Sinopsis Night Watchman Journal Episode 14 – 2

Sinopsis Night Watchman Journal Episode 14 – 2
Pertemuan dilakukan seperti biasa, Rin memberitahukan kalau Raja telah memerintahkan untuk membuat pagoda. Ia yakin dengan ini maka perpustakaan akan dihancurkan, patung naga akan dipindah dan samarkan sebagai bagian dari pembangunan.

Sang Heon terkejut, dia yakin bukan itu.

“Monster ular membutuhkan daya dorong air untuk naik. Tapi karena kondisi untuk kenaikan itu tidak cocok. dia memilih pagoda sebagai pilihan terbaik kedua. Monster ular bisa naik dengan melilitkan dirinya di sekitar pagoda.”

Do Ha dengan semangat mengatakan kalau mereka harus segera bertindak untuk menghentikan Sa Dam dan ular tersebut.



Rin menyela, haruskah mereka bersama dengan Do Ha? Maksunya Rin, apakah Do Ha harus ikut juga untuk tugas ini.

Do Ha meyakinkan, alasan dia masih di ibukota juga karena Sa Dam. Mereka harus menghentikan Sa Dam.

Sang Heon menyuruh pada temannya untuk mengecek dulu bagaimana kondisi tempat pembangunan di perpustakaan namun teman Sang Heon menolak, ia kan bukan Penjaga Malam lagi.




Rin, Do Ha dan Moo Seok pun menyusup melalui jalan rahasia menuju ke perpustakaan. Do Ha menyalakan lilin dan berniat untuk jalan memimpin namun ditahan oleh Rin. Dia melarangnya, ini bukan tugas yang menyenangkan. Kenapa kau ingin selalu didepan?

Rin mengedikkan dagu pada Moo Seok. Dengan terpaksa, ia pun berjalan memimpin didepan sesuai dengan perintah Rin.




Ketiganya merasa aneh, jalan yang sekarang mereka lalui bukanlah jalan yang sebelumnya. Kepulan asap tiba – tiba muncul, membawa mereka menuju kesebuah hutan. Do Ha menebak kalau Sa Dam telah memasang parameter pertahanan.

Beberapa senjata tiba – tiba melayang kearah mereka bertiga, mereka segera menghindar dan senjata yang sudah tertancap itu berubah menjadi debu. Kemudian prajurit dengan seragam kuning muncul, mereka menyerang ketiganya tanpa basa – basi. Mereka pun menebas prajurit – prajurit tersebut namun mereka seperti zombi. Seberapapun mereka mencoba menebas, mereka kembali bangun.

Mereka bertiga terkepung, Rin menebaskan pedangnya ke tanah. Asap pun kembali mengepul membawa mereka kesuatu tempat.




Mereka beralih tempat menuju ke sebuah tempat pembangunan. disini sepertinya tempat pembangunan pagoda, ada pemilik pembangunan yang tengah bekerja memecahkan batu dan juga ada pula teman Sang Heon.



****
Moo Seok meminta kabar mengenai pembangunan perpustakaan namun teman Sang Heon tak mau mengatakannya karena dia bukanlah seorang Penjaga malam. Dia memilih untuk pergi.

“Kelihatannya Sadam sudah membuat kemajuan besar. Aku tidak menyangka dia memasang perimeter pertahanan untuk menghalangimu.” Jelas Sang Heon.

Moo Seok mengedikkan dahu pada Rin dan Do Ha membuat Sang Heon bertanya ada apa? Do Ha berkata kalau mereka melihat para penjaga malam dalam parameter pertahanan dan arwah penjaga malam pun menyerang mereka.

“Terkadang arwah pendendam, saat mereka tidak bisa membalas dendam cenderung berubah menjadi arwah jahat karena kemarahan mereka. Jika seseorang memanipulasi kemarahan mereka dengan cara yang jahat. kita tidak akan mampu menghentikan mereka. Itu yang membuatku khawatir.”





Do Ha dan Rin keluar dari markas persembunyian mereka, ia bertanya pada Do Ha. Apakah benar kalau Sa Dam adalah alasan satu – satunya dia masih di ibukota?

“Kau tahu apa arti dirinya bagiku.”

“Aku tahu. Aku tahu benar apa arti dirinya bagimu. Tapi kuharap... itu adalah aku. Kuharap akulah satu-satunya alasan kenapa kau masih di Ibukota. Itu adalah harapanku.”

Do Ha terdiam, bingung apa yang harus ia katakan.




