Sinopsis Iron Man Episode 1 – 2

Sinopsis Iron Man Episode 1 – 2
Hong Bin dan Sekretaris Ko harus pergi ke rumah sakit dikarenakan oleh dua orang yang kemarin di aniyaya oleh Hong Bin terkapar disana. keduanya terlihat babak belur, namun Hong Bin yang baru membuka pintu kamar rumah sakit saja sudah tutup hidung. Ada bau menyengat yang membuatnya ingin muntah.

Sekretaris Ko pun masuk sendirian untuk membacakan surat keputusan untuk kenaikan pangkat keduanya. Kim Seok Goo menjadi kapten direktur umum. Dan rupanya, perubahan Super Cap menjadi Super Collar telah mendatangkan keuntungan, hingga Oh Joon Sik mendapatkan promosi menjadi Direktur Departemen Umum.




Hong Bin yang sedari tadi memojokkan diri merasakan sebuah aroma yang aneh. Dia berjalan mengikuti aroma yang ia rasakan, sampai ia berdiri di depan sebuah kamar yang ramai. Terdengar kelakar beberapa pria dan wanita yang ada di bilik yang tertutup tirai.

Wajah Hong Bin perlahan berubah sendu, entah apa yang di tangkapnya namun Hong Bin perlahan berjalan menuju tirai tersebut.




Rupanya, dalam kamar tersebut terdapat Se Dong beserta kawan – kawannya karena pria yang tak bisa keluar dari lemari harus menjalani perawatan.

Sedang Hong Bin yang berdiri dibalik tirai bergumam, “Tae Hee – ya...”

Perlahan Hong Bin membuka tirainya, tampaklah Se Dong yang tengah tertawa dan tersenyum bersama rekan – rekannya yang lain.




Hong Bin segera berbalik setelah ada seseorang yang masuk dalam bilik tersebut. Tak lama Se Dong pun juga keluar, tercium kembali aroma yang membuat Hong Bin merasa nyaman dan menikmatinya. Hong Bin memejamkan mata, tergambar dalam otak Hong Bin seperti buah, bunga yang mekar dan bagaikan udara segar yang menyejukkan.

Namun tak lama, seorang teman Se Dong keluar juga untuk mengejar Se Dong. Seketika, Hong Bin yang tengah terpejam merasakan aroma polusi. Hahahaha. Hong Bin menutup mulutnya karena mual.




Teman Se Dong, Seung Hwan tampak frustasi ketika Se Dong berkata kalau dia akan pergi ke Global Games untuk meminta Monstro dikembalikan. Seung Hwan tak yakin apa Se Dong bisa melakukannya, dia tak kenal orang seperti apa Jong Hong Bin, si pemilik Global Games yang tekenal dikalangan remaja. Semua orang di industri Games pun tahu kalau Jo Hong Bin adalah pria terburuk dari yang buruk.

Se Dong berkeras, toh dia tak menginginkan perusahaanya kembali. Dia hanya menginginkan Monstro kembali. Monstro itu sepertinya Games yang ada di perusahaan milik Se Dong sebelumnya.

“Dia membeli perusahaan kita karena Monstro. Kenapa dia memberikan itu kembali? Apakah kau tahu mengapa tak ada gambar Joo Hong Bin di internet? Itu karena dia tampak seperti setan, dan ia tidak ingin menunjukkan dirinya. Menurutmu mengapa mereka tidak  berani mengupload fotonya? Hal ini karena mereka tidak memiliki keberanian. Dia tidak pernah mengambil gambar di mana saja karena ia tidak ingin menunjukkan wajah iblis nya. Dia tidak melakukan wawancara, juga.” Jelas Seung Hwan.

Se Dong tetap tak perduli, dia akan ke Global Games dan berpesan pada Seung Hwan agar memberikan makan pada rekannya.



Tak tahunya, Hong Bin berada disana dan mendengar seluruh percakapan Se Dong dan Seung Hwan. Jelas saja wajahnya sudah kesal minta ampun. Dia langsung menelfon Sekretaris Ko untuk menyiapkan mobil untuknya.

“Hey. Apakah aku terlihat seperti setan? Siapkan mobil. Jika aku tidak sampai ke perusahaan sebelum Son Dong Se. aku akan mencukur kepalamu, dan membuat sepatu jerami dari rambutmu. aku akan membuatmu memakan sepatu setiap hari. Siapkan sekarang!”

