Sinopsis High School: Love On Episode 9 – 1

Sinopsis High School: Love On Episode 9 – 1
Seul Bi menghentikan langkahnya, ia tak bisa pergi bersama dengan Sunbae. Dia tak mau mengucapkan selamat tinggal. Seonbae bertanya apa maksud Seul Bi? Seul Bi sudah bersumpah. Dia harus kembali menjadi malaikat.

Seul Bi memilih mengembalikan catatan hitamnya, inilah pilihan yang sesungguhnya. Dia meminta maaf, meskipun dia tak bahagia. Dia tak bisa menjadi malaikat lagi. Dia ingin tetap berada disamping Woo Hyun. Seul Bi tak ragu meskipun dia akan hilang untuk selamanya. Dia meminta maaf pada Sunbae, dia tak akan melupakannya.

“Aku akan melupakanmu.” Ucap Sunbae penuh kekecewaan sekaligus kemarahan. Namun apa bisa dikata, Seul Bi telah menentukan pilihannya untuk bersama Woo Hyun.


Seul Bi menghampiri Woo Hyun lalu memukul lirih pundaknya, dia menyuruh Woo Hyun untuk menangis. Menangislah! Woo Hyun yang diam terpekur tak bisa lagi menahan rasa sedihnya. Dia mulai menangis.

Seul Bi memeluk Woo Hyun yang menangis, keduanya menangis bersama. Seul Bi menyuruh Woo Hyun untuk menangis sekeras – kerasnya. Ungkapkan apa yang ada dalam hatinya, dia akan tetap bersama Woo Hyun.




Keduanya pun kembali dari pemakan. Raut kepedihan nampak jelas di wajah mereka.

Malam harinya, Woo Hyun tertidur dengan tak lelap. Dia menginggau hingga tangannya terus menggapai – gapai sesuatu. Seul Bi yang melihat keadaan Woo Hyun membalas gapaian tangannya. Dia menggenggam tangan Woo Hyun.

“Tak apa kan kalau akau tetap bersamamu?”



Seul Bi termenung di rooftop, dia menatap langit nan luas diatas sana. Menatap dua bintang yang saling berdekatan dilangit.

“Apa aku takkan pernah bisa melihatmu, Seonbae? Kalau begitu harusnya kuucapkan selamat tinggal. Akhirnya kukatakan selamat tinggal pada Seonbae dan Halmeoni.”

Seul Bi melambai pada bintang itu, “Selamat tinggal.”

Sunbae pun juga tangah memperhatikan tak jauh dari Seul Bi. 



****

High School: Love On Episode 9
Menghibur? Berharap semoga kesedihanmu menjauh!

Pak Yoon berangkat ke sekolah, dia melihat ke meja Pak Kim dan menemukan sebuah surat pengunduran tergeletak disana. Pak Yoon menatapnya sambil mendesah.

Pak Yoon memberitahukan pada Ibu Kepsek kalau Pak Kim cuti untuk sementara waktu. Kesehatannya menurun drastis sehingga tak bisa memberitahukan hal ini pada Ibu Kepsek. Pak Yoon menyampaikan rasa bersalah Pak Kim pada Bu Kepsek. Namun Bu Kepsek tetap berpegang teguh pada prosedur jadi Pak Yoon harus mencari guru musik pengganti dan menggantikan posisi Pak Kim menjadi wali kelas.


Suasana kelas tampak muram dengan ketidak –hadiran Woo Hyun, Seul Bi dan Sung Yeol. Young Eun bertanya pada Ki Soo, kenapa Sung Yeol tak datang?

Ki Soo yang sedang tak mood menyuruh Young Eun untuk tanyakan sendiri. Young Eun kesal dengan Ki Soo yang berani melawannya. Ye Na berkomentar kalau dia ada diposisi Woo Hyun maka dia akan merasakan hal yang teramat sakit. Apa kau tak khawatir?

“Khawatirkan dirimu sendiri! Sekarang ini aku sangat membencimu!” suruh Young Eun.

“Kau tak tahu kenapa semua orang bertingkah begini?” tanya Joo Ah.



Pak Yoon melongok keadaan kelas, dia tiba – tiba masuk dan merebut ponsel salah seorang muridnya. Dia memberitahukan kalau dia akan menjadi wali kelas sementara mereka. Jelas saja semua anak menggerutu, Joo Ah bertanya dimana Pak Kim sehingga harus diganti?

“Itu yang ingin kutanyakan. Kalian pasti sudah menyusahkannya. Dia...” Jawab Pak Yoon menggantung. Dia kemudian menatap tiga bangku yang kosong. “Kenapa ada bangku kosong? Bangkunya Woo Hyeon dan siapa?”

