Hyun berkata kalau dia tak apa – apa. Dia malah sepertinya khawatir dengan Ji Hye yang tampak kurang sehat.



Sung Yeol masuk ke ruang UKS, Woo Hyun memanggilnya. Ji Hye segera bangkit dan bertanya apakah Sung Yeol juga sakit?

“Aku sakit kepala.” Jawabnya singkat.

Ji Hye menyuruh Sung Yeol untuk berisitirahat juga. Dia pun kemudian pergi.


Sung Yeol membaringkan tubuhnya memunggungi Woo Hyun. Woo Hyun menebak kalau Sung Yeol pasti bolos dari pelajaran. “Apa Seul Bi bicara lagi padamu dan nggak konsen di kelas? Dia sangat membutuhkanku. Menurutku Bu Guru Etika baik. Kebanyakan orang akan berpihak pada anaknya sendiri entah siapa yang salah.”

Dengan dingin Sung Yeol berkata kalau Ji Hye bukanlah ibu kandungnya. Woo Hyun menyuruh Sung Yeol jangan mulai seperti anak kecil lagi. Ibu Guru Ji Hye telah datang meminta maaf padanya. Sung Yeol sudah terlalu tua untuk merengek.

“Miss Gong bilang tak ada orang sebaik Mamamu di dunia ini. Aku nggak tahu. Aku nggak pernah punya Mama. Jadi kau harus baik.” Jelas Woo Hyun. Sedangkan Sung Yeol mencoba memejamkan mata agar tak mendengar Woo Hyun yang terus mengoceh.



Seul Bi tengah mencuci wajahnya tapi rambutnya basah karena terkena air. Woo Hyun tiba – tiba datang dan memegangi rambut Seul Bi. Dia tahu, Seul Bi tak akan bisa melakukan apapun tanpa dirinya. Seul Bi tanya apakah kondisi Woo Hyun sudah baik?

Woo Hyun pura – pura sakit dan memegangi perutnya membuat Seul Bi khawatir. Tapi rupanya Woo Hyun hanya pura – pura, dia kemudian menyemprotkan air ke arah Seul Bi. Seul Bi berlari kearah Sung Yeol yang baru datang, dia bersembunyi dibalik punggung Sung Yeol. Ketiganya pun bermain saling siram.

Seul Bi berlari untuk menyiram Woo Hyun, keduanya bermain sendiri meninggalkan Sung Yeol. Sung Yeol terdiam melihat keakraban diantara keduanya.




Ketiganya mengeringkan tubuh mereka dengan berjemur dibawah matahari, baju yang digunakan oleh Seul Bi cukuplah ketat sehingga saat terkena air maka akan menunjukkan lekuk tubuh. Sebagai pria normal, pandangan Woo Hyun tertuju pada tubuh Seul Bi. Woo Hyun melihat arah pandang Sung Yeol, dia pun akhirnya memberikan jaket untuk menutup tubuhnya.

“Harusnya kuberi baju yang bisa menyembunyikan wajahmu.”

“Kenapa?”

“Lebih bagus pake topeng.”ejek Woo Hyun.

Woo Hyun pun kemudian menarik Seul Bi untuk pergi. Ye Na berpapasan dengan keduanya, ia tampak sedih melihat Woo Hyun bersama Seul Bi.



Ye Na ke kantin, dia duduk bersama dengan Da Yoon dan Young Eun namun keduanya memandang Ye Na dengan sinis. Mereka semua lebih memilih menyingkir meninggalkan Ye Na makan sendirian.

Ye Na tertunduk sedih, ia tetap menjejalkan makanannya menahan tangis.



Ye Na berlari menghadang Young Eun, Young Eun mencoba menghindar untuk pergi namun Ye Na tak membiarkan Young Eun untuk pergi. “Apa kau mau mati?!” kesal Young Eun.

Ye Na bertanya apa yang harus ia lakukan. Young Eun acuh dan menyuruh Ye Na untuk pergi saja jauh – jauh darinya. Ye Na memohon, ia berjanji akan melakukan apapun asalkan Young Eun mau berteman dengannya.

“Kenapa tiba – tiba?”

“Sulit ternyata sendirian. Akan kulakukan apapun. Bilang saja.”

Young Eun berjalan pergi. Dia menyuruhnya untuk melakukan apapun sendiri, dia juga melakukan apapun sendiri. Ye Na bertanya, apakah kalau dia menunjukkannya maka Young Eun akan mau berteman dengannya?!





Tae Ho mengganggu Joo Ah yang tengah membaca, dia merebut buku Joo Ah dan meledek karena buku yang ia baca adalah tentang malaikat yang jatuh cinta pada manusia. Joo Ah menarik buku yang ada ditangan Tae Ho tapi tak sengaja malah buku tersebut rusak.

