Sinopsis Trot Lovers Episode 9 – 2



Ketika tengah asik memakan cumi yang diberikan fans Chun Hee, terdengar seorang anak yang duduk di kursi tunggu. Dia menangis memanggil – manggil ibunya.

Geun Woo menyarankan untuk pergi karena biasanya ketika anak yang sedang menangis. Maka akan sulit menghentikannya. Chun Hee tak sependapat, dia mendekati anak tersebut lalu memeluknya untuk menenangkan.





Keduanya membawa anak itu ke kantor keamanan. Geun Woo mengajak Chun Hee untuk pulang atau mereka akan ketinggalan kereta. Namun Chun Hee yang akan pergi malah di tahan oleh anak tadi. Dia jelas kasihan dengan anak itu, demi menenangkannya. Chun Hee menyanyikan sebuah lagu lawas.

“Itu lagu jaman kita.” Komentar Geun Woo. Chun Hee segera mengubah lagunya, itu lagu OST pororo. Chun Hee bernyanyi sambil bergaya lucu hingga Geun Woo pun tersenyum melihatnya. Sampai akhirnya ibu anak tadi datang.


Kereta pun telah melaju, Geun Woo dan Chun Hee terlambat dan mereka harus menunggu kereta esok pagi. Chun Hee tampak khawatir dengan keadaan Byul tapi anehnya, Geun Woo malah tampak senang.


Disisi lain, Joon Hyun terkejut mengetahui kalau Chun Hee terjebak tak bisa pulang. Sedangkan, Pelatih Bang yang tengah terburu – buru menjemput Byul.


Joon Hyun pun menanti kehadiran Chun Hee didepan rumahnya, dia begitu kesal. “Bagaimana bisa seorang wanita tak punya rasa takut? Dia akan naik kereta pagi? Ini benar-benar konyol.”



Presdir Jo keluar dari rumahnya, Joon Hyun segera meminta Presdir Jo untuk menghubungi putranya.

“Kenapa?”

“Karena pekerjaan, dia pergi ke propinsi lain bersama  Choi Chun Hee. Tapi mereka belum kembali. Cepat telpon dia, dan tanya dimana mereka.”

Presdir Jo heran, kenapa dia harus melakukannya? Joon Hyun beralasan kalau Chun Hee yang notabene merupakan wanita dewasa dan sekarang harus pergi dengan pria yang bahkan mirip dengan ular.

“Kurasa kau melupakan sesuatu, tapi pria sangat mirip ular itu adalah putraku.”

“Putramu atau bukan, jika mereka ketinggalan kereta, seharusnya mereka naik taksi. Apa ini? Apa mereka tidak punya uang atau semacamnya? Kau tidak seharusnya melakukan ini. Presdir, kau selalu mengajariku melakukan ini dan itu. Bagaimana kau mengajari putramu?”

“Bahkan ada hal-hal yang tidak bisa kukendalikan.” Jawab Presdir Jo. Joon Hyun tak bisa berucap apa – apa lagi. dengan kesal dia menunjukkan ekspresi anehnya.



Geun Woo dan Chun Hee menunggu pagi dengan ngobrol di stasiun. Setelah merenung, Chun Hee sedikit menyesal dengan apa yang ia lakukan tadi. Dulu ayanya menantang di perlombaan marathon dan semua itu untuk kebaikannya. Ia berfikir kalau Ayah Yoon Mi melarang Yoon Mi demi kebaikannya pula. Mungkin ayah Yoon Mi takut putrinya akan semakin terluka.

“Itu karena masing-masing orang  berpikir dengan cara berbeda. Bagaimanapun, aku satu suara denganmu.”
***




Pagi menjelang, Joon Hyun masih setia menanti kembalinya Chun Hee. Namun ketika Chun Hee kembali, Joon Hyun malah bersembunyi di balik tangga.

Geun Woo dengan lembut mengusap pucuk kepala Chun Hee lalu menyuruhnya untuk beristirahat.




Taksi kembali melaju, Joon Hyun menghadang taksi yang membawa Geun Woo tersebut. Dia kesal dengan sikap Geun Woo yang membawa Chun Hee pergi dan tak pulang semalaman. Joon Hyun pernah di tendang karena takut kalau sampai ia menyebabkan skandal. Tapi apa yang sekarang Geun Woo lakukan? Ini bisa membuat skandal.

“Skandal? Itu tidak masalah buatku.”

“Apa?!”

