Sinopsis Night Watchman Journal Episode 14 – 1

Sinopsis Night Watchman Journal Episode 14 – 1
Rin menempelkan jimat ke punggung In Hwa, dia menyuruhnya untuk tak menjadi arwah jahat lagi. Moo Seok yang tadinya tengah memangku Do Ha pun berdiri, dia bertanya apa yang tengah terjadi?

“Sekarang, dia sudah menjadi adikmu lagi.” ucap Rin.




Moo Seok menatap kompasnya yang berputar – putar, dia berjalan menuju ke arah In Hwa. Rin memberitahukan kalau In Hwa sekarang tengah tersenyum pada Moo seok. “Dia tidak ingin kakaknya yang hangat berpura-pura menjadi orang yang dingin. Dia ingin kau menjalani hidup yang bahagia. Itu yang dia katakan padamu.”

Mata Moo Seok mulai berkaca – kaca, ia mengusap pipi In Hwa. Dia tak bisa melihatnya, namun Moo Seok dapat merasakan adanya In Hwa.

“Tangan kakakku begitu hangat.” Ucap In Hwa kemudian menghilang dengan senyum lebar di pipinya.

Moo Seok keheranan, dia tak bisa merasakan keberadaan adiknya lagi dan menatap ke kompas pun sudah tak bergerak – gerak. Rin mengatakan kalau In Hwa sudah pergi dengan senyuman di wajahnya.





Rin membopong Do Ha yang pingsan untuk pulang.


Sa Dam bersama Ho Jo berlari menuju ke tempat Rin tadi, dia terkejut siapa sebenarnya yang telah menerobos parameter pertahanannya? Saat ia menatap ke tanah, ia menemukan jimat yang digunakan Rin untuk melenyapkan Dewi Cacar.

Ho Jo melihat punggung Rin, dia memberitahukan pada Sa Dam kalau Rin ada disana. Sa Dam menatap tajam kearah Rin dengan semburat keterkejutan, sepertinya dia telah menebak sesuatu.



****
Keesokan paginya, Ibu Suri sudah sembuh dari penyakit cacarnya. Dia akan kembali ke istana dan sudah dinanti oleh Three Night Watchman. Mereka bertiga menunduk hormat pada Ibu Suri.

Tampaknya sekarang Ibu Suri semakin menyayangi Rin, bahkan dia menatap Rin seolah penuh kehangatan. Disaat Kisan malah mengusirnya, Rin berada disisi Ibu Suri disaat tersulitnya itu.

Ketiganya mengiring Ibu Suri menuju ke Istana.



Disisi lain, Sa Dam menunjukkan jimat yang digunakan Rin pada PM Soo Jong. Dia memberitahukan bahwa penjaga malam kemungkinan telah dibentuk lagi dengan Rin sebagai pimpinannya. PM Soo Jong agak tak yakin, penjaga malam? Apa sungguh kau mengatakan Penjaga Malam?

“Aku tahu cara untuk menangkap mereka dan menekan Baginda Raja di waktu bersamaan.” Jelas PM Sa Dam.

Jalan ini juga akan melibatkanmu, Perdana Menteri.” Batin Sa Dam dengan senyum liciknya.



Rin menghadap kepada Baginda Raja setelah ia mengantarkan Ibu Suri, Raja tampaknya dalam keadaan yang kurang baik saat ini. Dan tiba – tiba, hantu Dayang Ibu Suri kembali muncul dihadapan Rin. Dayang Kim menatap kearah Raja dengan pandangan benci. Rin mengerutkan kening menatap Dayang Kim hingga membuat Raja bertanya ada apa?

“tak ada apa – apa.” Jawab Rin.

PM Soo Jong menghadap pada Raja pula, dia yang tak tahu kehadiran Rin pun meminta maaf padanya. Dayang Kim sekarang menatap tajam ke arah PM Soo Jong membuat Rin menatap antara Dayang Kim dan PM Soo Jong bergantian.

Raja mempersilahkan Rin pergi. Selepas kepegian Rin, PM Soo Jong merasa ada yang aneh dengan sikap Rin barusan.




Rin yang keluar menatap hantu Dayang Kim yang keluar pula, dia bertanya – tanya ada apa dengan Park Soo Jong?



“Apa anda pernah mendengar tentang Penjaga Malam, Baginda? Mereka dulu adalah pengawal kerajaan Raja sebelumnya. Tapi mereka menggunakan hantu untuk memperdaya raja sebelumnya dan akhirnya mencoba untuk mengambil alih kekuasaan. Mereka bisa menggunakan hantu? Ada rumor kalau orang-orang itu akan berpihak ke Pangeran Wolgang.” Jelas PM Soo Jong.

Seketika Kisan terkejut. Jadi sekumpulan pria yang bisa mengendalikan hantu memihak pada Pangeran Wolgang? Raja tampak sangat panik. PM Soo Jong bertanya apakah yang harus mereka lakukan?