 Satu detik setelah ucapan Hong Bin, Sekretaris Ko sudah sampai dengan senyum puas diwajahnya.



Hong Bin sudah dalam perjalanan bersama dengan Sekretaris Ko, dia menjelaskan kalau kemungkinan Se Dong sampai ke perusahaan mereka dengan waktu 30 menit. Dengan kecepatan 160 km/ jam, maka mereka bisa sampai dalam waktu 3 menit.

BRUK!! Karena Saking ngebutnya, baru selesai bicara seperti itu, mobil yang mereka tumpangi menabrak mobil seseorang.

“Mengurus 30 detik. Kecuali jika kau ingin mati.” Ancam Hong Bin. Sekretaris Ko pun hanya bisa pasrah, sedangkan Hong Bin yang melihat jam tangannya jadi geregetan sendiri.




Sekretaris Ko menuju pria yang tertabrak mobilnya, sepertinya keduanya cukup kenal bahkan Sekretaris Ko membungkuk hormat pada pria tersebut. Pria itu rupanya tak lain adalah Ayah Hong Bin, Joo Jang Won. Dia melihat kearah mobil, ada putranya yang sudah menahan emosi. Nafasnya memburu karena waktu berjalan begitu cepat dan sopirnya belum juga menyelesaikan masalah ini.




Jang Won mengetuk kaca mobil Hong Bin, Hong Bin menoleh. Dia sama sekali tak melihat wajah Jang Won, dia hanya mendengar ketukan Jang Won. Dan suara ketukan itu seolah menggema dalam pendengaran Hong Bin.

Seketika ekspresi benci Hong Bin tampak.



****
Dalam perjalanan, Se Dong mencari informasi mengenai Hong Bin namun disana tak terpampang wajah Hong Bin yang sebenarnya.

Se Dong mendapat telfon dari Seung Hwan, Seung Hwan memberitahukan kalau Dong Geun membeli tiket pesawat dari agen perjalanan. Dong Geun berencana untuk kabur ke US dengan keberangkatan jam 4 sore.
Se Dong terkejut menerima informasi dari Seung Hwan.




****
Hong Bin memutuskan keluar, meskipun Jang Won ada disampingnya. Dia tak sudi untuk berbicara padanya, dia bertanya apa yang terjadi pada Sang Sopir.

“Kau harusnya menyapa.” Ucap Jang Won.

“Tidakkah kau katakan padanya kita akan bertanggung jawab 100 persen?” tanya Hong Bin yang segera dibenarkan oleh supirnya. “aku kira ia tidak puas. Hanya mobil bekas, berikan yang baru.”

Jang Won kembali menyuruh Hong Bin untuk meminta maaf, kalau salah maka dia harus meminta maaf.



Hong Bin yang sudah berjalan pergi pun melompati mobilnya untuk menendang sang Supir, “kau tidak minta maaf? Jika kau yang salah, kau harus meminta maaf.

“Jika seseorang telah memberikan bekas luka selalu abadi. Dia harus minta maaf! kau, bajingan!” teriak Hong Bin seraya berjalan pergi. Emosi Hong Bin yang meletup – letup membuat suasana seketika berubah, awan – awan bergumul seolah akan turun hujan.

Sekretaris Ko meminta Hong Bin untuk menenangkan diri. Dia kemudian menyuruh Supir untuk kembali meminta maaf.

Namun emosi Hong Bin malah semakin menjadi, dia memukul Sekretaris Ko. “Dasar bajingan! Dia tidak melakukan sesuatu yang salah. Kenapa kau menyuruhnya untuk meminta maaf? Orang lain yang bajingan di sini. Orang lain harus meminta maaf. Apa yang dia lakukan salah? Kenapa kau menyuruhnya untuk meminta maaf?!!”





Tak bisa membendung amarah Hong Bin lagi, Sekretaris Ko menggendong Hong Bin ditengah ramainya jalan siang ini. Dia berlari melewati kemacetan dengan Hong Bin yang masih mengumpat tentang permintaan maaf. Dia meronta meminta diturunkan namun Sekretaris Ko tak membiarkan hal tersebut terjadi.

