Sinopsis High School: Love On Episode 7 – 2

Sinopsis High School: Love On Episode 7 – 2
Woo Hyun menemui Ye Na untuk mengembalikan uang yang hilang. Namun Ye Na tetap berjalan dan tak mau menerima uang tersebut. Woo Hyun meminta maaf juga, dia akan menggantikan Seul Bi mengatakannya. Ye Na merasa kalau semua ini juga salahnya yang tak bisa menjaga barang dengan baik. Kau juga terkejutkan karena hal ini?

“Kenapa kau melihat Seul Bi hari itu dan kau menyuruhnya untuk menyimpan hal tersebut sebagai rahasia?”

Ye Na mengelak. Woo Hyun tetap memberikan uangnya, dia memohon pada Ye Na untuk membiarkan Seul Bi.




Seul Bi memunguti kotak susu yang di lempar oleh rekan sekelasnya, namun malah teman – teman yang lain melempari Seul Bi dengan susu itu. Seul Bi hanya tertunduk tak bisa melawan, Woo Hyun datang dan segera melindungi Seul Bi. Apa yang kalian lakukan? Apa kalian kehilangan pikiran kalian?

“Dia mencuri dan tak mau meminta maaf. Bukankah dia sudah kehilangan otaknya?” tanya Young Eun.

“Kau melindungi pencuri. Apa kau juga pencuri?” tanya Jae Suk.

Kemarahan Woo Hyun membuncah, dia berlari kearah Jae Suk lalu memukulinya.




Woo Hyun memukuli Jae Suk tanpa ampun. Sung Yeol yang datang segera menahan Woo Hyun, tapi Woo Hyun terus memberontak untuk memukuli Jae Suk.

Seul Bi terpaku melihat apa yang Woo Hyun lakukan pada jae Suk.

Pak Yoon datang membunyikan peluitnya. “Semuanya!! Berhenti!!!.”




Pak Yoon membawa ketiganya ke ruang BP mungkin yah, dia menunjuk Sung Yeol sebagai yang terbaik di kelas, Woo Hyun berada di peringkat tengah sedangkan Jae Suk diurutan terakhir. Mirip seperti hiasan natal mereka ini.

Jae Suk menunjuk muka – nya yang lebam, dia hanya dipukuli oleh Woo Hyun. Pak Yoon menatap wajah Jae Suk dengan kasihan.

“Kenapa kau melakukannya?” tanya Pak Yoon pada Woo Hyun.

“Karena dia bertindak tak sopan.”

“Dan menurutmu sopan untuk memukuli orang?”

Sung Yeol membela Woo Hyun, mungkin kalau Pak Yoon ada diposisi Woo Hyun, maka dia akan melakukan hal yang sama. Pak Yoon tetap tak mau alasan, dia menyuruh mereka membawa orang tuanya ke sekolah.


Sung Yeol dan Woo Hyun ada di pinggir lapangan, Sung Yeol memperingatkan Woo Hyun yang telah membuat masalah yang lebih berat untuknya dan untuk Seul Bi juga. Woo Hyun hanya tak bisa melihat Seul Bi dilempari begitu. Sung Yeol menebak kalau Jae Suk memiliki rencana ketika dia memancing Woo Hyun untuk memukulnya.

“Membuatku keluar? Lalu... membuat hal yang sama pula pada Seul Bi?”

“Bukankah kau punya otak? Seharusnya kalu memiliki satu.” Ejek Sung Yeol. Woo Hyun kesal dan menarik kerah baju Sung Yeol namun dengan segera ia melepasnya kembali.

“Lee Ye Na menyukaimu makannya dia membenci Seul Bi. Choi Jae Suk membenci pantatmu oleh karena itu dia memilih Seul Bi sebagai sasaran. Seperti yang ia lakukan sekarang, dan juga. Jae Suk lebih punya otak daripada kau.” Jelas Sung Yeol.

Woo Hyun sudah berniat mencari Jae Suk tapi Sung Yeol mengingatkan kalau ini hanya akan membuat Seul Bi kesulitan.



Pak Kim terkejut saat tahu bahwa Pak Yoon memanggil orang tua Woo Hyun, Sung Yeol dan Jae Suk. Pak Yoon menuturkan kalau ia hanya khawatir kalau sampai Ayah Jae Suk berhenti mensponsori sekolah mereka.

Pak Kim merasa kalau mereka harus menanganinya dulu atau mereka semua akan dikeluarkan. Dia bertanya apa yang harus ia lakukan?

Pak Yoon menyarankan agar Pak Kim segera meminimalisasi kehilangannya, yang menyelesaikan masalahnya dengan baik. Mereka hanya perlu menyalahkan semuanya pada Woo Hyun.


