Sinopsis Night Watchman Journal Episode 10 – 2

Sinopsis Night Watchman Journal Episode 10 – 2
Dua orang yang tengah duduk bersama tengah membicarakan mengenai Putri Perdana Menteri yang memasok obat herbal dari Maeranbang. Salah seorang diantara keduanya tampak memiliki sebuah rencana.


Dan rupanya, Pria yang tadi tengah berbicara dengan seseorang adalah seorang menteri yang berada dipihak Raja Kisan. Dia memberitahukan pada Raja bahwa status Pangeran Wolgang telah dipulihkan. Dia meminta Raja mengambil tindakan terlebih dahulu, ibaratnya Milikilah salah satu suku barbar  untuk menyerang suku barbar yang lain. Dia menyarankan pada Raja untuk membuat Pangeran Wolgang menyerang Perdana Menteri.

“Apakah ada cara?” tanya Raja mulai penasaran.

“Hamba tidak akan mengatakan ini kepada Anda jika hamba tidak memiliki cara.”

Raja Kisan memuji menteri tersebut, dan dia juga akan melakukan apapun untuk menyerang Perdana Menteri.

“Rupanya Perdana Menteri diam-diam menyerahkan kekuasaan pada putrinya. kekuasaan untuk memasok obat herbal.” Terang menteri tersebut.


Raja Kisan membuka pertemuan kali ini dengan membahas aksi heroik yang dilakukan Pangeran Wolgang dalam menyelamatkan gudang sendawa. Para Menteri pun juga setuju, mereka bangga Pangeran melakukan hal baik itu. Kalau tidak, maka ibukota akan kacau.

“Sangat penting mengumpulkan persediaan obat herbal dalam penyimpanan baru tapi aku mendengar pasokan telah diambil alih dan manajemennya cukup berantakan. Wolgang harus bertanggung jawab menyelidiki kasus ini.” Titah Raja.

Pangeran Wolgang jelas menolak perintah tersebut namun Raja menyebutkan kalau apa yang ia perintahkan adalah Perintah Kerajaan.




Perdana Menteri Soo Jong menolak hal tersebut, bagaimana bisa seorang pemimpin sogyukso menangani kasus seperti ini.

“Dia sudah menjadi pahlawan di gudang penyimpanan. Bukankah lebih baik dia mengurus kasus ini juga? Aku akan mengutus seseorang untuk membantunya. Apa kau tidak menyukainya?” tanya Raja pada PM Soo Jong seolah mengejek.

PM Soo Jong pun sudah bisa menebak siapa biang keladinya, ia melirik kearah menteri yang memberikan saran pada Raja.



Seusai pertemuan, Rin berjalan dengan tergesa – gesa menuju ke suatu tempat. Moo Seok yang berdiri disana bertanya pada Rin mau pergi kemana? Raja telah menurunkan Perintahnya.

Rin menatap tajam kearah Moo Seok hingga membuatnya agak salah tingkah. Rin mengusap debu yang berada di pundak Moo Seok, “Kurasa tugas itu takkan berhasil bahkan jika Aku membagi tugas denganmu. Ini tidak ada hubungannya denganmu. Pergilah.”


Tapi pada akhirnya, Moo Seok tetap mengekori Rin untuk mencari tahu tentang kasus ini. Moo Seok terus mengoceh memberikan saran agar Rin menuju ke gudang penyimpanan obat untuk mencari tahu. Rin geregetan sendiri karena dia juga sudah mau kesana, tapi Moo Seok terus saja berkata seperti itu.

lobak kering! Promosi lobak kering!” Suara pedagang yang tengah menjajakan lobak. Rin terhenti dan memandang sedih, dia teringat akan Do Ha yang selalu memanggilnya sebagai lobak kering.

“Ada apa?” tanya Moo Seok heran melihat Rin yang tertegun. Rin berkata kalau tak ada apa – apa. Ia pun melanjutkan perjalanannya.



Rin melihat – lihat Gudang Penyimpanan yang kosong tanpa obat – obatan. Ia heran kenapa klinik lokal yang biasanya penuh obat sekarang kosong?

“Gudang penyimpanan ini biasanya diisi oleh Tabib yang kembali dari Cina. Ini sudah lama terjadi. Klinik lokal biasanya membeli semua obat herbal langsung dari Cina Tapi sekarang diperintahkan membeli dari Maeranbang. Tapi harga obat herbal di Maeranbang sangat tinggi, itulah sebabnya penyimpanan disini kosong.” Jelas penjaga disana.

