Sinopsis Night Watchman Journal Episode 12 – 2

Sinopsis Night Watchman Journal Episode 12 – 2
Didepan Rumah Rin sudah berkumpul orang – orang yang telah terhasut dengan gosip yang disebarkan oleh Sadam. Ketika Rin keluar, dia terbengong melihat banyak orang yang berkerumun didepan rumahnya. Namun segera setelah Rin keluar, mereka pergi meninggalkan halaman kediaman Rin.

Rin yang heran bertanya pada tiga hantu yang semenjak tadi duduk didepan kediamannya. Kasim Song memberitahukan bahwa orang – orang kesana karena mengira Rin lah yang mengundang Dewi Cacar. Rin tersentah. Menteri Ddoong memperingatkan agar Rin lebih berhati – rati, Rang Yi pun juga menyarankan Rin untuk tinggal dirumah hari ini.

Rin tetap melanjutkan niatannya untuk pergi keluar. Disini, tampaklah Rang Yi yang paling sedih melihat nasib malang Rin.



Do Ha menanyai Paman yang merupakan teman Sang Heon. Dia tahu kalau Paman tersebut adalah seorang penjaga malam. Jadi seharusnya dia juga mengetahui tentang kakaknya. Paman tersebut mengelak, dia hanyalah penjaga malam yang bertugas untuk menulis hal yang diperintahkan.

Paman tersebut berniat pergi, namun karena ada kedatangan Rin, Paman terdiam.



Rin ngobrol bersama paman berdua, dia bertanya kalau tugas penjaga malam kan mengusir hantu? Tapi kenapa pasukan penjaga malam tak mampu mengusir Sadam maupun Dewi Cacar?

“Itu karena Sang Heon satu-satunya yang selamat dan bisa menggunakan sihir. Kalau tugas saya hanya menjaga catatan saja. Dibutuhkan banyak orang untuk menyegel hantu dan mengusir mereka dengan pasukan yang menggunakan sihir. Itu tidak bisa dilakukan oleh Sang Heon sendiri.” jelas Paman.

****
Sang Heon tengah berada di ruang penyimpanan beberapa barangnya, dia mengambil pedang empat harimau yang tempo hari ditanyakan Rin.

Sang Heon kemudian membentangkan peta, “Cacar dilaporkan muncul di desa ini pada hari pertama bulan. Dua hari kemudian, dilaporkan di desa sebelahnya. Dan terus menyebar.”

Sang Heon menghentak meja, rute Dewi Cacar selanjutnya adalah di Sujinbang.



****
Dewi Cacar melancarkan aksinya menyebar penyakit cacar dari rumah ke rumah. Namun dalam perjalanan, sosok dengan tudung mencegat Dewi Cacar. Dia adalah Sang Heon yang segera menyebar jimat lalu mengarahkan jimatnya pada Dewi Cacar. Dewi Cacar menghindar meskipun terkena sedikit joretan oleh jimat tersebut.

Sang Heon akan melanjutkan serangannya, namun seketika dada Sang Heon kembali nyeri. Dewi Cacar menggunakan kelengahan Sang Heon untuk kabur.




Rin yang tengah tertidur pulas mendengar teriakan penjaganya. Rupanya, Paman datang bersama Do Ha untuk memberitahukan pada Rin bahwa pedang empat harimau hilang dari penyimpanannya. Dia yakin kalau Sang Heon tengah menggunakan pedang tersebut untuk melawan Dewi Cacar.

“jangan khawatir. Aku akan menghentikannya.” Tegas Rin.



Rin dan Do Ha berkeliling untuk menemukan Sang Heon namun nihil. Sampai akhirnya, gelang milik Do Ha tiba – tiba bergetar. Do Ha sadar akan tanda yang diberikan oleh gelangnya, keduanya pun mengikuti arah yang ditunjukkan gelang milik Do Ha.



Sang Heon berhasil memojokkan Dewi Cacar tapi saat ia akan menebarnya, Dewi Cacar bisa menghilang. Disisi lain, Sa Dam rupanya juga membantu Dewi Cacar dengan ritual yang dilakukannya.

Sang Heon kembali memojokkan Dewi Cacar, dengan cekatan ia menempelkan jimatnya di pundak Dewi Cacar. Seketika Jimat itu membakar lengannya, dan Sa Dam yang berada dilain tempat pun bisa merasakan apa yang Dewi Cacar rasakan. Ia memegangi lengannya yang terasa nyeri.