Dan rupanya, Seul Bi mendengar percakapan kedua guru tersebut. Dia tampak sedih karena ini.


****
Nenek Gong menemui An Ji Hye. Ini membuat Ji Hye heran karena sebelumnya Nenek Gong katanya tak mau lagi bertemu dengannya. Nenek Gong menyodorkan buku tabungan beserta stempelnya, itu untuk biaya kuliah dan membeli toko kecil. Ji Hye bertanya kenapa Nenek Gong memberikan it padanya?

“Bukankah kau bisa merawat Woo Hyun? Aku tahu kau di posisi yang sulit tapi hanya kau yang satu – satunya yang bisa merawat Woo Hyun. Aku harus pergi ke tempat yang jauh.” Jelas Nenek Gong dengan sedih.

Ji Hye tak bisa menerimanya begitu saja, dia juga punya masalah yang harus ia hadapi. Kenapa tida menghubungi Ayah Woo Hyun saja? Nenek Gong mengaku kalau dirinya tak bisa menghubungi Ayah Woo Hyun. Oleh karena itu, hanya Ji Hye satu – satunya.

“Bagaimana aku bisa melakukannya ketika ayahnya pun tak bisa. Aku baru menjalani rumah tanggaku selama satu tahun. Kalau kau  bisa mengerti Ayah Woo Hyun maka kau juga harus mengerti aku.” Ucap Ji Hye meninggalkan Woo Hyun. Sedangkan Nenek Gong tampak mengelap keringatnya dan mulai kelelahan.



****
Meskipun sudah menolak habis – habisan, di rumah Ji Hye masih melamun. Sepertinya dia juga mau tapi mencoba menahan keinginannya tersebut.


Sung Yeol memberitahukan pada Woo Jin kalau Ayahnya harus datang ke sekolah. Bukannya marah, Woo Jin malah tertawa bahagia. Dia cukup penasaran dengan seseorang yang telah membuat Sung Yeol berubah. Oiya, bagaimana dengan ibumu?

“Aku pikir dia akan khawatir. Jadi jangan katakan padanya.”

Woo Jin pikir Ji Hye juga akan tahu kalau nanti ua berangkat ke sekolah. Sampai kapan Sung Yeol akan menutupi hubungan antara dirinya dengan Ji Hye?

Sung Yeol tertunduk. Woo Jin mengerti, dia akan menunggu sampai Sung Yeol bisa menerimanya.



Woo Jin berniat keluar tapi dia melihat ada plastik yang tampak tersimpan di laci Sung Yeol. Dia membukanya dan ternyata ada susu sachet pemberian Ji Hye untuk Sung Yeol. Woo Jin memerintahkan Sung Yeol untuk meminumnya karena sudah dibelikan oleh Ji Hye.

Woo Jin memberikan minuman yang dibuatkan Ji Hye untuk Sung Yeol.

Makanan sudah siap!!” Teriak Ji Hye. Woo Jin akhirnya meminum minuman Sung Yeol sendiri. dia pasti tak mau membuat Ji Hye kecewa.

“Minum semua ini, oke? Aku membantumu dan kau juga membantuku, ini adil kan?” perintah Woo Jin.


****
Seul Bi duduk termenung di tangga sambil memeluk dua boneka miliknya.

Ini sangat menyebalkan ketika pemain utama dalam drama tak melakukan apapun. Tapi sekarang aku juga seperti itu. Aku benar – benar tak bisa berbuat apa – apa. Woo Hyun dalam posisi sulit sekarang.” Tuturnya pada boneka.

Woo Hyun pun juga sedang memikirkan tentang Seul Bi, “Di drama, karakter utama selalu membuat gadisnya senang. Apa yang telah aku lakukan sekarang ini?


Woo Hyun turun dari kamar untuk berangkat ke sekolah, Nenek Gong memberitahukan kalau Seul Bi sudah berangkat ke sekolah pagi tadi. Woo Hyun diam sambil memainkan ponselnya.

Sebuah pesan masuk ke ponsel Nenek Gong, dia membuka pesan tersebut tapi kesulitan untuk membacanya. Dia menyuruh Woo Hyun membacakan untuknya.

“Nenek, tolong datang ke sekolah. Aku mendapat masalah karena melanggar peraturan. Guru ingin bertemu denganmu.” Baca Woo Hyun. Nenek Gong sontak kesal, sedangkan Woo Hyun langsung berlari keluar rumah.




****
Woo Hyun menemui Sung Yeol yang memberitahukan kalau Ayahnya ingin bertemu dengan Woo Hyun. Woo Hyun sendiri tengah panik, pasti Miss Gong mau membunuhnya nanti.