Sekretaris Ko membawa Hong Bin menuju ke ring tinju dan melemparkan tubuhnya disana.




Sekretaris Ko menyuruh Hong Bin untuk menyelesaikannya disini saja. tanpa ampun, Hong Bin menendang Sekretaris Ko. Tapi dengan sigap, Sekretaris Ko menghindar sehingga Hong Bin lah yang terjatuh. Sekretaris Ko panik menanyakan keadaan Hong Bin, sedangkan Hong Bin mengambil kesempatan ini untuk membalik Sekretaris Ko. Dia menarik Sekretaris Ko dan memutarnya.

Hong Bin membantingnya lalu dengan tingkah aneh, dia menindih Sekretaris Ko dan memukulinya dengan brutal.

“Pak... Gadis itu, Son Dong Se... Ini adalah tentang waktu kapan dia akan di perusahaan.”

Mendengar nama Se Dong, Hong Bin reflek memejamkan mata dan mengingat wajah Se Dong yang tersenyum. Sepersekian detik kemudian, kemarahan Hong Bin semakin menjadi. Dia kesal Sekretaris Ko mengungkit tentang Se Dong sekarang, ia kembali memukulinya dengan tanpa ampun.





****
Se Dong rupanya memilih untuk pergi ke bandara dan mencegat Dong Geun yang sudah siap untuk keberangkatannya. Dong Geun gelagapan dan mencoba menjelaskan,

“kau mengubah nomor ponselmu dan pindah. Sekarang, kau pindah jauh?” tanya Se Dong geram.

Dong Geun tak bisa beralasan lagi, ia pun berjalan dengan kencang. Se Dong menjerit memanggilnya, ia pun menangis karena kesulitan yang ia hadapi akibat ulah Dong Geun menjual perusahaan mereka. Perusahaan yang seharusnya tinggal memetik hasil namun malah dijualnya.

“Anak-anak tidak punya tempat untuk pergi. Mereka tinggal di rumahku, dan kami tertangkap oleh pemilik. Salah satu bahkan pecah tulang ekornya. Je Gil bersembunyi di tempat yang sempit, dan sekarang dia punya hernia . Bagaimana kau bisa pergi sendiri?” tangisnya.

Dong Geun celingukan, dia berbalik untuk mengatakan kalau dia tak punya keberanian dan sangat malu untuk bertemu dengan Se Dong. “Aku pergi!!”




****
Disisi lain, dengan tergesa – gesa Hong Bin kembali ke perusahaan untuk mengecek kedatangan Se Dong namun tak ada yang namanya Se Dong datang kesana. Hong Bin belum percaya, bagaimana kalau dia salah dan terlewat? Dia menyuruh Sekretaris Ko untuk mencari Se Dong sekarang juga.


****
Se Dong masih kejar – kejaran dengan Dong Geun, namun ia kehilangan jejak. Untungnya, Seung Hwan yang datang tepat waktu melihat Dong Geun yang menyelinap.

Keduanya pun mengejar Dong Geun.



Hong Bin memutuskan untuk menghubungi Dong Geun, “Mr. Gyun Dong Geun? Ini adalah Joo Hong Bin. Apakah kau di AS sekarang? kau pergi hari ini? Ini bukan urusanku ketika kau pergi. Tapi seseorang bernama Son Dong Se seharusnya datang menemui aku, tapi dia tidak datang.”


Dengan keringat bercucuran, nafas memburu menahan kesal. Se Dong menatap pintu masuk sebuah ruangan, tak lain adalah WC Pria. Dia tak bisa masuk kedalam dan hanya bisa menunggu Dong Geun keluar.



Seung Hwan menggendor – gedor pintu bilik Dong Geun bersembunyi, dia meminta Dong Geun untuk keluar. Dia tak akan membunuh Dong Geun kok lagipula dia akan tetap menunggu sampai Dong Geun keluar.


Didalam, Dong Geun tengah menerima telfon dari Hong Bin. Ia memberitahukan kalau siatuasinya tengah tak pas untuk berbicara dengan Hong Bin. Hong Bin bertanya kalau sepertinya saat menjual perusahaan, Dong Geun belum menerima persetujuan dari seluruh karyawannya. Dong Geun mengelak dan telah memiliki persetujuan dari semuanya, lagipula bukan urusan Hong Bin. Dan bukankah Hong Bin yang tak mau memperkerjakan karyawan mereka?