“Tangkap mereka! Pastikan untuk membawa mereka padaku terlebih dulu setelah kau menangkapnya.” Titah Raja.



Ho Jo melapor kalau Perdana Menteri telah melakukan pergerakan. Sa Dam merasa kalau mereka semua akan perang satu sama lain.


Prajurit pun mulai bergerak untuk menangkap para Penjaga Malam.


Rin, Do Ha dan Sang Heon melakukan pertemuan seperti biasa. Sang Heon memberitahukan bahwa ada monster ular dibawah tanah yang disimpan dalam bentuk batu. Mungkin sekarang segelnya masih utuh, namun mereka harus segera mengambilnya sebelum Sadam berhasil membangunkan lagi naga tersebut. Rin tak cukup yakin bagaimana caranya? lagipula mereka tak bisa mendekati patung tersebut.

“Dulu ada busur pendeta yang membatukan ular itu tepat disebelah patung. Tapi kurasa Sadam sudah melakukan sesuatu terhadap busur itu.” Jelas Sang Heon.

Rin kembali bertanya – tanya kenapa Sa Dam sangat terfokus pada patung tersebut, apa yang ia peroleh kalau bisa mengirimnya ke surga?

“Dia ingin membuat seluruh kerajaan ini menjadi budak dibawah Suku Yongsin. Jika itu terjadi, rakyat kerajaan ini akan diperlakukan bahkan lebih buruk daripada babi dan sapi.” Jelas Sang Heon yang segera dibenarkan oleh Do Ha kalau Suku Yongsin memang sangat jahat.

Rin heran kenapa Do Ha sepertinya tahu betul tentang Suku Yongsin? Do Ha mengatakan kalau ayah dan ibunya mati karena suku Yongshin. Kakanya menghilang juga karena mereka, kalau sampai Suku Yong Shin menguasai kerajaan maka penderitaan dan luka akan semakin banyak.



“Kurasa orang itu tidak akan muncul.” Alih Sang Heon merujuk pada Moo Seok.

Rin mengatakan kalau mungkin Moo Seok tak akan kesana karena pada awalnya pun Moo Seok tak percaya tentang semua ini. Dia baru mengubah sikapnya semalam.

Mohon maaf atas keterlambatanku.” Ucap Moo Seok tiba – tiba datang.


Teman Sang Heon berlari dengan tergesa – gesa mencari Sang Heon, Wolmae yang tak tahu apa – apa menyuruhnya untuk ke WC saja kalau kebelet. Namun tak selang berapa lama, prajurit telah sampai ke penginapan Chang. Wolmae terkejut dengan apa yang terjadi, Teman Sang Heon mengatakan kalau penginapan Chang dituduh sebagai pusat dari gerombolan pengkhianat. Wolmae terkejut.

Sedangkan para penjaga mulai memeriksa seluruh bagian dari penginapan tersebut.



Sang Heon dan yang lain masih bersembunyi diruang rahasia. Suara kegaduhan para prajurit telah lenyap, Do Ha merasa kalau mereka semua telah pergi dan ia akan memastikannya keluar. Rin menahan, ia saja yang keluar memastikan.

Do Ha giliran melarang, dia yang akan melihatnya karena prajurit tengah mencari seorang yang menggunakan sihir jahat. Sedangkan ia adalah shaman, kemungkinan dia akan diabaikan. Sedangkan kalau Moo Seok dan Rin itu tampak lebih mencurigakan.


Ruangan sudah kacau balau, berantakan. Wolmae ngedumel marah, seharusnya mereka yang mengobrak-abrik maka mereka juga yang harus membersihkannya. Si Gadis centil mengeluh kesal, kenapa mereka bisa tiba – tiba datang? Benar – benar menakutkan.

Do Ha masih terdiam, dia menatap keadaan ruangan yang kacau hanya dengan menahan amarah.



Raja terkejut menerima laporan kalau mereka tak bisa menemukan apapun. Mereka harus menangkap penjaga malam sekaligus, “Kau bilang mereka bisa melihat hantu! Sebelum mereka mengetahui apa yang terjadi hari itu. Sebelum mereka mengatakan segalanya pada Wolgang, Itu akan menyulitkanmu juga jika insiden hari itu sampai bocor.”

“Apa maksud anda dengan Insiden hari itu?” tanya PM Soo Jong mengelak kalau ia tahu sesuatu. Ia pun pamit pergi.



PM Soo Jong keluar dari ruangan Raja, dia tampak bersadar karena sesuatu yang ditutupinya.

“Kurasa akan lebih mudah bagimu untuk berpura-pura kau tidak tahu apapun tentang hari itu” gumam PM Soo Jong.


Seorang dayang berjalan sendirian di tengah malam, ia yang tengah membawa nampan menjatuhkannya karena terkejut. Dia melihat tubuh seorang dayang yang telah mati dengan kulit wajahnya yang telah mengering. Menakutkan.


