Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 16 – 1

Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 16 – 1
Sesosok hantu mendatangi Rin yang tengah tertidur pulas, hantu itu mengeluarkan kekuatan jahatnya yang membuat Rin tercekat. Seketika setelah hantu itu tak lagi mengeluarkan kekuatannya, Rin tersadar dengan mata melotot. Dia menatap hantu itu tajam, hantu itu seolah tampak heran lalu pergi meninggalkan Rin yang masih menatapnya dalam diam.



Trio hantu memperhatikan hantu pendendam yang baru saja keluar dari rumah. Mereka bersembunyi dari hantu tersebut.

Selepas kepergian mereka, Kasim Song mengatakan kalau hantu pendendam itu sangat menakutkan. Menteri Ddong penasaran kenapa hantu itu ada disana?

Mereka bertiga tersadar, pasti ini berkaitan dengan Pangeran Wolgang. Mereka pun segera menuju ke kamarnya.



Mereka membangunkan Rin, dengan khawatir ketiganya menanyakan apakah Rin baik – baik saja? Rin masih terkantuk – kantuk bertanya memangnya kenapa?

Melihat keadaan Rin yang tak kurang suatu apa, merekapun memutuskan untuk pergi dan memberikan Rin waktu untuk istirahat lagi.



****
“Coba bayangkan pagoda yang besar mewakili pemerintahanku yang damai. Pagoda yang menembus langit! Membayangkannya membuatku merasa hebat! Semua orang akan menghormatiku setelah pagoda selesai dibangun. Kau setuju?” ungkap Raja Kisan pada Rin.

Keduanya sekarang tengah memantau pekerjaan dalam pembuatan pagoda. Rin agaknya kurang setuju karena banyak yang mengeluh karena pembangunan pagoda. Raja Kisan membela diri, Perdana menteri saja setuju. Siapa lagi yang berani menentang?

“Saya dengar perbedaan pendapat tersebut meningkat karena meningkatnya biaya pajak dan kewajiban tenaga kerja.”

“itulah sebabnya aku memanggilmu.” Ucap Raja Kisan.



Raja mengumumkan bahwa Rin lah yang akan menjadi penanggung jawab pembangunan pagoda. Sontak Rin pun terkejut menerima perintah ini. Raja menyuruh Rin untuk memungut pajak pada rakyat dan mewajibkan para pekerja untuk membayar pajaknya juga. Raja memberikan kewenangan kepada siapapun untuk menghukum mati warga yang membenci pembangunan ini. Rin menolak akan penugasan untuk menjadi penanggung jawab.

“Pembangunan pagoda ini adalah proyek yang paling penting di kerajaan ini. Jadi bukankah kau orang yang sangat tepat untuk mengambil alih proyek ini? Perdana Menteri, kau boleh membantu Pangeran dengan kemampuan terbaikmu.”

PM Soo Jong pun tersenyum karena keputusan Raja, sedangkan Rin tampak masih belum terima.



Ibu Suri mengajak PM Soo Jong untuk minum teh bersama, dia mengungkapkan kekhawatirannya dengan pembangunan pagoda. Apabila pembangunan itu bermasalah maka akan berdampak buruk bagi istara terutama Raja dan Pangeran Wolgang. PM Soo Jong menenangkan kalau semua orang akan melakukan yang terbaik untuk Raja.

“Aku takut semua ini disebabkan oleh Sadam. Raja telah berubah sejak Sadam datang ke istana. Ku pikir kita harus bergerak, menjauhkan Sadam dari Raja.”

PM Soo Jong beranggapan kalau Sa Dam hanyalah pemimpin Tao rendahan. Mereka tak bisa menyingkirkannya sekarang karena Raja berpihak padanya. Mereka harus menyingkirkan Sa Dam diwaktu yang tepat.


Rin memberitahukan kalau ia diangkat jadi penanggung jawab pembangunan Pagoda. Sang Heon terkejut. Rin juga masih belum percaya dia harus menjadi pemimpin untuk membangun pagoda yang digunakan ular raksasa untuk membantu kenaikan ular itu. Sang Heon menebak kalau Raja sengaja menaklukan pemberontakan rakyat dengan mengangkat Rin sebagai penanggung jawab.