Rin penuh tanda tanya, kenapa sebuah klinik lokal malah memasok obat dari Maeranbang. Penjaga tersebut pun juga tak tahu, dia hanya menerima perintah saja.



Soo Ryun tampaknya tak dalam keadaan yang begitu baik. Dia melamun saat mendidihkan obat, dia sepertinya masih memikirkan mengenai pasokan obat juga.


Tak seperti biasanya, saat Soo Ryun melihat kehadiran Rin dan Moo Seok, Soo Ryun bergegas pergi. Rin berniat menghampirinya namun Moo Seok mencegat Rin karena mereka dalam tugas. Rin hanya ingin menyapanya, namun Moo Seok berkata kalau inilah yang terbaik untuk Nona Soo Ryun.

Dan saat Rin pergi bersama dengan Seorang penjaga, rupanya Soo Ryun masih disana memperhatikan kepergian Rin dengan sedih.




Rin meminta penjelasan kepada penjaga disana, kenapa mereka harus memasok persediaa obat dari Maeranbang. Penjaga takut mengatakannya, ia pun juga hanya menjalankan tugas. Rin membentak petugas tersebut agar berkata sesuai fakta saja, siapa yang membuat perintah tersebut?

“Nona Soo Ryun. Nona Soo Ryun memerintahkan saya membeli semua obat herbal dari Maeranbang.”

Rin jelas tak percaya, kenapa Soo Ryun? Dia tak mungkin melakukan hal tersebut.



Moo Seok yang tadinya tak ikut bersama Rin pun menghampiri Rin, “Anda menyebut-nyebut nama Nona Soo Ryun.”

Rin mengelak kalau dia membahas mengenai Soo Ryun. Dia meminta Moo Seok untuk menunggu diluar saja. Moo Seok masih ingin tahu dan sekali lagi Rin memerintahkan Moo Seok untuk menunggu diluar.


Dalam perjalanan, Moo Seok menanyakan apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Soo Ryun terlibat dalam kasus ini? Dia ingin mengetahuinya, dia sudah menganggap Soo Ryun sebagai adik kandungnya sendiri. Rin mengelak kalau Soo Ryun terlibat dalam kasusu Ini. Moo Seok memperingatkan pada Rin agar dia tak melukai perasaan Soo Ryun.

“Aku menyukai Nona Soo Ryun. Aku tidak akan melukainya.”'

“Tidak bisakah Anda menyadari bahwa sikap Anda yang seperti itu telah menyakitinya? Soo Ryun tidak ingin mendengar kata-kata aku menyukaimu dari Anda. Bagaimana mungkin Anda tidak bisa memahami perempuan.” Ucap Moo Seok lalu bergegas pergi.

Rin berdecak geli karena telah diceramahi oleh Moo Seok.




Sa Dam melakukan ritual lalu kepulan asap pun seketika mengepul dari tubuhnya, botol – botol yang berisi nyawa – nyawa terpecah membuat kepulan asap menyebar keluar dari dalam botol.



Dan hantu yang dilepas oleh Sa Dam mengincar salah seorang pelayan Rin.


Rin belum bisa tertidur sampai malam, dia masih terfikir kenapa Soo Ryun melakukannya. Rin sulit untuk bisa percaya akan hal ini. Dia lalu memerintahkan pada pelayannya yang sudah terkantuk – kantuk saat mengipasinya.

“Benarkah saya boleh berhenti?”

“ya.”

“Anda yakin?”

“YA!”


Pelayan berkata kalau begitu sudah saatnya untuk Rin mati. Dia kemudian membuka belati yang telah dipersiapkannya lalu mengarahkannya pada Rin. Dengan segera, Rin bangkit dan menghindar dari serangan pelayannya.

Rin menahan serangan pelayan tersebut, dia membanting tubuhnya lalu menendang pelayang tersebut keluar dari kamar. “Kenapa kau melakukan ini padaku?”

Trio Hantu yang mendengar keributan datang menghampiri, mereka panik melihat Rin yang diserang. Rang Yi memberitahukan kalau pelayan tersebut tengah dirasuki.



