Sinopsis Trot Lovers Episode 9 – 1





Dengan sangat berat berat hati, Joon Hyun terpaksa meninggalkan rumah Chun Hee.


Chun Hee kembali ke rumahnya dengan tergopoh – gopoh, mencari Joon Hyun di setiap sudut rumahnya namun tetap tak ada. Kamar sudah rapi dan ketika dia mengecek kamar mandi pun sudah tak ada sikat gigi Joon Hyun.




Dirumah masing – masing, keduanya masih memikirkan mengenai satu sama lain. Chun Hee dengan pita hitam pemberian Joon Hyun dan Joon Hyun dengan gitar mainan pemberian Chun Hee.
***


Joo Hee menyuruh Soo In untuk melupakan saja perasaannya pada Geun Woo karena ketika ia mencoba mendepak Chun Hee dengan skandal bersama Joon Hyun, Geun Woo malah menyelamatkan Hun Hee dan mendepak Joon Hyun. Soo In terkejut, bahkan Joon Hyun oppa?

Joo Hee membenarkan. Oleh karena itu, dia menyuruh Soo In melupakan Geun Woo. Soo In memprotes, eomma!




 Joon Hyun melakukan segala hal untuk menghilangkan rasa penatnya. Dia mendapat panggilan dari Soo In, dengan malas ia pun menemuinya di cafe.

Soo In menemui Joon Hyun untuk memintanya membuatkan album untuknya lagi. Joon Hyun menolak. Namun Soo In mengungkit mengenai skandal Joon Hyun dengan Chun Hee, kalau Joon Hyun mau bekerja sama dengannya maka skandal akan menghilang.

Joon Hyun bingung. Soo In menganggap saja Joon Hyun setuju, mereka bertemu besok. Dia pun segera pergi sebelum Joon Hyun menolak tawarannya.




Pelatih Bang menerima kehadiran Pil Nyeo dengan senang hati, dia mengira kalau Tae Song berubah akhir – akhir ini menjadi bahagia karena Pil Nyeo. Dia pun menyuruh Pil Nyeo agar sering datang kesana.

Pil Nyeo yang memang menyukai Tae Song jadi tersenyum – senyum gaje, terimakasih.

Tae Song kembali, pelatih Bang memberikan kedipan mata sebagai tanda semangat untuk Tae Song karena ada Pil Nyeo. Tapi Tae Song malah langsung terpesona dengan kedipan mata pelatih Bang.


Tae Song membawa Pil Nyeo menuju ke tempat kosmetik. Dia berkata kalau dia akan memberikan hadiah ini untuk dewinya, dewi yang memiliki bibir indah dan mata besar seperti rusa.

“Meski aku seperti seorang dewi, aku malu mendengarnya seperti ini.” Gumam Pil Nyeo ke – pede – an. Dia pun menunjukkan sebuah lipstik, Pil Nyeo mencobanya. Dia berbalik menatap wajah Tae Song dengan bibir monyong, minta dicium. Tapi Tae Song menanggapi dingin, dalam hatinya Pil Nyeo merasa kalau Tae Song hanya malu – malu.



Chun Hee menemui Direktur penyiaran dan disuguh secangkir kopi, Direktur mengatakan kalau larangan tampil Chun Hee itu dicabut karena secangkir kopi. Chun Hee tersenyum tak tahu.

Direktur bercerita kalau Joon Hyun telah datang menemui – nya sepanjang hari sampai akhirnya dia membawa kopi dan dirinya menumpahkan kopi tersebut di tangan Joon Hyun.

Diam. Chun Hee sedih mendengar cerita direktur, Joon Hyun orang yang telah membantunya saat kesusahan tapi ia mengira semua karena bantuan Geun Woo.




Chun Hee menunggui Joon Hyun, Joon Hyun pun datang dan Chun Hee segera tersenyum padanya. Chun Hee berkata kalau dirinya telah bertemu dengan Direktur dan Direktur menceritakan segalanya padanya. Joon Hyun merasa kalau dirinya tak tahu apa yang Direktur katakan tapi dia sedang sibuk untuk mengerjakan album comebacknya.