Moo Seok yang sebenarnya sedari tadi ada disana berjalan menghampiri seolah ia tak mau Do Ha menjawab ungkapan perasaan Rin. Moo Seok mengajak Rin untuk pergi, Do Ha pun memilih untuk pergi juga. Dia menyuruh Rin untuk berkati – hati.


Dalam perjalanan, Moo Seok bertanya apakah Rin menyukai Do ha? Rin berbalik dan menatap Moo Seok. Hal ini membuat Moo Seok tak nyaman, kenapa?

“Tidak. Aku hanya terkejut kau menanyakan hal semacam itu padaku.”

Moo Seok mengingatkan Rin kalau Do Ha bukanlah wanita yang bisa Rin pertanggung jawabkan. Seharusnya dia tak memulainya. Rin mengaku kalau dia tak bisa menahan perasaanya. Dia sudah memulainya dan sudah berkembang terlalu banyak.

“Kau dulu selalu dibatasi oleh tanggung jawabmu. Jadi kau tidak pernah bertanggung jawab penuh atas kedudukan apapun atau siapapun.”

“Jadi aku ingin melakukan dengan benar mulai sekarang. Aku akan bertanggung jawab dan melindungi. Aku akan memulai dengan Do Ha.”

Moo Seok memperingatkan kalau dia lebih suka apabila Rin memulainya dengan orang lain. Dia pun berjalan pergi mendahului Rin yang terdiam.




Hantu – hantu tengah melakukan pertemuan, salah seorang diantaranya memberitahukan kalau Sa Dam adalah orang yang akan membuat arwah pendendam menyelesaikan masalah yang belum mereka selesaikan. Maka mereka harus pergi ke istana sekarang.

“Arwah-arwah pendendamku. Ikuti aku. Ikuti aku, Sadam!” ucap Sa Dam.



Kasim Song yang tengah mencari informasi jadi takut, suasana semakin serius hingga ia pun berniat untuk pergi terlebih dahulu. Saat akan pergi, tak sengaja ia menyenggol arwah seseorang. Dia adalah Dayang Kim, Kasim Song mengenali sosok Dayang Kim lalu memperkenalkan diri. Dayang Kim masih tetap diam mengacuhkan Kasim Song.



Rin kembali ke kediamannya, dia melihat Rang Yi dan Menteri Ddoong duduk termenung disana. Rin merasa tersanjung sudah disambut oleh keduanya namun Rang Yi malah kesal, dia menyuruh Rin untuk jangan berkhayal. Rin terkejut, apa maksudnya?

“Dia pergi untuk mencari tahu sesuatu, dan sekarang dia tidak kembali.”



Mereka bertiga menuju ke tempat rahasia pertemuan para hantu namun sudah tak ada seorang pun disana. Kasim Ddong yakin kalau mereka pasti melakukan pertemuan disana.

Rang Yi terkejut melihat ada Dayang Kim yang memperhatikan keduanya dari kejauhan, Rin menyadarkan Rang Yi yang terus terdiam. dia mengikuti arah pandang Rang Yi namun Dayang Kim telah pergi lebih dulu.

Rin mengajak mereka untuk pergi saja dari sana.




****
Soo Ryun tengah bertemu dengan teman – temannya, tapi bisa ditebak kalau Soo Ryun tak terlalu nyaman berada didekat mereka. Teman Soo Ryun memberitahukan kalau di kota katanya ada penyihir hebat yang bisa mengabulkan permintaan itu.

“Kelihatannya Nona Hyo Ryung berhasil mendapatkan pria idamannya dengan meminta pada penyihir itu!”

Mereka mengajak untuk melihatnya namun Soo Ryun menolak. Sihir gelap atau semacamnya tak bisa dipercaya. Dia tak akan percaya pada sesuatu yang tak berbentuk.



Soo Ryun berjalan keluar, Dayang Soo Ryun mengingatkan kalau Soo Ryun telah meninggalkan jubahnya. Soo Ryun berkata kalau dialah yang akan mengambilnya sendiri.


Dua teman Soo Ryun membicarakan kejelekan keduanya dibelakang mereka, dia merasa kalau Soo Ryun bersikap sok baik dengan bekerja di klinik. Dan Soo Ryun telah membuang waktunya untuk pangeran Wolgang yang tersisa sekarang pasti hanya dendam.

Keduanya tak menyadari kalau Soo Ryun telah berdiri disana, mereka celingusan dan memalingkan muka dari Soo Ryun seolah dia tak ada. Soo Ryun pun segera meraih mantelnya lalu pergi.


Soo Ryun berjalan bersama dengan Dayangnya.