Sang Heon mengarahkan pedangnya pada Dewi Cacar yang terjatuh di tanah tak berdaya. Dia ancang – ancang untuk memusnahkan Dewi Cacar namun ada sesuatu yang membuat punggung Sang Heon terasa nyeri. In Hwa datang untuk membantu Dewi Cacar, ia menyerang Sang Heon dari arah belakang.

Sang Heon pun terduduk, untungnya Rin datang dan mengejutkan In Hwa. In Hwa segera berlari karena kedatangan Rin.




Rin menanyakan keadaan Sang Heon, kemudian ia menyuruh Sang Heon untuk tetap disana dan mereka mengejar Dewi Cacar. Keduanya terus mengejar Dewi Cacar, namun ditengah jalan keduanya kehilangan jejak Dewi Cacar. Mereka celingukan sampai akhirnya sadar kalau sekarang mereka ada didepan Maeranbang. Rin heran kenapa dengan Maeranbang?

“Orang itu bersembunyi di sana.. Sadam bersembunyi di sana.” Jelas Do Ha.

“Kalau begitu, dia mendatangkan para dewi cacar.” Simpul Rin.




****
Rin dan Do Ha menemui Sang Heon yang masih tampak kesakitan di dadanya. Rin memberitahukan bahwa Sadam lah yang telah memanggil Dewi Cacar. Tapi, apa maksud sebenarnya dari hal ini?

“Sadam butuh banyak hantu. Dia mungkin marah karena kehilangan semua hantu itu karena Anda. Jadi dia mungkin membawa dewi cacar untuk mengubah manusia menjadi hantu.”

“Kita harus menghentikan Sadam. Tolong ajari aku kemampuan sebagai penjaga malam. Kau tidak perlu melakukan semuanya sendiri. Aku yang akan melakukannya.” Pinta Rin.

“Kami akan melakukannya.” Timpal Do Ha.

Sang Heon tampak tak setuju, tanpa adanya pelatihan khusus mereka tak akan mampu menggunakan senjata penjaga malam. Jika mereka tidak memiliki kekuatan supranarutal yang cukup, maka mereka akan kehilangan jiwa mereka sendiri.

Do Ha meyakinkan, toh mereka bisa melihat hantu jadi kemungkinan mereka bisa menggunakannya. Sang Heon masih belum yakin, lagipula mereka tak akan bisa mengalahkan Dewi Cacar.



****
Di istana, Raja melakukan sebuah ritual, Moo Seok dan Rin pun ada disana untuk mengikuti jalannya prosesi tersebut.




Selapas ritual tadi, Menteri Min Seo Jong melaporkan bahwa persediaan obat –obat di kerajaan sudah habis. Bahkan Maeranbang pun sudah menjual semua stok obat mereka. Raja terkejut, dia panik meminta pada Menteri Min untuk mencari obat. Mereka harus mendapatkan obat berapapun harganya.

“Masalahnya adalah tidak ada yang tahu siapa dia. Kami sudah melakukan segala cara, tetapi kita tidak bisa menemukannya.”

Raja semakin panik, dia harus mendapatkannya. Apa harus dengan Sa Dam? Raja tak mau, dia tak bisa melakukannya lagi. Dia kemudian merasakan tubuhnya menjadi dingin.

“Apakah Anda sakit, Yang Mulia?”

Raja sudah kelabakan, dia terkejut kalau dia mungkin sakit. Mungkin tertular oleh neneknya. Raja tanpa pikir panjang menyuruh pada penjaga agar segera mengusir Neneknya keluar istana.

“Harap tenang, Yang Mulia. Orang-orang tidak akan menyalahkan Anda karena penyakit ini. Orang-orang mengatakan Pangeran Wolgang adalah penyebabnya. Kita harus menggunakan kesempatan ini dan menyalahkan semua padanya. Itulah satu-satunya cara Anda untuk bertahan hidup! Anda harus mengatakan bahwa Pangeran Wolgang yang membawa dewi cacar. dan menyimpan semua obat-obatan. yang seharusnya menjadi milik Anda.” Saran Menteri Min licik.



Rin menerima laporan bahwa Ibu Suri akan pergi ke kuil Seokgwang. Dia segera pergi untuk menemui neneknya.