Joon Hyun pergi namun Chun Hee berteriak kearah Joon Hyun, Yaaak!!

“pergilah!!” bentaknya marah. Chun Hee tak bisa berbuat apapun dan pergi.


Rupanya, dibalik tembok ada seorang paparazi yang tengah memotret perdebatan keduanya, untung Joon Hyun melihat dan segera merebut disk paparazi itu.

Dia mengancam akan membunuh paparazi itu kalau sampai dia melihat – nya melakukan hal seperti tadi.



Joon Hyun memilih bekerja sama dengan Soo In, dia berjalan berdampingan dengannya. Tanpa sengaja, keduanya berpapasan dengan Chun Hee. Chun Hee agak terkejut namun Soo In malah tersenyum seolah telah menang.

“Produser untuk album baruku  adalah Oppa Joon Hyeon. Ah, kau akan jadi sedikit tidak nyaman? Oppa, kau dulu adalah managernya Choi Chun Hee, tapi sekarang kau adalah produserku.”

“Kita adalah orang-orang profesional.” Timpal Joon Hyun lalu mengajak Soo In untuk pergi. Sedangkan Chun Hee seolah kehabisan kata dan hanya bisa diam terpaku.



Berita keikutsertaan Joon Hyun dalam album Soo In sampai ke telinga Tae Song. Dia berkata pada Chun Hee kalau mungkin Joon Hyun masih belum sepenuhnya melupakan Soo In. Pelatih Bang terkejut, apa mereka pernah berkencan?

“Apa? Bukan begitu.. Soo In adalah cinta pertamanya  Joon Hyun. Dia bahkan menuliskan lagu debut  untuk Soo In.” Jelas Tae Song. Chun Hee kembali hanya bisa diam dan menenggak minumnya sampai habis.

Chun Hee kembali dengan masih berdecak cemburu, Pelatih Bang mengampiri Chun Hee. “Bukankah kau menyukai Joon Hyeon?” tanya Pelatih Bang yang langsung dibantah Chun Hee.

“Yah, aku tidak tahu banyak  tentang hal-hal seperti ini, jadi aku bisa saja salah. Tapi untuk hal-hal semacam ini, bukankah orang lain yang lebih dulu memperhatikannya?”
Chun Hee pun jadi berfikir.



Dengan alasan telah mendapatkan traktiran dari Chun Hee, Geun Woo pun datang kerumahnya dengan membawa kantong belanjaan. Dia memasak disana bersama Chun Hee dengan canggung. Chun Hee mengambil piring di lemari, Geun Woo berkata kalau seharusnya lemari itu diperbaiki.

“Ahjusshi sudah memperbaikinya.” celetuk Byul.

“Ahjusshi yang mana?”

“Ahjussi kami!” jawab Byul namun mendapatkan kedipan dari Chun Hee. Byul pun segera menutup mulutnya. “bukan apa – apa.”

Meskipun Geun Woo tahu maksud Byul tapi dia menanggapinya dengan senyum saja.


Saat makan pun Byul berkata kalau daging yang masih ada darahnya adalah daging yang paling enak. Chun Hee penasaran, siapa yang mengatakannya?

“Ahjussi itu.” Senyum Byul. Chun Hee segera mengalihkan pembicaraan dan menyuruh Byul untuk makan. Geun Woo berniat menggunakan cangkir milih Joon Hyun, Chun Hee mencegahnya dengan alasan kalau gelasnya retak.

Lagi – lagi meskipun Geun Woo tahu alasan sebenarnya, dia hanya diam.


Geun Woo merana dalam mobilnya bahkan tak menyadari kehadiran ayahnya, sekalinya sadar ia pun berjingkat terkejut.


Presdir Jo tahu kalau Geun Woo hampir setiap hari datang kesana. Dia juga tahu kalau Geun Woo menyukai Chun Hee.

