Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 16 – 2

Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 16 – 2
Raja Kisan bisa bahagia karena ia berhasil membuat ritual ini bisa digelar. Sadam pun memasuki tempat ritualnya dengan membawa tongkat yang berukir ular naga. Dia kemudian meletakkan tongkat tersebut dan memulai ritual dengan menengadahkan tangannya.

“Aku berdoa kepadamu, dewa surga. Ijinkan kenaikan pada semua hantu yang berkeliaran di kerajaan ini!”
Seketika suasana berubah mencekam, awan bergumul menghalangi cahaya matahari. Suasana menjadi gelap sehingga orang – orang terkejut. Termasuk Rin yang tak bisa berbuat apa – apa.





Do Ha yang tengah berjalan di pasar menatap langit yang tiba – tiba berubah. Dia terkejut, awan itu bukan awan biasa. Itu adalah awan roh pendendam. Seseorang yang berdiri disebelah Do Ha mendengar gumamannya, ia pun ikut menatap langit.

Tiba – tiba, orang yang berada disebelah Do Ha menghilang. Tubuhnya berubah menjadi debu yang berterbangan. Orang lain yang ada disana pun satu persatu menghilang. Entah apa yang tengah terjadi.



Moo Seok memberitahukan kalau energi roh semakin meningkat, kompas hantunya pun bergetar tak keruan. sedangkan Sadam masih menjalankan ritualnya, ia mengakhiri ritual itu dengan menancapkan tongkatnya ke tanah. Seketika, awan gelap yang menyelimuti ibukota menghilang.

Raja Kisan yang mudah dibodohi menganggap kalau semua ini akibat roh pendendam telah naik ke surga. Namun Rin yang bisa melihat hantu tahu kalau Roh pendendam telah terhisap ke dalam tongkat ular naga milik Sadam.

“Bagus! Sekarang semua roh pendendam di ibukota hilang. Aku harus menyelesaikan pembangunan pagoda dan membiarkan dunia tahu pemerintahanku yang besar!” titah Raja Kisan puas.




Rin tampak marah, dia tahu kalau tongkat itu untuk menyimpan roh penyembuh ular naga. Mereka harus mendapatkan tongkatnya.

Namun tiba – tiba, setelah mengucapkan rencananya. Kepala Rin pening, dia kesakitan memegangi kepalanya.



Rupanya, ini semua ulah Ho Jo dan Sadam. Keduanya tengah melakukan ritual yang kemungkinan untuk membuat Rin kesakitan.

Rin bahkan tak bisa menahan tubuhnya lagi, dia terduduk saking sakitnya kepalanya. Moo Seok khawatir, dia memapah Rin dan mengajaknya untuk pergi dari lingkungan istana. Mereka tak bisa berlama – lama berada disana.



Rin terbaring di kediamannya ditemani oleh trio hantu dan Moo Seok. Rin merasa kalau dirinya tak apa, dia baik – baik saja dan menyuruh Moo Seok untuk mengawasi Sadam saja. Moo Seok menyuruh Rin untuk berhati – hati.

Moo Seok berdiri, dia menatap kearah kompasnya yang bergerak tak beraturan. Dia dapat merasakan kehadiran trio hantu. Namun ia tahu kalau mereka adalah hantu baik, ia bisa mendengar suara mereka. Jadi, ia mohon agar mereka bisa menjaga Rin. Moo Seok membungkuk hormat pada mereka, mereka pun juga membalasnya.






Moo Seok memberitahukan pada Sang Heon dan Do Ha kalau Sadam mengumpulkan roh pendendam diibukota dan menggunakan ritual tersebut hanya sebagai alasan saja.

“Bagaimana dengan Pangeran?” tanya Sang Heon.

Moo Seok menganggap kalau Rin akan baik – baik saja setelah istirahat penuh. Namun dilihat dari pandangan Sang Heon, ia tampaknya belum yakin akan keadaan Rin.



Benar saja, Rin tak bisa tidur dengan nyenyak dirumahnya dan menginggau terus.


Do Ha menuju ke kediaman Rin, dia bertanya bagaimana keadaan Rin pada Trio Hantu. Kasim Song yakin kalau Rin akan baik – baik saja karena dia pria yang kuat. Namun bagi Rang Yi, sepertinya Rin mengalami sakit semenjak malam itu.

Malam itu?” tanya Do Ha.

Rang Yi membenarkan, Rin mengalami sakit kepala semenjak bertemu dengan hantu tragedi. Do Ha pun sedikit berfikir.



Mereka menemui Rin, namun saat masuk ke dalam kamarnya. Namun Rin sudah tak ada disana, dia entah pergi kemana.