Sedangkan Kisan masih duduk dengan panik, dia lah orang yang mengirim Ibu Suri ke Kuil Seokgwang. Bahkan dia memerintahkan untuk membakar seluruh isi kamar Ibu Suri.



Iring – iringan menyertai Ibu Suri menuju ke Kuil Seohgwang, saat Ibu Suri membuka sedikit jendelanya, ia melihat para warga yang menatap Ibu Suri dengan pandangan seolah tak hormat lagi.

Rin  mengejar Ibu Suri, dia meminta mereka untuk menghentikan perjalanannanya sejenak. Rin membuka jendela, awalnya ibu suri melarang dengan alasan kalau angin bisa memperburuk cacar.

“Jika sebelumnya Nenek mengatakan padaku. Aku tidak akan menutup jendelanya, Tapi, Sekarang aku tahu kalau kau khawatir aku mungkin akan tertular cacar darimu.” Ucap Rin sedih.

Ibu Suri meminta Rin untuk tak berkata omong kosong, Rin kemudian meminta Ibu Suri untuk jangan pergi ke Kuil Seokgwang. Dia bisa tinggal di kediamannya saja, sudah barang tentu Ibu Suri menolak. Ia meminta dayang Lee untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka. Meskipun disini, tampak sangat jelas raut kesedihan dari wajah Ibu Suri. Yah, ibaratnya dia sudah diusir oleh cucunya sendiri kan yah, Raja Kisan.




Dengan kesal, Rin menemui Moo Seok yang tengah berlatih dikediamannya. Tanpa basa – basi, Rin mengajak Moo Seok untuk bergabung dengannya. Dia tak mau ada korban seperti adik Rin. Meskipun ini tak terlihat, mereka harus memberantas sihir jahat. Moo Seok masih berkeras, bagaimanapun. Apa yang akan Rin lakukan untuk memberantas cacar tersebut?

“Setidaknya kita harus mencoba.”




****
Trio hantu kebingungan melihat banyaknya warga yang berkerumun di depan kediaman Rin dengan wajah beringas. Menteri Ddong memerintahkan mereka untuk mencari Rin, namun ternyata Rin sudah sedang berjalan menuju ke kediamannya. Rang Yi berkata kalau seharusnya Rin tak boleh datang ke sana.

Namun apa boleh buat, warga sudah melihat kehadiran Rin dan mengerubunginya. Mereka meminta penjelasan Rin yang telah memanggil Dewi Cacar. Mereka juga mendengar kalau Rin menyembunyikan obat – obatan, setahu mereka Rin melakukan ini untuk mendapatkan tahta.

Mereka semakin mendekati Rin, dengan teratur Rin pun berjalan mundur.




Rin memilih untuk kabur ke Penginapan Milik Keluarga Kim hingga mengejutkan Wolmae dan yang lainnya.


Do Ha masuk ke kamar Rin, dia menatap Rin dengan miris. Bahkan saat tidur pun, wajah Rin masih menampakkan penuh beban. Do Ha berniat membelai wajah Rin, namun tangannya tak mau untuk melakukan itu. Dia memutuskan untuk menggenggam tangan Rin, penuh kasih sayang.

Dan rupanya, Rin belum sepenuhnya tertidur dan balas menggenggam tangan Do Ha. Do Ha yang terkejut menarik tangannya tapi Rin menahan tangan Do Ha.

“Do Ha – ya, Ini hangat... Aku menyukainya!” ucap Rin.





****
Sa Dam tengah bersama dengan PM Soo Jong, dia memberikan saran pada Pm Soo Jong untuk segera mengeluarkan obat – obatan yang telah ia dapatkan dari Maeranbang sekarang. PM Soo Jong tampaknya masih belum bisa terima, dia bertanya apa sebenarnya maksud Sa Dam dengan memberikannya obat – obatan mahal? Apa yang inginkan dengan itu semua?

“Saya hanya menginginkan Raja tidak sah pemilik tahta itu.”

“Dasar bajingan! Apa kau mencoba menghina Raja?”

Sadam mengelak, dia hanya bicara fakta. Dan sekarang ia menyadari apa ambisi besar dalam diri PM Soo Jong. Dia hanya mengikutinya.

“Bagaimana caranya kau bisa membantuku?”

“Pangeran Wolgang menyebabkan kekacauan di ibukota dengan membawa cacar. Dan Anda adalah satu-satunya yang dapat menyelamatkan rakyat.” Tutur Sa Dam penuh makna.