Tae Ho panik, bukan dia yang melakukannya. Joo Ah kesal dan memukul Tae Ho lalu pergi. Tae Ho mengacak kasar rambutnya, bukan ini yang dia maksudkan.


Tak jauh dari sana, Ye Na berjalan menuruni tangga dibelakang Seul Bi. Tangannya bergerak akan mendorong tubuh Seul Bi tapi dia agak ragu juga untuk melakukannya. Sampai akhirnya dia benar – benar mendorong Seul Bi, Woo Hyun dan Sung Yeol yang ada disana terkejut. Woo Hyun segera menangkap tubuh Seul Bi yang terdorong.

Yang aneh, disini tampak jelas ada kekuatan yang mencoba melindungi tubuh Seul Bi, sepertinya teleportasi.
Woo Hyun dan Seul Bi jatuh ketanah, Woo Hyun tertegun. Sejenak dia teringat akan kecelakaan yang terjadi saat Seul Bi menahan tubuhnya yang jatuh dari gedung. Namun dia tak terlalu ingat juga, jadi Cuma ingatan kabur aja.




Sung Yeol mengejar Ye Na yang kabur meninggalkan mereka. Sung Yeol berpapasan dengan Young Eun dan menuduhnya telah menyuruh Ye Na.

“Apa ini yang kau bisa? Kau mau rendah seperti apa?” marah Sung Yeol pada Young Eun.

Young Eun terkejut akan tuduhan Sung Yeol, bukan dirinya.



Sung Gook rupanya berada disana, dia tampaknya mengkhawatirkan Seul Bi dan sepertinya dia juga yang mengeluarkan kekuatan untuk membantu Seul Bi tadi.


Young Eun menari Ye Na, dia kan tak menyuruh Ye Na untuk melakukan semua ini. Ye Na hanya ingin memberikan bukti, bukankah Seul Bi telah menyusahkan Young Eun untuk bisa dekat dengan Sung Yeol. Ye Na tahu bagaimana rasanya saat Woo hyun tak melihatnya juga.

Woo Hyun tiba – tiba muncul dihadapan keduanya. “Akan kukatakan satu kali, jadi dengarkan. Aku tak akan tertarik padamu tak akan pernah.” Tegasnya lalu pergi.

Young Eun pun juga melakukan hal yang sama, dia menegaskan pada Ye Na agar jangan mendekatinya lagi.



Tae Ho memperhatikan Seul Bi, temannya bertanya apakah Tae Ho telah jatuh cinta pada Seul Bi?

“Aku yakin lihat dia teleportasi saat di tangga. Luar biasa.” Gumam Tae Ho karena dia tadi berada di tempat kejadian.


Seul Bi duduk termenung memikirkan sesuatu, Woo Hyun bertanya apakah Seul Bi yakin kalau dia baik – baik saja?

“Aku tak apa. Kamu?”

“Kali ini aku yang menangkapmu, bukan Seong Yeol. Seperti takdir.” Ucap Woo Hyun. Namun pandangan Seul Bi masih terlihat tak tenang dan melirik kearah Tae Ho dan kawannya di pintu.

Sung Yeol yang tengah berjalan – jalan pun juga memikirkan hal yang sama, dia tahu ada yang aneh saat kecelakaan Seul Bi tadi.

“Aku yakin dia...” gumam Sung Yeol terputus saat melihat Jae Suk dan geng –nya tengah mengganggu seorang siswa.


Jae Suk dan kawan – kawannya mengganggu salah seorang teman Chun Sik. Anak culun tersebut berkata kalau dia akan menjual game onlinenya dan akan membayar pada Jae Suk besok. Tapi dia meminta dilepaskan.

Jae Suk dan geng –nya ga akan membiarkan dia lolos dengan begitu mudahnya. Dia bisa pergi kalau Chun Sik ada disana. Tapi Sung Yeol yang datang menyuruh anak tersebut untuk pergi. Anak Culun tadi mengikuti perintah Sung Yeol namun ditahan oleh anak buat Jae Suk.

Sung Yeol mengeluarkan ponselnya, video adalah cara termudah menunjukkan kekerasan disekolah. Sontak Jae Suk gentar dan melepas anak culun tadi.

“Pikirkan bagaimana kau saat itu.” Ucap Sung Yeol lalu pergi.




Jae Suk tak menghalangi Sung Yeol dan melepasnya begitu saja. Tae Ho merasa ada sesuatu yang aneh antara Jae Suk dan Sung Yeol. Kenapa dia begitu mudah melepaskannya?

Saat itu? Ayo kita cari tahu bagaimana dia saat itu.”


Jae Suk dan Geng –nya datang ke kedai Woo Hyun dan membuat kekacauan dihalaman. Mereka bermain basket dengan anarkis dan bahkan merusak beberapa pot yang menghiasi halaman kedai. Woo Hyun keluar menanyakan apa maksud mereka melakukan semua ini?

