Sinopsis Iron Man Episode 5 – 2

Sinopsis Iron Man Episode 5 – 2
Hong Bin menuju ke kantor polisi untuk melaporkan hilangnya Se Dong. Dia meminta pada polisi untuk mengerahkan semua polisi yang ada. Polisi yang ada disana menertawakan Hong Bin, Hong Bin kemudian berjanji akan membayarnya.

Naasnya, saat Hong Bin akan mengambil dompet malah tak ada dompet. Dompetnya kan lagi dicuri. Polisi kembali tertawa.

“Apanya yang lucu? Kenapa kalian terus tertawa?” kesal Hong Bin.

“Bukan be...”



Se Dong dengan ngos – ngosan datang membawa pencuri yang telah kepayahan. Dia menyerahkan pencuri tersebut pada polisi lalu terduduk lemas. Hong Bin menatap Se Dong dengan heran, apa kau mengejarnya sedari tadi? Kau mengejarnya berjam – jam?

Se Dong mengangguk menanggapi pertanyaan Hong Bin.

“Siapa kau sebenarnya?”

Se Dong mengaku kalau dia melakukan semua ini karena ada foto ibu Chang didalamnya. Kim Tae Hee. Hong Bin pun terdiam mendengar penuturan Se Dong, dia sendiri mungkin telah lupa meletakkan foto Tae Hee dalam dompetnya.





Keduanya kembali ke rumah dengan menggunakan bus, Se Dong yang kelelahan sudah tertidur sedangkan Hong Bin masih terjaga.


Hong Bin menanti Se Dong didepan rumah Tuan Dae Tong sambil mondar – mandir tak betah. Dia menyuruh Se Dong segera pulang sebelum dia kesal. Se Dong belum bisa pulang, dia akan menyiapkan obatnya terlebih dulu. Kalau mau pulang duluan, dia mempersilahkan Hong Bin pergi terlebih dulu. Hong Bin heran, bagaimana bisa ada wanita yang tak takut? Bagaimana kau bisa pulang tanpa lampu jalan?

Se Dong menatap Hong Bin dengan intens hingga membuat Hong Bin risih sendiri ditatapnya seperti itu. “Kenapa kau menatapku?  Kau lihat apa? Kau mau apa? Kau mau bicara apa?”

“Kau takut, kan? Kau takut gelap, 'kan? Kau takut hantu akan muncul?” tebak Se Dong.

Hong Bin mengelak, yang benar saja. Seolah menantang, Se Dong menyuruh Hong Bin untuk pulang terlebih dahulu. Baiklah, Hong Bin mantap akan pulang terlebih dahulu.

“Takut? Sebaiknya kau jangan menyesalinya.” Geram Hong Bin.



Hong Bin berjalan mantap menuruni tangga rumah Tuan Dae Tong, namun ketika jalan yang ia lalui gelap gulita. Kaki Hong Bin mulai enggan untuk melangkah, dia menatap kesekeliling untuk melihat bagaimana keadaanya dan bayang mengerikan membuat Hong Bin mulai gentar.

Hong Bin pun berlari masuk dalam rumah Tuan Dae Tong lagi.



Akhirnya, mereka berdua pulang bersama melewati jalan tanpa penerangan. Se Dong dengan usil pura – pura menangis untuk menakuti Hong Bin. Hong Bin menyuruhnya untuk berhenti namun Se Dong semakin menjadi.

Sampai sesuatu membuat Hong Bin berjingkat ketakutan, dia pun memeluk Se Dong. Dan rupanya, hal yang ditakutkan Hong Bin itu hanyalah kunang – kunang yang berterbangan kearah mereka. Kunang – kunang itu menerangi keduanya dalam gelap.

Hong Bin tersadar akan posisinya, dia melepas pelukannya pada Se Dong lalu memarahi Se Dong. “Kau ini, sudah kubilang berhenti..”

Se Dong kesal dibentak oleh Hong Bin, ia pun berjalan dengan kencang dan berlari meninggalkan Hong Bin. Hong Bin yang ketakutan berteriak – teriak menyuruh Se Dong untuk menunggunya.



Semua orang sudah terlelap dalam keheningan malam, Ibu tiba – tiba terbangun. Dia menatap Se Dong yang tidur di sebelahnya. Ia pun mengusap lembut pucuk rambut Se Dong.



Hanya tinggal Hong Bin yang masih belum terlelap, dia diluar rumah tak ada tempat untuk merebahkan badan. Hong Bin menuju ke sebuah ruangan yang tampaknya seperti gudang tak terawat. Penuh debu dan berantakan.