Moo Seok masih memikirkan ucapan Rin untuk ikut bersamanya memberantas cacar, antah itu sihir gelap atau apapun. Mereka haruslah mencobanya.

Moo Seok berjalan menuju ke kediaman PM Soo Jong dan tanpa sengaja ia melihat Sadam yang keluar dari sana. Moo Seok sigap bersembunyi memperhatikan Sadam dengan seksama.



Moo Seok menemui PM Soo Jong, tanpa berbasa – basi dia langsung ke pokok permasalahan. “Satu-satunya kesamaan kita adalah menolak keberadaan sihir gelap. Tapi apakah Anda sekarang mempercayai sihir gelap?”

PM Soo Jong geram karena perkataan Moo Seok sangatlah kasar. Moo Seok kembali berkata kalau dia tahu sebenarnya PM Soo Jong mengorbankannya hanya untuk batu loncatan PM Soo Jong mendapatkan ambisinya. Tapi dia tak akan mau, dia tak akan membuarkan PM Soo Jong mengancam Raja.

PM Soo Jong menggeram penuh amarah setelah kepergian Moo Seok, baginya sungguh lancang.



FLASHBACK
PM Soo Jong menawarkan diri pada Moo Seok dan In Hwa kecil untuk dirawat olehnya setelah kematian kedua orangtua mereka.

“Kau harus mempertimbangkan aku sebagai ayahmu dari sekarang. Aku akan membantumu melakukan apapun yang ingin kau lakukan.” Ucap PM Soo Jong.

Moo Seok mengucapkan terimakasih, dia bersama In Hwa saling berpegangan tangan. Keduanya tak punya keluarga lagi, hanya satu sama lain mereka saling bergantung saat ini.



Dibelakang Moo Seok, seseorang bertanya kenapa PM Soo Jong mau membesarkan Moo Seok?

“Sadarlah dengan perkataanmu. Anak itu mempunyai karakter yang baik. Dia akan menjadi perisai yang sangat baik untukku kalau aku membesarkannya.” Jelas PM Soo Jong.

Namun tanpa keduanya sadari, Moo Seok berada di balik pohon mendengar semua percakapan keduanya.


FLASHBACK END

****
Keesokan paginya, PM Soo Jong memberitahukan bahwa dia memiliki pasokan obat. Dia akan memberikannya jika raja mengizinkan kalau tidak maka ia akan membakarnya saja.

“apa yang kau inginkan?”

“Tidak ada, Yang Mulia. Saya hanya ingin Anda tahu kesetiaan saya. Semua yang saya lakukan adalah melayani Anda dengan setia.” Ucap PM Soo Jong penuh tekanan. Raja pun juga dengan sok acuh memperbolehkan niatan PM Soo Jong.



Klinik pun bisa kembali berjalan, semua orang mendapatkan obat mereka dan bisa menerima penyembuhan. Saat diberitahukan kalau obat – obatan tersebut dari Perdana Menteri, mereka jelas merasa sangat berterimakasih atas kebaikan tersebut.

Disisi lain, dengan kebaikan Ayahnya tersebut. Soo Ryun berhasil terbebas dari penjaga, namun dari sorot matanya. Tampak seperti bukan Soo Ryun sebelumnya, ada sorot kebencian yang terpendam disana.



****
Tuan Kim (pemilik penginapan, dia berasal dari keluarga Kim. Jadi aku putuskan untuk memanggilnya Tuan Kim yah) tengah berada ditempat penyimpanan benda – benda milik Sang Heon.

Do Ha dan Rin pun datang memberitahukan bahwa PM Soo Jong telah membagi – bagikan obat. Rin yakin kalau PM Soo Jong telah bekerja sama dengan Sadam. Tuan Kim dan Sang Heon pun terkejut mendengarnya.




****
Sedangkan Raja Kisan semakin panik, dia butuh seseorang. Ya Sadam, dalam pikirannya dia membutuhkan Sadam. Dia menyuruh pada penjaga untuk mencari Sadam, kemanapun pokoknya Sadam harus ketemu.


PM Soo Jong datang menghadap bertepatan dengan Raja yang menyuruh pelayan untuk mencari Sadam. Dengan segera ia berkata kalau ia hanya salah berucap telah memanggil nama Sadam.