Anak – anak menjawab kalau bangku itu milik Sung Yeol dan Seul Bi. Sung Yeol tak meminta izin dan Seul Bi sedang dipanggil. Pak Yoon aga heran kemudian membuat sebuah aturan kalau mereka tak boleh absen tanpa izin. Tak boleh melanggar, tidur, ngobrol dan pacaran dalam kelas.

Suasana semakin riuh, mereka mengeluh dengan aturan tak masuk akal Pak Yoon.


Woo Hyun masih belum bisa keluar dari kesedihannya, dia masih mengurung diri dalam kamar. Diam tak melakukan apapun. Seul Bi yang melongok keadaan Woo Hyun menjadi ikut sedih.

Saat Seul Bi turun dari kamar Woo Hyun, dia bisa melihat foto Woo Hyun dan Nenek Gong yang tersenyum senang. Dia tahu betapa keduanya dekat dan saling bergantung satu sama lain.



Bu Soo Jin dan Pak Yoon ada di UKS, Pak Yoon berkata kalau Pak Kim tidak berhenti tapi hanya cuti. Bu Soo Jin tek terlalu yakin dengan apa yang terjadi pada Pak Kim, Pak Kim tak akan lepas tanggung jawab. Tahu sendiri bagaimana tanggung jawabnya Pak Kim.

Ahn Ji Hye masuk ke UKS dan meminta Tynol. Selepas diberikan Tynol Ji Hye segera meminumnya.

Bu Soo Jin mendekat kearah Pak Yoon, dia bertanya akankah Pak Kim akan dipecat karena hal ini? Pak Yoon heran dengan sikap khawatir  Soo Jin namun Soo Jin segera mengelaknya. “Dia tak punya bakat, tak punya nyali, tak ganteng lagi. Gawat kalau dia kelihangan pekerjaan. Dia kan sudah tua, apa jadinya kalau dia nganggur? Siapa yang akan mengurusnya?

Pak Yoon kesal karena seharusnya Bu So Jin baik pada Pak Kim. Pak Yoon mendesah mengingat Woo Hyun dan Seul Bi yang pasti tengah berduka. Dan Hwang Sung Yeol kenapa tak berangkat?

Ji Hye terkejut mendengar Sung Yeol tak berangkat sekolah. Bu So Jin berkata kalau Sung Yeol sepertinya akhir – akhir ini sering membuat masalah padahal dia anak yang sempurna. Pak Yoon kembali mendesah, apa yang harus dia lakukan sebelum Sung Yeol kenal dekat dengan Woo Hyun.

“Dia bukan tipe anak yang gampang terpengaruh temannya. Lagian Woo Hyeon juga bukan anak nakal.” Ujar Ji Hye seraya pergi meninggalkan keduanya.

Pak Yoon berkomentar akan sikap Bu An Ji Hye yang sensitif kalau menyangkut masalah Sung Yeol, dia yakin ada sesuatu diantara mereka. Dengan tanpa pikir panjang, Bu Soo Jin berkata kalau Ji Hye seperti itu karena Sung Yeol dan Woo Hyun tampan layaknya para idol. Hahaha. Emang idol kok...


Ji Hye mencoba menghubungi Sung Yeol namun belum juga ada balasan.

Rupanya, Sung Yeol tengah duduk di taman sambil mendengarkan musik. Ponselnya bergetar, ada panggilan dari Etika. Sung Yeol mendesah lalu bangkit untuk berangkat sekolah namun kembali urung ketika mengingat ucapan ibunya. ibunya yang mengatakan kalau dia akan menikah.

Sung Yeol lebih memilih untuk kembali duduk.


Dua teman Jae Suk membeli cemilan, keduanya sebal kenapa harus mereka yang membelinya padahal mereka bisa menyuruh orang lain. Teman Jae Suk membetulkan lalu teringat akan Woo Hyun, dia merasa kasihan pada Woo Hyun. Saat neneknya meninggal, dia menangis tapi Woo Hyun bisa menahannya.

Jae Suk tiba – tiba muncul lalu menyuruh mereka menangis untuk Woo Hyun. Keduanya mengalihkan pembicaraan dan menyuruh untuk mengawasi saja pada Chun Sik.



Jae Suk memukuli Chun Sik, namun tak seperti biasanya. Kedua rekan Jae Suk malah diam melihat ia melakukan hal itu. Jae Suk menatap mereka lalu menyuruh mereka untuk menggantikannya. Keduanya seolah tak mau untuk memukuli Chun Sik.