Hong Bin terdiam. ia teringat akan kejadian dimana ia memeluk Se Dong dalam perjalanan tadi. Hong Bin pun dibuat tersenyum lebar mengingat akan hal tersebut.



****
Jang Won menemui Pelayan Yoon, dia berkata kalau dia tak memiliki banyak waktu. Pelayan Yoon basa – basi menawarkan makanan tapi Jang Won sekali lagi berkata kalau dia tak memiliki waktu. Pelayan Yoon memberitahukan kalau di Rumah yang ditemati Hong Bin sekarang, energi positivenya telah habis. Jang Won bertanya kenapa? Apa itu yang dikatakan oleh Shaman Choi? Apakah dia ingin memanggil roh atau sesuatu?

“Dia bilang, masalah ini akan selesai jika pemilik rumahnya berubah. Jadi, Saya harus mengambil kepemilikannya. Jong Hyuk sudah memulai studinya. Tapi, dia telah menyelesai MBA- nya dengan IPK yang tinggi. Bukan hal mudah untuk menyelesaikan studinya di usia itu. Dia ingin kembali ke rumah, dan tinggal bersamaku. Untuk memasukkannya dalam daftar keluarga anda. Anda bilang, saya bisa memiliki rumah itu. Sesuai janji, rumah yang ditempati Hong Bin adalah milik Jong Hyuk. Berikan rumah itu pada saya.”



Jang Won menolak, rumah itu bukanlah haknya lagi. Pelayan Yoon tahu, Hong Bin telah membelinya saat penyitaan. Oleh karena itu, ia meminta Jang Won untuk membeli rumah itu kembali. Dia sebenarnya ingin cash –nya saja tetapi rumah itu adalah masa lalunya, darahnya dan air matanya. Dia tak bisa membiarkan Hong Bin merenovasinya sedemikian rupa.

“Sepertinya anda sudah lupa, saya menyimpan banyak rahasia. Jong Hyuk memang tak bisa memiliki nama belakang anda. Meskipun dia mempunyai namaku, dia tetap anak sulung anda. Terima kasih untuk waktu anda, Tuan.” Ucap Pelayan Yoon santai namun sarat akan ancaman, ia pun kemudian pergi meninggalkan Jang Won.



Tak selang berapa lama, Pelayan Yoon kembali lagi. ada yang lupa ia katakan pada Jang Won. “Dulu, anda meminta saya ke Goorae. Tanpa mengetahui apa-apa, saya melakukan semua perintah anda. Apakah di sana tempat tinggal keluarga ibu Chang?”

Jang Won merubah ekspresi wajahnya agak kesal, kenapa Pelayan Yoon membahasnya sekarang?

“Sekretaris Ko bertanya apakah ada tempat di Goorae yang bisa Perwakilan Joo kunjungi. Jadi, saya memberitahunya. Perwakilan Joo pergi ke sana dengan anak itu dan belum pulang. Sekretaris Ko mengatakan mereka pergi ke Goorae.”

Jang Won kesal mendengar penuturan Pelayan Yoon, ia menggebrak mejanya. “Kenapa semua orang!! Kenapa mereka seperti itu? Kenapa tak ada yang bisa memahamiku? Kenapa?!!”



Seung Hwan datang ke kantor, dan lagi – lagi ia mendapati Se Dong tak berangkat kerja. Anak – anak memberitahukan pada Seung Hwang kalau game mereka hampir selesai dan tinggal merampungkan bug terakhir saja. mereka memprogram dengan cepat lalu melakukan batu gunting kertas untuk menentukan siapa yang akan memencet tombol enter.

Seung Hwan yang rese memencet tombol enter ketika anak – anak itu baru saja melakukan batu gunting kertas. Namun entah kenapa, tampilannya tak menjadi game melainkan gambar seorang wanita yang tengah tertawa. Mereka heran, apa yang telah Seung Hwan pencet? Kok jadi gini?

“aku hanya memencet tombol enter kok.”



Rupa – rupanya, ini ulang Kim Seok Go dan Oh Joon Sik yang tak mau terkalahkan oleh kelompok Se Dong. Mereka tertawa kesenangan saat melongok mereka dalam kebingungan. Namun tawa keduanya segera mereda ketika Sekretaris Ko melewati mereka.



Sekretaris Ko menghubungi Badan Meteorologi dengan kesalnya.