“Bagiku, aku hanya menyukainya. Aku tidak suka Pangeran Wolgang karena dia adalah seorang pangeran. Pria yang kusukai kebetulan adalah Pangeran. Aku pergi ke klinik karena aku suka bekerja dengan pasien-pasien itu.” Tutur Soo Ryun.

Dayang Soo Ryun memintanya untuk melupakan mengenai para pasien yang tak tahu balas budi. Soo Ryun sekarang tengah dilema, dia tak tahu akan perasaanya sendiri.


Moo Seok berlatih bela diri, Do Ha datang kesana. Dia memberitahukan kalau Pangeran akan segera kesana untuk menyusun rencana menerobos perimeter pertahanan. Moo Seok kembali ragu, apa benar kalau monster ular itu ada? Dia bergabung karena tak ingin ada lagi korban seperti In Hwa namun sekarang ia merasa tak yakin.

Do Ha merasa kalau Moo Seok tetap berfikiran seperti itu, maka selamanya ia tak akan pernah percaya. Karena mereka berhadapan dengan sesuatu yang tak berwujud.



Soo Ryun terkejut melihat Moo Seok yang tengah bersama dengan Do Ha, dia marah kenapa sepupunya membawa dukun rendahan masuk dalam rumahnya? Dukun sudah seperti p*lacur. Status rendahannya memang tak bisa disembunyikan.

Do Ha merasa kalau ucapan Soo Ryun terlalu kasar, namun Soo Ryun tak mengindahkan ucapan Do Ha. Bukankah dia sudah memperingatkan Do Ha tapi kenapa sekarang Do Ha malah mendekati sepupunya?

Moo Seok meminta Soo Ryun untuk berhenti namun Soo Ryun semakin kalap, dia merasa kalau Moo Seok lebih membela Do Ha.



Nona Soo Ryun...” sapa Rin yang baru saja tiba.

Soo Ryun diam menatap tajam kearah Do Ha, pandangan penuh kebencian padanya. Dan merasa kecewa pula dengan sikap Moo Seok. Soo Ryun pun pergi.



Soo Ryun bergegas menuju Maeranbang untuk menemui Nyonya namun Dayang Nyonya menghalangi Soo Ryun. Nyonya tengah sakit dan tak bisa ditemui.

Sa Dam datang lalu menyapa Soo Ryun. Soo Ryun bertanya apakah Sa Dam adalah Dukun yang ada di Maeranbang?

“Sepertinya ada sesuatu yang diinginkan oleh Soo Ryun.”



Keduanya pun melakukan pertemuan, Soo Ryun mengatakan kalau dia mendengar bahwa Sa Dam bisa mempengaruhi pikiran orang. Sa Dam membenarkan dan itu bukanlah perkara yang sulit. Siapa?

“Pangeran Wolgang.. Aku harus mendapatkan hatinya.” Tegas Soo Ryun mantap.

Sejenak Sa Dam agak tertegun, ia meminta Soo Ryun memberitahukan apa yang bisa ia dapat kalau membantunya. Soo Ryun menawarkan uang, namun Sa Dam menolak. Untuk uang, ia sudah mempunyai cukup uang.

“Aku ingin gadis yang dikagumi oleh Pangeran Wolgang. Berikan gadis itu padaku. Kau akan mendapatkan hati Pangeran dan aku mendapatkan gadisnya. Bagaimana menurutmu?” tanya Sadam.

Soo Ryun terkejut mendengar permintaan Sa Dam, dia tertegun tak bisa berkata – kata.



Sa Dam berjalan menuju ke kamar Nyonya namun seperti Soo Ryun, ia dicegat oleh Dayang Nyonya. Namun bukan Sa Dam namanya kalau menurut, ia pun menerobos masuk tak memperdulikan ucapan Sang Dayang.


Nyonya tengah sibuk mencari – cari file miliknya, dia tampak kebingungan dan panik. Sa Dam tampak bingung melihat sikap Nyonya, dia biasanya selalu tenang. Nyonya dengan panik menanyakan mengenai Ayahnya? Ibunya? dia tak ingat masa – masa sebelum bertemu dengan Sa Dam. Sa Dam menyuruh Nyonya untuk tenang.

“Apa yang telah kau lakukan padaku? Kenapa kau melakukan ini? Aku melihat apa yang kau lakukan pada hantu-hantu itu! Ini semua karenamu. Apa yang sudah kau lakukan padaku? Siapa aku?”

Sa Dam menatap tajam pada Nyonya yang masih panik, Nyonya pun pingsan setelah menerima tatapan tajam Sa Dam.