Chun Sik mengancam kalau dia akan mengungkapkan bahwa Seul Bi bukanlah pencuri. Serempak keduanya membungkam mulut Chun Sik tanpa memukulnya. Jae Suk menyuruh keduanya untuk mengurus Chun Sik.


Young Eun dari kejauhan menatap mereka, Ye Na menghampiri Young Eun dan berkata kalau dia lelah setelah menulis banyak sekali. Young Eun terdiam menatap Chun Sik yang dipukuli, Ye Na mengikuti arah pandang Young Eun. Dia ngeri sendiri, apakah Chun Sik akan mengaku? Apa kita dalam masalah?

“Nggak, selama kau tutup mulut. Kuperingatkan kau kalau berkhianat. Awas kau.” Ancam Young Eun.

Ye Na kembali menoleh untuk melihat Chun Sik, ngeri melihat nasib temannya.


Sung Yeol pergi ke restauran Nenek Gong dan melihat Seul Bi yang tengah bersih – bersih. Dia tak masuk dan hanya memastikan keadaan Seul Bi saja. namun rupanya Seul Bi melihat kehadiran Sung Yeol, dia pun keluar dari restauran dan memanggilnya.

Sung Yeol dan Seul Bi membersihkan restauran bersama – sama. Sung Yeol heran melihat Seul Bi yang mengelap meja di situ saja? Seul Bi berkata kalau dia melakukan pekerjaan bukankah akan menghilangkan pikiran sedih. Sung Yeol bertanya tentang pemakannya?

“berjalan baik.”

“Bagaimana dengan Woo Hyun?”

“Dia masih tidur. Atau entah pura-pura tidur.”


Sung Yeol menanyakan kepergian Seul Bi, Seul Bi mengungkapkan kalau dia sebenarnya tak mau pergi. Dia memutuskan untuk tetap tinggal.

“Apa kau sudah memberitahukan orang tuamu?”

“Aku tak punya siapa siapa.”

Sung Yeol dalam hati merasa kalau dirinya juga tak memiliki siapa – siapa. Seul Bi bertanya kenapa Sung Yeol tak berangkat sekolah? Apa ada yang salah?

Sung Yeol menutupi, dia beralasan kalau dia hanya tak ingin sekolah. Seul Bi bersyukur kalau memang tak ada masalah. Tapi dia menyuruh Sung Yeol untuk tetap berangkat atau dia akan marah padanya.


Woo Hyun berjalan menuju ke kamar Nenek Gong. Dia akan membuka pintunya namun lebih dulu ia bertanya.

“Miss Gong, Anda di dalam? Halmeoni lagi tidur siang kan? Sekali saja, Aku berharap bisa melihamu sekali saja. Halmeoni, aku bahkan belum katakan kalau aku menyayangimu.” Ucap Woo Hyun dengan mata berkaca-kaca.

Seseorang yang ada dibalik pintu sedih mendengar apa yang Woo Hyun katakan. Yap, ada Seul Bi yang berdiri terpaku dibalik pintu mendengar penuturan Woo Hyun yang meyayat hati, sedihnya.



Malam menjelang, Sung Yeol kembali kerumahnya dan mendapati Ji Hye sudah berdiri di luar gedung. Dia tampak khawatir menantikan Sung Yeol yang tak ada kabarnya. Ji Hye bertanya kenapa Sung Yeol tak berangkat sekolah?

“Haruskah aku menjawabnya?”

Ji Hye menyuruh Sung Yeol setidaknya untuk menelfon dan memberitahukan apa yang terjadi agar dia tak khawatir. Kalau memang Sung Yeol belum ingin berangkat, dia akan mengatakan pada Ayahnya kalau dia ingin beristirahat. Apa kau sudah makan?

Sung Yeol semakin sebal dengan sikap so’ perhatan Ji Hye. Kalau dia bersikap seperti itu terus, malah dia ingin hidup dengan ibu kandungnya saja. Ji Hye berkata kalau dia itu sudah menjadi wali Sung Yeol, oleh karena itu kalau ada apa – apa maka Sung Yeol bisa mengatakan padanya. Tak usah dipendam.

Sung Yeol tak mau mendapat ocehan Ji Hye lebih banyak lagi, dia memilih untuk berbalik arah dan meninggalkan Ji Hye.



Seul Bi membawakan Woo Hyun makanan, setidaknya Woo Hyun harus tetap makan. Namun Woo Hyun malah menampik nampan yang dibawa Seul Bi hingga seluruh makanannya tumpah. Seul Bi mencoba mengerti bagaimana perasaan Woo Hyun, tanpa adanya rasa marah. Seul Bi membersihkan nasi yang tumpah.