Rin ingin membunuh Sadam saja dan menghancurkan pagoda yang tengah dibangun. Sang Heon meminta Rin untuk bersabar, meskipun nantinya mereka bisa mengirim roh Sadam tapi mereka juga harus menjaga segel ular raksasanya.



Sa Gong berpapasan dengan Rin yang baru saja keluar dari ruang persembunyian. Dia pun menghindari Rin namun Rin menegurnya dan meminta ia bergabung bersama mereka untuk melengkapi kelompok mereka. Sa Gong menolak dengan tegas, dia tak bisa memegang senjata seperti yang lainnya. Dulu juga dia hanya bertugas dalam menulis kisah seorang penjaga malam.

Wolmae tiba – tiba muncul, dia menyuruh Rin untuk meninggalkan saja seorang pengecut. Hanya mulutnya saja yang mempunyai keberanian. Wolmae pun segera pergi,

“Mulutku? Wolmae! Kau salah!” teriak Sa Gong mengejar Wolmae.



Do Ha dan Moo Seok berjalan dengan sembunyi – sembunyi tengah malam. Moo Seok memperingatkan kalau disini adalah tempat tinggal Sadam jadi akan sangat berbahaya. Do Ha beralasan kalau dia hanya ingin melihat dia kembali dengan selamat.

Moo Seok pun tersenyum, tak akan ada yang bisa mengalahkan kekeras kepalaan Do Ha. Ia pun memberikan tangannya untuk pijakan Do Ha.





Do Ha berjalan masuk ke Maeranbang, ia mencari – cari keberadaan Ma Yun Wol (Nyonya). Dan rupanya, Yun Wol sudah kembali dengan selamat dan kini tengah berdiri dengan angkuhnya.



Do Ha menghampiri Yun Wol lalu menyapanya, dia merasa senang karena Yun Wol sudah berhasil kembali dengan selamat. Yun Wol menatap heran pada Do Ha, kenapa dia disini?

“Saya sangat khawatir karena Anda menghilang.”

“Apa yang kau bicarakan?” tanya Yun Wol tak mengerti.

Do Ha heran, apakah Yun Wol tak ingat kalau kemarin malam dia menginap dikamarnya? Yun Wol menunjuk Do Ha sudah gila. Apa dia ingin menipunya karena pelanggannya banyak? Pergi sekarang juga atau aku akan menyeretmu keluar?!

“Saya sangat khawatir. Tapi sepertinya itu tidak ada artinya.” Ucap Do Ha penuh kekecewaan sedangkan Yun Wol hanya bisa memandangnya dengan heran.



Do Ha sudah bersama Moo Seok untuk pulang, dia merasa kalau Yun Wol yang sekarang dengan kemarin adalah orang yang berbeda. Ketika ia menginap dikamarnya, mereka berbicara seolah orang yang saling kenal dalam waktu yang lama.

“Sekarang kau sudah tahu kabarnya. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya lagi. Dia bukan dari kerajaan ini, jadi dia berbeda dari kita.”

Do Ha ragu.


Sang Heon tiba – tiba muncul lalu memperingatkan Do Ha agar jangan menemui pemilik Maeranbang lagi atau mereka akan berada dalam bahaya. Do Ha tak mengerti, Apa maksud Anda?

Sang Heon sedikit berfikir, namun kemudian ia hanya menyuruh Do Ha untuk mengingat kata – katanya saja. disini sangat jelas kalau Sang Heon menyembunyikan sesuatu yang tak ia ungkapkan.



PM Soo Jong melakukan pertemuan denga Sadam, dia bertanya akankah benar kalau Sadam sudah memiliki rencana untuk membuat nama baik Pangeran Wolgang dan Raja jelek? Sadam yakin dihari ketiga setelah pembangunan pagoda maka akan terjadi perang saudara. Keluarga kerajaan akan hancur pada masa itu dan saat itulah PM Soo Jong bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.

