Sinopsis Night Watchman Journal Episode 12 – 1

Sinopsis Night Watchman Journal Episode 12 – 1
Moo Seok memeriksa para dayang yang terbatuk – batuk ditanah, ternyata mereka terserang wabah cacar. Rin terkejut mendengarnya dan berniat untuk mendekati mereka, namun Moo Seok melarang Rin.



Bukan hanya menyebarkan virus di lingkungan istana, Dewi Cacar pun merambah ke wilayah penduduk dan memberkan virus cacar di sumur.

Keesokan paginya, terjadi kematian masal karena penyakit cacar. Keadaan kota menjadi kacau, banyak tangisan akibat kehilangan orang – orang terdekat mereka.




Rin bersama dengan Do Ha dan Moo Seok menyaksikan para korban yang berjatuhan. Do Ha mengira kalau ini adalah ulah Dewi cacar. Moo Seok tak percaya, ini hanyalah penyakit. Apa mereka kira ini karena ulah hantu?

Rin kesal akan sikap Moo Seok, dia akan mencari tahunya sendiri bersama Do Ha kalau begitu. Ia menyuruh Moo Seok pergi, lalu ia pun menarik Do Ha agar pergi bersamanya.



Rin dan Do Ha kembali ke penginapan untuk menemui Sang Heon, Rin memberitahukan bahwa pintu departemen keuangan telah dikunci dan tampak seperti sebuah dinding dari luarnya. Do Ha merasa aneh karena sebelumnya mereka juga pernah masuk ke sana. Sang Heon berkata kalau perjuangan mereka akan semakin berat.

“Anda harus menemukan Sadam, dia mungkin masih di ibukota. Anda harus menemukan Sadam, dia mungkin masih di ibukota.” Saran Sang Heon.

 Rin dan Do Ha pun saling berpandangan kemudian mengangguk.





Rin menuju ke istana dan melihat keadaan sekarang begitu kacau. Para penjaga berlarian untuk mengangkut mayat dan para tabib berlarian untuk menyembuhkan dayang yang terserang cacar.

Rin menuju ke kediaman Ibu Suri, namun Dayang Lee menghadang Rin karena Ibu Suri tak menginginkan ada seorang yang menemuinya hari ini. Rin menyuruh Dayang Lee untuk menyingkir, ia menkhawatirkan kondisi neneknya.

Aku sudah bilang, jangan sering datang ke istana. Aku sudah mengatakannya kemarin. Kau harus pergi.” Ucap Ibu Suri dari dalam kamarnya. Rin memohon agar diijinkan masuk, ia hanya khawatir.

“Aku baik-baik saja. Kau harus pergi. Ingat apa yang kukatakan padamu jika kau mengkhawatirkanku. Bawa dia keluar, dayang Lee!” perintah Ibu Suri.




Soo Ryun di seret untuk menuju ke kursi penghakiman, dia diikat disana. Soo Ryun tampak tak terima dan masih terkejut menerima perlakuan kasar mereka.

“Lepaskan aku. Kau pikir aku siapa? Aku adalah putri Perdana Menteri. Ayahku adalah Perdana Menteri!” bentak Soo Ryun.


“Apakah ada orang yang tidak tahu kalau ini adalah kerajaan?” sela Raja Kisan tiba – tiba muncul. Soo Ryun terkejut mendapati Raja sendirilah yang akan mengadilinya.

“Lama tidak bertemu, Nona.” Sapa Raja penuh kelicikan.



PM Soo Jong masih merenungkan tawaran kerjasama dari Sadam. Dia masih bimbang akankah dia harus menerimanya atau tidak.

Beberapa menteri menghampiri PM Soo Jong dengan tergopoh – gopoh, mereka melaporkan bahwa Soo Ryun akan diintrogasi sendiri oleh Raja. PM Soo Jong terkejut mendengarnya, Apa? Raja yang mengintogasi sendiri?


Soo Ryun menjerit kesakitan ketika harus menerima hukuman. Kasihan melihat betapa tersiksanya Soo Ryun saat ini.



Kehadiran PM Soo Jong ketempat pengadilan Soo Ryun membuat hukuman yang diterimanya berhenti. PM Soo Jong melaporkan bahwa Ada masalah lebih penting yang seharusnya Raja urusi. Raja Kisan bersikap acuh atas laporan PM Soo Jong, PM Soo Jung mengingatkan kalau kejadian ini benar – benar serius. Banyak sekali mayat yang sedang dibawa keluar dari ibukota saat ini.

“Aku sudah memerintahkan untuk membuka lebih banyak klinik dan memberikan obat yang diperlukan. Kau harusnya mengkhawatirkan keselamatanmu sendiri.” titah Raja.

“Bagaimana Perdana Menteri di kerajaan ini hanya peduli dengan keselamatannya sendiri? Hanya Maeranbang yang memiliki obat-obatan terbaik untuk menyembuhkan cacar sekarang. Semua orang akan mati jika Maeranbang tidak memberikan obat-obatan sekarang!”

Raja murka karena PM Soo Jong tampak terlalu ikut campur. Dia akan mengurusnya sendiri.