Dan disisi lain, Sa Dam tengah merapalkan mantra sambil memngendalikan tubuh si Pelayan. Namun entah apa yang terjadi, kekuatan yang dimiliki Sa Dam tiba – tiba melemah dan ia pun terjatuh.


Dan Pelayan tersebut pun ikut melemah, arwah yang tadinya bersemayam dalam tubuh si pelayan perlahan tak bisa lagi menempel disana. Arwah itu pun keluar dari tubuh Pelayan, itu Arwah Orang yang pernah berniat membunuh Rin atas perintah PM Soo Jong.

Arwah itu segera kabut meninggalkan Rin, Rin yang mengenali pria tersebut berusaha untuk mengejarnya.



Rin mengejar Arwah itu, tapi karena dia bukanlah seorang manusia. Dengan mudahnya, Arwah itu menghilang di depan sebuah rumah besar. Tanpa pikir panjang, Rin memanjat melewati pagar pembatas untuk masuk dalam rumah tersebut.



PM  Soo Jong menegur Putrinya yang akhir – akhir ini tampak tertekan. Soo Ryun berkata kalau dia akan mengambil waktu libur. PM Soo Jong bertanya apakah Soo Ryun bertemu dengan Pangeran Wolgang? Ataukah Soo Ryun bertemu dengan Pangeran Wolgang ketika dia menjadi buronan?

“Kenapa Ayah bertanya seperti itu?”

“Kenapa kau tidak memberitahuku? Ini tidak seperti biasanya. Apa mungkin... kau sudah tahu? Apa kau menguping pembicaraanku?”



Rin yang masih mengejar hantu tersebut terhenti ketika mendengar pembicaraan antara Soo Ryun dan PM Soo Jong.

PM Soo Jong tahu kalau Soo Ryun pasti mendengar apa yang ia bicarakan. Seharusnya kalau Soo Ryun telah mengetahui hal tersebut, maka dia harusnya berhenti mengagumi Pangeran Wolgang.

“Bagaimana caranya, Ayah? Bagaimana bisa Ayah mengirim pembunuh untuk menyakiti Pangeran? Bagaimana bisa Ayah melakukannya.” Tuntut Soo Ryun dengan berlinangan air mata.

Seorang pesuruh akan melaporkan sesuatu pada PM Soo Jong, PM Soo Jong pun menyuruh putrinya untuk kembali ke kamar.



Rin pun tertegun di tempat persembunyiannya, dia sudah tahu siapa sebenarnya biang dari apa yang ia alami.
Dan tanpa disangka, Arwah tadi kembali muncul untuk mencekik pesuruh PM Soo Jong. Arwah itu mencekiknya karena dia dibunuh oleh pesuruh tadi. Rin pun kembali tercenung dan memikirkan sesuatu.



Rin masih belum bisa mencerna dan menerima fakta yang baru didapatinya itu, dia masih belum terfikir kenapa PM Soo Jong melakukan hal tersebut padanya.

Rin pun duduk sampai pagi di depan penginapan Do Ha. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk pulang.

Tak selang berapa lama, Do Ha keluar. Sekilas dia melihat siluet tubuh Rin namun ia menggelengkan kepalanya. Dia mengira kalau Rin tadi hanyalah bayangannya saja.


****
Dipagi buta, Maeranbang sudah ada kekacauan yang terjadi. Seluruh penghuni – nya jejeritan melihat tubuh seorang mayat wanita yang sudah rusak tergeletak di depan Maeranbang. Nyonya memerintahkan agar penjaga segera membersihkannya dan memastikan tak ada seorang pun yang tahu.

Nyonya mengedarkan pandangannya, dia melihat Sa Dam yang tengah memperhatikan dari kejauhan. Tampaknya Nyonya mencurigai Sa Dam sebagai pelaku dari kejadian ini.




Malam harinya, sesosok hantu cantik mendatangi kediaman Moo Seok. Hantu itu sama sekali tak menyentuh Moo Seok, dia hanya duduk manis menatap Moo Seok yang tengah membaca buku.

Sedangkan Moo Seok, dia melihat tangannya sendiri. ia teringat akan Do Ha yang telah menyembuhkan luka ditanganya, Moo Seok pun tersenyum mengingat momen manis tersebut.

“Ada tamu datang, Tuan.”