“Kau bercanda, ya? Baru kemarin kau bilang cuacanya akan cerah? Kenapa tiba- tiba saja di Selatan akan hujan? Kenapa harus hujan? Memangnya kenapa kalau aku marah- marah? Katakan kapan aku bisa berangkat ke Goorae agar terhindar dari hujan.”


Sekretaris Ko memacu mobilnya menuju ke Goorae saat langit mendung. Hal ini mengingatkannya ke saat dimana ia mengantarkan Ayah Tae Hee ke Goorae. Ayah Tae Hee bertanya apakah Sekretaris Ko mengenal Joo Hong Bin? Putra dari pria tadi?

Sekretaris Ko agak ragu namun kemudian ia berbohong kalau ia tak mengenal siapa Joo Hong Bin.



Layaknya anak kecil, Hong Bin tengah bermain dengan air tanpa memperdulikan Chang. Chang sendiri sibuk dengan thunderbird –nya. Saat ia menatap ayahnya malah sedang asik sendiri.



Hong Bin mendongak, dia mengumpati Se Dong yang jorok ketika menjemur pakaian dalam seenaknya sendiri.

“Dimana kakek dan nenek?”

“Dia bilang, dia mau ke dokter dengan Nenek. Dia bilang, dia akan pulang terlambat.” Jelas Chang.
“Dimana Se Dong?”

Chang mengatakan kalau Se Dong tengah memperbaiki atap. Hong Bin terhenyak, dia mengajak Chang untuk mencari istrinya. Chang menolak, dia memilih untuk tetap di rumah sendirian saja. Hong Bin melihat mainan yang dipegang oleh Chang, mainan apa itu?

Chang mengaku kalau ia mendapatkannya dari kakek. Hong Bin pun terdiam, dia sepertinya tahu betul kalau Ayah Tae Hee telah menyimpankan benda kesukaanya itu.



Hong Bin bergegas menuju ke rumah Tuan Dae Tong.

“Apa dia tak punya kepentingan lain? Bagaimana dia bisa mengurusi urusan orang lain. Kenapa dia mau melakukan semua pekerjaan di daerah ini? Aku sungguh tak mengerti makhluk itu. Memangnya dia dari planet mana?” kesal Hong Bin.


Didepan rumah Tuan Dae Tong sudah berjubel orang yang tengah memuji seorang wanita yang mau membetulkan genteng. Mereka sungguh takjub ada wanita yang mau melakukan hal tersebut. Hong Bin ikut penasaran, dia melongok siapa sebenarnya wanita yang terhalang oleh kaki Tuan Dae Tong.

Hong Bin terkejut, itu Tae Hee. Kim Tae Hee. Wanita yang dikasihinya tengah membetulkan genteng dengan cerianya. Hong Bin menatapnya dalam.



Waktu berselang, wajah Tae Hee berubah menjadi Se Dong. Se Dong yang menyadari kehadiran Hong Bin langsung melambaikan tangannya. Hong Bin menyuruh Se Dong untuk turun namun Se Dong keras kepala dan tetap membetulkan genteng.

TURUNLAH!!” teriak Hong Bin membuat Se Dong terkejut.



Sekretaris Ko semakin mempercepat mobilnya untuk bisa sampai ke Goorae.


Jalanan sudah gelap, Se Dong berjalan bersama dengan Hong Bin dalam diam. Se Dong bertanya apakah ia telah membuat kesalahan. Hong Bin berbalik lalu menarik tangan Se Dong, dia menyuruh Se Dong melepaskan pakaian yang ia kenakan. Siapa yang menyuruhnya memakai pakaian itu?

“Ibu... Aku mau memakai baju ibu tapi, dia malam memberiku baju Tae Hee.”

Dia bukan ibumu! Memangnya kau siapa bisa memakai baju ini? Walaupun aku baik, kau pikir kau bisa semaumu? Ada apa denganmu? Kau pikir, kau siapa? Kau hanyalah sampah murahan!”

“Ibu yang memberikannya...”

Siapa yang ibumu?!!




Se Dong menangis, dia meminta maaf telah berani memakai pakaian Kim Tae Hee. Orang sepertinya memang tak pantas memakai pakaian cantik itu. Tapi setidaknya, Hong Bin mengatakan kalau dia tak boleh memakai pakaian itu. Dia akan melepasnya sekarang juga. Se Dong berniat membuka pakaiannya, dia tersadar tak mengenakan pakaian dalam karena tadi pagi ia jemur.

“Tapi, apa kau bisa menunggu sampai di rumah nanti? Aku tak pakai baju dalam.” Pinta Se Dong membuat Hong Bin juga agak kasihan melihatnya.