Selepas kepergian Raja, PM Soo Jung menoleh untuk menatap putrinya. Tampak jelas kalau dia begitu miris menyaksikan putrinya yang begitu tersiksa. Soo Ryun menatap ayahnya sendu seolah meminta pertolongan. Dengan tanpa kata, PM Soo Jung meninggalkan putrinya.

“Ayah..” tangis Soo Ryun namun sejenak kemudian, tampaklah di raut Soo Ryun sebuah sorot kebencian. Aku rasa pada Rin.


****
Moo Seok pulang ke kediamannya, seperti biasanya In Hwa sudah menanti kepulangan Moo Seok. Meskipun tak bisa berkata apa – apa, dengan setia In Hwa menatap kakaknya yang nampak tengah banyak pikiran.


Dalam tidurnya, Moo Seok tak bisa nyenyak karena memimpikkan In Hwa. Dalam mimpinya, Dia berjalan mengikuti In Hwa yang menuju ke Ruang Departemen Keuangan. Moo Seok memanggil – manggil In Hwa sampai akhirnya In Hwa mendengar lalu berbalik menatap Moo Seok. Moo Seok tersenyum tipis karena berhasil bertatap muka dengan adiknya namun tiba – tiba sesosok wanita dengan pakaian serba hitam muncul. Dia Dewi Cacar, kemudian merangkul In Hwa untuk mengajaknya pergi.




Moo Seok pun tersadar dari mimpi buruknya tersebut.


Dan rupanya, mimpi Moo Seok memanglah sebuah pertanda buruk bagi In Hwa. In Hwa berlarian menghindar dari kejaran sesuatu, arwahnya nampak ketakutan kemudian sosok Dewi Cacar muncul dihadapan In Hwa. Dewi Cacar kemudian memegang kepala In Hwa.



Dewi cacar membawa In Hwa menghadap Sa Dam untuk melakukan sebuah ritual.



Setelah ritual yang diadakan oleh Sa Dam, anehnya di sumur menggaungkan suara bahwa penyebab adanya cacar adalah karena Pangeran Wolgang. Tak hanya itu, warga pun terpengaruh kalau Pangeran Wolgang lah penyebab penyakit cacar menyebar.

Sang Heon yang sedang dalam perjalanan mendengar kasak – kusuk tersebut. Dan ketika ia menghadap ke langit, hantu – hantu tengah berkeliaran dengan menyuarakan hasutan tentang penyebab penyakit cacar adalah karena Pangeran Wolgang.


****
Raja berniat menemui Ibu Suri, namun Dayang Lee melarang karena perintah dari Ibu Suri sendiri. Raja merasa diremehkan karena neneknya sendiri bahkan tak mau menerima salam darinya.

“Sepertinya dia sedang menghindariku. Tidak heran mengapa semua orang mengira aku lelucon! Bahkan nenekku sendiri tidak ingin bertemu denganku!”

Dayang Lee meminta Raja untuk tenang namun malah emosi Raja semakin menjadi.

“Apakah Nenek sedang menunjukkan penghinaan untuk kepala kerajaan ini? Aku cucumu, aku hanya ingin memberikan salam padamu! Apa Nenek pernah memperlakukan Wolgang seperti ini?” marah Kisan.

Ibu Suri memohon untuk tak menemuinya hari ini. Raja semakin tak terima saja dan menerobos masuk menuju ke kediaman Ibu Suri.



Raja mendobrak masuk ke kamar Ibu Suri, dan ia menemukan kalau ibu suri terbaring lemah dengan bentol diwajahnya. Ibu Suri meminta pada Raja untuk keluar dan meninggalkannya. Dayang Lee memohon namun Raja tetap kekeuh, dia terkejut kenapa Ibu Suri tidak memberitahukan padanya. Dayang Lee menuturkan kalau Ibu Suri sengaja mengunci pintunya agar menyelamatkan Raja.

“Pergi sekarang, Raja-ku. Kau harus melindungi tubuhmu. Pergi! Pergi sekarang!” perintah Ibu Suri.

Raja pun kemudian dengan segera meninggalkan Ibu Suri dengan dayang – dayangnya. Ia memerintahkan mereka agar memanggil tabib guna menyembuhkan penyakit neneknya.



Bayangan lagi – lagi muncul untuk mengejek Raja seperti biasanya. Sekarang dia menakut – nakuti Raja kalau sampai dia nanti ketularan cacar karena Ibu Suri berada dilingkungan kerajaan.

“Tapi sekarang kau ingin mengirimnya Tabib kerajaan? Siapa yang akan bersedih jika kau ketularan cacar? Mungkin Pangeran Wolgang! Itulah yang ku maksud! Jadi sadarlah! Aku bisa melihat semua hantu cacar muncul ditubuhmu.”

Raja ngeri sendiri membayangkan banyak cacar yang akan ada ditubuhnya. Namun dia meyakinkan diri agar tak terpengaruh oleh ejekan bayangan tersebut. Dia akan membersihkan diri dan berdoa untuk Ibu Suri.





2 Responses to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 12 – 1"

  1. kerennn. . update - an nya aktual bgt.
    ga sabar nunggu yg berikutnya.
    Semangattt kk!!!!

    ReplyDelete
  2. Aaaaaa itu adeknya Moon Seok mau diapain >.< harus sabar nunggu episode" selanjutnya >.< #Jasmine

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^