“Kau memang hantu.” Decak Geun Woo karena ayahnya tahu segala hal.

“Bagaimanapun, kau pasti ketahuan kali ini. Kau tidak pernah menunggu seseorang atau apapun itu, iya kan? Kali ini, cobalah menunggu. Dan jangan memohon. Jika kau menunggu, pada akhirnya kau akan mendapat kesempatan.”

Geun Woo frustasi menerima saran ayahnya.
***



Pil Nyeo mendapatkan omelan dari PD Kim, Pil Nyeo mencoba memohon tapi malah mendapatkan bentakan. Chun Hee yang memperhatikan keduanya pun akhirnya menyapa Pil Nyeo dengan sebutan Sunbae.

PD Kim terkejut karena Pil Nyeo adalah Sunbae – nya Chun Hee. Dia kemudian memberi kesempatan Pil Nyeo untuk datang besok atau tidak sama sekali. Nada bicara PD Kim segera berubah halus pada Chun Hee, dia meminta Chun Hee untuk datang juga ke acaranya. Chun Hee meng – iya – kan.

Selepas kepergian PD Kim, Pil Nyeo memuntahkan kekesalannya. Dia keluar dar Shine Star karena Chun Hee dan sekarang Chun Hee memanggilnya Sunbae. Dia merasa direndahkan dan menyuruh Chun Hee jangan menyapanya lagi kalau bertemu dengannya.



Chun Hee menerima panggilan dari Geun Woo, keduanya pun bertemu di cafe.

Geun Woo mengutarakan niatnya untuk membuat Chun Hee sebagai juri untuk memilih pendatang baru, dia meminta Chun Hee karena hanya Chun Hee lah satu – satunya penyanyi trot di perusahaan mereka.

Meskipun akan berat untuk Chun Hee, dia akan melakukan yang terbaik untuk acara tersebut.




Chul Man berkunjung ke cafe milik pelatih Bang, pelatih Bang mengucapkan rasa terimakasihnya karena Chul Man telah banyak membantu Chun Hee. Chul Man tak mempermasalahkannya, toh Chun Hee penyanyi – nya kalau terkenal pasti dia akan mendapatkan keuntungan.

Tiba – tiba Chul Man memberikan kado dengan ukuran besar pada Pelatih Bang, isinya pun cukup mahal. Tepat saat itu, Tae Song datang. Dia menatap kado kecilnya dengan perasaan sedih.

Pelatih Bang dengan tak enak hati menerima hadiah Chul Man.


Selepas kepergian Chul Man yang di jemput Yoo Shik yang kesal karena ia di tinggal sedirian, Tae Song pun masuk ke cafe. Namun segera setelahnya, dia kembali keluar.

Pil Nyeo yang sedang menunggu Tae Song kembali berfikir, kenapa Tae Song sangat lambat bahkan hanya untuk memberikan kado.

Tae Song yang sedang sedih akhirnya memberikan kado itu pada Pil Nyeo. Pil Nyeo yang sudah menanti saat tersebut pun jadi girang. “Apa yang kau pikirkan begitu keras? Kau hanya perlu memberikannya. Terima kasih!”

Tae Song tak merespon, dia masih memperhatikan pelatih Bang yang tengah berkutat dengan hadiah pemberian Chul Man.
***


Chun Hee dan Geun Woo menuju ke suatu tempat bersama – sama, Chun Hee penasaran tempat apa yang akan mereka tuju?

“di internet, carilah  anak berbakat trot, Seo Yoon Mi.”

Chun Hee pun langsung mencarinya.


Soo In merasa aneh kenapa tempatnya sepi, apa tak ada audisi penyanyi trot?

Direktur Hwang datang dan mengatakan kalau audisi dilakukan di daerah sehingga Chun Hee dan Presdir Jo Geun Woo yang mendatangi mereka. Soo In dan Joon Hyun langsung sebal. Soo In malah menyalahkan Joon Hyun, bukankah Joon Hyun menyukai Choi Chun Hee? Seharusnya dia tetap menempel pada Choi Chun Hee, bukannya meninggalkan rumahnya.




