Sinopsis Night Watchman Journal Episode 10 – 1

Sang Hyun memohon agar hantu prajurit tersebut tak lagi menemuinya. Dia menyuruh mereka untuk kembali ke dunia dimana seharusnya mereka tingga. Dan sekejap, mereka berbalik arah meninggalkan Sang Hyun lalu menghilang.


Rin rupanya ada di tempat yang sama dengan Sang Hyun, ia menemui Sang Hyun untuk meminta penjelasan mengenai apa yang terjadi pada ayahnya. Sang Hyun menolak untuk mengatakan apapun, dia meminta agar Rin tak mencampuri urusannya.

Rin hanya penasaran kenapa seorang hamba setia Raja berani menahan pedang yang menghunusnya. Sang Hyun beralasan kalau dia hanya seorang hamba yang menjalankan kewajibannya. Dia meminta agar Rin tak mengingatkannya pada masa lalu.

“Sejauh ini aku hidup dengan menyimpan rasa marah pada Ayahku. Aku tidak bisa tidur dengan baik setiap malam. Aku berpura-pura menjadi pengecut. Aku harus menyerah pada impianku sejak awal. Itu karena aku marah pada ayahku. Tapi, Aku sadar itu salah. Itu akan sangat tidak adil untuk ayahku. Kemarahanku tidak akan menyelesaikan masalah.”





Sang Hyun tetap kekeuh kalau ia tak mengetahui apapun, ia pergi meninggalkan Rin. Sebenarnya, Rin tampak ingin mengejar Sang Hyun tapi dia mencoba menahan perasaannya melihat sikap Sang Hyun.


Rin berjalan kembali ke rumahnya, tiga hantu segera melaporkan kalau tuduhan Rin telah dicabut. Bukannya merespon, Rin malah berkata kalau rumahnya memang rumah yang menyenangkan.

“Sekarang nasibnya sudah lebih baik, dia mengabaikan kita lagi!” kesal Rang Yi.


Rin menuju ke gerbang pintu kediamannya lalu melepas kedua jimat yang terikat di tiang.

“Apa kalian mau tidur diluar?” tanya Rin.

Kasim Song tak menangkap maksud pertanyaan Rin, ia masih kesal dengan sikapnya tadi. Namun Menteri Ddong mengerti maksud Rin, Apakah Anda mengundang kami?

“Jangan bertanya seperti itu! Ayo masuk sebelum dia berubah pikiran!” ajak Rang Yi. Mereka bertiga pun dengan riang masuk ke dalam rumah Rin.



Rin menghampiri Rang Yi yang masih duduk termenung menatap langit malam. Rin bertanya kenapa ia masih ada disana? Rang Yi beralasan kalau yang lain sudah tertidur, makannya dia duduk sendirian diluar. Lalu kenapa dengan Rin?

Rin hanya menyukai rumahnya, dia belum bisa tidur. Ia juga pensaran kenapa Rang Yi mengikutinya, Kasim Song dan Menteri Ddong punya alasan mengikutinya. Tapi kalau Rang Yi, bukankah ia tak menyukainya?

“Aku menyukaimu!”

“Begitukah? Lalu kenapa kau selalu berkomentar buruk padaku?”

“Itu untuk kebaikanmu sendiri. Aku mungkin terlihat seperti anak kecil, tapi aku jauh lebih tua darimu. Jadi perhatikan apa yang ku katakan, mengerti?”


Rin merebahkan tubuhnya. Rang Yi menyanyikan sebuah lagu untuk membuat Rin tertidur, Dan lagu ini mengingatkan Rin pada mendiang ibunya.

Tidurlah, tidur, anakku. Tidurlah Anakku. Tidak ada yang lebih berharga daripada anakku.”

Rin tertidur dengan air mata yang membasahi kedua belah pipinya. Rang Yi mencoba mengusap airmata tersebut namun tangannya tak bisa meraih wajah Rin. Seolah dia tengah menggapai angin saja.



****
Sadam dan Ho Jo melakukan ritual untuk sang dewa naga, mereka menuju ke rak yang berisi botol penyimpanan para arwah yang mereka kumpulkan. Botol – botol itu semakin banyak jumlahnya.

“Besok malam adalah waktunya.” Ucap Ho Jo.