“Kau tidak bisa menghalangi  sebuah skandal, tapi aku bisa.” Balas Geun Woo dengan nada meremehkan. “Bekerja keraslah.”



Chun Hee tidur sepanjang hari karena kelelahan, Byul yang mencoba membangunkan Chun Hee pun tak di gubrisnya. Byul sebenarnya ingin mengajak Chun Hee untuk datang ke sekolah, disekolahnya ada kontes memasak bersama keluarga.

Namun Chun Hee yang terkantuk – kantu mendengarnya Byul meminta ia masak. Dia jadi menyuruh Byul untuk membiarkan ia tidur sebentar lagi. dengan perasaan sedih, Byul pun meninggalkan Chun Hee.



Chun Hee berangkat kerja, dia segera disambut oleh Soo In yang tampaknya hanya pura – pura baik. Sebagai permintaan maaf karena sebelumnya ia terlalu sensitif pada Chun Hee, maka ia mengajaknya makan. Chun Hee pun tak berdaya untuk menolak.

Rupanya, Soo In membawa Chun Hee hanya untuk mempertontonkan kedekatannya bersama dengan Joon Hyun. Mereka mengobrol satu sama – lain untuk album Soo In.

“Oppa, kau seharusnya membuatkan beberapa lagu untuk Chun Hee.” Pinta Soo In menyebalkan.

“Aku tak membuatkan lagu sembarangan.” Jawab Joon Hyun sadis.

Pesanan makanan Soo In dan Joon Hyun datang lebih awal. Joon Hyun dengan menyebalkan mengambil sumpit yang ada dihadapan Chun Hee untuk Soo In. Chun Hee hanya terdiam menyaksikan kedekatan palsu keduanya.



Aku tidak memberikan lagu ke sembarang orang. Huh! Benarkah? Kau tidak memberikan lagu ke sembarang orang?  Kalau begitu, kau sekarang bajingan jahat.” Decak Chun Hee setelah berpisah dengan Soo In dan Joon Hyun. Chun Hee segera mengubah nama kontak Joon Hyun dengan Bajingan Jahat.




Byul menatap sedih pelatih Bang yang tengah sibuk, dia bingung harus mencari siapa lagi karena orang – orang didekatnya sibuk. Joon Hyun datang menghampirinya, Byul segera memeluk Joon Hyun. Joon Hyun tanya apa yang terjadi dengan Byul? Apa kau dapat nilai nol?

Joon hyun mengambil selebaran yang ada ditangan Byul. Itu sebuah kompetisi memasak keluarga, tapi semua orang sibuk. Dengan sedih, Byul tak bisa mengikutinya. Dia pun pulang dengan wajah muram, Joon Hyun menatapnya dengan wajah iba.




Byul hanya bisa terduduk sedih karena hanya dirinya yang tak memiliki pendamping. Untungnya ketika Joon Hyun memanggil Byul untuk masak bersama, Joon Hyun datang dan menyatakan dirinya sebagai pendamping Byul. Keduanya pun masak dengan riangnya.

Tibalah saat pengumuman, dan masakah Byul menjadi masakan ter – enak. Mereka berhasil mendapatkan ukulele yang telah bu guru persiapkan.



“Ahjussi itu bukan keluarga Byeol! Kau hanya punya kakak perempuan! Dia bahkan bukan Ayahmu!” teriak salah seorang diantara teman Byul yang tak mau menerima kekalahannya. Joon Hyun kesal, meskipun dia bukan saudara Byul tapi dia keluarga.

Bu Guru bimbang karena seluruh murid kelas malah kasak – kusuk karena ini. Bu Guru memutuskan untuk mengambil lagi ukulele yang tadinya sudah di berikan untuk Byul sebagai hadiah.

Joon Hyun tak terima akan keputusan tersebut, namun apa boleh buat. Dia hanya bisa merelakannya.


Keduanya sekarang duduk bersama di depan sekolah, Byul menyuruh Joon Hyun jangan terlalu kecewa. Dengan kedatangan Joon Hyun saja sudah membuat Byul senang. Tapi, ngomong – ngomong apa yang membuat Joon Hyun datang untuknya?

“Karena kita keluarga.” jawab Joon Hyun membuat Byul tersenyum senang. Tapi Joon Hyun mengajukan permohonan agar Byul jangan sampai mengatakan ini pada Chun Hee. Byul mengangguk mengerti.
***



Chun Hee tengah membereskan buku – buku milik Byul, dia menemukan kertas kompetisi memasak di sekolah Byul. Dia memanggil Byul untuk meminta penjelasan namun belum sempat menjelaskan, ponsel Chun Hee sudah berdering lebih dulu.