Chun Hee berhasi menemukan Yoon Mi, dia tengah bernyanyi di taman sekolahnya. Dan suara Yoon Mi memang bagus dan cocok untuk bernyanyi trot.

Ketiganya pun berbicara, namun Yoon Mi segera menolak karena ia pasti akan dilarang ayahnya. Ayahnya tak akan memberinya izin karena malu. Yoon Mi menyibak rambut yang menutupi wajahnya, ini membuat Chun Hee terhenyak. Ada luka yang cukup lebar di wajah Yoon Mi.


Chun Hee dan Geun Woo memutuskan untuk menemui ayah Yoon Mi namun tanpa banyak basa – basi, ayah menolak dengan tegas. Chun Hee memohon pun tak di gubris.

“Apa kau tidak suka kalau luka di wajah Yoon Mi, akan terlihat di depan orang-orang?” tanya Chun Hee. Bukannya luluh, Ayah Yoon Mi malah semakin kesal dan meninggalkan keduanya.


Sepulang kerja, Chun Hee sudah menanti kehadiran Ayah. Dia memberikan ponsel yang ada video Yoon Mi yang tengah bernyanyi. “Kau tidak tahu betapa bahagianya Yoon Mi saat dia bernyanyi, iya kan? Jika kau melihat video ini, kau mungkin akan berubah pikiran.”

Ayah malah menampik ponsel Chun Hee, lalu pergi meninggalkannya.


Chun Hee dan Geun Woo tak bisa memaksa lagi, mereka kembali ke tempat parkir awal namun mobil mereka telah menghilang. Keduanya kebingungan, tapi setelah menemukan sebuah selebaran. Mereka sadar kalau mobilnya pasti telah diderek.

Geun Woo pun menghubungi nomor yang tertera di selebaran tersebut, namun jam kerja telah berakhir.



Akhirnya mereka menuju ke stasiun untuk naik kereta, tapi juga akan sulit karena hanya tinggal 58 detik. Chun Hee tak perduli, bahkan mereka hanya butuh 47 detik. Chun Hee segera berlari menuju ke peron.

Sayang – nya kereta sudah tak ada lagi. Chun Hee kecewa karena terlambat. Geun Woo pun menunjukkan tiket yang di pegangnya, ternyata dia hanya bercanda dan kereta mereka masih belum datang.

Chun Hee berdecak, dia bekas pelari maraton jadi langsung berlari. Sedangkan Geun Woo masih kelelahan.


Beberapa orang Ahjumma melihat keduanya, mereka segera menghampiri Chun Hee dan bertanya apakah Chun Hee adalah Choi Chun Hee yang di TV. Mereka fans Chun Hee. Ketika melihat Geun Woo, mereka mengira kalau Geun Woo kekasih Chun Hee.

Mereka menyuruhh Chun Hee untuk jujur saja, mereka tak akan menyebarkan beritanya kok. Chun Hee mengelak.

Ahjumma tadi menyodorkan buku untuk meminta tanda tangan Chun Hee, Chun Hee pun segera melakukkannya. Mereka senang, sebagai gantinya mereka memberikan cumi untuk Chun Hee.

“Ah, rahasia...” bisik Geun Woo pada Ahjumma tadi. Hahaha, mereka semakin mengira kalau keduanya benar – benar berkencan. Mereka berjanji tak akan menyebarkan rumor kok.

*** Bersambung ke Trot Lovers Episode 9 – 2 ***

3 Responses to "Sinopsis Trot Lovers Episode 9 – 1"

  1. mba puji, ttp semangat y nulis sinopsisnya.. g perlu d buru-buruin yg penting muncul aja:D *semangka

    ReplyDelete
  2. Dtggu part sljutx y mbak puji,,,,gomawo,,,smangaaatz

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^