Jae Suk menuju ke loker, dia mengancam Woo Hyun dan Sung Yeol kalau Ayahnya datang. Woo Hyun tak takut, dia memperingatkan kalau neneknya juga tak akan mudah dihadapi. “katakan pada Ayahmu! Dia akan grogi.”

Sung Yeol pun juga memperingatkan Jae Suk, Nenek Woo hyun itu jempolan. Haha. Jae Suk kesal sendiri dibuatnya karena mereka sama sekali tak takut pada ancaman Jae Suk.




Nenek Gong menuju ke sekolah, dalam perjalanan dia tampak kelelahan. Sesekali dia mengelap peluhnya.


Nenek Gong membungkuk hormat saat sampai di ruang pertemuan. Sudah ada Pak Kim, Pak Yoon dan Woo Jin. Nenek terkejut bisa bertemu lagi dengan Woo Jin, dia datang kesana karena Woo Hyun terkena masalah.

“Jadi yang diatakan Sung Yeol adalah tentang Woo Hyun?” tanyanya. “Oiya, Yi Seul Bi?”

Nenek Gong berkata kalau Seul Bi masih tetap tinggal di rumahnya. Nenek Gong bertanya apa kesalahan yang dibuat oleh Woo Hyun?

Woo Jin memberitahukan kalau Sung Yeol telah memukul Woo Hyun. Dia meminta maaf dengan apa yang telah putranya lakukan. Nenek Gong sama sekali tak mempermasalahkannya, pria memang wajar kalau berkelahi.

“Ini tidak seluruhnya baik – baik saja. Ayah Jae Suk tak akan berkata demikian. Woo Hyun memukul Jae Suk.”

Nenek terkejut karena Woo Hyun juga telah memukul seseorang.


Dalam perjalanan ke tempat pertemuan para orang tua, ketiganya bertemu dengan Ji Hye. Ji Hye cukup terkejut karena Sung Yeol juga masuk dalam permasalahan ini.



Nenek Gong memohon agar Tuan Choi, Ayah Jae Suk memaafkan Woo Hyun. Pak Kim pun juga menyarankan agar Tuan Choi mau memaafkan Woo Hyun, dia akan memperbaiki kesalahannya.

Ji Hye masuk bersama Jae Suk, Woo Hyun dan Sung Yeol. Nenek Gong yang melihat kehadiran Ji Hye terbelalak. Tapi ia tak terfokus padanya, dia menghampiri Woo Hyun dan memukulnya pelan. Kenapa dia memukul seseorang?

Nenek Gong memukul Woo Hyun dengan sedih. Ji Hye tak tega hingga memalingkan wajah melihat kejadian ini.




Sekali lagi Nenek Gong memohon dengan sangat pada Tuan Choi. Woo Jin pun juga membela Nenek Gong agar Tuan Choi memaafkan terlebih seorang lebih tua yang memohon.

“Anak sepertinya hanya akan menjadi setan di penjuru dunia dalam hidupnya. Sekolah adalah institusi yang akan mendisiplinkan mereka.”

Woo Jin terkejut dengan ucapan Tuan Choi yang begitu kasar. Namun Nenek Gong tak mempermasalahkan, dia malah berlutut dihadapan Tuan Choi.


Woo Hyun menahan Neneknya. Dia meminta maaf lalu berlutut dihadapan Tuan Choi, dia meminta maaf. Dia telah melakukan sebuah kesalahan.

Sung Yeol tak terima Woo Hyun menerima perlakuan tak adil, “Jae Suk bukan tipe yang menerima pukulan begitu saja. dia sengaja agar dipukul. Aku juga akan memukulnya kalau Woo Hyun tak melakukannya.”

Pak Yoon geram. Dia merasa Sung Yeol telah lancang, dia menyuruh mereka bertiga untuk keluar.




Mereka bertiga berjalan bersama menuju ke kelas.

“Wow, Nenek – mu menakjubkan. Apa dia tak tahu kapan waktunya untuk menyerah? Tak ada apapun yang tak bisa dibeli dengan uang. Apa dia punya uang?” ejek Jae Suk.

Sung Yeol yang paling risih disini, tanpa basa – basi dia menghantam wajah Jae Suk. “Apa kau mendapatkan semuanya dengan uang?”

Sung Yeol pun berjalan mendahului. Woo Hyun mengekori Sung Yeol.

“Tinjuku sia – sia kalau untuk –mu.” Ucap Woo Hyun pada Jae Suk.