Rupanya tamu tersebut tak lain adalah Rin yang datang untuk mengajak Moo Seok minum. Moo Seok merasa kalau dia tak pernah memiliki teman yang seperti Rin sebelumnya. Rin menyuruh Moo Seok untuk bersyukur karena telah memiliki teman yang seperti dia. Tujuan Rin datang menemui Moo Seok adalah untuk meminta saran.

“Apa yang akan kau lakukan ketika teman terbaikmu melakukan kesalahan? Jika hanya kau satu-satunya yang mengetahui kesalahannya?”

“Saya akan mengungkapkan kebenaran. Jika dia melakukan kejahatan, dia harus dihukum. Itu sudah menjadi tugas saya sebagai pelayan masyarakat. Lalu saya akan mengundurkan diri dari pekerjaan saya dan menahan rasa sakit sebagai hukumannya.”

Rin berdecak sambil menatap Moo Seok tajam, Moo Seok pun jadi salah tingkah. “Mengapa Anda menatap saya seperti itu? Itulah yang akan saya lakukan.” Yakinnya.




Rin kembali menenggak minumannya, tiba – tiba hantu cantik kembali muncul disebelah Moo Seok sambil menatapnya penuh kasih sayang. Rin menyernyit melihat kehadirannya, dengan hati – hati Rin bertanya apakah Moo Seok memiliki adik perempuan?

Moo Seok terhenyak. Sedangkan hantu tadi pensaran, dia duduk menatap Rin seolah mencari tahu akankah Rin bisa melihat sosoknya.



Sepulang dari tempat Moo Seok, Rin menuliskan sesuatu. Entah apa, tak ada sub – nya.


****
Keesokan paginya, PM Soo Jong menemui Rin dengan marah. Bagaimana bisa Rin melakukan hal semacam itu pada Soo Ryun? Padahal Soo Ryun telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk Rin.

“Saya juga sudah terlalu malu untuk bertemu Soo Ryun.”

“Dia akan segera dikirim ke penjara kerajaan. Kemudian Raja menggunakan kasus ini untuk menjatuhkan saya! Apa ada semacam kesalahpahaman?” tanya PM Soo Jong menahan Rin yang berniat pergi. “Apa Anda pernah mendengar sesuatu yang buruk tentang saya?”

“Apa ada sesuatu yang Anda khawatirkan?” tanya Rin membuat PM Soo Jong bungkam. Rin pun tersenyum, sedangkan PM Soo Jong mengelak tak mengakui.




Ratu Dowager meminta pada PM Soo Jong agar dia menahan amarahnya. Dia yakin kalau Pangeran Wolgang masih belum mengetahui apa – apa. Namun PM Soo Jong tetaplah yakin dengan apa yang akan ia lakukan, dia akan memberikan Pangeran Wolgang pelajaran agar ia tahu kesetiannya untuk Pangeran.



Ho Jo menyusup ke dalam istana untuk membawa dua kotak botol yang berisi Arwah. Namun Moo Seok sudah berjaga disana dan mengarahkan pedangnya pada Ho Jo. Keduanya bertarung sengit, sampai akhirnya Ho Jo berhasil kabur.

Moo Seok tak tinggal diam dan mengejar Ho Jo. Keduanya bertarung denan sengit.




Rin menuju ke tempat penyimpana botol – botol yang belum sempat Ho Jo angkut. Rin awalnya tak mengetahui botol apa, tapi akhirnya ia sedikit terhenyak.


****
Rupanya untuk mengembalikan, kekuatan Sa Dam menghisap energi para Dayang yang ada di Maeranbang. Dia mencekik Dayang tersebut dan menarik energinya sampai dengan Dayang itu keriput kehabisan tenaganya.

Dan Nyonya yang curiga akan Sa Dam, dengan perlahan ia menuju ke kamar Sa Dam. Penuh hati – hati, ia mengintip dan menyaksikan apa yang Sa Dam lakukan pada dayangnya sampai dengan dayang tersebut mati.

Sa Dam menyadari kehadiran seseorang, dia keluar dan melihat apa yang terjadi. Sa Dam memang tak memergoki Nyonya secara langsung, tapi dia melihat Nyonya yang tengah berjalan dengan tergesa – gesa.




****
PM Soo Jong menemui Soo Ryun yang termenung seperti biasanya. PM Soo Jong memanggil Soo Ryun sebagai gadis bodoh. Dia senang melihat Soo Ryun yang berambisi sebagai seorang wanita, itulah sebabnya ia memberikan tanggung jawab klinik lokal pada Soo Ryun. Soo Ryun memohon pada ayahnya, dia akan menjelaskan.