“Malam ketika energi gelap adalah yang terkuat. Hantu-hantu ini akan menyembuhkan Dewa Naga.”


****
Seperti biasanya, Raja Kisan merasa tak tenang karena harus terus – terusan berhadapan dengan bayangan yang menyerupai dirinya. Bayang tersebut mengingatkan kalau Raja Kisan tak akan bisa mengabaikannya.

“Apa kau tahu kenapa kau melikatku? Itu karena kau lemah! Karena pikiranmu lemah! Suaraku akan lebih keras setiap kali kau mencoba untuk menyangkal keberadaanku! Karena energimu semakin lemah! Kasihan. Kau tidak memiliki seseorang yang bisa dipercaya! Setiap orang mencoba menjatuhkanmu. Pangeran Wolgang benar. Air mengalahkan api.”

Raja Kisan kesal dan menyuruh bayangan yang terus mengoceh itu untuk diam.


Sadam menghadap pada Raja, Raja segera bertanya apakah gerbang utara sudah ditutup? Sadam tampak sedikit terdiam, ia menjelaskan kalau gerbang akan segera ia tutup. Namun seorang Kasim masuk untuk melapor bahwa perintah penutupan gerbang belum ada ke penjaga gerbang utara.

Raja Kisan murka menerima laporan tersebut, “Sudah ku bilang padamu Sadam! Sampaikan perintahku! Kenapa kau tidak menyampaikan perintahku? Kenapa?”

Sadam beralasan kalau ia akan segera menutupnya kalau energi api di ibukota telah sirna. Namun Raja tak percaya, dia tahu kalau gerbang itu dibuka dan mendatangkan banyak hantu yang masuk ke ibukota.



“Siapa itu? Siapa orang yang ada di belakangmu? Siapa yang memerintahkanmu untuk mengisi Ibukota dengan hantu dan melemahkanku? Jujurlah. Apakah Wolgang atau Perdana Menteri?”

Raja melemparkan surat yang dikirimkan oleh Rin, air selalu mengalahkan api. Raja merasa kalau dia sudah masuk dalam kata – kata Sadam. Dia tak lagi percaya pada Sadam dan meminta pengawal yang ada diluar untuk membawa Sadam.

Sadam memberontak namun Raja mengabaikannya, Raja tampaknya sudah sedikit tersadar sekarang.




Rin yang datang ke istana melihat Sadam yang tengah diseret oleh para prajurit, Sadam menatap tajam ke arah Rin. Namun Rin membalasnya dengan senyum meremehkan.



Ho Jo membereskan botol – botol yang berisi nyawa untuk dibawanya kabur. Tapi belum sempat ia membereskan semuanya, Prajurit sudah datang untuk menangkap Ho Jo. Ho Jo melawan mereka namun sebelum ia sempat membereskan seluruh botol tersebut.

Ho Jo memilih untuk kabur tanpa membawa botol – botolnya.


Ho Jo pergi untuk menyerang penjaga yang menangkap Sadam. Dengan cepatnya, Ho Jo bisa membunuh dan mengalahkan seluruh penjaga yang mengawal Sadam menuju ke penjara. Keduanya pun segera kabur.



Keduanya kabur ke tempat Nyonya. Nyonya heran melihat kedatangan mereka yang tiba – tiba dan tampat terburu – buru. Ho Jo mengatakan kalau Raja telah mengusir Sadam. Nyonya tersentak karena keduanya yang telah diusir dari kerajaan, kenapa datang ke tempatnya?

Ho Jo membentak nyonya karena sikap keterlaluannya.

“Tinggallah disini untuk sementara. Tetap tenang, jangan sampai ada orang yang mengetahui keberadaan kalian disini. “ ucap Nyonya dengan panik. Sedangkan Sadam yang terdiam tampak menyimpan amarah yang mendalam pada Rin yang telah mengirimkan surat pada Raja.



Rin menghadap pada Ratu Dowager namun seperti biasa, Sang Ratu tak menerima kehadiran Rin dengan baik lalu segera menyuruhnya pergi setelah memberikan penghormatan. Rin mengajukan pertanyaan mengenai kejadian yang terjadi 12 tahun yang lalu. Ratu Dowager marah karena Rin kembali membuka luka masa lalu. Rin memohon, dia hanya ingin tahu hal tersebut. Dia hanya ingin mengambil sebuah keputusan kalau dia mengetahui hal yang terjadi sebenarnya.