Sadam tengah melakukan pertemuan dengan PM Soo Jong, PM Soo Jong bertanya tipuan apa yang telah Sadam lakukan dalam ritual tadi. Sadam mengaku kalau itu bukan tipuan, itu memang benar – benar arwah pendendam. PM Soo Jong meminta Sadam untuk tak mengatakan omong kosong. Sadam tak menjelaskan lagi, toh nanti dia akan tahu sendiri.



Yun Wol masuk ke dalam ruangan keduanya, dia membawa seorang tamu yang tak lain adalah Rin. PM Soo Jong tampak canggung karena bertemu dengan disaat ia bertemu dengan Sadam.

“Pangeran mengatakan bahwa ia ingin bicara dengan Anda secara pribadi. Buatlah diri Anda nyaman.” Ucap Sadam meninggalkan keduanya.



PM Soo Jong bertanya apa yang membuat Rin ingin menemuinya? Rin mengeluarkan surat yang bertinta darah dimana ada tulisan kalau PM Soo Jong adalah penyebab kematian ibunya. Sontak PM Soo Jong terhenyak, ia tergagap mengatakan kalau dia itu tak benar.

“Benar katamu, Aku tidak percaya dengan isi surat ini. Ku pikir itu adalah rumor palsu yang ingin membuat kita terpisah. Aku tahu kalau kau sudah melindungiku. Tapi kau tidak bisa menghentikan kakakku yang telah mencuri tahta dariku. Jadi, aku ingin bertanya padamu.”

“Apa itu?”

“Dapatkah aku mendapatkan tahta-ku kembali?”

PM Soo Jong lagi – lagi dibuat terkejut. Rin meyakinkan kalau dia ingin merebut tahta kembali. Dia akan mencatat dalam sejarah sebagai Raja yang telah menyelamatkan kerajaan ini. Setelah itu, ia akan menikahi Nona Soo Ryun sehingga PM Soo Jong bisa menikmati kekuasaan dan uang sebagai seorang menantu Raja.
PM Soo Jong yang tadinya tampak tak terlalu tertarik pun jadi terdiam untuk berfikir.




Rin berpapasan dengan Sadam ketika keluar dari Maeranbang. Sadam memperhatikan Rin, dia dapat melihat diatas kepala Rin ada kepulan asap hitam. Sadam pun tahu kalau Rin sudah ada dalam bayang Hantu Tragedi. Sadam menyuruh Rin untuk berhati – hati dalam perjalanan.

“Aku tahu kalau kau membenci penjaga malam. Jika kau berhenti bekerja pada Raja dan bekerja untukku. Aku akan membantumu juga.” Ucap Rin. Dia kemudian berbisik pada Sadam agar memikirkan tawarannya.
Rin pergi dengan menyunggingkan senyum licik, Sadam pun sama halnya.




Do Ha dan Moo Seok mencari – cari keberadaan Rin, Do Ha khawatir karena Rin dalam keadaanya yang kurang sehat tapi sekarang tak tahu ada dimana. Moo Seok terdiam, dia memikirkan sesuatu.. mungkinkah?

“Apa kau tahu dia ada dimana?” tanya Do Ha.

Moo Seok tak menjawab dan langsung pergi menuju ke suatu tempat. Do Ha pun mengikutinya.


Soo Ryun keluar dari kediamannya menemui Rin yang sudah menanti disana. Pangeran,.

Rin yang masih berbalik menampakkan senyum liciknya. Dia kemudian berbalik dan mengatakan kalau dia akhir – akhir ini kurang merasa baik dengan Soo Ryun. Dia tahu kalau Soo Ryun telah melewati kesulitan karena Rin. Rin berjanji tak akan membuat Soo Ryun terluka lagi. Soo Ryun senang, apa kau sudah menyadari perasaanku?

“Aku ingin kau di sisiku untuk mencapai ambisi besarku.”

“Bagaimanapun caranya, Aku akan melakukan apapun untuk memenangkan hatimu.” Ucap Soo Ryun.

Rin pun kemudian menarik Soo Ryun dalam pelukannya, dibalik pelukan inilah lagi – lagi Rin menunjukkan senyum mengerikan.




Tepat saat itulah Do Ha sampai disana, dia terkejut mendapati Rin tengah memeluk Soo Ryun. Soo Ryun tahu akan kehadiran Do Ha, ia sengaja membalas pelukan itu dengan mesra dan menatap Do Ha seolah ia telah menang. Dia berhasil memenangkan hati Rin.

Do Ha tak bisa menatapnya lebih lama, perasaannya hancur. Dia memilih berbalik pergi dengan diikuti oleh Moo Seok.