“Kau mungkin bisa mengendalikan Raja. Tapi, apa kau juga bisa mengendalikan Pangeran Wolgang?”

“Cepat atau lambat Anda akan mengetahuinya.” Ucap Sadam dengan senyum liciknya.



Sadam melakukan ritualnya. Sosok hantu pendendam pun muncul dihadapan Sadam. Dia kemudian mengangguk seolah sudah mengerti apa yang ia lakukan. Dalam sekejap mata, sosok hantu pendendam itu hilang.



Rin kembali tidur dalam keadaan tak pulas. Dia mendengar suara – suara bisikan aneh yang memprovokasinya.

Raja mencuri tahtamu. Pergilah ambil tahtamu kembali. Raja mencuri tahtamu. Pergilah ambil tahtamu kembali.”

Rin tersadar namun dengan mata penuh ambisi menakutkan seolah ia sudah jatuh dalam kendali bisikan tadi.



Rin berjalan dengan pedang ditangannya dalam kegelapan, dia sudah berada di istana. Sedangkan Raja tengah bermain – main dengan para wanita penghibur. Mereka bersenang – senang dan bercanda bersama Raja. Rin berjalan memasuki ruangan Raja,

“Siapa kau?” tanya Raja saat Rin masih tertutup tirai.



Rin menampakkan diri membuat semua orang terkejut karena dia membawa pedang. Wanita – wanita Raja jejeritan dan memilih kabur meninggalkan Raja sedangkan Raja Kisan memohon agar Rin tak melakukan apapun padanya. Dia mengaku kalau dia salah, dia meminta maaf pada Rin. Dia juga mengajak Rin untuk berbicara diluar.

Mata Rin seolah sudah dibutakan oleh hipnotis, dia tertawa mengerikan. Tanpa ampun menebas leher Raja Kisan hingga ia meninggal.




“Bagus!” sorak Sadam yang muncul. Dia memberikan tepuk tangan pada Rin, kemudian ia mendekati tubuh Raja yang sudah tak bernyawa, Sadam pun mengejek kalau Raja pengecut memang tak pantas berada di tahtanya. Rin lah yang pantas dan sekarang dia sudah menjadi Raja.

Rin mulai tersadar, pandangan matanya berubah menjadi penyesalan. Dia menjatuhkan pedang yang telah membuat ia menebas kakaknya sendiri. 




Rin tersadar dari mimpi mengerikannya. Nafas Rin tak karuan, dia ketakutan. Saat menatap tangannya pun tengah bergetar, ia gemenataran.



****
Sadam mengusulkan untuk melakukan ritual kenaikan dan itu akan mengirim roh – roh pendendam yang bergentayangan di ibukota ke surga. Dan akan membuat sakit kepala Raja mereda.

“Benarkah? Kalau begitu aku akan melakukannya!” Kisan setuju tanpa pikir panjang. Sadam pun tersenyum simpul karena Raja benar – benar mudah dibodohi.



Night Watchman melakukan pertemuan setelah mendengar berita akan diadakannya sebuah ritual. Mereka menebak ada rencana dibalik ritual tersebut dan mereka harus menghentikannya. Sang Heon yakin kalau ini tak bisa dihentikan karena berada dibawah perintah kerajaan. Do Ha merasa kalau perintahnya salah maka mereka harus tetap mengganggalkannya. Dengan tegas Moo Seok menolak, mereka tak bisa menolak perintah kerajaan.

“Sadam menipu Raja dan menggunakan ritual untuk mencapai tujuannya.” Rin mengingatkan.

“Tapi itu tidak bisa mengubah kenyataan kalau perintah kerajaan tidak bisa dihentikan.” Kekeuh Moo Seok yang kemudian memilih untuk keluar meninggalkan yang lain.




Sang Heon menghampiri Moo Seok, apakah dia menyesal telah menjadi penjaga malam? Moo Seok terdiam, dia sudah mengubah anggapannya tentang hantu setelah melihat hantu In Hwa namun sungguh menyakitkan ketika dia yang bekerja sebagai hamba raja tapi tak mematuhi perintahnya.