Pak Yoon berkata kalau mereka akan membuat Woo Hyun meminta maaf atas kesalahannya. Pak Yoon meminta Tuan Choi untuk tenang. Tapi Tuan Choi tak bisa, bagaimana aku bisa tenang?!

“Saya guru BK disini. Seperti yang anda katakan, Woo Hyun telah memukul Jae Suk. Tapi kalau mengeluarkannya, ini terlihat seperti pembalasan dendam. Choi Jae Suk melakukan kelicikan dalam kecelakaan ini, sudah sangat jelas.” Ucap Ji Hye membela Woo Hyun.

Pak Yoon menyuruh Ji Hye untuk lebih berhati – hati dalam berbicara, ayah Jae Suk kan sudah membelikan sekolah mereka lantai gim dan lapangan.

“Pak Yoon.” Bentak Tuan Choi karena Pak Yoon keceplosan.



Seul Bi masuk ruangan di tengah – tengah rapat. Dia membungkuk hormat pada semuanya dan memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi kalau dia dituduh menjadi pencuri dan menjadi seorang korban Bullying untuk Jae Suk. Woo Hyun dan Sung Yeol mencoba membantunya, tapi mereka malah berkelahi. Kalau memang ada yang harus keluar, maka itu adalah dia dan Jae Suk.

Tuan Choi tak bisa berkutik mendengar penjelasan Seul Bi, terlebih dia udah kepalang malu. Tuan Choi memutuskan untuk pergi dan menyerahkan masalah ini pada Pak Yoon.



Masalah telah selesai, Nenek Gong yang berdiri tampak pusing. Dia menyuruh Seul Bi untuk menemui Woo Hyun saja. dia tahu kalau Woo Hyun akan membutuhkan Seul Bi.

Woo Jin juga menawarkan diri untuk mengantarkan Nenek Gong.

Woo Jin menunjukkan jempolnya atas apa yang Ji Hye sudah lakukan untuk menyelesaikan masalah ini. Ji Hye hanya tersenyum simpul melihat hal tersebut. Nenek Gong juga mendapati gelagat aneh anatara keduanya.




Woo Jin mengantarkan Nenek Gong, Nenek Gong sendiri merasa kurang enak hati karena sudah merepotkan Woo Jin.

“Ngomong – ngomog, guru itu?”

“Maksud anda, guru cantik dan keren tadi?” tanya Woo Jin lalu menjawab dengan malu – malu. Dia istrinya.
Nenek Gong terhuyung, dia tak menyangka kebetulan ini benar – benar mengejutkan untuknya.

“Apa kita harus ke rumah sakit?” tanya Woo Jin menahan tubuh Nenek Gong yang hampir jatuh.


Pak Yoon mengalami masalah perut karena keadaannya yang banyak pikiran. WC guru penuh hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke WC siswa.

Tae Ho berkata kalau dia sudah mendisiplinkan Chun Sik, kalau sampai dia mengatakannya maka dia akan berakhir. Tae Wook menambahkan kalau Chun Sik telah memasukkan ponsel ke tas Seul Bi sendiri, jadi itu kesalahannya.

Rupanya Pak Yoon masih dikamar mandi, dia mendengar percakapan Jae Suk dkk. Dia pun memukul kepala mereka satu – satu.

“Kalian tahu, Too Much, too bad. Kalian tahu apa yang akan terjadi selanjutnya? Kalian akan.....” Pak Yoon berniat menasehati mereka tapi apa daya, perut Pak Yoon sudah berbunyi tak keruan. Dia menyuruh Jae Suk dkk untuk menunggu tapi pada akhirnya mereka tetap pergi meninggalkan WC selepas Pak Yoon masuk.


Woo Hyun ditemani Seul Bi membaca pengumuman, dia mendapat hukuman 7 hari pelayanan di sekolah. Seul Bi menatap Woo Hyun dengan sedih, namun Woo Hyun mencoba menampakkan wajah biasa saja. seolah tak ada masalah sama sekali.


****
Nenek Gong masih merutuki apa yang terjadi, kenyataan kalau Ji Hye merupakan ibu dari teman Woo Hyun membuatnya jadi sedih. Bagaimana nasih cucunya nanti? Ya tuhan.

Woo Hyun menyapa Neneknya saat sampai di rumah, Nenek Gong tanpa Woo Hyun mengatakannya tapi dia sudah tahu. Dia tahu perasaan Woo Hyun dan tak memarahinya. Woo Hyun hanya harus menjaga amarahnya.

“Berhenti membuat situasi jadi tak adil. Didunia ini, semua hal memang tak adil.”