“Hentikan! Kau tidak tahu apa yang terjadi hari itu.” Bentak Ratu Dowager.




****
Penghuni penginapan mengkhawatirkan keadaan Do Ha yang selalu menatap ke arah pintu menanti seseorang untuk membukanya. Wolmae juga heran kenapa Do Ha tak tahu kalau Rin adalah seorang pangeran, padahal dia sudah menghabiskan biaya makan disana.

“Jangan hanya memikirkan biaya makannya disini saja. Dia berbeda dari kita sejak lahir!” ucap pemilik penginapan.

Do Ha yang baru masuk pun tersenyum membenarkan ucapan Pemilik penginapan. Dia teringat saat iringan Rin menuju ke Istana.



Rin tiba – tiba datang mengejutkan para Penghuni Penginapan, mereka segera menyambut Rin namun hanya Do Ha yang memilih untuk bersembunyi. Mereka menyambut Rin dengan penuh hormat dan merasa tersanjung karena seorang datang ke tempat kotornya.

Wolmae mengatakan kalau semua orang bisa datang kesana kok. Dia kemudian berteriak memanggil – manggil Do Ha untuk segera turun. Namun Do Ha tak menggubris, dia menatap mereka dari kejauhan.



Sang Hyun yang mendengar teriakan Wolmae memanggil Do Ha karena kehadiran Rin pun membuatnya urung untuk kembali.

“Kenapa kau melarikan diri?” tanya Rin yang keluar dari penginapan. Dia memohon agar Sang Hyun mengatakan hal yang sebenarnya terjadi, dia akan melakukan semua sendiri tapi dia perlu tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi 12 tahun yang lalu. Kenapa ayahnya bersikap demikian?

Sang Hyun menoleh, dia melihat ada Do Ha yang mendengarkan pembicaraanya bersama Rin. Sang Hyun menegaskan sekali lagi kalau dia tak mau mengatakannya. Rin berjanji akan datang kesana setiap hari untuk menanyakan hal tersebut.



Do Ha berbalik selepas kepergian Sang Hyun, namun Rin melihat Do Ha dan segera menghampirinya. Rin heran kenapa Do Ha pergi? Dia belum melihat Do Ha beberapa hari ini?

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Do Ha lalu segera meralatnya. “Apa yang harus kita lakukan, Pangeran?”

Rin merasa sikap Do Ha aneh, ia mengajaknya untuk bicara. Namun Do Ha menolak karena dia ada pekerjaan. Dia harus mencari kakaknya dan mengetahui apa Sadam inginkan darinya. Kalau begitu, Rin mengajaknya untuk melakukan itu bersama – sama.

“Waktu itu, saya pikir akan lebih mudah jika melakukannya bersama-sama. Tapi sekarang saya menyadari kalau sendiri itu lebih baik. Jadi, saya putuskan untuk melakukannya sendiri.” tegas Do Ha seraya izin pamit pada Rin.



****Bersambung ke Night Watchman Journal Episode 10 – 2****

Yang membuatku penasaran untuk episode kali ini adalah Rang Yi. Siapa dia sebenarnya? Mungkinkah ibu Rin? Bisakah? Soalnya saat Rin rebahan dan tidur disana, Rang Yi tampak sedih saat menatap Rin yang menangis. Ditambah saat dia mencoba mengusap wajah Rin pun tak bisa.

Raja Kisan. Tampaknya, dia bukanlah raja yang terlalu kejam. Buktinya dia perduli saat rakyatnya menderita, saat terjadi kebakaran. Saat hantu masuk ke ibukota. Tapiiiii, disisi Raja Kisan yang cukup perduli dengan rakyat tertutupi sama ambisinya untuk mempertahankan tampuk kepemimpinannya. Dan ketakutannya akan Rin yang bisa setiap saat mengambil posisi miliknya.


2 Responses to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 10 – 1"

  1. hmm raja kisan ini lebih parah dr jae yol...

    ReplyDelete
  2. Sebenernya Ratu Dowager sayang ga siih sama Rin?? :/

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^