Sinopsis Iron Man Episode 3 – 2

Sinopsis Iron Man Episode 3 – 2
Sekretaris Ko membawa Se Dong menemui Chang yang tertidur dengan memakai selang infus. Se Dong terkejut dengan kondisi tubuh Chang yang demam, kenapa tak dibawa ke rumah sakit? Sekretaris Ko menuturkan kalau mereka telah melarikan Chang ke rumah sakit namun ia sudah boleh pulang. Dia terus saja menanyakan Se Dong.

Se Dong berkata kalau mereka telah berjanji untuk menikah. Dia kemudian mengelus rambut Chang dengan lembut, apakah rasanya sakit?

Chang tersadar dari tidurnya. Noona?



Hong Bin pun juga tak bisa tenang, ia mondar – mandir diluar. Saat ia menatap kearah tas Se Dong, nampaklah file Se Dong yang tersimpan disana. Hong Bin sedikit mengangkat alisnya menatap file tersebut.



Se Dong membujuk Chang untuk makan, namun Chang menolak.

“Bagaimana kau bisa tahu? Aku belum memberikan sentuhan magic- ku. Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Se Dong pura – pura terkejut. Kemudian ia berpura – pura meraih sesuatu di udara kemudian meletakkannya ke mangkuk makanan Chang. Se Dong melakukannya berulang kali, “Aku akan mengucapkan keinginanku, dan jika sendoknya berhenti. Keinginanku akan terkabulkan. Oke?”

“Abracadabra..” Se Dong kemudian menghentikan sendok yang mengaduk makanan. Dia menyuruh Chang untuk makan makanan yang telah ia berikan magic itu. Chang pun menurutinya.





Pelayan di rumah Hong Bin melongok dari pintu, mereka penasaran apa yang tengah Se Dong lakukan untuk membujuk Chang.

Hong Bin datang, mereka segera bergegas pergi ketakutan. Gantian Hong Bin yang melihat dari pintu, dia menatap wajah Chang yang mau tersenyum dihadapan Se Dong bahkan mau makan ketika Se Dong mengucapkan mantranya.

“Abracadabra? Kau pasti bercanda?” decak Hong Bin.




Se Dong telah membujuk Chang untuk makan dan sekarang demam Chang telah menurun. Dia izin pamit pada Pelayan Yoon dan Sekretaris Ko namun ketika ia hendak pergi, Sekretaris Ko memanggilnya.



Se Dong duduk dengan bingung melihat amplop yang tergeletak di meja. Hong Bin berkata kalau itu adalah gaji Se Dong yang telah menyuapi dan merawat Chang. Se Dong menolaknya, ia tak apa dan cukup ucapan terimakasih saja. Ia bergegas pergi.

“Kau butuh pekerjaan, 'kan? Aku membutuhkan babysitter. Kau akan mendapatkan 2 gaji di J Software, Aku akan memberikan makanan, perumahan, dan apa pun yang kau butuhkan. Sampai anak itu besar.” Tawar Hong Bin. “Kenapa kau diam saja? Kau tak mengerti? Dua gaji di J Software.”

Se Dong menolak, dia sudah memiliki pekerjaan di Perusahaan Sun dan progammernya telah diterima bekerja dalam satu tim. Mereka akan mulai Senin depan.

“Kau menyebut tempat payah itu sebagai perusahaan? Bekerja? Selama mereka tahu cara bagaimana nge- boot komputer maka mereka menyebut diri mereka seorang programmer. Apa yang akan kalian lakukan? Merayakannya dengan pesta kecil?” ejek Hong Bin.

Se Dong terluka karena ucapan Hong Bin telah meruntuhkan impiannya. Hong Bin menyuruh Se Dong untuk mengatakan saja apa impiannya, dia akan mendengarkan. Namun Se Dong sudah kepalang sebal, tak akan ada gunanya bercerita pada Hong Bin.



Se Dong pergi dengan kesalnya namun ditegur oleh Hong Bin, Se Dong dengan kesal kembali menghadapi Hong Bin. Kenapa Hong Bin tak mengucapkan terimakasih saja padanya? Kenapa malah memberikan amplop? Cukup katakan, terimakasih karena dia telah membantu Hong Bin. Dia harusnya mengucapkan itu kalau ingin meminta bantuan, bukannya malah menghina tempat kerja teman – temannya. Harusnya Hong Bin bertanya, bisakah ia bermain dengan Chang sepulang kerja.

“Beraninya kau mengajariku.” Kesal Hong Bin.