****
Seseorang pekerja bangungan yang tengah bekerja menemukan selembar kain yang terdapat tulisan berwarna merah. Dia melapor dan menunjukkannya pada seorang petugas, petugas tersebut terkejut setelah membaca tulisannya di kain itu.

Pemilik Penginapan dan Teman Sang Heon juga ada disana, keduanya menatap mereka dengan penasaran. Kenapa petugas itu tampak sangat terkejut?

Keduanya menghampiri pekerja tadi setelah pertugas tersebut pergi, Pemilik Penginapan bertanya apa yang ditemukan oleh nya tadi. Pekerja bangunan itu tampak sedikit berfikir, dia juga tak tahu isinya apa. Dia kan tak bisa membaca.




Kain ini berjalan dari satu tangan ke tangan lain dan sampailah pada anak buat PM Soo Jong. Anak buah itu membawanya untuk Park Soo Jong. PM Soo Jong geram setelah membaca tulisan dalam kain tersebut.

“Dimana ini ditemukan?”

“Dari lokasi pembangunan perpustakaan. Saya harus bagaimana?”

“Apa kau ingin menyimpan ini sebagai harta keluarga atau semacamnya? Singkirkan ini sekarang juga!”




Ho Jo mengintai mereka dari kejauhan, selepas kepergian PM Soo Jong. Ia pun mendekat dan memukul tengkuk Pengawal PM Soo Jong lalu mengambil kain bertuliskan tulisan merah tersebut.




Tak lama, kain sudah ada di tangan Sa Dam. Ia bergumam bahwa Perdana Menteri mempunyai banyak kejahatan.


Raja tengah panik, dia mondar – mandir dan mendapati kalau bayangannya muncul. Bayangan itu menakut – nakuti bahwa Dayang Kim telah menghilang. Mungkin dia tengah memberitahukan pada semua orang tentang kesalahan Rajanya. Semua orang mungkin tak akan percaya lagi pada Raja mereka yang pembohong. Dan ia telah gagal pada kewajiban berbakti.

“Diam!” bentak Kim pada bayangan itu yang rupanya hanya imaginasi dan berubah menjadi Sa Dam. Raja berkata kalau dia merasa tak percaya lagi pada kata – kata Sa Dam. Bukannya dia mengatakan kalau dulu ia telah mengurusnya tapi kenapa dia kembali lagi. Sa Dam sendiri juga kurang tahu kenapa Dayang Kim kembali lagi. Raja berteriak kenapa bisa dia tak tahu?

“Tolong jangan berteriak padaku, Baginda. Sayalah satu-satunya yang bisa menangani Dayang Kim saat ini. Haruskah saya membiarkan dia berkeliling menceritakan tentang rahasia anda?”

Kisan diam, skak tak bisa berkutik.




Raja Kisan bertemu dengan PM Soo Jong sekarang, dia bertanya bukankah penjaga malam katanya bisa melihat hantu. Kalau seperti itu, bagaimana kalau mereka bertemu dengan Dayang Kim dan mengetahui kalau semua itu perbuatan mereka?

“Saya tidak yakin saya mengikutinya. Saya tidak ingat hal-hal semacam itu. Sama seperti terakhir kali, saya sungguh tidak mengerti yang apa yang anda bicarakan.” Jawab PM Soo Jong lepas tangan.



Di Markas, Teman Sang Heon dan Si Pemilik Penginapan memberitahukan hasil temuan mereka kalau ada sebuah kain yang ditemukan dilokasi pembangunan. Orang-orang bilang itu terlihat seperti darah seseorang. seseorang menulis surat dengan darah. Mereka menyesal tak melihat lebih dulu tulisan tersebut, malah ketika mereka bertanya pada penemunya. Penemu kain tersebut buta warna.

Rin terdiam mendengar laporan keduanya.



Ho Jo menerima perintah untuk memberitahukan surat tersebut pada Rin. Ho Jo pun menyelinap ke kediaman Rin dan meletakkan surat tersebut di lantai.




Rin yang pulang bersama Do Ha dan Moo Seok menemukan surat tersebut di lantai. Dia langsung memungut suratnya dan membaca apa yang tertulis disana. seketika wajah Rin berubah sedih dengan mata berkaca – kaca.

Tak memperdulikan siapapun, Rin segera berlari menuju ke suatu tempat.

Rin tersayang... Ibu hanya berharap bahwa surat ini entah bagaimana akan sampai padamu.”





FLASHBACK

Ratu Min keluar dari kediamannya dengan panik, di depan kamarnya pun sudah bergeletakan tubuh tanpa nyawa. Seseorang tiba – tiba muncul dan menodongkan pedang pada Ratu Min. Ratu Min tak terima, apa dia tak tahu siapa dia?