Do Ha membasuh wajahnya di sungai, dia berusaha menyembunyikan air matanya dengan ini. Moo Seok prihatin melihat nasib Do Ha, dia memperingatkan Do Ha kalau dia tetap seperti itu maka dia akan terluka. Do Ha tahu, ia sadar bahwa ia memang tercipta untuk kembali ke Gunung Baek Du setelah menemukan kakaknya. Dia seharusnya menjadi shaman disana. tapi apa daya, hatinya tak mau mengikuti apa yang ada dikepalanya. Memang tak seharusnya ia menyukai seorang pria.

Moo Seok tampak terhenyak, mungkin ia juga tak mau kalau harus kehilangan Do Ha. Ia pun kemudian memberikan sapu tangan dan pergi meninggalkan Do Ha.





Moo Seok rupanya pergi ke kediaman Rin, dia menemui Rin yang baru saja pulang. Dia bertanya pada siapa sebenarnya hati Rin tertuju? Moo Seok menyuruh Rin untuk berhenti menyakiti orang – orang yang memiliki perasaan untuk Rin. Rin merasa kalau ini bukan urusan Moo Seok namun Moo Seok menagih janji Rin yang katanya tak akan menyakiti hati Do Ha. Bukankah dia juga berkata kalau dia akan melindunginya?

“Sangat menyentuh. Kau seperti panah, Bagaimana bisa kau mengkhianati kesetiaanmu pada Raja dan menjadi penjaga malam? Jangan mengkhawatirkan kehidupan cintaku. Kau harusnya memikirkan cara agar kau tidak mengkhianati kepercayaan Raja.” Perintah Rin.

Moo Seok tak bisa berbuat apa – apa, dia menatap Rin yang memasuki kediamannya seolah belum bisa percaya.




Trio hantu menyambut kepulangan Rin dengan khawatir. Rin tampak kurang nyaman dengan kehadiran mereka, dia heran kenapa mereka terus berada disana? balas dendam apa yang sebenarnya mereka inginkan darinya?

Trio hantu terkejut mendengar ucapan kasar Rin, Rang Yi berkata kalau mereka disana untuk menjaga Rin. Rin menyuruh mereka semua pergi, dia menegaskan akan menghancurkan mereka dengan pedangnya kalau sampai besok pagi mereka belum pergi juga.



Kasim Song keluar dari kediaman Rin dengan sedih, Menteri Ddong pun juga heran dengan sikap Rin. Disini hanya Rang Yi yang bisa menyadari akan kejanggalan sikap Rin.


Rin menatap gelang milik ayahnya yang diberikan oleh Do Ha. Dia menatapnya penuh kebencian pada gelang tersebut. Bisikan lagi – lagi muncul dalam benak Rin.

Raja marah dan membunuh Ratu. Ratu berselingkuh dengan pria lain. Raja tidak gila dan membunuh Ratu. Ratu berselingkuh dengan pria lain.”

Kemarahan Rin memuncak, ia pun meraih pedang yang ada dikamarnya.



Sang Heon yang memasuki ruang rahasia terkejut karena Rin sudah ada disana sendirian. Rin berbalik dan menatap tajam kearah Sang Heon.

“Kau berselingkuh dengan ibuku dan membuat Ayahku menjadi gila. Aku akan mengakhiri hidupmu disini!” tuduh Rin menyerang Sang Heon.

Sang Heon yang tak memegang senjata pun terpojok, ditambah dengan dadanya yang kesakitan. Tahukan kalau Sang Heon menghadapi atau berurusan dengan hantu, maka luka yang ada didadanya akan kembali menganga dan terasa nyeri yang teramat sakit.




Sang Heon memilih kabur, namun Rin bisa menghadangnya. Dia menyerang Sang Heon dengan membabi buta dan Sang Heon pun menahan tebasan pedang Rin dengan tangannya. Ini mengingatkan Sang Heon saat tengah bertarung dengan Ayah Rin. “Pangeran, sadarlah...”

Rin dengan mata menakutkan berkata kalau dia akan mengakhiri hidup Sang Heon. Sang Heon menghindar dan lagi – lagi dadanya terasa sakit. Rin bersiap menebas Sang Heon,




Untungnya, Do Ha dan Moo Seok datang lalu menahan pedang Rin. Moo Seok bertanya pada Rin, kenapa dia melakukan itu? Rin tak menjawab, dia menyuruh Moo Seok untuk menyingkir. Dia tak akan mengampuni siapapun yang menghalanginya.

Keduanya pun bertarung dengan seimbang.