“Ulangi kata- kataku. Terima kasih sudah mau datang. Jika kau punya waktu luang, apa kau bisa bermain dengan Chang? Cobalah. Kau bisa mengucapkan terima kasih ataupun maaf.” Perintah Se Dong namun Hong Bin masih saja terdiam. “Kau tak punya niat mengucapkannya, 'kan. Aku membenci orang seperti itu.”
Se Dong memilih untuk pergi secepat mungkin sedangkan Hong Bin masih melongo melihat sikap Se Dong.




Se Dong berjalan keluar, namun ia melupakan tasnya. Dia pun terpaksa kembali lagi dan saking luasnya tempat Hong Bin, Se Dong harus berlarian menuju rumahnya. Sekarang dia kebingungan, bagaimana ia masuknya sedangkan pintu rumah Hong Bin adalah pintu otomatis. Se Dong mencoba memanggil – manggil orang didalam namun suaranya tak terdengar. Sekalipun suara masuk, tapi rumah Hong Bin udah kaya lapangan golf bro.

Se Dong berniat menelfon Hong Bin tapi ponselnya ada di dalam tas. Dia mendesah akan kebodohannya sendiri, Se Dong pun menggedor pintu rumah Hong Bin tanpa henti sampai akhirnya alarm di rumah Hong Bin berbunyi. Se Dong terkejut.



Pelayan Yoon dan Sekretaris Ko juga mendengar suara alarm, mereka akan melihat kejadian diluar. Tapi Hong Bin yang sudah tahu kalau ini kemungkinan ulah Se Dong, ia melarang mereka untuk melihat.



Se Dong makin terkejut dan panik ketika mobil polisi sampai di rumah Hong Bin.



Se Dong meminta maaf pada Hong Bin karena telah membuat keributan. Dia kemudian mengambil tasnya untuk segera pergi.

“Hei Pencuri.” Panggil Hong Bin membuat Se Dong menatapnya dengan tajam. “Kau masuk tanpa ijin ke rumahku. Bukannya itu pencuri? Kau masuk ke penjara atau menjadi babysiter di sini? Apa kita ke polisi saja?”

Se Dong yang kesal bukan kepalang menyetujui saja perkataan Hong Bin. Ia meraih ponselnya untuk menghubungi polisi namun Hong Bin yang panik dan merebut ponsel tersebut. Se Dong sudah membulatkan tekad, dia akan merubah Hong Bin. Ia pun meraih ponsel yang tergeletak diatas meja.

“Halo? Ya, pak polisi. Aku baru saja dituduh pencuri. Tolong datang ke sini?”




Polisi telah datang, mereka bertanya apakah benar Hong Bin telah menuduh Nona Son Se Dong pencuri? Kalau memang benar maka mereka harus membawa Hong Bin ke polisi untuk memberikan beberapa penjelasan. Hong Bin menolak.

“Jadi, anda mengakui, dia bukanlah pencuri?” tanya polisi. Se Dong memberitahukan kalau dia memang telah di tuduh oleh Hong Bin. Dia tak bisa memaafkannya.

“Baiklah, kalian berdua ikut aku.”

Se Dong setuju untuk pergi ke kantor polisi. Hong Bin kembali menolak, dia akan berpura – pura kalau kejadian kali ini tak pernah ada. Se Dong tak bisa terima kalau hanya pura – pura, mereka lebih baik ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah. Se Dong hanya butuh permintaan maaf kok maka nanti ia akan melupakannya.

“Ini adalah salahku.” Ucap Hong Bin dengan berat sekali.




Pelayan Yoon terkejut mendengar tuannya mau mengakui kesalahan. Apa dia salah dengar?


“Dan? Ini salahmu, jadi, bagaimana sekarang?” tuntut Se Dong. Dia berkata pada polisi kalau begini maka ia akan tetap menginginkan pergi ke kantor polisi saja.

“Memangnya aku kriminal? Kenapa harus ditangkap.”

“Yang perlu kau katakan sekarang adalah...”

Maafkan aku, ini salahku!” kesal Hong Bin. “Maafkan aku, dasar wanita jahat. Sialan!”



Lagi – lagi Kepala Pelayan Yoon dibuat terkejut, dia tak bisa menopang tubuhnya dan jatuh dalam pelukan Sekretaris Ko. Hahaha


“Gadis jahat? Sialan?” tanya Se Dong dengan menatap Hong Bin. Dia tahu kalau Hong Bin tak tulus mengatakannya tapi ia merasa kalau itu sudah lebih dari cukup. Se Dong berbalik pergi, ada senyum kepuasan tersendiri karena telah membuat Hong Bin meminta maaf padanya.