“Kurasa ini saatnya kau mati.” Ucapnya seraya menebas dada Ratu Min. Dia adalah pengawal PM Soo Jong, ia pun berniat untuk menebas Ratu Min untuk kedua kalinya.




Namun PM Soo Jong datang dan bertanya dimana Raja? Pengawal berkata kalau Raja ada di kediaman pangeran. Keduanya pun pergi, dia tak memperdulikan Ratu Min.


Ratu Min rupanya masih memiliki sisa – sisa tenaga, dia terseok – seok pergi meninggalkan tempat tadi. Dia duduk di tempat yang agak tersebunyi lalu menyobek kain putih roknya.

Rin, Yang Ibu inginkan saat ini hanyalah  menyentuh pipimu untuk terakhir kali. Ibu senang merasakan kehangatanmu di ujung jari Ibu. Jika Ibu tahu kalau Ibu akan pergi tanpa melihatmu. Ibu akan melihatmu lebih dalam, lebih hangat. Ibu menyesali segalanya, Rin. Kau harus bertahan, Rin. Jangan menyakiti dirimu sendiri. Ibu akan mengawasimu.” Tulisnya.



Dayang Kim menemukan Ratu Min yang sudah sekarat, Ratu Min tak perdulikan dirinya dan memberikan surat itu pada Dayang Kim. Dayang Kim panik, kemana ia bisa menyembunyikan surat tersebut. Ia pun menaruhnya diselah – selah batu.

Prajurit datang dengan PM Soo Jong sebagai pemimpinnya. Mereka menemukan mayat Ratu Min tergeletak tak jauh dari Dayang Kim.

Jangan pernah dekat dengan Park Soo Jong, Rin. Dialah orang yang membunuh Ibumu. Dan dia juga akan menyakitimu di masa depan!” tulis Ratu Min diakhir suratnya.



FLASHBACK END

Rin bergegas menuju kediaman Perdana Menteri namun dicegat oleh Moo Seok agar ia tak masuk ke dalam. Lagipula apa yang Rin dapatkan kalau dia masuk kesana?

“Mereka terus mengatakan padaku bahwa Ayahku yang gila membunuh Ibuku lalu bunuh diri. Mereka mengatakan itu padaku. Tapi Itu tidak benar!” tegas Rin.

Rupanya PM Soo Jong masih diluar rumah, dia kembali tepat saat Rin ada di kediamannya. Dia bertanya apa yang Rin lakukan? Apa ada kepentingan mendesak yang membuat ia harus menemuinya?

Rin meremas kuat surat ibunya.



My Little Hobbie:

Terharu dengan sikap Ratu Min, seluruh ibu juga mungkin akan melakukan hal yang sama demi putranya atau orang terkasihnya. Mereka tak memikirkan keselamatan diri sendiri bahkan disaat terkritis dalam hidup mereka.


Aku semakin yakin kalau Nyonya adalah Youn Ha dan Rang Yi adalah hantu dari Ratu Min. Tapi coba kita lihat dulu deh kelanjutannya..

4 Responses to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 14 – 2"

  1. Aku sih percaya kalo si Nyonya itu kakaknya Do Ha..
    Tapi kalo Rang Yi? Masih ragu. Hehe

    ReplyDelete
  2. Nebakx jga gtu..nyonya kakak Do Ha
    Rang Yi ratu Min..lupa pas dieps brpa wktu rang yi nyanyi lagu tdur kyk lgu yng biasa dnyanyi'in ratu min saat Rin msh keciL..

    ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴ sinopx..
    Smga sehat selalu..
    آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ

    ReplyDelete
  3. Penasaran tingkat dewa nih ----''

    Duhh sumpeeh kesel sama Perdana Mentri si ayah nya soo ryun -_-

    Lee rin semasa hidupnya dibikin trauma sama bayangan ayahnya yang berniat nebas dy , *padahal itu ayahnya lagi dirasukin
    terus , Lee rin juga ngerasa tertekan ,Diasingkan dgn ejekan pembawa sial , seharusnya kn dia jadi putra mahkota -_-
    Mana lg yang lebih menyakitkan , ayahnya membunuh ibunya sendiri -_-

    Poor Lee rin :( <3333 bgt deh pokoknya , Lanjut eonnn

    ReplyDelete
  4. Kurg ajar tuh , jadi yang ngebunuh ibunya pangeran rin itu bukan ayahnya tp perdana mentri soak itu u,u bener2

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^