“Lakukan yang Anda inginkan, Yang Mulia. Dia adalah hamba kesayangan Anda. Dia akan melakukan apa pun untuk Anda. Wajar saja Anda membutuhkan pelayan setia seperti dia di sekitar Anda. Wajar saja Anda membutuhkan pelayan setia seperti dia di sekitar Anda.”

Raja Kisan membenarkan kalau dia memang salah paham.

“Mungkin Anda bisa memberikan penghargaan padanya agar dia merasa lebih baik. Bagaimana jika Anda membuatnya menjadi kepala Sogyukseo?”

Raja juga berfikir demikian. Namun dari sikap baik PM Soo Jong, tampak ada senyum kelicikan dibalik itu semua. Dia merencanakan sesuatu.



Dan Sadam pun bisa kembali ke istana dengan mudahnya, lalu ia pun mengecek ke tempat penyimpanan botol yang berisi nyawa –nyawa yang berhasil ia kumpulkan.



Disisi lain, Rin yang mendapatkan berita pergantian kepala Songgyukseo yang baru, dia pun menuju ke tempat penyimpanan botol. Disana sudah tak ada apa – apa, ketika ia bertanya pada salah seorang kasim. Dia berkata kalau kepala Songgyukseo yang baru memerintahkan untuk memindahkan barang – barang tersebut ke perpustakaan.


PM Soo Jong dan Sa Dam bertemu, dia bertanya apa yang membuat Sadam menginginkan perpustakaan?

“Dewa Naga yang tidur akan bangun dari sini dan naik ke surga dalam waktu dekat. Saya harus menyiapkannya.”

“Naga tidur? Apa ada hubungannya dengan Pangeran Wolgang?”

“Wolgang tidak ada hubungannya dengan Dewa Naga yang tidur disana.” jawab Sadam.

PM Soo Jong hanya meng – iyakan saja kata – kata Sadam. Dan tanpa ia sadari, Sadam menyerap sedikit energi yang dimiliki oleh PM Soo Jong.




Rin memperhatikan keduanya dari kejauhan, saat PM Soo Jong menoleh. Ia melihat Rin yang berdiri menatap mereka. Sadam pun juga menoleh, keduanya berpandangan dengan sengit.



****
MY LITTLE HOBBIE:
Aku merasa kecewa, entah dia reader atau bahkan Cuma visitor yang lewat dan meng –copas tulisanku. Bukan lagi copas manual tapi dia malah menggunakan auto copas, sehingga tanpa harus susah payah. Lima menit kemudian tulisanku sudah bertengger di blognya. Saya kecewa, pasti! Tolong lah, saya tak minta dibayar tapi seenggaknya sedikit menghargai saja. kalau pun ini masih ada di ke posting di blognya, tolong datang ke drama-favorite.blogspot.com
Ada beberapa point menarik di episode 12:
1.       Sudah jelas yah, Ibu Suri itu bersikap kasar pada Rin karena dia menyayanginya dan juga Kisan. Semakin Rin sering datang kesana, maka Kisan akan semakin menggempur Rin. Dia tak mau kedua cucunya harus bertikai satu sama lain.
2.       Posisi Sadam semakin menguat, dia mempunyai dua kubu terbesar dalam kerajaan. Raja dan perdana menteri. Untuk Raja sih ga terlalu berbahaya, dia Raja plin – plan yang selalu pusing memikirkan dirinya. Hanya mengikuti apa yang disarankan oleh orang lain, entah dampaknya apa dia akan melakukannya tanpa pikir panjang
3.       Status Rang Yi sebenarnya? Disini yang paling ga jelas asal – usulnya adalah Rang Yi, tapi dia paling kelihatan sedih kalau Rin dalam kesulitan. Dia pernah menyanyikan lagu untuk anaknya, dan berniat membelai wajah Rin. Mungkinkah dia Ratu Min?
4.       Nyonya pemilik Maeranbang, siapa dia sebenarnya? Mungkinkah Youn Ha?
Mari kita menebak – nebak sista,


6 Responses to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 12 – 2"

  1. tanks ya puji
    semangat trus nulis sinp x

    riefa^^

    ReplyDelete
  2. Smngat ‎Y̶̲̥̅̊ά̲̣̣ puji....yg tkang copas tolong lah sadar, kya gtu sma aja maling x,

    ReplyDelete
  3. lanjutin lagi yah eps nya .. SEMANGAT buat nulisnya

    ReplyDelete
  4. Knp bnyk sekali sinopsis yg sdh terhapus ?

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^