Chang menunjukkan mainan hasil rakitannya sendiri pada Se Dong. Namun tak seperti biasanya, Se Dong hanya menanggapi ucapan Chang dengan memujinya pintar.

Se Dong mengganti pakaian milik Tae Hee dengan miliknya sendiri.




Chang memainkan thunderbirdnya ketika Hong Bin pulang.

Jahat... Jahat... Aku belum pernah melihat orang jahat. Ayah Joo Hong Bin, Joo Won Jang. Bagaimana dia bisa memukuli Tae Hee seperti itu? Aku membesarkannya tanpa pernah memukulnya. Beraninya dia memukulnya? Memar hitam dan kebiruan di lengan dan kakinya.” Ucap Chang menirukan neneknya.

Sayang, sudah cukup.” Chang meniru kakeknya.




Hong Bin terdiam namun dia melewati saja Chang yang masih bermain.

Memangnya apa salah Tae Hee? Kenapa bisa dia menyewa genster dan memukulinya hingga mati?

Ucapan Chang yang terakhir inilah membuat Hong Bin terpaku. Hong Bin diam, dia menoleh dan bertanya apa yang tengah Chang lakukan. Chang mengaku kalau dia hanya menirukan ucapan nenek dan kakek saja.



Sekretris Ko masih dalam perjalanan ke Goorae. Namun rintik hujan mulai turun, dia semakin mempercepat laju mobilnya.


Hong Bin masuk ke ruangan masih dengan suara Chang yang terus mendengung dikepalanya. Aku yakin Hong Bin sudah menangkap maksud dari ucapan Chang yang polos dan hanya menirukan pembicaraan Kakek dan Neneknya.

Hong Bin menatap foto Tae Hee yang terpajang diruangannya, ia menemukan sepucuk surat tergetak.

Kepada Hong Bin. Aku tak kuat jika harus mengatakannya sendiri Bahwa Tae Hee tak lagi bagian dari dunia ini. Itulah sebabnya aku tak bisa memberitahumu. Bin, Biarkan Tae Hee pergi. Ini adalah foto terakhirnya. Bawalah dan bairkan dia pergi. Saat dia sedang sekarat, dia sangat merindukanmu. Ini adalah penyesalan terbesar kami bahwa kami tak bisa melakukan permintaannya. Walaupun begitu, jangan membenci ayahmu. Semuanya adalah masa lalu. Aku sudah melupakannya. Aku tak bisa mengantarmu pulang. Aku akan pergi bersama ibu Tae Hee sementara waktu ini. Jadi, kau juga harus pulang. Selamat tinggal. Selamat tinggal, anakku. Dari ayah Tae Hee.



Tangan Hong Bin bergetar selepas membaca surat dari Ayah Tae Hee. Kemarahannya membuncah, dia tak bisa menahan lagi emosinya.

Hujan turun dengan deras, dalam ruangan Hong Bin terjadi getaran dan beberapa benda jatuh. Dari punggung Hong Bin mulai muncul pisau – pisau. Bayangan Hong Bin tampak dengan jelas ketika diterpa cahaya. Hong Bin menuju ke depan kaca, dia mendapati di punggungnya terdapat banyak pisau.



Se Dong berada didepan kamar Hong Bin, dia ragu untuk mengetuk pintunya. Sepertinya ia berniat untuk memberikan baju Tae Hee yang tadi ia kenakan.

Hong Bin masih didepan kaca, dia menggaruk pipinya dengan kuku. Seketika kulit Hong Bin terluka, darah keluar dari bekas cakaran kukunya yang menjadi tajam.



Se Dong memutuskan untuk tak mengetuk pintu. “Perwakilan Joo. Perwakilan Joo! Apa aku bisa masuk? Aku membawa baju Tae Hee. Aku masuk, ya.”

Se Dong mulai membuka pintunya, sedangkan Hong Bin masih terduduk didalam sana. Dia terkejut ketika pintu kamar perlahan mulai terbuka.

Se Dong membuka pintunya, dia terbelalak ketika menatap kedalam ruangan tersebut.


My Little Hobbie

Waaw, fakta mengejutkan kalau sebenernya Sekretaris Ko juga terlibat dengan masalah Ayah Hong Bin dan kematian Tae Hee. Meskipun dia hanya tak memberitahukan hal ini pada Hong Bin, bagaimana sikap Hong Bin kalau tahu Sekretaris Ko melakukan ini padanya? Dia pasti marah besar dan semakin tak percaya pada orang lain.