Woo Hyun meng – iya –kan pesan Nenek. Nenek Gong akan rebahan di kamar, dia lelah dan ingin istirahat.

Seul Bi membantu Nenek Gong untuk rebahan, dia tampak miris melihat keadaan Nenek yang semakin melemah. Dia berkata kalau dia tak seharusnya berada disini. Seul Bi menyalahkan dirinya sebagai penyebab permasalahan yang menimpa Woo Hyun dan Nenek Gong.

“Kenapa kau bicara seperti itu.”

“Ini semua karena aku hingga kau dan Woo Hyun jadi tak bahagia.”

“Tidak, kami bahagia. Jangan menyimpulkan dengan mudahnya. Kau hanya perlu membahagiakan dirimu sendiri.Dan itu akan membuat kami bahagia pula.” Ucap Nenek.

Seul Bi masih sedih tapi dia meng – iya – kan saja.



Seul Bi menatap Catatan Hitamnya dengan bimbang. Woo Hyun menemui Seul Bi, tapi keduanya tampak canggung bahkan Woo Hyun tak berani mendekati Seul Bi.

“Maaf.” Ucap keduanya berbarengan.

“Kau tidak bisa masuk ke kelas karena aku. Kau dilempari susu dan berkelahi. Dan.. pelayanan itu..” tutur Seul Bi sedih.

“Aku juga minta maaf, karena tak bisa menjagamu dari masalah. Membuat marah dan berkelahi. Aku hanya membuat kesulitan untukmu dan tak bisa berbuat apa – apa.”

Seul Bi merasa kalau Woo Hyun telah membantu banyak hal, dia juga tahu kalau Woo Hyun tak memukul Chun Sik. Woo Hyun pun juga sama, dia sekarang yakin kalau Seul Bi tak mencuri apapun.




Woo Hyun duduk disamping Seul Bi, dia mengajaknya untuk berjanji dengan jari kelingking. “Apapun yang akan terjadi. Kita harus percaya satu sama lain.”

Keduanya pun mengaitkan jari mereka dengan senyum lebar.

****
Di kamar, Woo Hyun sudah akan tidur. Dia berjanji akan menjaga dan membuatnya bahagia. Nenek Gong dan Seul Bi.


Sedangkan Seul Bi masih dirundung kebimbangan, Sunbae muncul menemani Seul Bi. “Kau melihatkan bagaimana akibatnya kalau kau tinggal di dunia manusia? Orang – orang uang ada disekitarmu akan kesulitan untuk menjagamu dan akan semakin terluka.”

“Apa kita tak akan bahagia?”

Sunbae mengangguk, “Berhenti sekarang. Kembalilah ke tempatmu.”



Sunbae menghilang. Seul Bi pun teringat beberapa kali Woo Hyun yang harus terluka dan berkorban demi dirinya. Dan ketika Nenek Gong yang sakitnya semakin parah.

Seul Bi gamang untuk meletakkan tangannya ke Catatan Hitam.

“Thank you. Please find happiness, Woo Hyun.” Ucap Seul Bi. Dia pun meletakkan tangannya ke Catatan Hitam sebagai tanda sebuah perjanjian. Seketika Catatan itu bersinar, tubuh Seul Bi pun diselimuti cahaya yang menyebar ke seluruh penjuru tempat tersebut.





MY LITTLE HOBBIE:
Dan Woo hyun semakin kesepian. Aku makin penasaran sama kelanjutannya, tapi kok aku malah kepingin kalau episodenya dipotong aja yah. 20 episode tapi 1 episode per minggu, aku jenuh buat menunggu. Coba aja Cuma 12 Episode, kayaknya lebih baik deh.


7 Responses to "Sinopsis High School: Love On Episode 7 – 2"

  1. Bener tu mbak kelamaan nunggunya seminggu sekali dan cerita bertele-tele

    ReplyDelete
  2. Yup benr mb... Kl untk porsi 20 episod klamaan gt... Dn nunggunya keburu bosan...

    ReplyDelete
  3. bener tuuh... takutnya jenuh doang. yaaah semoga aja konfliknya bakalan berkembang dan nggak ngebosenin

    ReplyDelete
  4. wah....penasaran banget,,,,,,nunggunya lamaaa...apalagi udah ga tayang 2 kali..

    ReplyDelete
  5. Bener tuh mbak, harus'y episode'y di potong aja jdi 13 episode kek, coz nunggu'y lama bngt,.. Dan terlalu bertele2..

    ReplyDelete
  6. kapan ya episod 8 ya..penasaran deh ...keren banget drama nya

    ReplyDelete
  7. mb di tunngu ya episode 8 nya udah penasaran banget sama cerita selanjutnya

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^