Sedangkan Hong Bin, ia mengucap tengkuknya seolah ada sesuatu yang aneh telah terjadi.



Malamnya pun, Hong Bin masih kesal bukan main. Dia tak bisa tidur meskipun telah merebahkan tubuhnya. Ia belum bisa terima karena telah mengucapkan maaf pada Se Dong.

Hong Bin jumpalitan tak jelas saking kesalnya.


Hong Bin menengok Chang yang sekarang sudah tidur dengan pulasnya. Dia menatap Chang penuh kelembutan dan teringat dengan mantra abracadabra yang diucapkan oleh Se Dong.



Diluar, Hong Bin berjalan mondar – mandir tak keruan. dia mencoba mengikuti ucapan Se Dong, Abra... Abracada ... Hong Bin mengulangnya beberapa kali namun akhirnya mendesah kesal.

Entah kenapa, tiba – tiba Hong Bin tertawa sendiri. entah apa yang membuatnya merasa lucu, bahkan ia tak bisa menahannya hingga harus bersembunyi dibalik selimut agar tak ada yang tahu kalau ia tengah tertawa sendiri.



****
Hari ini adalah hari dimana Se Dong akan memulai bekerja di Perusahaan Sun. Dia bersama rekannya tampak sangat bahagia karena bisa mendapatkan perkerjaan. Mereka pun menatap penuh harap saat menatap Perusahaan Sun.

“Ayo semangat!”




Belum apa – apa, saat sampai di depan pintu kantor. Papan nama yang ada disana sudah copot lebih dulu, Se Dong tak perduli dan mengetuk pintu kantor beberapa kali namun tak ada respon.

Se Dong menghubungi pada petugas yang kemarin, dia tampak terkejut menerima jawaban dari orang diseberang.



Seung Hwan bertanya apa yang terjadi? Se Dong menuturkan kalau sehari setelah Perusahaan menerima mereka, mereka langsung bangkrut. Rekan yang lain terkejut, kenapa begitu tiba – tiba?

“Mereka memperkerjakan kita untuk mencobanya sekali lagi. Tapi, mereka tak bisa menghindari kebangkrutan. Dia mengatakan maaf.” Jelas Se Dong.

Sudah barang tentu ini membuat semua rekannya lesu, belum sempat bekerja tapi malah sudah bangkrut duluan tempatnya.



Kim Seok Goo dan Oh Joon Shik menemui Sekretaris Ko untuk bertanya apakah Hong Bin akan datang. Sekretaris Ko berkata kalau Hong Bin sedang ada urusan dan selama dua hari tak bisa datang. Mereka berdua reflek berjingkrak kegirangan akan ketidak- hadiran Hong Bin.

Tapi belum berapa lama, sosok mengerikan bagi keduanya muncul. Yap, Hong Bin berangkat kerja mengejutkan mereka. Seketika, girang mereka berubah serius lalu membungkuk hormat pada Hong Bin dan segera undur diri.




Sekretaris Ko terkejut dengan melihat kehadiran Hong Bin, Hong Bin berkata kalau akan ada seseorang yang akan menemuinya maka ia berangkat. Telfon Sekretaris Ko berdering, Hong Bin langsung menebak kalau itu adalah Se Dong. Ia menyuruh Sekretaris Ko untuk mengatakan kalau dia ada diluar negeri. Ia akan membuat Se Dong menderita.

“Tapi... bukannya anda sedang menunggu teleponnya?” tanya Sekretaris Ko membuat Hong Bin berubah pikiran. Katakan saja kalau dia dikantor, suruh untuk menemuinya.

Hong Bin berjalan pergi, namun baru beberapa langkah ia kembali dan menurunkan ponsel Sekretaris Ko. Ia berbisik agar Sekretaris Ko mengatakan kalau dia sedang di Gym.




Hong Bin membanting tubuh Sekretaris Ko di ring tinju, keduanya bergulat dengan Hong Bin yang memimpin sedang sekretaris Ko hanya menerima saja perlakuan Hong Bin. Dia bertanya akankah Se Dong melihat mereka?

Sekretaris Ko meng – iya – kan meskipun pada kenyataanya Se Dong memunggungi keduanya. Dia hanya terdiam menunggu.