Yang tadinya aku kira Pelayan Yoon hanya pelayan biasanya, rupanya dia juga memiliki rahasia. Ampun deh, dia juga sepertinya orang yang licik dan tak pantang menyerah. Rahasia apa saja yang dimiliki oleh Pelayan Yoon? Jang Hyuk? Pusing.

Benarkah disini kalau Ayah Hong Bin membunuh Tae Hee, tapi kok aku merasa kalau bukan sepenuhnya salah Jang Won yah. Biasanya kalau dalam drama sih Cuma salah paham, tapi ya kita lihat saja.

Lalu bagaimana bisa Chang ada diluar negeri sedangkan sepertinya Tae Hee meninggal di Korea. Tapi disini, seolah Chang belum pernah bertemu dengan kakeknya.

POINT YANG AKU SUKA DI EPISODE INI, ketika Chang memainkan thunderbird dan dia mengulang ucapan kakek-neneknya. Penulis kreatif yah bisa kepikiran alur seperti itu, aku suka cara penyampaiannya. Ga terduga Cuma gegara Chang yang lagi main, Hong Bin bisa menyadari sesuatu.

Dan Hong Bin. Lee Dong Wook. Aktingnya keren banget. Koplak cuek tapi peduli gitu. Aku suka karakternya. Aku suka penyampaian yang dilakukan oleh Lee Dong Wook. Mungkin terkadang aku speechless sendiri harus nulis apa, soalnya susah banget menggambarkan ekspresi Dong Wook. Mungkin disaat gokilnya, aku malah tak bisa menyampaikan hal tersebut. Jadi, kalian rekomen buat nonton deh.

Cuma sayangnya, di slot Rabu-Kamis ini. Rating Iron Man paling rendah loh. Posisi pertama oleh My Spring Day dengan 9,...%. Ke –dua ada My Lovely Girl dengan 8,...% dan Iron man hanya dengan 6,...%

Kemungkinan orang Korsel ga suka genre Fantasy kali yah soalnya High School: Love On juga ratingnya Cuma 5% . Yah gapapa sih, selama alurnya ga bosenin ga akan jadi masalah buat aku.


8 Responses to "Sinopsis Iron Man Episode 5 – 2"

  1. Sepertinya makin seru aja filmnya
    semangat kakak buat sinop nya :)

    ReplyDelete
  2. Seru ...
    Thanks kk part 2 na udh kluar ...
    Smoga ep 6 na jg cepat kluar ya kk...
    Fighting ....

    ReplyDelete
  3. pertama-tama terimakasih banyak buat puji dan dyah yang mau ngerecap drama yang saya tunggu-tunggu ini
    tidak salah untuk ditunggu mengingat penulisnya sendiri penulisnya cinderella step sister dan secret of birth yang notabene membawa dongeng seolah menjadi nyata dalam kehidupan dan tetep kerasa manis pesanya wkwkwkwk
    sebenernya di awal casting speechless banget karena banyak aktor yang nolak untuk jadi Hong Bin si Iron Man, tetapi sepertinya takdir yang membawa LDW ikut bermain dalam drama ini membuat saya bisa menerimanya
    LDW so awsome dan baru kali ini saya suka perannya LOL
    termasuk si SSK heheeeee
    untuk masalah rating, ga bisa dibilang orang korea ga suka genre fantasy juga puji mengingat rooftop dan 49 days, dan nine bisa kok menarik perhatian mereka meski fantasy gitu meski cerita seperti surplus dan loveon memang harus kalah karena menurut saya genrenya memang kurang greget untuk ditonton ahjumma penyuka drama heheeeee
    lain kan kalo ngeliat my spring day: di kala soo young berjodoh dengan ahjussi atau my lovely girlnya rain:si bening yang kembali lagi setelah sekian lama :)
    Iron Man mungkin bernasib sama seperti Secret of Birth-drama SWnim sebelumnya atau two weeks, drama yang kalah rating dari masters sun...
    tetapi jika drama ini membawa hal yang baik nan menarik, ratingnya akan tetap lebih tinggi di hati penggemarnya^^
    sukses sekolahnya ya puji :)

    ReplyDelete
  4. woooow tambah seruu... our couple makin seruuu........maksh mbaa. lanjut yaasmgat..

    ReplyDelete
  5. LDW koplak banget xpresiny...keren,,total abis aktingx,,marah=menakutkan,cuek=gemesin,senyumx bikin klepek² hahhaaa....gomawo mbak puji...

    ReplyDelete
  6. ayahnya chang itu siapa ya?

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^