“Jangan merasa senang, Mr Gyun Dong Geun. Jika kau melakukan ini, aku akan marah.” Hong Bin mencoba menahan emosi. “Dan jika aku marah, kita tidak bisa berbicara!



Seorang wanita setengah baya dengan dandanan serba mewah keluar dari pesawat, dia menggandeng seorang anak kecil namun sepertinya bukan ibunya. Dia memperlakukan anak tersebut dengan kasar. Dia menyuruh anak tersebut untuk masuk ke WC sendiri, dia menyuruhnya untuk buang air kecil sekarang dan jangan memintanya lagi untuk menemani.



Seung Hwan masih memohon pada Dong Geun untuk segera keluar, namun Dong Geun masih kekeuh berdiam diri di toilet.

Seung Hwan melihat anak tadi, dia Chang yang kesulitan membuka resleting celananya. Seung Hwan yang baik tak tega melihat Chang kesulitan, ia pun membantu membuka resleting Chang yang nyangkut.



Diluar ada ribut – ribut, dua orang pria datang menyebut – nyebut nama Eliza. Wanita yang tadi mengantarkan Chang jadi ketakutan, dia segera kabur.

Pria tadi yang berlari mengejar Eliza tak sadar ada koper yang terjatuh di lantai, dia pun tersandung sehingga tubuhnya melayang tepat kearah dada Se Dong yang tengah menanti Dong Geun.



Se Dong berteriak kencang bahkan Hong Bin yang sedang menelfon Dong Geun pun mendengar jeritannya. Se Dong menampar pria tersebut lalu membanting tubuhnya, dia menarik kepala pria itu dengan kesalnya.

Seung Hwan yang terkejut menemui Se Dong, dia heran kenapa Se Dong melakukan hal tersebut pada orang yang lebih tua. Se Dong masih histeris, dadanya dipegang oleh pria itu. Seung Hwan ikut tak terima, dia menggantikan Se Dong menarik kepala si Pria tersebut.




Dong Geun keluar dari toilet dengan senyum licik, dia berhasil kabur dengan santai. Sedangkan Se Dong dan Seung Hwan dibawa ke petugas keamanan karena menyebabkan keributan.


Se Dong menjelaskan kalau dia memang menjadi korban, pelaku harus diberi hukuman. Kalau tidak bisa – bisa akan ada korban selanjutnya. Petugas mengerti,

“Kim Gwang Joo, kau berada di bawah penangkapan untuk mengancam, memeras kau dapat menyewa pengacara, dan memohon keringanan. Oh, dan pelecehan seksual, juga. Bawa dia.” Perintah Petugas Polisi.
Sedangkan Se Dong dan Seung Hwan masih menatap cengo, rupanya Gwang Joo adalah buronan yang sedang dalam pencarian.



Se Dong tersadar, dia harus mengejar Dong Geun namun Seung Hwan menyuruh Se Dong untuk istirahat saja. Mungkin Dong Geun sudah melewati samudra pasific sekarang, Se Dong tertegun tak bisa berbuat apa – apa lagi.

Ketika keduanya akan pergi, seorang pertugas kebersihan mengantarkan Chang yang kehilangan orang tuanya. Seung Hwan menyadari kalau Chang adalah anak kecil yang ditemuinya di toilet dan ia membantu membuka celananya.

“kau membuka ritsleting celananya? kau adalah orang macam itu?” tanya Se Dong terkejut.



Chang mulai menangis, Se Dong yang menatapnya tampak iba. Petugas Kim menghampiri Chang, dia mengulurkan tangannya untuk Chang. Petugas Kim berjanji akan mempertemukan Chang dengan ibunya.

Chang malah teringat dengan kejadian masa lampaunya, disebuah rumah. Chang berdiri sendirian, ada beberapa pertugas yang datang ke rumah tersebut. Salah seorang polisi menawarkan bantuan pada Chang. Namun entah apa yang terjadi, seolah Chang mengalami pengalaman buruk semasa itu. Dia menolak uluran tangan Petugas Kim dan semakin menangis kencang.




Se Dong membantu menenangkan dengan memeluknya. Dia menenangkan Chang, tak ada apapun yang akan terjadi. “tidak apa – apa. Tidak apa – apa.”