“Yang membuatku kecewa adalah kau tidak memberitahuku tentang pasokan obat herbal.”

“Itu tidak dapat dihindari. Untuk menyelamatkan Pangeran...”

“Apa kau tidak menyadari bahwa sekarang  pangeran sedang menempatkanmu dalam bahaya?” tanya PM Soo Jong membuat Soo Ryun terhenyak.




Soo Ryun pun dengan tergopoh – gopoh menuju ke kediaman Rin, dia menangis disana. namun Rin sepertinya sedang pergi.

“Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku? Bagaimana bisa? Pangeran! Kenapa kau bisa berpikir kalau aku yang melakukannya? Aku melakukannya untuk menyelamatkanmu....” tangis Soo Ryun tak terbendung.


Disisi lain, Moo Seok tengah melaporkan bahwa Pangeran Wolgang menemui pria pandai besi. Bukan pria sembarangan karena pedang – pedang yang dibuatnya hebat.

“Pendekar yang hebat. Jadi dia dengan Pangeran?” tanya Raja yang dibenarkan oleh Moo Seok.



Dan berita kedekatan Rin dengan pandai besi pun juga sampai ke telinga PM Soo Jong.


Rin kembali menemui Sang Hyun, namun belum apa – apa Sang Hyun mengingatkan kalau dia tak akan mau jadi penjaga malam sekalipun Rin datang kesana setiap hari. Itu tak akan mengubah segalanya. Tanpa mereka sadari, Do Ha juga mendengarkan ucapan Sang Hyun. Dia benar -  benar terkejut karena selama ini mencari Penjaga Malam tapi ternyata dia malah Sang Hyun. Dia orang yang paling percaya di ibukota tapi kenapa malah tak mengatakan padanya. Dimana kakaknya?

“Aku tidak pernah memaksamu untuk percaya padaku.”

“Tolong beritahu saya. Tolong beritahu saya dimana kakak saya. Anda hanya perlu memberitahunya, Saya akan melakukan sisanya! Tolong, beritahu saya! Saya mohon.” Pinta Do Ha di kaki Sang Hyun.



Tanpa mereka sadari, Seorang pria tengah menguping pembicaraan mereka. Wolmae tak sengaja melihat pria yang menguping dan meneriakinya. Tentu saja, Sang Hyun dan Rin segera mengejar pria tersebut. Namun sayangnya mereka tak bisa menangkap pria itu.

“Siapa dia?”

“Park Soo Jong... Dia bekerja untuk Perdana Menteri.” Jelas Rin membuat Sang Hyun terkejut.



****
Ho Jo kembali menemui Sa Dam, Sa Dam bertanya mengenai hantu – hantu yang telah mereka dapatkan. Ho Jo dengan penuh penyesalan berkata kalau dia dijebak. Amarah Sa Dam membuncah, ia pun mencekik Ho Jo.

“Apa kau tahu usahaku untuk menangkap kembali hantu-hantu itu? Aku bahkan mempermalukan diri dengan memanggil hantu api! Bagaimana bisa kau mengacaukannya?”



Nyonya datang tiba – tiba sambil ngomel karena Menteri Min Seo Jong membawa – bawa nama Maeranbang untuk menyerang PM Soo Jong. Apa yang bisa kita lakukan sekarang?

Sa Dam menyuruh Nyonya untuk tak usah khawatir, “Cara di mana kita akan bertahan. Dan Perdana Menteri juga akan bertahan dengan kita.”



****
Rin dan Sang Hyun menuju kediaman PM Soo Jong. Sang Hyun masih belum mengerti kenapa Rin mengatakan kalau orang tadi ditugaskan untuk memata – matainya oleh PM Soo Jong. Belum sempat Rin menjelaskan, Rombongan Sa Dam, nyonya dan yang lainnya melintas.

Rin menunjuk Sa Dam sebagai pria yang telah membuat para hantu masuk ke ibukota.

“Sadam...” gumam Sang Hyun.

“Apakah kau mengenalnya?” tanya Rin terkejut.





****Bersambung ke Night Watchman Journal Episode 11****

1 Response to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 10 – 2"

  1. makin seruuuuuuu......
    makasih puji ^^
    fitri

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^