“Penjaga malam adalah orang-orang yang paling setia dengan Raja. Aku juga seorang hamba setia Raja.” Ucap Sang Heon membuat Moo Seok terkejut. “Menghentikan ambisi Sadam dan menyingkirkan ular raksasa, Adalah tugas yang paling penting untuk Raja dan keluarga kerajaan. Dan tentunya untuk kerajaan ini. Kesetiaan sebenarnya. Ini satu-satunya cara yang akan membuat Raja menjadi bijak lagi.”

Moo Seok masih belum yakin, dia tak bisa melihat hantu tanpa bantuan kompas hantu. Dia tak bisa melaksanakan tugasnya sebagai penjaga malam.




Sang Heon tertunduk lalu menyerang Moo Seok secara tiba – tiba. Moo Seok dengan sigap menahan pedang Sang Heon dengan pedang miliknya. Keduanya pun bertarung dengan seimbang.

“Jika kau bisa menghentikan seranganku seperti yang kau lakukan tadi. Kau akan menjadi penjaga malam yang sangat baik.”

Moo Seok masih belum yakin karena dia tak bisa melihat hantu. Sang Heon meyakinkan, dia juga sebelumnya tak bisa melihat hantu namun semakin sering dia berurusan dengan hantu maka mata batinnya akan terbuka. Itu adalah awal dimana ia tak lagi menggunakan kompas hantu untuk membantunya. Jadi dia menyuruh Moo Seok tak usah khawatir, suatu hari Moo Seok akan menjadi penjaga malam yang ditakuti oleh para hantu.





Soo Ryun datang ke istana dengan membawakan obat herbal china untuk Ibu Suri. Ibu Suri senang karena masih ada orang yang perduli dengan wanita tua sepertinya. Dia ingin tahu bagaimana welas asih-nya Soo Ryun jika ia menjadi pendamping Pangeran Wolgang.

“Saya tidak sempurna, tapi kalau itu bisa membawa kemuliaan bagi keluarga kerajaan. saya akan melayani Pangeran dengan sepenuh hati saya.”

“Apa kau selalu menyukai Wolgang?” tanya Ibu Suri.

Soo Ryun tak menjawab namun ia menunduk dengan senyum malu. Dalam diam pun sudah tertebak. :D



Sekembalinya dari kediama Ibu Suri, Soo Ryun berpapasan dengan ayahnya. PM Soo Jong terkejut kenapa Soo Ryun baru saja keluar dari kediaman Ibu Suri, apa yang telah ia lakukan?

“Aku membahas masa depanku dengan Ibu Suri, Ayah.”

PM Soo Jong tegas melarang Soo Ryun untuk tak menikah dengan Pangeran Wolgang. Namun Soo Ryun sudah tak takut, dia tak akan menyerah akan Pangeran Wolgang. Soo Ryun pun menunduk pamit, sedangkan PM Soo Jong berfikir apa yang harus ia lakukan?



Rin memijat kepalanya yang pening, Do Ha yang datang merasa kalau Rin sedang tak enak badan, ia kemudian memegang dahi Rin lalu membandingkan panasnya. Rin seharusnya minum obat.

Rin tersenyum lalu meraih tangan Do Ha, dia memegangnya dengan lembut. “Sepertinya sudah lebih baik sekarang karena kau sangat perhatian padaku.”


Do Ha pun membalas genggaman tangan Rin, sangat melegakan kalau begitu. Keduanya pun tersenyum, senyum – senyum orang kasmaran. Eihhh ciiiiyeeeh..... :D





3 Responses to "Sinopsis Night Watchman’s Journal Episode 16 – 1"

  1. semangat ya dan terima kasih banyak aku tunggu terus nih sinopsisnya soalnya penasaran banget endingnya kayak apa pastinya seru tuh

    ReplyDelete
  2. Duh, ku kira Rin beneran bunuhbraja Kisan. Hehe

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^