Hong Bin mengakhiri dengan menindih tubuh Sekretaris Ko. Dia hanya ingin tampak keren dihadapan Se Dong, ia pun menyuruh Sekretaris Ko untuk memberitahukan Se Dong untuk menunggunya selesai mandi. Dia akan membuat wanita tak sopan  itu menunggu.



Se Dong menanti Hong Bin dengan sabar, Hong Bin yang keluar dari kamar mandi so’ jual mahal. Dia menyuruh Se Dong untuk cepat katakan apa yang ia mau, dia sibuk sehingga memberikan Se Dong waktu lima menit. Se Dong meng – iya – kan, dia akan berbicara dengan cepat.

“Tolong terima kami. Sebelum pergi bekerja, saat makan siang, dan setelah bekerja. 3 kali sehari, Aku akan menjaga Chang. Dan aku akan menghabiskan akhir pekan dengan Chang. Aku punya lisensi di pelayanan penitipan anak.”

Hong Bin menegaskan kalau dia hanya membutuhkan Babysister bukan pekerja pemrograman. Se Dong bertanya apakah Hong Bin tak mau mempertimbangkannya? Hong Bin dengan tegas menolak. Apa daya, Se Dong pun menerima keputusan Hong Bin.



Hong Bin menegur Se Dong karena dia belum lima menit, seharusnya dia meyakinkan dulu bukannya langsung pergi. Se Dong meminta maaf, dia merasa sangat bersalah karena telah memanfaatkan Chang untuk negosiasi. Tapi dia hanya butuh pekerjaan dan merawat Chang sebagai rasa terimakasihnya.

“Tapi, Impianku adalah untuk mengembangkan game yang paling  menyenangkan di dunia. Babysister, bukanlah impianku. Tak peduli seberapa laparnya aku, aku tak akan mengubah mimpiku. Selamat tinggal.” Tegas Se Dong dengan air mata yang mengalir.

Hong Bin hanya terdiam, hanyut dalam ucapan Se Dong. Sampai akhirnya ia tersadar, dia pun memanggil Se Dong.




Perjanjian telah disepakati sepertinya, Se Dong dengan ceria bermain bersama dengan Chang ke taman bermain. Keduanya tampak sangat bahagia, dan satu manusia yang hanya bisa duduk bosan bersama segelas minuman. Hong Bin menatap keduanya dengan tajam.



Se Dong menuntun Chang untuk bertemu dengan Ayahnya, dia menyuruh Chang untuk mengatakan apa yang tadi ia ingin katakan. Namun belum apa – apa, hanya dengan menatap mata Hong Bin saja sudah membuat Chang takut.

“Kenapa? Ada apa? Katakan saja!” bentak Hong Bin tak sabar. Chang pun ketakutan dan bersembunyi dibelakang punggung Se Dong.

“Kenapa kau bersembunyi? Keluarlah.”

“Akan lebih baik jika kau mau menunggu hingga dia terbuka padamu. Dia mencoba untuk lebih berani bicara padamu. Berhenti meneriakinya. Apa kau tak bisa sedikit ramah?” saran Se Dong.




Hong Bin tak tahan lagi, dia melompat menuju ke Chang. Dia menyuruh Chang untuk mengatakan saja apa yang ingin ia katakan. Namun Chang semakin ketakutan karena ulah Hong Bin.

Dia mulai menangis.



Ponsel Hong Bin berdering, dia segera mengangkat panggilan tersebut dan beberapa saat kemudian ia tampak terkejut.


Hong Bin mengemudikan mobilnya dengan masih menghubungi Sekretaris Ko.

“Katakan dengan jelas. Siapa wanita itu? Dia bilang apa?”

Sekretaris Ko memberitahukan kalau namanya itu Eliza Park, dia menunggu di cafe hotel dan akan menelfon Hong Bin juga ayah Hong Bin. Siapa yang datang duluan lah yang akan ia ceritakan. Dan wanita itu pulalah yang membawa Chang.

Hong Bin bergegas, dia menyuruh Se Dong untuk mengemudikan mobil dan pulang duluan.




Hong Bin bergegas masuk ke cafe hotel, ia mengedarkan pandangan keseluruh cafe. Ia menemukan ayahnya tengah berbicara dengan wanita berbaju merah. Tepat saat Hong Bin berniat menghampiri mereka, Wanita itu pun pergi.



Wanita itu berpapasan dengan Hong Bin, dia sadar kalau wanita itu Eliza dan menyuruhnya untuk berhenti. Eliza berkata kalau dia sudah mengatakannya pada Ayah Hong Bin, makannya dia menyuruh Hong Bin untuk tanya saja pada Ayahnya.