Rupanya itu panggilan dari Bu Guru yang memutuskan untuk memberikan juara satu pada Byul. Chun Hee bingung tapi dia hanya meng – iya – kan saja.


Chun Hee memberitahukan hal tersebut pada Byul hingga ia berjingkat senang memeluk kakaknya. Tapi Chun Hee jadi bertanya – tanya dengan siapa Byul melakukan lomba masaknya?

Byul pun tersenyum penuh arti pada Chun Hee.
***


Chun Hee mondar – mandir penuh pikiran, dia teringat dengan Byul yang terpaksa membocorkan rahasianya dengan Joon Hyun.

“Ini adalah rahasia tapi Ahjussi yang membantu.” tutur Byul.



Chun Hee berada di ruang latihan, karena bingung apa yang akan ia lakukan maka ia membaca beberapa kertas note yang Joon Hyun buat. Di sebuah lagunya tertulis to MJ. Chun Hee pun jadi penasaran dengan makna MJ tersebut.

“Mi... Mi Jung? Min Joo? Mi... Apa? Soo In ... SI.” raba Chun Hee. “Ah, siapa ini? Dia punya banyak gadis.”

Seseorang menarik kertas yang tengah dipegang Chun Hee. Joon Hyun lah orang itu, dia menghardik Chun Hee yang memegang barangnya. Dia memperingatkan Chun Hee agar jangan menyentuh barang – barangnya lagi.




“Jang Joon Hyun. Memang bagus kau terus menjaga jarak darinya, tapi kau seharusnya tidak bicara sembarangan.” komentar Geun Woo yang memperhatikan pertengkaran keduanya sedari tadi. Joon Hyun menghela nafas kesal, seharusnya Geun Woo yang memberikan saran juga harus berperilaku baik. Seorang rookie yang terkena skandal itu sangat berbahaya.

“Aku mengerti, Dan kau seharusnya berhenti mengkhawatirkan urusan Choi Chun Hee. Aku akan menanganinya.” balas Geun Woo tak kalah sengitnya.

Dan rupanya, Soo In memperhatikan keduanya dari balik pintu dengan perasaan sedih.



Dia pun bergegas masuk ke ruangan Geun Woo mencari – cari suatu berkas. Dan akhirnya dia menemukan berkas yang dicarinya, foto Chun Hee dan Joon Hyun yang tidur seranjang.



Soo In memanggil Chun Hee lalu menunjukkan foto – foto tersebut padanya. Chun Hee terkejut dan tak mengerti akan arti foto tersebut.

“Paparazzi pasti sudah mengambil foto ini diam-diam, untuk mendapat imbalan dari perusahaan. Inilah alasannya Joon Hyun Oppa berhenti menjadi manager. Dan juga dia meninggalkan rumahmu. Untuk melindungimu. Aku tidak bisa melihat Joon Hyun  mengalami masa-masa sulit lagi. Jadi aku mengatakannya padamu.” terang Soo In.


Chun Hee tanpa buang – buang waktu mencari keberadaan Joon Hyun, namun ketika ia menghubunginya panggilan Chun Hee tak diangkat.

Ternyata, Joon Hyun sedang berada di dalam ruang rekaman sedangkan ponselnya ditinggal di luar.



Chun Hee masuk keruang rekaman dan menemukan ponsel Joon Hyun yang tergeletak di meja. Tampaklah dilayar tertulis MJ (Gadis Medali Gila). Chun Hee kembali teringat dengan lagu yang diciptakan Joon Hyun untuk MJ dan MJ disini adalah dirinya sendiri. Chun Hee tertegun mengetahui hal tersebut.



Chun Hee bersender di tembok mendengarkan Joon Hyun menyanyikan lagu – nya, lagu yang ditujukan untuk Chun Hee.

Apakah hatiku luluh saat melihat wajahmu tersenyum? Aku menyukai caramu memandang, dengan cara seperti itu kau memandang. Saat aku berada dalam pelukanmu, seluruh rintangan sulit. semuanya menghilang, seperti sebuah kebohongan. Kehangatan dan kenyamanan yang kurasakan dari tubuhmu. Aku sangat merindukannya. Aku hanya memikirkanmu seharian. Aku hanya memikirkanmu seharian. Lebih dari siapapun di dunia ini, akulah yang paling pantas bersamamu. Berpeganglah padaku sehingga aku bisa tetap berada di sampingmu.