“Aku tahu sedih itu seperti apa. Sedih bagiku kalau aku tak bisa melakukan apa-apa untukmu. Aku juga ingin melihat Halmeoni. Aku akan biarkan Halmeoni tahu apa yang ingin kamu katakan padanya. Jadi bangunlah, Woo Hyeon.”

Woo Hyun masih diam membelakangi Seul Bi.


Seul Bi berlari meninggalkan rumah. Sung Yeol yang berjalan ke rumah Woo Hyun melihat perginya Seul Bi dengan heran.


Seul Bi rupanya menuju ke rumah sakit, dia celingukan mencari – cari sesuatu disana. Dia berfikir kalau dia tak bisa melihatnya lagi. Dia berbalik untuk pergi.

Namun tepat saat itu, Sunbae ada dibelakangnya. Dia berkata kalau dia pikir sudah tak bisa melihat Sunbae lagi. Sunbae dengan acuh berkata kalau dia sudah tak ingin melihat Seul Bi lagi. Sunbae berniat melanjutkan perjalanannya namun Seul Bi menghalangi. Dia memiliki permohonan untuk bisa bertemu dengan Nenek. Sunbae menolak, manusia tak bisa meminta permohonan pada malaikat dan itu melanggat aturan.

Seul Bi mencoba meraih tangan Sunbae namun seolah hanya angin yang mampu diraihnya.

“Dalam mimpipun tak boleh? Kalau boleh biarkan Woo Hyeon melihat beliau sekali lagi. Dia bahkan belum mengucapkan salam perpisahan. Bagi Woo Hyeon, Halmeoni adalah segala-galanya. Namun sekarang dia kehilangan semuanya. Jadi sekali saja. Biarkan dia mengucapakan selamat tingga pada Halmeonil.”


Sung Yeol ternyata mengikuti Seul Bi, dan ia heran melihat Seul Bi sedang berbicara sendirian.

Sunbae marah akan sikap Seul Bi tersebut, dia tetap tak mau. Lagipula ini bukanlah kuasanya. Seul Bi menyerah dan hanya meminta Sunbae untuk menyampaikan pada Nenek Gong kalau Woo Hyun sangat menyayanginya. Woo Hyun akan baik – baik saja.

“Kalau orang yang kau cintai Berubah, Maka kau akan kehilangan milikmu yang paling berharga. Hukuman bagi yang telah meninggalkan dunia kita. Dan itu aturan di dunia ini.”

“Sesuatu yang paling berharga?” tany Seul Bi.

Sunbae pikir Seul Bi telah mengetahui apa maksudnya saat dia menyerah menjadi malaikat setelah bersumpah. Seul Bi tertunduk sedih, dia tak apa harus kehilangan semuanya. Ketika Woo Hyun bahagia maka ia rasa, dia akan baik – baik saja.



“Kamu bicara dengan siapa?” tanya Sung Yeol mengagetkan Seul Bi. Seul Bi berkata kalau tak ada apa – apa. Dan ia pun celingukan, Sunbae sudah tak ada disana lagi.

Seul Bi pun berjalan meninggalkan Sung Yeol.


****
“Seul Bi-ya.. Sakitnya tuh disini!” ucap Sunbae seraya menunjuk dadanya. Hahahaha. Kalau aku jadi Sunbae pasti sudah sakit sekali rasanya, dia sudah berusaha mencarikan jalan agar Seul Bi bisa kembali menjadi malaikat namun setelah jalan sudah terbuka lebar dan hanya tinggal selangkah lagi, Seul Bi memilih untuk tetap tinggal hanya demi seorang pria. Bagaimana sakitnya? OMO!! Disini. Jlebnya.

Dan aku benci dengan sikap AN JI HYE. Ibu macam apa yang sama sekali tak memperdulikan bagaimana nasib anaknya setelah ditinggal oleh orang kesayangannya. Ibaratnya Woo Hyun sudah sebatang kara dan hanya Seul Bi yang notabene orang lain saja yang mau menemaninya. Bahkan, hanya karena Sung Yeol yang tak berangkat sekolah saja sudah membuat Ahn Ji Hye kebakaran jenggot. Tapi untuk Woo Hyun? Woo Hyun yang darah dagingnnya tak ada dalam pikiran Ji Hye secuil pun.

Jika aku ada di posisi Woo Hyun, aku akan memilih tak mengetahui siapa ibu kandungku sebenarnya. Lebih baik terkubur dalam, dan menjalani kehidupan sendiri. 

Mianhae lama, lagi doki - doki dulu sama drama jepang. Hehehe. Eh, rekomendasi deh drama Kinkyori Renai - Season Zero. Aga mirip sprout gitu..

0 Response to "Sinopsis High School: Love On Episode 9 – 1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^