Hong Bin tak terima dan menarik lengan Eliza. Ayah Hong Bin berdiri, ia menyuruh Hong Bin untuk melepaskan Eliza. Ia mengajaknya untuk berbicara.




Hong Bin tak perduli, dia lari mengejar Eliza namun sayangnya dia sudah mendapatkan taksi dan pergi.




Sekretaris Ko mengenadarai mobilnya dengan panik, dan saat ia tengah terburu – burunya titik – titik hujan mulai turun. Pertanda buruk ini sehingga membuatnya tergopoh – gopoh menuju hotel. Saat dia akan menaiki lift, seseorang telah menutup pintunya terlebih dulu. Terpaksa, dia menaiki tangga untuk menuju ke kamar Ayah Hong Bin.




Ayah Hong Bin, Jang Won memberitahukan kalau Tae Hee telah meninggal di Amerika. Hong Bin tak percaya, dia menyuruh Jang Won untuk mengatakan yang sebenarnya.

“Tumor menyebar di seluruh organ tubuhnya. Mereka tak bisa melakukan apa-apa. Dia meminta agar wanita yang tadi untuk menjaga anaknya. Dia memintanya, untuk membawanya padamu, dan mendapatkan bayarannya. Aku sudah membayarnya, kau hanya perlu menggantikan uangku. Ayo bicarakan tentang anak itu.”

Kemarahan Hong Bin semakin memuncak, dia tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Jang Won. Dia tak mendengarnya secara langsung, dan kenapa ayahnya menyuruh Eliza cepat pulang? Apa untuk berbohong? Dia yakin Eliza memberitahukan keberadaan Tae Hee tapi Jang Won memalsukannya agar ia tak mencari Tae Hee.

Kemarahan Hong Bin tak bisa terelakkan lagi, wajahnya semakin tampak menakutkan tak keruan.



Lampu hotel sudah padam semua, Sekretaris Ko berhasil menemukan kamarnya. Dia menggedor – gedor tapi tak seorang pun menjawab. Terpaksa ia mencobraknya, Sekretaris Ko tak menemukan seorang pun ada disana. hujan sangat deras sekarang, Sekretaris Ko mengedarkan pandangannya dan menemukan seseorang yang tergeletak di lantai.




Sedangkan Hong Bin, dia memanjat sebuah tower dibawah guyuran hujan. Tanpa rasa takut, ia terus naik dan naik menuju puncak tertinggi tower tersebut. Petir menyambar – nyambar menakutkan. Apa yang akan dilakukan oleh Hong Bin?



*****

Mau dapet update-an SINOPSIS? Kalian bisa LIKE FANPAGE: My Little Hobbie maupun FOLLOW TWITTER: @Puji_Maccaron


"Kira - kira apa yang akan dilakukan hong Bin yah?"

Hong Bin itu baik, Cuma cara penyampaiannya itu lah yang salah. Memang dia sudah tercipta dengan sikap kasarnya jadi akan sangat sulit baginya untuk bisa menyesuaikan kondisi Chang yang tiba – tiba masuk dalam kehidupannya sebagai anak dari kekasihnya.

Dan inilah misi Se Dong, membuat Hong Bin bisa mengontrol emosinya. Dengan adanya Chang juga, mungkin dengan itulh nantinya Hong Bin akan sembuh dari temperamen buruknya tersebut.



6 Responses to "Sinopsis Iron Man Episode 3 – 2"

  1. Kayanyaa hong bin ngelukain ayahnya dehh , jadi org yg tergeletak itu ayahnya -_-
    tapi gatau juga ding hahahha

    Lanjutin ya eonnie :) menarik kok ini drama , ya emg bner agak gmana gt liat shin se kyung , tp kan dia artis .. dia cuma bermain peran , kita kan gak kenal karakter asli dy sprti apa , jd gkboleh ngejudge sesuka hati ^^

    ReplyDelete
  2. Aku masih bingung hongbin ini manusia apa alien/? Habis badannya keluar piso piso dapur -_-"

    ReplyDelete
  3. Sikap hong bin kasar mungkin krn sikap ayahnya juga yg kasar ato mungkin krn rasa sakit hati yng ditinggal pergi oleh tae hee...

    ReplyDelete
  4. Ada yg masih buat q penasaran asal mula knp woo bin kalau marah bisa jd berubah,keluar pisau2 gitu...iya bener alien/karena percobaan (kaya X-man)

    ReplyDelete
  5. gomawo eonnie,, di lanjut terus nulis nya.. fighting..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^