Chun Hee masuk menemui Joon Hyun ketika ia telah merampungkan nyanyiannya. Chun Hee mengatakan apa yang telah ia dengar tentang alasan Joon Hyun meninggalkan rumah. Joon Hyun bertindak seolah dirinya sama sekali tak perduli, dia tak tahu apa yang Chun Hee dengar tapi ia melakukan semua itu untuk dirinya sendiri untuk mempersiapkan album comebacknya.

“Apa kau benar-benar pergi karena album comeback – mu? Benarkah itu?”

Joon Hyun kembali menegaskan sesuatu kalau Chun Hee bukanlah apa – apa untuk hidupnya. Hanya permen karet yang harus pergi dari hidupnya. Semua kenangan bersama Chun Hee akan ia hapus satu persatu.



Chun Hee menunjukkan jepit rambut yang diberikan oleh Joon Hyun, Lalu ini? Bagaimana dengan ini? Bisakah kau mengatakannya  setelah melihat ini? Lalu kenapa kau membelikanku ini? Saat aku memakainya kau bilang aku cantik.

“Sekarang kau menemukan arti  dibalik jepit murahan ini. Bagaimanapun, aku ingin melupakan  semua yang berhubungan denganmu. Hey, menjadi manager penyanyi trot, adalah saat-saat yang paling kusesali  dalam hidupku. Jadi, jangan muncul di depan ruanganku lagi. Jangan datang padaku lagi.”



Joon Hyun menyuruh Chun Hee untuk pergi meninggalkan ruangannya namun Chun Hee masih terpaku disana. Dia diam memandang Joon Hyun menemukan sebuah kebenaran. Joon Hyun yang kepalang kesal memutuskan untuk pergi meninggalkan Chun Hee.


Namun pada kenyataanya, Joon Hyun juga sakit dan tak bisa menutupi perasaan sedihnya. Di ruangannya, Joon Hyun menangis meluapkan perasaan yang serari tadi tertahan.



Joon Hyun mencoba menutupi perasaan dengan bermain gitar tapi pada akhirnya dia harus memukul dadanya yang sesak karena perasaan yang tertahan.

Joon Hyun menerima panggilan dari Yoo Shik yang tengah kelabakan mencari Chun Hee, dia memberitahukan kalau Chun hee akhir – akhir ini aneh dan sekarang menghilang. Joon Hyun kesal dengan Yoo Shik, manager macam apa dia. Seharusnya dia mengawasi Chun Hee.

Yoo Shik juga kan ga bisa menjaga Chun Hee seharian penuh. Tapi yang terpenting sekarang bukan itu, lagu Chun Hee naik satu peringkat di Music Bank dan dia harus mengadakan konser. seharusnya dia sekarang berlatih.

Joon Hyun terdiam. Dia juga mengkhawatirkan Chun Hee dalam otaknya dipenuhi kekhawatiran akan Chun Hee.



Joon Hyun mencoba menemui Chun Hee di Rumah dan di Restoran Pelatih Bang namun tak ada. Dia langsung teringat dengan jepitan rambut yang ditunjukkan Chun Hee sebelumnya.

Joon Hyun pun menuju ke Museum Sejarah Suara tapi sayangnya mereka berselisih arah. Ketika Joon Hyun masuk ke Museum ternyata Chun Hee keluar dari pintu belakang.



Dan ketika ia berkeliling mencari di sekitar Museum, dia menemukan Chun Hee tengah duduk terpejam sambil bersenandung sedih. Joon Hyun berjalan menghampirinya namun Chun Hee yang terpejam tak menyadari kehadiran Joon Hyun. Dia pun mengecup bibir Chun Hee lembut.

*** Bersambung ke Trot Lovers Episode 10***

Kenapa lama banget? ga biasanya lama gini?

lagi sok sibuk nih aku. Hehehe. Tapi tenang aja, meskipun terseok – seok (?) aku akan tetap melanjutkan sinopsis Trot Lovers sampai akhir kok.

WARNING: TOLONG TIDAK COPAS SINOPSIS!! BAGI YANG TERLANJUR COPAS SINOPSIS TOLONG DIHAPUS. KALAU YANG COPAS ARTIKEL PENDEK TOLONG DIKASIH LINK AKTIV UNTUK SUMBERNYA. JANGAN LUPA.. IJIN DULU LAH!! AKU GA SUKA.. T_T

| drama-favorite.blogspot.com | @puji_maccaron |


0 Response to "Sinopsis Trot Lovers Episode 9 – 2 "

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^