Do Ha bertanya apa yang terjadi dengan Rin. Sang Heon mengatakan kalau Rin tengah kerasukan, dia pun kemudian berteriak pada Moo Seok agar dia menggunakan jimatnya.


Moo Seok agak lengah, Rin menyerangnya namun dengan lincah Moo Seok berhasil menghindar lalu mengambil jimat yang terselip dalam pakainyan. Dia menebar jimat itu hingga melayang – layang mengelilingi Rin.

Rin menjadi kaku, wajahnya memerah seolah menahan sakit yang teramat sakit.

Mengusir!” teriak Moo Seok seraya menebas angin di depannya. Rin bisa merasakan tebasan itu, bayangan hitam tampak enggan keluar dari dalam tubuh Rin hingga dia pun jatuh pingsan karena kesakitan. Do Ha segera menghampiri tubuh Rin, dia tampak sangat mengkhawatirkannya.





Rin dibawa kembali ke rumah, dia belum juga sadarkan diri hingga membuat Do Ha tampak semakin khawatir.

“Jika ini dilakukan oleh hantu tragedi. Dia akan sulit sadar kembali. Mendiang Raja juga dirasuki hantu yang sama. Itu menyebabkan kegilaan yang menciptakan halusinasi dan pada akhirnya mengarah pada perbuatan tragis untuk menghabisi semua orang.”

Do Ha yakin ada cara untuk menyelamatkannya, dia meminta pada Sang Heon untuk mengatakan bagaimana caranya.




Sang Heon melukiskan karakter di punggung Rin, sepertinya ini simbol yang terdapat dalam jimat. Selesai melukis jimat di punggung Rin, Sang Heon kembali merasakan nyeri di dadanya.

Rin pun juga tampak berkeringat meskipun dia tengah tak sadarkan diri.




Dalam alam bawah sadar Rin, dia berada disebuah tempat yang gelap dan berkabut. Hantu Tragedi muncul, Rin meminta pada hantu itu untuk meninggalkan tubuhnya namun hantu menolak. Tubuh Rin sekarang adalah miliknya.

Tak bisa diajak kompromi, Rin menyerang hantu tersebut. Namun dengan berbagai carapun, Rin belum bisa mengalahkannya. Seolah dunia tersebut ada dalam kepemilikan Hantu Tragedi, jimat pun tak mempan saat digunakan.




Rin masih belum bisa mengalahkan Hantu Tragedi, Moo Seok bertanya akankah hantu itu akan membuat Rin menjadi gila seperti Raja terdahulu. Do Ha akan menghalanginya, pasti masih ada cara lain.

“Ada satu cara terakhir.” Ucap Sang Heon.



Sekarang Moo Seok dan Sang Heon menanti diluar kamar Rin beserta dengan Trio Hantu. Kasim Song tampaknya tak tega, dia merasa harus tetap menemani Rin. Sang Heon melarang, mereka sekarang harus percaya pada Do Ha.

“Kau pasti bisa melakukannya, Rin-ah.” Ucap Rang Yi keibuan banget bilangnya.


Hanya bunga seribu tahun yang bisa menyelamatkan Pangeran.”

Do Ha menyatukan kedua telapak tangannya seraya memejamkan mata. Dengan sekuat tenaga ia mencoba memurnikan bunga seribu tahun.

Tapi bunga seribu tahun yang terakhir kali dibawa Raja rusak oleh roh-roh jahat. Hanya seorang shaman dari suku Mago yang dapat memurnikan bunga seribu tahun.”



Energi hitam dari tubuh Rin berpindah pada Bunga Seribu tahun. Bunga mulai memancarkan sinar, Do Ha mulai kelelahan karena tenaganya habis. Saat bunga itu mulai terang, Do Ha hampir kehilangan kesadarannya. Bunga Seribu Tahun kembali meredup dan mati.

Do Ha menggunakan tenaganya untuk menyalakan lagi bunga tersebut. Dengan meletakkan tangannya diatas bunga itu. Bunga Seribu Tahun berhasil menyalah kembali. Rin pun sudah tak menginggau, tidurnya sudah bisa tenang.



Dengan peluh memenuhi wajahnya, Do Ha sudah bisa tenang dan lega dengan hanya melihat Rin tidur dengan pulas. Tenaganya yang terkuras habis, Do Ha tak bisa menahan tubuhnya lagi dan jatuh keatas tubuh Rin.

Rin perlahan sadar. Dia terkejut mendapati Do Ha ada dalam pangkuannya. Rin mengangkat tubuh Do Ha, Do Ha yang lemas kembali tersadar.