Sampai tengah malam, tak seorang pun yang menjemput Chang sehingga Se Dong menenangkan Chang dengan menggendongnya. Setelah Chang tenang, Se Dong meyakinkan Chang kalau polisi akan menemukan kembali ibu Chang. Sudah tengah malam, dia harus pergi.

Se Dong dan Seung Hwan pamit pergi, namun baru beberapa langkah. Tangis Chang kembali pecah, Se Dong menoleh dan tampak iba.




Di lain tempat, Hong Bin pun juga masih terjaga. Dia tengah membuka beberapa file photo yang menampilkan seorang sosok wanita yang begitu keibuan.

Tae Hee, aku mencium aromamu tadi, dan kuikuti. Tapi kau tidak ada.



[FLASHBACK]
Tae Hee dan Hong Bin tengah berdua, keduanya tengah memlihat photo – photo kebersamaan mereka dengan tawa.

Namun seketika tawa itu lenyap saat Jang Won datang kesana dengan wajah menakutkan. Tae Hee canggung dibuatnya.


“aku bilang untuk menjauh darinya. Tapi, aku melihat kau disampingnya. Bagaimana kau merayunya? kau mengatakan kepadanya kalian harus menyembunyikan diri sampai aku mati? Bahkan anjing dan babi akan tahu sekarang. kau lebih buruk daripada anjing atau babi.” Umpat Jang Won tanpa perasaan.

Hong Bin mencoba membela Tae Hee namun Ayahnya malah semakin meradang, “Kalian berdua dari kelas yang berbeda. Kau lahir dari ayah yang buruk, menjual permen untuk anak-anak. kau harus tahu diri, dan pergi darinya!”

Dimasa itu, tak ada yang bisa Hong Bin lakukan untuk membela kekasihnya. Dalam diam, ia mengepalkan tangan dengan penuh kemarahan.



[FLASHBACK]

Mengingat hal itu membuat emosi Hong Bin meluap. Dia meraih lentera dan melemparnya tanpa ampun. Kemarahannya benar – benar tak bisa terbendung, ini membuat suasana menjadi gelap. Bahkan lampu – lampu menjadi berkedip – kedip seolah hampir mati.


Sekretaris Ko yang tengah menanti sesuatu melihat petir yang menyambar dimalam yang tadinya cerah. Dia mengetahui sesuatu, dia memacu kecepatannya untuk menemui Hong Bin.


Sedangkan Hong Bin masih tak bisa menguasai emosinya, hujan menjadi semakin lebat. Lampu padam diseluruh kota dan benda – benda dirumah Hong Bin pun bergetar.

Perlahan, dari punggung Hong Bin tampak pisau – pisau yang keluar. Dia berjalan masih dengan emosi yang membuncah sampai akhirnya dia terjatuh di sebuah atap gedung. Dia jatuh dalam guyuran hujan.



****
Pelayan Yoon menerima panggilan seseorang, dia mengaku kalau dia hanyalah pembantu disana. dan tak seorang pun disana yang mempunyai anak berusia enam tahun.


Rupanya diseberang telepon itu Eliza, dia tampak begitu panik di rumahnya. Dia memberitahukan kalau dia bersama anak berusia enam tahu, dia anak Joo Hong Bin. Kalau Pelayan Yoon mengatakan kalau itu anak Tae Hee maka Hong Bin pasti tahu. Dia pasti tahu Tae Hee.

Pintu kamar Eliza digedor dengan suara keras, Eliza terkejut hingga menjatuhkan ponselnya.


Pelayan Yoon bingung, akankah ia harus membangunkan Tuan Joo yang begitu sensitif tapi Sekretaris Ko melarangnya untuk membangunkan Tuan Joo.


****
Hong Bin perlahan membuka matanya, dia terkejut melihat sosok tinggi tegap dalam kegelapan. Rupanya, dia Sekretaris Ko. Hong Bin kesal apakah Sekretaris Ko itu cabul? Menatapnya yang tengah tertidur. Sekretaris Ko berkata kalau Hong Bin semalam demam dan ketiduran di kantor jadi sekarang dia menemaninya.

Hong Bin memegang dahinya sendiri tapi tak panas. Oh ya, dia ingat dengan Se Dong. Apa kau sudah menemukan alamatnya?