Jae Suk beralasan kalau mereka ingin berlatih tapi tak ada tempat untuk berlatih. Makannya mereka melakukannya disana.

“Temanmu Sung Yeol tetap menyakiti temanku.” Ucap anak buah Jae Suk.

“Kalian ini.....” geram Seul Bi namun terpotong ketika Tae Ho menunjuk Seul Bi. Dia berkata kalau ia melihat semuanya tadi, ia pun kemudian melemparkan bola basketnya kearah Seul Bi. “Tunjukkan kekuatanmu!”

Namun untungnya, Woo Hyun berhasil menangkap bola basket yang terarah pada Seul Bi.





Ki Soo mengantarkan pesanan ke rumah Young Eun, dia kemudian bertemu dengan seorang gadis kecil. Dia adalah adik Young Eun, keduanya memutuskan untuk makan es krim bersama. Ki Soo bertanya apakah Eonni –nya itu menakutkan jika ada dirumah?

“Dia lucu! Dia selalu bertingkah seperti komedian di rumah. Dia menari, sungguh lucu.” Jawab Adik Young Eun polos. Ki Soo tidaklah terlalu yakin, lalu bagaimana dengan ibu –nya?

“Dia selalu kerja larut malam Kudengar papa pergi dengan wanita lain.”

Ki Soo terkejut, sebagai anak kecil tapi Adik Young Eun sudah mengetahui hal semacam itu.



Young Eun tiba – tiba muncul dibelakang Ki Soo, Ki Soo segera bangkit. Young Eun memberikan uang untuk Ki Soo sebagai ganti es krim yang dimakan adiknya. Ki Soo menolak, dia membelikan adik Young Eun es krim karena dia amat manis.

“Karena kamu imut, ini untukmu. Ambil dan cepat pergi.” Tegas Youn Eun sambil menarik adiknya masuk ke dalam rumah.


Woo Hyun, Seul Bi dan Jae Suk bersama geng –nya berkumpul dilapangan basket. Woo Hyun menegaskan sekali lagi, kalau dia menang dalam pertandingan ini maka lepaskan dia dan Seul Bi.

“Kalau kau kalah? Kau mau bertaruh Seul Bi?” tantang Jae Suk.

“Akan kupertaruhkan hidupku. Hidupku tak ada artinya tanpa dia.”

Tae Ho masih memandangi Seul Bi penuh kecurigaan namun Seul Bi mencoba melengos dari tatapan tajamnya.



Seul Bi menyemangati Woo Hyun, dia girang sekali karena Woo Hyun bisa melawan tiga orang sekaligus. Saat lawannya kelelahan saja, Woo Hyun malah semakin menjadi dan memasukkan bola berkali – kali.

Seul Bi yang berada dipinggir lapangan jejingkrakan dan pertandingan berhasil untuk kemenangan Woo Hyun. Seul Bi dan Woo Hyun pun bisa pergi dengan senang.




Di kedai, Seul Bi termenung banyak pikiran. Dia belum bisa sepenuhnya merasa nyaman karena kemungkinan ada yang melihat kejadian tadi.

“Apa teman-teman pada curiga?” tanya Woo Hyun.

“Curiga? Aku tak melakukan salah apa-apa.”

Woo Hyun menenangkan, mungkin saja Jae Suk dkk merasa bosan makannya memilih untuk mengerjai Seul Bi. Seul Bi tahu lagipula dia tak akan takut dengan anak semacam Jae Suk. Seul Bi menghitung uang hasil jualan hari ini, dia bertanya apakah dia bisa melunasi hutang dengan uang tersebut?

Woo Hyun tersipu. Dia memegang kedua belah pipi Seul Bi. “Seul Bi sejak kapan kamu jadi istri yang baik?”

Seul Bi pun membalas juga dengan memegang ke dua belah pipi Woo Hyun. “Sejak kapan kamu begitu murahan?” hahaha.


Ji Hye termenung memperhatikan kalung pasangannya bersama dengan Woo Hyun. Tampak juga disana adanya sedikit rasa kekhawatiran dan kesedihan.


Disisi lain, Sung Yeol memikirkan sesuatu yang tidak – tidak saja. ia mengkhayal kalau Seul Bi dan Woo Hyun setiap pagi gosok gigi bersama. Makan dengan saling suap dan melakukan ciuman. Waaah, Sung Yeol jelas gak ikhlas.

Sung Yeol bangkit lalu meraih ranselnya, dia membereskan beberapa pakaian kedalam ransel.


Ji Hye yang datang membawakan minuman untuk Sung Yeol terheran – heran, kemana Sung Yeol akan pergi? Sung Yeol mengatakan kalau dia akan menginap dirumah Woo Hyun untuk beberapa hari karena disana tak ada orang dewasanya. Kalau ada maling bagaimana?