Rin tahu kalau Do Ha pasti telah menyelamatkan dirinya, dia berterima kasih akan hal itu. Rin pun memeluk Do Ha kemudian membelai kedua pipinya dengan lembut. Do Ha sungguh tak menyangka Rin telah kembali tersadar ke dirinya. Dia tampak begitu lega.

Rin menatap Do Ha dalam, perlahan ia pun mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Do Ha lembut.




My Little Hobbie

Yeyeyeyeyeeeay, kiss kiss kiss. Udah punya KTP? SIM? Ya silahkan menonton. Hahaha. Cukup langka juga yah episode 16 baru ada kiss.
Entah kenapa, untuk episode – episode ini aku merasa kasihan dengan Soo Ryun. Yah mungkin Rin memang sudah menyukai Do Ha tapi Soo Ryun adalah sosok yang baik menurutku. dia mau berkorban apapun untuk Rin bahkan ketika ia harus dihukum karena berusaha menyelamatkan Rin namun dia dihukum oleh Rin pula. Gimana sakitnya? Aku rasa tuh sakitnya, di... disini.. JLEB moment banget kan.
Inilah yang namanya cinta buta, kalau aku mungkin sudah kepalang benci sama Rin. Bahkan sudah barang najis kalau ketemu sama dia. Tapi Soo Ryun mungkin saking butanya jadi tetep cinteh dan sayang sama Rin. Secara dari bocah dia udah naksir Rin.
Untuk romance Rin dan Do Ha, its okay thats love lah. Teteup suka aja sih, Cuma agak kurang suka sama Moo Seok yang kadang suka masuk ikut campur. Yah mungkin sih sebagai tanda peduli dan sayangnya sama Do Ha. Tapi yah jadi terkesan... gimana gitu.
Disini, posisi terkuat menurutku ada ditangan Sadam. Bahkan raja aja ada ditangan dia. seolah dia bisa dikatakan jadi rajanya malah. Aku penasaran, gimana akhirnya. Tadinya aku sudah kurang ngeh sama ceritanya, dibuat bosen sekitar episode 8 – 14’an. Tapi setelah aku nonton episode 16 ini, entah kenapa ada enegi baru yang aku dapatkan. Apa mungkin karena energi kiss Do Ha sama Rin? Aigoo.. bisa jadi ... bisa jadi...
Sesi curhatku panjang yah, gapapa lah. Jangan diambil jantung kalau kurang berkenan yah chingu, eonni, saeng, oppa J



10 Responses to "Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 16 – 2"

  1. Wkwkwk..makin seru nih,,mksh,lanjut n tetep semangat..

    ReplyDelete
  2. Wah suka banget ending episode 16 nya .. Thank you ya mba udah buat sinopsis nya ...

    ReplyDelete
  3. Rang yi ini mungkin ibu kandungnya Lee rin ya, perhatiannya itu lho keibuan banget...., setelah menanti sekian lama, akhir episode 16 seperti yang diharapkan, hehehe.
    lanjut ya mbk sinopsisnya...^_^

    ReplyDelete
  4. Akhirnya Rin sembuh jg. Kasian sih sama Soo Ryun. Kupikir dia bakal benci sama Rin, ternyata enggak tho. Cinta buta banget deh..

    ReplyDelete
  5. Ksihan jg sma soo ryun ayahx penghianat n g dpt cinta dr rin

    Emangx bner sang heon ska sma ratu min. Pnasaran nie

    Q lbih ska adegan penjaga malam beraksi

    ReplyDelete
  6. Ksihan jg sma soo ryun ayahx penghianat n g dpt cinta dr rin

    Emangx bner sang heon ska sma ratu min. Pnasaran nie

    Q lbih ska adegan penjaga malam beraksi

    ReplyDelete
  7. Ksihan jg sma soo ryun ayahx penghianat n g dpt cinta dr rin

    Emangx bner sang heon ska sma ratu min. Pnasaran nie

    Q lbih ska adegan penjaga malam beraksi

    ReplyDelete
  8. Ksihan jg sma soo ryun ayahx penghianat n g dpt cinta dr rin

    Emangx bner sang heon ska sma ratu min. Pnasaran nie

    Q lbih ska adegan penjaga malam beraksi

    ReplyDelete
  9. Ksihan jg sma soo ryun ayahx penghianat n g dpt cinta dr rin

    Emangx bner sang heon ska sma ratu min. Pnasaran nie

    Q lbih ska adegan penjaga malam beraksi

    ReplyDelete
  10. berati do ha bukan dukun lagi dong?! sama kaya kakaknya dulu itu ._.
    wah jangan" gabisa liat hantu lagi.. duh malah takut niihhh

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^