Dayang Lee memberitahukan tentang ke khawatirannya karena penemuan mayat Dayang dengan wajah mengering. Dia menebak kalau itu karena ulah hantu. Ibu Suri tak percaya akan hal itu, yang terpenting sekarang adalah Dayang Lee jangan membiarkan para bawahannya untuk menggosipkan hal tersebut.

“Ya. Jika benar-benar ada hal seperti hantu. kebanyakan hantu dari kerajaan ini mungkin berada di istana ini. Aku melakukan banyak hal tak tertahankan dengan tanganku sendiri. Tapi itu adalah satu-satunya cara untuk menjaga monarki dan kerajaan ini.” Gumam Ibu Suri selepas kepergian Dayang Lee.

Hantu Dayang Kim kembali muncul, Dayang Kim adalah bekas dari Dayangnya Ratu Min atau Ibu Rin. Dia menatap tajam kearah Ibu Suri.


Sa Dam melakukan ritual seperti biasa, Ho Jo berkata kalau Penjaga Malam sudah mengetahui letak patung tesebut. Maka kemungkinan mereka akan kesana. Sa Dam menyuruhnya untuk tak perlu khawatir, dia telah mempersiapkan sesuatu.

Segel yang menahan monster ulat tersebut pun semakin rapuh, beberapa mulai mengelupas.

“Bagaimana kau akan meyakinkan Baginda Raja?” tanya Ho Jo.


****
Sa Dam memberikan saran pada PM Soo Jong untuk mendirikan pagoda, toh dia tak akan rugi dengan adanya pagoda tesebut. Malah akan membuat orang – orang menjauhi monarki dan mempermudah PM Soo Jong melangkah mendapatkan apa yang ia inginkan.

PM Soo Jong pun tersenyum simpul mendengar ucapan Sadam.



Raja panik, dia ketakutan dan menyuruh Kasim untuk segera memanggil Sadam menghadapnya. Raja memberitahukan kalau arwah pendendan yang pernah dibunuhnya sekarang mengejar – ngejarnya. Dia harus memusnahkan arwah – arwah tersebut. Sadam memiliki cara, “Ini tidak hanya menyegel hantu, tapi juga membantu membuktikan Baginda.”

“Kau memusingkanku. Katakan padaku sekarang!”

“Baginda bisa membangun Pagoda. Pagoda yang kebesarannya belum pernah ada sebelumnya. Pagoda besar dan tinggi yang akan menyentuh awan. Baginda akan mampu menyelesaikan itu.” Jelas Sadam.



Raja segera membawa masalah ini ketika pertemuan, karena banyaknya hantu yang berkeliaran di ibukota maka dia berencana akan membangun sebuah pagoda. Para menteri berkasak kusuk, salah satu diantara merasa heran, bagaimana bisa Raja dengan mudahnya membawa-bawa masalah hantu?

Menteri Min menyuruh menteri tadi untuk diam, kata – katanya agak tak sopan. Raja menyuruh mereka untuk diam. Dia sudah menentukan nama untuk pagoda tersebut adalah pagoda surga pasifik. Seorang menteri menentang hal tersebut, ibukota barusaja terserang wabah cacar. Tak mungkin bagi mereka untuk membangun proyek sebesar itu. Menteri tadi meminta PM Soo Jong untuk memberikan penolakannya.

Sudah ditebak, PM Soo Jong malah menyetujui  usulan itu. Semua orang pun semakin terkejut.


****

Mau dapet update-an SINOPSIS? Kalian bisa LIKE FANPAGE: My Little Hobbie maupun FOLLOW TWITTER: @Puji_Maccaron

Sempet beberapa episode cukup bosen sama Night Watchman tapi episode 14 cukup senang sih karena mereka udah jadi penjaga malam. Kalau kemarin – kemarin kan Cuma proses adanya penjaga malem dan muter – muter bkin bosen. Tapi episode 14 cukup terobati sih yah.
Untuk episode ini, aku penasaran kenapa Dayang Kim juga seolah membenci ibu suri ditambah juga ucapan ibu suri itu. Apa yang dia lakukan?
PM Soo Jong juga, apa yang dia sebenarnya lakukan? Waah,


6 Responses to "Sinopsis Night Watchman Journal Episode 14 – 1"

  1. hihiihi ternyata bukn hanya aku saja yg merasa kl ep 11,12 alurnya sgtttt lambt hingga waktu nonton dr pada ngudumel n uring-uringn maka banyak scene yg aku skip toh bisa di lanjut dg baca synopsis....so terimaksh buat yg bikin synopsis tetp sehat n semangat...fighting...!!

    ReplyDelete
  2. Trimakasih puji...meski rada bosen tapi. Penasaran juga gimana endingnya.

    ReplyDelete
  3. part 2'y lama bingits.........kpn..????????????/

    ReplyDelete
  4. Aku malah semakin penasaran :D hehe lanjut deh pokoknya maaahh

    ReplyDelete
  5. Lanjut secepatnya ya eonnie , uda bolak balik page ini tiap saat nh hahaha

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^