Sekretaris Ko membenarkan, mereka telah menemukannya.



****
Se Dong terpaksa memboyong Chang kerumahnya, dengan susah payah dia menggendong bocah berusia enam tahun ke rumah. Bahkan dia sangat kesulitan ketika harus menerima panggilan, dan ternyata itu telefon dari Dong Geun.

Se Dong bertanya apakah Dong Geun sudah di US?

Apakah Joo Hong Bin menghubungimu? aku pikir dia memiliki sesuatu untuk diberitahukan padamu.  ia ingin kau untuk mengunjunginya. aku pikir itu bukan sesuatu yang buruk, jadi pergi temui dia. aku merasa aku tidak bisa berbicara lama-lama. aku tutup teleponnya. Se Dong, aku benar-benar minta maaf.” Ucapnya tanpa mendengar apa yang akan Se Dong katakan.



Se Dong berjalan menaiki tangga dengan tersengal – sengal. Disana sudah ada Hong Bin yang menanti kehadiran Se Dong, “Nona Son Se Dong?”

Se Dong hanya menatap Hong Bin, Hong Bin kembali terpejam seperti biasa. Menikmati aroma nafas Se Dong, dia meraup angin nya dan seolah mencium bau itu. Tanpa ia sadari, bahkan sampai menjinjitkan kakinya. Hahahaha. Liat pikunya deh :D





MY LITTLE HOBBIE:
Episode pertama, menarik pake banget. Apalagi melihat tingkah Hong Bin yang kepribadiannya udah pantes masuk jeruji besi apa masuk RSJ deh. Serius!! Dia main pukul aja sana sini, untung Sekretaris Ko tabah yah. Kalau engga? MAMPUS deh :D

Jalan cerita? Menarik untuk diikuti. Semoga banyak teman yang membaca drama ini. Oiya, untuk episode genap ada di blog Korean Drama Addicted tapi nanti aku tetep update link-nya di blog. Okey?

Oiya, disini sepertinya Hong Bin melakukan semua itu dibawah sadar. jadi dia ga menyadari akan kondisinya tapi yang aneh, Hong Bin aja ga tahu tapi Sekretaris Ko tahu, gimana ini?


12 Responses to "Sinopsis Iron Man Episode 1 – 2"

  1. wahhh cerita.a seruu . thaks y udah bikin sinopsis.a..

    ReplyDelete
  2. Serunya pake banget apalgi lee dong wook yg maen

    ReplyDelete
  3. Hhahahaha lucuuuu..sayangnya ceweknya bukab lee dae hee
    .Hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yupzzz, bner... coba kalo lee da hae ikut cameo jg didrama ini pasti bakal seru... hahahha maklum ini mash efek hotel king,, agag susah move on dr couple seblum nya.. anday cwe nya bukan shin se kyung...

      Delete
  4. Seru ada shin se kyung nya ,trmksh min

    ReplyDelete
  5. sip mah puji pake banget wkwkwk
    drama ini memang dipandang sebelah mata karena aga khayal, tapi karena penulisnya sama seperti cinderella step sister dan secret of birth saya punya pemikiran positid pula untuk kedua drama yang memiliki pesan manis sebelumnya^^
    makasih puji :)

    ReplyDelete
  6. Sumpah seruuu pake banget kalo kata mb puji hehe

    ReplyDelete
  7. uh bagus sih tp males banget ada shin sae kyung
    inget dramanya di fashion king bikin ilfeel ampe sekarang

    ReplyDelete
  8. Saya mbaaa ikut membaca sinopsis dan menantikan lanjutan tiap episode nya.. Fighting!!..hehe

    ReplyDelete
  9. Kereenn :)

    Kadang kalo baca sinopsis itu , ad bagian yang males buat gua bacanya , jadi dilewat2in aja , tp baca ini gakad yg dilewatin hehe , entahlah mgkn krna gak trlalu rumit , dan menarik bgt buat di ikutin :)

    ReplyDelete
  10. Udah liat ko episode 1 dan 2 di KBS world

    ReplyDelete
  11. pupu maaf telat...
    sinopnya keren :) daebak....!!!!
    jadi ada 1 drama lagi yg aku ikutin hehehehe

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^