“Kau menyukai Seul Bi?” tebak Ji Hye namun tak dijawab oleh Sung Yeol. “Maaf aku marah-marah padamu di sekolah.”

Sung Yeol menyuruh Ji Hye tak usah meminta maaf, dia memintanya untuk menyiapkan bekal saja. Woo Hyun menyukai makanan yang dibuatkan oleh Ji Hye. Ji Hye agak terkejut, Woo Hyun?

Ji Hye meng –iya –kan untuk menyiapkan makanan. Sung Yeol pun berterima kasih.

“kau berterima kasih ya?” ucap Ji Hye masih sedikit kagok.


Sesampainya dirumah Woo Hyun, Woo Hyun menarik – narik tas Sung Yeol dan menyuruhnya untuk pergi. Sung Yeol tak mau, mereka kan teman. Untuk sebuah pertalian.

“Nggak ada tali-talian! Ini kan rumahku.” Tandas Woo Hyun. Sung Yeol tetap kekeuh, dia memberikan bekal yang telah dipersiapkannya. Ia menganggap kalau itu sebagai uang sewa kamarnya.

Seul Bi melerai keduanya yang sudah layak dipanggil kucing dan anjing. Woo Hyun heran, sejak kapan Sung Yeol kurang aja seperti ini?

“Sejak bertemu denganmu.”

Woo Hyun sudah bisa menebak kalau Sung Yeol datang kesana untuk mengawasinya bersama dengan Seul Bi.


Sung Yeol masuk dalam kamar mandi, dia melihat sikat gigi Woo Hyun dan Seul Bi berada ditempat yang sama. Sung Yeol tak terima, dia memindahkan sikat gigi milik Woo Hyun dan meletakkan milihnya bersama dengan sikat gigi Seul Bi.



Sung Yeol dan Seul Bi sudah dalam perjalanan pulang dari pasar, Sung Yeol berfikir kalau dia telah memasukkan semuanya tapi ternyata masih ada saja yang ketinggalan.

“Kau lapar? Mau kumasakkan ddeokbokki supaya kau merasa baikan? Pedas? Manis? Manis dan pedas?”
Sung Yeol tanya, apakah Seul Bi mengkhawatirkannya?

“Tentu saja! Kau kan teman. Woo Hyeon akan ngomel kalau kita kelamaan.” Jawab Seul Bi polos tanpa memikirkan perasaan Sung Yeol.

Woo Hyun tengah membenahi kedai, seseorang bertamu kesana. Woo Hyun memperingatkan kalau mereka telah tutup. Namun rupanya dia bukanlah pelanggan melainkan Ye Na, dia kesana karena ada sesuatu yang ingin ia katakan pada Woo Hyun. Woo Hyun menolak karena dia tak mau mendengar alasan Ye Na.

“Maafkan aku! Itu salahku.”

Woo Hyun menolak ucapan maaf Ye Na karena seharusnya ucapan itu untuk Seul Bi. Ye Na memeluk Woo Hyun dari belakang namun Woo Hyun melepas pelukan tersebut. Woo Hyun sama sekali tak apa jika Ye Na melakukan semua itu pada dirinya, asalkan jangan Seul Bi.

Ye Na kembali memeluk Woo Hyun. “Tak ada yang bisa kulakukan. Tapi aku tak bisa menyerah entah apapun akan kucoba. Kumohon! Woo Hyeon! Sebentar saja.”




Sung Yeol yang berniat masuk ke dalam kedai pun urung, dia melihat Ye Na tengah memeluk Woo Hyun. Sung Yeol berbalik dan menutup pintu kedai dengan tubuhnya.

“Kamu nggak masuk kenapa?”

“Jangan lihat apa-apa. Lihat saja aku.”

Namun Seul Bi rupanya masih bisa melihat apa yang tengah terjadi dalam kedai. Dia terdiam saat tahu Ye Na tengah memeluk Woo Hyun. Sung Yeol tak bisa membiarkan Seul Bi sedih, ia pun meraih tangan Seul Bi dan mengajaknya pergi.



Woo Hyun melihat kepergian keduanya, dia segera melepas pelukan Ye Na dan mengejar Seul Bi.

“Kalau kamu pergi, aku akan bunuh diri!” ancam Ye Na.

“Silahkan saja.” ucap Woo Hyun tak perduli. Ye Na pun menangis dalam diam melihat Woo Hyun yang sama sekali tak pernah menganggapnya.


**** 

1 Response to "Sinopsis High School: Love On Episode 11 – 1"

  1. Tae ho kayanya suka deh ma Joo Ah,cara dia ganggu joo ah bkn yg jahat tp mlh terkesan jail cari perhatian..makasih mba sinopnya dtunggu next part :-D

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^